web hit counter

Adiknya Pacarku True Story Part 8

0
419

Adiknya Pacarku True Story Part 8

Baru aku kembali dari pantry untuk mengambil segelas air putih dan duduk dimejaku ketika aku merasakan dering ponsel dalam kantong. “ooh Pak Najib” Ternyata ada telepon dari atasanku, segera saja aku menggeser layar ponsel untuk menjawab panggilan beliau
“Halo siang pak Najib” Aku menyapa sesopan mungkin. Eh, sebelumnya maaf aku mengulangi kesalahan yg sama, aku lupa mengilustrasikan namaku lagi, yah sebut saja namaku “Arman”, aku pinjam nama ini dari cerita-cerita itu yah. Hihihihi
“Arman, coba tolong kamu ke ruangan saya sekarang ya, kerjaan yang sekarang di tunda dulu aja” kata Pak Najib
“oh, baik pak, saya segera kesana” Aku menjawab agak geragapan. Akupun kembali bangkit dari mejaku untuk menuju ke ruangan beliau. Sebenarnya kami hanya tersekat oleh papan yang dibuat seperti dinding saja karena kami masih dalam satu ruangan dalam divisi ini, tapi yah berhubung dia seorang bos, mungkin teriakannya saja mahal.

Berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya, saat ini aku sudah mulai bekerja disebuah perusahaan produksi makanan, kurang lebih sudah Dua bulan aku bekerja disini. Sebenarnya aku senang bekerja disini, aku sudah mulai kembali produktif setelah hari-hari pengangguranku yang menyebalkan, yah kalau bukan karena adekku tercinta mungkin aku sudah gila jauh-jauh hari. Namun sayangnya, kantorku berbeda kota dengan tempat tinggalku. Sebenarnya jarak dari rumah ke kantor “hanya” satu setengah jam saja, tidak seberapa dengan perjalanan warga Jakarta yang harus berangkat sejak subuh, awalnya pun saya masih mampu pulang pergi rumah-kantor, tapi lama-lama aku merasa lelah, belum lagi kalau dikantor aktivitas padat sampai kadang harus pulang telat, sampai rumah badanku remuk redam, dan besok harus berangkat pagi lagi, tentu suhu semua bisa bayangkan betapa lelahnya diriku.
Akhirnya pada minggu ketiga aku memutuskan untuk kembali menjadi anak kostan, aku sewa kamar yg jaraknya hanya sepuluh menit berjalan kaki ke kantor. Selain itu teman sekantor ku asik & seru membuatku betah bekerja disini, ditambah dengan gaji yang amat sangat lumayan, serta koneksi wifi yang lancar jaya, kadang kalau kerjaan ku tidak terlalu banyak aku buka akun steam ku untuk kemudian ku biarkan speaker komputerku berteriak “Mo..mo…mo…Monster Kill!!” sampai “Godlike!!” “owning!!!” Malah kadang “ULTRA KILL!!!” “RAMPAGE!!” kalau lawanku gampang. Hehehehe… Suhu pasti tahu game apa yg kumainkan. Bosku orangnya asik, kami boleh melakukan apapun asal kerjaan lancar & selesai tepat waktu.
Hanya saja segala kenyamananku ditempat baru ini harus kubayar mahal, Ya sejak hari-hari sibukku ini, permainan erotis antara aku dengan adikku jadi jauh berkurang, apalagi sejak aku kembali menjadi anak kost. Padahal setelah mandi bersama yg nikmat itu, aku menjadi semakin birahi pada adikku, sejak saat itu permainan kami jadi semakin panas & nikmat.
Pertemuan kami hanya terjadi saat akhir pekan, dan tentu saja hari itu kedua orang tua ku ada dirumah. padahal aku ingin sekali melihat tubuh telanjangnya yg menggairahkan, aku rindu dengan payudara melon serta puting ceri nya, aku rindu klitoris yg tersembunyi dibalik vaginannya yg harum & indah. Aku juga merindukan handjob & blowjobnya, goyangan pantatnya, ekspresi wajah sayunya, wangi tubuhnya saat penuh peluh, cara nafasnya saat ada dipuncak birahi hingga membuat kedua payudaranya naik turun & terlihat sangat sensual. Aku benar-benar merindukan adikku tersayang.
Di hari kerja aku hanya bisa menelpon adikku, dan melakukan fantasy seks melalui suara adikku lalu onani sendiri. Adikku sendiri mengakui kerinduannya padaku, dia tak menampik (walau sambil malu-malu) dia kangen tubuhnya aku jamah lagi, namun aku salut kepadanya, walau sama-sama dilanda rindu, dia tak sekalipun masturbasi, adikku tak nyaman bila melakukan itu katanya, jangankan mastrurbasi, aku minta foto payudaranya saja dia menolak halus.
(Coba kalau dapet, mungkin ane udah bikin thread di forum cewek IGO mungkin suhu. Hehehehe)
Tapi Aku benar-benar tersiksa kalau dirumah, kalau didekat adikku, sulit sekali menahan nafsu ini, maka serangan yg bisa kuberikan hanya remasan payudara, pantat, dan sesekali ciuman, itupun taka da kenikmatan maksimal karena penuh rasa was-was dengan keberadaan orang tua kami, jadi demi ketenangan bathin aku memilih tidak pulang sekalian, terhitung sudah tiga minggu ini aku tidak berjumpa dengan adikku tersayang.
Ooooh!! Sungguh kangen maksimal. Demikian gambaranku saat ini.

