web hit counter

Cinta yang Liar Part 19

0
453

Cinta yang Liar Part 19

Sebuah pemandangan yang mengagetkan aku, wanita paruh baya yang tubuhnya langsing sama seperti Ibuku ini dengan kulit putih dan wajah keturunan India sedang membuka lebar kedua pahanya. Jarinya tampak mengelus-elus vaginanya yang hanya tertutup oleh celana dalam G-String bagian tubuh atasnya hanya tertutup tank-top yang memperlihatkan lengan dan tali tank-topnya. Sangat tampak kedua susunya yang lumayan besar dan pernah aku jamah itu. Dia memandangku dengan penuh nafsu yang sangat besar, wajahnya sendu dan memerah karena sesuatu yang tertahan. Aku segera menutup pintu dan menguncinya.

“Tante sudah kangen…” ucapnya yang kemudian berdiri. Pikiranku mulai melayang entah kemana membuat aku juga sangat ingin menyentuhnya tapi sebuah ucapan mulai terdengar di dalam otakku.

“Perlakukan mereka seperti lonthe, atau Ibu tidak akan mau kamu sentuh lagi…” ya itu adalah ucapan Ibu yang kemudian membuatku sedikit tenang

“Tante tetap disitu jangan mendekatiku atau aku akan pulang…” ancamku kepada tante

“A a ada apa arya? Apakah tante buat salah?”ucapnya yang seketika itu berhenti melangkah. Aku kemudian memutar otakku. “Maafkan aku sobat….”

“tante siapanya aku?” ucapku pelan

“Tante ya tante yang berjanji untuk melayanimu…” ucap tante

“ya tante memang berjanji akan melayani arya, tante ingin ini kan?” ucapku sambil mengelus-elus dedek arya yang masih tersembunyi di dalam celanaku

“Iya… iya tante mau itu, tante mohon….”

“Tante akan lakukan apapun asal kamu mau memasukan ke tempik tante…” ucap tante, sambil melihatku dia mengelus-elus vaginanya sendiri dengan sangat keras hingga dia terjatuh dengan kaki menekuk kebelakang dan memandangku.

“Arya… tante ingin….” ucap tante memohon kepadaku, aku sebenarnya tidak tega tapi aku telah berjanji pada Ibu

“Tante buka pahanya dan kocok sendiri dulu, Arya pengen lihat seberapa besar keinginan tante kepada arya…” ucapku kepada tante. Tante kemudian duduk dan membuka kedua pahanya ditelusupkannya jari tante kedalam vagina sendiri dan mengocoknya. Aku yang melihatnya sebenarnya ingin langsung menubruk tapi tidak, aku hanya akan melayani Ibu saja bukan dia, dia yang harus melayaniku atau aku kehilangan Ibu.

“Arghhhh arya… Ima suka kontol Arya…. arggghhhh… ima pengen kontol arya…. orgghhhhh…. ah ah ah ah ah” rintih tante ima

“Yang keras tante, arya ingin lihat… cepet lebih keras sampai tante keluar….” ucapku sedikit membentaknya. Tante kemudian mengocoknya dengan keras dihadapanku yang telah duduk di kursi tamu. Tante memejamkan matanya dan mengocoknya, aku mempermainkan psikologisnya yang sudah terbuai oleh nafsu.

“Arghhhhhhhhhhhhhhh…. tante keluar….. yah arya tante keluar….. aaaaaaaaaaahhhhh” rintih tante dengan suara yang pelan. Aku yang melihatnya mulai berpikir mengenai waktu sebelum tante bertemu dengan pakdhe. Aku melangkah mendekatinya dan jongkok didepannya sambil mengelus pipinya.

“Tante… apa benar tante mau melakukan apapun untuk arya?” ucapku pelan

“Iyah hash hash hash iya tante mau…” ucap tante tersengal-sengal

“Bohong tante bohong, arya pulang ah….” ucapku sedikit mempermainkan nafsunya, tante dengan cepat memgang tangan kananku dan menariknya pelan

“Jangan… jangan pulang tante mohon… tante mau melakukan apapun untuk arya… hash hash hash… asal arya senang tante mauhhh hash hash hash…”

“jadi pelayan atau apapun itu tante mau sayang hash hash has”ucap tante tersengal-sengal kepadaku, aku mendengarnya begitu bernafsu tapi aku tahan agar aku bisa mendengarnya menyebut kata-kata seperti yang diinginkan Ibu

“pelayan? bohong ah… tante bohong… tante ndak sepenuh hati ngomongnya, masa pelayan, pulang ah…” ucapku dengan senyum dan mencoba melepaskan genggaman tante tapi genggaman itu semakin erat di tanganku. Tante melihatku dengan wajah sendu dan wajah bernafsunya

“Tante mau melayani arya, tante mau disuruh arya, tante siap jadi pelayan arya, mau jadi lonthemu, budhakmu semua yang arya inginkan akan tante turuti semuanyahhh hash hash has” ucapnya sedikit tersengal. Aku kemudian mendekatinya dan mencium bibirnya sembari tanganku mengelus-elus vagina tante dan tanganku satunya mengelus-elus susu yang hanya terbungkus tank-top. Ciuman begitu lama dengan tujuan menaikan nafsu tante agar tante ima bisa hanyut dalam nafsunya. Aku mengakhiri ciumanku terlihat kekecewaan diwajahnya.

