web hit counter

Adiknya Pacarku True Story Part 22

0
346

Adiknya Pacarku True Story Part 22

Hari itu benar-benar menjadi milik kami berdua, seharian aku & adikku tersayang hanya memakai pakaian dalam yg ternyata bertujuan untuk memudahkan permainan cinta kami dimana saja. Seolah kami sepakat, hari ini kami ingin memuaskan birahi kami sepuasnya, karena hari ini mungkin jadi terakhir kalinya dinding sekandung yg kami miliki bisa hilang untuk sesaat.
Setelah permainan pertama dikamarku tadi, kami melanjutkan percintaan kami. Waktu makan siang ketika adikku sedang menyiapkan mie untuk kami berdua aku memeluk tubuhnya dari belakang, & kami melakukan percintaan kami dimeja makan tanpa memperdulikan mie yg sedang direbus oleh Hana. Aku ingat dulu menuang selai coklat ke tubuh bugil adikku, terutama diputing payudaranya, lalu menjilati sekujur tubuh yg dilewati selai coklat. Saat itu adikku menggelinjang hebat & memuncratkan cairan cintanya sampai mengenai perutku. Kini aku ingin mengulanginya lagi, namun selai coklat kuganti dengan madu asli yg ada dimeja makan.
Aku menarik tubuh adikku setelah mematikan kompor, dia menggelayutkan tangannya pada leherku sebelum kududukan dia dipinggir meja makan kami. Lalu aku meraih madu & menuangkannya ditubuh Hana, aku memulai dari belahan dadanya lalu secara horizontal melewati kedua bukit payudaranya, turun keperut & berakhir tepat pada pusatnya.

Ketika lidahku dengan lembut menjilati jalur madu yg membentang pada tubuhnya yg indah, Hana bergidik hebat, tampak susah payah dia menahan geli & nikmat yg lidahku berikan untuknya.

“eeerrrgghhhh……eeehhhmmmmm…..” mulutnya meracau. Tangannya hanya bisa membelai rambutku. Aku ingat saat itu aku benar-benar menikmati setiap gerak tubuhnya & setiap nafas serta lenguhannya. Sungguh aku tak bisa membohongi betapa sensualnya tubuh adikku ini, mudah sekali gairahku terbakar hanya dengan menikmati inci demi inci tubuhnya.

Permainan kami dimeja makan diakhiri dengan mengocok penisku pada belahan pantatnya, sambil tanganku memainkan payudara serta vaginanya dari belakang, & kami mencapai klimaks bersama-sama.

Sore harinya kami bercumbu diruang tamu, saat itu penisku dijepit oleh kedua paha Hana sambil dikocok oleh jemarinya yg lentik. Aku membalasnya dengan mengocok vaginanya sampai dia orgasme. Saat mandi sore kami saling menyabuni daerah nikmat masing-masing, kami saling mengocok alat kelamin kami sampai orgasme bersamaan. Lalu menyiramkan air ketubuh kami sambil berpagutan & merapatkan kedua tubuh telanjang kami.

Sejujurnya, seharian itu penis & gairahku mendapatkan godaan hebat karena sebenarnya saat saling pantat adikku mengocok penisku dimeja makan, hampr saja aku mengikuti syahwat terdalamku untuk merobek mahkota adikku. Namun sayangnya atau untungnya saat itu ponselku yg kutaruh dimeja makan berdering, Yunda menelponku menanyakan kabar karena sejak pagi aku tidak menghubunginya. Walau aku tak memperdulikan panggilan tersebut karena sudah komit mendedikasikan hari ini hanya untuk Hana, namun melihat nama Yunda pada layar ponselku membuatku tersadar sedikit.

