web hit counter

Halaman yang Hilang Part 17

0
381

Halaman yang Hilang Part 17

PAHLAWAN PENEGAK HARAPAN

—-POV REGA—-

Matanya Meta yang sipit itu seketika terbuka lebar saat kukatakan kepadanya tentang misi menyelamatkan data keuangan nasabah Uni-Bank dan pencegahan terjadinya krisis ekonomi beberapa tahun yang lalu.

“ Astaga Bee..? “ Serunya Agak Kaget “ Jadi sampai sekarang kamu dan Angel adalah buronan kepolisian? “

“ Umm gimana ya ngejelasinnya Bee.. Kami, maksudku Aku, Angel dan Kirana sebagai suatu kesatuan jadi buronan kasus hilangnya data keuangan Uni-Bank. Tapi Angel meyakinkanku kalau polisi tidak akan pernah tau siapa kami yang sebenanrnya. “ Jelasku.

“ Aku masih inget kejadian yang sempat menghebohkan publik itu,, Papa selalu mengikuti perkembangan kasusnya karena Papa adalah salah satu korban atau nasabah Uni Bank walaupun nominalnya kecil. Dan seingetku, kepolisian lah yang berhasil mengembalikan data keuangan nasabah yang hilang, Bukan kalian. Apa yang terjadi? Jadi rencana kalian hari itu gagal? “ Tanya Meta.

Sebelum menjawabnya, kubaca sekali lagi pesan yang tadi dikirimkan Angel kepadaku. ,


Dia Kembali !!


“ Ya. Misi menyelamatkan dunia tidak berjalan sesuai dengan rencana…. “ Jawabku “ Kami sudah berusaha semaksimal mungkin memainkan peran sebagai superhero untuk menegakkan keadilan dan mengembalikan harapan para nasabah Uni-Bank, tapi akhinrya kami menyadari jika itu saja tidak cukup. Karena akan selalu ada seseorang dengan daya dan kemampuan yang lebih tinggi yang mengintai dari kegelapan, bermain-main mencoba menjadi Tuhan dengan power yang dia miliki dan mengubah segalanya.. “

Kuraih pingggang ramping calon istriku agar lebih dekat denganku sebelum aku melanjutkan cerita.

“ biar aku melanjutkan ceritaku dulu biar kamu tau pa yang sebenarnya terjadi hari itu “ Ucapku kepada Meta “ Saat itu,,,,, “

.

.

.

.

.

.

………. Aku berusaha meyakinkan diri untuk tetap melakukan yang terbaik untuk membantu Angel dalam misi ini. Tapi bukan untuk bisa enak-enak dengan Kirana, bukan juga seperti niat mulia Angel yang sedang berusaha mati-matian mengembalikan data keuangan para nasabah Uni-Bank sekaligus mencegah serangan kedua terjadi agar krisis ekonomi tidak terjadi. Aku melakukannya untuk diriku sendiri. Aku sudah terlanjur terjebak dalam situasi ini dan tidak ada pilihan lain selain menjalaninya agar bisa terbebas dalam keadaan yang serba membingungkan ini. Dan agar secepatnya bisa segera pulang. Banyak yang masih harus aku lakukan termasuk menemui Bu Fiona, Melly dan … Winry? Kenapa tiba-tiba aku merasa ingin bertemu dengannya?

Kemudian aku sudah tiba di Loby, aku melihat Angel berdiri di dekat bagian luar pintu utama Hotel. Aku masih ingat, saat itu langit terlihat begitu gelap meski hari masih siang. Lampu-lampu penerangan jalan pun menyala seiring tidak adanya cahaya matahari yang mengenai sensor otomatis.

Angel menatap mendung tebal yang bergelayut di angkasa. Sedikit kutangkap raut keresahan di wajah cantiknya.

“ kamu yakin melakukannya dalam suasana seperti ini? “ Tanyaku saat sudah berada disampingnya.

Dia menatapku. “ Aku yakin,,, kalau seandainya kamu gak ikut campur !! “ Ucapnya Sambil menatapku lalu berjalan ke arah motornya yang terparkir di halaman Hotel sejak semalam.

Sial. Sok hebat banget sih. Apa dia masih tidak ingat betapa sangat ketakutannya dia semalam dengan suara petir?. Dan jika memang dia tidak ingin aku mencampuri urusannya, kenapa kemarin dia bersikeras membawaku kesini? Apa dia terlalu gengsi mengakui kalau sebenarnya memang membutuhkan bantuanku? Sabar.. Sabar…!! Aku harus bisa lebih bersabar menghadapi Angel yang sedingin dan sekeras es batu itu. Mungkin aku dan Angel tidak akan bisa bekerja sama dengan baik, mungkin aku tidak akan pernah bisa melelehkan ataupun menaklukannya. Tetapi, aku akan berusaha untuk tidak membuatnya marah agar misi ini berjalan dengan baik.

Kemudian Aku dan Angel sudah bersiap diri diatas motor. Mesin motor sudah kunyalakan. Lalu tiba-tiba aku mendengar suara Kirana. Suaranya terdengar dari earpiece yang terpasang di telingaku.

“ Check. Check.. kalian mendengar suaraku? “ Tanya Kirana.

“ Ya. Aku bisa mendengarmu.. “ Jawabku.

“ Angel? “ Ucap Kirana.

“ Loud and Clear !! “ Seru Angel.

Suara Angel juga terdengar melalui earpiece. Gokil emang, alat komunikasi ini sangat canggih biarpun bentuknya kecil. Tidak hanya menghasilkan output yang terdengar begitu jelas. Tetapi juga bisa digunakan sebagai input suara.

“ Great. “ Kata Kirana “ You guys can go now !! Angel akan menunjukkan jalan menuju tempat itu Rega.. “ Jelas Kirana.

“ Bentar !! mampir starbuck di depan dulu gimana? “ Ajakku “ Laper banget nih, belum makan dari semalem.. “ Ucapku memelas. Kemudian aku menoleh ke belakang ke arah Angel yang saat ini menatapku tajam. Kecantikannya tetap tidak luntur meski kepalanya tertutup helm.

“ yuk..!! “ Ajakku sekali lagi.

“ NGGAK!! “ Bentaknya. “ Udah cepetan berangkat..!! “

Wajahnya terlihat kesal lagi. Seakan dia membenci apapun yang aku katakan ataupun yang aku lakukan. Heran, kenapa ada cewek seperti dia sih?. Galak amat,!!

“ Selesaikan dulu misi ini, setelah itu kamu bisa makan sepuasnya… “ Ucap Kirana terdengar di telingaku.

“ iya-iya.. “ Jawabku sedikit kesal. Karena setauku harusnya makan dulu sebelum beraktivitas. Dan padahal nih, aku kelaparan juga karena mereka.

Aku menarik gas pelan. Motor sportnya Angel sudah melaju di atas aspal jalanan ibu kota. Langit yang semakin gelap memayungi kami. Sepertinya akan terjadi badai lagi seperti yang terjadi semalam. Sesekali terlihat kilat menyala terang dari kejauhan. Terlihat mengerikan bagi siapapun yang takut dengan petir, seperti Angel.

Lima belas menit berlalu. Dengan petunjuk dari Angel, motor yang membawa kami berdua melaju melewati mobil-mobil yang terjebak kemacetan. Mungkin saja alasan mengendarai motor untuk menuju ke tempat itu adalah agar terhindar kemacetan ini. Entahlah, aku sudah menanyakannya ke Angel kenapa naik motor sedangkan ada mobil yang dibawa Kirana. Dan seperti biasa, Angel tidak menjawabku dan hanya diam saja seakan dia enggan untuk menjelaskannya kepadaku.