“Tante, arya pengen lihat tante pakai bikini, punya tidak?” tanyaku, tante hanya mengangguk

“pakai tante, yang seksi biar arya tambah semangat…” ucapku dan dengan tanggap tante langsung berdiri dan menuju ke kamarnya. Aku kemudian memastikan pintu terkunci dan menutup korden. Aku langsung melepas jaket, sekarang aku hanya mengenakan Kaos dan celana pendek.

Lama aku menunggu akhirnya tante keluar dan sedikit berputar memamerkan pakaian yang aku inginkan. Memakai sebuah bikini berwarna biru yang sangat seksi dengan bagian atas hanya mampu menutupi bagian depan susunya sedangkan pada selangkangannya hanya ditutupi sebuah G-string berwarna biru yang hanya mampu menutupi bagian vaginanya dan tali yang terselip diantara pantatnya yang seksi itu.

“cantik juga tante…” ucapku

“Ah terima kasiih sayangku, ima tidak pernah mendapat pujian seperti itu…” ucap tante sembari melangkah ke arahku

“Lho katanya pelayan kok langsung jalan ke arah tuannya….” ucapku kepada tante, tante seakan mengerti apa yang aku maksud kemudian merangkak kearahku.

“Ohhh tuann… kontolmu sudah tegang bolehkan aku menikmatinya…” ucap tante ima yang sudah masuk dalam perangkapku. Tante ima sudah, aku sebenarnya ingin tertawa jahat namun aku hanya mampu tersenyum kepadanya yang sedang mengelus-elus tonjolan dedek arya di celana kolorku.

“Hmm…. ima mau ya? Hmmm… oia kok manggilnya tuan, memang ima siapa?” ucapkku yang memanggilnya tanpa kata tante. Tante ima hanya menganggul dan mengelus-eluskan pipinya di tonjolan dedek aryaku

“ima mau… mau banget tuan…”

“karena arya sekarang majikan ima, dan ima mau melakukan apapun perintah tuan”

“tapi tuan jangan perlakukan ima kasar seperti nico, ima mohon…” mohonya dengan sambil mengelus-elsukan pipinya secara bergantian

“Kasar seperti apa sich? Kalau ima suka ndak papa kan? Nanti arya kasih hadian kontol dech…” ucapku sembari mengelus-elus kepalanya

“ima ndak mau ditampar , dicekik, palagi dipukul pakai alat, ima maunya arya jadi tuan ima terus memperlakukan ima dengan lembut, ima tidak suka…” ucap tante ima

Aku mulai berpikir bagaimana caranya, sedangkan aku juga tidak pernah melakukan tuan dan pelayan selama ini. aku masih melihatnya mengelus-eluskan pipinya di tonjolan dedek arya. Akhirnya aku mendapatkan ide, sebuah ide gila.

“Jika didalam rumah ini, aku tidak bisa melakukannya dan akan ketahuan jika disini” bathinku

“ima coba nungging menghadap TV” ucapku, kemudian tante ima melakukan perintahku. Aku kemudian mengelus-elus vaginanya, sebenarnya memang masih basah tapi ini akan menjadi alasanku.

“ah… vagina ima kering…” ucapku

“ima akan ngocok lagi tuan jika tuan mau” ucapnya sembari menoleh kebelakang

“tidak, sekarang pakai jaket dan rok panjang harus rok panjang, arya mau ajak ima jalan-jalan dulu”

“ingat ndak boleh pakai kaos atau apapun itu” ucapku kepada tante ima

“baik tuan, ima mau hi hi hi….” tampak senyum di wajahnya

Tante kemudian masuk dan mencari pakaian yang aku perintahkan. Aku kemudian memakai pakaianku dan mengirimkan sms ke budhe jika kemugnkinan terlambat dan dibalasnya tidak menjadi masalah karena budhe telah menyewa kamar selama dua hari. Aku pun tak lupa aku telepon Ibu, dan aku mengatakan semua yang terjadi, dan Ibu mulai ngambek tapi setelah aku jelaskan Ibu tertawa bahagia dan jika itu semua terjadi aku tidak perlu menceritakannya secara detail.

“telepon siapa arya sayangku?” ucap tante ima

“telepon kamar hotel nanti buat ketemuan ima sama pakdhe”

“oia kok arya?” ucapku kemudian

“maafkan tante tuan, jika ima lancang” ucapnya sambil menundukan kepala. Aku kemudian memberikan bonus kepadanya sebuha ciuman pada bibirnya. Aku kemudian mengatakan bahwa aku kesini tidak membawa motor jadi harus ada motor terlebih dahulu. Tante ima kemudian menawarkan mobil tante untuk dipakai dan keluarlah kita bersama-sama tak lupa aku membawa tasku bersama. Aku kemudian mencopot plat nomor di mobil sedan tante ima dan aku ganti dengan plat nomor pada motor matic yang ada dalam garasi.

