Heru siJomblo part 2

0
87
Heru siJomblo Kisah Malam

Heru siJomblo part 2

💦 POV ROY

Hari dimana aku dan tante Astuti akan bertemu disebuah hotel xxx telah tiba. Malam minggu, aku juga beralasan pada orang tuaku menginap dirumah teman.
Jam 8 malam aku menantinya diarea depan hotel. Setelah mobil yang Ia kendarai masuk kawasan hotel, aku mengikutinya dengan sepeda motorku.
Aku terkesima saat melihatnya turun dari mobil, menggunakan kacamata hitam dan pakaian terusan yang seksi warna hitam dengan model pundak sebelah kiri terbuka, pahanya terlihat putih mulus, karena kain yang ia gunakan hanya sampai dibawah bokongnya.

Setelah berbincang bincang sebentar, kemudian dia masuk hotel mengurus semua administrasi, setelah selesai, aku ditelfon untuk menyusulnya kekamar.
Ku ketuk pintu, dia buka dan langsung menarikku. Tanpa ba bi bu, Ia melemparku ke kasur, langsung memelorotkan celana jeans biru yang kupakai, Ia raba kontolku yang masih tertutup celana dalam.
Tentu saja seorang perjaka sepertiku langsung ereksi maksimal. Ia tarik kebawah sedikit demi sedikit celana dalamku, saat Palkon ku terlihat, langsung meluncul menatap wajahnya.

“Uh.. haha.ha.. Gede banget Roy,, diluar dugaanku saat ku lihat difoto.”. Dia kaget sambil tersenyum melihat kontolku. karena palkonku mengenai matanya. karena panjang penisku kalo tegang sekitar 17cm. dan diameter sekitar 3cm.
Kemudian Ia jilat batangku, sampai kearea palkon, Aku hanya bisa melenguh.
Ia hisap ujungnya,, dan dimasukkan ke dalam mulutnya.
“mcccp..slllrrtppp.. hwoogghh.. gwah”
Hanya separuh yang ia bisa.
Dia kocok kocok lalu mengulumnya lagi.

Setelah 10 menit, aku keluar dan melenguh.
“Ohh.. tan. . mau keluar.. ahhh.. ” Tak dapat kutahan , Karena Ia malah memasukkannya semakin dalam. dan
‘Crott..crooit…crooott.’
Ia minum semua spermaku tanpa meleleh keluar, dan di hisapnya lagi, Aku sampai kejang dibuatnya.

Ia berdiri membelakangiku, melepas pakaiannya,, hanya tinggal BH dan CD, Melihatnya setengah bugil, kontolku mulai bereaksi dan tegang lagi.
Dia tersenyum saat menghadapku , akupun bangkit, memeluknya mengecup bibirnya sambil meremas susunya. 5 menit kami melakukannya dalam posisi berdiri.
lalu aku merebahkannnya. Melepas BH dan mengecup susunya. kujilat bergantian kiri dan kanan, kujilat lehernya, lalu kucium bibirnya, kutelusuri pipi sampai telinganya menggunakan lidahku, lalu turun kebawah sampai ketiak, Kembali ke dada ,, turun ke perut hingga sampai diatas CDnya. Lalu kulepas CD nya.
Aku sering nonton bokep, kususnya bergenre incest mom son, atau MILF, Jadi kupraktekkan apa yang sering ku tonton, walaupun ini pertama kalinya bagiku,
Aku yang baru pertama kali melihat memek. membuat jantungku berdegup kencang, Jembutnya tercukur rapi,kuusap sebentar bibir memeknya, kelentitnya, lalu langsung kujilat dan ku sedot sedot dengan refleks mengangkat pantatnya.

“Ahh… mmmhh.. ohhh..””
desahannya mulai memanas.
Setelah 10 menit Ia menarikku, padahal aku ingin membuatnya keluar dengan jilatanku.
Kulepas pakaianku, kubuka kakinya lalu kuposisikan diriku, kugesek gesek sebentar palkonku dimemeknya, setelah siap langsung kudorong pelah pelan , setelah separuh masuk, langsung kutancap dengan dorongan maksimal.

