web hit counter

Adiknya Pacarku True Story Part 21

0
370

Adiknya Pacarku True Story Part 21

Sambil berbalik ke arahku, adikku perlahan melepaskan pakaiannya hingga sekarang dia hanya mengenakan bra merah & cd biru. Aku masih melongo dengan kelakuannya sambil sesekali menenggak ludah. Tubuh adikku sungguh mudah menggoda iman & membakar nafsu, kulit coklatnya tampak berkilat dalam keremangan suasana rumah kami. Belum lagi suasana gelap seperti ini menimbulkan sugesti pengap sehingga kulit adikku terlihat semakin eksotis oleh kilatan keringat. Perlahan dia berjalan ke arahku lalu duduk dipangkuanku, tanpa basa-basi dia mengecup keningku sehingga wajahku tepat berada dibelahan dadanya yg mengganyung indah pada tubuhnya, tampak bulir-bulir kecil keringatnya menghiasi kulit payudara adikku. Penisku telah berontak, kini kedua kelamin kami berhadapan hanya terhalang cd & boxerku serta cd Hana.

Adikku mengecup mesra keningku sambil membelai kepala serta daguku, aku membalas dengan membelai kepala & punggungnya. Tak lama adikku mengarahkan tanganku ke atas, lalu menyingkap bajuku hingga kini tubuh bagian atasku telah telanjang. Setelah membuang bajuku ke lantai dapur, dia memagut lembut bibirku. Aku tak kuasa untuk memulai permainan lidah kami yg sudah cukup lama aku rindukan, sekian lama aku & Hana melakukan hubungan tabu ini, adikku sudah jauh lebih mahir. Aku ingat awal-awal percintaan kami dulu, saat itu lidahku yg harus agresif mengajak lidah Hana bertaut dalam mulutnya, namun kini lidahnya & lidahku berdansa bersama. Payudara adikku yg lembut & kenyal menekan lembut dadaku, menambah gairahku yg terbakar. Tanganku perlahan meraih kait bra adikku, mulut, bibir, lidah, gigi & tanganku sudah tak sabar bermain-main pada kedua bukit kembarnya. Namun saat aku mencoba melepas kaitannya Hana menahan tanganku sambil melepas pagutannya.

“Sabar mas, kita masih punya banyak waktu” katanya, wajah kami dekat sekali, aku bisa merasakan nafasnya berhembus pada wajahku, dahi kami beradu pelan.

Lalu Hana bangkit, dia berjalan keluar dapur perlahan. Sambil berjalan tangannya membelai pipiku seolah mengajakku untuk mengikutinya. Hana masuk ke kamarnya lalu menutup pintunya, meninggalkanku yg tengah dilanda birahi. Aku menenangkan diriku sebentar, sambil mengatur nafas, aku bersiap menyusul Hana ke kamarnya. Namun baru aku berdiri adikku sudah keluar kamarnya, dia melingkarkan selimut tipis ketubuhnya layknya memakai kemben.

“Mas, sejak kita belum pernah main dikamar kamu ya. Hari ini boleh gak kita ngelakuinnya dikamar kamu?” adikku berkata sambil menunduk, entah ekspresi wajahnya seperti apa aku tak bisa melihatnya karena suasana rumah yg sungguh remang.

“Oooh.. Iya dek, boleh..” kataku tergagap. Benar juga, kami tak pernah melakukannya dikamarku. Aku membuka pintu kamarku, tampak lah kamar acak-acakkan khas cowok.

“maaf dek acak-acakkan” Hana hanya tersenyum mengejek melihat kamarku. Namun dia masuk & segera duduk ditepi ranjangku lalu merebahkan dirinya.

Aku sudah tak sabar lagi, tak mau menunggu lagi aku segera melepas boxer & cd ku. Hana yg sudah siap dalam pembaringannya segera saja kutindih sambil memagut lagi bibirnya, kini tanganku langsung meremas kedua buah dadanya yg kenyal & empuk. Aku tak bosan memuji keindahan payudaranya, benar-benar mahakarya sang pencipta payudara seperti ini bisa tersembunyi pada pribadi sopan adikku, & aku kakak kandungnya adalah laki-laki beruntung bisa menikmati setiap inci dari payudaranya. Penisku sengaja kugesek-gesekan pada vagina’a yg masih tertutup cd.

