Heru siJomblo part 5

0
85
Heru siJomblo Kisah Malam

Heru siJomblo part 5

💦 [POV] Nurmala

‘Brummmm..bruumm.. drnnn.. piimm..pim..drnn…’

Kudengar suara mobil, motor, dan keramaian pagi hari membangunkanku…
“Mmhhh… hegggghh hoaaahmm.. .” Nikmatnya ngulet, terasa agak pegal tubuhku, namun pikiran dan perasaanku gembira. Hari minggu.. nyantai dulu ah.. aku masih belum membuka mataku.. Kurasakan tanganku menyentuh sesuatu.. Panjang,, bulat.. kenyal, agak lengket permukaannya, sesuatu yang kurindukan selama ini, yah walaupun hanya dildo.. tapi.. kok.??, Kugerayangi lagi …Hah??? Kubuka mataku, Saat itu aku langsung tersadar.. dan teringat kejadian semalam.. Kulihat diriku telanjang tanpa sehelai pakaianpun, didepanku telentang tubuh anakku Heru, juga demikian, dengan kontol panjang dan besar rubuh menempel paha kirinya.
OMG.. tadi bukan mimpi?? kukira tadi aku bermimpi bercinta dengan anakku yang beberapa tahun ini jadi objek fantasi masturbasiku.
Disekitar kami pakaian kering yang tadi malam sempat ku lipat namun kini berserakan.
Aku bingung, dan malu jika aku membangunkannya sekarang.. Benar sih, tadi malam kami habis bergumul penuh nafsu, tapi kondisi saat itu gelap, jadi aku tidak begitu malu.. Namun kini suasana sudah terang.. Kulihat jam pukul 7 pagi..
Kuambil pakaian yang berserakan, Kututupi tubuh Heru dengan sarung yang tadi malam ia pakai..
Aduuhh.. aku benar benar bingung, gimana nanti aku bersikap didepannya kalo dia udah bangun??
Kupondong pakaian yang belum tertata tadi kekamarku dalam kondidi telanjang.. Selangkanganku terasa lengket dan agak ngilu?? Kututup pintu kamarku, kutaruh pakaian tadi diatas kasurku, dan kuperiksa sekitar memekku, terlihat agak memerah, ada bekas cairan yang mengering, namun saat kusentuh, aku jadi teringat kontol heru tadi, dan rasa nikmak persetubuhan semalam. Aku berbaring dikasurku masih dalam keadaan telanjang. OMG apa yang akan terjadi nantinya? Bagaima caraku bersikap didepan Heru? Bagaimana kalo Ella tahu hal ini??

Anganku melayang ,, teringat saat anakku Heru masih sekolah di SMK, yang bentar lagi akan ada ujian praktek buat kelulusannya, saat itu pertama kali kulihat kontol remajanya, Pagi pagi kulihat Heru belum bangun, kupikir dia semalam belajar menyiapkan ujiannya, aku ingin membangunkan tidurnya, waktu aku masuk kamarnya, Aku kaget melihatnya berbaring sementara sarungnya tercetak seperti sebuah tenda.
Entah kenapa muncul perasaan aneh dalam diriku, dan kurasakan darahku berdesir, tanpa sadar aku berjalan kearah Heru, memperhatikan tonjolan sarungnya lebih dekat, tanganku seolah bergerak sendiri, menyincing ujung bawah sarungnya, perlahan menariknya keatas.
Jantungku serasa mau copot melihat kontolnya berdiri tegap, besar dan panjang, kuperkirakan, jika saja kontol itu kupegang, panjangnya mungkin tiga genggaman tanganku, dan masih menyisakan kepala kontolnya.
Memekku terasa gatal.
Tidak.. aku tidak boleh berpikir kotor seperti ini. kukembalikan lipatan sarungnnya kebawah. Aku kembali keluar kamarnya, pura pura mengetuk pintunya agak keras.
‘Tokkk..tokk..tookk..’
“Her.. bangun.. udah siang… katanya ada ujian? Her…?? Her..?”
“Mggghhhh… ooaiyahhhmaaah!” Kudengar suaranya ngulet sambil menguap.

Sejak saat itu, bayangan kontol anakku selalu terlintas dipikiranku.
Memang sudah 4 tahun lebih setelah suamiku meninggal dalam tugas, walau sebelumnya aku jarang memiliki pikiran yang mengarah pada hal hal seputar seks. Naluriku sebagai seorang ibu yang masih bertanggung jawab merawat 2 anakku, membuat tuntutan nafsuku tersampingkan. Sepeninggal suamiku, sebenarnya banyak sahabat dan kenalan suamiku maupun teman lamaku, yang merayu ingin menikahiku, namun aku tahu status mereka masih beristri. Jadi kupikir mereka pasti hanya menjadikanku sebagai simpanan, aku juga khawatir mereka tidak peduli sama anak anakku. Jadi aku lebih memilih hidup sederhana menggantungkan pensiunan suamiku. Sampai saat Heru mulai masuk SMK, aku mulai cari kerja sebagai sales kosmetik. Dan aku bersyukur bisa membiayai sekolah kedua anakku.
Terhitung cepat, aku mendapat promosi jabatan, saat Heru mau lulus aku sudah dibagian supervisor.

Jadi setiap pulang kerja, saat aku mau cuci pakaian, kuperiksa lebih dulu milik Heru, terlebih celana dalamnya, Hal ini malah menjadi kebiasaan anehku, selalu kuciumi celana dalamnya sebelum kumasukkan kedalam mesin cuci, sambil menggosok memekku, sampai meraih orgasme.
Suatu hari Ella memergokiku saat aku mau berfantasi dengan CD Heru,
“Ma?? ngapain pegang pegang tu CD, Aiii jijai hweekk.!” Ujarnya.
“Eh.. mm.. tadi jatoh.. mama gak tau.. pas udah selesai nyuci pakaian lain eh ini ketinggalan.. nih kamu aja yang nyuci.. hihi!” Godaku agar dia tidak curiga..
“Aaaaaa…. nggaaaaakkk….!” Dia berlari menjauh, aku hanya tersenyum, Jika kamu sudah dewasa kelak, dan jika kamu tahu senjata rahasia kakakmu, kamu pasti tidak akan kuasa menolaknya, batinku.
Lebih gilanya lagi pernah suatu saat, CDnya yang belum ku cuci, kubawa kerja, kumasukkan dalam tasku, saat aku lagi pusing dalam pekerjaanku, aku pergi ke kamar mandi, tidak lupa membawa CD Heru, kucium dan kujilati, sampai orgasme menjemputku. Anehnya pikiranku jadi fresh, terasa enteng, jadi bisa konsentrasi dan mudah saja kukerjakan tugas tugasku.

Saat Heru lulus sekolah, dia melanjutkan kerja di bengkel yang sebelumnya tempat dimana dia magang dulu. Menurutku dia emang anak yang baik, penurut, tapi sayang dia agak pendiam. Aku khawatir dia nggak pandai bersosialisasi di masyarakat, teman, atau rekan kerjanya.
Suatu Hari saat aku dan rekan rekanku makan bareng diluar, dari meja agak jauh kulihat 2 wanita, dan sepertinya aku kenal salah satunya. Dari jauh kami saling pandang, oh benar itu Indah, kulambaikan tanganku, dia membalasnya, Lalu mereka menghampiri kami.
“Lohh mbak Nur, udah lama gak ketemu!”
“Wahh Dek Indah, tadi aku ragu, itu Indah apa bukan,……. bla bla..bla”
Sapanya sambil menyalami tanganku, gantian temannya, juga, lalu ku kenalkan pada rekan rekan kerjaku.
Akhirnya kami makan bersama dalam satu meja. Kami saling bercerita, ngerumpi, ngegosip, yah biasa lah.. namanya juga wanita 😘.

Sebelumnya, setelah dapat promosi jabatan, banyak chat yang masuk dari pelanggan pelangganku sebelumnya, kubalas kalau sekarang aku sudah dapat promosi, dan kualihkan pada penggantiku. Akhirnya kubuat pesan siaran pada pelangganku yang lain, kalo sekarang aku sudah gak disales lagi, kulihat ada beberapa yang terpending, salah satunya Indah. Ternyata nomornya udah gak aktif. Jadi sampai saat itu aku lost contac dengannya.
Pas kami ngobrol, kutanyakan kenapa nomornya ganti tapi gak ngabarin, dia bilang
kalo hapnya hilang, waktu liburan bersama keluarganya.
Sejak saat itu kami semua jadi lebih akrab, sering nyempetin ngumpul bareng.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Beberapa tahun kemudian, aku dihubunginya, dia menanyakan padaku, punya temen atau kenalan yang mau jadi supir pribadi atau tidak, di jelaskan kerjanya gini gini gini,, dengan gaji sekian. Karena supir sebelumnya menikah, dan kini tinggal jauh bersama istrinya. Jadi dia nyari pengganti. Ku bilang Oke nanti kalo ada kubungi lagi.

Beberapa hari setelah itu, ketika dirumah, saat makan bersama kedua anakku Heru dan Ella, aku teringat pesan Indah, Ku coba menawarinya.
“Her temenku ada yang nawarin jadi supir pribadi, mau nggak? Kamu bisa nyetir kan?” Tanyaku.
“Hmm… Bisa sih.. tapi Kira kira orangnya galak gak ma?” Jawab Heru.
“Hahaha.. emang kakak mau, jadi supir?” Tanggap Ella cengingisan.
“Yeee… ngeledek nih mentang mentang aku yang kebagian IQ dikit, dan lu yang borong IQ mama sama Papa. Awas ya, ntar kalo udah kuliah trz minta uang jajan sama kakak!” Hardik Heru pada Ella.
“aemmmm.. jangan gitu dong kak..!” Rengek Ella.
Memang sebuah anugerah bagi Ella, Ia memiliki kecerdasan diatas rata rata diantara kami sekeluarga, serta teman sekelasnya, Selalu dapet Ranking 3 besar paralel disekolahnya. Dan kami berencana mendaftarkan Ella di fakultas kedokteran. Sejak aku mulai bekerja, walaupun sedikit selalu kutabung khusus buat biaya kuliah Ella nanti, Sementara Heru, walaupun kecerdasannya dibawah Ella, namun kasih sayangnya terhadap aku dan Ella tidak kalah dengan papanya dulu, sejak kerja di bengkel dia juga menitipkan sedikit gajinya buat tabungan biaya kuliah Ella. Saat ini usianya baru sekitar 16 th, kelas 2 SMA.

“Sudah.. sudah, Orangnya baik kok Her!” Jawabku.
“Emang supir sebelumnya kenapa? Jangan jangan bosnya galak trz gak tahan dan mutusin keluar ma?” Tanya dia agak ragu.
“Enggak .. Katanya supirnya yang dulu nikah, terus kumpul sama keluarga istrinya, tempatnya jauh, tp gak tau dimana, dia gak bilang detailnya sih. jadi dia mutusin keluar.”.
“Apa gajinya yang dikit?” Heru mengernyit.
“Kupikir sih lumayan, xxxxJuta per bulan!” Jawabku.
“Hmm. wah besar juga ya, dibanding gajiku dibengkel sih ini 2 kali lipatnya ma!”
“Jadi gimana?? Beneran mau?”
“Hehe .. tapi Heru belum punya sim A ma?”
“Hahaha gak punya SIM mau nyupir??” Ledek Ella lagi.
“Heeehhhh ni anak dari tadi nyela mulu, nih sambel.. buat nutup tu moncong..” Heru mencoba memasukkan sesendok sambal dimulut Ella, aku hanya tersenyum, Kupikir sekarang Heru sudah nggak pendiam seperti dulu, walaupun terlihat tidak akur, aku tahu kalau Heru sangat menyayangi adikknya.
“Sudah sudah tenang kalian… makan yang bener…!” Ku coba menengahi mereka.
“Awas ya.. besok kalo minta uang jajan!” Ancam Heru.
“Huuu … kakak pelit!” Jawab Ella.
“Tenang aja Her besok kalo mau urus SIM mama bantu!”
“Siapp!” Jawabnya.

