Heru siJomblo part 3

0
79
Heru siJomblo Kisah Malam

Heru siJomblo part 3

💦 POV HERU

Setelah berpamitan sama Roy, seperti biasa menjalani rutinitas kerja mengantar pak Budi ke kantor, setelah itu mengantar bu Indah. Namun sebelum pergi bu Indah ingin bicara denganku mengenai info apa yang kudapat dari Roy.

“Gimana keadaan Roy Her, udah dapet info darinya?”.
“Ee.. Waduh, gimana ya bu,, dari kemarin dia kutanyai diem aja,, Aku beralasan pada mama kalo Roy lagi ngambek, jadi mama mungkin juga gak berani nanya nanya ke Roy!” Jawabku bohong.
“Eh mbak Nur gak cerita sama kamu??”
“Cerita apa buk?”
“Sebenernya yang ngirim foto itu mamamu lhoh!”
“Apa??? Mama kok gak cerita buk?”
“Gak tau sih Her, tadi malem kutanyain lewat pesan keadaan Roy, katanya lagi ngobrol sama kamu diteras rumah, mungkin mamamu malu kali, soalnya kan bahas gituan, huuuh anak itu…” Jawab Bu Indah agak kesal.
Waduh ternyata mama juga sudah tahu kasus ini, hmm info baru..

“Mama kok bisa ketemu Roy waktu itu gimana buk?”
“Waktu itu kan hari Minggu, katanya dia habis beli sesuatu ditoko deket hotel, pas mau pulang dia lihat Roy, dikirain sama aku, baru mau nyapa abis dari mana, eh ternyata si Roy sama tante tante girang, jadi mamamu gak jadi nyapa, dia buntutin, lalu foto mereka, dan mengirimnya padaku”.
“Oww gitu ya,,” jawabku sambil manggut manggut.
“Terus gimana nih Her?”
“Hmm gini bu, aku pernah baca suatu artikel, para remaja khususnya seusia Roy, kan dalam fase pubertas sehingga mulai timbul hasrat seksual, tapi sisi ke kanak kanakannya masih terbawa,, mungkin karena kurangnya kasih sayang orang tua khususnya dari Bu Indah sendiri, atau dulu waktu kecil bu Indah selalu dekat dan memanjakannya, kini sudah mulai berkurang.” Jawabku ngaco.

“Iya sih Her, dulu waktu kecil kesibukanku emang ngurusin dia, setelah dia agak besar kupikir agar dia belajar lebih mandiri,
dulu kan usaha papa belum sebesar ini, masih dalam tahap usaha kecil. jadi kuputuskan membuka sebuah toko, agar dapet penghasilan tambahan, yah bersyukur usaha kami berkembang cepat. Jadi soal materi kami selalu menuruti kemauan Roy, Yah mungkin karena itu, kami disibukkan pekerjaan jadi tidak terlalu perhatian sama dia.” Jawabnya.
“Lhaa itu bu masalahnya,, disaat yang bersamaan dia mempunyai hasrat seksual dan menginginkan kasih sayang atau perhatian seorang Ibu, sehingga muncullah fantasi seksual kepada wanita seusia mamanya”. Jawabku , kalo alasan ini emang benar dari Roy, berharap ada respon positif darinya.

“Hahh.. ??” Dia terkaget.
“Kalo gak percaya, coba ibu cek deh di google, tentang istilah Oedipus Complex,!”. Kalo alasan ini aku dulu emang pernah baca, kukira ini suatu hal yang langka, tapi malah aku dan Roy menderita kelainan ini.

“Odipus ?? apa itu?” Tanya bu Indah bingung.
“Itu istilah tentang hasrat seksual remaja, pada orang tuanya, seperti anak laki menyukai ibunya, atau seorang anak perempuan tertarik pada ayahnya sendiri”.
“Emang hal seperti itu ada ya,??”.
“Di internet banyak kok buk kisah nyatanya, atau cerita fantasi, dalam cerita dewasa, sampai video pornopun ada, uppsss!” jawabku keceplosan.
“Iih kamu itu, hobi nonton gituan ya!” Jawabnya agak sinis.
“Hehe maaf buk,, ya hiburan sih kadang kadang,, terus sekarang gimana buk, aku juga bingung nih,, ”
“Huhh. aku juga gak tahu Her.. Masa’ Roy punya pikiran seperti itu kemamanya?,”
“Ya gak tau bu, tadi malem dia gak ngomong sama sekali sih, itu kan cuma perkiraanku saja, dengan melihat situasi saat ini, tapi kalo emang iya gimana menurutmu bu?”
“Hustt.. kamu ini,!” jawabnya agak marah.
“lhaaah kan tadi cuma kira kira dan kemungkinan bu.”
” Ya gak mungkinlah aku ngelakuin itu sama Roy,…Gila kan,, bisa gawat nantinya!” jawabnya.

Kucerna kata kata terakhirnya, dia bilang “bisa gawat nantinya” berarti ada peluang dia mau menuruti kemauan Roy, hmm. sementara segini dulu aja, aku menjaga sikap dengan tidak menanyakan hal hal seputar kehidupan diranjangnya.

“Ya udah anter aku ke toko aja Her,
nanti di kantor papa ada jadwal keluar kot gak?”
“Kelihatannya sih enggak bu, belum ada pemberitahuan dari pak Budi.”
Dia diam sejenak,
“Emang kenapa bu?”
“Eee… kalo keluar kota papa beneran cuma urusan bisnis Her?”
“Iya kok bu, tenang aja, soalnya kemana mana aku yang menemaninya”.
“Bagus deh kalo gitu, soalnya dia ….”
Dia berhenti berkata..
“Emang pak Budi kenapa Bu?”
“Eh.. ng..nggak papa kok” jawabnya sedikit terbata. Hmm kelihatannya ada yang disembunyikannya.
“Ya udah kita pergi sekarang!” sambungnya.
“Ok siap!” jawabku.
Dalam perjalanan dia mengingatkanku lagi untuk membujuk Roy.
“Nanti kalo kamu pulang , coba bujuk Roy lagi Her, kali aja dia mau ngomong, atau mau pulang”.
“Kalo dia meminta sesuatu atau syarat kalo dia mau pulang gimana bu?”
“Ya kalo aku bisa memenuhi sih oke saja”.
“Oke siap bu”

Kuantar Bu Indah ke tokonya,
Aku kembali ke pabrik pak Budi standby disana, sambil cari inspirasi buat rencana selanjutnya.

Jam istirahat siang aku seperti biasa pesan makan, trz ngopi tidak lupa temannya sebungkus rokok di kantin pabrik, sendirian, saat itu aku dapat tempat duduk di bawah jendela luar kantin, karena di dalam sudah penuh, sayup sayup kudengar dari dalam mungkin posisinya di sebelahku, walaupun terhalang tembok, tapi karena jendelanya terbuka aku jadi bisa mendengarnya, para karyawan ‘ibu ibu’ lagi ngerumpi, kedengarannya sih lagi pada heppy, ku fokuskan pendengaranku pada apa yang mereka bicarakan.

“hahaha masak sih mbak?”
“Beneran wik, kalo gak percaya coba saja”

Sepertinya aku mengenal suara mereka, setelah beberapa saat aku yakin kalo yang dipanggil mbak itu Bu Irma, sedang yang satu nya Mbak Dewi, Kalo Bu Irma mungkin seusia dengan mama, Ga tau udah punya anak berapa, tapi kalo mbak Dewi sekitar umur 30an, katanya sih baru punya satu anak. Karena masih termasuk ibu muda dan cantuk, jadi sering digosipin juga sama karyawan laki laki, jadi aku tahu kalo dia baru punya anak satu. Kulanjudkan lagi ngupingku.

“Emang mbak Irma dapet info dari mana tuh?”
“Dari tetanggaku si Wety , pertama sih gak percaya, tapi melihat perubahannya sekarang, dia jadi ceria , semangat, dan malahan sekarang jadi kelihatan lebih cantik, aku jadi penasaran, lalu aku coba bujuk suamiku, buat terapi disana, sama sekalian beli minyaknya, awalnya sih menolak, setelah ku keluarkan jurus ngambeg
akhirnya dia mau, hihi”
“Terus beneran ada perubahan mbak?”
“Huum wik, biasanya kalo lagi gituan, aku baru basah dikit, suamiku udah crot, kadang sih ku rangsang lagi, walopun agak lama kadang mau bangun lagi, tapi yang paling jengkelin, gak mau bangun malah langsung tidur pulas, huh, eh tapi sekarang satu ronde aku bisa nyampe 2-3 kali lo, hihi.”
“Wah perlu dicoba juga nih mbak”
“hmm.. suamimu kan masih muda masak kwalahan sih sama kamu?”
“sst, ,, mbak terlalu semangat,, jadi kenceng suaranya!”
“Hihi iya maaf maaf”!
“Huum mbak, ya kasusnya sih sama yang mbak critain tadi, sebelum ke terapi pijat itu”
“ow,, gitu, iya udah mending cepetan di coba, bujuk baik baik suamimu, tapu kalo masih gak mau, kluarin noh jurus ngambeg, haha”
“Ok deh , alamatnya mana tadi mbak?!”
“Di jl.xxxxx buka jm 8 pagi sampe jm 9 malam”
“Iya mbak makasih infonya, hihi, jadi gak sabar mau nyoba”!