Setelah meninggalkan kota ini selama beberapa tahun, akhirnya aku kembali lagi ke kota kelahiranku ini. Menyusuri jalanan Ibu Kota kembali memunculkan kenangan masa kecilku. Sejujurnya tidak begitu banyak kenangan manis yang diberikan kota ini untukku. Bahkan aku merasa hidupku itu baru saja dimulai setelah aku pindah ke kota sebelah dan setelah bertemu dengan Rein. Kalau disuruh memilih, aku tidak akan kembali lagi ke sini.Karena tidak ada yang spesial dari kota ini kecuali teman-teman yang selalu baik kepadaku saat sekolah dulu, Dika dan juga Dias. Apa kabar ya mereka sekarang? Aku yakin Dias pasti sudah semakin dewasa dan semakin cantik.

Tak lama kemudian akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Motor yang kukendarai berhenti sejenak sebelum memasuki halaman gedung yang tidak terlalu tinggi dibanding dengan gedung-gedung disebelahnya. Gedung ini letaknya di dekat pusat kota yang juga sering disebut sebagai kawasan bisnis. Lokasinya tidak jauh dengan kawasan kantor-kantor kedutaan besar.

“ kenapa kamu ngajak lewat jalan yang berputar-putar? “ Tanyaku kepada Angel. “ padahal tempat ini gak jauh dari hotel. “

“ Ga usah banyak nanya,,,! “ Jawab Angel ketus.

“ Kalian ga bisa lewat jalanan sembarangan untuk menghindari CCTV yang terpasang di jalan “ Jelas Kirana.

Angel menatapku muak. Wajahnya sangat tidak bersahabat. Motor kembali berjalan untuk menuju ke dalam gedung. Dua orang security menyambut kami dengan ramah lalu tak lama palang pintu otomatis terbuka. Pintu palang yang terbuat dari kayu itu terbuka ke atas lalu motorku kembali berjalan memasuki halaman gedung.

‘[ “ Selamat datang di StackSolution “ Seru Kirana “ Tempat penyimpanan data perusahaan-perusahaan elit di negara ini yang slogannya ‘Tak Tertembus ’, cctv dimana-mana, sistem protokol keamanan berlapis-lapis selama 24 jam penuh. gedung itu dibangun tanpa sedikitpun celah untuk bisa ditembus. Mereka pernah mengklaim jika setiap harinya mendapatkan ratusan juta kali serangan hacker namun tidak ada satupun yang berhasil. Sampai akhirnya kesucian tempat itu diperawani dan dinodai oleh ulah kelompok hacker paling berbahaya di Dunia, D4RKS1DE. Apa kita juga bisa melakukannya? Well. Let see “ Jelas Kirana.

Papan petunjuk lokasi parkir roda dua mengarahkanku untuk menuju basement gedung melewati jalan yang menurun. Tempat parkir motor terlihat sepi. Banyak motor yang terparkir tapi tidak terlihat satu orangpun disini. Setelah memakirkan motor, aku dan Angel bersiap diri.

Untuk bisa meretas dan menembus tempat ini sesuai dengan rencana, aku dan Angel harus masuk ke dalam gedung. Aku melihat sebuah lift di lantai basement ini. Dan Melalui lift itu kami akan masuk ke dalam gedung. Mungkin aku dan Angel akan dengan mudah masuk kedalam. Tapi belum tentu kami bisa keluar dengan mudah. Karena jika kami gagal, kami berdua akan berkahir dipenjara dengan tuduhan kejahatan penyusupan, penyadapan dan peretasan. Shit. Memikirkan semua itu membuat ketakutanku naik ke tingkat tertinggi.

Angel dengan wajah juteknya menatapku, kemudian mendekat “ sekarang juga buang ketakutan dari wajahmu.. “ Desak Angel padaku saat menatapku “ mereka akan curiga jika mukamu seperti itu “ Ucapnya dengan suara pelan.

“ Emang mukanya kenapa? “ Tanya Kirana.

“ Kayak Banci Cabul, negeselin banget sumpah!! “ Seru Angel.

“ Banci cabul?? Hahahaha aku jadi ngebayangin,.. tapi walaupun mukanya ngeselin dan keliahatan kayak kurang motivasi hidup seperti itu, aku yakin dia itu punya sesuatu yang bisa dibanggakan pada dirinya. Dia cuman belum menunjukkannya saja Angel,, lagipula Dia itu takutnya cuman sama kamu tau’. “ Ucap Kirana. Fuck. Bocor bener mulut tuh cewek.

“ Siapa sih yang takut? Aku cuman…. gugup !! “ Ucapku berusaha mengelak “ semua orang juga akan gugup saat akan melakukan sesutau yang ilegal.. “ Ucapku..

“ Rasanya sama seperti pertama kali kamu memperawani cewek ya? Hahahaha “ Celetuk Kirana “ Halahh bilang aja kalau kamu gugup karena ngeliatin toketnya Angel yang gede.. gitu aja udah gugup. Gimana nantii kalau sampe dibukain,,,aku jamin akan bikin kamu gemeteran. hahaha “

Fuck Kirana. Seketika Angel terlihat geram dan jengkel mendengar ucapan Kirana. Dia pasti masih tidak melupakan kejadian tadi pagi.

“ Kalian berdua, denger Ya !! Aku sudah merencanakan ini berbulan-bulan.. kalau kalian pikir ini Cuma main-main, rencana ini gak akan berhasil… “ Angel terlihat sangat marah dan kesal.

“ eh maaf. maaf, aku cuman bercanda Angel… “ Ucap Kirana

“ yasudah. kalau memang kalian ga bisa serius.. mending kalian pergi sebelum semuanya terlambat. Ini rencanaku, Aku bisa kok melakukannya sendiri.. “ Ucap Angel sambil menatapku. “ Berikan alat itu… “ . Bentaknya, dia benar-benar sangat marah.

“ Kita lakukan bersama-sama.. “ Ucapku lalu berjalan mendahuluinya menuju lift. Dia mengikutiku dari belakang.

Setelah itu keheningan terjadi antara aku dan Angel di dalam lift. Kulihat ke arahnya, di wajahnya masih terselip amarah yang sudah memuncak karena candaan Kirana bagaikan dejavu kejadian tadi pagi. Aku masih beruntung dia tidak menamparku. Aku yakin saat ini pikirannya sedang fokus untuk menyelesaikan misi ini. Tidak ada waktu baginya untuk menggubris emosinya atau menanggapi semua gangguan-gangguan disekitarnya.

Aku harus mengakui kalau saat ini sangatlah sulit bersama atau berduaan dengan Angel. Kepalaku masih terbayang kejadian tadi pagi, membuatku terprovokasi untuk terus membayangkan tubuh indahnya yang polos. Tapi aku bisa apa? Melihat tubuh telanjang Angel itu terlalu manis untuk dilupakan.

Pintu Lift terbuka, Angel berjalan keluar terlebih dahulu dan aku mengikutinya menyusuri lorong yang tak begitu panjang hingga akhirnya kami berdua tiba di lobby gedung itu. Lantai lobby ini seluruh dinding bagian depannya terbuat dari kaca sehingga aku bisa melihat diluar hujan turun dengan lebatnya. Lobby yang cukup luas dan menurutku lumayan keren karena terlihat begitu futuristik. Jika dinding bagian depan terbuat dari kaca, di bagian dalam dindingnya tertutupi layar LED Besar yang menampilkan iklan produk-produk perusahaan ini.

Selain meja resepsionis, di lobby juga terdapat banyak tempat duduk mulai dari yang santai seperti sofa untuk pertemuan yang informal, sampai dengan tempat duduk yang bersekat seperti kubikel-kubikel yang disediakan untuk pertemuan yang agak private. Lobby gedung ini memang sengaja dibuat sedemikian rupa untuk kenyamanan interaksi pertemuan antara staff dan pengunjung.

Aku berjalan beriringan dengan Angel menuju meja resepsionis. Tiba-tiba saja Angel menahan langkahku dengan cara memegang lenganku. Dia menatapku lalu tersenyum sangat cantik. Eh? Ada apa dengannya? Aku tidak pernah melihat dia senyum manis seperti itu. Aku jadi tersipu dia tersenyum kepadaku.

“ Tunggu disini..!! Orang-orang sedang ngeliatin kita, bertingkahlah sewajarnya,, “ Ucap Angel dengan suara pelan sambil tetap tersenyum. Lalu dia berjalan menuju meja resepsionis.

