web hit counter

Adiknya Pacarku True Story Part 16

0
374

Adiknya Pacarku True Story Part 16

Adikku langsung berjalan menuju kamarnya lalu menutup pintunya, aku tau dia tak benar-benar menutupnya, tp seperti menggoda & memanggilku ke kamarnya. Walau sebenarnya aku lelah tapi aku birahi ku membara, apalagi selama tadi selama jalan dgn Yunda aku sering mengamati bentuk tubuhnya sambil membayangkan bercinta dengannya. Namun kini pikiran nakal & gairah tanggung tadi seolah mendapatkan pemantiknya, adikku jelas mengundangku untuk menyalurkan hasratku padanya.
Aku teguk air putihku lagi untuk menenangkan gejolak dalam diri, lalu bangkit & menuju kamar adikku. Ku ketuk pelan lalu membukanya, suasana di kamar adikku temaram karena hanya lampu tidurnya yg menyala, warna jingga yg bersinar dari lampunya membentuk rangkaian bunga yg terlukis di dinding membuat suasana romantis & mendukung hasrat kami berdua.
Hana duduk ditepian ranjang, tubuhnya membelakangi pintu, tampaknya dia baru selesai menguncir rambutnya sehingga lehernya yg jenjang samakin membakar darahku, belum lagi dasternya yg rendah dibagian belahan depan & belakang membuat punggung adikku terlihat sangat jelas, jakun ku naik turun, Yunda hilang begitu saja dalam pikiranku, kini hanya ada Hana adikku tercinta yg menggairahkan dalam pikiranku, hasratku, serta ada dihadapanku sekarang.
Aku berjalan ke arah Hana, lalu pelan-pelan naik ke tempat tidurnya dari seberang tempat ia duduk membelakangi ku. Ketika perlahan kusentuh lengannya dgn kedua tanganku sambil ku daratkan ciumanku pada leher sebelah kanannya tubuh adikku bergidik sambil mendesah, “ssssshhhhhhhhhhhsshhh….!!!” aku yakin itu tanda birahi adikku siap terbakar.
Adikku memiringkan kepalanya agar memberikanku keleluasaan untuk mencumbui setiap jengkal lehernya, dia memejamkan matanya sambil terus mendesah, sedangkan bibir, lidah, & gigiku bermain-main memberikannya ciuman, jilatan, serta gigitan kecil pada leher adikku.
“sssshhhhhhh…oouuhhh….sssssshhhh….aaaahh” desahnya menikmati cumbuanku.
Setelah agak lama hanya memberikan waktu pada mulutku untuk beraksi, kedua tanganku yg sejak tadi hanya membelai lengan adikku sudah tak sabar untuk ambil bagian, tujuannya jelas payudara adikku yg seperti melon menggantung ditubuhnya. Perlahan tanganku mengarah kedepan & mendaratkan telapaknya dikedua buah dada Hana, tak menunggu lama langsung kuberi remasan lembut, seketika adikku kembali bergidik, tubuhnya melonjak kecil, lalu terdengar rintihan pelan tapi erotis tanda birahinya benar-benar sudah sangat membara, namun aku tak mau memadamkannya dgn cepat, aku ingin bermain-main dgn api gairah Hana.
“oouuuhhh…..oaahh….aaaaahh” rintih adikku saat kedua payudaranya kuremas lembut.