Oowww mereka lagi ngebahas masalah di ranjang,, hmm .. Aku jadi teringat artikel yang dulu pernah aku baca, tentang ‘masalah yang dihadapi dalam sebuah rumah tangga’. Mama,,, aku penasaran, setelah ditinggal ayahku, entah kenapa dia tidak menikah lagi, apa karena jika dia dulu menikah lagi, nanti penghasilan dari pensiunan ayah jadi terputus ya, atau memang dia terlalu cinta pada ayah, memutuskan untuk tidak menikah lagi? Tapi apa selama ini dia gak butuh kepuasan seks? Normalnya sih seorang wanita pasti juga memiliki gairah seksual. Apa jangan jangan dia punya selingkuhan? Oh My God, gak gak, pasti gak mungkin, Sial pikiranku malah berkecamuk sendiri.
Hmmm langkah pertama,, perlu penelitian, apa dia masih memiliki gairah terpendam atau tidak, kedua , jika tidak, aku harus bisa membangkitkan gairah wanitanya. jika iya, aku harus cari cara dan peluang agar bisa memuaskannya. Tapi kira kira sanggup gak ya, aku kan masih perjaka, ntar kalo kayak suami yang di ceritain bu Irma sama mbak Dewi tadi? sekali nancep crot, wah bahaya, kasihan mama. Ku coba searching di google, seputar tips tips, tehnik dan skills dalam memuaskan wanita.

Dari hasil searching kutemukan beberapa tips agar kuat tahan lama, mulai dari obat obatan, tehnik pemijatan dengan titik di beberapa bagian tubuh, ramuan ramuan, gerakan olah raga, salah satunya senam kegel, yaitu menggerakkan otot kelamin seperti sedang menahan kencing, melepasnya dan menahannya secara terus menerus. Dan beragam posisi bercinta agar wanita cepat mendapat orgasme. Dari beberapa info tersebut aku tidak begitu tertarik dengan obat obat instan, kupikir jika nanti ada efek negatifnya, jadi kupilih ramuan ramuan yang alami saja, ada ramuan untuk diminum, dan olahan ramuan yang nanti jadi minyak urut dari bahan bahan alami. Serta tehnik pemijatan yang mungkin bisa berhasil seperti yang diceritakan bu Irma.

Sepulang kerja kulihat motor mama sudah dirumah. Roy sedang sibuk dengan Hpnya.
“Lho kak, baru pulang ??”
“Iya ,,, Tadi mama beli makan diluar atau masak dirumah Roy,,??”
“Tante lagi masak di dapur tuh,, gak tau masak apa!”

“Gimana tadi kak/Roy??”!
“Hahahahahaha”

Karena pada gak sabar tukar info, kami saling bertanya dan tertawa bersamaan.

“Hehe ,, kita bahas nanti aja Roy, abis makan malam, biasa di teras depan biar lebih enjoy!”
“Ok siap kak” Jawabnya bersemangat, Walaupun sejujurnya info yang kudapat sih hanya sedikit, Yah nanti aja deh aku mau mandi dulu.

Setelah selesai makan bersama, mama lagi nonton acara kesukaannya, aku dan Roy langsung ke teras , tidak lupa bawa kopi dan rokoknya.

“Ok,, siapa dulu nih yang cerita?” Tanyaku.
“Kamu dulu aja deh kak, Hehe soalnya kamu pasti kaget mendengar info yang kudapat!”
“Huh? Ada apa, apa mama punya selingkuhan?” tanyaku kaget,
“Bukan bukan, tenang dulu, nanti, kita bisa bikin rencana bagus kalo kita santay”. jawabnya.
“Humm oke oke!”
“Baiklah aku mau dengar info darimu dulu, nanti baru aku beritahu hal yang aku dapat”.
“Hhmm .. Gini tadi sebelum aku mengantar mamamu ke tokonya dia.. bla..blab..bla”.
Kuceritakan semua percakapan ku dengan bu Indah tadi..

“Apa, sebenernya tante Nur yang mengirim fotoku?” Tanyanya kaget karena kuberi tahu kalo mama yang memergokinya.
“Aduhh,, iya nih Roy, tolong maafin mamaku ya, aku sendiri juga kaget, tapi mama sendiri sepertinya juga sedikit merasa bersalah, soalnya dia pura pura gak tahu, dan gak cerita sama kita”. Jawabku.

“Huuh.. yaa.. sebenernya sih agak kecewa kak.. tapi mau gimanalagi, semua udah jadi gini,”!.
jawabnya.
“hehehe, iya nih Roy, aku sendiri malah jadi gak enak sama kamu… Jadi ,,, Gimana menurutmu,..?”
“Gak papa sih kak, , lagian suatu saat hubunganku dengan tante Tuti juga pasti berakhir”.
“Eee,, tentang info tadi yang kuberikan,,kelihatannya sih kesempatan emang agak sulit Roy”, Aku mencoba mengalihkan pembicaraan tentang mamaku.

Dia berfikir sejenak..
“Eh iya ,, mama udah cerita ke papa belum kak?” Tanya dia.
“Belum sih Roy,, ” Jawabku.
“Bagus,, Sebenernya tadi aku ketemuan sama tante Tuti,, ya aku udah cerita semua ke dia”.
“Eh ngapain ketemu sama tante Tuti lagi?”
“Jangan salah faham dulu kak,, sebenernya aku minta saran padanya”.
“Saran buat apa?”
“Ya tentang rencana kita,, tapi maaf kak ,, Karena aku sudah cerita semua, jadi dia tau kalo kakak punya rencana sepertiku.”
“Ga papa sih,, Lagian aku juga gak tahu dia, terus dapet saran apa?”
“Aku disuruh pulang aja dulu, minta maaf ke mama, toh papa kan gak tau, jadi seolah dikeluargaku gak terjadi apa apa, katanya , seorang wanita di usia Mama , tante Tuti, atoupun tante Nur, sebenernya malah punya nafsu besar lho,” Pungkasnya.

“Hah?? Beneran tuh?”.
“Ya mungkin gak semua wanita, tapi sebagian besar sih katanya gitu”.
“Hmm. ok lanjud”.
“Nanti kalo aku udah pulang, aku disuruh kirim video yang pernah kurekam bersama tante Tuti”.
“Apa?? Gak bahaya tuh?”
” Sebenernya sih resiko kak, tapi ini langkah awal untuk kedepannya, tentu saja aku harus pakai nomor lain, aku akan menyamar sebagai tante Tuti, buat kirim tu video”.
“Langkah awal gimana maksudmu?”
“Kita lihat reaksi mama, apa dia mendiamkan hal ini atau memberi tahu papa, kalo dia pura pura tidak tahu, berarti aku bisa menggodanya lebih lanjud, jika tidak berhasil aku akan mengancamnya, ya.. sebenarnya aku masih memikirkan cara kedepannya pad dua kemungkinan itu!”

“Hmm. begitu ya, yah semoga berhasil deh rencanamu itu, Jadi apa info apa yang kau dapat, hehe?” Tanyaku penasaran.
“Aku juga yakin, kakak juga pasti berhasil meng eksekusi tante Nur”. Jawabnya tertawa.
“Huh,, apa sih cepetan, bikin penasaran aja!”
“Ok,, udah siap?? Tapi jangan teriak lo ya”
“Oke oke..”. jawabku menahan rasa penasaranku.

“Gini , pertama, tadi pas aku cek hp tante Nur, gak ada pesan atau notif dari seorang pria atau selingkuhan, yang ada hanya dari rekan kerjanya, terus tadi sebenernya ada notif dari transaksi jual beli barang online, entah barang apa yang dia beli, tapi setelah itu tante keburu habis mandi, jadi aku langsung kembali!” Ceritanya.
“Lah terus yang bikin kaget apanya sih?”
“Hehe, setelah tante Nur pergi kerja, aku menyelinap ke kamarnya, ternyata banyak mainan seks diatas lemarinya..”
“APP…” kututup mulutku sendiri karena benar benar kaget..
“Hahaha tu kan”.
“Beneran Roy?”
“Iya kak,, dan yang bikin aku juga kaget, ternyata di spreinya, tercium bau cairan wanita jika sampe puncak, aku kan sudah gak asing bau cairan meki wanita, mungkin aja tadi malem dia habis masturbasi”. Kata kata Roy benar benar membuat nafsuku bangkit.

