web hit counter

Halaman Baru Part 56

0
469

Halaman Baru Part 56

MAGIC

♪ Call it Magic….

“Every great magic trick consists of three parts or acts : The Pledge, The Turn and
The Prestige..”

Aku : “ haloo Ress..?”

Resty : “Regaa,,,,,, tolong…” kudengar Resty berbicara sambil menangis,,, aku langsung panik mendengar tangisannya…

Aku : “Kenapa Ress..? apa yang terjadi,,,?”

.

.

.

.

3 HARI KEMUDIAN

——-POV REGA——

Siang hari ini aku berada di apartemennya Resty,, aku tidak sendirian ditempat yang ditinggalkan pemiliknya ini,,, aku kesini ditemani Rein. Aku sedang melihat foto foto Resty yang tertata rapi pada pigura kecil diatas meja riasnya.. kuambil salah satu foto itu dan kulihat wajah Resty yang sedang berpose centil sambil tersenyum.. kupandangi foto ini cukup lama…,

Resty,,, kupanggil namanya di dalam hatiku..

Jika aku sedang duduk di meja riasnya Resty,, Rein sedang duduk di tepi tempat tidurnya Resty sambil menonton berita di TV. Samar samar aku bisa mendengar berita di TV itu..

Suara Berita di TV : “polisi masih menyelidiki kecelakaan yang terjadi 3 hari yang lalu di tengah kota, sebuah mobil yang menabrak dan meledak……”

Tiba2 saja pintu apartemen ini dibuka oleh seseorang,, orang itu langsung masuk ke dalam kamar ini.,, dan orang itu adalah suaminya Resty yang bernama Danu.. aku dan Rein langsung berdiri berdekatan.. Danu tidak sendirian dia bersama 3 pengawalnya masuk ke dalam ruangan ini.. tiba2 saja suasana menjadi sangat tegang,,,, Danu mendekatiku dan menatapku dengan tatapan mata yang sangat tajam.

Aku : “aku sudah menunggu kedatanganmu…” ucapku padanya.

.

.

.

3 HARI SEBELUMNYA

SEBELUM RESTY MENGHUBUNGI REGA

——-POV RESTY——

Aku sedang berada di dalam kamar mandi apartemenku, mendongakkan kepalaku keatas dengan mata terpejam sambil merasakan air hangat yang keluar dari shower mengguyur tubuhku. Kemudian kubersihkan setiap bagian tubuhku yang masih terisisa sperma Om Danu, kedua payudaraku, pangkal pahaku, punggungku dan didalam mulutku. Hampir 4 jam sudah Om Danu bercinta denganku, malam ini dia begitu bersemangat sampai kuat orgasme berkali-kali aku sampai kewalahan. Entah apa yang membuat dia begitu bersemangat seperti tadi, mungkin karena sudah seminggu lamanya dia tidak bertemu denganku. Atau selama tujuh hari itu dia tidak bercinta sama sekali,, sepertinya tidak mungkin, dia pasti mencari wanita penghibur lokal di luar pulau sana.

Aku berharap dia akan segera keluar pulau lagi, keluar negeri lagi atau kemanapun itu pokoknya dia segeri pergi lagi,, karena selama dia jauh dari sini, aku bisa tenang dan bebas bertemu dengan Ega, menghabiskan malam malam yang panjang bersamanya seperti yang kami lakukan 7 hari kebelakang. Ya.. aku berharap Om Danu segera pergi lagi dan dalam jangka waktu yang tidak sebentar, dan juga aku sangat sangat berharap dia tidak akan pernah kembali lagi. Sebuah harapan yang mungkin sia-sia, dia tidak mungkin melepasku dan membiarkanku bebas, apalagi saat ini aku dijadikan tambang emas baginya,, Walaupun kemungkinannya kecil, tapi aku tetap terus berdoa dan berharap keajaiban akan terjadi,,, Hanya itu yang bisa kulakukan, karena aku tidak bisa melakukan apa-apa.

Saat keluar dari kamar mandi aku melihat Om Danu sudah berpakaian rapi dan sedang duduk ditepi tempat tidur. Dia mau pergi ? kukira malam ini dia akan menginap disini.. syukurlah,, aku tidak perlu menemani tidur disebelahnya.

Danu : “Buatkan kopi…” perintah dia kepadaku..

Tanpa menjawabnya aku langsung menuju area dapur di apartemenku untuk memasak air. Dia berjalan mendekatiku. Lalu memelukku dari belakang sambil menciumi leherku yang masih agak basah. Aku masih hanya memakai pakaian mandiku.

Danu : “hmm,, Wangi sekali… sayangnya aku tidak bisa menikmati wangi tubuhmu sampai pagi.”

Danu : “oiiya,,, Hari ini aku sedang berbahagia… “ ucapnya sambil mengecup leherku…

Danu : “ayolah,, bertanyalah kepadaku kenapa hari ini aku bahagia..!” perintah dia kepadaku,,

Aku : “Kenapa..?” tanyaku datar

Danu : “Hari ini aku sangat senang sekali,, Pak Wi akan membantuku memenangkan tender megaproyek jangka panjang berskala internasional .. hahaha,,” jadi itu alasan kebahagaiaannya, dan penyebab kenapa dia begitu bersemangat malam ini, dia sedang senang.. pantas saja,

Lalu dia mengambil segelas kopi yang baru saja selesai kuaduk kemudian berjalan menjauhiku dan duduk di sofa.

Danu : “sebagai ganti atas bantuannya, Pak Wi meminta uang yang sangat tidak sedikit jumlahnya dan juga…” ucapannya terhenti saat dia meminum kopinya….

Danu : “Pak Wi memintaku untuk melepasmu untuknya.. sepertinya Pak Wi sangat menyukaimu,,,”

Deg Deg

Aku langsung terkejut dengan apa yang barusan dikatakannya.

Aku : “JANGAN SEENAKNYA MENJUALKU PADA ORANG LAIN …AKU BUKAN PELACUR,,” Teriakku padanya…

Dia melihatku yang sedang menatapnya penuh dengan amarah,,

Danu : “hahaha,, kamu tidak mengakui dirimu sendiri sebagai pelacur hanya karena pacarmu itu tidak membayarmu tiap kali bercinta denganmu… jangan pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan akhir akhir ini.. dasar pelacur sialan, berani beraninya kamu bertemu dengannya lagi…”

Deg Deg

Dia tau selama ini aku bertemu dengan Ega,,, harusnya aku tidak terkejut dengan apa yang bisa dia lakukan. Om Danu masih melihatku, kemudian dengan santai dia meminum kopinya lagi dan menyalakan rokok lalu menghisapnya.

Danu : “tapi Tenang,,, Aku tidak akan melepaskanmu untuk Pak Wi,, aku belum bosan denganmu… maka dari itu,, aku menawarkan adikmu kepada Pak Wi,, dan dia setuju setelah kuyakinkan padanya kalau tubuh adikmu tidak kalah bagusnya dengan tubuhmu,, apalagi setelah kukatakan pada Pak Wi kalau adikmu masih perawan…”

Deg Deg Deg Deg,

Jantungku semakin berdebar cepat mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulutnya. Aku sampai shock mendengarnya. Dia menggunakan adikku sebagai kesepakatan busuknya dengan Pak Wi,, tidak,, tidak,,, ,,, inikah arti dari perasaan tidak enak yang aku alami akhir akhir ini? aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi… aku tidak akan membiarkan Ressa dijadikan peliharaan orang2 biadab seperti mereka.

Aku : “TIDAK.. … KAMU TIDAK BERHAK MELAKUKAN ITU PADA ADIKKU… TAKKAN KUBIARKAN ORANG BRENGSEK SEPERTI KALIAN MENYENTUH ADIKKU..” Bentakku padanya…

PPPYYYARRRRR

Dia membanting gelas kopi yang di pegang begitu saja ke lantai lalu dia berjalan cepat mendekatiku yang sedang bersandar di meja dapur. Sesaat aku merasa takut ketika dia mendatangiku,,, kini Dia sudah berdiri tepat dihadapanku dengan wajah yang terlihat emosi.

Danu : “kamu lupa Siapa yang membiayai pengobatan adikmu…? Hmm? … AKU…AKU… kalau tidak karena uangku, adikmu sudah mati sejak lama.. JADI AKU BERHAK ATAS HIDUP ADIKMU…”Teriaknya tepat di wajahku,,,

Aku : “BAJINGAN….” Balas teriakku padanya…

PPPPPLLLLLAAKKKKKK

Dengan sangat keras dia menampar wajahku, kemudian mencekik leherku walaupun tidak begitu kuat.

Danu : “Saatnya adikmu membayar hutangnya kepadaku, atau apa perlu kuambil lagi hidupnya..? HAAH? ”

Dia lepaskan tangannya di leherku, aku langsung menunduk memohon memelas kepadanya sambil memegang kakinya.