Besoknya kuhubungi Indah, kalau anakku sendiri yang mau jadi supir keluarga mereka.
“Ah masak anak mbak mau sih?” Tanya dia ketika ku telfon.
“Iya beneran dek.. mau gimana lagi, dulu saat lulus sekolah aku tawarin kuliah dia gak mau, malah milih kerja di bengkel.. dia kan lulusan SMK jurusan otomotif, jadi y kelebihannya itu.. gimana dek Indah mau gak?”
“Aku sih mau aja mbak, tapi jadi .. agak sungkan sama mbak Nur nih.. masak anak temen sendiri di jadiin supir..😅”.
“Aku yang harusnya trimakasih dek.. udah bantu anakku diberi kerjaan.. ya udah.. deal ya?”
“Iya mbak sama sama!”
“Oh ya.. Jadi Dek Indah suruh kerja mulai kapan nih si Heru?
“Ntar aku kabarin lagi ya mbak, biar ku tanyain dulu ke Mas Budi, positipnya kapan!”
“Oke.. Makasih ya..!”
“Iya sama sama mbak!”

Malamnya ku suruh Heru, agar besok untuk pamit pada bosnya.
“Oh ya Her.. Tadi mama telfon dek Indah, katanya bisa kamu kerja disana!”
“Beneran Ma?”
“Huum, Besok kamu langsung ngomong ke bos mu, minta pamit berhenti kerja baik baik, terus segera buat SIM.. Kira kira habis berapa?”
“Hmmm. kalo sesuai prosedur sih agak murah ma, tapi katanya ribet, ada tes ini tes itu, ntar kalo ada tes tertulis atau yang sulit suliit malah gak lulus, jadi susah kan, mending nembak aja ya, biar bisa langsung foto..hehe!”
“Kalo nembak sekitar berapa?!”
“Mungkin 1.5jt ma, tapi .. dwit Heru cuma ada 500rb, hehe!”
“Ya udah.. bentar… mama tambahin sejuta..!”
Kuambil uang dari lemariku.. lalu keserahkan padanya.
“Hehe.. Makasih ma!”
“Iya… sama sama!”.

Setelah dia selesai pamit berhenti kerja dibengkelnya, dan urus SIM, Minggu siang kuajak dia menemui langsung keluarga dek Indah. Aku dan Heru diperkenalkan dengan suaminya pak Prambudi, dan anak semata wayangnya Roy.
Setelah saling mengenalkan diri, kami mulai membicarakan jadwal dan apa kegiatan Heru nantinya.

Senin pagi kubangunkan dia.. Kuketuk pintu kamarnya.
‘Tokk.tokk.tookk’
“Her.. bangun.. ingat mulai hari ini harus terbiasa bangun pagi… Herr..!”
“Hhmmmmm hoahh.. hmm iya ma!” Suaranya terdengar masih parau.

Saat kami sarapan kutakannya persiapannya.
“Udah kamu bawa semua keperluanmu Her?”
Tanyaku.
“Udah ma..!” Jawabnya.
“Jangan lupa seminggu sekali uang jajannnya.. hehe!” Goda Ella sambil mengulurkan tangannya seperti orang minta minta.
“Yaaahhh.. kerja aja belum, apa lagi gajian noon.. nih uang jajan.. wahahaha!” Jawab Heru, sambil menggodanya dengan memberi sisa tulang ayam yang baru ia makan.
“Kyaaa… iiih. jorok.. jorok… maaaa kak Heru usil banget niihh!!” Aku hanya tersenyum melihat tingkah kedua anakku. Dari kecil Ella memang selalu bersikap manja, sampai terbawa diusianya yang sudah menginjak Remaja kini.

Heru akan tinggal dirumah Pak Budi.. Jadi tadi malam dia sudah mengemasi barang barangnya.
Saat mau berangkat diciumnya tanganku.. dan kedua pipiku. Ahhh.. sensasi ini lagi… entah kenapa saat mencium kedua pipiku, vaginaku terasa gatal… Tahann. . tahan.. batinku.

Heru menjulurkan tangannya pada Ella..
“…..Gini gini juga aku kakakmu looo!” Godanya.
Entah kenapa tiba tiba dia nurut. dan mencium tangan kakaknya.

“Ya udah Heru berangkat dulu ma, non.. doain semoga lancar!” Pamitnya..
“Iya hati hati Her.. Semoga lancar!” Jawabku.
Sementara Ella memelukku dari samping, terlihat seperti sedih ditinggal kakaknya kerja..
“Hihi.. kamu sedih kan?” Godaku.
“Iiihh.. ..nga..pain se..dih?” Jawabnya membenambkan wajahnya dibelakang leherku.. Karena dia lebih tinggi dariku. Kudengar suara sesegukannya.. Ku elus rambutnya yang halus..
“Tenang …. ini kan juga demi biaya kuliahmu kelak, kakakmu diam diam selalu ngasih dwit ke mama lho, buat tabungan mu.” Jawabku.
Dia semakin memelukku erat, dan mulai menangis.
Tanpa terasa air mataku juga mengalir.. Walaupun cuma berpisah sementara karena pekerjaan, tapi tak dapat kupungkiri, aku sendiri dan Ella akan merindukannya.

Baru seminggu ditinggal kerja, perasaan rinduku pada Heru mulai membuatku gelisah..
Sehabis makan malam sama Ella.. Ku coba menenangkan pikiranku dengan membuat kopi.. Saat mau ambil cemilan dalam kulkas, kulihat ada beberapa mentimun didalamnya.. Entah kenapa pikiranku langsung terbayang penis anakku.
Kuambil snack dan kututup pintu kulkas.
Nyantai didepan TV agar pikiranku teralihkan. Ella jam segini tentu sibuk belajar..
Entah kenapa acara di Tv tak ada yang bisa mengalihkan pikiranku.
Kuputuskan mematikan Tv, tubuhku seperti tidak dapat ku kontrol, pergi ke arah kulkas, mengambil satu timun tadi, kucuci, dan kubawa ke kamar.
Nafsuku terasa menggelora, cepat kupelorotkan celana tidur serta CD ku, kulihat banyak cairan yang menempel.
Aku berbaring mengangkang dikasur.
Ku basahi timun dengan lidahku, kumainkan dimulut sambil membayangkan kontol anakku.
Lalu perlahan kumasukkan dalam memekku yang dari tadi terasa gatal..
“Ehhmmm.. ohhm.. ahh.. Her..”
Desahku.. Terasa nikmat sekali.. cairan memekku yang semakin banyak memudahkanku memasukkannya.
Kuemremas payudaraku bergantian,
Tidak puas kubuka kancing bajuku dan mengeluarkan kedua ketekku dari dalam bra, sambil memilin putingku sendiri.
“Ahh.. mmm.. ihh.. uhh.. ohhh..”
Beberapa menit kemudian kurasakan sesuatu yang nikmat akan menghampiriku.. Kumasukkan timun tadi lebih cepat.. dan
‘Serr..serr.. serrr..’
“Hoohh… hgggg…. hgghhh.. hwah!”
Baru kali ini aku orgasme sampai memuncratkan cairan seperti kencing.. sampai membasahi kasurku.
Ahhh.. terasa enteng tubuh dan plong pikiranku.

Malam itu aku orgasme sampai 3 kali, baru membuatku puas.. dan tidur lelap…

💨💨💨💨

Satu setengah tahun kemudian, Ella lulus SMA, namun dia tidak mau langsung kuliah, Dia berencana mengambil kontrak kerja disuatu pabrik, yang dirmtawarkan pihak sekolah bagi siswa siswi yang tidak melanjutkan kuliah atau yang menunda kuliahnya seperti Ella,
Aku dan Heru sebenarnya sudah memiliki tabungan yang cukup buat biaya masuk dan beberapa semester kedepannya. Namun Ella bersikeras ingin kerja dulu. Aku dan Heru sependapat, mungkin dia sudah mulai berfikir dewasa, dan mulai berusaha mandiri.
Jadi setelah itu aku tinggal sendiri nih dirumah kesepian..😖.

Lalu Heru bilang padaku kalau dia akan minta izin pada Pak Budi agar bisa tinggal dirumah. Sebenarnya aku sudah menolaknya, aku kasihan jika dia harus riwa riwi.
Seperti Ella, Heru juga bersikeras untuk menemaniku dirumah, dia tak tega jika aku sendirian dirumah, jika ada apa apa…
Memang,, entah dari papanya atau kakeknya, kedua anakku kalau sudah punya kata, ya harus diturutin. Tapi bukan sebuah keinginan egois, melainkan perhatian dan sikap kedewasaan yang mereka lakukan. Pak Budi pun mengizinkannya, tentu dengan alasan yang jelas, kasihan kalo aku tinggal dirumah sendiri. Aku juga senang bisa menikmati CD Heru lagi.😅😋. Tubuhnya yang semakin hari semakin atletis, membuatku selalu terbayang bayang. Tentu saja aktivitas masturbasiku jadi semakin intens. Tidak puas dengan timun, aku mulai membeli Dildo. Minimal 3 kali seminggu aku menjalani rutinitas bersama mainanku 🙈🙊. Lama lama aku jadi sering membuka toko jual beli online, yang menyediakan aneka sextoys, karena penasaran testimoni dan pengalaman para pembeli. Aku jadi pingin coba varian dildo yang lain, mulai dari yang bergergerigi, terus dildo yang ada cabang kecil dipangkalnya, lalu ada magic wand, rotor, kegel balls dll. OMG jadi dalam waktu setahun, tanpa sadar aku sudah mengoleksi beragan jenis sextoys.
Aku pernah iseng memasukkan rotor dalam memekku saat aku dan Heru nonton Tv, Walaupun tidak kunyalakan, tapi terasa ada sensasi nikmat yang kudapat. Perasaan khawatir kalo ketahuan, membuat memekku semakin basah. Habis nonton TV langsung kuhajar memekku dengan dildo terbesar yang ku punya.
Aku jadi khawatir sendiri, jika terus menerus berfantasi tentang Heru, Ku coba merespon lelaki yang mendekatiku, agar perasaanku bisa teralihkan dari Heru. Namun yang ada, aku malah tersiksa sendiri, dalam menjalin hubungan dengan seseorang yang hanya kucintai setengah hati. Akhirnya saat dia merayuku, mengajak kencan disebuah hotel, aku menolaknya beralasan kita belum menikah, sempet cek cok dikit, jadi ada alasan bagiku untuk memutuskannya, yaa.. aku berlagak sok suci. Dia selalu mencoba menghubungiku, namun tidak pernah kurespon.

Anakku Ella yang masa kontrak kerjanya sudah habis, akhirnya mendaftar, dan masuk di Universitas Kedokteran. Hasil kerjanya selama setahun digunakan untuk mendaftar. Jadi hal itu sudah meringankan aku dan Heru yang akan menanggung biaya semester dan biaya hidup di kosnya sampai lulus.
Entah kenapa sejak pulang kerja, sikap Ella sudah mulai dewasa, sekarang lebih menghormati kakaknya. Cara bicaranya juga sudah tidak ceplas ceplos seperti dulu.
Heru juga pernah bilang padaku, kalau sekarang dia juga gak berani jailin adiknya.
Sebulan sekali Ella menyempatkan pulang, mending sih, dari pada pas dia masih kerja, setahun cuma pulang tiga kali.
🍃🍃🍃🍃

Suatu Hari tepatnya Minggu sore, sepulang Kopdar sama temen temen, aku mampir ke sebuah mini market dekat kawasan hotel. Habis belanja, saat aku ambil motorku, diseberang jalan depan hotel xxx sekilas kulihat Roy keluar dari hotel bersama seorang wanita, Kukira dia bersama Indah, terus ngapain mereka disana? Batinku, Ku starter motorku mau menghampiri mereka, ketika sudah dekat, oops ternyata bukan Indah, langsung kututup helmku, kulaju pelan motorku, selang beberapa meter, kuparkir motorku, aku berjalan kearah area depan hotel, mencari tempat yang pas untuk spy, kulihat mereka bicara sebentar di area parkir, ku buka hpku , kufoto agak nge zoom dikit, untung camera hp ku bagus, jadi masih terlihat jelas, maklum lah jika wanita pilih ponsel, pertama yang dilihat pasti spek cameranya. 😋. Kufoto juga nama hotelnya.
‘Ckrek ckrek’.