Hana sendiri menyambut segala permainanku pada tubuhnya. Lidahnya menari-nari bersama lidahku, tubuhnya melik-liuk dibawah dekapan tubuhku, pun dengan pinggulnya, seolah kami saling berpacu untuk membakar gairah kami. Perlahan nafas kami semakin memburu, & dapat kurasa keringatku mulai membasahi tubuhku, adikku pun demikian.

Tanganku sudah tak sabar lagi menyentuh kulit payudara Hana, maka segera saja aku menyingkap cup bra adikku, & tanpa menunggu waktu lagi kini bukit daging kenyal nan menggoda tersebut sudah berada dalam remasan tanganku. Tubuh adikku tampak agak terangkat ketika kulit tanganku menjamah kulit payudaranya. Inilah kelemahan atau titik birahi terbesar adikku, terutama putingnya yg sebelah kiri.

“eemmffhhhh” lenguh adikku dalam pagutan mulutku saat payudaranya sudah dalam jamahaanku.

Tanganku meremas, & milin-milin puting kedua payudaranya secara bergantian, kini tubuh Hana tampak meliuk-liuk lebih liar. Nafasnya jauh lebih memburu & pinggulnya agak berkedut-kedut, terasa menekan-nekan batang penisku. Mulutku melepas pagutan kami, lalu aku menciumi seluruh bagian wajah adikku yg telah berpeluh keringat, lalu turun & mulai mencumbu leher adikku, tanganku masih dimanjakan oleh payudaranya. Tak lama, aku merasakan goyangan pinggul adikku semakin liar, sempat terdiam sesaat namun selanjutnya tubuh adikku menggelinjang disertai kedutan keras pada pinggulnya, tampaknya Hana sudah orgasme. Aku menyudahi cumbuanku, aku ingin menikmati wajah khas adikku saat orgasme. Saat orgasme wajah Hana merona merah, matanya sayu, mulutnya megap-megap seperti ikan didaratan & yg paling menggoda adalah entah kenapa bibirnya jadi terlihat jauh lebih tebal & ranum. Aku tersenyum sambil menatapnya, adikku membalas senyumanku. Pandanganku turun kebawah tubuh adikku, tampak cd’a yg sudah basah oleh cairan cintanya, pinggulnya masih berkedut pelan.

“dek, udah basah. Dibuka aja ya” kataku. Adikku hanya mengangguk pelan membalas perkataanku, jelas sekali tubuhnya telah dilanda birahi hebat.

Dengan perlahan aku meloloskan cd Hana dari tubuhnya, kini vaginanya yg tebal & harum tampak memanjakan mataku. Dulu biasanya setelah aku membuka cd & menikmati pemandangan vaginanya pasti adikku mencoba menutupinya dengan paha atau tangannya, kini dia seolah membiarkan aku menikmati sepuasnya vaginanya yg indah. Walau adikku tetap tak bisa menyembunyikan kerisihannya, terlihat sekali dari gerak-gerik tubuhnya yg gelisah. Tak ingin berlama-lama membuat Hana tak nyaman, segera saja aku mengarahkan mulutku ke vaginanya. Sentuhan awal lidahku pada bibir vaginanya membuat pinggulnya terangkat,

“zzzhhhhhhhrrrhhhhhh…!!!!” adikku melenguh.

Tampak dia membuang kepalanya ke atas, & tangannya mencengkeram seprai kasurku.

Vagina Hana sungguh bersih dari bulu & harum, aroma inilah yg menghilangkan rasa jijikku hingga lidah serta mulutku betah berlama-lama mempermainkan vaginanya. Lidahku menyapu lembut belahan bibir vagiananya dari atas kebawah, bawah ke atas sambil sesekali menyentuh klitorisnya

Menerima serangan dari lidahku tubuh Hana meliuk-liuk liar, kepalanya menoleh ke kanan & kekiri, tangannya membelai sesekali menjambak kepalaku saat kenikmatannya naik.

“sssrhhh….ourrrghhhh….mmhhaazzzz….oooohhhhh…..” lenguhan adikku, tampak dia leluasa melenguh sekeras mungkin karena memang hanya ada kami berdua dirumah. Sungguh sudah lama kami tak bermain sebebas ini. Sejak aku diterima bekerja diluar kota & hanya bisa pulang di akhir pekan, ayah & ibu kami selalu ada dirumah. Berbeda saat aku masih jadi pengangguran dulu, pagi sampai sore aku & Hana bisa bebas melakukannya tanpa ada orangtua kami yg sibuk bekerja, jadi keadaan yg sudah lama tak kami alami ini menimbulkan sensasi rindu tersendiri buatku, aku yakin adikku juga demikian.