Sesaat aku sempet melongo sambil membayangkan mama.
“Heh.. jangan ngelamun gitu dong”. Ucapan roy membangunkan lamunanku.
“Hehe,, hehe.” Aku hanya bisa cengar cengir.
“Gini aja kak, Besok aku akan pulang, dan mulai menjalankan rencanaku,,, jadi sementara ini, kita fokus pada rencana masing masing, gimana kak?”
“Oke deh,, sebenernya tadi di pabrik aku juga sempat ingin memastikan apa mama masih punya hasrat seksual atau tidak, ternyata masih, dan ini benar benar peluang besar bagiku”. Jawabku tersenyum.
“Tapi jika kakak butuh bantuan, aku akan selalu siap membantu, tapi jika aku butuh bantuan kakak, usahakan dibantu ya, hehe”
“Tenang saja, aku juga selalu siap jika kamu butuh bantuanku, Okee Kita Tos dulu… Semoga rencana kita berhasil!”
‘Plak’
“Toosss”.

Setelah itu kami kembali ke kamar masing masing, saat kami masuk mama juga bersiap mau tidur, mengambil remot tv sambil nungging membelakangiku , melihatnya memakai baju tidur, dengan pantatnya yang tercetak seksi, membuat penisku ngaceng berat, sial, ingin sekali ku menerkamnya, tapi kutahan dulu, aku tidak ingin bercinta dengan kekerasan atau paksaan. Aku ingin menikmatinya dengan perasaan sama sama saling cinta dan saling membutuhkan.

“Udah pada mau tidur?” Tanya Mama.
“Iya Tan, besok aku mau pulang, jadi mau tidur dulu,” Jawab Roy, pura pura gak tahu kalo mama penyebab semua ini.
“Iya ma, tadi sudah ku ceramahi, agar msu pulang & minta maaf pada mamanya”.
Jawabku.
“Eee.. G.Gitu ya, Ya ,, aku juga mau tidur dulu”. Jawab mama sepertinya agak sedih, mungkin sedikit menyesal, melihat situasi Roy.

Di kamar aku terbayang bayang tubuh seksi mama. Ternyata dia masih memendam nafsu, entah kenapa dia tidak menikah lagi, dan lebih memilih masturbasi dalam memuaskan hasratnya, Jika saja dia mau terus terang meminta diriku memuaskannya tentu aku siap melayaninya setiap hari. Sebenarnya banyak kesempatan bagiku kalo kupaksa menyetubuhinya, karena dirumah hanya kami berdua, tapi aku khawatir dia menolak dan marah, walaupun bisa saja berhasil, namun untuk kedepannya pasti akan hancur keluarga ini, aku harus bisa mendapatkannya dengan suka rela, itu yang terpenting.
Baiklah langkah pertama nanti kalo ada kesempatan akan kucoba menggodanya, dengan cara memamerkan senjata rahasiaku, gimana reaksinya nanti, sementara untuk meredam nafsuku, tentu saja onani satu satunya jalan bagiku , hehe.

Paginya kami sarapan bersama, lalu aku pergi bersama Roy, lebih awal dari biasanya , jam 6 kami berangkat dari tumahku menuju rumah Roy, karena dia harus siap siap pergi sekolah. Dia sudah punya rencana tersendiri, jadi dia memutuskan untuk pulang dan mulai menjalankan rencananya.
Setelah sampai dirumah, kulihat dia berbicara sebentar dengan kedua ortunya, aku nggak dengar sih apa yang mereka bicarakan, karena aku lagi sibuk manasin mobil sama bersih2 kaca mobil, , Kelihatannya sih Bu Indah sama sekali tidak menunjukkan sikap tentang apa yang sebenarnya telah terjadi, Roy pun mengimbangi bersikap demikian, seolah tidak terjadi apa apa.

Setelah mengantar pak Budi, lanjut mengantar bu Indah,
Kulihat wajahnya sudah mulai ceria,
“Gimana sikap Roy bu?” Kubuka percakapan kami.
“Dia sudah bersikap normal Her, Trimakasih ya,” jawab bu Indah.
“Iya sama sama bu, tadi malem aku mencoba menasehatinya sebisaku, eh dianya kok mau, ya syukurlah!” Sambungku.

“Tadi papa menanyakan apa kegiatannya kemarin, dia jawab lancar dan menyenangkan, akupun bersikap seolah tidak tahu, ketika papa siap siap berangkat, dia mengajakku bicara berdua, tiba tiba dia memelukku dan meminta maaf, berjanji tidak akan mengulanginya,, dan memintaku merahasiakan ini dari papa”. Kata bu Indah.

“Hmm semoga dia jadi anak yang lebih baik, saranku sih, kalo bisa ibu lebih perhatian lagi sama Roy, agar bisa jadi anak yang nurut & baik”. Ucapku.
“Iya Her, sekali lagi terimakasih ya”.
“Eh bu, tadi malem gak tanya tanya ke mama,, ?”
“iya, sebenarnya aku tanya kondisi Roy gimana, dia jawab baik2 saja & lagi ngobrol sama kamu,!”
“Ibu pernah bilang ke mama gak, kalo aku tahu semuanya,?”
“Enggak sih Her, kemarin waktu Roy pertama kali datang kerumahmu, saat kukirim pesan mamamu, dia bilang kalo alasan Roy nginap karena bertengkar sama aku, jadi kupikir lebih baik gak kuberitahu dia kalo kamu sudah tahu semuanya.” Jawab bu Indah.
“Baguslah kalo gitu, soalnya, ,,gimana ya,, ini kan masalah tabu, jadi kalo aku ngobrol sama mama tentang hal ini kan jadi malu bu!”
“Hehe, iya sebenernya aku juga berpikir begitu!”

^^^^^^^^^^^^^^^^_^^^^^^^^^^^^^^

Sore hari ketika aku pulang seperti biasa mama juga sudah sampai dirumah dulu,
kulihat dia lagi masak di dapur,, posisi dapur dan kamar mandi memang dekat , karena berada pada bagian belakang, setelah berbincang sebentar aku berencana langsung mandi, setelah beberapa selesai, kuintip dari dalam, kulihat mama tidak ada di dapur, mungkin sudah menata makanan di meja makan, saat mau mandi aku memang membawa dua handuk, ketika mau keluar kukocok sebentar penisku agar tegang, setelah itu kuposisikan menekuk keatas, dan kubalut handuk, namun kuperlihatkan sedikit kepala penisku , saat keluar kamar mandi , sengaja aku jalan pelan sambil pura pura mengeringkan rambut, kuintip sedikit kulihat mama sedang sibuk,

“Masak apa ma?” Ku coba menarik perhstiannya.
“Ini ,,daging kambing sama… sayur kol”.
kulihat lagi dalam handuk, sepertinya dia juga pura pura sibuk mengeraskan suara benturan piring dan sendok, sambil sesekali melirik palkonku.
hehe bagus, sementara segini dulu,

Kejadian seperti itu sering kuulang, walaupun tidak setiap hari, agar dia anggap seperti ketidak sengajaan.
Disuatu hari tepatnya hari Minggu Mama sedang sibuk bersih bersih rumah, aku juga ikut membantu nya Karena kami sama sama libur, entah perasaanku atau tidak, kukira akhir akhir ini mama sering memakai pakaian agak ketat, biasanya kalau lagi nyantai dia memakai daster panjang seperti ibu ibu biasanya, namun saat ini ia memakai kaos , dengan celana legging, jadi lekukan tubuhnya benar benar tercetak jelas, tentu saja kucuri curi pandang pantatnya yang seksi.

Saat dia ngepel lantai di samping meja, dengan posisi nungging, aku pura pura mengambil rokokku dimeja, kutempelkan dan kugesekkan sedikit penisku yang tegang di area pantatnya, karena dari tadi pikiran jorokku terus memenuhi otakku. Kusulut rokokku tanpa beranjak dari tempat berdiriku.

Entah disengaja atau tidak, dia juga seperti menggerakkan tubuhnya, sesekali pantatnya mendorongku kebelakang, lalu sedikit memutar tubuhnya, terjadi gesekan lagi, dengan tetap menggerakkan tangannya yang sibuk mengepel lantai, setelah beberapa kali aku memilih mundur dan berpura pura sibuk dengan membersihkan kaca jendela.

🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️

Sore hari setelah mandi aku nonton tv, kukenakan sarung tanpa CD, sambil tiduran beralaskan kasur lantai, kulihat mama sibuk didepan laptopnya, kutarik sarungku bagian bawah sampai diatas lutut lalu kutekuk keatas kakiku kananku sambil sedikit melebarkannya, sehingga dari arah depan pasti terlihat sebagian penisku dan biji pelernnya, sekitar setengah jam Ia selesai, lalu kudengar ia memanggilku,

“Her.. mau mama masakin apa?”
Aku pura pura tidur.
“Her.??”
Ku dengar decitan kursi, mungkin dia mau menghampiriku,
“Yah malah tidur,..”
Kulirik dia berjalan kearah tv, lalu mematikannya.
Kubuka mataku sedikit, kulihat saat dia berbalik, saat mau berjalan, ia menghentikan langkah kakinya, jantungku berdegup kencang, penisku sedikit demi sedikit menegang sehingga hampir membentuk tonjolan disarungku, khawatir kalo ketahuan penisku tiba tiba ngaceng, kusamarkan pergerakan tonjolan sarungku, dengan meluruskan kaki kananku, bergantian dengan kaki kiriku yang kutekuk keatas, sehingga kain sarungku semakin tertarik diatas paha, aku yakin jika dari depan pasti terlihat semua penis dan biji pelerku, kulirik dia agak kaget, dan melangkah pergi, tapi tiba tiba dia balik lagi, beberapa kali mondar mandir, kadang mencari sesuatu di samping tv, kembali menjauh, lalu mengambil sapu, menyapu di sekitarku, sambil sesekali menoleh kearahku, aku jadi semakin deg deg an. Setelah itu ia pergi ke dapur.