Aku mengajak tante ima keluar dari kompleks jauh dari kompleks tersebut, sempat aku mendapat protes tante ima tapi dia akhirnya tunduk kepadaku. Walau agak lama akhirnya aku menemukan yang aku cari. Aku menyuruh tante duduk di belakang yang lebih gelap dan Aku berhenti tepat disamping penjual bakso keliling.

“tante arya pengen lihat ima membuat tukang bakso itu ngecrot, bagaimana?” ucapku sambil menoleh kebelakang

“Tuan, jangan seperti ini, ima takut nanti jika ketahuan, tolong tuan” ucap tante ima

“mau tidak? Kalau tidak mau kita pulang saja….” ucapku kembali sembari menyalakan mobil. Tante ima kemudian merajuk dan memohon untuk diperintah olehku kembali. Aku hanya tersenyum melihatnya, aku bangkit dan menuju ke tukang bakso dengan menggunakan penyamaran yang ada di dalam tasku. Aku kemudian memesan satu mangkok bakso dan berdiri di sampingnya yang tak ada pelanggan disitu

“Bang… dah lama jualan? Aslinya darimana?” ucapku

“Iya mas, dari kota kalung gelang mas?”ucapnya

“Wah jauh dari istri dong, bisa-bisa jadi batu tuuh kalau tidak dikeluarkan” ucapku dengan sedikit menjerumus ke dalam seks

“yah, pakai tangan mas kalau ndak ya ditahan” ucapnya kepadaku

“Mau gak kalau misal dikeluarkan sama cewek aku” ucapku

“ah mas itu ada-ada saja, masa mas mau ngasih cewek mas ke tukang bakso seperti saya?” ucapnya berkelakar

“kalau ndak mau ya sudah, aku mau nyari yang mau saja” ucapku sembari mengeluarkan dompetku

“eh mas, mas beneran? Kalau beneran baksonya gratis” ucap pak tukang bakso ini yang terlihat semakin antusias

“tapi inget, Cuma boleh pegang-pegang, dikocokin kalau lagi beruntung ya di emut, bagaimana?” ucapku

“iya mas mau mau, saya siap!” ucapnya

Aku kemudian memarkirkan mobil dekat dengan median jalan, aku perintahkan tante ima untuk membuka jaketnya dan menyingkap roknya ke atas. Terlihat tante ima takut ketahuan dia tutupkan jaket itu ke seluruh kepalanya kecuali dua buah matanya masih terlihat.

“Ima takut tuan?” ucapnya

“mau tidak? Arya kan sudah bilang pengin yang lain dari ima,kalau tidak ya sudah” ucapku mempermainkan psikologisnya yang sudah terbuai oleh nafsu akan dedek arya. Tante ima kemudian menyanggupinya, aku keluar dan memanggil tukang bakso itu dan menyuruhnya ke pintu belakang yang dekat dengan median jalan. Kemudian membuka pintunya maka terlihatlah tante ima dengan kepala terbungkus jaket yang sedang mengangkang dengan salah satu tangannya menutupi vaginanya.

“jangan lama-lama ini masih sore bang, nanti kalau ketahuan abang akan saya bawa juga ke polisi, oke bang?”

“oia itu jaketnya jangan dibuka, kalau dibuka hangus rejeki abang” ucapku lanjut

“siap bos!” ucap tukanng bakso

Perlahan tukang bakso itu masuk dan mulai merangkak, aku kemudian membuka salah satu kaca pintu depan dan kulipat kursi depan mobil. Sambil membungkuk aku melihat tukang bakso itu meraba-raba susu tante ima. Diremas-remasnya susu itu dengan penuh nafsu dan tak lupa dia menyedot-nyedot puting susu yang masih tertutup oleh bra-nya.

“gilah inihhh boshhhh, besarmmm nyammm slup slurp bangethhhh istri saya tidakhhh sebesar ini” ucapnya

“eh eehhhh ehhhhhmmmmm….” rintih nikmat tante ima yang tidak berani bersuara. Kulihat jam pada sematponku, Lima menit tukang bakso ini mengunyah-ngunya susu tante ima yang masih terbungkus dan aku rasa cukup. Aku langsung menepuk bokong si tukang bakso.

“Woi udahan bang… ganti yang lain” ucapku sedikit membentak

“ya bos, lagi asyik nih bos” jawabnya yang kemudian menarik diri dari dalam mobil

“mau yang enak nggak?”ucapku sedikit membentak

“mau, mau bos” ucapnya

“buka tuh celana, biar bisa keluar! Gak jadi batu” ucapku kepada tukang bakso

Dengan cepat tukang bakso yang sudah terbawa nafsu itu langsung membuka resleting celananya. Aku kemudian kembali ke tempat dimana aku bisa menyaksikannya pelayanku dinikmati oleh tukang bakso. Kusuruh tante ima maju dan memgang penis tukang bakso itu dengan tangannya dan mengocoknya. Dikocok dengan lembut oleh tante ima, tiba-tiba saja tante yang nafsunya tidak terkendali langsung melepas jaket dikepalanya. Aku yang menyaksikan itu langsung keluar dan mendorong punggung tukang bakso itu agar tidak melihat kebawah.

“aduh bos… oufthhhh gila aku beruntung ni bos dapet emutan… ediyan bos, mulutnya ganas bos….”