Aku : “kumohon jangan adikku.. dia sudah cukup lama menderita.. masih banyak wanita lain yang mau dengan senang hati menjadi istri simpanan,, atau biar aku saja,, kumohon.. ” pintaku kepadanya sambil menangis

Danu : “Kesepakatan sudah terjadi, Dalam dunia bisnis, kepercayaan sangat penting artinya…. Adikmu tidak akan menderita.. meskipun Pak Wi tidak punya kekayaan sepertiku, tapi adikmu tidak akan hidup sengsara, hidupnya akan terjamin, hidup dalam kemewahan punya segalanya seperti yang kamu punya saat ini,,, harusnya kamu dan adikmu berterima kasih kepadaku..”

Aku : “Maksudmu adalah kebahagiaan palsu karena uang dan materi dan hidup dalam kesengsaraan batin tidak mempunyai hak dan kebebasan,, seperti burung yang hidup di dalam sangkar emas.. TIDAK AKAN KUBIARKAN ADIKKU MENJALANI KEHIDUPAN SEPERTI ITU”

Danu : “SIALANN…..”

BBRRUUUGGGGG, dia menendangku sampai aku terdorong kebelakang,,,,

Ya Tuhan,, sakit sekali,,, aku menangis sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di bagian perutku,, tapi aku tetap berusaha untuk berdiri sambi berpegangan pada meja dapur.. saat itulah aku melihat sebuah pisau dapur diatas meja.

Danu : “Besok bawa adikmu kesini,, semakin cepat Pak Wi bisa menemui adikmu, semakin cepat aku memenangkan tender itu.…. Jangan coba-coba untuk membawanya kabur atau menyembunyikannya,, bodoh, kamu pikir aku tidak tau dimana kamu menyembunyikannya? Lebih baik bawa adikmu kesini dengan damai sehingga aku tidak perlu menggunakan cara cara kasar..Menegerti?”

Ucapnya lalu dia merapikan dokumen dokumen di dalam tasnya.. bersiap untuk pergi. Sudah cukup penderitaan ini kualami… Takkan kubiarkan dia membawa adikku,,, aku bisa mengakhirinya sekarang juga… kupegang pisau itu.,, ya,, aku bisa mengakhirinya sekarang….

Deg Deg Deg Deg Deg Deg

Mengingat segala perbuatan yang sudah dilakukannya kepadaku dan memikirkan apa yang akan dilakukannya kepada Ressa membuatku sangat kalap. Jantungku semakin berdetak cepat memikirkan apa yang akan aku lakukan dengan pisau yang sedang kupegang erat ini. Hanya dengan cara ini aku tidak akan menderita lagi, Ressa tidak perlu merasakan penderitaan yang sama denganku,,

Dengan pisau ini,, Aku akan membunuhnya…..

Deg Deg Deg Deg Deg Deg

Tanganku gemetar memegang gagang pisau yang terasa sangat dingin, aku bisa melakukannya,, aku harus bisa,,,,

Om Danu sudah bersiap meninggalkan kamar ini dan berjalan pelan menuju pintu sambil melihat layar handphonenya… begitu juga denganku, aku sudah bersiap untuk menyerangnya sebelum dia keluar dari pintu itu. Hanya ini kesempatan yang kupunya..

Tap Tap Tap Tap

Suara langkah sepatu Om Danu terdengar sangat nyaring, ,,

Tap Tap Tap Tap

Detik demi detik berlalu dengan sangat lambat, 3 detik terlama dalam hidupku….. kini dia sudah tepat berjalan dihadapanku,, karena perbedaan postur tubuh, tidak mungkin aku menyerangnya dari depan,, aku pasti kalah,,, aku hanya bisa menyerangnya dari belakang,,, dan sekarang dia sudah melewatiku…

Ini saatnya

Saat aku akan bergerak, tiba2 …..

Ressa : “kak,,,,?” aku mendengar suara Ressa adikku yang sedang memanggilku,,,

Tap Tap Tap Tap,

Karena mendengar bayang2 suara adikku, aku masih belum bergerak sama sekali dari tempat daritadi aku berdiri,, Sampai akhirnya Om Danu keluar dari apartemenku..

Tubuhku tiba tiba menjadi kaku seperti robot, mataku tidak bisa berkedip, tanganku gemetaran memegang sebuah pisau yang daritadi kutatap dengan penuh penyesalan.

Apa yang aku lakukan..?

Kemudian dengan cepat seluruh tubuhku kini menjadi sangat lemas, pisau yang daritadi kupegang lepas dari genggamanku dan aku tertunduk dengan lututku yang terlebih dahulu menyentuh lantai. Lalu aku menangis sejadi jadinya.

Ressa,, maafkan aku.. hampir saja aku melakukan hal yang sangat buruk, membunuh seseorang, mungkin aku tidak akan pernah menyesal melakukannya tapi Ressa pasti sangat sedih jika tau aku melakukan hal itu,,, Maafkan aku Dek,,,

Pasti ada cara lain,, dengan cepat kuambil handhphoneku dan menelpon seseorang yang bisa membantuku…

.

.

.

——-POV REGA——

Aku : “Kamu tenang dulu Ress, aku segera kesana,, oke,? tunggu aku..”

Panggilan telepon dari Resty sudah terputus,,, SialSial..Sial,,, … sekarang orang itu malah mengincar Ressa,,,

Aku : “Fuckkk…”

Rein : “Dekk,, ada apa..?” tanya Rein kepadaku, dia tampak kebingungan melihatku gelisah,,,

Tidak ada cara lain,,orang itu sudah tidak bisa dibiarkan, sama saja dia mendeklarasikan perang denganku, aku akan menghadapinya,, dan seperti seorang prajurit yang akan bertempur di medan perang, aku membutuhkan perlengkapan yang tepat untuk menghadapinya. Aku melihat lagi layar handphoneku dan mencari kontak teman yang pernah kuminta bantuan kepadanya. Dua kali panggilan keluar ke nomor handphoneya tidak terhubung,..

Pleasee,, angkat,,,,

…… : “Halo…” Akhirnya panggilanku tersambung

Aku : “heii,, ini aku…”

…… : “Hmm…siapa,,? Rega…?”

Aku : “Iya… aku mem…” belum sempat aku mengatakan maksudku dia langsung ngomel2.

….. : “KAMU TAU INI JAM BERAPA…? AKU BARU SAJA BISA TIDUR SATU JAM YANG LALU.. ..”

Aku : “eh,,,Sorry,,Sorry kalau aku mengganggu tidurmu,,, tapi,, tumben banget jam segini kamu sudah tidur..? bahkan ini belum jam 12 malam.. ”

…… : “hmm,, kemarin malam aku tidak tidur sama sekali tau’.…”

Aku : “kenapa kamu tidak tidur?”

…… : “kamu pengen tau kenapa aku tidak tidur? Iya? karena kemarin malam aku bercinta dengan seorang pria yang baru saja kutemui di kota ini sampai kami lupa untuk tidur,,, “

Aku : “oh gitu…”

…… : “JELAS JELAS KARENA BANTUAN YANG KAMU MINTA SAMPAI MEMBUATKU TIDAK BISA TIDUR….” Ucapnya dengan teriak teriak,, aku sampai menjauhkan handphone dari telingaku… buset,, dia sangat marah…

Aku : “he he he,, maaf deh maaf..,,, sudah selesai,,? Aku membutuhkannya sekarang…”

…… : “belum,,, masih ada yang kurang,,, aku masih perlu waktu beberapa hari lagi..” Ucapnya datar,,,

Aku : “tidak ada waktu lagi,,, aku membutuhkannya sekarang untuk menghadapi orang itu… aku akan mengambilnya sekarang… kamu sudah dikota ini kan?”

…… : “hehh? Sekarang juga…? Tapi…”

Aku : “iya sekarang,,, beneran tidak ada waktu lagi…”

…… : “Rega,, kamu memang bisa menang menghadapinya dengan ini,, tapi aku peringatkan kepadamu kalau dia bukan orang sembarangan,,, kalau bisa, kamu menjauh sejauh mungkin dari orang itu, ,jangan membuat masalah dengannya… jaringannya ada dimana mana,, pemerintahan, kementrian, kepolisian,,, karena bukan hanya kamu yang akan kena imbasnya,, orang2 terdekatmu seperti Amanda juga bakalan diincarnya jika kamu berurusan dengannya…”

Seperti yang pernah diucapkan Resty kepadaku tentang orang itu.. laba-laba dengan seribu benang, dan dia tau cara menggunakan setiap benangnya..

Aku : “iya aku tau,, tapi tidak ada cara lain… ”

…… : “sayang,, aku jadi khawatir denganmu,, please jauhin orang itu….”

Hadeeh,, ucapanya semakin membuat nyaliku menciut,,,

Aku : “aku harus melakukannya,, wish me luck..!”

