web hit counter

Adiknya Pacarku True Story Part 3

0
490

Adiknya Pacarku True Story Part 3

Maksud dari cerita ini adalah curhatan lengkap pengalaman pelecehan adek ane saat dia masih kuliah suhu. Ingat part 2 kan?
Ini rangkuman lengkapnya. Ane pake sudut pandang orang pertama supaya enak d baca.
Sekali lagi ini true story dari adik ane. Sedikit dramatisasi dari ane, tapi ga nambah atau ngurangin isi cerita.

Tugas, tugas & tugas adalah bagian rutin dari kehidupan kami sbg mahasiswa. Kenalkan aku adalah mahasiswi fakultas teknik industri d sebuah kampus negeri bergengsi d wilayah Jawa Tengah. Aku anak kedua dari dua bersaudara, hanya seorang kakak laki-laki yg kupunya, saat ini dia jg sedang menjalani study sbg mahasiswa ilmu politik di Bandung sana.
Kami berasal dr keluarga sederhana, namun ayah & ibu sangat sadar pentingnya pendidikan sehingga banting tulang agar kami bisa kuliah hingga perguruan tinggi.
Tanggungjawab kpd orang tuaku inilah yg membuatku sebisa mungkin fokus kpd kuliah & menghindari hal-hal lain selain pendidikan.
Namun, inilah dunia kampus, dunia bebas yg mau tak mau aku bergelut didalamnya. Kami adalah kawula muda yg panas, mudah terbakar & memiliki rasa ingin tahu yg tinggi, terutama soal ketertarikan kpd lawan jenis.
Sejujurnya, selama kuliah memang seringkali godaan datang menghampiriku untuk memiliki teman pria. Namun krn aku ingin fokus pada study ku, aku berkali-kali menepisnya.
Aku sendiri adalah wanita berkulit coklat, berparas biasa saja, tidak cantik, namun tdk membuatku minder jg, tinggi badan 165cm dgn ukuran payudara 34B. Cukup proporsional utk gadis berusia 20 tahun sepertiku. Soal pergaulan akupun cukup supel, aku ikut aktif sbg mahasiswa pecinta alam dkampusku, namun nilaiku tetap memuaskan.
Soal berpakainan pun aku tergolong sopan, sehari-hari selalu berkerudung, baju tdk pernah ketat, walau memakai jeans, tp aku yakin tdk ada aroma sensual dari cara berpakaian ku.