Dan seketika itu pula tukang bakso itu langsung mejerit tertahan dengan sedikit goyangan pada pinggulnya. Kudiamkan sejenak, kemudian aku tarik tukang bakso itu dan kututup pintu mobilku. Tukang bakso yan masih merasakan nikmat itu kemudian memakai celananya lagi.

“gila bos enak, kapan-kapan kalau pacarnya mau, saya siap!” ucap tukang bakso

“iya dech kapan-kapan kalau ketemu lagi” ucapku

Tukang bakso itu kemudian memberikan dua bungkus bakso kepadaku. Aku kemudian menjalankan mobilku lagi, kulihat dari kaca depan mobil tante ima yang wajahnya benar-benar sedang bernafsu. Salah satu tangannya sedang dikulumnya dan satu tanganya lagi sedang mengelus-elus bagian vaginanya.

“Enak ima?” ucapku

“pengen kontolmu ergghhhhh….” ucapnya dengan nada rintihan

Aku kemudian mengarahkan mobilku ke sebuah jalanan yang lumayan sepi disitu terdapat taman yang cukup luas, kulhat jam menunjukan pukul 17:00. Aku kemudian menyuruh tante ima keluar dengan hanya menggunakan rok dan bra bikinya yang hanya menutupi sebagian susunya. Ku ajak ketengah taman tempat terbuka dengan semak-semak disekitarnya. Aku kemudian bersandar di pohon besar ditengah taman, kulihat di samping taman ada sebuah taman bermain yang cukup luas dengan beberapa anak dan keluarganya sedanng bermain disana. Segera aku menyuruh tante ima berjongkok dihadapanku aku kemudian membuka celanaku dan aku turunkan sampai paha yang masih menggunakan celana dalam.

“nanti kalau dilihat orang bagaimana? Didalam mobil saja”ucap tante ima yang sangat sedang bernafsu

“Disini dulu imaaaaa…. nanti dirumah dikasih lagi kok, mau ya?” ucapku sedikit merayunya,

“kumur dulu, masa dikasih bekas tukang bakso” perintahku, tante ima kemudian kumur sebentar dengan menggunakan air mineral yang aku berikan. Dengan cepat setelah berkumur tante ima menggenggam lembut dedek arya dimulainya menjilat-jilat batang dedek arya. Jiatan-jilatannya kemudian beralih langsung dengan mengulum batang penisku

“ya begitu imaa…. ouwhhhh… ima pinter sekali…. hmmmm ahhhhh…..”

“lebih dalam lagi, oufthhhhh beri aku jilatan terhebatmuh ouwhhhh lebih dari nico ahyyyaaaahhhh….”

Tante ima yang kemudian mengulum dan menjilati setiap bagian dari dedek arya terus dan terus melakukannya. Kedua tangannya beroperasi di semua bagian. Mulai dari mengocok, mengulum, menjilat, mempermainkan zakarku. Aku semakin tidak tahan dengan perlakuannya. Aku lepaskan kuluman dan aku angkat tubbuhnya kuposisikan menungging mengarah ke arah orang-orang yang sedang bermain di taman. Langsung aku masukan batang dedek arya ke dalam liang vaginanya yang sudah basah yang masih tertutup dengan G-stringnya yang aku buka sedikit dengan mnyampingkannya.

“oufthhhh…. hmmmmm…. enaaakkkkkh aaahhhh shhhh besarrrhhh ima sukaaaahhh aisshhhh masukan lebih dalam lagihhh imaaaah mau kontol tuan aryaahhhhh oufthhhh yeahhhhh”

“kontol ima suka kontolh aryahhhh oufthhhh yaaahhhh hmmmmm” rintihnya nikmat

“ssst jangan keras-keras, kalau keras-keras nanti aku ajak mereka semua lho” ancamku

“tidakkhhh akkkhhh jangan tempik ima buat aryah sajaaahhhh aaahhhhhhh”rintihnya yang kemudian menjadi pelan

Aku kemudian menggoyang pinggulku dengan memegang pinggulnya. Tante ima hanya menahan setiap desis kenikmatan yang aku berikan. Aku raih dua buah susu yang menggelatung itu dengan kedua tanganku dan aku tetap menggoyangnya. Tak puas dengan posisi itu aku kemudian mengangkat salah satu pahanya, dengan posisi miring memperlihatkan

“Ahhh arya… tuannnnhhh ima mau dikentuhhh tuan dimanah sajahhh enakkkh akhhhh samhhhpai rahimmhhh imaaahhhh ouwhhhhh….” rintihnya

“terus tuannhhhh aishhh terushhhhh….imahhh imahh keluuarhhhhh ahhhhh” rintihnya ketika cairan kenikmatannya keluar. Dan terasa cairan vagina tante ima keluar membasahi dedek arya. Aku kemudian mencabutnya, perlahan tubuh tante ima roboh dan aku tarik sedikit kasar untuk mengulum dedek arya sehingga posisi tante ima membelakangi pohon dan tertutup semak.

“Woi mas, kalau kencing jangan disitu, ada kamar mandi tuh….” teriak seseorang kepadaku yang mmebuat aku sedikit kaget

“Wah iya mas, saya ndak kencing Cuma benerin celana doang” ucapku sembari mendoronng kepala tante ima kebawa melepas kulumannya. Orang itu kemudian hanya berlalu saja, aku kemudian menarik tante ima untuk berdiri. Kulepas roknya dan aku papah dia menuju ke mobil hanya dengan menggunakan bikininya itu.