…… : “huffftt,, Good Luck,,!”

setelah itu Panggilan kami terputus,, aku harus bergerak sekarang,, kupandangi Rein yang masih kebingungan duduk diatas tempat tidur,

Aku : “Rein,,,,”

Rein : “hmm.?”

.

.

.

.

Aku sudah sampai di apartemennya Resty, saat memasuki apartemennya ,, kulihat Resty duduk di tepi tempat tidur sambil menangis.. dia langsung menghampiriku,,,,

Resty : “Gaa,, Ressa,,,,, hiks…” ucapnya sambil meggoyang goyang lenganku,,,

Resty kelihatan sangat ketakutan, dia takut terjadi apa2 dengan adik yang sangat disayanginya..

Aku : “Kamu tenang dulu Ress,,,”

Resty : “semua ini salahku Ga….” Ucap Resty sambil menangis dipelukanku,,,

Aku : “hei,,hei,,,Menyalahkan dirimu sendiri tidak akan membantumu melalui ini semua,, semuanya akan baik-baik saja,, aku janji..” ucapku mencoba menenangkannya,.

Resty : “apa yang harus kita lakukan?”

Aku : “kita harus mengamankan Ressa dulu,.. kita jemput dia sekarang,,, sebaiknya kamu menghubunginya dan suruh Ressa bersiap siap..,,” dia mengangguk dan menghubungi Ressa..

Tak lama kemudian aku dan Resty langsung berangkat untuk menjemput Ressa menggunakan mobilku.

.

.

SEMENTARA ITU DI DALAM SEBUAH MOBIL YANG BERADA DI KOMPLEK APARTEMENNYA RESTY

…… : “mereka baru saja berangkat Bos..”

Danu : “Hahaha,, seperti yang sudah kuduga,, Resty dan pacarnya itu sangat bodoh… Kita ikuti mereka, jangan sampai kehilangan jejaknya…”

….. : “Siap…”

.

.

Ditengah tengah perjalanan menjemput Ressa, hapeku berdering.. ada panggilan masuk dari,,

Hmmm..? Meta..? Kenapa dia menelepon malem2 begini?

Aku : “Halo,, Bee..?”

Meta : “Kamu lagi sama Resty…?” tanya dia datar..

Aku melihat Resty yang duduk disebelahku,,,

Aku : “i iya.. tapi…”

TUUUUUTTTTTT. Buset Langsung dimatikan,,, saat aku akan menelepon balik Meta, kulihat dilayar hapeku ada notifikasi pesan dari meta..


PESAN DARI META :

Bee.. Maafin sikapku tadi..

.

Bee.. Laper,

temenin makan.

.

Bee

.

Bee?

.

Beeeeeeeeeee

.

kamu beneran menemui Resty?

.


Sial,, kenapa aku tidak menyadari pesan-pesan dari Meta.. pantas saja dia langsung menutup telepon tadi, huaaaaaa,,, dia pasti salah paham,,, aku harus meluruskan pikirannya tentangku, jangan sampai pikirannya berbelok belok,, hehehe.. kucoba menelpon Meta lagi..

Tersambung,,,

Aku : “Bee….?”

Meta : “……………..” meskipun sudah terhubung,, tapi Meta hanya diam,, hanya bisa kudengar suara isak tangisnya… Meta menangis,? Bodoh banget, pantas saja dia menangis saat tau aku lagi sama Resty, dia pasti sangat kecewa denganku.

Kuhentikan mobilku dipinggir jalan agar fokusku tidak terpecah antara menyetir dan menelpon meta. Aku harus menyelesaikan urusanku dengan Meta dulu baru menyelesaikan urusan yang lain.

Aku : “Bee,,, aku memang sedang bersama Resty ,, tapi ini tidak seperti yang kamu pikirkan,, terjadi sesuatu dengan Resty dan aku harus berbuat sesuatu….. “ Resty melihatku…. Dia pasti tau kalau aku sedang menelpon Meta dan kulihat Resty seperti merasa bersalah.

Resty : “Ga.. biarkan aku bicara dengan Meta…” pinta Resty kepadaku,, tapi kutolak dengan gestur menggelengkan kepalaku,,

Meta : “………………”

Aku : “Bee… kumohon percaya padaku…”

Kulihat Resty yang masih memandangiku,,, kuraih tangannya, dan kugenggam erat,,

Aku : “Bee aku akan jujur kepadamu tentang perasaanku,,,, memang benar perkataanmu tadi, saat kamu memaksaku untuk jadi kekasihmu,, saat itu aku memang masih mencintai Resty,…” Kukatakan itu sambil memandangi Resty,, tidak bisa kubayangkan bagaiamana perasaan Resty mengetahui ini semua,, yang pasti dia sangat kaget.

Aku : “tapi Bee… hanya dengan waktu sebentar saja Kamu berhasil memaksaku untuk mencintaimu,, aku benar benar mencintaimu padahal sebelumnya aku begitu ragu dengan niatmu… Tadi kamu juga bertanya kepadaku apa aku masih mencintai Resty,, aku ,, aku tidak bisa menjelaskannya , aku tidak mengetahui perasaan apa yang kurasakan kepadanya saat ini,,, yang pasti Resty masih mencintaiku sampai sekarang,,, betapa beruntungnya aku tulus dicintai oleh dua orang wanita seperti kalian.. tapi…”

Sesaat aku merasa berat dengan apa yang akan aku katakan, tapi aku tetap harus mengatakannya,,,

♪ I Don’t want anybody else but you…

Aku : “Tapi Cinta Sejati hanya ada satu.. dan kamu adalah tujuan cinta sejatiku Bee..,, aku hanya ingin mencintaimu seorang, karena hanya cintamu yang aku inginkan,,, ”

Kurasakan tanganku sekarang bergantian yang digenggam sangat erat oleh Resty,, dia tidak lagi melihatku,,, dia melihat kedepan. Resty pasti sangat terluka mendengar ucapanku..

Meta : “………………..”

Aku : “Bee.. aku memang pria bodoh yang tidak mengerti apa2 tentang perasaan wanita .. aku sadar kalau cintaku kepadamu masih banyak kekurangan dan hanya membuat perasaanmu terluka karena aku masih saja dekat dengan Resty,, aku kadang masih tersesat dengan hatiku sendiri,,.. tapi kumohon jangan berhenti mencintaiku.. aku akan terus berusaha membalas cintamu yang tulus kepadaku… ” ucapku memohon kepada Meta,,,

Beberapa saat hening….

Meta : “uda ngomongnya ..?…. kamu memang pria bodoh,,,” ucapnya singkat…

Hmm,,

Meta : ”mungkin aku juga bodoh mencintai pria sepertimu., cintaku kepadamu telah membuat hatiku Buta, karena sampai kapanpun aku akan mencintaimu meskipun kamu mengabaikanku atau tidak mempedulikanku sama sekali,,aku memilih untuk tetap mencintaimu, dan aku masih ingin menghabiskan waktu dengan pria bodoh sepertimu… “

Aku sangat lega mendengar ucapannya,, aku tau Meta sangat mencintaiku..

Aku : “terimakasih Bee,, terima kasih masih mau bersama denganku…”

Meta : “kamu lagi dimana..? aku ingin bertemu denganmu sekarang juga,, aku ingin kamu ucapkan semua yang kamu katakan tadi langsung dihadapanku,,, aku ingin memelukmu Bee,, ,,” ucapnya sambil masih terisak..

Aku : “Aku juga ingin memelukmu Bee, tapi tidak sekarang,,, aku harus membantu Resty dulu….” Aku masih ragu untuk bisa bertemu dengan Meta dalam waktu dekat,,

Aku : “ehmm,,, Rein sering bercerita kepadaku tentang indahnya kota Paris.. kamu pernah kesana..?”

Meta : “Sering,,,”

Aku : “aku belum pernah kesana Bee,, setelah semua ini selesai, .. kamu mau mengajakku kesana?”

Meta : “,, cuman berdua..?”

Aku : “iya ,, Cuma aku dan kamu menikmati keindahan kota Paris… “

Meta : “aku mau Bee,, aku mau kesana denganmu,,”

Aku : “baiklah,,tunggu aku,,,sekarang aku harus pergi,,, I Love you Bee..”

Meta : “I Love you more Bee…”

Panggilan kami sudah berakhir.., apakah ucapanku kepada Meta tadi tulus?