Sambil terus menjilat vaginanya, kedua tanganku masih aktif bermain-main pada payudara adikku. Lenguhannya semakin membakar gairah pada diriku, jadi aku mencoba merubah posisi kami. Aku bangkit melepas cd ku, hingga batang penisku yg sedari tadi telah berontak dalam celanaku kini bebas menantang dunia. Adikku hanya tersenyum memandang penisku, sebelum akhirnya aku kembali menjatuhkan tubuhku ke atas tubuhnya, & kembali memagut mesra bibirnya. Tangan kananku membelai kepalanya sedangkan tangan kiriku bermain-main pada vaginanya. Aku mengawali permainan tanganku dengan membelai belahan vaginanya, lalu mencari klitorisnya & memijat-mijat bagian sensitive tersebut dengan lembut. Tubuh adikku menggelinjang hebat dalam permainanku, pinggulnya bergoyang bak penyanyi dangdut koplo menerima serangan dari tanganku, sementara tanganku sungguh menikmati vaginanya, rasanya tak kalah menyenangkan seperti saat memainkan dada Hana. Tak memerlukan waktu lama bagi adikku untuk orgasme yg kedua kalinya siang itu, karena lima menit kemudian aku merasakan tanganku basah, bibirku digigitnya lembut sedangkan lenganku dicengkeram erat oleh adikku, hingga terdengar lenguhan panjang dari bibirnya.

“eeeemmmmmmhhhhhh” untuk kesekian kalinya adikku melenguh dalam pagutan mulutku. Entah kenapa aku senang sekali mendengar lenguhan tertahan darinya, rasanya terdengar sensual & lebih menggairahkan buatku.

Kini aku merasakan tubuh adikku menggelinjang hebat, pinggulnya berkedut-kedut & saat aku melepaskan pagutan bibirku, adikku berteriak hebat. Tangan kirinya menutup wajah bagian atasnya sedangkan tangan lainnya masih mencengkeram erat lenganku.

“eeerrrrgggghhhhh…..!!!!!” sambil vaginannya memuntahkan cairan kewanitaan cukup banyak hingga membasahi kasurku. Ada sekitar tiga kali muncratan kulihat keluar dari vaginanya sampai pinggul adikku terangkat, sebelum akhirnya pinggulnya jatuh bersamaan dengan berakhirnya orgasme Hana.

Kini wajah Hana yg makin merona merah menatap wajahku dengan sayu, dia mengingit bibir bawahnya. Aku benar-benar hafal bahwa itu adalah ekspresi dimana adikku menginginkan lebih jauh. Rasanya dia benar-benar merindukan sentuhan tubuhku pada setiap inci tubuhnya. Terhitung sudah dua minggu setelah keluarga kami mendeklarasikan persiapan lamaran untuk Yunda, kami cuti melakukan ini. Ditambah fakta bahwa dia sudah mengetahui perjodohan aku & Yunda, aku merasa dia jadi agak segan padaku, bahkan terkesan mulai menjaga jarak. Namun hari ini, dihari terakhir permainan kami, aku berniat melupakan Yunda untuk sesaat & ingin memberi kenangan termanis untuk Hana adikku tersayang.

Tampak Hana masih mengatur nafasnya, tubuhnya tampak basah bermandikan keringat birahi, aku menyukai pemandangan ini karena tubuh adikku tampak jadi semakin menggoda. Sadar tubuhnya memanjakan mata kakaknya, Hana bangkit & mendorongku hingga kini tubuh yg gentian rebah dikasurku & tanpa menunggu reaksiku adikku sudah memposisikan batang penisku di antara kedua payudaranya. Aku yg masih kaget, & tiba-tiba merasakan dua benda kenyal mengapit batang penisku hanya bisa tersentak, tak perlu waktu lama birahiku untuk naik sedemikian cepatnya. Yang tak bisa kulukiskan adalah betapa nikmat rasa kulit kenyal bukit kembar adikku, penisku terasa benar-benar hangat & entah apa itu namanya yg pasti itu adalah sensasi kenikmata tiada tara buatku.