“Gimana ima enak?” ucapku sembari menyalakan mesin mobil

“enak banget ima mau lagi terserah tuan dimana… hash hash has” ucapnya tersengal

Aku kemduian menjalankan sedan menuju arah pulang. Tampak dari kaca depan mobil tante ima yang kelelahan dengan pengalaman barunya begitu juga aku, langsung tertidur pulas di dalam mobil. Sampai dirumah kumasukan mobil hingga didepan pintu garasi, kemudian aku menutup pintu gerbang rumah. Aku bangunkan tante ima, terlihat wajah lelahnya masih berbalut dengan nafsu ketika melihatku. Dilihatnya sekitarnya ketika aku membuka pintu dengan perasaan sedikit takut dia keluar dengan hanya menggunakan bikininya. aku hanya mampu tertawa bahagia dengan tingkah lakuku ini, tante ima kemudian berjalan agak cepat menuju pintu rumah tapi aku tarik tangannya tepat di depan mobil. Aku suruh dia menungging dan kutarik G-stringnya kebelakang dan kugoyang-goyang.

“Erggghhhh tuan didalam rumah sajahhh…. erggghhhhh” rintihnya yang tidak aku pedulikan, kukeluarkan dedek arya dari persembunyian dan kugeser G-string yang dia pakai. Aku kemudian memasukan setiap nanometer dedek arya kedalam vaginanya.

“Ergghhhh tuannnnhhhh enakkkhhh arggghhh terussshhh lagihhh buat ima keluar…. buat lonthemu ini keluarhhh lagi tuannhhh arggghhhhhh…..oghhhhhhh…”ucapnya yang semakin panas

Aku kemudian menggoyang pinggulku hingga tubuhnya ambruk. Dari samping aku lihat susunya yang menyembul kesamping dadanya yang tertekan oleh kap depan sedan. Setiap kali aku menggoyang dan tante ima merintih hampir keras.

“Tante ayo goyang tante” suruhku kepada tante yang kesulitan untuk menggoyang, aku hanya diam saja

“Woi mas, ini ada surat undangan RT buat pak Nico, ada orangnya tidak?” ucap seseorang dari balik garasi yang terlihat hanya kepalanya saja dan membuatku sedikit kaget tapi malah menambah sensaisi tersendiri bagiku

“ouwh, lagih keluar pak, lempar saja kedepan situ nanti saya ambil, ini lagi mbersihin mobil, mau dipakai sama Ibu Ima” ucapku sekenanya

“Oke, ini mas, sudah ya mas, matur suwun (terima kasih)” ucap lelaki tua itu kemudian berlalu

“Gila enakh ya tante main sambil ngobrol sama orang he he he” ucapku yang kemudian memegangi pinggul tante ima dan menggoyangnya lebih keras. Plak plak plak plak plak suara deru dedek arya dan vagina semakin terdengar keras.

“iyahhh… argghhhh terussshhhh enakkkhhh ima pengen kontol tuan selahhhluhhhh ouwhhh….”

“oufthhhh…. hmmmmm…. enaaakkkkkh aaahhhh shhhh besarrrhhh lonthehmu inihhh sukaaaahhh aisshhhh masukan lebih dalam lagihhh lonthe mau kontol tuan aryaahhhhh oufthhhh yahhhhh aaaaaaaahhhhhhh”

terasa vaginanya muncrat lagi dan aku diam sejenak. Tanpa menunggu lama aku menariknya lembut dan memapah tubuhnya kedalam rumah. Hingga dalam rumah tante ima tersungkur tak ada kekuatan lagi untuk berdiri.

“Kalau tidak berdiri, arya pulang sekarang!” ucapku sedikit keras, mendengar itu tante ima langsung berdiri dan kusuruh dia mandi. Aku kembali ke depan TV kulepas semua penyamaranku dan kusimpan lagi didalam tas. Hanya dengan menggunakan kaos dan celana dalam aku kemdian masuk ke dalam kamar tante ima. Kulihat sekeliling terdapat almari dan juga laptop yang tergeletak di meja sebelah tempat tidurnya, yang paling membuatku penasaran adalah almarinya. Mungkin aku bisa menemukan sesuatu didalamnya. Kudengar tante ima masih mandi didalam kamar mandi dalam kamarnya, dan akku mulai membuka almari pakaiannya. Kullihat beberapa pakaian beberapa pakaian mewah. Dibagian bawah aku buka-buka ada sebuah pakaian tante ketika masih muda ada juga seragamnya ketika masih sekolah. Kubuka tumpukan pakaian om Nico terdapat sebuah kertas yang dilipat kemudian aku membukanya dan kubaca.

Deg… jantungku berdetak semakin kencang ketika melihat isi surat itu. Kaiman Supraja ya itu memang nama panjang dari inisial KS. Aku tertegun dan masih melihat kertas yang aku baca itu. Masih berdiri di depan pintu almari ini.