Ucapanku kepada Meta tadi bukan hanya sekedar ucapan untuk membuatnya tenang dan tidak bersedih lagi. Aku memang mencintai Meta dan hanya dia yang aku inginkan,, sejak awal merencanakan untuk kembali ke Kota ini, aku juga sangat ingin melanjutkan lagi hubunganku dengan Meta,,aku selalu memikirkannya, selalu bermimpi hari hari indah bersamanya selamanya, dan aku masih yakin mimpiku dan mimpinya Meta masih sama,,,,

Awalanya aku berpikir untuk melepas cinta Meta agar tidak perlu lagi ada yang terluka. Tapi aku salah, jika aku melepas Meta hatikulah yang akan terluka, aku tidak mau lagi2 mengalami luka yang sama, harus berpisah dengan wanita yang kucintai dan dia yang mencintaiku seperti saat aku harus berpisah dengan Alexa,Winry, ataupun dengan.. Dias?… mungkin aku terlihat sangat egois harus meninggalkan Resty yang sangat mencintaiku. Tapi aku hanya ingin mempertahankan cinta terbaik yang saat ini kumiliki. Egoiskah aku ? Okelah kalau aku masih kelihatan egois,, tapi kali ini aku ingin mencintai tanpa perlu patah hati lagi… Aku memang belum terlalu mengerti tentang Cinta Sejati, aku juga tidak tau apakah Meta adalah sosok Cinta Sejati yang selama ini kucari,, tapi aku ingin Meta jadi akhir dari pencarianku.

Saat menoleh ke arah Resty, aku melihat sebuah kilau air mata yang jatuh menyusuri pipi Resty, kemudian butir air mata itu jatuh kebawah, sebuah air mata yang keluar dari seorang wanita yang sangat mencintaiku., Resty mencoba menyeka air matanya, tapi air matanya tidak mau berhenti menetes, malah menetes semakin deras. Aku tau ini bukan saat yang tepat bagi Resty mendengar apa yang aku ucapkan tadi,, tapi aku harus jujur dengan perasaanku, meskipun pasti sangat menyakitkan bagi Resty,,,hff,, sudah terlalu lama aku menggantungkan hatinya, itu salah satu kebodohanku yang lain.

Aku : “maafkan aku,,, aku bukan pria terbaik yang ada dihatimu..” ucapku pelan padanya,,

Kulihat Resty menggelengkan kepalanya pelan,,

Resty : “aku memang tidak bisa memilikimu seumur hidupku,, tapi kamu tetap yang terbaik dihatiku Ga..”

Maafkan aku Res, aku tidak pernah bisa mencintaimu,,, aku benar benar minta maaf,….. ucapku dalam hati,,

Tak pernah kuingin kamu menangis ,Tak pernah kuingin kamu bersedih
Namun harus kukatakan kepadamu Tentang apa yang kurasa.

Baiknya kamu melepas diriku Yang tak pernah bisa mencintaimu
Seharusnya tak kusimpan iba ini Dan membuatmu terluka

Maafkanlah diriku Yang telah melukai perasaanmu
Maafkanlah salahku, Semoga kamu mengerti, semoga kamu bisa memaafkanku

NAFF-YANG TAK PERNAH BISA MENCINTAIMU

Resty : “Sebelum terjadi apa2 padamu yang hanya akan membuatmu menyesal, sebaiknya kamu segera kembali.. biar aku sendiri yang menghadapi masalahku…” ucapnya kepadaku..

Aku : “apa kamu bercanda..? aku tidak akan membiarkanmu dan Ressa sendirian menghadapi orang itu… dan jika terjadi apa2 denganku, aku tidak akan pernah menyesal,, karena aku melakukannya untuk wanita yang mencintaiku, setidaknya hanya ini yang bisa kulakukan untuk membalas cintamu….”

Kunyalakan lagi mobilku dan melanjutkan lagi perjalanan kami.

.

.

Dan kami sudah sampai di rumah ini lagi. Aku dan Resty langsung masuk kedalam rumah,,didalam, Ressa sudah menunggu kami berdua dan dia langsung menyambut mendatangi kami..

Ressa : “Ada apa kak..? apa yang terjadi,,,?” tanya Ressa kakaknya, sepertinya Resty belum menceritakan apa yang terjadi pada Ressa.

Resty : “kita harus pergi dari sini,, “ ucapnya pada Ressa.

Ressa : “iya tapi kenapa harus malem2 gini sih? kalian mau kawin lari…?”

Hadeeeh,,, Ressa tetaplah Ressa,,,,,

Resty : “nanti aku jelasin dijalan,,, kita berangkat sekarang Ga….”

Aku menganggukan kepalaku dan kami segera keluar dari rumah ini,, tapi saat kubuka pintu rumah ini,, aku dikagtekan dengan seorang pria berpakaian serba hitam yang berdiri tepat didepan pintu dengan membawa….

BBBRUGGGGG…..

Orang itu membawa sebuah pistol dan baru saja dia gunakan untuk memukul sangat keras kepalaku dengan gagang pistol itu.. aku langsung terkapar jatuh kebelakang..

Resty : “EGAAAAAAAA,,,,” Aku masih bisa mendengar teriakan Resty, tapi kurasakan kepalaku sangat sakit sekali..hingga kemudian aku tidak sadarkan diri.

.

.

.

.

BYUUUUURRRRRRRR….

Seketika aku tersadar setelah se-ember air diguyurkan ke tubuhku,,

Apa yang terjadi ? Aku pingsan..?

Aku mencoba memahami apa yang terjadi,, Aku ingat, seseorang memukulku dengan pistol,,, saat ini Aku sedang duduk di sofa ruang tamu rumah ini, seluruh tubuhku basah karena siraman air tadi begitu juga dengan sebagian sofa yang sedang kududuki ikutan basah.

Hmmmm..?

Sial, tanganku diborgol….

Tepat duduk dihadapanku seorang pria sedang santai merokok dengan satu kaki disilangkan diatas kaki yang lain. Pria itu tidak lain tidak bukan adalah suaminya Resty.. lalu Resty dan Ressa..? Reflek aku mencoba mencari keberadaan mereka berdua di ruangan ini,, ternyata Resty dan Ressa ada di sebelah kiri tempatku duduk,, mereka sedang berdiri dengan tangan terikat kebelakang dan mulut yang tertutupi lakban, masing-masing dibelakang mereka ada seorang pria yang memegangi mereka dengan pistol di tangan mereka.. Resty melihatku sambil meneteskan air mata..,, sedangkan disebelahku, berdiri seorang pria yang sedang membawa ember,,, sepertinya dia yang menyiram tubuhku,, tau aja orang ini kalau aku belum mandi,, hehe.. jadi suaminya Resty datang bersama dengan 3 orang pengawal, ataukah diluar masih ada orang..?

Sial,, mereka langsung menargetkan untuk melumpuhkan terlebih dahulu sebelum membungkam Resty dan Ressa.. padahal mereka tidak perlu melakukan itu,, dikira aku kuat? Dikira aku bisa jago bertengkar dengan mereka seperti Rein,,? Dikira aku gak takut? Takutlah,,,,,,Hadeeehh,, pria macam apa aku ini,, membela diri sendiri aja gak bisa, bagaimana bisa menjaga Resty dan Ressa…. Coba Rein ada disini, pasti mereka semua sudah KO..

Danu : “Akhirnya kita bisa bertemu,, ehm, maafkan kelakuan orangku yang membuatmu basah seperti itu… padahal aku menyuruhnya untuk tidak kasar kepadamu.. memang terkadang mereka tidak mematuhiku dan sering lepas kendali, sekali lagi aku minta maaf….” Ucapnya kepadaku..

Orang yang bernama Danu ini kelihatan sangat tenang sekali,, sama sekali tidak kelihatan kalau dia adalah orang yang jahat dan arogan dengan penampilannya yang mewah, kelihatan ramah, bisa mengendalikan emosinya, dan begitu percaya diri,,, tapi aku tau siapa dia sebenarnya, aku pernah sekali bertemu dengannya di apartemennya Resty,, segala yang diceritakan Resty kepadaku tentang orang itu dan juga informasi dari temanku, bisa dikatakan orang ini memang bukan orang sembarangan,, dengan ketenangannya saat ini, membuktikan dia adalah seorang psikopat sejati.

Aku : “bangsat,, apa maumu…?” aku mencoba kelihatan cool dihadapannya…

BRRUGGGGGG,,,, orang yang berdiri disebelahku tiba2 memukul wajahku, sampai bibirku lecet dan berdarah…

Resty : “emphhhhh…emphhhh,,,,,” Resty mencoba mengatakan sesuatu,,,,,

Danu : “Heii,,ayolah,, tidak perlu kau lakukan itu,,,,” ucapnya kepada orang yang memukulku.

Danu : “sekali lagi aku minta maaf,,, mereka semua memang bodoh,, sama sepertimu dan wanita sialan itu,, hahahaha…“ ucapnya kepadaku,,,

Danu : “bawa dia kesini….!” Perintah Danu kepada orang yang sedang memegangi Resty,, orang itu langsung membawa Resty dan mendudukkan Resty disebelah Danu… dan lakban yang menutupi mulut Resty dibuka olehnya..