Dia menyuruhku bertingkah secara wajar, tapi dia sendiri terlihat tidak wajar dengan senyum manis di wajahnya. Dia tidak pernah seperti itu sebelumnya. Tapi aku yakin itu hanyalah akting agar tidak ada yang curiga. Sayang banget, padahal senyumnya bisa membuat bunga-bunga yang layu jadi mekar kembali.

Aku mendengar percakapan Angel dengan resepsionis melalui earpiece yang ada di telingaku. Tak lama, Angel mendatangiku lagi bersama dengan seorang wanita resepsionis yang sangat cantik berambut pendek sebahu seperti Angel dan juga Winry. Wanita itu mengantarkan kami ke arah kubikel-kubikel di dalam lobby dan dengan sopan dia menyuruh kami untuk menunggu.

Aku dan Angel duduk bersebelahan. Misi ini sudah dimulai sejak kami berdua tiba di gedung ini, rasa cemas dan gugupku semakin meningkat. Jantungku mulai berdetak dengan cepat. Misi ini bisa berhasil atau bisa juga gagal karena aku. Aku harus berusaha menenangkan diri dan yakin bisa melakukan yang terbaik.

Sambil menunggu, aku mengawasi lobby gedung dimana banyak orang yang berlalu lalang. Aku melihat beberapa security berpakaian safari di depan pintu utama gedung dan juga di dalam. Lalu ada beberapa pria berbadan tegap berpakaian casual dengan alat komunikasi di telinga mereka. Seperti earphone yang kami gunakan sebagai alat komunikasi tetapi punya kami lebih canggih karena tanpa kabel dan tersembunyi.

“ jaga matamu… banyak kamera security yang mengawasi. “ Ucap Angel pelan.

Mendengar ucapan Angel, aku jadi reflek melihat ke bagian atas ke arah CCTV yang banyak tersebar di langit-langit ruangan.

“ Jangan dilihat idiot…!!! “

Dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke berbagai arah. Salah satunya ke arah pria berbadan tegap dengan earphone di telinga mereka. Sialnya, orang itu berbalik menatapku. Aku jadi salah tingkah kemudian mengalihkan pandanganku ke Angel.

“ apa mereka itu agen intel? “ tanyaku pelan.

“ seorang agen intelijen tidak akan bisa dikenali “ jawabnya “ mereka berkamuflase diantara kita, berbaur dengan masyarakat maupun dengan musuh negara. “

Benar juga sih yang dikatakan Angel. Bukan intel namanya jika aku bisa mengenali mereka. Aku yakin mereka ada di antara banyaknya orang di dalam gedung ataupun lobby ini seperti tadi yang dikatakan Kirana di hotel.

“ apa kita ini bisa disebut sebagai musuh negara? “ Tanyaku lagi.

“ Tergantung keberhasilan misi ini “ Ucapnya tanpa melihatku.

Ya, jika misi ini berjalan sesuai rencananya Angel, orang-orang akan menganggap kami sebagai pahlawan karena berhasil menyelamatkan uang para nasabah Uni-Bank. Tetapi jika misi ini gagal, akan semakin banyak orang yang dirugikan. Meskipun aku anak Enomoni, aku masih belum mengerti dampak krisis ekonomi bagi suatu negara. Namun dari apa yang sudah dijelaskan Angel, Kirana bahkan oleh Luna, sepertinya dampaknya begitu mengerikan. Huff. Umurku masih terlalu muda untuk memikirkan hal-hal seperti ini, apalagi jika karena misi ini aku sampai masuk penjara.. aaaaaahhhhh.

“ Ada yang mendekat. “ Ucap Angel pelan sambil menatap ke arah samping.

“ Jika tidak ada perubahan, kalian berdua akan bertemu dengan Afif, sales supervisor StackSolution.. dia juga yang akan membawa kalian masuk ke dalam ruang server di lantai 5. “ Ucap Kirana. Akhirnya dia bersuara lagi setelah dimarahin Angel.

Angel berdiri saat pria itu mendekat, akupun ikut berdiri. Seorang pria berambut klimis dengan perkiraan usia antara tiga puluh sampai tiga puluh lima tahun. Mengenakan jas berwarna abu-abu dengan membawa komputer tablet ditangannya. Kemudian pria itu memposisikan dirinya di seberang tempat kami di dalam kubikel ini.

“ Maaf sudah membuat kalian menunggu, Saya Afif,,, kamu pasti Irene… “ Ucapnya sambil menjulurkan tangan ke arah Angel. Angel pun menyambut tangan pria itu dan mereka bersalaman. Setelah bersalaman dengan Angel, tangan pria itu di arahkan kepadaku. Kusambut tangannya.

“ Dan kamu…,? “ Tanya dia

Aku? Namaku siapa? Shit aku lupa dengan nama samaran yang tadi sebutkan Kirana. Kedua tangan kami masih saling berjabat. Aku sedikit melirik Angel, dia tampak geram melihatku. Sial… aku beneran lupa dengan nama samaranku. Oh . Aku ingat..,

“ Nazar.. “ Ucapku sambil melirik Angel, dia tampak semakin geram.

“ AHHH TOLOLL,, NIZAR,, NAMAMU NIZAR… “ Teriak Kirana terdengar cukup nyaring di telingaku.

“ ah maksudku Nizar, “ Ucapku pada pria itu “ Tapi orang-orang memanggilku Nazar karena saya suka dengan musik dangdut.. “ Imbuhku.

“ ohhh.. “ Akhirnya dia melepaskan tanganku. Angel masih geram karena aku lupa nama samaranku. “ Mohon maaf sebelumnya, tapi kalian berdua masih sangat muda dan… good looking.. “ Ucap Afif sambil tersenyum miring melihat Angel dari atas sampai bawah.

Pria itu mempunyai sorot mata seorang mata keranjang. Sorot matanya kepada Angel menunjukkan betapa dia sangat mengagumi kecantikan dan keseksian tubuh Angel. Apalagi saat ini Angel memakai seragam perusahaan yang sangat ketat, membuat payudaranya yang gede menonjol begitu indah. Wajar sih, semua cowok normal akan silau melihat keseksian tubuhnya Angel. Semua cowok akan dengan senang hati memuji keindahan tubuhnya. Sudah sering aku bilang kalau Angel itu memang idaman hampir semua cowok. Namun sebaliknya, Angel sangat benci dengan tatapan mata cowok pada tubuhnya. Dan dia tau jika pria itu sedang ngiler melihat payudaranya, tetapi kali ini Angel terpaksa membiarkan pria itu mencabuli tubuhnya di dalam kepala pria itu demi keberhasilan misi ini.

Hampir dua puluh menit berlalu, pria bernama Afif itu masih menjelaskan mengenai layanan produk yang mereka jual kepada kami. Khususnya kepada Angel. Daritadi hanya dia yang menanggapi pria itu sambil tersenyum bersahabat. Senyumnya penuh dengan kepalsuan. Sedangkan aku hanya diam saja mendengarkan obrolan mereka. Aku sama sekali tidak memahami apa yang mereka bicarakan. Hampir semua obrolan mereka tidak aku mengerti. Banyak kosakata atau istilah istilah yang belum pernah aku dengar sebelumnya seperti Data Center, collocation, disaster recovery, dan banyak yang lainnya.

“ sudah cukup basa-basinya.. “ Ucap Kirana “ Sekarang minta tour ke Ruang Server.. “

Aku kembali menatap Angel yang masih mendengarkan penjelasan Afif mengenai produk layanan perusahaannya serta bagaiamana perjanjian perjanjian kontrak dengan customer.

“ Bolehkah kami melihat ruang servernya? “ Tanya Angel memotong penjelasan Afif, membuatnya diam beberapa saat setelah mendapatkan pertanyaan yang tiba-tiba oleh Angel.

“ uhm, biasanya kami memang membolehkan calon customer untuk melihat ruang server kami.. tapi mohon maaf, hari ini ruangan itu harus steril, tidak boleh ada yang masuk… “ Ucap Afif.