“Sial, apa yang mereka rencanakan kembali? Bagaiaman caranya aku bisa mengetahui percakapan mereka. Ajeng? Mungkinkah dia ada didalamnya dan menjadi perantara antara Ayah dan om nico, jika memang benar Ajeng ada didalamnya bisa jadi keluarga ini dan keluargaku dalam bahaya. Rahman? Apakah dia tahu sesuatu? Tapi dia selalu bercerita semuanya kepadaku dan tak pernah mempedulikan ayahnya. Tante ima? Hmmmm… aku harus bisa mengorek semua informasi darinya. Aku harus memanfaatkan nafsunya untuk membuka gembok besi mereka” bathinku menjerit

Kleeek… pintu kamar mandi terbuka dan aku langsung melipatnya dengan rapi sambil membelakangi tante ima yang melangkah keluar dari kamar mandi. Kulipar dengan rapi dan kumasukan dengan posisi yang sama dengan sebelum aku mengambilnya. Aku sedikit ketakutan jika rahasiaku terbongkar karena tante ima mudah sekali dkuasai nafsu. Yang kutakutkan adalah ketika dia mengetahui rencanaku bisa saja ketika dia diperbudak seks oleh nico dia mengatakan semuanya.

“Tuan Arya lagi apa?” ucapnya dengan senyuman, aku kemudian memalingkan wajahku ke arahnya dengan senyuman untuk menghilangkan kecurigaan

“Ouwh tuan sudah menonjol lagi dari tadi belum keluar, mau ima keluarkan?” ucap tante ima yang melangkah ke samping tempat tidur dan kulihat laptop yang tergeletak disamping tempat tidur tante ima, mataku sedikit terbelalak.

“Ah laptop, mungkinkah ada sebuah informasi di dalamnya? Tapi aku harus membuat tante ima tunduk dan lebih tunduk kepadaku” bathinku

“ima” ucapku lirih yang terdengar olehnya, yang sebenarnya hanya ingin menyebut namanya saja karena masih sedikit gugup dengan keadaan yang baru saja terjadi

“ouwh maaf tuan atas kelancangan lonthemu ini menyebut namanya sendiri, tuan boleh memanggilku apa saaja tuan” ucapnya sambil kemudian merangkak diatas kasur.

“ya lihat-lihat pakaianmu saja, mungkin ada yang bisa dipakai oleh kamu, lontheku…” ucapku sambil berjalan ke arahnya dan posisiku sekarang tepat didepanya dengan dedek arya berhadapan langsung dengan mulut tante ima. Tante ima kemudian menjilati dedek arya yang tertidur dalam celana dalamku

“oouhhhh, berhenti!”ucapku yang seketika itu tante ima menghentikan jilatannya pada celana dalamku

“aku tadi lihat ada seragam SMA, coba kamu pakai aku ingin pelayan seorang siswi SMA he he he”

“ingat tidak usah pakai BH jadilah siswi SMA yang nakal he he he”ucapku sambil tertawa terkekeh

“iya tuanku” ucapnya, Tante ima kemudian mengangguk dan langsung saja menuju ke almari pakaiannya. Dipakainya seragam itu tanpa menggunakan BH dan hanya menggunakan G-String. Kulihat dia sangat cepat memakainya dengan duduk di pinggran tempat tidurnya.

“Cantik Tuan?” ucapnya kepadaku sambil membalikan tubuhnya kearahku. Seragam SMA yang sudah begitu sempit menonjolkan susunya lenganya hanya tertutup sedikit seragam OSIS. Dengan rok abu-abunya yang masih panjang selutut. Aku terkesima oleh pemandangan itu kemudian berdiri dan berjalan menuju arahnya.

“Aku tidak ingin dipanggil tuan lagi, aku ingin dipanggil arya, bagaimana menurutmu? Dan aku harus panggil apa ke tante?” ucapku sembari mendorong dia ke almari meremas-remas susunya dia hanya mendesah dengan kedua tanganya luruddisamping pinggulnya

“panggil aku aargggghhh lonthe aryaaahhhhh aaahahhhhmmmmmm terserah aryaaahhhh….” rintihnya menikmati remasanku, kutarik tubuh tante ima dan aku rebahkan dikasur. Kemudian aku kembali ke almari dan mengambil dasi beserta gunting di meja rias tante ima. Kubalik tubuh tante ima dan Kuikat kedua tangan tante ima dibelakang punggungnya. Aku kemudian menggunting rok tante ima hingga tepat setengah pahanya tertutup.

“sekarang terserah kamu menyebut dirimu apa lontheku ima, balik ke arahku…” ucapku, dengan susah payah tante ima berbalik ke arahku. Dengan sisa kain rok aku tutup matanya.

“Sekarang bagaimana rasanya? Kenthu dengan mata tertutup?” ucapku

“enak, lonthemu ini mau asalkan kontol arya yang mengasihi ima” ucap tante ima

Aku kemudan naik ke tempat tidur lalu Kubuka celana dalamku dan ku majukan kepalanya. Aku menyuruh tante ima mengulum batang dedek arya. Sensasi yang luar biasa dikulum oleh seorang siswi SMA ya walaupun bukan sebenarnya tapi membuat aku bergairah. Kupegang kepala tante ima dan kumaju mundurkan pelan agar dia tidak tersedak. Setelah aku puas dengan kulumannya aku putar tubuhnya hingga tengkurap, kusingkap rok SMA-nya. Perlahan aku arahkan dedek arya ke dalam vagina tante ima dan blessshhhh…. kenikmatan aka sensasi baru yang tak akan pernah aku lakukan kepada Ibuku karena dia kekasihku dan ima adalah pelayanku.

