web hit counter

Cinta yang Liar Part 46

0
489

Cinta yang Liar Part 46

Kulihat wongso langsung memacu motornya dan aku membuka pintu gerbang rumah. Perlahan aku menutup dan berjalan ke arah pintu rumah, takut jika dian terbangun. Kubuka pintu pelan-pelan, tapi memang dasarnya pintu mau dibuka pelan malah menimbulkan suara yang sangat keras, krieeeeet…

“Ergh… mas sudah pulang ugh hoaaaaam….” ucap dian terbangun dari tidur di kursi tamu

“ade, bobo saja” ucapku sambil menutup pintu dan melepas jaketku

Dian yang bangun dengan tanktop hitam yang digantung dengan tali kedil dibahunya serta celana payet yang sangat ketat. Dian mendekatiku, dan memelukku dengan sangat erat. tangisnya pecah saat itu juga, aku tak kuasa melihat dian yang begtiu setia menantiku di ruang tamu. Kupeluk tubuhnya erat.

“Sudah ndak boleh nangis lagi” ucapku

“hiks hiks hiks ade itu taku kalau mas kenapa-napa hiks” ucapnya

“nyatanya mas sudah pulang dan ndak papa kan?” ucapku

“jahat… besok-besok lagi jangan membahayakan diri mas, nanti ade sama siapa?” ucapnya melepas pelukan dan memukul ringan ke dadaku

“ouch… he he he, yang jelas mas pergi untuk kembali. Dan pergi dalam waktu yang sangat cepat, ya sayang… ade kan sudah tahu semuanya, jadi mas harap ade mmm…” ucapku terpotong karena jari telunjuknya menyilang di bibirku

“ade akan selalu mendukung mas, apapun yang terjadi. Jika mas kenapa-napa, maka ade juga akan ikut mas kemanapun mas pergi” ucapnya

Tangannya melingkar di leherku, tubuhnya merapat, kakinya berjinjit. Bibir kami bersentuhan, lidah kami keluar saling bertemu. Kupeluk pingganngta erat, kurasakan sesuatu yang berbeda darinya tapi apa aku tidak tahu.

“bobo yuk…” ucapku pelan

“he’em…” balasnya, ketika hendak aku gandeng berjalan menuju kamar

“gendooooong…” ucapnya manja

“yeee udah gedhe minta gendong, ayo adeku sayang…” ucapku sambil memainkan hidungnya

“belakang mas” ucapnya,

“he’em…” ucapku yang kemudian membalikan tubuh dan menurunkan punggungku. Kuangkat tubuh wanita kesayanganku ini, walau cukup berat

“mas, nengok coba…” ucap dian, ketika aku menengok kebelakang tiba-tiba kepala dian maju dan mencium bibirku. Satu tangannya menghalangi kepalaku agar tidak menengok kedepan lagi

“nanti mas nabrak sayag mmmmmmfftthhhh…” ucapku

“biar romantis hi hi hi mmmmmfffthhh mmmffffthhhh…” ucapny

Kugendong dibelakang sembari berciuman, setibanya dikamar tepatnya di pinggir tempat tidur, dian mendorong tubuhnya hingga aku jatuh telengkup dan dian diatasku. Dian memelukku dengan sangat erat. terasa aneh memang, benar-benar ada yang aneh.

“ada apa mas?” ucapnya

“ehh enggak kok ndak ada apa-apa” ucapnya

“ade paling nggak suka sama cowok yang ndak bertersu terang sama kekasihnya” ucap dian

“ya ade bangun dulu, mas mau bagaimana ngomongnya kalau begini” ucapku, sembari membenarkan tidurku. Kini aku dan dian tidur berdampingan dan saling mengahadap.