“ FFFUCCKK.. “ Umpat Kirana. “ Fix. Mereka tau akan adanya serangan kedua.. mereka gak akan mengambil resiko membiarkan siapapun masuk ke dalam ruang server. “

Seperti Kirana, Aku juga terkejut mendengar pernyataan dari Afif. Sedangkan Angel yang duduk disebelahku masih terlihat tenang. Apa yang akan dia lakukan?. Rencana ini tidak akan berhasil jika kami tidak masuk ke dalam ruang server.

“ Kenapa? Apa sedang ada gangguan? “ Tanya Angel kepada Afif.

“ pertanyaan yang bagus,,, “ Seru Kirana.

Afif sedikit terperangah mendapatkan pertanyaan dari Angel. “ ah, bukan, bukan seperti itu.. “ Jawab dia panik “ hari ini sedang ada maintenance dan pembaruan sistem, jadi tidak boleh ada yang masuk ke dalam ruangan server agar prosesnya tidak terganggu.. “ Jelas Afif.

“ Dia berkelit “ Ucap Kirana “ StackSolution sedang berusaha bangkit membersihkan reputasinya setelah serangan pertama tujuh bulan yang lalu. Serangan itu mempengaruhi kepercayaan pelanggan mereka., dia tidak akan mengatakan yang sebenarnya kepada kalian tentang adanya informasi serangan kedua “ Jelas Kirana. Apa yang dijelaskan Kirana memang masuk akal.

“ jika kalian ingin melihat ruang server kami, kalian bisa datang lagi hari senin… “ Ucap Afif.

“ Angel !! itu artinya mereka juga sudah tau kalau serangan kedua akan terjadi pada hari minggu nanti.., mereka sangat bodoh, mereka kira bisa menangkal serangan D4RKS1DE?? jika serangan kedua benar-benar terjadi hari minggu nanti. Maka tidak ada hari senin untuk mereka, mereka akan hancur hari minggu itu juga, bersama dengan perekonomian negara ini “ Jelas Kirana “ Apa yang harus kita lakukan sekarang?. “

Ya. Apa yang akan kamu lakukan?. Tanyaku dalam hati sambil menatap Angel.

“ Cari cara agar kalian dibolehin masuk ke dalam ruang sever.. “ Ucap Kirana “ Sambil aku akan mencoba mencari kelemahannya ! kita hanya butuh satu celah.. sama seperti komputermanusia juga punya celah keamanan untuk bisa di-Hack.. “ . Imbuhnya. Apa maksudnya? Apa yang sedang dia lakukan?

“ Perusahaan kami tidak bisa menunggu sampai dengan hari senin, “ Ucap Angel kepada Afif. “ Migrasi data harus segera kami lakukan karena tempat kami sudah overloud. Itu sebabnya perusahaan kami ingin segera menyelesaikan perjanjian kontrak hari ini juga. Tapi, perjanjian kontrak tidak akan terjadi kalau kami berdua tidak bisa melihat ruang server. “ Ucapnya Angel tegas kepada Afif.

“ Saya benar-benar minta maaf, tidak ada yang boleh masuk ke dalam ruang server sampai dengan hari senin “ Ucap Afif

“ kalian akan kehilangan calon customer potensial.. “ Ucap Angel

“ saya tidak bisa berbuat apa-apa “ Ucap Afif pasrah.

Mereka benar-benar tidak mengijinkan kami masuk ke dalam ruang server. Apakah Angel punya rencana lain?. Kemudian dia menatapku, dia sedikit menggelengkan kepalanya ke arahku. Sama saja dia mengatakan kalau dia tidak tau apa yang harus dilakukan. Seorang Angel yang jenius, yang merencanakan misi ini tidak bisa memikirkan apa yang harus dilakukan. Apalagi aku yang tidak tau apa-apa?. Yang aku tau hanyalah kami harus masuk ke dalam ruang server untuk bisa melanjutkan misi ini. Jika kami tidak bisa masuk ke dalam ruang server itu artinya misi ini gagal.

“ ternyata membobol password emailnya gak sesulit yang kukira.. “ Terdengar suara Kirana di telingaku “ sebagai karyawan perusahaan data center dimana keamanan merupakan nomor satu, dia sangat ceroboh.. programku bisa dengan cepat menemukan kombinasi kata sandi emailnya. Nauval Afif Effendi. 35 Tahun belum menikah, sudah bertunangan tapi mempunyai seorang selingkuhan. Hngg Buaya juga nih orang.. Bukan hanya itu, emailnya terhubung dengan email-email yang lain, yang dia gunakan sebagai akun medsos fake. Salah satunya dia gunakan untuk transaksi prostitusi online setiap dua minggu sekali dengan wanita-wanita yang berbeda. Di akun instagramnya yang lain, dia lebih banyak mem-follow model-model majalah dewasa dan bintang film porno luar. Lalu di akun twitter alter, dia tergabung dalam komunitas Allopellia atau orang-orang yang mempunyai kelainan seksual dimana mereka menyukai melihat orang lain bercinta didepan mata mereka. “ Jelas Kirana

Aku dibuat terheran-heran dengan penjelasan Kirana. Bagaimana cara dia mendapatkan semua informasi itu?

“ Setelah kepoin semua media sosialnya, aku menemukan sesuatu yang menarik, seperti sebuah pola. “ Kirana melanjutkan penjelasannya “ Berbeda dengan tunangannya, semua cewek lain yang berhubungan dengan dia mulai dari selingkuhannya, para psk online yang biasa dia booking sampai dengan model dan bintang film porno yang dia follow di instagram, semuanya punya bentuk tubuh yang sama. Mereka semua punya Toket yang gede seperti kamu Angel… Angel !! Buka kancing bajumu sekarang dan rayu dia.. “ Perintahnya kepada Angel.

Aku terkejut dengan ucapan Kirana. Aku tidak begitu mengenal Angel dengan baik, tapi aku tau dia tidak mungkin melakukan perintah Kirana. Dia sangat jijik dengan tatapan cowok pada tubuhnya, apalagi pada payudaranya. Terlebih lagi Angel bukanlah tipe cewek penggoda seperti Kirana. Dia tidak akan melakukan itu.

Saat ini Angel masih bergeming menatap Afif. “ Baiklah kalau memang seperti itu aturannya.. “ Ucapnya kepada Afif. Seperti yang sudah kukira. Angel tidak akan mau menuruti perintah Kirana. Lalu dia menghadapku.

Kemudian hal tidak terduga terjadi. Tangan Angel membuka diua kancing atas kemejanya satu persatu-satu. Terlihat jelas bra warna biru muda yang terlihat seakan tidak mampu menopang payudara Angel yang besar. Sebagian payudara Angel yang mengkilap pun terlihat jelas.

“ kamu ga merasa panas? “ Tanya Angel kepadaku.

Aku sama sekali tidak menyangka Angel mau melakukannya. Dia melakukan seperti apa yang dikatakan Kirana. Dia benar-benar totalitas dalam misi ini dan rela melakukan apapun agar misi ini berhasil. Walaupun keadaan memaksa dia harus bugil pun, sepertinya dia akan melakukannya.

“ ahh ii,,iya… “ Jawabku terbata sambil memandang pemandangan indah didepanku. Sebenarnya tempat ini cukup dingin ditambah diluar hujan masih belum reda, tapi seketika tubuhku terasa panas melihat belahan indah payudaranya Angel. Damn. Toketnya Angel emang gak ada obatnya.

Kemudian Angel menghadap depan lagi lalu menyibak bagian atas kemejanya. Afif melongo melihat pemandangan menakjubkan didepan matanya. Dia sama sekali tidak berkedip dan tidak sedikitpun berniat memalingkan tatapannya pada payudara Angel yang indah. Apalagi payudara Angel yang masif itu kali ini sengaja dipamerkan untuknya.

