web hit counter

Guru Kami Part 7

0
503
kisah malam

Guru Kami Part 7

MISS TANIA

SISCA

SANDI

Persis seperti apa yang Miss Tania lakukan pada Thomas. Miss Tania membuka celana Fatty sampe pahanya lalu menarik celana dalam Fatty dan menjilat sperma Fatty yang menempel di celana dalam Fatty. Nih guru kenapa jadi maniak gini ya. Awalnya menolak keras tapi sekarang seperti horny terus.

Aku menutup laptopku lalu kusimpan di tasku. Aku tutup rapi-rapi tasku. Untuk jaga-jaga siapa tau Miss Tania pura-pura gila sex untuk melakukan sesuatu dengan laptopku. Kamera aku simpan di sofa. Terus terang melihat apa yang barusan Miss Tania lakukan membuat aku kembali terangsang. Penisku kini sudah siap setelah tadi kelelahan. Toni dan Angga pun tampaknya kembali bersemangat setelah tadi mereka tepar kenikmatan.

Lalu aku langsung memeluk tubuh telanjang Miss Tania dari belakang. Kuremas kedua payudaranya yang montok. Miss Tania melenguh ketika kedua putingnya aku pelintir. Punggung Miss Tania bersandar pada dadaku. Dia memalingkan wajahnya ke belakang. Wajahnya terlihat tambah horny. Aku mengecup lehernya yang putih.

“Aaah Sandi..,” erang Miss Tania. Wajahnya yang didekatku mencoba mencium bibirku. Aku balas melumat bibirnya.

“Aaahh,” giliran aku yang mendesah ketika bibir Miss Tania menyedot bibirku. Menghisap air liurku. Aku semakin keras meremas payudaranya. Hembusan erangan Miss Tania tertutup mulutku. Penisku yang keras menekan pantat empuk Miss Tania. Tiba-tiba Miss Tania menungging dengan siku kirinya bertumpu pada sandaran sofa lalu tangan kanan menarik penisku.

“San, masukin kontolnya sekarang…aah please San…,” rintihnya. Tangan Miss Tania membimbing penisku ke arah vaginanya. Ketika kepala penisku menyentuh bibir klitorisnya, kembali terasa bagai sengatan listrik yang mengenakkan. Bikin penisku ngilu kenikmatan. Edan, bener kan, belum masuk memeknya aja uda begini dahsyat. Aku pun langsung menghujamkan penisku ke dalam vaginanya, yang entah sejak kapan sudah basah. Penisku bagaikan dijepit oleh otot-otot vagina Miss Tania. Mendekap erat penisku.

“Eeggh…Miss..memeknya enak banget…” aku menahan eranganku karena penisku bagaikan disedot lebih dahsyat dibandingkan waktu dikulum Miss Tania. Aku menghentakkan lagi penisku dalam-dalam. Ingin merasakan sensasi luar biasa lagi. Sekali lagi vagina Miss Tania bagaikan berdenyut menerima hantaman penisku. Dinding-dinding vaginanya seakan-akan menyempit. Menekan penisku kuat-kuat. Anjrriiit, ini rasanya ngentot dengan wanita dewasa. Aku menarik puting Miss Tania kuat-kuat, seiring penisku seakan ditarik memanjang oleh otot-otot memek Miss Tania. Rasanya berpuluh-puluh kali lebih lipat enaknya daripada ngentot dengan anak SMA atau waktu dengan Vania.

“San, keluarin pejuh kamu di dalam memek Miss. Miss pengen merasakan pejuh kamu di memek Miss,” ucap Miss Tania sambil mendesah. Wah kenapa dia jadi begini gila, pikirku.

What the hell? Nikmati aja. Aku merasa ada yang ingin keluar dari penisku. Aliran desakannya begitu dahsyat. Aku menghujamkan sekali penisku dalam-dalam dan keluarlah spermaku.

Crot….crot…aaaah…crot lagi….crot lagi..gila….enak banget…crot…crot…crot. Seakan-akan kantong testisku menumpahkan semua isinya. Sekali lagi aku tekankan, semua isinya, aku bisa merasakannya. Karena entah berapa kali aku muncratkan spermaku.

“ssstttt….,” Miss Tania mendesah sambil menatapku dengan wajah sangenya. Vaginanya seakan-akan makhluk hidup yang lagi mengisap spermaku sebanyak-banyaknya.