Mendengar rintihan adikku gairahku ikut naik, aku terus mencumbu leher & meremas buah dadanya sambil mendekapkan dadaku pada punggungnya. Setelah beberapa menit pembukaan romantis & menahan gelora yg siap membara, adikku membalikan tubuhnya lalu melepaskan bajuku, aku ikut membantunya dgn mengangkat tanganku, namun yg selanjutnya terjadi tak pernah kuduga, kupikir adikku akan melepaskan bajuku sampai benar-benar lepas namun nyatanya dia menahan lubang leher bajuku tepat pada batas antara hidung dengan mulutku, sehingga bagian pinggang sampai setengah wajahku telah terbuka, namun hidung, mata serta bagian atas wajahku masih tertutup bajuku, bahkan setengah lenganku jg belum lepas dari bajuku & membuat lenganku terangkat ke atas & susah bernapas. Aku sempat bingung, namun kubiarkan adikku memuaskan fantasinya, & ternyata inilah yg diinginkan adikku, mulutku yg menjadi tempat bernafas menggantikan hidung otomatis terbuka, megap-megap seperti ikan kehabisan nafas, & Hana dgn nakalnya menggodaku dgn mengecup & sesekali menggigit bibir bawah & atasku.
Ini benar-benar aneh, namun mau tak mau aku menikmati permainan adikku ini, dia perlahan mendorong tubuhku agar rebah namun masih dalam kondisi seperti ini, lalu dia melanjutkan godaan-godaan dari bibirnya pada bibirku yg masih megap-megap mencari nafas.
Setelah sekian detik dia mempermainkanku, tiba-tiba mulutku dilumatnya, ciuman kali ini seperti saling bertkukar nafas dalam air, karena kami saling menyalurkan udara, namun sensasinya sungguh membangkitkan birahiku. Puas bermain dengan mulutku, Hana turun, perlahan dia menjilat & mencumbui leherku lalu turun lagi sampai tiba-tiba aku merasakan putting dadaku disentuh benda hangat & basah, Gila!! Hana menjilat putingku seperti aku sering mempermainkan putingnya.
“ssshhh……ooouuuuhhh….dekkk” kini giliranku yg mendesah, sedangkan Hana terus memainkan lidahnya pada kedua putingku sambil tangannya membelai-belai perutku. Sungguh ini pertama kalinya aku diperlakukan seperti ini, entah kata-kata apalagi yg bias kugambarkan tapi sensasi ini benar-benar dahsyat, apalagi dgn mataku yg tertutup justru semakin menambah rasa nikmatnya.
Kini kedua tangan Hana telah menjangkau celana jeansku, dalam sekejap dia telah membuka ikat pinggang & langsung meloloskannya dari tubuhku, boxer ku pun tak perlu menunggu waktu lama sebelum dia lemparkan ke lantai, maka batang penisku yg sudah sangat tegang kini terpampang tegak menantang dunia. Aku dapat merasakan jari-jari tangan adikku kini telah hinggap pada penisku, & langsung saja dia mengocoknya pelan seperti saat ku remas dadanya tadi.
Aku benar-benar dibuat kepayang oleh adikku, merasakan sensasi nikmatnya jilatan pada dadaku, lalu kocokannya pada penisku sungguh membuat pikirianku melayang, aku hanya bisa mendesah, bahkan terpekik pelan. Lumatan & kocokan Hana padaku semakin menjadi, aku sungguh terbuai sampai aku merasakan sesuatu yg panas berkumpul diujung penisku, Sial aku tak mampu bertahan lagi.
“ssshhh…aaakkhhh…aahh.. deekk! Mmmhhaasszzz mauuhhh keluarrr..”
Mendengar kata-kataku Hana semakin mempercepat kocokannya, & tepat ketika dia menggigit putingku, crooottt!! “oooouuuuuuhhhhzzzz” aku berteriak tertahan, Cairan panas kurasakan keluar dari penisku, perut serta zakarku berkedut-kedut sehingga batang penisku bergoyang dalam genggaman adikku. aku mengakui keunggulannya, 1-0 Hana memimpin dalam permainan ini.