Langsung kulaju motorku pulang. Dalam perjalanan aku masih kaget dan kepikiran, Roy baru saja chek out dari hotel,?? sama tante tante??
Malamnya, setelah selesai ngerjain beberapa laporan, terus makan malam, dan beres beres. Aku tiduran di kamar, kira kira kalo Indah kuberi tahu gimana ya?? tapi kalo kubiarkan Roy bisa jadi anak yang nakal, terlebih kalo wanita itu punya penyakit, jika kubiarkan malah bahaya,
Kuputuskan memberi tahu Indah, dari chat nya kukira dia sangat marah, Ku doakan semoga bisa menyelesaikan masalah anaknya, aku hanya bisa support dan kasih saran, kuberi tahu juga agar merahasiakan siapa yang memfotonya dari Roy. Kupikir Kalo dia tahu bisa bisa Heru dimusuhin.

Esok harinya aku sangat terkejut Roy datang kerumahku, ku kira dia mau melabrakku, ternyata tidak, dia cuman mau nginap, dari alasan yang diberikan Heru, Roy lagi ngambeg sama Ortunya, sepertinya Heru nggak tahu masalah sebenarnya. Jadi aku juga bersikap biasa saja pura pura tidak tahu.

Malamnya mereka ngobrol diteras depan rumah. Aku dichat Indah menanyakan kabar anaknya, kubilang lagi sama Heru. Tadi Roy pasti dimarahin gabis habisan mamanya, aku hanya bisa kasih saran, agar sementara dia menenangkan pikirannya dulu. Mungkin juga lagi di nasehati Heru.
Ketika sudah agak larut malam, aku mengendap dari dalam rumah mencoba mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Kok pada diem? Mereka ngapain sih? batinku. saat kuintip dari balik korden, kulihat mereka malah pada bengong. Ketika aku mau menghampiri mereka, aku juga ikut bengong melihat tonjolan tenda disarung Heru, saat itu aku masih disamping tapi agak di belakang Heru, jadi dia tidak menyadari kehadiranku, sudah lama juga aku tidak melihat itunya, karena ketika tidur dia selalu mengunci kamarnya. Kembali aku tersadar, ku goyang pundaknya, kubilang agar cepat tidur, tapi pandanganku tidak bisa kualihkan dari tonjolan sarungnya.
Aku kembali ke dalam mematikan tv, lalu ke kamar, Langsung kubuka seluruh pakaianku, dan kuambil seperangkat mainanku,
“Ah….”
Malam itu, aku keluar sampai 3 kali, dan tertidur dengan dildo masih menancap di memekku.

Ternyata hanya butuh waktu dua hari, akhirnya Roy mau pulang kerumah. Namun setelah itu, akhir akhir ini Heru jadi sembrono, saat habis mandi aku sering melihatnya yang hanya memakai handuk, sementara kontolnya kelihatan. aku jadi semakin sering membayangkan kontolnya, dan timbul hasrat dihatiku untuk menggodanya, Aku sering memakai pakaian yang menonjolkan lekuk tubuhku, entah perasaanku atau tidak dia jadi sering memperhatikan tubuhku, hihi, aku pura pura cuek.
Hari Minggu saat kami lagi libur, kugunakan waktuku bersih bersih rumah, Heru dengan pengertiannya ikut membantu, aku memakai kaos dan celana tipis ketat. Benar saja dia terus memperhatikan bokongku saat aku sedang nungging atau lagi ngepel. Tiba tiba dia mendekat mengambil rokok dimeja. Aku terus memamerkan bokongku, ngepel berjalan mundur, eh.. kurasakan pantatku menempel dikit kontolnya, aku pura pura sibuk, sambil sesekali menggesekkan belahan pantatku di depan tubuhnya. Ahhh. terasa langsung basah..

Sore harinya kulihat dia lagi nonton tv, saat kutanya mau makan apa, dia tidak menjawab, tenyata ketiduran, ketika mau kubangunkan, aku terkejut melihat kontolnya dari balik sarung yang tak memakai Cd. Kuperhatikan lebih dekat lagi, tiba tiba dia bergerak, Ya ampuuun. aku melongo melihat kontolnya yang sekarang menyerupai kontol kuda ini.. berkedut kedut juga.. padahal beberapa tahun yang lalu belum segitu.
Aku pura sibuk didepannya.. sambil terus memperhatikan senjata pamungkasnya. Karena sudah gak tahan, aku langsung ngacir ke kamar, memekku sudah basah sekali, langsung kutusuk dengan dildo favoritku.
“Mmhh.. ahhh…”

Selanjutnya ada kejadian kejadian tak terduga yang kualami dan membuat gairahku padanya terus meningkat.
Yang pertama ketika lampu kamarku mati, kuminta Heru menggantinya dengan yang baru. Saat ia naik kursi, sedang aku disebelah kursi yang ia naiki, memegang senter menyoroti lampu yang ia ganti. Tiba tiba sarung yang ia pakai melorot, terpampanglah kontolnya tepat didepan wajahku. Aku tersentak kaget.. dia meminta tetap menyoroti lampu yang ia ganti, karena nanggung dikit lagi selesai. kontolnya sempat mennyentuh pipiku, ingin sekali ku lumat.. Namun aku masih bisa menahan diri. 👄.

Kedua saat Heru sedang sakit. Sudah kupaksa dia untuk periksa kedokter namun selalu ditolaknya. Lalu ia minta izin cuti, malah pak Budi sekeluarga menjenguknya dan memaksanya periksa ke dokter.
Besoknya dia memintaku untuk ngerokin tubuhnya, saat aku menyuruhnya berbaring kulihat kontolnya yang tegang. Mungkin karena dirasakannya geli saat ku kerokin. Saat itu aku langsung horny, tanpa sadar tanganku malah lebih sering menggesek kontolnya dari pada kerikan di perutnya.
Perlahan ia tuntun tanganku kekontolnya, aku yang sudah dirundung nafsu secara insting memberinya handjob. Tangannya juga meraba dan menggosok memekku dari luar dasterku. Tiba tiba kurasakan kontolnya semakin mengeras, ia melenguh saat memuntahkan spermanya, banyak sekali. Aku langsung keluar kamar mengambil tissu dan membersihkannya. Dia minta maaf padaku, aku memilih diam sambil tersenyum, aku buru buru keluar kamarnya, aku takut jika saat itu dia memintaku melanjutkannya, aku tak akan kuasa untuk menolak. Seperti biasanya aku langsung masturbasi, aroma pejuh yang masih tercium ditanganku membuat nafsuku sampai keubun ubun. Malam itu, saat kuraih orgasme pertama, kedua, dan ketiga, masih belum terasa bagiku, akhirnya orgasme yang kelima baru membuat ku puas dan tertidur,

Sampai sampai aku bangun kesiangan, sprei kasurku membekas genangan air dari orgasmeku semalam.
Kubawa sprei, sarung guling, dan sarung bantal ke kamar mandi, tiba tiba aku dikagetkan Heru yang sudah ada dibelakangku. Kutawarkan mau sarapan apa, dia bilang ingin bubur. Aku langsung pergi ke tukang bubur yang biasa jual dekat rumah kami.

Dan kejadian terakhir yang baru saja kualami tadi malam, saat listrik padam, di dalam kegelapan kami saling melepas nafsu.
Aku benar benar tidak menyangka Heru melakukannya padaku. Sebuah fantasi yang kuidamkan sejak dirinya masih sekolah, akhirnya terwujud.

Lamunanku buyar ketika kudengar suara kamar mandi dipakainya. Jantungku berdegup kencang karena malu dan takut jika bertemu dengannya. Ku coba menenangkan pikiranku. Kuputuskan untuk bersikap biasa saja, seolah tidak ada apa apa, tapi untuk saat ini kutunggu dia selesai dulu, nanti kalo dia sudah kembali ke kamar aku baru mandi. 🙈🙈
Beberapa menit kemudian kudengar suara kamar mandi sudah tidak terpakai. Lalu pintu kamarnya terdengar dibuka dan ditutup. Hufff … tenang tenang.. Kukenakan handukku lalu pergi kekamar mandi.
Kuguyur tubuhku, terasa segar dan fresh pikiranku, ku korek celah memekku untuk membersihkan sperma Heru.
Beruntung tadi malem safeday. Wah.. kalo dia minta lagi, bisa berabe nih, .. dia??? Kupikir aku sendiri yang bakal gak tahan & minta duluan. 😅😅 harus pakai kontrasepsi nih, gumamku dalam hati.
Selesai mandi, kulihat tidak ada, mungkin masih dikamarnya. Didalam kamar saat sedang memakai daster santaiku, jantungku masih berdebar. Penasaran apa yang akan dilakukannya jika bertemu denganku.. Pikiranku dan hatiku terus berkecamuk.
Tenang tenang… Oke.. bersikap seperti mama yang biasanya. Batinku. Sekarang saatnya bikin sarapan..
Ketika sibuk didapur, kudengar pintu kamar Heru terbuka.. Sepertinya dia menghampiriku.
“Pa..pagi Ma!” Sapanya.
“Pagi… Baru bangun Her?? Udah mandi belum??”
Tanyaku padanya, tanpa berbalik.. Padahal aku sudah tahu kalo dia udah mandi..
“U..udah kok ma!” Jawabnya. Sepertinya dia jadi canggung.
“Ya udah tunggu bentar.. ni hampir selesai kok.!” Balasku.

Setelah selesai, kusiapkan dimeja makan. Kucari dia, diruang tamu, dan ruang tv gak ada, dikamar juga gak ada.. Kemana ni anak?? Tadi aku juga gak dengar suara motornya, jika dia keluar..

Kupanggil agak keras.
“Her??? Sarapannya udah mateng nih.. Her..?”
“I.iya ma bentar!” Jawabnya, dari arah suaranya sepertinya dia lagi diteras.
Saat dia ke meja makan, sepertinya dia masih gak berani memandangku. Menu pagi ini kubuatkan dia oseng kacang panjang dan kangkung, ayam goreng dan telur dadar, spesial hari ini, sambal yang kubuat ku campur banyak taoge, haha tahu kan maksudnya 😂. Yaa biar stok spermanya terjaga 😂😂.

“Ella gak sampai nelfon kamu??” Tanyaku membuka percakapan.
“Mm.. gak sampai ma?” jawabnya.
“Kali aja minta transferan…!” Kataku lagi.
……..
Suasana jadi agak hening..
“Mm..ma?”
“Ya,.. ada apa??”
“Eee.. hehe gak papa!”
Jawabnya cengar cengir.
“Hari ini kamu ada acara gak?” Tanyaku.
“Gak kok ma, emang kenapa?” Jawabnya.
“Hari ini kita bersih bersih lagi ya, teras depan, samping, ama belakang rumah, potong rumput, sama bersihin selokan, Musim hujan gini kalo lingkungan gak bersih bisa jadi sarang nyamuk..!” Kataku.
“Huum. siapp!” Jawabnya bersemangat. Dia mulai bersikap biasa, mungkin tadi dia mau menanyakan kejadian semalam, tapi gak jadi, jika memang dia bertanya begitu, mungkin akan ku jawab lupa & ketiduran didepan TV.

Saat sibuk cuci piring dan peralatan masak yang tadi kugunakan, tiba tiba timbul pikiran ngeresku. Aku tertawa kecil.. Sementara Heru sudah mulai sibuk di samping rumah. Setelah selesai, aku kekamar sebentar, kupelorotkan CD ku, lalu keluar membantu Heru. Hihi aku ingin melihat reaksinya, jika tahu aku gak pakai CD.
Kulihat dia sedang sibuk memangkas rumput dengan arit. Kami hanya mem paving teras depan rumah dengan hiasan bunga bunga di pot, kiri rumah mepet pagar tembok, sementara samping kanan rumah ada area kosong, biasanya buat jemur pakaian, disekitarnya beberapa pohon buah mangga, pepaya, jambu berjejer di dekat pagar tembok, sekitar panjang 3m x lebar kebelakang 13m, paling belakang ada garasi. dan gudang kecil. Disamping kanan rumah ada selokan kecil.
Aku mulai bersih bersih di pelataran depan rumah, dan memotong cabang cabang bunga di pot agar terlihat rapi. Setelah itu menyusul Heru disamping kanan rumah, kuposisikan diriku jongkok beberapa meter dihadapannya, sambil pura pura sibuk mencabuti rumput. Aku menunduk tidak melihatnya, kudengar suara tebasan aritnya berhenti, aku bergerak kedepan bertumpu lutut kananku, kaki kiriku kubuka sedikit, dan tangan kiriku kutumpukan diatas lutut kiri, sementara tangan kananku seolah menjangkau rumput agak jauh.
Jantungku benar benar berdetak kencang. Terasa memekku gatal, pasti basah nih, batinku. Sekilas kulirik, dia melongo melihat memekku. Aku tertawa dalam hati. Aku selalu mencukur bulu kemaluanku, agak risih kalu panjang. hehe. Aku pelahan bergerak kedepan. Kudengar lagi suara aritnya memotong rumput. Kemudian aku berdiri, mengambil sapu dan membersihkan potongan rumput sambil nungging didepannya. Setelah rumput bersih dan rapi, kusuruh heru motong cabang pohon yang melewati pagar.
“Kalo manjat hati hati Her” Pesan ku.
“Iya ma tenang aja” Jawabnya.
Sementara aku membersihkan selokan.