“Ayo ima, katakanhhh arggghhhh enakhhh tidak kontolku erghhhh” rintihku sambil menggenjotnya bertubi-tubi

“orgghhh kontol aryahhhh tuannn aryaahhhh enakkkhhhh orghhh terussh tuan ouwhhh…. kontolnya dalam sampai kerahimkuuuhhhh orghhhhh yaaahhhhhh eerghhhhhhh…. enak kontol aryahhh enakkkhhhh…..” rintihnya

Aku terus menggenjotnya aku buat dia merasakan keperkasaan dedek arya yang hebat ini. aku buat dia benar-benar tunduk. Aku pegang dua pinggangnya dan aku semakin keras menggoyangnya membuat aku sedikit lupa akan tujuanku.

“Dasar! Anak SMA Jaman sekarang doyan kontol, ayo bilang kamu doyan kontol!” ucapku sedikit membentaknya

“Iya argggghhhhhhhhhhhhhb lonthe SMA doyan kontholllll aryaaahhhh… orgghhhh…. doyan kotolhhh aryaaahhhh… suka kontol aryahhhhh ourgggghhhhhhh tempikku buhhh athhhh kontollhhhh aryaahhhhhh…. kenthu lonthemuuuhhh kentu terushhhhhh…..” racaunya beberapa menit berselang aku yang masih terbakar akan nafsu merasakan cengkraman pada vaginanya.

“ergggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……” racaunya, seketika itu pula aku rasakan cairan kenikmatan dari vaginanya mengalir. Aku kemudian beristirahat sebentar memandangi tubuh tante ima melengking dan bergoyang. Tatapan pada laptop itu kemudian membuat aku kembali kepada tujuanku, tak kurasakan lagi sensitifitas pada dedek arya. Kucabut dedek arya dari vaginanya dan aku buka penutup matanya.

“Kamu anak SMA kan?” tanyaku kepada tante ima

“Iyah hash hash has hash hash…” ucapnya tersengal dengan pipi kirinya tergeletak di kasur

“Ayo sekarang mainan laptop, tunjukan pada aku yang kamu panggil tuan ini bagaimana memakai laptop” ucapnya

“Tapi arya tuankuhhh hash hash hash… aku tidak bisahhh hash hash hash has melakukannya dengan tangan terikat” ucapnya, aku kemudian membuka ikatan pada tanganya. Aku menyuruhnya menyalakan laptopnya dengan tetap menungging sambil mencolok-colokan jariku di dalam vaginanya yang basah. Kuamati setiap geraknya hingga muncul gambar jendela pada laptop dan kemudian siap dipakai. Aku merasa bahagia kulihat tante ima masih mengatur nafasnya di depan laptop sambil menikmati permainan jariku. Aku kemudian meremas kedua pantat semoknya, dan pandanganku beralih ke anusnya. Kumasukan jempolku dan kumainkan didalam anusnya.

“Ahhhh tuannnhhhh aryaaahhhhh…” rintihnya

“kamu bisa buat email tidak? Atau kamu punya email yang bisa dibuka? Ayo ajarkan kepadaku?”

“Kamu itu siswi SMA jadi harus bisa semuanya!” teriakku semakinn keras

“Ahhsssssssssssssshhh… punya ar….yahhhhhh tuannnnkuhh… punyakuhhhh….” ucapnya, aku kemudian berhenti memainkan anusnya

“buka!” ucapku

Dengan cepat tante ima membuka email miliknya dan memperlihatkannya ke aku. Aku kemudian menampar pantatnya dan menyuruhnya membuka email-email yang lain. Dan ternyata tante ima bisa membuka email Om Nico dan ketika tante ima mengklik pada bagian inbox aku melihat email dari [email protected]…. Mungkin itu Gemail.com.

“Dasar anak SMA kurang ajar,” Plaaaak…. kutampar lembut pantatnya

“Masa email orang lain kamu buka, akan aku kenthu kamu!” ucapku keras, perlahan dan pasti aku kemudian mengarahkan dedek arya ke anus tante ima dengan kasar dan membuat tante ima menjerit kesakitan.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….. pelan tuang pelaaaaaaaaaaaaaaannnn aaaaaaaaaaarggggghhhhhh… ” teriaknya, tapi aku tidak mempedulikannya dan tetap menekan lebih dalam dedek arya

“itu kmeariiiiiiiiiiinn aaaaaaaaaahhhhh sayahhh disruhhhh buatkannnhhhh urgghhhhh” rintihnya kesakitan

“Ayo keluar dari email itu dan masuk lagi? Apa kamu bisa mengingatnya kalau sudah aku masuki kontol?dasar lonthe!” bentakku

“Bisa tuan bisahhh arghhhhhh…” ucapnya kesakitan

Kubenamkan dan kudiamkan sejenak dedek arya didalam anus tante ima. Kulihat tante ima mulai me log-out, dengan pelan tante ima kemudian mengetikan email om nico yang baru beserta passwordnya,

Email : [email protected]
password : abcdefghij

aku tersenyum menang dan kemudian aku menyuruhnya melog out lagi.