Hari mulai gelap, tadi mungkin kecapaian tidur beneran, aku bangun kucari mama di dapur sambil mengendap endap tapi gak ada,. Dikamar mandi pintunya terbuka, pasti juga gak ada disitu, apa pergi keluar ya? Batinku.
Ketika lewat lagi didepan kamar mama, samar samar kudengar suara dari dalam kamarnya, seperti rintihan,
OMG.. mama pasti lagi masturbasi nih..
Sayang sekali gak ada celah buat ngintip, jadi aku hanya menikmati suara samar desahannya dari dalam sambil onani sendiri didepan kamarnya,,
Beberapa menit kemudian duaranya agak mengeras, dan cukup jelas..
“Mmhh.. mhh ahgg…”
Sial dia udah nyampai kali. Sebenarnya aku ingin sekali mendobrak masuk kamarnya, tapi sementara aku harus bersabar, menunggu kesempatan yang benar benar matang.
Aku menjauh dari kamarnya, diruang Tv aku mengeraskan suaraku, kupanggil Mama.

“Maa,, Mama??”

“Ee a ada apa Her,,” Jawabnya agak gugup.
“Mama masak apa mau beli makan diluar?”.
“Ii iya, Mama tadi masak,, udah mama siapin di meja, tapi hanya ada sambal sama ayam goreng Her?”
“Hmm. iya ma gpp, itu udah enak kok”
“Ayo ma makan bareng,’”
“Mama abis mandi lagi ganti baju, Kamu udah mandi belom, kalo belum mandi dulu sana,!”
“Hehe, iya ma, belum , tadi ketiduran, oke deh aku mandi dulu.”

Seperti biasa setelah mandi aku perlihatkan sedikit palkonku, saat keluar dari kamar mandi dia lagi sibuk menata piring, pastinya kuperhatikan dia curi curi pandang si palkon, Haha sial malah tambah besar kepala nih si palkon, gara gara ada yang merhatiin, aku pura pura cuek, berjalan santai menuju kamarku. Malamnya tentu saja onani lagi karena tadi belum sempet kluar. Sampai beberapa hari kedepannya kami melakukan rutinitas seperti biasanya.

Suatu Hari aku mulai memikirkan rencana selanjutnya, ingin kuperlihatkan kontolku secara terang terangan padanya.
Saat mama sedang mandi pagi, aku menyelinap dikamarnya, ku ganti bola lampu kamarnya dengan lampu yang sudah rusak.
Saat pagi begini kukira tidak mungkin dia menyalakan lampu, Kamar kami memang tidak memiliki AC, karena itu, kami memasang jendela yang cukup besar, dan ventilasi udara yang banyak walaupun lobangnya kecil kecil, diatas jendela kamar. Jadi cahaya pagi sudah cukup menerangi ruangan kamar. Hanya ada kipas angin sebagai penyejuk.

Sore mulai petang saat aku pulang, seperti biasa mama sudah tiba dirumah dulu. Aku sengaja muter muter mengulur waktu agar pulang saat magrib
“Her tolong gantiin lampu kamar mama ya,!”
“Kenapa Ma? lampunya yang rusak atau jalur kabel ada yang putus?” Tanyaku pura pura tidak tahu.
“Gak tau Her, Kamu bisa cek gak?”
“Oke, bisa dong, tapi aku mau mandi dulu ya ma,!”
“Iya ,, nanti kalo lagi nyantai juga gak papa”.
“Tapi mama udah beli apa belum, kalo yang rusak bola lampunya?”
“Masih ada kok, disamping Rak TV”
Kami memang selalu menyediakan barang barang atau perlengkapan rumah, tertata di Rak sebelah TV.
Sebenarnya tadi kupastikan dulu bola lampu masih ada dua buah,

Selesai mandi seperti biasa pakai sarung tanpa CD, aku bersiap siap memasang bola lampu,
“Ma bantuin pegangin senter dong”. Pintaku.
“Iya,”
Kami masuk kamar yang suasananya gelap. Senter ku nyalakan, pura pura kusorot jalur kabel,
“Kelihatannya gak ada yang putus ma”. Ucapku.
“Kalo gitu, langsung pasang aja deh,” Jaeab Mama.
Kuseret kursi rias dikamarnya, berada dibawah lampu, lalu kunaiki kursi itu sambil berdiri,
“Ma sorotin pas tempat lampu ya,”
“Eh gak di matiin dulu saklarnya Her?”
“Gak papa kok ma, tenang aja!”
“Hati hati lo ya”.
“Iya tenang aja”.
Kuberikan senter padanya, dan diarahkan ketitik lampu,
Karena dia fokus menyoroti titik lampu, ku kendurkan ikatan sarungku. Kuposisikan wajahnya tepat didepan pinggangku.
Saat bola lampu yang baru terpasang. walaupun belum kuputar sepenuhnya, lampu langsung menyala,
‘Klap’
Kugerakkan badanku sedikit, sehingga sarungku terlepas.

“Ah.. maaf ma”
“Hah..??!!” suara mama kaget melihat kontolku
tepat didepan wajahnya.
“Bentar ma .. putarannya belum mentog..”
‘krit krit krit’
Kulirik Mama melongo sambi mulutnya terbuka , mematung, melihat kontolku.
Kugoyangkan sedikit pinggangku agar kontolku menyentuh pipinya,
Ah lembut, seketika langsung tegang, aku pura pura cepat cepat menarik sarungku.

“Maaf ma, tadi mlorot, hehe.”
“Eh.. i .. iya gak papa”. Jawabnya.
Dia menolehkan wajahya, mungkin karena malu.
Bagus… rencana ini sukses.

☁️🌧️🌨️🌧️🌨️☁️🌧️🌨️🌧️🌨️

Saat ini ditempatku sudah memasuki musim hujan, Setelah terakhir aku menjalankan rencana, sampai sekarang aku belum berani bergerak lebih lanjut. Hanya kegiatan pamer palkon dan senggol sama gesek dikit pantatnya.
Suatu hari , aku terkena demam dan flu berat, sampai badan terasa nyeri disekujur tubuh, mungkin karena beberapa kali kehujanan saat mau pergi kerja atau saat pulang. Terpaksa aku minta izin pada pak Budi, untuk beberapa hari, tentu saja mereka mengizinkan, malah Pak Budi, Bu Indah sama Roy menjengukku, mereka tiba dirumahku jam 7 malam, dan memaksaku agar ke Rumah Sakit, sebelumnya saat belum parah rasa sakit disekujur tubuhku, mama juga mau mengantarku periksa kedokter, tapi aku menolaknya, aku hanya minta dibelikan obat di apotik, kupikir hanya flu ringan, akhirnya mereka semua mengantarku kedokter, dengan mobil pak Budi.
“Walah , kok malah jadi ngrepotin pak Budi sekeluarga nih”. Kata mamaku.
“Ngaak papa kok buk, kami sudah menganggab Bu Nur sama Heru seperti keluarga sendiri, kalo ada apa apa, gak usah sungkan hubungi kami”. Jawab Pak Budi
“Iya mbak Nur, santay aja, Heru sudah banyak membantu keluarga kami, jadi saat Keluarga mbak Nur kesusahan , masak kami biarkan gitu”. Jawab Bu Indah.
“Sekali lagi terimakasih ya, Pak Budi, sama dek Indah”. kata Mama.
“Iya sama sama Buk/Mbak”. Jawab mereka berdua.
“Haha Kak Roy ini pasti kebanyakan nih”. canda Roy. Aku hanya tersenyum, sambil menahan nyeri ditubuh.
“Kebanyakan apa Her?” Tanya mamaku.
“Kebanyakan minum es tante, hihi” Jawab Roy sambil tertawa.
Mama hanya tersenyum.
Sial malah diledekin Heru.

Setelah diperiksa dokter, ternyata memang hanya demam dan flu, walaupun agak parah. sampai menimbulkan nyeri disekujur tubuh, tapi gak ada penyakit serius lainnya. Dan diperbolehkan langsung pulang, dengan syarat agar lebih banyak istirahat.