Setelah luar rumah beres, lalu kami cuci tangan dan kaki, lanjut bersih bersih dalam rumah. aku ngepel lantai, heru sibuk membesihkan meja, lemari, rak tv, dan melap perabotan rumah. Saat membersihkan debu debu di depan rak tv, aku menghampirinya, memamerkan pantatku lagi, dia merespon, pura pura mendekat, seperti dulu, kali ini petting sambil nungging. namun dengan durasi agak lama. Saat kurasakan dasterku ditarik keatas, aku berdiri dan pindah. Hihi, aku sangat senang menggodanya.

Akhirnya acara bersih bersih selesai, kusuruh dia mandi lagi biar tubuh gak gatal, setelah dia selesai sekarang lanjut nyuci..
“Biar Heru bantu ma!” Tawarnya.
“Gak usah, .. tinggal masukin mesin cuci aja kok.. ” Jawabku.
“Kalo gitu ntar Heru yang jemur ma!” Tawarnya lagi
“Oke deh!” Jawabku.
Setelah selesai kubilas, Heru yang menjemurnya. Aku lanjut mandi.
Habis mandi, aku pakai baju dan celana santai, kulihat Heru nonton tv duduk disofa panjang, dengan kaki diselonjorkan kedepan. Aku menyusul duduk dibawahnya dan bersender, kepalaku tepat dibawah selangkangannya. Perlahan dia bergeser kebawah sedikit, sehingga kurasakan pelernya yang terbungkus celana pendek menyentuh belakang kepalaku, kumajukan sedikit tubuhku, lalu tangan kiriku kujadikan bantalan diatas kontol Heru, namun dengan posisi punggung telapak tanganku yang menempel belakang kepalaku, sehingga telapak tanganku yang menempel dan menggenggam kontolnya, kuremas pelan pelan, kurasakan langsung tegang. Ku buka dan kutekuk kakiku jadi ngangkang, tiba tiba kaki kanannya, diarahkan ketengah selangkanganku, dia gesek tumit kakinya di permukaan memekku yang masih terhalang celana, Ahhh.. terasa mulai basah lagi celana dalamku. Namun lama lama gerakannya semakin pelan, sampai berhenti, saat kulirik, ternyata dia ketiduran.. haha… sebenarnya aku juga, karena semalam habis bertempur, dan dari tadi pagi sampai siang ini sibuk bersih bersih. Akhirnya akupun merebah dikasur lantai ikut terlelap tidur.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Bangun bangun kulihat jam dinding jam 3 sore. Dibawah kepalaku terganjal bantal, dengan tubuh berselimut, Badanku terasa enteng, aku bangun, kulihat pakaianku masih rapi.. eeee kali aja waktu aku tidur dia grape grape trz insert, 😅😅. Gak tau kenapa pikiranku sekarang jadi jorok terus 🙈.
Kucari dia dikamar gak ada, dibelakang, samping rumah juga gak ada, eh motornya dibawa.. Pergi kemana dia??
Ku ambil hpku, dan kuhubungi dia.
‘tuuut…tuuut..tuuut..krsek krsek’
“Halo ma?? ada apa??” Tannya Heru.
“Mm.. maaf Her mama tadi ketiduran lupa masak!” .
“Iya ma, tenang aja, mama pasti capek, ini aku lagi bungkus sate..” Jawabnya.
“Ow gitu, eh nasinya tadi masih banyak, gak usah beli nasi ya!” Kataku.
“Iya ma.., ” jawabnya
“Ya udah hati hati..” kataku
“Okeee” jawabnya.

Sepulang kerumah, dia bawa beberapa kantong plastik berisi, minuman, roti, susu kaleng, aneka kue basah dan kering, snack.
“Banyak amat..?? Beli apa aja?” Tanyaku.
“Hehe. mendung gini pinginnya makan & ngemil ma” Jawabnya
Lalu kami makan bareng, hari semakin sore berganti petang.

Malamnya ku periksa jadwal kerjaku besok, seperti biasa Hari Senin ada rapat mingguan.
Kusiapkan laporanku. Setelah selesai aku keluar kamar, sebelumnya memang kusengaja memakai baju tidur tipis, ingin kugoda Heru lagi. Hmm? tidak ada diruang tv, diteras juga gak ada.. Biasanya kalo aku yang lagi nonton TV dia sibuk dengan hpnya diteras depan sambil ngopi. Kalo dia yang lagi nonton
aku mengalah kusibukkan dengan browsing, main sosmed atau nonton youtube. Emang jarang sih dia nonton Tv paling pas acara bola, moto gp, atau acara komedi live. Yahhh dia dikamar.. percuma dong aku pakai baju seksi gini,

“Ku ketuk pintunya, Her mau mama masakin apa?” Tanyaku, kupancing agar dia keluar kamar.
“Gak usah Ma, Masih kenyang!” Jawabnya. Aku juga sih, sebenarnya masih kenyang gara gara tadi makan siang kelewat sore.
“Mm.. ya udah kalo gitu..” Balasku.

😑😑😑😑😑😑😑

Aku berbaring diatas kasur, pikiranku melayang, Sudah tiga hari berlalu sejak kejadian malam itu, sikap Heru juga biasa biasa saja, seperti tidak ada sesuatu yang terjadi diantara kami, malah kebiasaannya yang sembrono, saat habis mandi yang kadang memperlihatkan sedikit kontolnya, sekarang dia lebih hati hati, dan tidak pernah melakukannya lagi. benar dugaanku dulu, dia tidak merayu dan memintaku, namun aku yang jadi gelisah, aku yang mengharapkannya menyentuhku, Apa dia telah sadar dan menyesal, telah menggauli mamanya?? Apa yang harus kulakukan, apa aku harus memintanya secara langsung?? Bagaimana kalau dia menolak? dia akan menganggapku sebagai wanita murahan. Terpaksa mainan lamaku kujadikan tempat pelampiasan.
“Ahh.. mmh.. ohh..” Rintihku.

Tapi rasanya…. kenapa?? kenapa rasanya hambar??.. Setelah merasakan pelukan tubuh dan kontol Heru, entah kenapa mainan ini sepertinya terasa tidak senikmat dulu. Walaupun akhirnya aku sampai beberapa kali, tapi aku semakin gelisah,

Hari kelima, sepulang kerja, aku langsung meloncat ketempat tidur. kepegang keningku.. Terasa pusing, karena gairah yang menggelora tapi tak tersalurkan. Aku berfikir sejenak, kenapa malam itu aku dan Heru bisa bergumul?? Apa karena suasana waktu itu yang gelap? dan cuaca dingin dikala hujan?? sehingga membuatnya nekat? Lalu sekarang dia malu untuk melakukannya lagi, karena situasi yang tidak memungkinkan? padahal sudah kugoda dengan tidak memakai cd waktu beres beres rumah kemarin. Jika menunggu dituasi listrik padam, terus sampai kapan???? Argggggggg..
Rambutku kuacak acak karena tambah pusing 😭😭.

Bentar… Bentar… Berpikir… Berpikir… kalau pepatah mengatakan ada banyak jalan menuju Roma..
Hmmm… Ada beberapa kondisi menurut asumsiku dalam situasi saat ini yang aku tahu;
Pertama aku yakin dia juga punya hasrat padaku. Karena waktu itu dia yang pertama berinisiatif merabaku. sampai akhirnya kami bercinta semalaman.
Kedua, walaupun ini fifty fifty.. antara benar atau salah asumsiku.
Point A. dia malu melakukannya secara terang terangan.
Point B. dia merasa bersalah dan menyesal apa yang dia lakukannya itu melanggar norma dan aturan, sehingga tidak mau menyentuhku lagi.

Kesimpulannya;
Pertama, Jika dia punya hasrat padaku seharusnya jika kuminta “itu” padanya, kemungkinan besar dia juga akan mau kan.
Kedua point A. Jika dia malu melakukannya secara terang terangan, aku harus bisa memancingnya dan menciptakan situasi seperti, terjadi ketidaksengajaan, sehingga dia mau bereaksi seperti malam itu,
Kedua point B. Hmmm.. aku tidak bisa berbuat apa apa, memang benar apa yang telah kami lakukan itu salah. Jika seperti itu pemikirannya, aku hanya bisa memendam hasrat ini untuk selamanya.
Aku bangkit dari kasur, mandi dulu ah. biar agak fresh. Sehabis mandi, kudengar suara motor Heru baru pulang kerja. Aku teringat kecerobohannya saat habis mandi ia sering menyelipkan kontolnya diikatan handuk, hmm… muncul ide nakalku, aku mencari sedikit kulipat handukku, dan kulilitkan ketubuhku, ujung bagian bawah handuk yang kupakai tepat di dibawah pantatku. Aku keluar kamar mandi, menunggu momen dia masuk rumah.. aku berlari kekamar mengambil hpku, dan kembali keluar kamar, sambil pura pura nelfon, dekat meja kerja yang biasa kugunakan menyelesaikan laporan dirumah,
“Iya… iya huum mbak, besok saya akan percepat pengajuannya…blabla..bla”.
‘Cklek……….’ kudengar suara pintu depan terbuka.
Aku masih terus pura pura nelfon.
“Haha.. iya mbak.. mungkin jam 1 siang.. ” Kata kataku ngaco saja. Posisiku memunggungi pintu masuk.. Kulirik dimeja ada beberapa print laporan kubaca sambil nungging.
“Iya mbak, laporan dari pak Eko saya terima kemarin, huum.. belum sih.. ya … iya..”
Aku yakin dia memperhatikan pantatku dari belakang, dengan posisi ini, aku juga yakin memekku terlihat jelas, Setelah beberapa menit aku pura pura menengok kebelakang.

“Ehhh.. Her..!” Aku pura pura kaget.
“Ehh .. i…iya ma…!” Jawabnya juga agak panik.
Aku kembali ke kamar masih pura pura nelfon.
Di kamar aku tertawa, sambil kubenamkan wajahku didalam bantal.

Saat makan malam tiba, aku juga berencana menggodanya, kurebus air diteko, kuatur ukuran air, dan besar api dikompor, agar nanti pas makan, tiba tiba tekonya bunyi. Kupanggil Heru untuk segera makan, saat menyiapkan makanan aku menunduk didepannya, memang sudah kupersiapkan memakai daster yang longgar bagian atasnya juga tanpa memakai BH, dengan begitu dia pasti melihat ketekku yang menggantung, kulirik dia curi curi pandang. Saat makan sepertinya dia mulai gelisah, hihi, bagus bagus .. Aku makan disebelahnya. Setelah beberapa menit kudengar teko air bunyi,
“mmhhh.. iya tad mama lupa rebus air.” Aku bangkit dengan sengaja menyenggol gelas berisi air sehingga tumpah dipangkuan heru, dan pecah saat jatuh kelantai.
“Ehh.. maaf Her,.. aduhh.. pecahan gelasnya kena kakimu?? sarungmu basah lagi..” Tanyaku pura pura panik, sambil mengusap pahanya yang basah, tibatiba diantara kedua pahanya tercetak tonjolan kontolnya, kuusap sekalian.