“apa mas?” ucapnya

“Cuma berat saja tadi kok de” ucapku

“bohong, ada yang lain pasti? Hayoo apa coba?” ucapnya, aku yang sadar akan keanehan langsung tengkurap dan menutupkan wajahku di bantal

“mmmmm…. mmmmm….. mmmmmm” ucapku dengan kepala masuk kedalam bantal

“iiih apaan sih mas? Ayo bangun-bangun! Mas sukanya gitu” ucap dian, aku angkat kepalaku dan tidur menyamping

“apa?” ucap dian

“eeee…. eeee…. itu….“ ucapku

“apa?” ucap dian

“susu ade kok tambah besar?” ucapku malu-malu

“iiih mas lihatnya kemana-mana deh” ucap dian sambil menutup buah dada yang tertutup tanktop dengan kedua tangannya

“yeee… katanya suruh jujur” balasku

“hi hi hi… kan setiap hari pake korset biar kelihatan kecil, biar yang tahu ukuran sebenarnya mas saja” ucap dian

“sudah yuk bobo” ucapku

“mas…” ucapnya pelan dan memandang mataku dengan tajam, tanpa penolakan tanganku diarahkannya ke susunya. kepalanya maju dan mencium bibirku.

“ARGHHHH! APA INI??! TEGANGAN TINGGI…. TOLOOOOOOOONG AKU MAU MUNTAH!” teriak dedek arya

Tanganku secara reflek meremas sebuah susu dian yang ternyata jika dibandingkan dengan milik ibu lebih besar darinya. Aku terbawa nafsu karena memang dari kejadian dengan Eri tadi belum bisa sepenuhnya hilang. Tapi sialnya, apa mungkin karena aku mencoba bertahan dari wanita yang aku cintai membuat aku tak bisa mengendalikan dedek arya? entah kenapa dan mengapa, ciuman dan remasan satu susunya sudah membuatku semakin menuju puncak. Langsung aku tarik dian hingga dia berada diatasku, bibirnya aku sumpal dengan bibirku dan kupeku erat.

“mmmmm egh… egh …. egh…. egh…. mmmffttthhh…” desahku

Kami terus berpelukan…

“maafin mas de…” ucapku tiba-tiba

“kenapa mas?” ucapnya

“mas keluar..” balasku

“keluar? Maksudnya?” ucapnya

“sperma mas keluar tadi habis megang susu ade” ucapku

“hah? Coba ade lihat” ucap dian yang langsung turun dan melepas celana jensku.

“iiih basah, tegang lagi” ucap dian

“mas, bukannya kalau secara pengetahuan habis keluar itu lanngsung lemas?” ucap dian

“ade, sudah ah… mas malu, mas mau mandi dulu saja” ucapku

“kalau mandi sekalian saja tidur sama guling!” ucap dian

“eh kok gitu sih, kan malu adeeee”ucapku manja sambil mencoba memakai celana kembali

“ade kemarin tidur pakai celana dalam, sekarang gantian mas. Kalau ndak mau ya sudah, tidur diluar sana, sama guling dan TA ndak ACC” ucapnya yang kemudian tidur membelakangiku, sebuah tawaran yang harus????

“iya, sayang iya mas gantian, tapi mas ndak jamin kalau nanti keluar lagi mas ndak tahu lho” godaku,

“cepetaaaaan bobo ade dipeluk!” manjanya. Aku kemudian memeluknya dengan hanya memakai kaos dan celana dalam berbau khas sperma.

“maafin mas ya, kalau ade bukan yang pertama” ucapku lirih

“jangan pernah membahas itu lagi, yang terpenting mas adalah yang pertama untuk ade dan seterusnya hingga akhir waktu…. peluk!” ucapnya

“dan ade adalah milik mas, ade ndak ingin mas melakukannya dengan wanita lain… sekarang mas punya ade, jadi mas jangan pernah sungkan” ucapnya, ketika aku intip wajahnya tampak sedikit memerah karena malu

“Ade ndak salah ngomong?”godaku, tubuhnya berbalik dan mengangguk pelan tampak sekali dia sangat malu

“Sudah bobo yuk, ade capek banget itu. ndak papa kan?” ucapku

“ade bakal nunggu sampai kita benar-benar siap” ucapnya tersenyum, kemudian dian berbalik lagi membelakangiku

Kupeluk lebih erat lagi tubunya, tangan kiriku menelusup diantara lehernya dan bantal. Tangan kanan mengelus-elus kepalanya. Hingga akhirnya aku lelah dan terlelap dalam tidurku. Tak ada lanjutan akan kejadian tadi, karena dian sendiri sudah cukup lelah menanti kedatanganku begitupula aku. Argh, entah apa yang akan terjadi besok… apa mungkin komplotana ayah akan bertindak gegabah atau tidak? Aku tidak tahu…

Bersambung

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