Dalam waktu sesingkat ini aku ejakulasi, heran aku, kok bisa. Apa aku selemah itu di hadapan wanita dewasa. Tapi ini orgasme terhebatku selama ini, bahkan mengalahkan tadi ketika diblowjob Miss Tania. Penisku masih ngilu, ketika Miss Tania menarik pinggulnya sehingga penisku terlepas dari vaginanya, dan berjongkok di depanku sambil menghisap sisa-sisa sperma di penisku yang bercampur dengan cairan cintanya. Sekali lagi seakan-akan isi kantong zakarku dihisap sampe tiada yang tersisa. Penisku ngilu. Lututku gemetar. Langsung saja dengan penisku yang masih dipegang erat oleh Miss Tania dalam mulutnya, aku terduduk di sofa dimana tadi Miss Tania menahan tubuhnya ketika dientot olehku dari belakang. Gila aku sudah kelelahan begini, masih saja Miss Tania mengisap penisku dalam-dalam. Sampai aku rasakan penisku lemas.

TONI

Melihat Sandi yang sangat menikmati ngentot dengan Miss Tania. Membuat tenagaku pulih lagi. Sehabis mengisap sampai lemas penis Sandi. Langsung aku tarik Miss Tania untuk berbaring di sofa yang panjang.

“Nga, gua duluan ya,” ucapku penuh birahi pada Angga.

“Miss, aku entot ya sekarang,” tatapku penuh nafsu pada Miss Tania yang menatapku dengan sayu.

Bayangkan tanpa disuruh, Miss Tania mengangkangkan kakinya. Bibir klitorisnya yang basah membuka sedikit lebih lebar. Warna pinknya seakan-akan memanggil penisku untuk masuk. Sialan. Wanita ini benar-benar top.

Langsung saja aku menancapkan senjataku ke dalam Miss Tania. Penisku langsung masuk dengan batangnya ke dalam vagina Miss Tania.

“aaaahh…,” erangku seketika. Kenapa penisku seperti tersedot masuk lebih dalam sampai mentok, hingga buah zakarku menggantung, menempel dekat sekali dengan vaginanya. Penisku bagaikan masuk vagina perawan yang masih sempit tapi berdenyut cepat, menggesek penisku. Memberikan sensasi yang luar biasa. Begini toh rasanya vagina wanita dewasa.

Sekali lagi aku mengerang keenakan, ketika kedua kaki Miss Tania merangkul pinggangku dan mendorong tubuhku lebih mendekat padanya. Penisku berasa dikerumuni semut, bikin ngilu yang nikmat.

“Ayo Ton, Miss juga pengen ngerasain peju kamu. Keluarin yang banyak kayak Sandi. Basahin memek Miss pake pejumu,” Miss Tania menatapku dengan liarnya.

Angga keliatannya sudah tidak sabar, apalagi mendengar Miss Tania mendesah dan menggoyang pinggulnya mengikuti irama gerakan ngentotku. Apalagi mungkin melihat wajah kenikmatanku.

Angga berdiri dan mendekat ke wajah Miss Tania, mengacungkan penisnya. Gila Miss Tania langsung maen genggam aja tuh penis Angga dan memasukkan ke mulutnya. Kini seakan-akan Angga dan aku saling bersahutan erangan. Biasa kami berkomunikasi dengan tatapan kami. Sekarang kami berkomunikasi dengan erangan kami.

“Gila bro, enak banget memek cewe satu ini,” aku mengerang sambil menekan lebih dalam ke selangkangan Miss Tania.

“Anjrit gua juga bro, gua ga tahan. Pengen ngentot Miss Tania sebenarnya tapi kontol gua uda ga nahan,” Angga pun mengerang ketika Miss Tania menyedot penisnya sampai kedengaran bunyinya.

“Gua bentar lagi mau keluar bro. Lu boleh gantian ngentot Miss Tania,” eranganku semakin cepat dan keras. Lalu aku merasakan semburan spermaku, berkali-kali lipat lebih banyak ketika waktu tadi dikulum oleh Miss Tania. Terasa hangat vagina Miss Tania.

“Ya uda kalo lu uda keluar, giliran gua sekarang,” Angga mengerang sambil meremas payudara kiri Miss Tania dengan kuat, tanda dia mengalihkan rasa nikmatnya dengan melakukan sesuatu.

Aku merasa lemas, aku tarik cepat penisku. Penisku tidak dijilati oleh Miss Tania karena Miss Tania sibuk dengan penis Angga. Aku terduduk lemas. Aku bisa melihat Sandi masih terduduk lemas. Napasnya tersengal-sengal. Begitupun aku. Belum pernah aku ejakulasi secepat ini dan sefantastis ini. Kok bisa?