“Ah..Ng..gak .. papa kok ma! Jawabnya
“Bentar bentar mama ambil sapu dulu, awas hati hati kena beling!” Kataku.
Kumatikan kompor, dan kuambil sapu,
“Biar aku yang bersihin ma!” Pintanya,
“udah kamu lanjut makan dulu,” Jawabku sambil nungging nyapu, kusenggolkan pantatku ketubuhnya seperti saat sedang ngepel, kurasakan dia merespon dengan sedikit menggesek kontolnya dibelahan pantatku. Sebenarnya aku juga sudah horny.
Setelah bersih kubuang ketempat sampah, aku pura pura buat teh hijau di dapur. Lalu kembali kemeja makan.
Saat mencuci piring kurasakan perih dijariku, huh pasti kena beling tadi, yahhh gak papa, cuman kegores dikit kok, Gumamku, Kulihat jariku masih terpakai cincin perkawinanku dulu. Aku jadi sedih teringat suamiku.. Maaf kan aku pa, entah kenapa aku jadi seperti ini, wanita yang haus seks, lebih parahya lagi aku tergila gila pada anak kita..😖.

Saat dikamar aku duduk dimeja rias, masih kuperhatikan cincinku, perlahan kulepas. Sekali lagi maaf pa, sekarang rasa cintaku sudah pindah kelain hati, tidak lain anakmu sendiri. Tiba tiba aku punya ide gila. Saat ini Heru pasti juga sudah nafsu dari tadi. Dengan cepat kuganti dasterku, kupakai baju tidur, dan celana dalam saja. Kusembunyikan cincinku di laci. Aku masuk di bawah tempat tidur dengan posisi telungkup, sedang pantatku nungging.
Kupanggil Heru dari dalam kamarku,
“Her.. Heru??”
“Iya ma, Ada apa?” Jawabnya.
“Tolongin mama dong… Cincin mama jatuh, tapi mama cari gak ketemu!”
Kutunggu sebentar, dan
‘Cklek’
Kudengar pintu kamarku terbuka.
“Hahhh..Ng..ngapain mama disitu????”
Tanya dia kaget.
“Tadi jari mama yang terpakai cincin perih, gara gara kena beling, lalu mama lepas cincin di jari mama, agak sulit, biar gak memar, pas mama paksa, malah mental entah kemana, mama cari gak ketemu ketemu” Kataku bohong,
“Coba kamu cari diatas kasur, kali aja tadi mental kesana, biar mama cari dibawah sini..”
“Eer.. iya ma!” Jawabnya.
Separuh tubuhku memang berada di bawah ranjang, tapi kepalaku menengok kebelakang memperhatikan kakinya. Sepertinya dia mengganti sarungnya dengan celana pendek. Posisinya masih disebelah kanan tubuhku.
Kulihat kaki kirinyanya naik diatas kasur, sementara kaki kanannyanya masih menyentuh lantai. Entah dia mencari beneran atau menperhatikan pantatku, jantungku terus berdetak kencang. Aku masih menunggu reaksinya.
“Gak ada Her?” Tanyaku lagi, karena tidak ada reaksi darinya.
“Ee.. mm.. belum ketemu ma!” Jawabnya.
“Coba cari di sekitar bantal!” Pintaku. Posisi bantal diatas kasur berada di kiri tubuhku, karena aku berada ditengah tengah bawah ranjang.
Kulihat kaki kirinya turun kebawah, berada disamping pinggangku.. sementara kaki kanannya menggeser kekiri, sehingga mengapit pantatku walau belum bersentuhan. Tubuhku kugerakkan kebelakang sedikit, sehingga pantatku meninggi.
Lalu perlahan dia menurunkan tubuhnya, sehingga bertumpu pada kedua lututnya, saat itu juga kurasakan kulitku bersentuhan dengan celana pendeknya.
Dimajukan sedikit pinggangnya, kurasakan bongkahan celananya menggesek memekku.
“Ah…” Kurasakan memekku mulai basah.
Beberapa menit kami petting, aku sudah mulai tidak sabar.
“Masih belum ketemu Her?” Suaraku sepertinya mengagetkannya. Secara refleks dia memundurkan sedikit pantatya.
“B..belum..ma”. Jawabnya agak serak.
“Coba kamu cari lebih teliti disini, kali aja dapet” Kataku, sambil tangan kiriku kugerakkan kebelakang, Jariku menyingkap kesamping celana dalamku, dan kuraba memekku.
Kurasakan kedua tangannya mengusap pantatku, kutarik kedepan lagi tangan kiriku, Telapak tangannya mulai meremas pantatku yang semok, lalu kurasakan jempol tangan kanannya menyingkap CD ku, sementara jari tangan kirinya membuka memekku,. tiba tiba..
‘Slurpt..slrrptt.. ‘
Lidahnya menyapu memekku.
“Ohmmm.. ahh… sssttt” Desahanku mulai keluar.
Jarinya juga memainkan clitorisku. Seketika aku menggelinjang. Lengan kanannya merangkul kedua pahaku, sementara lidah dan tangan kirinya terus memainkan memekku.
Tak butuh waktu lama aku meraih orgasme pertamaku.
‘Serr..serrr.. serr..’
“Ahhgg.. mmggggghh… hahh. hashh”
Saat dia tahu aku keluar, Heru malah menyedot keras memekku. Aku sampai mengejang ngejang,
“Ohh.. hah..” Entah kenapa, walaupun cuma pakai lidah dan jari, orgasme yang kudapat kali ini lebih nikmat dari waktu kemarin aku main dengan dildo.

Perlahan Ia melepas pelukan pahaku, saat ku tengok, celananya ia pelorotkan kebawah, berdiri sebentar melepasnya, lalu kurasakan CD ku juga ia pelorotkan sampai ke lutut,
“Mhhhhh.. ssstt!’
Ia mulai menggosok memekku dengan rudalnya. Kurasakan kontolnya mula basaih terkena lendirku.
Setelah dirasa sudah siap, Perlahan dimasukkan kontolnya dimemekku.
‘Slllrrrtt blesssss’
“Ohhhh./Aaahh..” Desah kami bareng.
Terasa sesak bagiku, namun mulus menancap.
Gerakannya dari lambat mulai meningkat cepat.
‘Plokk.plokk…ploook.”

“Ahh.. mmmhh.. uhhh.. ughh.”
Baru sepuluh menit berjalan kurasakan orgasme keduaku akan datang. Aku ikut aktif memajumundurkan pantatku.
“Yahh.. te..rus.. ahh.. mmh.. ”
Dia memeluk dan menarik tubuhku kebelakang. Semakin cepat.. dan
‘Seeerrr.. serrr.. serrrr’
“Hmm..heggggghhh…hegghhgg..heehh… hah..hsss”
Perlahan dia melepas tubuhku, dan mencabut kontolnya, aku jatuh dengan posisi telungkup.
Kutengok dia meluruskan kedua kakinya, bertumpu pahaku, aku hanya bisa melihat separuh tubuhnya. Sepertinya dia membiarkanku istirahat sejenak.
Kulihat dia naik kekasur dengan kedua kaki menjuntai ke bawah. Perlahan aku merangkak kebelakang, setelah kelusr dari kolong tidur, kuangkat kaki kanannya, dan kuberi isyatat untuk telungkup dikasur. Dia mengerti dan melakukannya, kutarik pahanya agar turun kebawah.
‘Plak..” OMG, kontolnya yang tegang menampar wajahku.
Kujilat palkonnya, dan kusedot sedot, lalu kumasukkan dalam mulutku.
‘Slrpott.. hwogggh.. hwoghhh. hwogg.’

“Ohhh.. ahh..Uhh” Ku dengar desahannya, sepertinya dia memendam wajahnya di bantal. Dia juga mulai aktif menggerakkan pinggulnya maju mundur.
Kucoba memasukkan sedalam dalamnya ditenggorokanku, namun yang ku bisa hanya separuh. separuh kontolnya sampai pangkal, kugunakan tannganku mengocoknya.
‘Kwoghh. kwoggh..kwogg.. pwahhh.. hah.. hah’

“Ehgmm.. s.sepertinya diatas ga ada ya her?”
Coba gantian kamu yang nyari dibawah kasurya, kali aja mama gak teliti..!” Pertanyaan macam apa ini, batinku.
Saat dia bangkit, aku segera duduk bersimpuh membelakanginya…
Kulirik kakinya sudah selonjoran disebelahku, aku berdiri, masih membelakanginya lalu mengangkanginya,
Kupegang kontolnya, palkonnya kuusap dimemekku sebentar. Dan …
‘Blessss’
“Hugggg.. ” Kudiamkan sesaat, kali ini terasa benar benar masuk semua, terasa mentog, sampai membuka rahimku. Untung saja kemarin setelah pertama kali aku dientot, aku sudah membeli pil di apotik. Jadi bebas aja dia keluar didalem.
Perlahan kugoyang, maju mundur, setelah agak menyesuaikan, mulai kunaik turunkan pantatku.
“Ohhm. mhh.. ssttt.. yahh.. hahhh.. uhggg”
Tanganku bertumpu pada kedua pahanya.
Aku senang sekali, bisa merasakan kontol Heru lagi… Aku mendesah sambil tertawa kecil, jika memikirkan kejadian ini. Goyanganku bervariasi, kadang maju mundur, seperti mengulek memutar pinggulku, dan naik turun. Mungkin agak egois, aku terus mencari titip spotku,
Lagii… kurasakan aliran nikmat didalam memekku mencoba mencari jalan keluar.
Semakin cepat ku gempur kontol anakku.
‘Plok..plook..plookk.plook’
“Ohh.. mhh.. ahh.. lagg..gii Hah.. hegggg…”
‘Serrrr… serrr..Serrr..’

Aku ambruk kebelakang, untung saja kepalaku tidak terbentur dipan, tapi punggungku.
“Hah.. hamm..hahhh..’
Heru memegang pinggangku, mengisyaratkan untuk melepas dan menggeser tubuhku.
Kugeser tubuhku menghadap kekasur, kurebahkan kepala dan tanganku diatasnya.
Heru perlahan keluar dari kolong kasur dan memelukku dari belakang, mengecup dan menelusuri punggungku, kesamping kanan kiri leherku.
“Mmh.. ahh. jangan cupang dileher!” Bisikku..
“Ehm hmm hehe.. gak kok ma. mmcpppmh’” Jawabnya seranya melumat bibirku.
“Mcupp..mcphh pwah.. dibawah gak ada ma, kita cari diatas saja”. Pintanya. Aku hanya tersenyum dan mengangguk. Aku tahu dia belum sampai sama sekali.
Aku kagum,, disamping kontolnya yang gila, staminanya juga sangat kuat.. Asal bisa terus mendapatkan kenikmatan darinya, dengan senang hati aku rela melakukan apa saja, apapun yang diminta dariku.

Dia mengangkat separuh tubuhku, diatas kasur. Lalu mengangkat dan menekuk kaki kananku diatas kasur juga. Setelah itu kaki kanannya bertumpu diujung kasur dibawah paha kananku.
Diarahkan kontolnya, menggesek memekku.Dan…
‘Blesss’
“Ohhg.. mhh.. “.
Gerakannya pelan sekali. Sepertinya dia menikmati sensasi sambil melihat pergerakan kontolnya.
Kedua tangannya mulai meremas pantatku.
‘Plokk.plook..plokk..’
“Hahh. mhh.. Hohh.. hahh..”
Dari tadi aku tidak bisa menahan eranganku. Gerakannya semakin cepat. Dia mulai telungkup menindih tubuhku.
“Hahh..hahh.. hahh.. me..memek mama nikmat banget..hahh” . Desahan dan nafas yang memburu serta bisikannya mengagumi memekku diitelingaku, membuatku serasa terbang melayang..
“Mhh..Ko..kont..olmu ..juga d.ahsyat. Her” Jawabku..
Dia langsung melumat bibirku lagi.
Kedua tangannya dimasukkan dari bawah, meremas dan memilin putingku.
Aku serasa di surga dunia ternikmat yang pernah kualami.
“Mm..ma a..ku mau.. kk.eluar hah…” Bisiknya lagi, tanpa mengendurkan pompaannya.
“Uhh.. mhh i..ya.. m..mama. jjuga”.
Beberapa puluh dorongan, kurasakan tubuhnya mengejang, menancapkan kontolnya sedalam dalamnya.
“Hugggghhh… Heegghh.. heggg.. hahhh”
‘Crooottt..croooot..croott..”
Saat spermanya menerobos rahimku, kususul dengan orgasme ketigaku..
“Ahhh… mggghhh …hyaaaaaa..”
‘Seerrr..serrr..serrr..’
Kubenamkan wajahku didalam bantal, Sementara kedua tanganku meremas erat sprei.
“Hahhh..hahh.. hahh..”