Kembali ke kantorku, aku mengetuk pintu ruangan Pak Najib, “Masuk!!” Seru Pak Najib dari dalam. Aku masuk “Duduk Ar” lanjutnya mempersilahkan ku. “Trims pak” kataku, setelah aku duduk Pak Najib mulai menjelaskan keperluan beliau memanggilku.
“Sehat kamu Ar..?” Beliau memulai obrolan basa-basi
“Sehat pak, kalau sy boleh tau ada apa pak?” aku mencoba memaksa Pak Najib to the point dgn sesopan mungkin, agar tak menyinggung beliau.
“Ah iya, gini Ar, seperti yang kamu tau, Divisi kita mau ada pemisahan, jadi supaya masing-masing divisi siap, kantor bikin pelatihan khusus, nah saya mau kamu nemenin saya jadi perwakilan divisi kita sama Bu Erni & Pak Ilham buat ikut pelatihan. Acaranya minggu depan, di Bandung. Kamu mau gak ar?” Kata Pak Najib menjelaskan panjang lebar.
Bandung? Mendengar kota ini disebut hatiku sedikit berbunga, Bandung kota tempatku menempuh study selama empat tahun, penuh kenangan indah disana. Kurang dari setahun lalu aku meninggalkan kota itu, & kini ada tawaran bagiku untuk kembali lagi. Jadi tanpa ragu-ragu, & penuh gairah aku menerima tawaran Pak Najib.
“wah dengan senang hati pak. Hehehe” jawabku ringan. Pak Najib tersenyum, sepertinya beliau senang aku menerima tawarannya. “kalau boleh tahu acaranya berapa lama ya pak” kali ini aku bertanya. “Seminggu Ar, gimana?” Aku makin berbunga-bunga, “seminggu di Bandung lagi, bisa kangen-kangenan sama temen-temen disana.” Kataku dalam hati penuh harap.
“Siap pak!! Kapan kita berangkat?!” kataku mantap. “Lusa, siap-siap ya Ar..”

Waktu berjalan singkat bila kita menikmatinya, tau-tau lusa tiba. Aku sudah menanti hari ini dengan antusias, ku lihat kondisi kamar kost ku, hampir setengah isi lemari telah aku pindahkan k dalam tas berpergianku, aku periksa sekali lagi barang-barang yg kuperlukan sebelum berangkat. Setelah aku yakin semua sudah lengkap aku berjalan menuju kantor.
Berdasarkan instruksi Pak Najib, kami berkumpul dulu sebelum keberangkatan di kantor sebelas malam agar kami tiba d Bandung sebelum pagi. Sekarang baru pukul delapan, tapi aku sengaja tiba lebih awal, selain menghindari tergesa-gesa, aku mau menikmati fasilitas internet dikantorku, “lumayan bisa finding match dua game, sekalian naekin MMR. Hehehehe” kataku dalam hati. Tapi sebelum berangkat aku telepon ibuku dulu, minta ijin tidak pulang lagi minggu ini & mengabarkan pelatihanku.
“Halo bu, apa kabar? Gimana juga kondisi ayah sama adek?” Kataku “Ibu Sehat mas, ayah sama Hana juga, kamu gmn d sana nak? Sehat kan?” kata ibuku.
“Aku sehat kok bu” balasku “Bu, minggu ini aku gak balik lagi ya, bos ku minta aku jd perwakilan divisi buat ikut pelatihan, acaranya di Bandung bu, satu minggu. Acaranya mulai besok” aku jelaskan secara detail dgn sesingkat-singkatnya.
“ooh kamu mau k Bandung Ar? Kok kebetulan gini ya” kata ibu ku. Aku bingung..
“kebetulan? Maksudnya apa bu? Ibu mau ke Bandung” tanyaku.
“gini Ar, Hana dapet panggilan wawancara kerja di Bandung, tadinya ibu mau nelpon kamu, eh kok kamu nelpon ibu duluan, mau nyuruh nemenin Hana sekalian cariin tempat nginep, tapi untung kamu juga mau ke Bandung, sekalian kamu temenin Hana nanti bisa gak? Dia kesana tiga hari lagi Ar. Bisa?”
Aku melongo… Adikku… Ke Bandung… Bersama ku..
Tanpa sadar gairah yang telah lama terpendam mulai bangkit lagi…

Bersambung 

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part