Kini tubuh adikku sudah melonjak-lonjak membuat kedua payudaranya seolah mengocok, memijat & menggesek-gesek penisku. Rasa nikmat tersebut ditambah oleh kecupan sesekali mulut Hana pada ujung batang penisku saat lonjakan tubuhnya jatuh kebawah. Aku sungguh terbang keawang-awang, Nampak jelas adikku ingin membalas orgasme yg tadi sudah kuberikan padanya & tampak jelas dia telah berhasil, karena kini aku merasakan ujung penisku telah panas & wajahku meringis tertahan. Aku mencengkeram seprai, melihat ekspresiku yg tampaknya akan menuju klimaks Hana langsung memasukan batang penisku ke mulutnya. Aku tak kuasa lagi menggambarkan rasanya saat lidah adikku menari-nari dengan batang penisku dalam mulutnya, ditambah sentuhan dagu yg sesekali menghantam zakarku membuatku tak bisa menahan muncratan sperma dari tubuhku. Pinggangku berkedut hebat, tubuhku bergelinjang dahsyat, aku berteriak keras… “oooouuuhhhhh deeekkkkk!!!!” adikku melepaskan kulumannya.

Aku merasakan aliran deras sperma terlontar dari penisku, & terlihat kini muncrat deras membasahi kasur & wajah Hana. Dia tersenyum puas melihatku mencapai puncak kenikmatan. Kini adikku rebah disebelahku sambil mengelap sperma diwajahnya dengan selimut tipis yg dia bawa. Aku masih mengatur nafas setelah orgasme tadi, namun Hana telah merapatkan tubuhnya pada tubuhku, kami berdua masih telanjang bulat. Ooh atau bra adikku masih melekat pada tubuhnya, namun tak menutupi kedua bukit kembarnya.

“Mas pokoknya seharian ini, Cuma kita berdua aja ya” kata adikku agak berbisik pada telingaku.

“Iya adikku sayang, hari ini mas jadi punya mu.. terserah kamu mau apa dari mas. Minta apa aja, kalo mas sanggup penuhin pasti bakal mas kasih” kataku.

Entah apa yg salah dari kata-kataku, namun tiba-tiba air mata sudah mengalir membasahi pipinya yg masih bermandi peluh.

“Ada satu yg meski adek minta dari mas, tapi gak akan mungkin mas kasih ke adek..” katanya mulai terisak pelan.

Awalnya aku kaget, namun tak perlu waktu lama buatku untuk memahami maksudnya.

“Andai kita gak pernah punya hubungan darah dek, udah jelas mas bakal kasih hati mas Cuma buat kamu” kataku sungguh-sungguh.

Hana hanya diam, tampak isakannya berubah jadi tangis pelan, lalu dia membalikan badannya hingga memunggungiku. Aku mencoba menghampiri tubuhnya, aku paham kenapa dia menangis. Sudah jelas dia terluka karena hari-hari yg kami lalui akan segera berakhir. Walau saat dipantai dulu dia bilang inilah saat yg tepat untuk mengakhiri permainan cinta kami selama ini namun saat ini berakhir aku sudah punya pelabuhan baru pada Yunda, sedangkan Hana? Dia masih juga belum mendapat pekerjaan, walau hari-harinya disibukan dengan membantu ibuku dibutik namun apalah artinya ijazah cum lauda sarjana teknik industrinya. Dan yg paling membuatku berdosa adalah setelah ini berakhir status Hana masih sendiri, dia tak punya sandaran hati. Mungkinkah aku kakak paling kejam didunia ini?

“dek maafin mas kalo mas nyakitin kamu” kataku sambil mencium bahunya dari belakang, aku mencoba membelai lengannya.

“harusnya kita udah gak bahas ini lagi kan yah?” kata adikku sesenggukan.

“harusnya dihari terakhir ini kita cukup ngelakuin hal-hal yg bikin kita seneng aja mas, kita bisa ngelakuin ini bebas gak ada ibu sama ayah.. harusnya hari ini aku kasih yg terbaik buat mas. Bukan malah nangis kaya sekarang..”

Aku hanya diam mendengar kata-kata adikku diwarnai tangisnya.

“harusnya aku yg minta maaf”

“dek gak gitu..”

Belum selesai aku bicara Adikku bangkit, membalikan tubuhnya & memegang pipiku. Nampak dia mencoba tersenyum kendati air mata masih membasahi wajahnya.

“kita masih punya seharian mas.. pokoknya hari ini jadi punya kita berdua.. udahlah yg itu gak usah dibahas lagi”

Lalu dia bangkit, melilitkan selimutnya selayaknya kemben & menuju pintu. “I love u mas”

Katanya, lalu dia keluar dari kamarku.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part