“ Kalau kami tidak bisa melihat ruang server, maka tidak ada lagi yang bisa kami lakukan disini, “ Ucap Angel kepada Afif “ Sayang banget, di ruang server pasti sangat sejuk… “ Ucap Angel sambil berdiri dan mengibas-ngibaskan bagian atas kemejanya. Aku ikut berdiri.

“ Tunggu,,, “ Cegah Afif. “ saya akan coba hubungi manajerku dulu,. “ Ucap Afif kemudian dia beranjak menjauhi kami lalu bicara dengan seseorang melalui ponselnya sambil sesekali menatap kami berdua. Aku dan Angel saling berpandangan.

“ Tuh kann.. ternyata ga perlu susah-susah mencari celah kelemahan cowok. Cowok selalu rapuh dan lemah dengan toket yang gede, mulus, kencang dan kalau dipegang itu squishy. Ya kan Ga..? hahahaha “ Ucap Kirana.

“ namanya juga cowok. Pikiran kami selalu kesana,, “ Ucapku. “ secara biologis, kami diciptakan seperti ini.. “ Jelasku membela kaum cowok. Seperti yang pernah dikatakan Winry, kalau kami adalah makhluk visual. Begitu banyak penilaian cowok tentang seorang cewek. Tapi sebagian besar cowok memang lebih mementingkan ukuran payudara. Dan kebanyakan cowok suka dengan ukuran payudaranya Angel yang besar, mulus, dan kenyal. Ahhh Shit,,

“ Shut Up. Kalian berdua Disgusting. “ Ucap Angel geram “ belum tentu dia akan mengijinkan kita masuk ke dalam ruang server. “ Imbuhnya.

“ Ahh sudah pasti dia akan membawa kalian masuk kesana.. percaya padaku “ Ucap Kirana penuh dengan keyakinan.

Tak berselang lama Afif berjalan mendatangi kami. Dia memberi isyarat dengan tangannya kepada kami untuk mengikutinya ke arah samping Lobby. Dekat dengan lorong lift menuju basement berada. Afif terlihat waspada melihat sekeliling.

“ Seperti yang tadi kamu katakan. Kami tidak ingin kehilangan calon costumer potensial. Saya diijinkan memberikan tour ke ruang server tapi dengan satu syarat. “ Ucapnya “ Hanya satu orang diantara kalian yang bisa masuk ke dalam. Dan itu hanya kamu Irene.. “ Jelasnya.

Shit.. tentu dia akan lebih memilih bisa berduaan dengan Angel. Aku dan Angel saling berpandangan lagi.

“ kamu tidak akan bisa melakukannya sendirian Angel, terlalu beresiko. harus kalian berdua yang masuk… rayu dia lagi, dia sudah tertarik sama kamu,, “ Ucap Kirana.

“ bisa kita bicara berdua? “ Tanya Angel kepada Afif. Kemudian Angel mengajak Afif menjauhiku.

Mereka berdua berdiri dekat lift menuju basement. Tapi meskipun mereka jauh dariku, aku masih bisa mendengar apa yang dikatakan Angel kepada Afif melalui earphone di telingaku.

“ Kalau boleh jujur, saya sama sekali tidak ingin terlalu ribet dengan kontrak ini dan ingin segera menyelesaikan kontraknya meskipun tanpa harus melihat ruang server. Tapi dia.. “ Angel dan Afif Menatapku bersamaan “ Cowok yang datang bersamaku yang wajahnya ngeselin itu adalah staf baru, Kamu tau kan, dimana-mana anak baru itu selalu suka mencari muka, dia akan melaporkan apapun yang terjadi kepada atasan kami.. jadi saya mohon kepadamu, ijinkan kami berdua masuk ke ruang server.. biarkan dia melihat-lihat ruang server sendirian.. sementara itu kamu bisa memberikan tour privat kepadaku di bagian lain di dalam ruang server dimana kita bisa berduaan,, tubuhku benar-benar sedang panas, barangkali kamu punya cara untuk mendinginkannya.. “ Rayu Angel kepada Afif..

Shit.. Afif yang digoda, tapi kenapa aku yang jadi sange? Aku pasti bakal mimisan jika Angel berkata seperti itu kepadaku. Gilakk. Angel benar-benar totalitas dalam misi ini, Dia serius dengan ucapannya?. Beruntung banget tuh cowok. Aku yang dari semalam tidur seranjang sampai peluk-pelukan aja ga di apa-apain sama Angel.

Menatap tubuhnya aja dia sudah eneg denganku, jangan pernah berharap bisa making love dengan Angel. Well, tidak seharusnya aku terganggu dengan harapan-harapan yang tidak akan pernah terwujudkan dalam hidupku. Aku harus tetap fokus. Karena misi ini lebih penting daripada urusan selangkangan.

Afif tidak bisa menolak tawaran yang sangat menggiurkan dari Angel. Dia menyetujui permintaan Angel dan mengijinkan kami berdua untuk masuk ke dalam ruang server. Tetapi ada yang aneh, Dia tidak mengajak kami berdua masuk ke dalam gedung melalui ‘jalan yang seharusnya’ atau lewat depan. Dia menuntun kami melewati sebuah pintu kaca di sebelah lift menuju basement. Kami melewati sebuah lorong sempit dengan penerangan yang redup.

Angel dan Afif berjalan beriringan, sedangkan aku mengikuti mereka dari belakang. Dugaanku kenapa dia mengajak kami lewat belakang karena memang seharusnya tidak boleh ada orang luar yang masuk ke dalam ruang server seperti tadi yang dia bilang. Selain itu dia mengajak kami lewat lorong ini untuk menghindari pemeriksaan orang-orang berbadan tegap di depan area lift utama. Suatu kondisi yang sangat menguntungkan bagi aku dan Angel. Kita bisa dengan mudah masuk ke dalam gedung yang katanya mempunyai protokol keamanan yang ketat.

Sejauh ini kami sangatlah beruntung dipertemukan dengan orang dalam seperti Afif yang lemah terhadap wanita seksi berpayudara besar seperti Angel. Hingga kami bisa memanfaatkan kelemahannya itu menjadi sebuah keuntungan bagi kami. Terlepas dari memang cewek adalah kelemahan terbesar sebagian pria, aku masih terheran-heran bagaimana Kirana bisa mengetahui rahasia seseorang hanya melalui email orang tersebut dan dalam waktu yang sangat cepat.

Seperti inikah cara kerja Seorang Hacker? Hebat? Atau malah Mengerikan? Karena dengan kehebatannya, Kirana ataupun Angel tidak hanya bisa mengendalikan suatu jaringan atau suatu perangkat tapi juga bisa mengendalikan seorang manusia. Apakah mereka juga melakukan hal yang sama denganku seperti yang mereka lakukan kepada Afif? Aku punya keyakinan bahwa mereka pasti juga melakukan hal yang sama padaku. Angel pernah bilang kalau dia selalu mengawasiku dalam persembunyiannya. Sekarang pertanyaannya, apa saja yang mereka tau tentangku?. Sebaiknya aku harus lebih berhati-hati terhadap mereka berdua.

Aku masih mengikuti Angel dan Afif menyusuri lorong sempit yang penerangannya sengaja dibuat redup. Langkah mereka kemudian membelok ke kanan. Ternyata kami menuju sebuah lift tidak jauh dari belokanKami bertiga masuk ke dalam lift itu. Di dalam lift, Afif melepas ID Card yang daritadi menempel di kemejanya kemudian menempelkan ID Card itu di bawah angka-angka yang menunjukkan lantai berapa yang akan dituju. Kemudian dia menekan lantai 5 dan seketika pintu lift tertutup. Walaupun bukanlah lift utama, ternyata tidak semua orang bisa mengakses lift ini.

Saat pintu lift kembali terbuka di lantai lima, Afif menahan kami agar tidak keluar terlebih dahulu.

“ tunggu jangan keluar dulu.. “ Ucapnya sambil merentangkan tangan kirinya. Kemudian dia menghubungi seseorang melalui ponselnya. Aku dan Angel kembali saling berpandangan. Angel mungkin bisa melihat kegugupan di wajahku yang tidak bisa kusembunyikan. Semakin dekat dengan ruang server, jantungku semakin berdebar dan deg-degan. Oh Shit.