Danu : “Kaupikir bisa membawa kabur adikmu..? hmm..? .. akan kuberi satu rahasia kecil,, saat kubilang padamu kalau aku tau dimana kamu menyembunyikan adikmu,, sebenarnya aku berbohong,, aku sama sekali tidak tau kau menyembunyikannya disini.. hahaha,,, tapi aku tidak perlu susah2 mencari adikmu karena aku yakin kamu akan segera bereaksi untuk mengamankan adikmu,, yang perlu kulakukan hanya menunggu dan mengikutimu, dan akhirnya kita semua dipertemukan disini..sekarang aku sudah mendapatkan adikmu,, hahaha hahaha… kalian pikir kalian ini pintar ? hahaha”

Sial..ternyata dia benar benar mengikuti mobilku,,

Danu : “fiuhh,, bodynya adikmu memang tidak kalah denganmu,” ucapnya sambil melihat Ressa…

Danu : “sayangnya dia masih perawan,, kalau tidak, aku akan mencicipinya malam ini… atau aku harus meralat ucapakanku pada Pak Wi tentang adikmu yang masih perawan,,? Biar aku saja yang menjebol perawannya,,, hmm, tidak,, tidak,, yang penting paling terpenting adalah aku mendapatkan megaproyek itu,, aku bisa mencicipi adikmu kapanpun aku mau,, Pak Wi akan dengan senang hati membiarkanku mencoba adikmu,,,,”

Resty yang kelihatan sangat emosi mendengar ucapan orang itu tiba2 meludahi muka orang itu..

Resty : “Brengsek,,,”

PPPLLAAAAAKKKKK…

Sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya Resty sampai dia jatuh dari sofa,, aku sempat bangkit tapi ditahan orang yang daritadi disebelahku,,,

Danu : “Begini kelakuanmu kepada orang yang memberimu segalanya,,? Ini balasanmu atas segala budi yang kulakukan untukmu..? hah,,? Wanita sialan,,,”

PPPLLAAAAKKKKKKK,,,

Resty terpekik kesakitan, dia tidak bisa melawan atau sekedar menahan tamparan orang itu karena tangannya terikat dengan tali,,… Ressa mencoba berontak setelah melihat kakaknya dipukul tapi orang yang menjaganya tidak membiarkan Ressa bergerak..

Aku : “hentikannn,,, cukup…” teriakku pada orang itu……

Danu : “oiya lupa kalau kamu ada disini,, maaf kamu harus melihat itu semua,, biasalah masalah rumah tangga, suatu saat nanti kamu akan mengerti…” ucapnya kepadaku..

Danu : “dan karena ini masalah rumah tangga,, sebaiknya orang asing sepertimu tidak perlu ikut campur,, aku akan memberimu kesempatan untuk pergi dari sini dengan damai, dan jangan pernah ikut campur masalah rumah tangga kami lagi.. “

Danu : “ayolah,, masih banyak wanita lain yang lebih cantik dari dia,, kamu masih sangat muda dan tampan,,, kamu bisa mencari wanita wanita yang lebih sexy diluar sana… buat apa kamu masih membela pelacur bodoh seperti dia,,, dia sama sekali tidak berharga dan tidak ada artinya bagimu..”

Aku : “ Jaga ucapanmu,, Resty adalah wanita yang hebat dan kuat, kamu seharusnya menghormati wanita seperti dia,, tidak seharusnya kamu memeperlakukan wanita terhormat seperti Resty secara kasar,,, hanya karena dia datang kepadamu membutuhkan bantuan, kamu anggap dia lemah sehingga kau jadikan sasaran empuk untuk memuaskan nafsumu dan kau berhak atas hidupnya…? Hah,,,? Dasar Binatang, bahkan kamu orang yang lebih buruk dari binatang,,.dan aku tidak akan meninggalkan tempat ini tanpa Resty dan adiknya…”

Resty : “Ega,,,” Resty menatapku,,,,

Danu : “hm,, jadi itu keputusanmu..? kamu menolak kesempatan pergi dengan damai,,? Oke,, tidak masalah kalau kamu ingin tetap disini.. biar aku yang pergi dari sini membawa Resty dan adiknya,,, kamu akan tetap disini dengan orang-orangku yang kamu tau sendiri mereka kadang lepas kendali… berdoalah mereka masih membiarkanmu melihat matahari besok…” ucapnya sambil berdiri..

Danu : “bawa kedua wanita ini ke mobil,,, “

Kemudian Resty dipaksa berdiri oleh orang yang dartitadi menjaganya dan Resty ditarik menuju pintu, ,,, orang yang menjaga Ressa juga bersiap untuk membawa Ressa keluar,,,

Resty : “lepaskan,, lepasakannn…” Resty mencoba berontak, tapi tenaganya masih kalah dengan orang yang menjaganya,,,

Sial..sial…sial….. aku harus segera melakukan sesuatu…

Aku : “TUNGGU,,,,” Teriakku kepada mereka sebelum mereka keluar dari dalam pintu… mereka semua melihatku,,,

Aku : “ijinkan aku memeluk Resty untuk terakhir kalinya,,, pleasee, aku tidak akan bisa macam macam dengan tangan terborgol…” pintaku kepada Danu…

Danu : “mau mati aja banyak maunya,,, oke.. oke… biarkan dia,,,” perintah dia kepada orang yang menjaga Resty…

Aku : “tolong buka ikatannya,,, bagaimana Resty bisa memelukku kalau tangannya terikat…”

Danu memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk menuruti permintaanku dan segera melepaskan ikatan tali ditangan Resty,,, Resty langsung menghampiriku,, kumanfaatkan waktu ini untuk berpikir,, satu orang pengawal Danu sedang berdiri dekat denganku,sedangkan 2 pengawal yang lain berdiri tidak jauh dekat pintu, salah satunya sedang memegang Ressa,,, dan ketiga pengawal danu itu masing2 membawa pistol di tangan mereka,,, sedangkan Danu berdiri sangat dekat dengan pintu, tangannya bahkan sudah memgang gagang pintu… saat Resty sudah mendekatiku…

Aku : “peluk aku,,” ucapku pelan pada Resty…

kuangkat tangaku yang terborgol keatas,,, dan saat Resty memelukku,, kuturunkan tanganku dan memeluk Resty,,, lalu kubisikkan sesuatu kepada Resty…

Beberapa detik kemudian borgol yang daritadi menahan tanganku terlepas dan jatuh begitu saja ke lantai..,, semua orang tampak kaget dengan borgol yang tiba2 jatuh,, saat semua masih terkejut,, aku langsung melepas pelukanku pada Resty dan langsung merebut pistol yang dipegang salah satu anak buah Danu yang berdiri didekat kami,,, lalu dengan cepat aku berlari menuju Danu dan mengarahkan pistol itu kepadanya, tepat dikepalanya,, begitu juga dengan dua pengawal Danu yang masih memegang pistol, dengan cepat mereka mengarahkan pistol itu kearahku,,,

Suasana menjadi semakinn tegang,,,

Aku : “aku memang tidak akan bisa macam macam dengan tangan yang terborogol,, tapi aku bisa meletuskan pistol ini tepat dikepalamu jika kau tidak menyuruh orangmu menjatuhkan pistol mereka…” ancamku kepada Danu… buset,, apa aku sudah kelihatan keren,,? Bahkan aku tidak tau bagaimana cara menggunakan pistol ini…. Tapi aku akan mencoba untuk tetap tenang agar tidak ketahuan kalau aku hanya menggertak mereka,,,

Danu : “Bagaimana bisa borgol itu lepas…?” tanya dia padaku,,,

Aku : “hmmm.. seorang pesulap tidak akan pernah membocorkan rahasia sulap mereka kepada penonton,,, CEPAT SURUH ORANGMU MENJATUHKAN PISTOL MEREKA ATAU KEPALAMU AKAN BERLUBANG….!!!”