ANGGA

Aku menahan diri agar aku tidak cepat orgasme. Aku ingin merasakan ngentot memeknya Miss Tania. Melihat Toni terkulai lemas dan sudah mencabut penisnya dari vagina Miss Tania. Seakan-akan Miss Tania masih belum puas dengan penis Sandi dan Toni dalam vaginanya. Miss Tania mengeluarkan penisku dari mulutnya dan langsung memutar badannya ke arah selangkanganku dan menarik penisku dan langsung dia tusukkan ke vaginanya.

“Anjrriiiit…,” teriakku ketika penisku amblas semua ke dalam vaginanya. Ini memek perawan atau bukan sih, kenapa sempit banget.

Miss Tania tidak menatapku tapi malahan menyambar penis Toni yang masih setengah berdiri habis orgasme tadi. Seperti yang dia lakukan pada Sandi. Miss Tania menyedot penis Toni, sambil kini meremas-remas buah zakar Toni, seakan-akan ingin memeras lebih banyak sperma dari dalam sana. Gila nih cewe. Tau begini maniaknya, uda aku entot dari dulu-dulu.

“Aaahh…,” pikiranku dialihkan dari sedotan otot-otot vaginanya pada penisku.

“pompa yang cepet, Nga…aah…,” pinta Miss Tania ketika dia sudah selesai dengan penis Toni.

Aku menatap wajah Miss Tania yang cantik, imut dan menggairahkan. Bibirnya membuka dengan seksinya, mengeluarkan rintihan demi rintihan. Ada bekas sperma di ujung bibirnya. Dengan jari lentiknya, dia menggeser sperma itu ke dalam mulutnya dan menelannya seakan-akan itu makanan paling nikmat sedunia buat Miss Tania. Wajahnya itu lho, menikmati sekali. Siapa yang ga bakal kerangsang melihat adegan seperti itu.

Aku hunjamkan dalam-dalam penisku sambil berteriak.

“Aku keluar….Miss,” teriakku sambil kurasakan penisku memuncratkan banyak sperma dan kurasakan otot-otot vagina Miss Tania seperti mengisap spermaku ke dalam rahimnya. Menyedot semua sampai terasa buah zakarku kesemutan karena menumpahkan semua isinya ke dalam rahim Miss Tania. Tubuhku lemas dan menindih kedua payudara Miss Tania. Miss Tania merangkulkan kakinya ke pinggulku dan menekan tubuh lemasku agar penisku masih bertahan di dalam vaginanya. Sampai sperma terakhir yang kutumpahkan. Gila lemes banget tubuhku. Benar-benar kenikmatan yang tiada tara. Cepet, efektif tapi rasanya luar biasa.

THOMAS DAN FATTY

Kulihat Thomas terduduk di dinding tempat tadi abis mengeluarkan orgasme. Sedangkan aku merasa malu karena pingsan dua kali. Sambil melihat Angga yang lagi bersetubuh dengan Miss Tania, Thomas mendekat ke arahku. Celananya sengaja tidak dipake lagi. Penisnya berdiri tegang.

Aku pun baru menyadari ternyata bagian bawah tubuhku pun tidak berbusana lagi. Penisku ngaceng maksimal. Aku menatap Thomas yang duduk di sandaran sofa sebelah kananku. Ngapain aku liatin Thomas, mending aku liat pemandangan menggairahkan di depanku.

Ternyata Fatty seperti aku, bagian selangkangannya tidak tertutup. Penisnya ngaceng seperti aku. Ngapain aku liatin penis Fatty. Mending aku liat tubuh berkeringat Miss Tania yang lagi dientot Angga. Angga tampaknya sudah orgasme, tubuhnya lemas menindih Miss Tania. Lalu aku kembali deg-degan, kini Miss Tania melihat ke arah aku dan Fatty. Matanya terlihat kelaparan. Miss Tania menggulingkan tubuh Angga ke samping sehingga terkulai di sebelah Toni. Lalu meraih penis Angga dan membersihkan sisa-sisa cairan di penis Angga sampai penis Angga terkulai lemas. Lalu kulihat Miss Tania berdiri. Berjalan pelan ke arah kami. Payudaranya yang penuh keringat terlihat begitu sensual. Pandangan matanya menatap bolak balik penis aku dan Fatty.

Aku ga boleh pingsan lagi. Aku harus kuat. Ini ejakulasiku yang ketiga. Jangan malu-maluin, Fatty. Miss Tania membungkuk di depan aku dan Thomas. Payudara kanannya menekan lututku dan payudara kirinya menekan tulang kering Thomas. Lalu Miss Tania menggenggam penisku dengan tangan kanannya. Halus banget kulitnya dan tangan kirinya meremas penis Thomas.