Aku terbaring terengah-engah, melihatku kesulitan bernafas adikku melepaskanku dari belenggu bajuku sendiri. Bergitu terlepas mataku berkunang, pasti perlu beradaptasi lagi pada cahaya, sedangkan hidungku langsung meraih udara segar, aku seperti orang yg baru keluar dari ruangan pengap & tertutup rapat. Adikku sendiri langsung merebahkan dirinya disebelahku, sambil tersenyum tipis penuh kemenangan, dia dekatkan wajahnya pada wajahku.
“gmn Mas, enak gak tadi?” nadanya sedikit mengejek, sialan kamu dek kataku dalam hati, meski gengsi tapi mau tak mau aku harus mengakui begitu menikmati serangan pertamanya tadi.
“hee-eh dek, enak bangeth” jawabku masih dalam nafas yg belum teratur.
aku tak menyangka Hana akan membuatku seperti ini. Entah setan apa yg merasukinya, tapi, permainanannya tadi diluar kebiasaannya, apakah ini pertanda dia semakin mahir dalam bercinta?
Adikku merebahkan kepalanya dilenganku, kedua tangannya memeluk tubuhku & kakinya dia taruh dipaha sebelah kiriku sehingga lutunya menyentuh zakarku. Aku sudah telanjang bulat, tetapi pakaian Hana masih utuh. Geregetan sekali aku saat itu, pokoknya harus kubalas perbuatan adikku ini.
Ketika kurasakan nafasku mulai teratur, tanganku meraih dagu adikku lalu kuangkat hingga wajah kami berhadapan & langsung saja kupagut bibirnya yg sejak tadi menggoda bibirku.
“sluurpp..sleerpp..” suara decak ludah & lidah kami yg saling beradu, menari-nari dalam balutan nafsu.
Sambil mulut kami saling bermain, aku menurunkan tali daster adikku. Agak sulit karena ini bukan tali daster tipis, namun dengan sedikit usaha aku berhasil menurunkannya hingga batas pinggangnya, kini dihadapanku tampaklah dua bukit kembar yg masih ditutupi oleh bra abu-abu monyet berenda. Biasanya aku pasti memancing gairahnya terlebih dulu dgn meremas-remasnya walau masih tertutup bra, tapi demi membalas dendam yg tadi segera saja tanganku meraih kait dipunggung adikku & dalam sekejap terlepaslah bra itu dari tempatnya.
Ini bukanlah pertama kalinya kedua bukit kembar Hana berada didepan wajahku, namun entah kenapa setiap melihatnya selalu seperti pertama kalinya buatku, tak pernah aku bosan memuji payudara Hana ini yg memang sungguh indah, seperti melon yg menggantung dgn ceri kecil diujungnya. Aaah andai bisa kudapat gambarnya, pasti sudah kubagi pada suhu sekalian. Sayangnya adikku tak pernah berkenan memberi foto sexy nya.
Dengan posisi menyamping saling berhadapan, langsung saja aku melumat puting kiri yg menjadi kelemahannya &, “oooouuurrrggggghhhhh!!!” adikku berteriak agak keras & tubuhnya melonjak keatas, perutnya terangkat & tangannya menjambak rambutku, langsung saja aku menutup mulutnya dgn tanganku.
“dek, jgn teriak kaya gitu ah, nanti ibu sm ayah bangun” bisikku tepat didepan wajahnya, tampak jelas adikku sedang menahan gejolak nikmat karena wajahnya seperti orang meringis namun pipinya merona merah & matanya sayu.
“ia mas maaf, abis mas maen jilat disitu, aku kan jadi….” Hana tak melanjutkan kata-katanya,
“jadi apaa hayoo..” godaku sambil tersenyum. Kini wajah adikku merah padam, dia menggigit bibir bawahnya lalu tanpa bicara langsung saja dia menurunkan kepalaku kembali ke dadanya & memajukan punggungnya agar payudaranya menyentuh mulutku.
“lagi mas, enak bangeeth”
Dengan sedikit tawa, kembali aku melumat kedua payudara Hana. Kucium, kujilati, & kugigit putingnya sambil kedua tanganku aktif meremas-remas, Hana hanya mendesah, tubuhnya meliuk-liuk seperti menari ular, satu tangannya menjambak pelan rambutku sedang tangan yg lainnya menutup mulutnya agar tak mendesah terlalu keras, dia menggunakan punggung tangan untuk menahan suaranya, namun tetap saja suara desahan itu tak mampu terbendung..
“ssshhh…zzzzhhhh…mmmzzzhhhh….emmmhhhhhhhh…sssooorrrhhh”
Mendengar adikku mendesah aku semakin terpacu, sambil terus memainkan mulutku pada payudaranya, aku mengangkat rok daster adikku lalu menyelipkan tangan kiriku hingga menjangkau vaginanya, pinggul adikku menggelinjang ketika merasakan tanganku telah sampai kedalam cd’a, tapi aku tak mau membuang waktu lagi, langsung saja jariku menemukan klitoris adikku lalu memainkannya.
Tiba-tiba tubuh adikku bergetar hebat, kita jeritannya memanjang tertahan oleh tangannya,
“eerrrrrrrmmmmmmmhhhh….!!!!!!!” Pinggulnya meliuk-liuk semakin liar, bergoyang bak penyanyi dangdut koplo mengakibatkan ranjang adikku berbunyi berderit-derit semakin menambah sisi sensual dari adikku ini. Penisku kerap tersenggol oleh pahanya yg ikut bergoyang menambah semangat serta gairahku, maka semakin intens lah permainan mulut serta tanganku, rasakan kamu Hana dendam mas akan langsung terbalas sekarang.
Tok..tok…tok…!! “Dek, kamu belum tidur?”
Tidak!! Itu ibu ku!!

Bersambung

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part