“Tu kan ma, cuman flu biasa!”. Kataku pada mama.
“Kalo gini kan hasilnya jelas Her, Mama kan khawatir kalo ada penyakit yang serius”. Jawab Mama.
“Baguslah kalo gak ada penyakit serius Her, jadi untuk seminggu ini, kamu istirahat dirumah saja, nanti kalo aku berangkat kerja , sementara akan pergi sendiri!” Jawab Pak Budi.
“Huum tenang aja, nanti aku juga minta Ita jemput aku sebelum ke toko”.! Sambung Bu indah. ow ternyata sepupu sekaligus karyawannya itu namanya Mbak Ita.

Setelah kami pulang, aku langsung kekamar istirahat di temani Roy,

“Gimana kak,?”
“Yah sementara istirahat dulu Roy”!
“Maksudku rencanamu?”
“Yaa ada dikit lah kemajuan, kalo kamu gimana?”
“Sama kak, hehe, asik banget ngerjain mama,”
“Eh ?? ngerjain gimana? jadi kamu dan bu Indah sudah gituan??” Tanyaku terkejut.
“Ssst,, jangan keras keras! Ya belum lah kak, aku juga gak mau buru buru , sementara kunikmati dulu dalam menjalani rencana ini!” Jawabnya.
“Bagus,, sebenarnya aku juga mau pesen kamu hal itu, Kita harus sabar jangan buru buru, apa lagi kamu perkosa mamamu, bisa gawat nantinya, kita harus menggiringnya sampai benar benar berada dalam posisi pasrah dan saling menginginkan”! Jawabku.
“Oke tenang aja, baiklah kakak istirahat dulu, aku mau gabung sama mereka di ruang tamu!” Kata Roy,

Setelah tadi sempet makan lalu minum obat, aku merasa ngantuk akhirnya tertidur…

Bangun tidur kurasa lebih enak, kurasa suhu tubuhku mulai menurun, sudah tidak nyeri seperti kemarin, namun hidung masih mampet dan tenggorokan juga agak sakit.
Beberapa saat kemudian Mama masuk kamarku, dilihatnya aku sudah bangun sambil msinin hp,
“Gimana Her, udah mendingan?”
Sambil duduk disampingku, dan menempelkan tangannya dikeningku.
“Iya mah, tapi hidung masih mampet & tenggorokanku agak sakit.”
“Mau mama buatin minum apa? Jahe, ,jeruk, teh hangat?”
“Susu hangat aja deh ma, hehe”.
Sebenernya sih pengen susu mama, haha gumamku dalam hati.
“Ya udah, tunggu bentar ya, mama tadi juga beli bubur”!
Kulihat jam sudah pukul 7 pagi.
“Lho mama gak kerja?”
“”Kemarin malem udah izin sama atasan sebenernya mau izin 3 hari, tapi hanya dibolehin 2hari saja”.
“Aku gak papa kok ma, bisa urus diri sendiri kok,”!.
“Gak papa gimana, kerja kan demi keluarga, anak sendiri lagi sakit, masak lebih mentingin kerja, kemarin dokter juga bilang kamu harus banyak istirahat kan!”
“Ya,, makasih deh Ma ,!!”

Seharian kuhabiskan waktuku di kamar, Mama sendiri bolak balik kekamarku menanyakan apa keperluanlu, sebenarnya sih aku bisa ambil sendiri, saat aku mau ambil charge hp di meja dekat tv, dia melihatku , malah aku dimarahin, kenapa gak minta mama ambilin katanya. Aku bilang yang sakit bukan kakiku ma, cuman demam dikit kok. kok jadi kayak anak kecil gini ya. Batinku. Karena hal ini aku jadi punya ide lagi.

Sore hari aku hanya melap tubuhku dengan handuk kecil dan air hangat. Lalu seperti biasa pakai sarung tanpa CD dan kaos oblong.
Malamnya mama datang lagi nge cek apa keperluanku.
“Ma ,, boleh minta kerokan ga?”
Tanyaku. Sebenarnya latar belakang keluarga kami, kakek nenek dari pihak ayah dan mama ku berasal dari desa, setelah mama menikah mereka menetap dikota ini, awalnya sih dulu ngontrak, tapi akhirnya bisa beli tanah dan membuat rumah disini. Kadang saat kakek nenekku dari Mama main kesini, nenek sering minta kerokan ke mama, mungkin habis mabuk kendaraan.
Jadi saat ku minta kerokan mama dia mau saja.

“Emang kamu pernah? kalo gak biasa sakit lho.” Tanya Mama.
“Enggak sih Ma, tapi inget nenek kalo kemari kadang minta kerokan mama, aku kok jadi pingin”. Jawabku.
“Ya udah tunggu bentar, mama ambilin minyak urut sama uang logam.”

Saat kembali mama menyuruhku melepas kaosku, dan disuruh tengkurap. Saat itu ia memakai daster panjang, sebenarnya, dari pada ia memakai pakaian seksi, aku lebih suka ia memakai pakaian seperti ini, terlihat kalem dan mempesona, ciri seorang ibu yang penuh kasih sayang.
Saat gesekan pertama terasa geli dan sakit, sehingga tubuhku agak menggelinjang.
“Aduh..”.
“Eh sakit Her?”
“Nggak kok ma, malah geli.” Jawabku.
Dia lanjutkan lagi, lama lama punggungku sudah mulai terbiasa.
“Merah sumua nih Her, berarti kamu masuk angin juga!”. Kata mama.
“Hngg em. ” Jawab ku sambil menahan sakit dan geli.
Setelah selesai ia menarik lenganku diatas pangkuannya, ia mulai mengerik lengan dibawah pundakku,
“Addd… “Teriakku.
“Sakit Her?”
“Nggak kok ma”. Sebenarnya sakit banget entah kenapa, dari pada punggung, kerokan dilengan sakit banget. Tapi aku ingin menikmati pahanya yang empung dibawah tanganku. Jadi aku menahan rasa sakit ini.
karena bergoyang goyang, gesekanlenganlu dan pahanya terasa enak. Ah.empuk ..ingin sekali ku meremasnya. Kontolku yang sedari tadi ngaceng berat terasa aagak dakit karena kutindih.
Ini lah rencanaku yang sebenarnya minta kerokan, agar mama melihat ereksi maksimalku.

Setelah lengan kanan kiri selesai, kini aku disuruh berbalik.

” Punggung Sudah sekarang balik, perut sama dada biar mama kerokin juga”. kata mama.
“Eeer.. tapi ma!” jawabku pura pura malu.
“Kenapa,?”. Tanyanya.
“Anuu… eee.. nanti jangan kaget ya”. Jawabku lagi.
Saat aku berbalik, Kontolku yang tegang memanjang terlihat sampai diatas perut.

“Hahh…” Mama benar benar kaget,
Karena biasanya dia melihat palkonku setelah mandi lagi off, atau waktu aku mengerjai lampu kamarnya waktu itu baru 50% ereksi dia sudah kaget.
Kini aku mencoba menutupinya.

“Tu kan ma,, kubilang juga apa, jangan kaget”. kataku.
“Ehh. mmm. itu kamu kok gitu sih Her?” Tanya mamaku malu malu.
“Tadi kan geli ma, gak tahu tiba tiba kok jadi gini”.
“Ii.. ya udah, gak papa, biar mama lanjutin, ‘”
Tangan mama meraih tanganku agar dia bisa ngerokin dada dan perutku. Diawali dari dadaku yang cukup bidang,
Kerokannya tidak sekeras tadi,, kini hanya terasa seperti gesekan halus.
Saat mulai turun ke perut pertama dia mencoba menghindari gesekan tangannya dengan kontolku, tapi lama kelamaan tiap gesekan punggung tangannya selalu mengenai penisku,
“Ahh…” desahku. Penisku juga semakin terlihat buratan ototnya.
Mama memelankan sebentar lalu melanjutkannya lagi.

Mama yang berada disamping kananku, duduk menyamping di ranjang, kaki kanannya masih dilantai, sedang kaki kirinya menekuk di atas kasur.
Mulai kuraba dan ku usap paha kirinya dengan tangan kananku.
Kami sama sama diam, gerakan tangannya sekarang lebih fokus menggesekkan punggung tangannya sepanjang batangku, tubuhnya juga semakin miring, dengan siku tangan kiri sebagai penyangga tubuhnya, kaki kanannya sekarang ia luruskan diatas ranjang, lama lama uang logam yang ia pegang dengan tangan kanan malah terlepas dari jarinya. Lalu kupegang tangan kanannya , dengan tangan kiriku, kuarahkan ke kontolku, lalu kugerakkan seperti onani, awalnya dia belum berani menggenggam kontolku, setelah beberapa saat akhirnya dia mulai aktif mengocok kontolku tanpa bantuan tanganku. Telapak tangannya yang halus bercampur sedikit minyak urut beraroma terapi yang sedikit terasa hangat dan licin membuatku nikmat. Sementara tangan kananku ternyata sudah diapit diantara pahanya, kugerakkan tangan kananku, dia mengikuti dengan merenggangkan dan menekuk kaki kanannya keatas, aku jadi bisa meraba vaginanya, walau tertutup daster dan celana dalam,
Nafas kami mulai memburu, Kurasakan vaginanya mulai basah,

Sebenarnya aku sudah tidak sabar untuk segera menyetubuhinya, namum sejenak aku berfikir, kondisiku masih belum fit , jadi dari pada nanti mengecewakan mama, lebih baik aku menahan diri menanti kesempatan lain waktu saat aku sudah fit 100%.
15 menit kemudian kurasakan aku hampir sampai,

“Ah.. Ma, ‘” desahku.
Dia diam saja , lalu mempercepat tempo kocokan batangku, akhirnya.