Deru mafas kami masih memburu, perlahan lahan mereda. Dicabut kontolnya dan berbaring disebelah kiriku, aku masih telungkup agak menghadap kanan memunggunginya, kurasakan spermanya mengalir kepaha kiriku.

Beberapa menit kami diam seperti itu..
“M.mmaaf ma, cincinnya gak ketemu!” Dia membuka percakapan…
Aku berbalik menghadapnya.
“hmm… nggak papa sayang,,. mama sudah mendapatkan suatu yang lebih berharga…” Jawabku tersenyum nakal, sambil memijit kontolnya.
“Ughh.. ” Denguhnya.
“Hmmm.. Lain kali, kalo mama mau minta ini, gak usah malu malu deh, pake acara ngilangin cincin segala, hehe,” Godanya..
“Yeee.. gengsi dong.. Masak sumur yang hampirin timba.. hihi” Jawabku.
“Jadi lain kali kalo aku minta ini boleh??” Katanya sambil memasukkan jarinya didalam memekku.
“Ahh… hmmm.. boleh gak ya??” Jawabku tersenyum manja.
“Yahh.. mama.. gak kasian napa, ama si Toru!”. Gerutunya
“Toru?? Siapa?” Tanyaku heran.
“Kontol Heru.. Wahahahaa” Jawabnya pelan, tapi ketawa keras.
“Kamu ini ada ada aja… Hmmm.. boleh deh.. tapi inget.. jangan sampe ada yang tau.. terutama Ella..!” Jawabku sambil mencet hidungnya.
“Tentu dong ma…” Jawabnya sambil membalas mencolek hidungku dengan jarinya yang basah terkena sperma dan cairan memekku.
Ku buka mulutku, lalu ia masukkan jarinya, langsung kusedot sedot jarinya. Matanya melongo melihat apa yang kulakukan.
Kurasakan dalam kocokan sebelah tanganku kontolnya mengeras kaku.
“Haaaa Heru gak tahan ma”..
“Kyahhh.. hihi. hahaha… Geli Her..”
Dengan cepat dia menindihku, menjilati dan menyusuri leher,, ketiak, tetek, serta putingku, aku tertawa karena geli..
Belum sempat kubersihkan spermanya tadi, kurasakan kontolnya sudah melesak kedalam memekku.
“Hahh.. ihh.. ohh..”
Kupeluk punggungnya, dan kubuka kakiku lebar lebar, dia langsung tancap dengan kecepatan penuh…
“Ahhh.. ah.. ohh.. hegghh”

Kulihat jam kamarku pukul 1 dini hari, Tak terasa sudah empat jam kami bercinta, karena tadi saat aku memanggilnya kekamarku kulihat jam 9 malam. Entah berapa kali aku meraih puncak. Sementara Heru tadi keluar tiga kali. Berbagai macam gaya sudah kami coba, Yang paling mengesankan tadi, ketika posisi WOT, tubuhku membelakanginya, tiba tiba dia bangkit dan menggendongku menuju depan cermin, kulihat kontolnya mengkilat keluar masuk dalam memekku, sementara ekspresi wajahku benar benar memalukan, terlihat sange, sangat tidak pantas disebut seorang ibu, sementara heru semakin bersemangat, akhirnya kami keluar bersama saat dia duduk dikursi rias kamarku, aku menggoyang sekuat tenaga. Kini ia tidur telentang kepeluk dari samping kirinya, sambil telanjang dibawah sprei.
Kudengar suaranya mendengkur halus, kucium keningnya.
“Makasih sayang” Bisikku ditelinganya.
Sebelum tidur ke setel alarm di hpku, agar gak bangun kesiangan, karna besok masuk kerja. Kutaruh disampingku.

‘Ting tung ting ting ting ting…’
“Mmhhh.. hoaahhm..’
Terdengar suara alarmku bunyi, kuambil dan kumatikan,
Suasana yang dingin sebenarnya membuatku ingin malas malasan, kurasakan kulitku bersentuhan dengan kulitnya tanpa sehelai benang, kegesekkan paha kananku diatas kontolnya. Perlahan bereaksi, menegang dan keras, aku tertawa kecil.
“Mmhhm hmm mhh” Kudengar suaranya seperti sedang makan. Ada niatan menindihnya, tapi kupikir lagi, nanti bisa bisa pas kerja kami kecapekan.
Aku memilih melangkahinya, kubenarkan posisi selimut padanya. Kuikal rambutku yang acak acakan, kurapikan pakaian yang semalam kami pakai berserakan dilantai.
Kupakai bajuku tanpa mengenakan bra, dan bawahan hanya celana dalam seperti tadi malam. Aku melangkah ke kamar mandi, lalu bikin sarapan.

Saat sibuk di dapur, kudengar Heru keluar dari kamarku, kutengok kebelakang kami saling pandang dan tersenyum, dia juga memakai celana pendek dan kaos sportnya.
Kulanjutkan masakku, dia menghampiriku, dan memelukku dari belakang. Kurasakan kontolnya yang tegang menggesek belahan pantatku. Dikecup leher dan pipiku,
“Masak apa?” Tanyanya.
“Hehe seadanya saja ya, kemarin mama lupa belanja” Jawabku menahan geli. karena gesekan kontolnya dan remasan diketekku.
“Udah udah, mandi dulu sana!” Kataku sambil menggerakkan tubuhku agar dia melepasku.
“Mama gak kasihan nih sama Joni?” Tanyanya manja.
“Sebenernya si Meka juga laper lagi Her, Tapi habis ini kan kita kerja, jadi harus bisa atur kondisi, biar gak capek,” Jawabku.
“Meka?? Maksud mama?” Tanyanya heran.
“Memek Mama!” Bisikku ditelinganya.
“Huhh?? hih mama sekarang jadi nakal ya.!”. Jawabnya sambil menggelitik perutku.
“hihihi hahaha aduh.. eh udah udah.awas ntar minyaknya tumpah nih..” . Jawabku.
Lalu di pergi mandi, karena berangkat pagi seperti biasanya.

Setelah mandi dan ganti pakaian, ia segera ke meja makan, Aku menata menu seadanya, telur dadar, sambal pete, kerupuk, Roti, susu hangat. Saat sarapan tiba tiba ia nyeletuk.
“Ma..!”
“Iya, kenapa??”
“Mama gak kasihan, lihat nih toru gak bisa diem!” Dia berdiri dan mencetak kontol dibalik celananya.
“Yaa ampuuun!” Aku kaget.
“Lihat kan ma, masak nanti pas ke rumah pak Budi masih ngecap gini, kan malu!” Jawabnya dengan wajah bingung.
“Hmmm ya udah pake .. mulut aja..ya!” Jawabku.
“Iya ma.. please deh..” Segera ia buka sabuk dan mempelorotkan celananya.
‘Greeekkkkk’ Kugeser kursi kesebelahnya.
“Kamu lanjutin aja sarapannya biar mama urus si Toru.. hehe!” Jawabku tersenyum.
Aku duduk dikursi, perlahan membungkuk dan mengoral kontolnya.
“slrpttmm .. mogghh moghhh.. kwoghgg.. bwah.. slrtpp mgwoog..mgwogg bwahh.. jangan ditahan usahakan cepet keluar, waktu kita terbatas!” Kataku.
“Hohm ma *nyam nyam nyam” Jawabnya sambil makan.
Ia cepat cepat menghabiskan makanannya, lalu minum,
‘Glug glug glug ah..’
Dia berdiri menyruhku duduk dibawah.
‘mboog.. hwoggh. hgoogg’ Dipegang kepalaku dengan kedua tangannya, kubiarkan dia memperkosa mulutku. Aku sudah janji akan melakukan apa saja untuknya. kulirik wajahnya dari bawah, dia semakin bersemangat. Kutahan diriku agar tidak muntah atau batu tersedak.

“Ohh.. ma..mmmh ak..kkelluar.”
Dicabut kontolnya, mulutku masih terbuka dengan lidah menjulur keluar. Ia kocok kontolnya dan..
‘Crotttt… croottt..crot..’
“Heggggg.hh gwahh.. gwahh.. hoohhh”
Spermanya muncrat kemana mana, kemulut, hidung, pipi, alis, kening, terakhir ia fokuskan kearah mulutku, Perlahan kumasukkan lagi palkonnya kedalam mulutku. kusedot sedot, terasa sisa disa spermanya keuar. Dia menggelinjang. Masih kutahan dalam mulutku.
Kulihat matanya dari bawah , kubuka mulutku penuh sperma, perlahan kututup mulutku dan ku telan, ku buka lagi sambil menjulurkan lidah.
“Waaaaa.. hahaha..” Godaku. Aku selalu tertawa jika melihat ekspresi melongonya.
Tiba tiba dia menarikku dan memelukku.
“Ma… Aku mencintaimu… benar benar mencintaimu ma… aku janji.. akan selalu membahagiakan mama,. selalu menuruti mama, selalu melayani mama kapanpun dimanapun mama mau!” Kata katanya membuatku terlena. kubalas pelukannya, dan kubisikkan.
“Mama juga,…” sambil kugigit telinganya.
Kulihat ia seperti menangis karena bahagia.
Aku juga.. Padahal sebenarnya, kata katanya tadilah yang suatu saat ingin kuucapkan padanya. Kubalas dengan senyum bahagia.

Heru berangkat kerja, aku masih duduk sambil senyum senyum sendiri di ruang makan, mengingat kata katanya tadi.
“OMG.. malah sekarang aku yang horny…”!
Cepat cepat aku kekamar membawa dildo kekamar mandi, masturbasi bentar biar rileks. Setelah sampai satu kali. Kutahan hasratku untuk Heru nanti. hehe.
lanjut mandi, siap siap keperluan, berangkat kerja deh…
🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️

Sudah dua minggu berlalu, sejak aku dan Heru secara terang terangan saling memuaskan kebutuhan batin kami. Selama itu juga hampir setiap hari kami bercinta. Sebagian besar kami lakukan dimalam hari, tapi pernah juga, sepulang kerja aku yang sudah nggak tahan menahan nafsu, ketika kudengar motor Heru tiba dirumah, ku hentikan kegiatan masakku, langsung kulepas seluruh pakaianku, ketika dia membuka pintu langsung kupeluk dan kulumat bibirnya, dia sangat kaget melihat tingkahku. kulepas pakaiannya, ku sepong bentar kontolnya, lalu kuposisikan diriku nungging, dibelakang pintu, dia mengerti, langsung dihujamkan kontolnya dimemekku. Kuraih orgasmeku dua kali sedang dia sekali.
Pernah juga sebaliknya, ketika Heru sudah gak tahan, saat dia pulang kerja, sementara aku lagi masak didapur, dia langsung menghampiriku, belum di jawab sapaanku, dia langsung memelorotkan Cdku yang terbalut daster selutut, menjilatinya bentar agar basah, lalu menyruhku pegangan meja dapur, diangkatnya ujung dasterku sampai punggungku, dan blesss.. skor 1;1 sama sama keluar sekali… 😋. Atau ketika hari minggu dari pagi sampai sore, istirahat kalo lagi kecapaian atau makan bentar. Selama itu kami seperti pengantin baru.

Kamis siang, aku di WA anakku Ella, dia bilang mau pulang.
“Ma.. entar sore Ella mau pulang 😄!” Tulisnya.
“Asyiik. Mama Udah kangen nih sayang 😘😘” Balaskuku.
“Oh ya berangkat jam berapa sayang?” Lanjutku.
“Tiketnya jadwal berangkat Jam 4 ma!” Balasnya.
“Oke sayang… hati hati ya 😘😘😘😘”.
“Iya ma😍!”
Saat awal semester sebulan sekali dia pulang kerumah, menginjak semester kedua dan sekarang memasuki semester tiga ia hanya pulang dua bulan sekali.. Katanya sih udah mulai banyak tugas. Yahh.. kira kira aku kuat gak ya?? Gak bisa dapet belaian Heru.. walaupun cuma 3 hari selama Ella dirumah. Naik bis sekitar 4jam perjalanan, kira kira sampai rumah jam 8, jadi aku cuma punya waktu kurang lebih dua jam buat puasin diri sebelum ella pulang, 😅😅.
Saat pertama kali dia kekost diantar Heru naik motor, lalu Heru pulang naik bis, ya kami menyediakannya motor disana buat riwa riwinya. Tapi kami melarangnya ketika pulang naik motor sendiri. Cewek nglaju jauh jauh kan kasihan, banyak resiko begal atau laka di jalan.