Aku dan Danu masih saling berpandangan,,,

Danu : “jatuhkan pistol kalian,,,!!” perintah Danu kepada pengawalnya.,

Yess,, berhasil,,, dua pistol sudah tergeletak dilantai… tapi semua pengawal Danu masih terlihat siaga…seolah mencari celah untuk menyerangku…

Aku : “Res,, ambil pistol2 itu,,,,” Resty menuruti ucapanku, dan mengambil pistol2 itu,,,,

Aku : “sekarang juga bawa pistol itu dan Ressa ke mobilku,,, “ perintahku lagi kepada Resty,.,,,

Danu : “sebaiknya jangan lakukan itu,, kalian bertiga tidak akan pernah bisa kabur dariku…” walaupun hidupnya terancam, Danu masih saja bisa mengancam kami…

Aku : “siapa bilang aku akan kabur,,? Resty dan adiknya yang akan pergi dari sini,, aku tetap disini menjaga agar kalian tidak bisa mengejar Resty…”

Resty terlihat kaget dengan ucapanku,,,

Resty : “Ega,,, kita pergi bersama sama,, aku tidak akan meninggalkanmu disini bersama mereka….” Ucapnya kepadaku,,,

Aku : “Ress,, cepat bawa Ressa pergi dari sini,, ingat yang kukatakan padamu tadi,,,? Aku tidak pernah menyesa,,,”

Resty melihatku sambil menangis,,, lalu dia memasukkan pistol pistol itu kedalam tasnya lalu membawa keluar Ressa yang masih terikat …. Beberapa detik kemudian aku mendengar suara mesin mobil yang menyala,, itu mobilku, dan sesaat kemudian kudengar suara mesin mobil itu menjauhi tempat ini… itu artinya tidak ada pengawal lain diluar rumah ini…. syukurlah,, setidaknya Resty dan Ressa bisa pergi dari sini… tinggal aku , Danu dan tiga pengawalnya yang dari tadi bersiap siap untuk menyerangku… aku melihat ketiga pengawal Danu,, yang saling melihat satu sama lain seperti sedang berbicara dengan isyarat,,,

Suasana masih terasa tegang dianta kami,, tanganku mulai gemetaran memegang pistol yang berat ini… Tapi karena aku yang daritadi fokus melihat pengawal Danu, aku sama sekali tidak menyangka kalau Danu yang bakalan menyerangku,,,, dia memegang tanganku yang sedang memegang pistol lalu diarahkannya tanganku keatas,,, Oh Tidak,,,, sedetik kemudian satu pengawal Danu mendorong tubuhku sampai tubuhku terdorong ke tembok dekat pintu,, dan dia berhasill merebut pistol yang daritadi kupegang…

Shitt,,,

Kedua pengawal yang lain mendatangiku dan secara bergantian memukul perutku,,,

Brug Brug Brug Brug Brug Brug

Aku : “Arrggghhh…. “ aku langsung terjatuh begitu saja di lantai sambil kesakitan memegangi perutku,,,

Danu : “Cepat kita kejar kedua wanita itu,, pasti belum begitu jauh,,,, “ ucap Danu kepada para pengawalnya,,,

—— : “Bagaimana dengan dia Boss.,..?” tanya salah satu pengawal kepada Danu mengenai nasibku,,,

Danu : “bawa dia…. Mungkin dia akan berguna untuk membujuk wanita itu…”

Aku langsung ditarik paksa keluar dari rumah ini,, kemudian aku dimasukkan kedalam mobil,, aku diapit diantara kedua pengawal Danu yang berbadan tegap di kursi belakang,, sedangkan Danu di kursi depan bersama satu pengawalnya yang berada dibalik kemudi.. dan dengan cepat mobil ini berjalan meuju jalan raya… aku berharap Resty sudah pergi jauh….

Tapi kenyatannya tidak,,

……. : “mereka sudah kelihatan Bos,,,” ucap pengawal Danu yang sedang menyetir mboil..

Danu : “Baguslah,, terus ikuti mereka,, lalu hadang mereka,,,,”

Dan benar saja,,, aku bisa melihat mobilku yang sedang dikendarai Resty berjalan agak jauh didepan mobil ini, jalanan sangat sepi, karena ini sudah sangat larut malam..,,, sial,, sial,,sial,,, dan tidak perlu waktu lama untuk mobil ini bisa mendekati mobil yang dikendarai Resty,,, saat ini mobil ini sudah berjalan beriringan dengan mobilku,,, Danu membuka kaca mobil ini,,,

Danu : “BERHENTIII…!!!” ucapnya kepada Resty yang sedang menyetir,,, kulihat Resty kaget melihat Danu,,, mungkin Resty tidak menyangka Danu bakalan mengejar mereka secapat ini,,, atau aku yang bodoh tidak bisa menaham mereka lebih lama di rumah tadi..

Tapi bukannya berhenti setelah melihat Danu,,, mobillku yang dikendarai Resty malah berjalan lebih kencang,,, dan mendahului mobil yang kutumpangi,,,

Aku : “yeah,, that’s my Girl…” teriakku didalam mobil ini,,, tapi aku langsung dipukul oleh pengawalnya Danu disebelahku,,,

…… : “DIAAAMMM..” teriaknya kepadaku,,,

Ya,, seperti itu Ress,, jangan menyerah,,,,

Danu : “Cepat kejar mereka….!” Perintah Danu kepada sopir mobil ini…

Kedua mobil masih saling mengejar di jalanan yang sepi di tengah malam ini, beberapa kali mobil ini berhasil mendekati mobil yang dikendarai Resty, dan sempat bersenggolan. Mobil ini juga beberapa kali menyalip mobilnya Resty, dan selalu mengahadang mobil Resty tiap berhasil menyalipnya. Namun Resty selalu bisa menghindari hadangan mobil ini dengan berjalan zig zag. Dan sekarang saat lolos lagi dari hadangan mobil ini, Mobinya Resry berjalan sangat cepat mendahului mobil ini.

Jalanan yang sepi membuat Resty tidak ragu memacu mobilku dengan sangat cepat,,, seharusnya kecepatan mobilku lebih tangguh dari mobil MPV mewah yang sedang aku tumpangi ini, tapi karena yang mengendarainya adalah seorang wanita yang mungkin Resty baru pertama kali menyetir mobil seperti mobilku, jadinya mobilku tidak bisa berjalan maksimal . tapi aku juga khawatir jika Resty memacu mobilku dengan cepat, aku takut dia tidak bisa mengendalikan kecepatan mobilku.

C’mon Ress,, kamu pasti bisa..

Dari kejauhan kulihat mobil yang dikendarai Resty ngedrift dan berputar arah dengan sangat cepat kemudian berhenti di tengah jalan. Aku sempat terkejut Resty bisa melakukan itu… lalu sedetik kemudian mobil itu berjalan lagi dengan cepat menuju arah mobil yang sedang aku tumpangi.

Danu : “apa yang akan dia lakukan,,? Apa dia sudah gila…?”

Aku : “Tidak,, Resty tidak pernah segila ini…”

Danu : “Dia tidak akan berani melakukannya,,,”

Mobilnya Resty masih berjalan lurus ke arah mobil kami dengan kecepatan tinggi,, apakah Resty akan menabrakkan mobilnya ke mobil ini? Ress.. apa yang kamu lakukan..?”

Sama sekali tidak ada tanda2 Resty akan berhenti atau mengurangi kecepatan mobilnya..

…… : “Boss..?” tanya sopir mobil ini.. saat mobilnya Resty sudah semakin dekat…

Jantungku atau mungkin jantung semua orang yang ada di mobil ini sedang berdetak cepat mengetahui kedua mobil ini akan saling bertabrakan,,, ketika sudah sangat dekat aku langsung berteriak,,,

Aku : “Menghindar..meghindar…”

Mendengar teriakanku, sopir mobil ini langsung membanting setirnya untuk menghindari tabrakan dengan mobilnya Resty. Dan baru saja mobil yang dikendarai Resty melewati mobil kami dengan kecepatan penuh…

Semua orang ini di mobil ini kelihatan sangat shock, hampir saja terjadi tabrakan…

Danu : “Dia memang sudah Gila.. apa yang sedang dipikirkannya..?”

Aku : “Ohh Man,, kita tidak akan pernah tau apa yang ada dipikiran seorang wanita,, percaya padaku…” balasku kepadanya,,,

Danu : “Cepat,,kejar dia,, cepat,,,” perintah Danu..

Dengan cepat mobil ini berputar arah dan langsung mengejar mobilnya Resty lagi,, dari kejauhan aku bisa melihat mobilnya Resty berbelok ke sebuah tikungan yang tadi kami lewati,,, dan tikungan itu mengarah ke,,, hmm,,? Kota..? kenapa Resty malah memutuskan menuju kota dengan jalanan yang berbelok belok dan mungkin ramai..? sial…

Kejar kejaran kedua mobil masih terus berlanjut di tengah kota Aselama beberapa menit,, Mobil Resty berjalan dengan sangat cepat di tengah jalanan kota,, kulihat beberapa kali mobilnya Resty hampir menabrak mobil pengendara lain,, tapi Resty masih tetap aja nekat berputar putar di jalanan kota dengan kecepatan tinggi,, sedangkan mobil ini sama sekali tidak bisa berjalan dengan cepat dengan kondisi jalanan yang bisa dibilang sepi tapi masih ada beberapa mobil pengendara lain. Tak ayal, mobil ini tidak bisa mendekatkan jarak dengan mobilnya Resty,, malah sekarang mobilnya Resty berjalan dengan sangat cepat lagi…

Danu : “jangan sampai kehilangan dia,,!!!”