“Ahgggggg.. hggg.. Heghhh’ ”
‘Crooot croot croot..’
Digenggamnya kuat kuat , sambil mengocoknya pelan saat aku keluar, semburan deras spermaku bercecer kemana mana. Perlahan dilepasnya kontolku dari genggamannya. Lalu berdiri dan keluar kamar, aku hanya bisa diam , bingung mau bicara apa,, saat aku mau bangun ternyata dia kembali lagi, sambil bawa sekotak tissu, mencabutnya beberapa lembar dia bersihkan spermaku.
“Ma.. maaf ma!” Kataku.
Dia masih terdiam, namun tetap membersihkan spermaku.
Dia menarik nafas panjang namun agak tersenggal,
“Huuh, gak papa Her”. Hanya itu yang terucap dari bibirnya. Lalu dia keluar sambil menutup puntuku.
Aku memandang langit langit kamarku. Terasa puas, sedikit ada rasa sesal, tapi satu hal yang pasti, mama sudah mulai memiliki hasrat padaku.
Aku tersenyum, lalu tertidur pulas…

Aku bangun lebih awal ku cari mama tidak ada di dapur dan dibelakang, jadi kuputuskan untuk kembali tiduran dikamar. Mungkin karena dia libur jadi agak nyantai dan bangun agak siang,
‘Cklek’
Kudengar dari kamarku pintu kamarnya terbuka.
Sesaat kemudian aku keluar mencarinya, dia sedang menaruh pakaian ke bak, mau nyuci, tapi kok banyak banget ya, setelah kuperhatikan agak jeli, ternyata sprei serta sarung guling dan sarung bantal juga ia cuci.
Ku sapa dia dari belakang.

“Lho Ma , mendung gini kok nyuci banyak?”
“Eh Her, udah bangun, i iya nih , udah lama gak mama ganti, jadi mumpung libur mama cuci aja, Kamu mau sarapan apa?”
“Jam segini Bubur kacang Ijo Pak Agus masih
pa gak Ma?”
“Tunggu bentar Mama kesana dulu, mungkin aja masih”.

Setelah dia pergi, tiba tiba perasaanku kok pingin ngecek sprey mama.
Saat kuambil, dan ku periksa, bebrapa bagian ada yang agak basah, saat kucium kok baunya aneh ya, agak pesing, tapi ada aroma lain yang agak asing bagiku, masak mama ngompol, atau jangan jangan …
Aku langsung menuju kamarnya, ternyata tidak terkunci,
OMG … Ada dildo , vibrator, dan aneka mainan seks lain berserakan diatas kasurnya dan juga sebuah botol berisi cairan putih, saat ku baca, ternyata itu pelumas vagina atau lubrication. Mama lupa membereskan semua ini?? Seketika kontolku ngaceng. Sial padahal tadi malem baru dikocokin mama, ini sudah tegang lagi. Pasti tadi malem sebenarnya mama juga udah sange berat, dan melampiaskannya dengan masturbasi. Lalu aku pura pura nonton Tv sambil menunggu mama.

Saat dia kembali, sikapnya biasa saja padaku, seperti tidak terjadi apa apa. Jadi aku juga tidak berani menanyakan kejadian tadi malam, atau tentang apa yang dia lakukan dikamarnya.

Selesai sarapan bersama, mama lanjut nyuci, aku kekamar lagi.
Semuanya sudah jelas, aku yakin mama punya hasrat padaku, kuputuskan, untuk mempersiapkan dan mencari rencana terakhir agar bisa mengeksekusi memuaskan dan membahagiakannya.

🌫️🌫️🌫️🌫️☔☔☔🌫️🌫️🌫️🌫️🌫️

Setelah sembuh dan tubuhku sudah fit, aku mulai pergi fitnes setelah kerja, kufokuskan melatih otot otot pinggang , perut dan kaki. Karena dalam pertempuran nanti aku tidak mau mengecewakannya. Stamina harus terjaga, Kucari trik dan posisi bercinta serta kuracik ramuan ramuan tradisional dari mbah google, yang tidak ada efeksampingnya. ada dua jenis ramuan yang kudapat, setelah kucoba yang pertama meningkatkan gairah, dan yang kedua memperlama ejakulasi, ini kubuktikan saat meminum kedua ramuan tersebut, aku onani sampe lecet gak kluar kluar. haha.

Suatu saat Roy menghubungiku, menanyakan padaku apa ada obat kuat dan obat perangsang wanita yang bagus, sial ni anak masak dia udah ekse bu Indah, Saat kutanya ternyata belum, obat kuat dan perangsang itu salah satu syarat dalam rencananya. Kuberi tahu saran dan info tentang menjaga staminanya, untuk obat perangsang wanita aku belum tahu. Kucoba cari info di google lagi, tentu saja ku cari yang gak ada efek sampingnya atau yang alami, setelah kudapat resep ramuannya, kemudian kuberi tahu hasil searchingku padanya.

⌛⏳⌛⏳⌛⏳

Satu bulan telah berlalu, aku sudah mempersiapkan rencana, tinggal menanti kesempatan.
Akhirnya kesempatann yang kutunggu datang juga, malam Minggu , cuaca dari pagi sudah mendung, sore mulai gerimis menginjak malam mulai hujan deras.

Saat ini sekitar jam 7 malam, Dia lagi masak di dapur. sekitar setengah jam dia memanggilku disuruh makan, selesai makan, aku kembali ke kamar sambil bawa segelas air panas dan satu gelas kosong. Membuat dua ramuan yang sudah kuracik kini tinggal dituangi air panas, Sambil menunggu dia nyantai didepan Tv. Beberapa saat kemudian kudengar ia mulai menyalakan TV,

Baiklah akan kumulai aksiku, beberapa hari lalu kutancapkan paku di tembok sebelah kanan dan kiri meteran listrik. Sekarang
kuambil perlengkapanku, obat nyamuk, 2karet gelang, lem, potongan kardus yang sudah ku buat menjadi kotak kecil dengan panjang ,lebar ,tinggi sekitar 5cm, 3cm, 2cm, menuju TKP.

Posisi Meteran Listrik berada di samping rumah agak depan, aku keluar lewat jendela kamarku, agar mama tidak tahu. Lalu kuikat karet jadi satu kutautkan pada masing masing paku, kupasang lem pada obat nyamuk yang sudah kupotong sekitar 10cm, kulem pada kardus kecil tadi, kusulut dan kutempelkan pada tembok, kuatur sedemikian rupa, agar nanti pada waktu obat nyamuk menyala, ada saatnya mengenai karet. Sehingga saat salah satu karet putus, otomatis karet yang satu menarik saklar meteran, lalu listrik padam, yah ini seperti ‘Timer’ sih menurutku. 🤣
Aku sudah mencobanya 2 kali saat mama sedang keluar rumah, dan ternyata berhasil.

Setelah selesai aku kembali ke kamar, ku ganti celana pendekku dengan sarung tanpa Cd, tidak lupa minum dua gelas ramuan tadi. 😎. Hujan diluar mulai diiringi sambaran petir.. Wah manteb nih…
Aku susul mama yang lagi nonton tv ,, Dia memakai baju tidur model biasa, kaos bermotif bunga warna ping sewarna dengan celananya. Kurebahkan tubuhku disebelah kanannya, dia lagi duduk sila sambil melipat setumpuk pakaian di depannya.

“Ma ganti moto Gp dong”, Pintaku.
“Bentar ih, lagi seru serunya nih, ntar kalo udah iklan”. jawab Mama serius, terbawa suasana sinetron yang lagi ada drama adu cek cok.
“Bagusnya paan sih ma, sinetron gini gini aja, paling intinya cuma rebutan harta warisan, rebutan suami orang, rebutan jabatan,..!”
Sial gak digubris,
Kumiringkan tubuhku dan kuarahkan tanganku ke remot tv, yang berada disebelah kirinya.
“Eit eit. . .bentar dulu napa sih!”
Tangannya menahan tanganku sehingga mendarat di pahanya. Karena dia fokus melihat tv, telapak tanganku menangkap pantatnya dan sedikit kuremas. Wahh empuk, kubiarkan sebentar, tidak ada reaksi, kulanjutkan aksiku, aroma tubuhnya yang wangi namun tidak menyengat membuat darahku mulai memanas. Kumasukkan tanganku kedalam kaosnya dari sisi kanan, pelan pelan mulai kuraba perutnya yang agak berlemak, namun karena empuk, aku malah lebih bernafsu. Kutelusuri pusarnya dengan jariku, Kudengar nafasnya mulai memburu. Lanjut kuarahkan ke atas pelan pelan , kuraba perutnya bagian atas, dengan sedikit menyenggol susunya, lalu perlahan kuremas susunya yang masih berbalut bra,
“HAh.. “. Lenguhnya.