“Aahh….”! teriaknya.
Kudiamkan sesaat. kunikmati sensasinya.. Memeknya terasa lembut, licin dan basah. Matannya sayu menatapku.
“Ini pertama kalinya bagiku tan”. Ucapku.
“Makasih udah beri keperjakaanmu padaku” Dia tersenyum dan melumat bibirku.
Mulai kupompa pelan ,. Desahan kami mulai memenihi seisi kamar…

“Ahh.. mmmhh.. ohhh terus.. ah”
“Huhh.. hahh.. nikmat tante”

Setelah 5 menit kupeluk kaki kanannya, sehingga dia agak miring kekiri, membuat sensasi yang sedikit berbeda, Tanpa terasa posisi kami jadi berganti dia jadi telungkup kuhajar dari belakang,
Lalu kutarik bokongnya, jadi agak nungging, Kuentot lagi, sampai bunyi kemaluan kami menggema.

‘plookk..plook…plookk..ploook..’

“Ahh.. hehh.. ohhh. ssstt.. mm mmhh..’
Desahnya…
Karena aku mau sampai, aku istirahtkan sebentar pompaanku.. Lalu Ia berinisiatif mengganti posisi, Aku terlentang, Ia menggoyangku dari atas. Ahh.. nikmat sekali,, merasakan sensasi tiada tara ini, entah kenapa wajah mama terlintas di pikiranku, aku jadi sempat tak terkontrol. Baru beberapa menit tante astuti diatas, langsung kudorong dan kupompa dengan kecepatan maksimal.

“Ahh.. ehh. .. hohh. ke..napa Roy?”
aku tidak begitu memperdulikan kata katanya..
“Ahh.. heey.. pell..an pell..an, akk,u…” Desahnya.
“Ah… aku.. juga.. mau ..kelluar..”.. Sahutku..

Dan bersamaan kami meraih puncak nikmat…

“Ahh….R..oyy..hgggg….”
‘serrrr…serrr…serrrrr’

“Hhggggg… Maaa….”
‘Crott…Croott.Crooot..’

Kutumpahkan spermaku sedalam dalamnya…
Kucabut Kontolku dan berbaring disebelahnya.

“Ahh.. maaf tan.. tadi lupa ,, hah..aku keluarin didalem,” Kataku..
“Gak papa roy, hahh.. aku pakai kontrasepsi kok.. hah.”
Nafasnya kami masih ngos ngosann.
Setelah agak reda. Ia mulai membuka percakapan,
“Eh tadi kamu pas kluar kok, panggil tante maa?? atau mama??”
“Huh.. masak sih tan,, ??” Tanyaku..
Dia tersenyum,,
“Ow jadi gitu, sebenernya kamu ingin nglakuin hal ini sama mama kamu ya?, jadi sebagai ganti kamu nyari tante tante seusianya,, ya kan?”
Pertanyaanyya benar benar on target 100%,
“Eee… anu…. tant.. ittu…eee.. ” Aku sama sekali gak bisa jawab.
“Hihi.. tenang aja,, aku siap kok berakting jadi mama kamu,!”
“Beneran tant?”
“Huum..asal kamu bisa muasin tante.” Jawabnya sambil mengedipkan mata.
“Hehe.. tenang tant.. aku masih onfire beberapa ronde lagi”
“Iya.. kalo ginikan jadi simbiosis mutualisme,,
saling menguntungkan, kamu bisa wujudin fantasimu, aku bisa terpuaskan..
yahh. alasan sebenernya sih , tante bukan iseng ikut grup itu, tante emang cari kepuasan, suami tante sekarang udah gak bisa muasin tante, susah ereksi, , kalo udah ereksi,, sekali tancep crot,, mana diusia tante segini emang lagi gairah fairahnya seorang wanita!”