“aaah …Miss..enak,” rintihku.

“Mau yang lebih enak, Thom?” ucap Miss Tania dengan suara serak seksi. Aku menganggukkan kepala.

“kamu mau juga, Bimo?” tanyanya melirik Bimo dengan sayu. Fatty pun mengangguk.

“Kalian berdiri dempetan,” sambil tangan Miss Tania tetap memegang kedua penis kami.

Aku dan Fatty serempak berdiri berdempetan, aku menunggu apa yang akan dilakukan oleh Miss Tania. Apapun yang dia lakukan akan aku terima dengan senang hati.

Jangan pingsan, Fatty. Ingat. Lalu Miss Tania menarik penisku dan penis Thomas mendekat ke arah mulutnya. Aah dia mau ngemut penis kami berdua. Mungkin ukuran penis kami berdua tidak sebesar milih Sandi, Toni dan Angga. Jadi dengan mulutnya yang membuka lebar. Ujung kepala penis kami masuk ke dalam mulutnya. Menempel dengan bibir ranumnya.

“aaahhh Miss, enak banget,” erangku.

“aaaahh….Miss….aaa,” aku mengerang tidak kalah kerasnya dengan Fatty. Terasa basah bibir Miss Tania, tapi penisku seperti tersengat listrik. Ini yang namanya blowjob. Gila enak banget. Rasanya beda banget ketika aku coli sendiri. Aku menatap Miss Tania yang menengadah menatap kami berdua dengan pandangan sayu nya. Sekali lagi aku mengerang ketika lidah Miss Tania menyapu lubang kencingku.

“aaaaahhh…gila…,” akhirnya aku tidak pingsan. Wajah Miss Tania yang seperti kelaparan penis, membuat penisku tegak, setegak-tegaknya. Baru kali aku melihat penisku sebesar ini. Aku bisa melihat ujung penisku di balik perut besarku. Biasanya tidak keliatan, berarti memang penisku membesar di dalam mulut Miss Tania. Apalagi ketika lubang kencingku dijilatnya.

Aku melihat kaki Thomas jinjit dan otot pahanya menegang. Thomas menjerit keras ketika kulihat cairan putih keluar dari penis Thomas. Membasahi mulut Miss Tania. Muncratan demi muncratan masuk ke dalam mulut Miss Tania yang masih menjepit kedua penis kami dengan bibirnya. Kulihat cairan putih kental memenuhi mulut Miss Tania.

“aagggh…gila..,” enak banget ngecrot di dalam mulut, apalagi ini mulutnya Miss Tania yang selalu memenuhi khayalanku ketika akhir-akhir ini aku nonton bokep. Like a wet dream comes true. Dengan tubuh lemas, aku masih bisa melihat Fatty pun orgasme. Mulut Miss Tania yang tadi berlumuran spermaku, kini semakin banyak cairan putih kental yang memenuni mulutnya. Masih dengan mulut penuh dengan sperma kami. Miss Tania masih saja menghisap ujung penisku dan Fatty. Berasa kesetrum yang luar biasa. Sebelum aku terduduk, aku bisa melihat Miss Tania menelan semua sperma kami berdua ke dalam tenggorokannya. Wajahnya terlihat sangat menikmati sekali.

Akhirnya aku berhasil ngecrot, Mami. Dan aku tidak pingsan kali ini, Cuma aku langsung terduduk lemas di sofa ketika terakhir penisku masih disedot Miss Tania setelah aku muncrat. Aku tidak peduli, paha telanjangku berdempetan dengan paha telanjang Thomas. Yang penting aku akan selalu ingat kenikmatan ini. Meskipun aku belum ngentot dengan Miss Tania.