“ Ini hanya dugaanku, tapi kurasa dia sedang berusaha merekayasa tampilan CCTV “ Ucap Kirana.

Hah? Mungkinkah Memodifikasi tampilan CCTV Bisa dilakukan? Entahlah, tapi jika memang benar Afif bekerjasama dengan temannya atau atasannya untuk sengaja memodifikasi CCTV, itu artinya memang ada himbauan atau peringatan bahwa tidak boleh ada yang masuk ke dalam ruang server. Afif sengaja melanggar itu untuk kami. Ah, maksudku untuk bisa ena-ena dengan Angel.

“ Oke. thanks “ Ucap Afif pada siapapun yang dia ajak bicara pada teleponnya.

“ Mari silahkan,, “ Ucapnya kepadaku dan Angel, dia mengijinkan kami keluar dari lift.

Kami bertemu lagi dengan sebuah lorong yang penerangannya redup. Aku dan Angel berjalan beriringan, sedangkan Afif ada di belakang kami terlihat seperti sedang mengawasi kami. Perasaanku semakin campur aduk karena suasananya sangat sunyi, hanya terdengar langkah kami bertiga di kesunyian ini. Kami melewati beberapa pintu di samping kiri kanan bertuliskan ‘STAFF ONLY’ di atasnya. Hingga akhirnya di ujung lorong kami berada di sebuah tempat yang begitu terang pencahayaannya dimana terdapat empat pintu lift lain yang saling berhadapan dan berdampingan. Aku yakin ini adalah akses utama menuju ke lantai lima ini. Tempat ini sesuai dengan layout atau denah yang tadi dijelaskan Kirana di Hotel.

Aku memperhatikan sebuah pintu kaca yang besar di satu sisi. Dibalik pintu kaca itu adalah ruang server seperti yang dikatakan Kirana. Dan Afif mengajak kami melangkah kesana. Afif menempelkan lagi ID Card nya di sebuah alat kontrol pembuka pintu di samping pintu kaca. Pintu kaca setinggi tiga meter itu kemudian terbuka dengan sendirinya. Hawa yang sangat dingin langsung menerpaku ketika pintu itu terbuka.

Kami bertiga melangkah masuk ke dalam dan pintu kaca kembali menutup secara otomatis. Aku membayangkan jika kami ketahuan, kami tidak akan bisa kabur dari sini. Karena setiap pintu masuk maupun lift tidak bisa diakses sembarangan.

“ kalian sudah di dalam? “ Tanya Kirana.

Aku maupun Angel tidak bisa menjawab pertanyaan Kirana karena ada Afif. Tapi Ya, kami sudah berada di dalam ruang server atau Afif menyebutnya sebagai Data Center.

Ukuran ruangan ini begitu luas. Sepanjang mataku melihat, yang nampak adalah ratusan rak yang bentuknya memanjang ke atas seperti kulkas. Semuanya sama persis dengan apa yang dijelaskan Kirana di Hotel. Tersusun rapi seperti barisan tentara. Menurut penjelasan Kirana, Rak-rak itu adalah tempatnya server dengan ratusan chip prosesor berkecepatan tinggi yang dapat memproses jutaan data setiap detiknya. Perusahaan-perusahaan mulai dari yang menengah sampai dengan yang besar menyimpan database mereka disini. Itu sebabnya disini disebut data center atau pusat data. Dan kami disini untuk mencari dan mengambil data keuangan nasabah Uni-Bank yang telah hilang. Angel bersikeras jika data itu masih ada disini.

Di ruangan seluas ini, tidak ada seorangpun selain kami bertiga.

“ Mereka yang bekerja di dalam sini sering disebut teknisi bertangan dingin.. dalam arti yang sebenarnya. Haha “ Ucap Afif sambil tertawa. “ Kalian pasti sudah paham kenapa di dalam sini suhunya sangat rendah, suhunya bisa sampai lima derajat celcius. “

“ Suhu yang rendah untuk menjaga performa setiap perangkat agar tidak menurun dan menghindari kerusakan pada setiap komponen yang berjalan. “ Ucap Angel.

“ Tepat sekali.. “ Seru Afif “ Selain menjaga agar suhu ruangan tetap dingin, kami memiliki power supply yang terbaik agar asupan daya listrik tidak terganggu meskipun sedang terjadi pemadaman. Hal lain yang tak kalah penting adalah keamanan. Selain menjaga kebocoran data atau penyusupan server dari luar, kami mengontrol, mengawasi dan memantau sepenuhnya segala aktivitas yang terjadi di dalam ruangan ini melalui video login. “ Jelas Afif.

Mendengar penjelasan Afif seketika membuatku semakin gugup.

“ Rileks Rega, jangan panik.. dia cuman menakut-nakuti kalian. “ Ucap Kirana “ Angel !! cepet alihkan perhatiannya !! kita gak punya banyak waktu. “

Sialan Kirana. Bagaiamana dia dengan santainya menyuruhku rileks? Dengan banyaknya kamera CCTV di dalam ruagan ini, Apa yang akan lakukan itu sama saja dengan bunuh diri. Fuck. Angel mendekati Afif dan tiba-tiba merangkul lengannya.

“ C’mon. !! Aku ingin tour singkat ruangan ini “ Ucap Angel kepada Afif Sambil mengajaknya melangkah “ Tunjukkan padaku apa yang menarik dari ruangan ini, atau sebailknya, kamu ingin melihat sesuatu yang menarik dariku? “

Angel beraksi dengan melancarkan rayuan dan godaannya kepada Afif. Mereka sudah mulai menjauh ke arah sebelah kiri setelah pintu masuk.

“ Wow. darimana kamu belajar teasing seperti itu? “ Tanya Kirana kepada Angel. Sama sepertiku, Kirana juga terheran-heran dengan rayuan Angel. Apakah seperti ini Angel yang sebenarnya?

“ Ok Rega !! kamu tau apa yang harus kamu lakukan kan? “ Ucapnya kepadaku.

Fuck. Dengan perasaan yang was-was aku berjalan agak cepat menuju bagian paling belakang ruangan ini. Kakiku hampir terasa kaku dan hampir tidak mau digerakkan karena dihantui oleh ucapan Afif mengenai pemantauan segala aktivitas yang terjadi di dalam ruangan ini.

Sambil berjalan, aku mendengar suara Afif di telingaku.

“ Kamu sangat seksi Irene. Pasti sudah banyak orang yang bilang seperti itu kepadamu.. “

Afif sudah termakan rayuan Angel. Kini dia berbalik menggoda Angel. Tapi tidak Angel tidak meresponnya.

“ Semua yang ada pada dirimu begitu perfect. Terutama satu hal.. kamu tau itu apa? “ Ucap Afif. Rayuannya kepada Angel sudah mulai menjurus. Fuck. Benar-benar ga bisa lihat barang bening dikit tuh cowok buaya.

“ enghhh… “

Aku sangat kaget dan langsung berhenti melangkah ketika mendengar erangan Angel.

“ Eh, ka..kaamu diapain? “ Tanyaku reflek dengan suara pelan.

“ Astaga Rega. Fokus dengan tugasmu.. “ Seru Kirana “ Sementara ini aku akan bikin kamu ga bisa denger apapun dari Angel “

“ Kenapa Sih? “ Tanyaku.

“ Biar Kamu gak gagal fokus. “

Shit. Setelah itu aku benar-benar tidak bisa mendengar suara Angel maupun Afif lagi. Apa yang sedang mereka lakukan disana?. Apakah mereka sedang melakukan hal yang sedang kupikirkan?. Fuck..Fuck..Fuck… Aku harus fokus dengan tugasku dalam misi ini, Apapun yang sedang dilakukan Angel sekarang itu adalah pengorbanannya agar misi ini berhasil. Aku pun harus juga melakukan hal yang sama dan mensukseskan misi ini biar pengorbanan Angel tidak sia-sia.