Pertempuran malam itu bermacam variasi gaya bercinta kami praktekkan, kami sempat istirahat, karena lapar, keluar hotel cari makan sekalian jalan jalan menikmati indahnya malam,
Kembali kehotel kami lanjut lagi sampai fajar tiba, Entah berapa kali aku ejakulasi, dan tante Astuti meraih orgasmenya.
Kami langsung tertidur masih dalam keadaan telanjang.

Jam 10 pagi aku dibangunkan tante Tuti,
“Roy bangun,, udah siang…”
Ia beranjak dari tempat tidur, pergi ke kamar mandi ,, aku bangun, cari munum, menyulut rokok , dan menerawang apa yang terjadi semalam,,
Terbesit perasaan bersalah dan menyesal, ketika ingat Mama, Apa yang akan dia lakukan jika mengetahui hal ini, Lamunanku buyar, ketika tante astuti memanggilku agar memakai kamar mandi, katena Ia telah selesai. Sebenarnya dia sedikit menggodaku, dengan mondar mandir di depanku, sambil bugil dengan rambut basahnya, tapi karena ada perasaan bersalah dalam diriku aku pura pura tidak tahu.
Setelah mandi kami keluar cari makan,
Ia mencoba mencari topik pembicaraan namu aku hanya menyahuti secukupnya.

“Kamu kepikiran mama mu ya?”
Aku sempet agak kaget,, Dia tersenyum, Sial dia ini dukun ato apa sih kok tahu apa yang dipikirankum.
“Enngg.. gak kok tan!” Jawabku mengelak.
“Ya udah,, habis makan kita pulang aja,, Tante juga agak capek pegel pegel, , Mama kamu nyariin gak?”
“Nggak tan, kalo gari minggu mama buka toko,, liburnya hari Jumat kok”
“Oww gitu ya, Ya udah kita abisin makannya dulu yuk..”
“huum..” jawabku

Setelah itu sebulan sekali atau dua kali kami bertemu dihotel.

Hingga suatu saat ada seseorang yang memfotoku keluar hotel bersama tante Astuti, dan melaporkannya pada mama.
Kini semua yang kukhawatirkan terjadi,
—+++—

“Hey… heyy.. kalian ngapain malah pada ngelamun disini, cepetan tidur udah malem”.
Suara tante Nur membuyarkan lamunanku.
“Eh..ee.. iy..iya ma”. jawab kak Heru agak gugup.
Saat itu Ia pakai sarung, dan kulihat tonjolan disarungnya sampai membentuk seperti sudut segitiga, aku tertawa dalam hati. Dia pasti lagi membayangkan adegan yang kuceritakan tadi, ato dia lagi berimajinasi sama mama?? atau malah jangan jangan ia berfantasi dengan tante Nur?

Setelah tante Nur kembali kedalam rumah, kutanyakan hal tersebut padanya.
“Eh kak tadi ngaceng lagi ngayalin siapa hayo?? haha”.
“Eh.. anu,, ee haha”. Jawabnya terbata.
“Bayangin tante Astuti, atau mama, atau jangan tante Nur?”. Tapi perasaanku mengatakan kalo dia menghayal sama tante Nur. OMG.
“Ah apaan sih?”
” Wah bener.. pasti tante Nur kan!!”
Dia hanya nyengir..
“Eh kak.. kita kan nafsu ama mama kita sendiri,, gimana kalo kita bikin sebuah rencana,, ya saling bantu , agar bisa jadi terealisasi.. hehe” Kucoba menawarinya.
“Apa ??gila kamu ya??”
“Udahlah gak usah sok sok an gitu..aku udah tahu dari mimik wajahmu kok. saat tadi tante nur manggil kita,, kamu kelihatan grogi gitu..”
“Mmm… hehe, gimana ya,, emang kamu punya rencana apa?”
“Belum sih,, tapi kalo kita kerja sama sih kita bisa bikin rencana yang bagus, kita cari info dan peluang yang ada,, gimana??”.
“Hmm oke deh,, Kelihatannya menarik & seru “.
“Kakak cari tahu info tentang mama,, gimana kelemahan dan peluang & kesempatan yang ada,, aku akan cari tahu tentang tante Nur,,”
“Okeee..”.