Lepas senja menuju malam, kami menikmati teh hangat buatan Hana sambil mengobrol santai diruang TV. Walau dibilang mengobrol santai namun gairah kami tetap membara, karena kami mengobrol dengan posisi aku berselonjor sambil memangku tubuh Hana. Adikku sendiri tubuhnya menghadap tubuhku, tangannya memeluk leherku hingga kulit perut kami saling bersentuhan, payudara Hana menekan ke dadaku & jarak wajah kami kurang dari 10 senti. Penisku sudah sangat berontak sampai menyembul keluar dari cd ku & ikut menyentuh kulit perut adikku. Aku sebenarnya sudah sangat menahan birahi ku saat itu, namun aku ingin menghargai Hana dengan mendengarkan setiap curhatannya. Dalam obrolan kami, Hana dengan sungguh-sungguh diselingi isakan kecil mengatakan bahwa dia sungguh-sungguh menyayangiku, namun tetap saja fakta bahwa kami adalah saudara sekandung merupakan sesuatu yg mutlak & tak bisa dibantah.

“maafin adek mas, tapi mau gimana juga kita ini adik kakak. Hubungan kita gak akan pernah nemu titik temu mau dipaksa kaya gimana juga” katanya sambil terisak kecil.

“dek, sebenernya mas yg harus minta maaf ke kamu, jangan lupa mas yg awalnya mulai nyium bibir kamu dulu. Jadi keterusan sampe sekarang. Maafin mas dek, harusnya badan kamu ini Cuma buat cowok yg cinta sama kamu, kamu juga cinta sama dia”

Adikku tampak mencoba tersenyum dalam raut wajah sedihnya

“Mas sayang kan sama adek?” Aku hanya mengangguk.

“adek juga sayang sama kamu Mas.. walau rasanya emang aneh badanku dipegang-pegang sama kamu mas… tapi… adek harus jujur adek nikmatin setiap permainan kamu dibadan ini..”

Wajah adikku merah padam ketika mengatakan ini.

“Mas terimakasih yah kamu masih jaga perawanku sampe sekarang ini. Jujur aja, dulunya aku pikir nanti mas bakal maksa aku ngasih perawanku buat mas..” Kali ini air mata adikku sudah tumpah..

“tapi mas bisa nahan diri, walau aku yakin mas sebenernya pasti sering gak bisa nahan diri buat ngambil perawanku.. hiks..hikss..” Aku hanya terdiam memandang wajah sendu Hana.

“Mas bener-bener kakak yg terbaik buat aku.. makasih udah biarin aku masih jd perawan buat aku kasih ke suami ku nanti..”

“Justru kamu adek terbaik dek.. makasih udah nemenin mas dulu pas masih nganggur, kalo dulu gak ada kamu mungkin mas udah gila kali..” Adikku tersenyum tipis

“Dek, andai kita bukan sodara kandung pasti mas bakal milih kamu daripada mbak Yunda, sebenernya kamu itu lebih..” Belum selesai aku bicara Adikku langsung memotong kata-kataku.

“Mas pliss.. gak boleh kita nyalahin takdir mas.. Mbak Yunda itu cewek yg baik, adek kenal banget sama dia.. & menurutku dia yg terbaik buat mas..” tampak jelas adikku mencoba tegar saat mengucapkan ini..

“Mas, mau janji gak ke aku?”

“Apa aja dek”

“Mas harus cinta sepenuh hati sama mbak Yunda, mas harus ngejaga dia lebih dari mas jagain aku.. Terus….” Tampak air matanya tumpah semakin deras.

“walau kita udah jadi adek kakak yg normal lagi nanti.. jangan lupain hal yg pernah kita lakuin ini ya mas” dia langsung memelukku erat sambil sesenggukan.