Tiba tiba.
‘jeglek’
Listrik padam. akhhirnya, saatnya tiba.

“Hah.. li.. listriknya padam Her”.
“Aduh ga bisa nonton Moto GP ni”.
“Mama lupa beli bola lampu yang otomatis itu, kalo listrik padam langsung nyala”.
Untung aja rumah ini belum terpasang lampu otomatis, kadang saat listrik padam seperti ini kami menggunakan senter yang ada lampu emergency pada pegangannya.

“Waktu ganti lampu kamar mama, senternya disimpan dimana ma?” Kami mulai bangkit dari posisi sebelumnya.
“Biasa di sebelah Tv”. Jawabnya.
“Ya udah ma biar aku cari, mama tunggu aja disini”.
Aku berjalan beberapa langkah sambil melepas ikatan sarung dan pura pura menjatuhkan tubuhku.
‘Bruug’
“Aduh ..”
“Eh.. kenapa her?”
Ku dengar Ia beranjak dari tempatnya, saat kakinya menyentuh kaki kananku, kuangkat sedikit kaki kiriku, agar menghalangi langkahnya.
“Hah…??” Dia ikut terjatuh.
‘brug’
“Aduh ..Aduh Ma..!”
Aku pura pura kesakitan, kurasakan dia menindihku.
“Eh .. kamu gak papa Her?”
“I iya ma,, tadi waktu mau berdiri sarungku keinjek , terus jatuh”.
“Eh.. ??” Dia kaget karena menindih kontolku yang ngaceng. Lalu menjauhkan tubuhnya dari tubuhku.
“T..tadi pas jatuh sarungku ikut lepas ma,. ”
“Tapi kamu gak papa kan?”
“Iya ma gak papa kok”.
Sarung yang masih menutup sebagian kakiku, kucopot sekalian.
“Ma sarungku yang mana nih, kecampur pakaian yang belum mama lipat.!” Tanyaku bohong.
“Tunggu bentar biar mama cari senternya”.
“Aku bantu ma!”.
Kami berdiri dan berjalan mengandalkan indra sentuhan. Beberapa kali tanganku menyentuh tybuhnya, demikian dengan mama. Setelah mengira ngira posisi, kuatur tubuhku dibelakangnya. Bergerak maju kedepan, setelah kurasa tanganku menyentuh kayu,, mungkin saat ini kami sampai didepan rak tv, kedua tanganku kuarahkan kedepan mengapit tubuh mama,

“Kira kira lemarinya sebelah mana ma?”. Tanyaku pura pura.
“Eee bentar bentar..mama juga belum tahu” Jawabnya.
Saat dia mau bergerak kumajukan kontolku menempel pantatnya, mulai kugesek pelan pelan keatas kebawah, searah belahan pantatnya.
Tanganku kugerakkan seolah olah mencari sesuatu. Sesekali beesenggolan dengan tangannya yang juga meraba raba mencari letak lemari.
Kami tidak merubah posisi itu sampai beberapa menit. Kudengar nafasnya mulai cepat.
“Se ..senternya benar mama taruh disini??”. Jawabku agak grogi.
“Ee.. e. iya Her!”. Jawabnya terbata.
“Di rak bagian mana ma??atas, tengah atau bawah”, .
“Se.. seingatku dirak tengah..!”
“Iya biar kucari dulu ma,”.
“Ah..”. Desahnya saat kuremas kedua susunya, pelan pelan, lalu ku masukkan kedua tanganku kedalam kaosnya dari bawah, kuremas lagi susunya, perlahan namun pasti, kumasukkan telapak tanganku kedalam BH nya, sehingga ketek kenyalnya dapat kurasakan langsung. ku plintir plintir putingnya juga.
“Mmh..ah..”. kudengar desahannya mulai cepat.

“Di.. ditengah gak ada ma!”. Kataku.
“Ah.. ma..ma,, juga .lupa her”. Jawabnya.
“Biar kucari dibawah ya!” Kataku lagi.

Kupelorotkan celana beserta CDnya sampai kelantai. saat kupegang pergelangan kakinya, dia mengangkat sendiri kakinya bergantian, memudahkanku melepas celananya.
Aku kembali berdiri memeluk tubuhnya dari belakang, kugesekkan lagi kontolku dibelahan pantatnya, tangan kiriku menelusup kaosnya dan meremas lagi keteknya. tangan kananku meraba memeknya, kurasakan bulu jembutnya tipis, mungkin dia sering mencukurnya, kumasukkan jaritengahku kedalam, jempolku bermain di clitoris, membuatnya mendesah desah.

“Mmmmohhhm..mm.ahh”
“Dibawah gak ada ma, biar kucari diatas”. Bisikku di telinganya.
“Mmmh .. ma..ma .. Lu..lupa her.” jawabnya terbata sambil mendesah.
Kulumat bibirnya, tak kusangka dia menyambutku dengan ganas, kami saling sedot lidah dan gigit bibir.
Lalu kubalikkan tubuhnya menghadapku,
Perlahan kulepas kaosku sendiri dan kaosnya, masih saling menikmati ciuman dan lumatan dibibir. Aku tidak berhasil melepas BH nya, karena kesulitan, namum posisinya sudah tidak menutup kedua susunya, kini berada di area perutnya.

“Ma..!!”.
Kupegang tangnnya,,
“Mmhh.hah.”
Dia tidak menjawab hanya sisa lenguhan yang keluar dari bibirnya.
Kutuntun dia merebah diatas kasur lantai , kurasakan ada beberapa pakaian menghalangi tubuh kami, kuambil dan ku buang ntah kemana. Kutindih mama, kucium lagi, kurasakan tangannya mencari kontolku, ia pegang dan mengelusnya. Ciumanku turun ke leher, kujilati sampai pada kedua susunya, kusedot sedot putingnya bergantian.

“Mmhh.. ohh.. ahh.. ” Dia terus mendesah. Suara hujan deras yang diselingi petir membuat cuaca dingin, namun tubuh kami sebaliknya, semakin memanas.
Saat jilatanku sampai diperut kuputar tubuhku, sehingga kontolku mengenai kepala mama, kumajukan tubuhku sedikit sehingga tercita posisi 69 , namun aku yang berada diatas, kubuka kakinya, kusedot memeknya, kontolku ia pegang dengan dua tangannya, dan mulai menjilatinya. perlahan mulai dimasukkan palkonku kemulutnya, walau hanya seperampat panjang yang masuk, .Ahh geli geli nikmat.

‘sllrrpt sllrpt..’ suara sedotanku
‘mngogg.. hogg.. khugg.. slurtp..mmgog kwahh.’ suara blowjob mama.
Beberapa menit kemudian kugigit pelan clitorisnya, dengan refleks, ia mengapit kepalaku sambil menjerit.
“Aahh.. aggghh.. hggg….ohh. ” Pantatnya terangkat mengejang beberapa kali sambil memuntahkan cairannya. Nafasnya tersenggal senggal. Kuputar lagi posisiku kucium mulutnya, kubiarkan ia beristirahat sejenak,.. aku berbaring disampingnya, ,
Sesaat kemudian tangannya menarik tubuhku, lalu kutindih lagi tubuhnya, kakinya ia lebarkan mengangkang, lidahku menelusuri leher sampai ketiaknya, tangannya bergerak lagi mencari kontolku, ia gesekkan ke memeknya.
Kurasakan memeknya sudah sangat basah,
Kupegang kontolku, tangan mama kini berubah memelukku, kakinya melingkari pantatku. Palkonku sudah siap meluncur ketika menemukan pintu masuk memeknya.

“Aku sayang mama”.. Kubisikkan ditelinganya.
Ia semakin rapat memelukku, perlahan kugerakkan pantatku dan ..
‘Bless’..
Tak bisa kujelaskan rasa nikmat ini. Terasa mencengkeram kontolku, hangat, lembut, licin,
“Ahh…mmh.. ” Desah mama saat separuh kontolku masuk. Kutekan lagi.
“Hggggg… ” Ia menahan teriakannya saat kontolku masuk seluruhbya.
Mulai kupompa pelan..

“Ahh.. mmmmh .ssst”. Suaranya membuatku semakin bernafsu. Kutingkatkan ritme pompaanku.

“Ahh.. mmmh.. ssst… hhgggg’”.
“Hoh.. ma… ahh.. hah”
Suara kami bersautan ,

“Hah.. te.. terus.. nik..nikmat.. sa..yang”… mama mulai bicara terlebih memanggilku sayang, karena dari tadi hanya desahan yang ia keluarkan,
Ku sangga tubuhku dengan kedua tanganku, kufokuskan pada gerakan pantatku.
‘Plok..plokk…plokk.. plookkk.’