Kemudian kami beranjak masuk rumah, aku tidur di kamar Ella adik kak Heru, yang kebetulan masih aktif kuliah, sedang dia ke kamarnya.

Pagi pagi sekali tante Nur membangunkanku, disuruhnya mandi,, dan kak heru yang juga matanya masih 5watt, keluar kamar sambil garuk2 kepala,,
“Eh kak udah bangun, ?”
“Hoaammh ,,.. iya nih, eh nanti aku mau ngomong bentar roy,, nanti kalo aku mau pergi kerja tunggu di depan ya,”
“Ngomong apa sih kak?”
“Udah lah.. awas aku dulua nya”
Dia buru buru ke kamar mandi,,
Tante Nur sudah menyiapkan sarapan,lalu kami sarapan bersama. Dia pergi ke kantor mungkin jam setengah 8, sedang kak heru jam setengah 7.
Saat kak Heru mau pergi, ku samperin, “Gimana kak?”
“Gini, semalem kita kan udah deal, intinya nanti pas mama lagi mandi kamu cek hpnya ada notif dari seorang pria ato ga? lalu pas kerja coba kamu cek kamarnya, mungkin ada petunjuk ato info apa, biar bisa bikin rencana kedepannya., eh ya, sebenernya mamamu udah tahu kalo kamu disini!”
“Apa??” Tanyaku kaget.
“Kemarin sebenernya mama mu udah curhat sama aku,, lalu aku di suruh nyariin kamu, eh ga taunya lihat kamu ama tante tante di kafe, lalu aku buntutin kamu sampe ke alun2 & minum es bareng, trz kamu minta nginep disini, jadi semua itu udah aku kasih tau sama bu Indah, tapi bagusnya, mamamu belum lapor ke papamu, sebenarnya dia masih kasihan kalo nanti kamu dihajar sama papamu, hehe.. ”
“Beneran??”
“Huum,,yah sebelumnyakan aku ada di pihak tante Indah, karena tadi malem kamu nawarin rencana asik, tenang aja, sekarang aku di pihakmu, nanti aku akan cari info & kesempatan agar kalian bisa ngeue, oke!” Terangnya.
“Ah sial.. oke deh, kalo semua udah jadi gini,,kita gak bisa mundur lagi,”. Jawabku.
“Ya udah aku pergi dulu”.
“Ya hati hati dijalan”
Dia pergi dengan motor Honda CB klasiknya,

Saat Tante Nur mandi, aku menyelinap kamarnya, ngecek ponselnya, Ternyata gak ada notif dari pria dekat yang menjurus sebagai kekasih, hanya ada pesan dari rekan rekan kerjanya.
Tiba tiba ada sms masuk, aku tidak berani membuka, hanya membaca sekilas notif yang tampil sebelah atas dari layanan toko online yang bertulisakan, Transaksi Toko xxx telah berhasil pembelian alat bantu …. . ah sial udah hilang.. kudengar suara tante Nur selesai mandi.
Aku buru buru kembali ke ruang tamu sambil nonton TV, posisi ruang tamu ada di depan , dan kamar tidur disebelah kiri kanan , di belakang ruang tamu, sedang kamar mandi dapur , dan ruang makan ada di belakang, emang rumahnya model minimalis, tapi menurutku interior dan penataan ruangnya bagus,