“karena kamu ternyata pintar sekali, aku mau kamu pemuasku, mau tidak?” ucapku ditelinganya

“mauhhh tuannnh mauuuhhhh….” ucapnya

Aku kemudian membalikan tubuhnya dan membuka pakaian SMA-nya dengan paksa. Aku merobek pakaiannya dan kuremas-remas susu tante ima. Kujilat, kusedot dan kunikmati setiap nano meter susunya itu. Ini adalah saatnya pemuasanku. Kumasukan dedek arya ke dalam vaginannya dan aku meulai menggenjotnya, memompanya menggoyangnya. Kulihat tante ima mulai merasakan nikmat, segera kupeluk dan kuciumni bibir indahnya. Membuat aku semakin terkapar karena nafsuku. Aku beralih posisi sekarang aku memposisikan diriku mengangkat kedua pahanya dan kuletakan di atas bahuku. Dan aku mulai menggoyangnya kembali terasa sedikit cengkraman pada vagina tante kualihkan kedua kakinya kepinggulku

“Arggghhhh…. kontol… kontoollll mu enak aryah tuannnhhkuhh….sampe daleeemmhhh ouwhhh… kontolh ah ima sukahhh kontolhhh aryahhhh aissshhh… dalem bangethhh… ooooh……. aaaahhhh…. tempikku enaaakkkkkkkhhhhh aaaahhhhhh”

“Kontolmu enak tenaaaaaaaaaaaaannnhhhh aaaah aaaaaaisssshhh oufthhhh… enak banget ouwh enak banget… ouwhhhhh enake bangethhh arayhhhhhh….. aaaaaah” racaunya

“tempikmu juga enakkkhh lonthekuuuhhhh imaaaahhhh arghhhh hash hash has…. enakkkhhhhhh arghhhh… aku mau kelaurrrhhhhhh…..” teriakku

“aku jugaahhhhhh arghhhh aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh………….”

Croooot croooot croooot croooot croooot croooot croooot croooot croooot croooot

Dan terasa aliran cairan vagina tante ima di dedek arya. Kupeluk dan aku mencium keningnya kulihat matanya terpejam kemudian nafasnya mulai teratur dan terlelpa dalam pelukanku. Aku kemudian bangkit dan membersihkan diriku. Ku kenakan pakaianku dan kulihat tante ima masih tertidur karena kecapaian. Aku melihat pada jam dinding masih menunjukan pukul 20:00. Aku segera membangunkannya dan kusuruh dia mandi serta bersiap-siap untu kberangkat.

“Maafkan aku rahman jika menjadikan mamamu sebagai pelayanku” bathinku

Aku menunggu diruang TV sambil melihat kearah kamar, tante terlihat sedang membereskan kamarnya agar rapi kembali. Tante telah bersiap dengan pakaian terusan lengan panjang hingga menutup pada bagian lututnya, tampak belahan dadanya tidak begitu terbuka.

Perjalanan aku tempuh cukup 1,5 jam saja, selama perjalanan aku mengobrol dan sedikit menakali tante ima dengan mainkan payudaranya. Kadang aku juga mnyuruhnya mengulum dedek arya ketika jalan sedang sepi. Hingga akhirnya aku sampai di hotel yang kami tuju, tak lupa aku memakai panyamaranku agar tidak dikenali oleh orang-orang disitu begitu pula tante ima memakai topi dan kacamata hitam walau pada akhirnya percuma juga karena harus menunjukan KTP ketika di lobi hotel. Dengan diantar oleh bellboy aku dan tante ima diantar menuju ke kamar yang kami tuju. Tante ima kemudian masuk ke dalam kamar nomor 76, aku kemudian mengetuk pintu kamar 77.

“hey arya…” ucap pakdhe, kemudian aku salim ke pakdhe

“orangnya sudah datang pakdhe, aku pamitan dulu” ucapku kepada pakdhe dengan senyum

“oh iya…” ucap pakdhe kemudian keluar dari kamarnya

Aku Kemudian berjalan bersama pakdhe menuju kamar sebelah, kuketuk pintunya dan kemudian keluarhlah tante ima. Tanpa basa-basi tante ima menarik masuk pakdhe dan menyuruhku pulang. Ketika pintu tertutup terdengar sedikit teriak kegirangan dari mereka berdua, aku kemudian sms budhe untuk mengabari mereka telah bertemu. Beberapa saat setelah sms terkirim aku kemudian berjalan sambil memainkan HP-ku. Tiba-tiba pintu kamar 75 terbuka dan tangan halus menarikku kedalam dan segera pintu itu tertutup. Aku terkejut ketika tertarik ke dalam membuat kepalaku sedikit terbentur dan wig-ku menutupi kedua mataku.

“Siapa sih ini! Sakit tahu!” bentakku sambil membenarkan wig-ku, dan ketika mata sudah bisa melihat dengan jelas tanpa tertutup wig.

“mblooo…..”

Bersambung
Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part