PUKUL 20 : 35

TONI

Aku merasa badanku kembali bugar, mungkin ini berkat obat kuat dari Blacky. Sandi dan Angga masih kelelahan, mata mereka terpejam. Akhirnya Fatty dan Thomas lulus remedial. Aku tersenyum lemah. Mereka terduduk lemas berdampingan. Aku melihat Miss Tania yang masih berlutut di depan sofa mereka. Membersihkan sperma yang menetes di dagunya. Nih cewe kenapa jadi slutty begini yah. Berbeda jauh dari awalnya. Mungkin itu cuma kamuflase aja, padahal sebenarnya dia yang lebih maniak dari kami. Semangatku sudah pulih lagi, bisa dilihat dari penisku yang kembali berdiri tegak. Obat dari Blacky memang luar biasa. Payudara membusung Miss Tania memang berukuran besar. Menarik untuk diemut. Aku berdiri menghampiri Miss Tania. Aku menarik tangannya dan membawanya ke kamar mandi. Aku tau kamar mandinya karena tadi aku sudah kencing disana. Kamarnya ada jendela yang cukup besar di dinding bagian atas. Begitu kami sampai di kamar mandi. Aku langsung melumat bibir Miss Tania. Tidak peduli itu tadi bekas sperma siapa di bibirnya. Aku sudah bernafsu kembali. Obat dari Blacky kembali menunjukkan khasiatnya. Seperti sebelumnya, lidahku yang berpagut dengan lidah Miss Tania seperti terasa disedot vacum cleaner. Miss Tania mengisap air liurku. Enak banget. Tangan Miss Tania menggenggam penisku.

Miss Tania melepaskan ciumannya.

“Kamu perkasa sekali, Ton. Miss senang dengan pria yang perkasa. Mau entot Miss lagi?” suaranya terdengar merdu di telingaku. Membuatku merinding nikmat.

Lalu Miss Tania menurunkan tubuhnya. Kedua sikunya menahan tubuh atasnya lalu kedua lututnya membengkok menyentuh lantai kamar mandi yang licin. Berpose seperti seekor anjing. Pantatnya digoyang-goyangkan. Kedua lututnya terpisah jauh sehingga belahan bibir klitorisnya keliatan terbelah. Langsung saja aku menerima undangannya. Kumasukkan cepat-cepat penisku.

“sssttt…aah memek Miss kok kayak nyetrum sih,” erangku. Kalian tau bibir klitorisnya seperti katup yang tertutup begitu penisku masuk. Menjepit erat. Lagi asiknya aku menikmati vagina Miss Tania. Muncul sosok hitam di depan pintu kamar mandi. Sialan bikin kaget aja. Blacky ternyata. Tampaknya dia sudah “siuman” dari fly nya. Melihat aku yang lagi ngentot Miss Tania. Blacky langsung membuka seluruh bajunya. Dan melangkah maju ke depan wajah Miss Tania.

Langsung saja Miss Tania memasukkan penis Blacky yang item tentu saja ke dalam mulut mungilnya. Sialan nih anak, ganggu aja, padahal tadinya aku pikir aku mau puasin nikmatin tubuh Miss Tania sendirian. Tapi sudahlah, yang penting penisku lagi enak dijepit oleh memek Miss Tania.

Blacky mengerang lebih kuat dariku ketika penisnya dihisap oleh Miss Tania. Pengalaman pertama nih, kekehku, sambil terus memompa vagina Miss Tania. Benar kan kataku. Ga sampe semenit kemudian, Blacky keburu mengeluarkan penisnya dari mulut Miss Tania sebelum dia muncrat. Dan menyemburkan cairan putihnya ke wajah Miss Tania. Gila muncratnya banyak banget. Aku yakin wajah Miss Tania penuh pejunya Blacky. Untung pejunya ga berwarna item juga. Kulihat Miss Tania mengisap sisa cairan putih di kepala penis Blacky. Lalu sambil membalikkan wajahnya menatapku. Dengan tangan kanannya, Miss Tania mengusap sperma yang belepotan di wajahnya, lalu menjilati tangannya. Jari demi jari. Bisa kulihat lidahnya lengket dengan sperma Blacky. Anjritt gila, aku ga kuat.

“aaaahh Miss, aku keluar….,” jeritku. Seperti tadi, buah zakarku yang seperti kering, sejauh ini hanya bisa menghasilkan sperma dalam jumlah yang tidak sebanyak tadi. Tapi rasa orgasmenya masih sama, brow. Nikmat banget. Apa ga akan hamil nih, Miss Tania. Memeknya menerima banyak sperma hari ini. Wajah Miss Tania terlihat senang. Lalu dia membalikkan posisi tubuhnya. Mengemut penisku. Aku merasa lututku lemas. Tersetrum sedikit ketika penisku di dalam mulut Miss Tania. Lalu aku melihat seperti ada sosok hitam lagi duduk di bathtub, sebagian sosoknya terutup tirai bathtub. Ngapain si Blacky ada disitu? Lalu aku melihat Blacky lagi terduduk lemas di lantai kamar mandi. Apakah aku saking lemasnya melihat dua bayangan hitam? Sekali lagi aku memastikan pandanganku. Memang ada seseorang berbaju hitam lagi duduk di atas bathtub.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part