Aku tak bisa tidak sedih mendengarnya. Yah benar, sampai saat ini aku masih mengutuki takdir, mengapa Hana harus terlahir menjadi adikku, atau boleh saja aku memiliki adik tetapi mengapa harus Hana? Dia memang bukan wanita bepenampilan menarik, namun dia berhasil menutupinya dengan kepribadian sempurna sbg wanita. Jujur, menurutku satu-satunya kekurangan dari adikku adalah dia terlalu tertutup. Namun itu bukan masalah besar sepertinya, dia tetap wanita sejati, tipe wanita yg pasti akan dicari pria manapun yg butuh pendamping hidup yg baik. Aku hanya bisa tergugu, aku bingung mau menyalahkan siapa lagi, andai aku bisa setegar Hana menerima kenyataan ini, namun pribadiku selalu cenderung mencari kambing hitam. Dari dulu aku berfikir, andai ini cerita-cerita seks sedarah kakak adik yg sering aku baca, dimana kakak-adik tersebut bisa meneruskan hubungan seks mereka dengan cara entah itu pergi ketempat baru yg asing sehingga mereka bisa menyamar sbg pasangan suami-istri, atau terang-terangan pada keluarga mereka sekalipun, namun kalau aku & Hana nekat mau berbuat seperti itu, berapa orang yg tersakiti? Kami pasti membuat malu orangtua kami, tak mungkin kami mengedepankan nafsu lalu melempar kotoran ke wajah mereka berdua, tidak mungkin. Mereka berdua yg telah membanting tulang membesarkan kami, tentu saja kami tak ingin menyakiti mereka. Belum lagi aib bagi keluarga besar serta lingkungan kami.

Mungkin memang jalan ini yg terbaik, namun tetap saja ada pengorbanan besar yg harus dilakukan, & pahitnya pengorbanan ini harus dilakukan oleh Hana, adikku tersayang. Saat ini semua berakhir aku bisa langsung berpaling ke Yunda, calon istriku. Hana? Dia yg masih pusing luntang-lantung mencari pekerjaan, dia yg masih belum memiliki teman pria yg bisa mengerti dirinya, & setelah ini semua berakhir, otomatis aka nada rasa canggung & jurang diantara aku & adikku nanti. Walau pasti akan kucoba bersikap sebiasa mungkin, namun tetap saja kenangan-kenangan permainan seks kami bisa jadi boomerang dalam hubungan persaudaraan kami kedepannya.

*****

Kami berdua beranjak ke kamar Hana, untuk melakukan seks terakhir kalinya. Disana dia kami melakukan berbagai posisi sampai orgasme berkali-kali. Setiap inci tubuh kami disentuh nafsu, peluh membasahi tubuh kami, nafas kami terpacu, entah sudah berapa tetes cairan sperma keluar dari alat vital kami. Aku sendiri ingin menikmati payudara adikku untuk terakhir kalinya. Payudara yg selalu membuatku jatuh cinta, payudara yg berbentuk melon serta puting cerinya yg indah. Jari & lidahku berdansa dengannya untuk terakhir kali.

Jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Kami yg masih diliputi kelelahan setelah berpacu dalam birahi hanya berbaring lemah.

“Mas, udah jam 12” kata adikku memecah hening. Aku menengok pelan ke arahnya.

“Begitu mas keluar dari pintu itu, kita jadi adek kakak normal lagi”

Tubuhku dingin seolah membatu tak mau beranjak, ada perasaan berat melepas semua kenikamatan yg diberikan adikku. Jauh dilubuk hatiku ini seperti melepas hal yg berharga & membiarkannya pergi tepat didepan mata kita. Tak terasa mataku berkaca-kaca.

“Dek.. mas..”

“Keluar mas.. kalo gak aku bakal teriak mas mau merkosa aku”

Sontak aku kaget, namun melihat wajahnya yg sudah basah oleh air mata aku jadi mengerti, aku harus menghargai kebesaran hati & pengorbanannya. Setetes air mata sudah mengalir dari sudut mataku, sambil bangkit lalu merapihkan cd serta boxerku, aku menuju pintu. Aku meraih kenop & bersiap melangkah keluar, sebelum “Adek sayang sama kamu Mas” suara Hana ditengah tangisnya.

Kali ini air mataku tumpah, namun sekali lagi demi menghargainya tanpa menoleh aku keluar kamarnya & menutup pintu kamar Hana. Tak bisa tak kutangisi, & betapa aku menyesal bahwa semua ini harus berakhir dengan pengorbanan besar dari Hana adikku tercinta. Betapa kamu wanita yg sempurna adikku

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part