Kulihat mobilnya Resty sudah berbelok di sebuah tikungan,, beberapa saat kemudian mobil ini juga sudah berbelok di tikungan yang sama di jalanan yang menurun,, bisa kulihat mobilnya Resty menuruni jalanan ini dengan sangat cepat,, OH Tidak,,,,

Mobilnya Resty masih berjalan lurus di jalanan yang harusnya berbelok,, apa dia tidak bisa mengendalikan kecepatan mobilku,,? Aku sangat panik,, semua orang di mobil ini juga kelihatan gelisah melihat mobilku yang berjalan lurus mengarah ke sebuah tiang monorel yang terbengkalai dengan kecepatan sangat tinggi..

Aku : “NO,,no,,Nooooooo..”

Dan baru saja mobil yang dikendarai Resty menabrak tiang itu.. tidaakk,,tidakk,,tidakk,,,, suara mobil yang menabrak tiang terdengar sangat keras.. mobil ini langsung berhenti setelah melihat mobil itu menabrakk,, ,, aku sangat panik dan aku langsung berusaha keluar dari mobil ini dengan paksa mendorong pengawal disebelahku,, pengawal itu tidak siap dengan seranganku karena semua orang di mobil ini masih tidak percaya mobilku yang ditumpangi Resty akan menabrak.. dan aku berhasil membuka pintu mobil dan keluar dari mobil ini…

Dari kejauhan aku bisa melihat mobilku yang menabrak tiang itu kini mengeluarkan api dan asap yang tebal dan tidak ada tanda tanda Resty ataupun Ressa keluar dari dalam mobil.. dan sedetik kemudian.

BBBLLLAAMMMMMMM, Mobilku meledak,,, ledakannya sangat kencang dengan api yang sangat besar membara di seluruh bagian mobil,, Resty dan Ressa tidak sempat menyelamatkan diri…

Aku : “Tidaaaaakkkk,,,,Resty,,,Ressa…” aku langsung tertunduk di tengah jalan disebelah mobilnya Danu.. semua orang di dalam mobil keluar untuk melihat ledakan itu…

Aku : “apa yang sudah kulakukan,,?”

Danu : “fuck… Lihat apa yang sudah kau lakukan,, mereka akan baik baik saja jika kau membiarkanku membawa mereka…”

Aku : “Noooo,,, Resty,, Ressa…. Fuckckk…” aku menangis menyesali keputusanku sambil memukul mukul aspal,,

Danu : “Cepat kita pergi dari sini,,,”

…… : “bagaimana dengan dia Boss..?” tanya pengawal Danu,,,

Danu : “tinggalkan dia… “

Dan kemudian mereka semua pergi ,, meninggalkanku di tengah jalan yang masih meratapi mobilku yang terbakar dengan Resty dan Ressa di dalamnya,,,

.

.

.

3 HARI KEMUDIAN

——-POV REGA——

Jika aku sedang duduk di meja riasnya Resty,, Rein sedang duduk di tepi tempat tidurnya Resty sambil menonton berita di TV. Samar samar aku bisa mendengar berita di TV itu..

Suara Berita di TV : “polisi masih menyelidiki kecelakaan yang terjadi 3 hari yang lalu di tengah kota, sebuah mobil yang menabrak dan meledak……”

Tiba2 saja pintu apartemen ini dibuka oleh seseorang,, orang itu langsung masuk ke dalam kamar ini.,, dan orang itu adalah suaminya Resty yang bernama Danu.. aku dan Rein langsung berdiri berdekatan.. Danu tidak sendirian dia bersama 3 pengawalnya masuk ke dalam ruangan ini.. tiba2 suasana menjadi sangat tegang,,,, Danu mendekatiku dan menatapku dengan tatapan mata yang sangat tajam.

Aku : “aku sudah menunggu kedatanganmu…” ucapku padanya.

Suara Berita di TV : “ menurut saksi mata,, Mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi kemudian menabrak tiang monorel lalu mobil itu meledak,,, namun anehnya tidak ditemukan satupun jasad di dalam mobil itu,, polisi masih menggali informasi mengenai kejadian aneh tersebut…

Danu : “Dimana Resty dan adiknya? Apa yang sebenarnya terjadi…? Aku melihatnya sendiri mobil itu menabrak dan meledak,, kenapa mayat Resty dan adiknya tidak ada di dalam mobil itu,,? Apa yang sudah kau lakukan,,? Bagaimana mereka tiba2 saja hilang seperti….”

Aku : “Magic…..” ucapku memotong kalimatnya…

Rein : “ohh pleasee,,, “ Rein mencibirku setelah mendengar ucapanku..

Aku : “Kenapa Rein..? bukankah itu sesuatu yang keren untuk diucapkan…”

Rein : “whatever…” ucapnya disebelahku..

Danu : “APA MAKSUDMU…?” ucapnya dengan sangat emosi,, dia kelihatan sangat kebingungan..

Aku : “Kamu ingin tau..??.. tentu tidak ada yang namanya sihir di Dunia ini, yang ada hanyalah sebuah realita.. dan bagaiamana cara orang bodoh sepertiku bisa membodohimu.. itu yang dinamakan Magic Trick.. 

Rein : “Deeekk,,,”

Aku : “sssttt,, kamu diem dulu knp sih Rein..” ucapku pada Rein yang semakin membuatnya kesal.

Aku : “Aku mengutip ini dari salah satu film favoritku,, setiap pertunjukan sulap selalu memiliki tiga bagian didalamnya. Yang petama adalah “The Pledge”, pada bagian ini pesulap menunjukkan sesuatu yang biasa,, seperti permainan kartu atau melepaskan borgol yang menahan tangan si pesulap.. hmm,, kemudian bagian kedua dinamakan “The Turn”, pada bagian ini pesulap akan memperagakan keahliannya dengan sesuatu yang lebih istimewa seperti menghilangkan benda atau menghilangkan sepasang adik kakak dari sebuah mobil yang akan menabrak… hehehe, namun penonton tidak akan bertepuk tangan pada bagian kedua tersebut,,, karena menghilangkan sesuatu atau seseorang itu belum cukup,, si pesulap harus membawanya kembali seperti semula, bagian itulah yang disebut “The Prestige” yang mengundang jerit kagum dan tepuk tangan para penonton….” Ucapku pada Danu,, dia dan tiga pengawalnya tampak kebingungan,, sedangkan Rein malah geleng geleng disebelahku,,,

Aku : “ohh C’monn ,, bukankah ini seharusnya kalian bertepuk tangan..? hfff,,, okelah mungkin kalian tidak mau bertepuk tangan karena aku tidak bisa membawa Resty dan adiknya kesini,, tapi satu hal yang pasti Resty dan adiknya sudah pergi jauh dari sini bahkan aku tidak tau dimana mereka sekarang, aku melarang mereka memberitahuku dimana mereka,, jadi percuma saja kalian bertanya padaku,,”

Danu : “BANGSATT…BAGAIAMANA KAMU MELAKUKAN ITU SEMUA…?” Teriaknya diwajahku,,,

Aku : “Oke,, oke,, tenang,,,tenang,,, sebenarnya seorang pesulap tidak akan pernah mengungkap rahasia tricksulap mereka, tapi aku aakan mengatakannya,,, bagaiamana Resty dan adiknya tiba2 menghilang dari dalam mobil yang sedang berjalan,,? Rahasia sebenarnya adalah dari awal Resty dan adiknya tidak pernah berada didalam mobil yang menabrak dan meledak itu… karena mobil yang ditumpangi Resty dan Adiknya berbeda dengan mobil yang meledak itu., ,,”

Danu : “Hahh..?” dia tampak semakin bingung,,,

Aku : “yaa,,, Mobil yang berbeda tapi dengan jenis yang sama,, intinya mobil itu ada 2,,,”

Karena yang menabrak dan meledak itu adalah mobilnya Rein,, Papa sengaja membelikan kami mobil yang sama, merk yang sama, tipe yang sama, bahkan warna yang sama,,,

Aku : “di tikungan terkahir itu,, mobil yang ditumpangi Resty langsung berbelok tajam di salah satu tempat yang gelap,, kau pasti ingat bagaiamana Resty nge-Drift sebelumnya, berbelok tajam dengan cepat tidak masalah baginya,, jadi saat aku dan kalian melihat mobil yang berjalan cepat kemudian menabrak dan meledak itu,, sebenarnya kita sedang melihat mobil kedua.. lalu bagaimana mboil itu bisa berjalan sendiri…?”

Danu : “jalanan yang menurun…..” ucapnya,,,

Aku : “exactly… itu hanyalah trik sederhana dengan memanfaatkan gravitasi bumi.. dari awal kamu dan orang2mu tidak pernah lepas melihat mobil yang ditumpangi Resty… tapi kalian tidak melihatnya dengan seksama… tapi memang itu tujuan dari trick ini,, semakin kau pikir melihatnya, kalian semua semakin mudah untuk ditipu,,,, hahahaha..”