Aku berjalan lebih cepat diantara barisan rak-rak server menuju bagian paling belakang ruangan ini. Setelah mentok sampai ujung, aku berbelok ke kanan. Aku masih berjalan sambil mengamati boks-boks yang menempel di dinding ruangan. Tadi di Hotel Kirana menjelaskan kepadaku tentang sebuah control panel yang digunakan untuk monitoring sistem temperatur ruangan. Disanalah aku harus menancapkan alat yang kubawa pada sebuah usb port. Tapi sepanjang pengamatanku, aku tidak menemukan boks yang sesuai dengan penjelasan Kirana.

Hingga aku tiba di sebuah persimpangan. Aku mencoba berbelok ke kiri dan akhirnya menemukan apa yang kucari. Sebuah boks warna putih berukuran kurang lebih 50 x 50 cm dengan lampu kecil berwarna merah dan biru di penutupnya yang menyala-nyala. Boksnya menempel di dinding setinggi satu meter dari lantai. Posisinya menempel tepat di dinding setelah persimpangan.

“ Aku menemukannya.. “ Ucapku pelan.

“ Oke. Colokin alatnya.. “ Perintah Kirana

Sebelum membuka penutup boksnya, aku meilhat sekeliling dan menemukan sebuah kamera CCTV yang letaknya tepat di atasku dan mengarah ke arahku. Aku masih terngiang ucapan Afif mengenai pemantauan segala aktivitas yang terjadi di dalam ruangan ini. Atau jangan-jangan mereka sudah tau apa yang aku lakukan dan sebentar lagi aku akan dikepung oleh puluhan bahkan ratusan polisi dengan senjata api di tangan mereka yang mengarah kepadaku. Fuck. Kepanikan langsung menyerangku.

“ Programku belum berjalan. Kamu nungguin apa sih? “ Tanya Kirana. “ Cepetan colokin alat itu. kita ga punya banyak waktu… “

SSSiaaaallllannnnn, dia sih enak tingal nyuruh-nyuruh. Dia tidak tau bagaimana rasanya disini melakukan perbuatan melanggar hukum. Suasana dingin disekitarku membuatku semakin tidak nyaman. Tempat ini sangatlah tidak ramah untuk manusia bekerja.

Apalagi aku masih kepikiran apa yang sedang dilakukan Angel dan Afif sekarang dibagian lain ruangan ini. Aku membayangkan ditempat yang sangat dingin ini mereka berdua sedang saling menghangatkan tubuh. Afif memojokkan Angel di salah satu rak server, pakaiannya sudah dilucuti.

Aku terbayang Tubuh Angel yang indah itu saat ini sedang dijamah dan dicumbu oleh Afif. Fuckk. Aku sedikit kesal membayangkan itu. Kesal karena aku juga sangat ingin melakukan hal itu kepada Angel.

Aku berenti melamun untuk melanjutkan tugasku. Kubuka penutup boks yang terbuat dari bahan besi ini. Didalam panel kontrol ini terdapat banyak sekali tombol-tombol beraneka ragam dan bentuk serta barisan angka dari 0 sampai dengan sembilan. Serta terdapat layar digital di bagian atasnya. Dan tepat di bawah layar digital itu terdapat usb port. Semuanya sama persis dengan yang dicontohkan Kirana kecuali satu hal.

“ Port nya ada lebih dari satu,,, “ Ucapku pelan “ Apa semuanya sama? “ Tanyaku pada Kirana. Di Hotel tadi dia menjelaskan kepadaku jika hanya ada satu port USB. Sedangkan di depanku ada tujuh usb port dengan warna warna yang berbeda.

“ Hah? Masa’ sih? “ Seru Kirana seakan tidak percaya denganku. “ Kamu gak salah panel? “

“ Aku yakin ini adalah panel monitor temperatur, semuanya sama seperti yang kamu jelaskan tadi “ Ucapku.

“ Sial. Mereka menggantinya dengan alat yang baru.. “ Ucap Kirana

“ jadi gimana? “ Tanyaku “ Bebas colokin yang mana saja? “ Aku merogoh saku celanaku dan mengambil alat kecil yang diberikan Kirana. Dan bersiap menancapkan alat itu ke salah satu port.

“ Tunggu dulu, “ Cegahnya “ belum tentu port-nya saling terhubung, takutnya jika salah port, mereka akan tau sedang terjadi penyusupan “

Astaga apa lagi ini?. Tapi sepertinya apa yang dikatakan Kirana itu benar. Setiap port-nya dimarking dengan warna-warna yang berbeda yang menandakan jika setiap portnya tidak saling terhubung dan mempunyai peran yang berbeda-beda.

“ Lalu port mana yang benar? “ Tanyaku.

“ Aa..Aku juga tidak yakin yang mana “ Ucapnya “ coba kamu lihat dibalik penutup boksnya, apa ada wiring disana? “ tanya dia.

“ Wiring? Apaan itu? “

“ Ck. Semacam gambar garis-garis rumit dengan simbol-simbol aneh “ Ucapnya

“ Ada.. “ jawabku. Memang ada sebuah gambar rangkaian pada sebuah kertas yang ditempelkan di balik penutup boks.

“ Coba kamu perhatikan garis-garisnya. Cari garis portnya dulu, lalu cari port yang tidak terhubung dengan garis-garis lainnya… “ Perintahnya.

“ Hah? Gimana cara nyarinya? Banyak banget ini garisnya,,, “ Jawabku.

“ Itu… yang ada simbol portnya… “

“ Simbol port itu kayak gimana? “

“ Kayak Simbol USB “

“ Simbol USB itu kayak gimana? “

“ OOO EMMM JIIIIII SIMBOL USB AJA KAMU GAK TAU?? “ Teriaknya “ Ini gak akan berhasil.. semuanya sia-sia “ Ucapnya putus asa.

“ hey,,hey,, jangan bicara seperti itu.. apa kamu ga bisa cari cara lain agar aku tahu port mana yang benar? “ Ucapku.

“ Fuck… aku akan cari tau dulu model control panelnya. Kamu yakin ada tujuh port? “

“ iya ada tujuh “ jawabku.

“ oke. Wait… “

Rencana ini harus berhasil, kita sudah sampai sejauh ini. Angel sudah mengorbankan tubuhnya demi misi ini. Aku harus bisa melakukan sesuatu. Tapi dalam keadaan serba mendesak seperti ini aku tidak bisa berpikir jernih. Dalam keadaan biasa saja otakku tidak mau diajak bekerja sama, apalagi dalam keadaan kritis seperti ini. Fuck.

Kucoba sekali lagi melihat dengan seksama gambar alur atau rangkaian yang disebut wiring itu. Kugerakkan jari-jariku untuk menarik satu persatu garis-garis yang terhubung pada sebuah kotak persegi panjang di bagian atas. Lalu aku melihat komponen-komponen panel yang ada di hadapanku.

Eh?. Jangan-jangan Kotak persegi yang ada di gambar wiring ini adalah layar digital?. Ya, aku yakin kalau ini adalah simbol layar digital. Jadi garis-garis yang ada di bawah gambar kotak persegi itu adalah garis port. Dan saat kuhitung jumlahnya ada tujuh garis. Yes !! Aku sudah menemukan garis port yang dimaksud Kirana. Sekarang aku tinggal mencari garis port yang tidak terhubung dengan garis-garis lainnya. Ternyata ada dua port yang tidak tersambung dengan garis-garis lainnya yaitu garis nomor 2 dan nomor 6. Atau juga bisa dibilang, ada dua port yang paling mungkin adalah port yang benar yaitu antara port nomor 2 atau port nomor 6. Aku punya keyakinan besar kalau port nomor 6 adalah yang port yang benar karena berdasarkan wiring, garis port nomor 6 alurnya ke samping dan tidak tersambung pada garis pembatas wiring. Sedangkan garis port nomor 2 mengarah ke atas dan tersambung pada garis pembatas wiring yang artinya meskipun tidak tersambung dengan garis-garis yang lain tapi garis itu tersambung pada garis pembatas.