“Aaaaahh.. ahhh.. hahh.. mmgghhggg..”
Suara mama semakin kencang.
Kudekap kedua pahanya, lanjut genjot lagi, sesekalu meremas dan memlintir putingnya.

“Ahh.. mam..ma.. mau s..sampai ..” kata mama.
Aku semakin bersemangat,
“Keluarin ma.. a..ku si..ap puasin ma..ma.. kappan ssajja”..
“Ahh.. ahh. mmg gmggg hyaaaa…mmmhhggg”
Dia menarik dan mencakar punggungku , pundakku juga ia gigit, sakit, namun tidak kurasa karena nikmat ini lebih besar. Kakinya melingkar lagi dipantatku dan ia rapatkan sekuat tenaga sampai aku kesukitan bergerak.
Seluruh tubuhnya bergetar , memeknya mengeluarkan cairan hangat membasuh kontolku yang terrancap penuh
‘serrrr…seerrr.seeerrrr..’
“Hah..hahh.. mmh. hah.”
Kubiarkan dirinya menikmati puncak yang ia dapat.

Kurasakan lilitan kakinya mengendur, saat kontolku akan kucabut, ia merapatkan lagi
dia berbisik.
“Biarkan dulu sayang..”
“Iya ma,,” Jawabku singkat.

Setalah beberapa menit nafasnya mulai teratur,
Kontolku yang masih tegang maksimal kucabut, kurebahkan tubuhku disampingnya lagi, namun tidak kusangka, tubuhnya menaikiku, ia pegang kontolku, lalu dituntun ke memeknya, ia gesek sebentar dan..

‘Blesss.’
“Ahh…” Suara kami berbarengan.
Ia diamkan sebentar, menundukkan tubuhnya, mengecup keningku, lalu turun melumat bibirku.
Sensasi luar biasa yang kudapat,
Ia goyang pelan tubuhnya , tangannya bertumpu didadaku,
“Ahhh.. mmhh.. ahh.”
“Ahh.. ma.. enak.. ma”

Goyangannya bervariasi, kadang naik turun, maju mundur, memutar, benar benar luar biasa. Satu hal yang perlu kubanggakan, aku belum merasakan tanda tanda mau ejakulasi. Aku mengimbangi goyangannya dengan menggenjot dari bawah.
Beberapa menit kemudian.
Mama mulai menjerit lagi..
“Ahh.. agghhh.. mmhggg.. aakk..u..kkkeluar..”

‘Serrr…serrrf..serrr..”

Dia merubuhkan tubuhnya diatasku. Nafasnya ngos ngosan..
Aku tidak tahu berapa lama durasi saat pertama kami mulai bergumul sampai ia keluar 3kali, karena suasana yang gelap gulita.
Ia cabut kontolku, merangkak kebawah tubuhku, lalu ia blowjob lagi,
“Slrrpt mhoogg.. hoogggh hooghhhh hueegg.”
Ia berusaha memasukkan kontolku sedalam yang ia bisa, kukira saat ini separuh kontolku yang ia bisa masukkan.
“Ahh.. ma… jangan dipaksain, nanti tenggorokan mama sakit” Kataku..
“Mmgg.. kwagh. ga papa sayang mama akan berusaha … hoogghh hogghgg”
Kupegang kepalanya agar tidak terlalu cepat, aku kasihan padanya.
Lalu ia merangkak lagi diatas tubuhku, kali ini kurasakan tubuhnya membelakangiku.

“Mama masih kuat??” Tanyaku.
“mmh.. kamu belum keluarkan?” Dia balik tanya.
“Gak papa ma, aku senang bisa membuat mama puas”. Jawabku.
“Gak adil dong,, masak mama sendiri yang dapet puncak”
Ia masukkan lagi kontolku. dan menggoyangnya.
“Ahh.. hmm. sst..”
“Hooh.. uhh.. haaah”

Mungkin karena capek Ia perlahan berbaring diatasku, ku imbangi lagi dengan dorongan dari bawah,,
“Hah.. huhh.mama capek??” Tanyaku..
“Hmmh. hah… gak.. pa..pa. kok mmh. sst.” Jawabnya .
Kumiringkan tubuhnya, kuangkat sebelah kakinga , lalu ku genjot dari samping..

“Ahh.. ter..uss sayang..” Kata mama
“Hohh.. mmhh me..memk mama.. nikmat” jawabku.
“Ahh.kon.tolmu.. ju..ga mantab..ahh..ssyang” Timpanya.
Mendengarnya bilang kontol, aku jadi semakin membara,
Karena kugoyang agak keras, tubuh mama jadi semakin telungkup, lalu tindih dari belakang dan ku pimpa lagi,

“Mgg..mggg.. haggghh.. hhmm”
kudengar suaranya agak berat, kelihatannya susah bernafas, karena posisi telungkup, jadi kutarik tubuhnya, jadi posisi dogy,
” Ahh.. mggmmhh.. hohh..”
“hahh..hoohhh.. hossh..”

Mulai kurasakan tanda tanda nikmat di kontolku. Kupompa lebih keras lagi dengan menarik kedua tangan mama dari belakang,
“Ahh.. add..duhh.. heerr.. pell..lan di..kit.. m..ma..ma nannti.. kelluar ..lagi”
Tidak kupedulakan kata katanya, niatku dari awal ingin membuatnya keluar berkali kali agar dia puas.

“Ahh.. ah..mmhh. ssst. Hagghhh mgghhh tti..dakk..”

Serrr.. serrr..serrr..

Kurasakan semprotan yang banyak seperti kencing membasahi perut dan pahaku.
Tubuhnya mengejang hebat, aku sampai khawatir..
Sementara kuhentikan lagi.. Kurebahkan tubuhnya disampungku

“Hah.. ka..mu belum ke..luar her.?” Tanya mama.
“Tenang aja ma… ”
Dia diam, hanya nafasnya yang masih memburu,
Tiba tiba Ia nenaiki tubuhku lagi,
“Ma.. jangan paksain diri!” Kataku.
“Hah.. j.jangan remehin.. mama ya!” Jawabnya.
Aku tersenyum dalam kegelapan,
Dia masukkan lagi kontolku, karena mungkin memek mama sudah menyesuaikan dengan ukuran kontolku, kali ini langsung masuk semuanya,.. kurasakan dia tidak menggoyang tubuhnya, namun tiba tiba kontolku seperti disedot sedot, sensasi apa lagi ini, seperti dipelintir dalam memeknya. sial nikmat banget,
Tanpa sadar kugoyang dari bawah, ia perlahan mengimbangi, tapi anehnya otot vaginanya masih tetap menyedot nyedot kontolku, dari info seputar seks, tehnik ini memang jarang wanita yang mengetahuinya,
tak kusangka mama lincah memainkannya.
“Ahh.. ma.. nikmat.m. banget..” Kugoyang lebih keras lagi..
“”Ahh.. g gimana.. ud..dah mau ..nyammpey?” tanyanya.
“Huhh.. ii..ya ma bentar lagi.”

Ia juga semakin cepat menggoyang pinggulnya,
“Ahh.. ahh.. mmhhh..sstt.”
Aku bangkit , kupeluk mama, dipangkuanku, ia terus bergoyang, sambil mengempot kontolku, seakan mengeluarkan jurus rahasianya.

“Ahh.. hoohhs..maa.. akk.ku mau.. ke..luar”.
“Hmmhg.. hggg.. hh….hgg..ma..ma juga..”

Kupeluk erat tubuh semoknya, Ia melumat dan menyedot lidahku,

‘Croot..croottt..crooot..”.
‘seerrr..serrr..serrr’

Kami meraih puncak bersama,

Aku berbaring, memeluk mama diatasku,
kontolku masih menancap di memeknya,
Sebenarnya aku masih kuat untuk ronde berikutnya, namun aku kasihan mama, sepertinya ia sudah kelelahan, sebenarnya sih gak fair, soalnya tadi aku sempet minum ramuanku, sedang dia mungkin tidak ada persiapan.
Kurasakan tanganku menyentuh kain, mungkin ini sarungku tadi, kutarik menyelimuti kami berdua, ada beberapa pakaian yang berserakan disampingku, kuambil juga kutumpuk diatas tubuh kami, agar lebih hangat, kudengar diluar hujan mulai reda,

“Makasih ma.. Aku sayang mama” Bisikku ditelinganya,.

Sebenarnya jika ku ewek mama tanpa rencana matiin listrik segala mungkin bisa saja, tapi kupikir aku dan mama jadi agak canggung dan malu. Kalo listrik padam gini kan kita bisa saling lepas birahi tanpa rasa malu. 😃.
Dia tidak menjawab malah kupingku digigit. kudengar tawa kecilnya. Setelah nafas kami sudah teratur.
Perlahan mama mulai mendengkur halus, kubelai punggung dan rambutnya, kucium keningnya,, kuputuskan untuk tidur juga…

🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈

Bersambung

 

Daftar Part