Ku kirim pesan pada Heru. Agar nanti langsung pulang kerumah.
“Her nanti langsung pulang ya!” Tulisku.
“Kenapa ma?” Balasnya.
“Udah deh.. pokoknya langsung pulang 😤”. Tulisku lagi.
“Hehe.. udah kangen sama Toru ya 🤔😃🤣”.
Godanya.
“Ella mau pulang.. Mengertikan maksud mama!”
“OMG….. 😨.. Wah nanti kasian Toru dong!”.
“Makanya nanti manfaatin waktu yang ada 😰!”
“😅😅Oke deh ma, tenang aja.. Toru bakal kasih makan Meka sekenyang kenyangnya 😂!”
“😍😍😍😍😍😍” Balasku mengakhiri chat kami.
Tak lupa langsung kuhapus chat kami.

Jam 16:30 aku tiba dirumah, kusempatkan mandi dulu, biar nggak risih. selesai aku kekamar tanpa ganti baju, masih pakai handuk.. Waktu seperti lambat sekali…
Tepat jam 5 kudengar Motor Heru pulang. Kutunggu di belakang pintu… saat dia masuk, langsung kugandeng tangannya ke kamarku.
“Ayo.. ayoo cepetan..!” Ajakku.
“Eh..ma belum mandi nih masih lengket keringetan!” Jawabnya.
“Uudah gak usah..!” Jawabku.
Masuk kamar, langsung ku buka handukku, dan dengan ciuman mesra tapi penuh nafsu, kulepas pakaian Heru.
Kami terus berciuman sampai sama sama telanjang, kudorong tubuhnya berbaring dikasur. kuputar tubuhku jadi gaya 69.
‘Slrppt …slrppt..”
“Mohhghm… ahh.. mhhhm.!” Desahku tak tertahan.
Saat kurasa kontolnya sudah tegang maksimal, dan memekku juga sudah banjir, kuputar lagi tubuhku, duduk mengangkang diatasnya.
‘Bleeeesss’
“Ahhh/Uhhh…”
“Mmhh.. ohhh.. hugg.. sst…”
Benar benar kunikmati momen terakhir untuk beberapa hari kedepan.
Kurubuhkan tubuhku telungkuo didadanya, sambil melumat bibir Heru. Dia juga mulai aktif memompa dari bawah.
‘plokk..plokk.plook..’

10 menit kemudian mulai kurasakan orhasme pertamaku akan datang. Aku menggoyang liar.
“Uhh.. oh..ma.. li..ar.. ban..get.. uh” Kata Heru
tidak kupedulikan, dan
‘serrr..serrr..serr..’
“Ouhhgggg..ssstt..mmmhh hah.”
Desahku saat mendapat puncak. Kurasakan kontol heru menunjam dalam dalam. Kami saling melilit lidah..
“Mhhmmh slrspt.. mhhh.. hah..hahh. lagi her.. masih hah..jauh dari puas..” Kataku.
Tanpa bicara dia membalik tubuhku, dan dihajar habis habisan.
“Ohh.. mnnhh teruss.. “

Mulutnya kini aktif menyusuri puting dan tetekku, kurasakan jarinya menggesek clitorisku.. Tanpa butuh waktu lama aku melengkungkan tubuhku dan…
“Ohggg… hohh..hshh.. hah” Orgasme kedua kudapatkan. Dicabut kontolnya perlahan, tibs tiba.
‘plokkkk’ ‘Criiiit..criitt’
“Hagggggghhh..”
Mataku membelalak.. kukira dia mau istirahat bentar, tapi tiba tiba menghujam sampai terasa membuka rahimku. Rasa nikmat dan ngilu bercampur jadi satu, kukira orgasmeku tadi selesai, namun saat dia menyodok secara tiba tiba dan sangat dalam, membuatku muncrat. Diulanginya gerakan tadi beberapa kali, sensansi yang kudapat benar benar nikmat luar biasa.
“Bb..bentar..hugghhh.. bher.. hah .” Kataku terbata sambil menahan perutnya.
“Hmmm??? Katanya lanjut terus ma?” Jawabnya sambil tersenyum menang.
“Hahgm. hah.. be..ntar ..hsh masih ngilu..” Jawabku. Di cabut kontolnya dan berbaring disampingku. Aku masih mengatur nafas.
Setelah agak reda, aku berbalik dan nungging, dengan cepat Heru meloncat kebelakangku.
“Plok.mplokk.plookk.”.
“Ohh.. ahh.. mhh ”
“Hah.. ayo ..meka.. semangat..ya hehe”!
Kukeluarkan jurus andalanku, empot nikmat, aku sering melatih memekku, dengan memasukkan kaggel balls (menahan bola agar tidak keluar dari vagina, sehingga dapat melatih cengkeraman otot vaginaku)
“Ouhhh.. mama mulai serius nih..” Jawab heru. Tentu saja tadi kamu ngeledekin mama sih.
“Mhh..mhhggm..mhhgg” . Kugerakkan melepas dan menahan otot memekku seperti menahan kencing.
“Ohh.. s..iall. ma.. aku.. mo kluar..’” Teriaknya.
‘plokkk…plook..plook..’
“Hmm..he..he.. rasain tuh..!” Jawabku.
dan ‘Crooott..crooot..crooot…’ Dimuntahkan sedalam dalamnya di memekku. Tentu saja setiap hari aku selalu minum pil, mencegah kehamilanku. Dia ambruk kebelakang, kususul dengan mengangkanginya lagi.
‘Sleeeebbb’
plokk..plokk.pllokkk
“Ouuhh.. ma.. adduh.. ngilu..nih”
Dia memeluk dan menahan tubuhku dari belakang. menaruh dagunya dipundakku, nafasnya masih ngos ngosan.
“Hehe..!” Tawaku.
Setelah itu kubalik tubuhku sehingga berhadapan dengan tubuhnya.
Lanjut lagi sambil ciuman ganas.
“Ohh.mm. ah..yess.. uhh”

Beragam posisi telah kami jelajahi, terakhir keluar, aku berada diatas tubuhnya. Kulirik jam dinding setengah tujuh malam. Tiba tiba.
‘Ting tung ting tung ting’
Kudengar panggilan telfon di hpku, kucabut kontol Heru. ‘Ah..’ dan merangkak mengambil hp di atas meja rias sebelah kasurku dan mengangkatnya. Ella..
“Halo sayang, udah sampai dimana” Jawabku. Sambil rebahan dikasur lagi.
“Sampai kota xxx ma,!” Jawabnya.
“Hmmm. berarti sekitar satu setengahjam lagi ya baru nyampai” Jawabku.
“Iya .. Ntar Kak Heru suruh jemput diterminal ya ma..”
“Ehh??? Huggghh….” Tiba tiba Heru memiringkan tubuhku, dan mengangkat kaki kiriku, dari belakang ia hujamksn kontolnya.
Kujauhkan hp dari mulutku. Kutengot dan kupelototin matanya. Dia hanya tersenyum menggoda. Pelan pelan ia maju mundurkan kontolnya lagi.
“Ma.. ma..??”
“Eh.. iiya sayang, tadi mama jalan ke dapur, lutut mama kebentur kaki meja..ahh.. adduhh.. agak sakit ell.. mh” Jawabku ngaco, entah kenapa, hal ini membuat nafsuku meledak ledak.. sementara kocokan kontol heru mulai dipercepat.
“Mama sih .. jalan gak lihat lihat..,”
“Yahh.. kan… ngg ngomongin kkamu di telfon..adduhh..mh!” Masih kupelototin mata Heru.
“Her.. ini.. Ella telfon.. ntar suruh jemput kamu..” Ku keraskan suaraku, dan kuberikan hpku pada Heru.. Lalu Kubenamkan wajahku ke bantal, sambil mengerang nikmat.
“Iya El.. gimana?”
“Kak ntar jam 8 jemput ya, diterminal, ingat jam 8 udah harus disana, awas kalo telat..” Aku dapat mendengarnya karena Heru me loudspeakernya.
“Haha.. tenang jam sembilan aku akan berangkat dari rumah…hawahwaha”. Jawab Heru menggoda adiknya.
“Hahhh .. maaa ..maaa kak Heru jahatt.. mau bikin aku capek nunggu… nyar kalo ada penculik gimana….!” Jawab ela merengek.
Heru memberikan hpku lagi.
“mmhh.. Ya.. udah.. mama mau.. lanjut,, ngerjain ..kerjaan mama .. ta..di pas dika.ntor .belum sellesai.. mhhf.. hah..ti hati. ya ..mmuah” Kurasakan kontol heru semakin cepat.

“Iya ma.. mmuah”.
Langsung kututup, dan berteriak.
“Hyaaaashhhhh.. haahh ..hegggggggg.”
“Oh.. ma.. heru kkeluar”
‘Croooott.croottt ..croott/ serrr…serr..serrr”
Kami keluar bareng.
“Hahh…hahh.. kamu ini.. gimana tadi kalo ella tahu??” Kataku marah sambil menjewer telinganya.
“Adduh. aduuh adduh iya ma..ma.afin heru ma!” Jawabnya cengingisan
“Tapi tadi memek mama terasa sempit banget lho.. jadi baru bentar udah keluar.. hehe ” Katanya lagi.
“Ya udah cepet mandi sana.. terus jemput Ella” Kataku masih pura pura marah, padahal tadi emang terasa nikmat banget.
“Mandi bareng yuk ma” Tawarnya.
“Yee… ntar pasti minta lagi!” Kataku.
“Hmm.. 3Hari habis ini kita gak bisa gituan lo ma.. mama gak mau puas puasin dulu, mumpung masih setengah jam lagi” Rayunya.
“Tau ah..” Kataku keluar kamar sambil bugil.
Padahal tadi aku yang pingin ngajak dia mandi bareng, hihi.
Kudengar langkah kakinga mengikutiku.

“Ohhh..ahh..mhhh yahh..”
Dikamar mandi aku menghadap tembok agak nungging, sementara heru memegang pantatku dan mengocok kontolnya dimemekku. Dan
“Hegghhh.. Hahh..mm hohh!”
‘croott..croott..croott.’
—————–;

Jam setengah 8 Heru berangkat menuju terminal, kusuruh dia bungkus makan, biar nanti bisa makan bareng Ella dirumah, Karena tadi sama sekali gak kepikiran masak. Habis bertempur sadar sadar perut kami lapar. Sedang aku belum sempat sama sekali kedapur.

Jam 9 mereka tiba dirumah.
Aku dan Ella saling peluk melepas rindu..
“Gimana kabarnya sayang!” Tanyaku.
“Baik ma, Ayo makan bareng ma, tumben kak Heru yang nraktir nih hihi..!” Jawabya bahagia.
“Huuu.. dasar nenek cerewet..! Jawab Heru hanya manyun.

Kami bertiga makan malam sambil bercerita. Saat ku goda menanyakan udah punya pacar apa belum, dia jawab belum punya, tapi banyak yang nembak tapi selalu ia tolak..
“Emang kenapa kamu tolak?” Tanyaku.
“Yaaa.. belum cocok aja ma!” Jawabnya.
“Haha.. pasto bohong tu ma.. mana ada cowok yang berani deketin nenek galak ini wahaeaha.” Goda Heru.
“Ihhh jelekk.. Emang kamu udah punya pacar ? dasar Jomblo..!” Ejek Ella.
“Punya dong!” Jawab Heru PD.
“Uhkg.. beneran ma?” Tanya Ella kaget.
Aku hanya tersenyum.
“Ih sakit mata kali ya tu cewek.. hahaha Emang namanya siapa ma?!” Jawab Ella dan bertanya.
“Mm.. siapa ya?” Jawabku bingung, andai dia tahu yang dimaksud Heru adalah aku, dia pasti shock berat.
“Beneran Mau tau namanya??” Tanya Heru.
“Siapa??” Tanya Ella balik.
“M.E.K.A… Meka!” Jawab Heru memsndangku sambil senyum.
“Hahaha mekanik???” Ejek Ella.
“Emang pernah kesini ma?” Tanya Ella.
“Ee.. iya pernah beberapa kali..” Jawabku bohong.
“Pasti sama jeleknya hahaha!” Ejek Ella lagi.
Heru berdiri menguyek rambut ella dan pergi ke kamar sambil menggumam.
Setelah beres beres, Ella pamit tidur.
“Ma.. Ella tidur dlu ya!”
“Huum sayang mama juga capek nih, abis lembur tadi!” Jawabku. Iya lembur muasin meka pacar Heru batinku tertawa.
Kami tidur di kamar masing masing.