Benarkah seperti itu? Apa aku harus menunggu Kirana? Ah, aku tidak pernah seyakin ini dalam hidupku. Pasti port nomor 6 adalah port yang benar.

Aku sudah bersiap menancapkan alat yang diberikan Kirana pada port nomor 6. Namun keraguanku kembali muncul saat aku tinggal sedikit lagi menancapkan alat itu ke port usb nomor 6.

Bagaimana jika aku salah?

Ditengah—tengah keraguan dan kebingunganku. Tiba-tiba saja seseorang memegang tanganku yang akan menancapkan alatnya ke port nomor 6.

“ Angel? “

Aku sama sekali tidak menyadari kedatangan Angel. Dia datang sendirian tanpa Afif bersamanya. Aku tidak pernah sebahagia ini bertemu dengan Angel.

“ Angel kamu ngapain disana? “ tanya Kirana.

“ Berikan padaku.. “ Ucap Angel padaku.

Kuberikan alat yang kupegang kepada Angel, kemudian aku mundur beberapa langkah ke belakang dan membiarkan Angel yang melanjutkan. Aku tepat berada di belakang tubuhnya. Aku penasaran dimana Afif sekarang ini. Dan yang paling membuatku penasaran, apa yang baru saja dia lakukan dengan Afif?.

Angel mengamati wiring di balik penutup boks. Kemudian tangannya meraba-raba bagian bawah boks besi itu. Lalu dia mengarahkan alat yang dia pegang ke bawah boks dan menancapkannya disana.

“ Key !! Programmnya sudah jalan? “ Tanya Angel pada Kirana.

“ Yes. Loading To System “ Jawab Kirana.

Aku terperangah melihat alat itu menancap di bawah boks besi. Jadi port yang benar adalah di bawah boks? Shit. Hampir saja aku melakukan kesalahan yang sangat fatal. Angel datang disaat yang tepat.

“ apa selanjutnya? “ Tanyaku.

“ Menunggu. “ Jawab Kirana.

“ Berapa lama? “ Tanyaku lagi.

“ Aku juga tidak tau berapa lamanya waktu yang dibutuhkan virusnya bekerja menembus sistem keamanan mereka.. “

“ Kita gak punya banyak waktu, cowok cabul sialan itu akan segera mencariku.. “ Sela Angel. Pasti yang dia maksusd adalah Afif.

“ emang dimana dia sekarang? “ Tanyaku. Angel tidak menjawab dan hanya diam saja.

Tak berselang lama. Kirana memberikan isyarat kepada kami. “ Aku sudah masuk, lebih cepat dari yang aku duga.. “ Ucapnya.

“ Cepat masuk ke direktori yang pernah aku bilang “ Perintah Angel.

“ On The Way. “ Ucap Kirana “ Ohhh SHitt… “

“ kenapa? “ Tanya Angel sedikit panik.

“ Kamu benar,, Dia benar.. Data itu masih disana… “ Jawab Kirana “ Proses menyalin data, 1% “

“ Uhmm guys,, katakan kepadaku kalau kalian menemukan data keuangan nasabah Uni-Bank yang hilang “ Tanyaku.

Angel berbalik badan dan tersenyum tipis ke arahku dan mengangguk pelan. Senyumnya seakan merubah area disekitarku yang dingin berubah menjadi lebih hangat. Dia terlihat begitu lega dan bahagia setelah mengetahui kalau apa yang dia yakini selama ini memang benar adanya bahwa data keuangan nasabah Uni-Bank tidak benar-benar lenyap dan bisa dikembalikan. Angel sudah berjuang semaksimal mungkin. Usaha dan pengorbanannya selama ini ternyata tidak sia-sia. Dan itu artinya, kami tinggal selangkah lagi menuju keberhasilan.

“ 17% “ Seru Kirana. Dia menginfokan kepada kami proses menyalin data keuangan nasabah Uni-Bank “ Sementara itu, programku sudah berhasil menyusup ke jaringan CCTV mereka. Aku bisa melihat kalian berdua.,, Gawat.. aku melihat seseorang sedang berjalan menuju ke arah kalian,,, “

“ Afif… “ Ucapku. Aku dan juga Angel seketika kembali panik.

“ Progress?? “ Tanya Angel.

“ 34%, tidak akan sempat, dia sudah dekat. Angel, batalkan misi ini, cabut alat itu…. “ Perintah Kirana.

“ Tidak akan !!, kita sudah sejauh ini,, jika alatnya dicabut, proses menyalin data akan berhenti… “ Ucap Angel dengan suara pelan.

Tap..Tap..Tap !!. Aku mendengar suara langkah kaki yang sedang mendekat ke arah kami. Aku yakin Angel juga bisa mendengarnya.

“ Masih 51%,, Masih jauh Angel. !!! Sudah tidak ada harapan. kalian akan ketahuan jika tidak mencabut alat itu dan semuanya akan berantakan.. “

“ Aku tidak akan mencabut alat itu sampai prosesnya selesaii… “ Ucap Angel. Dia masih keras kepala tidak ingin membatalkan misi ini. Aku tau apa yang dia rasakan, kami sudah sejauh ini, tinggal selangkah lagi menuju keberhasilan dan sudah banyak yang dia korbankan. Waktu, pikiran, tenaga bahkan mungkin tubuhnya sudah dia korbanan untuk misi ini. Dia tidak akan begitu saja membatalkan misi ini dan memusnahkan harapannya yang hanya tinggal selangkah lagi.

Tap..Tap..Tap !!. Suara langkah kaki terdengar semakin keras.

“ Astaga Angel. keras kepala banget sih kamu,, lalu apa yang akan kamu lakuin kalau dia menemukan kalian? “ Tanya Kirana.

“ aku menerima saran.. “ Ucap Angel.

“ FUCK ANGEL “ Umpat Kirana Kesal.

Ah sial, lagi-lagi kami dihadapkan dalam keadaan yang menyebalkan seperti ini. Apa yang harus kami laukan?. Aku tidak sepintar mereka berdua, aku yang masih setengah-setengah dalam kuliah maupun proses belajar mengajar tidak tau apa yang harus kami lakukan. Aku sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi. Jika hal buruk terjadi, setidaknya aku tidak sendirian. Ada Angel yang akan menemaniku.

Dalam keadaan seperti ini tiba-tiba aku teringat dengan Winry. Aku teringat saat terakhir kalinya bersamanya di perpustakaan. Saat itu aku dan Winry melihat…. Eh?

“ Aku punya ide yang tidak akan kamu sukai.. “ Ucapku kepada Angel. Dia menatapku tajam.

“ apapun idemu itu lakukan sekarang juga.. “ Seru Kirana “ Dia hanya tinggal beberapa langkah lagi menuju kalian.. “

TAP.. TAP.. TAP.. !!

Tangan kiriku meraih pingganngya Angel dan mendekatkan dia ke tubuhku. Dia diam saja. Kemudian kutuntun dia untuk bertukar posisi. Jika sebelumnya aku yang menghadap control panel, kali ini aku membelakangi boks itu bergantian dengan Angel yang sekarang menghadap boks itu. Kugerakkan tubuhku kebelakang sampai punggungku bersandar pada boks control panel.

“ Peluk leherku sekarang.. “ Pintaku kepada Angel.

Angel menuruti peringtahku dengan menggerakkan kedua lengannya kemudian merangkul leherku. Tangan kiriku yang masih memegang pinggangnya, semakin kudekatkan tubuh Angel kepadaku. Sangat erat, Sampai payduaranya yang besar itu menempel kenyal di dadaku. Kemudian tangan kananku meraih bagian belakang pahanya dan kunaikkan sedikit ke atas.

Kudekatkan wajahku ke wajahnya, aku merasakan detak jantungnya berdetak sangat cepat. Kemudian kudaratkan bibirku di bibir merah Angel yang sedikit terbuka. Angel terlihat pasrah saat bibir kami bersatu. Seketika kulumat bibirnya yang lembut itu bertepatan dengan kedatangan Afif.

BERSAMBUNG

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part