Saat tante Nur sudah berangkat kerja, aku mulai beraksi, kugeledah kamarnya, sial lemarinya terkunci, terus mau nyari apa ini, batinku, dibawah tempat tidur gak ada apa apa, di rak meja rias juga gak ada,
“Waduh gak ada apa apa nih,, sial diluar dugaan ku lemarinya terkunci..”
karena mulai agak frustasi nemuin hasilnulya, kurebahkan tubuhku di kasur tante Nur, samar samar kucium suatu aroma yang tidak asing bagiku,
“mffm bau ini,, mulai kuendus endus selimut dan seprai diatas kasur,
“Wow.., ini bau cairan vagina, apa tante Nur tadi malem masturbasi ya?”.
Aku teringat notif di hp tante Nur tadi,,
“Eh tadi notif apa ya?”.
Saat rebahan dikasur, aku melihat seperti ada kardus kecil diatas lemari..
” Oh.. itu jangan jangan…”
Segera aku bangkit,, menarik kursi didepan meja rias, menuju dekat lemari, kunaiki, dan kutemukan beberapa kardus yang berjajar, tidak ditumpuk, karena bagian atas lemari ada ukiran, memang tidak kelihatan dari bawah terutama dari depan, namun dari samping ukirannya tidak terlalu tinggi, jadi samar samar tadi terlihat olehku.
Kuambil kardus 3 kardus tadi, saat kubuka aku benar benar terkejut, ternyata ada banyak jenis sextoys di dalamnya. Mulai dari penis karet berukuran panjang sekitar 18 cm , dan diameter 3cm, penis getar atau mungkin istilahnya vibrator dengan ukuran di bawahnya,, ada alat lagi seperti mic, tapi juga ada tombol on offnya, terus penis karet dengan cabang kecil dibawahnya, ada lagi seperti capsul berkabel, dan lain lainnya.

“Gila,, tante Nur yang kelihatannya kalem gitu , hobi juga ginian, , wah dapet info bagus nih buat kak Heru”
Kurapikan lagi alat alat tadi,,, Kuberi tahu kak Heru lewat pesan singkat kalo aku udah dapet info penting,
“Kak ada info penting..” tulisku.
“Info apa?? ”
“Udah nanti aja kalo udah balik aku beritahu”
“Yah… jangan bikin penasaran dong”.
“Pokoknya sekarang giliran kakak harus dapet info atau celah dari mama, agar aku bisa bikin rencana selanjutnya”.
“oke deh,, siap”.

Hmm, enaknya ngapain ya,, gara gara tadi dikamar tante Nur, aku jadi horny, sial,,
Aku teringat tante astuti,, Sebenernya kemarin kami sepakat untuk mengahiri hubunganku dengannya, agar tidak berbuntut panjang, aku sih sebenarnya agak berat hati, tapi setelah dia menjelaskan tentang resiko rumah tangganya, akhirnya bisa kuterima. Kucoba mengirimnya pesan, sibuk atau tidak, beberapa menit kemudian dia membalas, siang jam istirahat baru bisa free,, aku merayunya untuk bisa ketemuan , ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengannya, ternyata dia jawab bisa,, Baguss…

Jam 12 aku sudah sampai di sebuah kafe tempat kami janjian. setelah menunggu kurang lebih 15 menit, kulihat mobilnya datang. Setelah masuk kafe kulambaikan tanganku, dia tersenyum dan menghampiriku.

“Ada apa Roy?? katanya ada sesuatu yang ingin ditanyakan”.
“Iya tant,, silahkan duduk dulu,………”

Kuceritakan semua yang terjadi padanya, mulai dari kemarin saat terakhir aku ngobrol dengannya, pertemuanku dengan kak Heru, curhatanku, rencana kami berdua, sampai kejadian tadi pagi.. Ia mendengarnya dengan antusias, Sepertinya Ia tertarik dengan semua ceritaku.