Aku : “ketepatan waktu dan perhitungan yang pas juga menjadi aspek terpenting trik ini bisa berhasil dilakukan,,, tentu aku tidak melakukannya sendirian, bahkan aku bersama kalian saat itu,,, ada seseorang yang membantu mengarahkan Resty menuju jalan itu dan menyiapkan mobil kedua,,,tidak lain tidak bukan adalah wanita yang ada disebelahku ini,, sebut saja asisten pesulap,, cantik kan,,? Dengan bantuan alag GPS yang terpasang di mobilku, asistenku ini tau kapan waktunya untuk bersiap siap dan mengarahkan Resty… ” ucapku sambil memeluk tubuh Rein dari belakang,,,

Rein : “Hadeeeh,, terserah kamu lah dekk,..”

Danu : “kurang ajar….. Habisi mereka berdua,,,,!” perintah Danu kepada pengawalnya…

Satu orang pengawalnya langsung mengarahkan tinjunya tepat diwajahku,, tapi sebelum tinjuannya mengenai wajahku,, tangan orang itu ditahan oleh Rein,, dan Rein langsung menendang badan orang itu dengan sangat kuat,, sampai orang itu terkapar kebelakang,,, badanya sampai terbentur lemari kaca,,,

Melihat temannya terkapar, dua orang pengawal yang lain langsung menyerang Rein dari kedua sisinya secara bersamaan,, satu pukulan mengarah ke kepalanya Rein,, tapi dengan cepat dia menunduk yang membuat pukulan orang itu malah mengenai temannya sendiri dan langsung terdorong kebelakang hingga ke jungkir balik di sofa,,,,, lalu masih dalam keadaan mununduk Rein melayangkan tinjunya kepada pengawal yang tadi gagal meninjunya tadi,, dan pengawal itu langsung ambruk kena tinju Rein di bagaian selangkangannya,,, uhhhh,, ngilu ngilu deh tuh orang,,,,

Ketiga pengawal Danu terkapar tidak berdaya… Danu sangat shock melihat betapa mudahnya Rein mengalahkan orang-orangnya.,,

Aku : “Upss lupa,, selain dia ini asisten pesulap,, dia juga adalah malaikat penjagaku,, ehm,, kadang dia memang sadis dan ,, lepas kendali…“

Rein : “Pak Tua,, kamu mau melawanku juga,,,?” tantang Rein pada Danu,,,

Danu : “Sialan,,, kamu pikir bisa menyembunyikan Resty dan adiknya,,? Diamanapun dia sembunyi,, aku akan menemukannya,, semua aksi gilamu kemarin tidak akan pernah ada artinya…” Ancam dia padaku,,

Aku : “No,, No..sebaiknya jangan pernah melakukan itu,, jangan pernah mendekati Resty atau adiknya lagi… sebaiknya segera pergi dari sini dengan damai,,,”

Danu : “Atau apa,,? Hah..? kau pikir aku takut dengan kalian…?” meskipun orang orangnya sudah tidak berdaya, tapi tetap saja dia masih berusaha mengancamku dan Rein,,,

Aku : “atau aku terpaksa melakukan cara kotor untuk membuatmu menjauhi Resty dan adiknya…”

Danu : “kau pikir bisa mengancamku,,?”

Aku : “Dengan tangan kosong,,? Tidak akan bisa,,,, tapi bisa dengan ini…..”

Kutunjukkan sebuah Flash Disk yang kuambil dari saku celanaku dan melemparkan kearahnya…

Aku : “kenapa kami susah susah melakukan aksi berbahaya kemarin itu hanya karena Flash Disk itu,, aku baru bisa mendapatkannya semalam,,, jadi aksi kemarin itu untuk mengulur waktu dan membuat Resty dan adiknya aman terlebih dahulu,,,,”

Danu : “Apa ini? Kalian sedang bercanda,,,? Kalian tidak akan bisa menggertakku”

Aku : “Didalam FlashDisk itu berisi semua informasi tentang kebusukanmu dalam proyek2 besar di Negeri ini dalam 10 tahun terakhir ini,,,mulai dari email, rekaman telepon, aliran dana suap, rekening Bank dari 27 Bank berbeda di seluruh negeri dan di luar Negeri termasuk di Swiss,,, rekaman cctv saat kau dan petinggi negeri ini bertemu di salah satu Hotel di luar pulau minggu kemarin..? apa aku salah? belum lagi kepemilikan senjata ilegal serta bukti bukti lain yang bisa membuatmu membusuk di penjara,,,, bagaimana nasib Marcella dan Moreno anak2mu, jika kamu mmebusuk dipenjara,, hmmm? ”

Aku : “intinya adalah,, seluruh Duniamu ada di tanganku,,, jadi ,, berjanjilah kepadaku untuk tidak mengganggu hidup Resty dan adiknya lagi atau juga denganku dan semua orang yang berhubungan denganku,,, selamanya,,,, yang kuberikan kepadamu itu hanya sekedar copy-an,, jika kau berusaha sedikitpun mengganggu atau melukai p kami,, semua bukti bukti itu akan langsung terkirim ke Kantor PKK… karena bukan hanya aku yang memiliki copy-an Flashdisk itu,, masih ada orang lain yang memegangnya”

Danu : “hah PKK…?”

Rein : “Ohh shit,, KPK bodoh,,,,”

Aku : “Eh,, iya itu maksudku,, KPK.. hehe..,,,”

Danu menghampiriku dengan wajah yang terlihat sangat sangat emosi,,,dan kami saling berhadapan,,, dia melihat wajahku dari sangat dekat,, kemudian dia berbalik arah menuju pintu keluar tanpa berkata apa-apa,, diikuti dengan tiga orang pengawalnya yang masih kesakitan…

.

.

.

.

MALAM HARINYA

saat tadi kubilang kepada Danu tentang ketidak tahuanku mengenai keberadaan Resty,, aku berbohong padanya,, sebenarnya dia dan Ressa masih ada dirumah ini,,, untuk sementara waktu, Danu tidak bakal mencari Resty,, kalaupun dia masih nekat mencari Resty,,aku yakin dia gak bakal mencari ditempat ini,,,

Aku dan Rein baru saja tiba ditempat ini, mungkin malam ini kami berdua akan menghinap di rumah ini..

Rein : “lalu bagaimana kamu bisa melepaskan borgol itu..?” tanya dia padaku..

Aku : “itu semua berkat Aphrodite..”

Rein : “Hahh..?”

Aku : “eh,, maksudku Melly,, dulu saat kuliah dia selalu memborogolku tiap kali bercinta dengannya,, dia selalu suka menyiksaku,,, jadi aku belajar bagaiamana caranya melepas borgol tanpa kunci,, saat diijinkan memeluk Resty, aku mengambil penjepit rambut yang ada di rambutnya Resty… sangat mudah sekali…“

Rein : “ohh,, tapi,, Kamu berhutang mobil padaku,,,” ucapnya setelah keluar dari dalam mobil,,

Aku : “he he,, kamu tau sendiri aku tidak akan mampu membeli mobil seperti itu ,, mintalah kepada Papa,,, atau kamu bisa memakai mobilku ini,,, “

Kemudian aku dan Rein membuka pintu rumah ini, Resty dan Ressa sudah menyambut kami di ruang tamu dengan senyum mereka.

Ressa langsung berjalan memeluk Rein,, sedangkan Resty mendekatiku dengan senyum manisnya…

Aku : “Orang itu tidak akan mengganggumu dan Ressa lagi,,, maaf aku tidak bisa membuatnya membalas segala perbuatannya kepadamu…”

Resty : “meskipun dia orang jahat, tapi karena uangnya lah Ressa bisa sembuh,,, bisa lepas dari orang itu saja sudah sangat cukup bagiku,, terima kasih ya Ga… “ ucapnya lalu memelukku…

Lalu seseorang memukul mukul pundakku pelan,,

Ressa : “Hoi,, Culuun,,makasih yaa… kamu masih aja sama Culun yang dulu,,, cuman culun yang sekarang lebih kuat…apa yang membuatmu bisa jadi seperti ini..?” ucapnya kepadaku…

Aku : “hmm,, ?,,, Call it … Magic…”

Ressa : “haaahh..?”

Rein : “,, mulai lagi deh noraknya,,”

Aku : “hiihihi,,,”

Terkadang ada orang yang tak pernah membayangkannya bisa melakukan sesuatu yang tak seorangpun bisa membayangkannya – Alan Turin

♪ After all that we’ve been through

♪ Still believe in Magic ?

♪ Of Course , I do

SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN

Danu : “Bocah sialan….,, dia pikir akan menakutiku? … suruh KillBill menemuiku,,.. aku punya pekerjaan untuknya..” Perintah Danu pada pengawalnya,,,

…… : “siap Bos..”

Danu : “Bocah itu memang pintar bermain main,, tapi dia belum tau sedang bermain main dengan siapa..”

BERSAMBUNG

Daftar Part