Selama perjalanan kuliah sudah beberapa kali ada pria yg coba mendekatiku. Pertama kalikali adalah Prasetyo atau Pras. Dia mendapatkan nomor ku dari teman satu kostan ku, Uci. Kakak tingkatku ini sedang fokus menyelesaikan mata kuliahnya yg mengulang agar dapat mengambil tugas akhir. Aku masih semester 2 kala itu. Kepadaku dia mengakumengaku butuh pacar agar mampu menyemangatinya selama proses pengunlangan MK ini.
Awalnya dia cukup sopan, & akupun cukup terkesan. Terhitung sudah tiga kali kami jalan bersama & dia sangat ramah. Namun suatu malam ketika aku sedang sibuk membuat laporan dikamarku, aku membaca pesan dari pras.
“Dek lagi apa?” pesannya
“Lagi ngerjain laporan kak. Ada apa?” balasku
“Dek aku butuh bantuan mu”
“Oh iya kak. Apa yg bs aku bantu”
“Tapi kamu jgn marah ya”
“Kenapa harus marah kak?”
“Tadi teman2 satu kost kakak bawa film bokep kesini. Kakak mau gak mau ikutan nonton. Dan kakak terangsang banget…” jantungku berdegup kencang membaca pesan ini. “..trus kita butuh pelampiasan, temen2 kakak pada minta foto telanjang pacarnya, & mrk d kasih. Kalo kamu bs bantu kakak dek, kakak mnt foto kamu boleh? Gak perlu telanjang, kamu msh boleh pake Bh sm CD km dek” Deg!! Kepalaku terasa d tusuk tombak berkarat. Kaget, bingung sekaligus jijik. Kenapa harus tubuhku yg jd pelampiasan. Memang saat d kostan aku hanya memakai daster atau tanktop. Saat ini pun aku hanya memakai daster terusan dgn tali tipis d atasnya.
Jelas aku menolak. “Maaf kak, aku gak bisa” jawabku tegas
“Kenapa dek? Plis tolong kakak. Kamu sayang sama kakak kan?”
“Maaf kak kita belum jadian, jadi aku ngerasa ga punya hubungan apa2 sm kakak. Sekali lagi maaf. Aku ga bisa kirim fotoku”
Setelah pesanku ini ku kirim, hp ku berdering, pras mencoba menelponku. Merasa terganggu aku matikan saja hp ku.
Keesokan harinya setelah selesai matkul kalkulusku, pras menghampiriku. aku masih kesal dgn perlakuannya padaku semalam, jadi aku cuek saja saat dia memanggil namaku. Namun pras tdk menyerah, dia pegang pundakku lalu dia imbangi & hentikan langkahku sambil minta maaf atas tindakannya semalam. Dia mengaku salah & menyesal. Aku hanya diam sambil terus berjalan, namun dia tetap memaksa berbicara padaku.
“Dek kamu mau kan maafin kakak” ujarnya setengah memaksa.
Aku yg mulai kesal langkahku tergangguterganggu cuma bisa berkata “Apaan sih kak, iya udah gw maafin. Sekarang plis pergi, aku masih ada kuliah lagi, dengusku. Namun pras tak mau menghubrisku, dia terus membujukku agar mau bicara padanya. Kesal akupun berbelok ke toilet, aku yakin dia tak akan mengikutiku sampai dalam toilet.
Sampai dalam toilet aku hanya mencuci mukaku d wastafel. Bentuk toilet ini hanya satu pintu, satu kloset serta satu westafel, kecil krn bukan toilet utama, jd hanya muat satu orang.
Baru sekitar lima menit aku d dalam toilet, tiba2 pras masuk menyusulku.
aku kaget, & yg lebih kaget lagi dia langsung menepetkan badanku ke dinding, mengangkat sebelah kakiku & dia mengunci pergerakanku.
“Loh kak apa-apaan ini?!! Enggak, jangan!!!” kataku melawan
“Dek udah, plis kita nikmatin aja, cuma ada kita berdua disini” kata Pras ditelingaku.
Badannya telah menempel d badanku, otomatis aku mencoba teriak. Kurang ajar, ini jelas pelecehan.
Perlahan aku merasa tangan kiri pras meremas payudaraku, sedang tangan kananya mengunci kedua tanganku k atas. Mulutnya mencoba mengejar bibirku, namun aku berusaha menghindar.
Syukurlah tuhan msh melindungiku, krn tepat ketika tangannya mencoba menyingkap bajuku, pintu toilet terbuka, dan dua orang mahasiswi yg masuk hanya bisa terpana melihat adegan d dpan mata mereka. Sontak mrk teriak minta tolong, sambil mencoba menolongku dgn memukul tas mereka k arah pras. Pras berhasil kabur, aku hanya bs menangis d toilet sambil terduduk lemas mendaparkan perlakuan itu. Kedua mahasiswi td mencoba menenangkan ku, mereka pun antar aku kembali k kostan.
Sampai d kost aku msih meratapi hal yg td siang aku alami. Ingin rasanya menelpon orang tua atau mas ku, namun aku takut mrk marah, urusan jd panjang. Akhirnya aku urungkan niat ini, sampai akhirnya nanti kuceritakan pada mas ku.
Esoknya di kampus, tak pernah kulihat lagi wajah Pras. Oh mungkin pernah, sekali dua kali, tp kami saling memalingkan muka. Mungkin dia takut kalau dekat denganku, aku akan melaporkan perbuatannya padaku tempo hari..

Bersambung

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part