“Gimana menurutmu tant, punya masukan rencana buatku?”
“Gila kalian ya,, tapi sepertinya sangat menggairahkan, jika kita bisa incest, hmmm.. gimana ya, sebenernya kita harus tahu dulu, kehidupan seksualitas kedua orang tuamu sehat atau gak, biasanya penyebab kasus perselingkuhan sebagian besar itu kurangnya kepuasan dari salah satu pihak. atau masalah perekonomian, kalo masalah perekonomian keluargamu gak mungkin, kalo menurutmu, gimana, maksutnya hubungan orang tuamu”.
“Kelihatannya sih harmonis & baik baik saja”.
“Gak pernah pernah adu mulut atau pertengkaran kecil?”
“Gak tahu tant, kelihatannya sih gak pernah, atau aku yang gak tahu”.
“Hmm terkadang seorang wanita memang pintar menutupi masalah diranjang, walopun sepertinya baik baik saja, tapi jika jarang atau tidak pernah merasakan puncak??? biaiasanya kan sisuami kalo udah puas langsung tidur, padahal kita lagi basah dikit, pasti dalam hati mereka terpendam hasrat ingin suatu pelampiasan agar bisa merasakan puncak dan kepuasan juga, Kalo pengalaman tante sih, wanita seusiaku, atau mamamu, biasanya malah memiliki gairah yang menggebu, apalagi semua kebutuhan material tercukupi, dan yang kurang biasanya masalah kepuasan diranjang, karena sebaliknya , diusia suami yang menua kemampuan seksualitasnya akan menurun drastis, mungkin terlalu sibuk mengurus pekerjaan sehingga jika pola hidup tidak terjaga”.

“Papa sih emang udah tua tant sekitar 50tahun, dulu pas nikah sama mama umurnya udah 35an, dan mama waktu itu umurnya baru 20an, mungkin terlalu fokus di usahanya sampe telat nikahnya”. jawabku.
“Nah disitu mungkin ada kesempatan” timpalnya.
“Maksut tante??” Tanyaku.
“Kita anggap saja saat ini kehidupan seksualitas mamamu sebenernya lagi bermasalah. Kamu bisa menggodanya,, misal seolah olah kamu gak sengaja, kamu tunjukin kontolmu ke mamamu, atau mmhh, eh kamu masih punya video waktu kita gituan dulu?”
“Hm?? hehe masih tan, kusimpan di komputerku, tapi tenang gak akan kusebarin, disitu juga sudah kuhidden kok”
“Aku percaya sama kamu kok, kalo kamu gak akan nyebarin tuh video,, tapi ini buat rencanamu sendiri!”
“Gimana tant?”
“Kamu coba kirim tuh video ke mamamu, dengan buat akun baru misal wa/fb, , nanti lihat responnya gimana! Kamu bisa mengatasnamakan bahwa si pengirim itu aku”.
“Tapi,, ee itu bukannya beresiko?”
“Aku yakin mamamu gak akan berani nunjukin itu pada papamu, kmu bilang tadi papamu masih belum tahu kan?”
“Iya sih,,”
“Mungkin aja,, jika dia lihat video kamu lagi ngeue, dia jadi terangsang, dan muncul hasrat padamu,, Kamu bisa menggodanya, misal kau bisa menuliskan kalimat yang intinya mengiming imingi kepuasan dari seorang pemuda yang masih memiliki nafsu dan stamina besar, dan kepuasan yang bisa kau dapat jika mau bercinta dengan anakmu”.
“Tapi kalo mama beritahu papa gimana tan?”
“Kalo hal itu tidak berhasil, kita bisa coba ancam dia, akan kita sebarkan video itu di internet,, agar bisa menutup mulutnya”.
“Hmmm.. gitu ya, bener tan, langkah pertama, aku harus memastikan dan membuat mama punya hasrat padaku juga, agar rencana ini bisa berhasil”.
“Tapi perasaanku mengatakan, kalo kamu bisa melaksanakannya,”. Sahutnya sambil tersenyum.
” Ya udah, lebih baik nanti kamu minta maaf sama mamamu, pulang lagi aja, dan bilang pada mamamu agar bersikap biasa saja, seperti gak ada sesuatu yang terjadi”.
“Hmm. oke deh, makasih ya tant., ”
“Iya sama sama, tapi yang masih bikin tante penasaran, siapa yang mengirim foto kita ke mamamu?”
“Iya tant, aku juga penasaran, pingin ku hajar tu orang, tapi tenang tan, foto kemarin diambil dari jauh, jadi tante gak kelihatan jelas, tante juga make kaca mata, yang teihat jelas emang jaket yang aku pakai, mama tahu betul!”

Kami berpamitan, aku langsung kembali kerumah Kak Heru, menunggu info darinya.

Daftar Part