——-

Paginya aku bangun paling awal, sudah sibuk di dapur, kulihat Heru bangun setengah jam kemudian, kulihat dia tolah toleh, menghampiriku.
Sebelum sampai sudah ku ancam dengan kepalan tangan dan mataku melotot. Dia hanya cengar cengir berlalu menuju kamar mandi. Saat sarapan siap kubangunkan Ella,
‘tok..tok..tokk.
“Sayang.. bangun, ayo sarapan bareng… bentar lagi kakak sama mama mau berangkat kerja”!
“Hmmm.. iya nanti aja ma.. masih ngantuk..” Jawabnya.
“Yaahh.. Calon dokter masak jam segini belum bangun…!
Dia keluar kucek kucek mata sambil bawa boneka raksasanya.
“Ehh buat apa ini!” Kataku.
Dia perhatikan apa yang dia bawa. Sambil meringis dia kembali kekamar melemparnya ke kasur. Kusuruh cuci muka dulu.
Setelah sarapan, Heru pergi duluan seperti biasanya, setengah jam kemudian aku pamit Ella, Ku tinggalkan selembar uang 100rb buat dia beli makan siang.
Karena kemarin sore sudah kulampiaskan birahiku pada Heru, pagi ini jadi terasa tenang,

Siangnya ku telfon, kusuruh beli makan buat dia sendiri, di warung berjarak dua blok dari rumah kami. Dan ku tanya, nanti malam mau makan apa, dia bilang pingin jamur dan kerang saus tiram, sama gurame bakar. Oke siap .. kataku.
Saat aku pulang Heru sudah tiba dirumah, aku agak telat karena tadi beli makan dulu.
Kulihat Ella sibuk membuka beberapa tas, mungkin yang ia pesan pada heru, Ada beberapa kaos, asecoris hp, voucher, boneka kecil, dan perlengkapan mandi. Kami memang selalu menuruti apa yang ia minta, jadi sifat manjanya terus melekat pada dirinya.
Saat makan malam, Ella mengajak kami pergi ketempat rekreasi diarea pegunungan. Kami mengiyakan saja, mumpung dia lagi dirumah, biar pikirannya fresh.

Minggu pagi sekali, jam 6 Kami berangkat.
Sekitar satu jam perjalanan dari rumah. Ella di bonceng kakaknya, sementara aku melaju motor matic ku, Ya… sementara belum bisa beli mobil, tabunganku dan heru sekarang lebih kami fokuskan buat biaya kuliah Ella. Bersyukur saja, yang penting kami sekeluarga sehat dan bahagia.😍.
Acara selanjutnya tentu eksis dulu, foto foto, sambil menikmati pemandangan dan udara sejuk diarea pegunungan. 😃.

Jam 11 siang kami sudah tiba dirumah. Sebelumnya Ella minta belanja bahan mentah, buat belajar masak dirumah,
“Ma beli bahan mentah aja ya, ntar aku bantu masak!” Katanya
“Iya.. kamu juga harus belajar bisa masak buat bekal rumah tangga nanti.” Jawabku.
“Wah.. siap siap sakit perut nih..!” kata Heru meledek,
“Yee… nanti lihat aja.. pasti kamu minta nambah kalo udah nyicipin masakan aku!” Jawab Ella PD..

Setelah makan siang bersama, kami tiduran di kasur lantai depan TV, Agak capek setelah tadi naik gunung. Aku ditengah kedua anakku. Ella disamping kanan, Heru disamping kiriku. Kulirik Ella sudah tertidur mendengkur halus. Sementara Heru tidak fokus pada TV tapi, dengan HPnya. Kucoba memejamkan mataku. Aku yang memakai daster selutut, tiba tiba terasa ujung dasterku terangkat. Seketika mataku membelalak, memandang Heru. Tangan kiriku mencoba menahan gerakan tangannya. Perlahan dia memiringksn tubuhnya dan menciumku.
“Mhhcc..”

Tanganku dipegang dan diarahkan ke kontolnya yang tegang dibalik celana pendeknya. Darahku mulai berdesir, kulirik Ella madih terpejam mendengkur Halus. Ia pelorotkan celana pendeknya dan tanganku dibimbing untuk mengocoknya. tangan kanannya menarik dasterku keatas peritku, dan menyingkap Cd ku serta perlahan jarinya Ia korek di lubang memekku.
Cairan memekku semakin banjir, perasaan deg degan jika ketahuan Ella dan nafsu bercampur jadi satu.
Tiba tiba dia memiringkan tubuhku kekanan dan mengangkat kaki kiriku, kutengok kebelakang sambil menggeleng, tapi tidak digubrisnya. Ia singkap Cd ku dan menggesek kontolnya ke lubang memekku,
‘Bleeeees’
Perlahan namun pasti, kontolnya menghujam.
“Mhhh… ” Kututup mulutku dengan telapak tanganku.
“Memek mama ngegrip…” Bisiknya ditelingaku.
“Ssst..mhhh..ohh” Desahku yang sekuat tenaga kutahan.
Perlahan dia meningkatkan kecepatannya, tangan kiriku kuremaskan pada tubuhnya dibelakangku, tangan kananku membekap mulutku.
Terus kuperhatikan dengkur nafas Ella.
“Hmmm.. iya besok.. jadi deh”.
Tiba tiba Ella menggumam, dan berbalik memunggungiku,.
Spontan tadi aku meluruskan kakiku yang dipegang Heru.
Ah.. syukurlah dia berbalik, Heru menarik tubuhku lagi, Ia menyuruhku diatas. Saat bergerak dengan cepat ku lepas CDku, dan kulempar dibawah sofa, Sementara heru menurunkan celana dan Cdnya selutut.
‘Blessss’
“Mmmhhhh..”. kusumpal mulutku di bibir Heru.
Langsung ku goyang pantatku,
‘Plokk…plokk.plookk’.
Aku seperti kehilangan kesadaranku. Entah kenapa situasi ini benar benar membuatku semakin bergairah. Jadi tidak butuh waktu lama bagiku meraih puncak.
“Mmhhhhhhmmmmmm”
‘Serrrr…serrrr..serrr.”
Kutelan kontol Heru sedalam dalamnya.
Masih kunikmati sisa orgasmeku, di sudah mulai memompa dari bawah, aku hsnya bisa menggeleng geleng kepala. Tiba tiba dia berhenti lagi. Menggeserku dari tubuhnya,
Menindihku dan langsung memompa dengan kecepatan penuh

“Hahhhh…mhhh” Aku hampir berteriak, dengan cepat dia menutup mulutku dengan lumatannya. Kedua pahaku menekuk keatas karena di kunci dengan kedua lengannya.
Kukeluarkan jurusku lagi, agar ia ceoat sampai.
“Ohhh.. yess.. enak ma..” Bisiknya ditelingaku.
kurasakan pula denyutan memekku meningkat.
Dua menit kemudian mulut kami saling menyedot. dan
‘Crotttt…croott..croott’
‘Serrr…serrt..seerr.”
“Mmmhh.mmmjhh…mggghhh”

Kami saling menikmati sisa sisa puncak yang baru kami capai dengan ciuman yang lembut.
Dicabut kontolnya dari memekku, terasa spermanya ikut mengalir keluar. Kuambil CDku tadi dibawah sofa untuk melap cairan yang mengalir dari memek turun dipermukaan anusku. Sementara Heru masih sembujung didepanku, Aku berdiri dan menjewernya, sambil kutempel jari telunjukku didepan mulutku, dia mengikuti.
Didapur kumarahi dia..
“Kamu ini.. Gimana kalo tadi Ella bangun!!” Marahku sambil menjewernya keras.
“Add..da.. addda..h… mmaaf ma… …” jawabnya.
Perlahan kulepas jeweranku.
“Add..uh. sakit tau ..ma,,.. abisnya ngelihat paha mama waktu tiduran tadi, si Toru tiba tiba langsung bangun 😅😅,” Jawabnya cengar cengir.
Aku sedekap sambil masang muka sebel..
“Hehe.. Kalo mama lagi ngambeg gitu, kok kelihatan tambah cantik aja ya..” Katanya sambil memelukku dari samping. Aku memalingkan wajahku.
“Beneran deh ma,, kayak ada aura sensual yang keluar.. jadi pingin nambah nih,..” Bisiknya sambil mencium leherku.. Kurasakan merinding sekujur tubuhku. Di remasnya pantatku..
“Eh ma..? ini gak di pakai lagi??” Katanya sambil menunjukkan tangannya pada CD yang ku genggam.
Aku beranjak kekamar mandi. Membersihkan memekku, tiba tiba jadi kepikiran untuk tidak memakai lagi CD ku.. Saat membayangka diriku dirumah tanpa mengenakan CD jadi membuatku merasa seperti bergairah, aku senyum senyum sendiri. Akhirnya aku keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan CD lagi. Sementara Heru kulihat pergi kekamarnya, akhirnya aku menemani Ella tidur di depan TV.

Jam 3 Sore Ella membangunkan tidurku, Kami ngobrol bentar, Kutanyakan dia balik kapan,
“Kamu balik kapan sayang??”
“Sebenernya besok pagi ada jam kuliah ma, tapi kalo berangkat nanti sore atau malam…hehe agak malas ma,!” Katanya.
“Ehhh??” Tanyaku protes.
“Ayolah ma.. gak papa kan berangkat besok pagi…masih kangen nihhh!” Jawabnya manja sambil memelukku.
“Haduuhhh.. kamu ini.. ya udah deh terserah… tapi Kalo gitu bantu mama bersihin rumah!” Jawabku.
“Yaaahhhh.. malah bersih bersih..!” Protesnya.
“Ya harus dong .. Jadi wanita itu harus rajin.. biar nanti disayang suami.!” Kataku tersenyum sambil berlalu.
“Oke oke siap kaptennn!” Jawabnya mengikutiku.

Lalu kubangunkan Heru kusuruh bersih bersih diluar rumah. Saat Ella ngepel teras depan rumah, aku pindah ngepel diteras samping kanan rumah, setelah didalam tadi sudah selesai. Kulihat Heru nyapu di pelataran samping kanan rumah.
Saat dia melirikku yang sedang nungging ngepel, kugoda dengan menarik daster ku sampai kepunggung, melihatku tidak memakai CD, spontan dia melepas sapu dan membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, Aku tertawa sambil melenggang masuk rumah.

Setelah itu mandi, lalu masak buat makan malam dibantu Ella. Setelah selesai Ella menata masakan dimeja makan. Kudengar Heru memanggilku diruang Tv,
“Ma… Hp mama bunyi.. ada telfon kali”.
Tadi Hpku sepertinya memang ketinggalan di ruang Tv. Saat kulihat siapa yang nelfon ternyata Heru sendiri. Saat aku mau marah karena mengerjaiku, aku melongo melihat nya membuka sarungnya tanpa CD dengan kontol mengacung tegang keatas.
“Hah..?”
“Gara gara mama tadi nih.. !”Jawabnya menggerutu.
“Eh..? hmm he..he!” Aku hanya tertawa pelan sambil garuk garuk kepala. Sebenarnya dari tadi emang aku sudah agak horny, melihat kontolnya tegang sekarang semakin membuatku tambah horni.
“Nanti malam mama kekamarku ya..” Katanya.
“Nggak.. Kamu tahu kan Ella masih dirumah, udah ayo makan dulu!” Jawabku sambil pergi ke meja makan.

Setelah makan malam selesai, Ella nonton tv sambil tiduran di kasur lantai, sesekali sibuk dengan ponselnya. Aku membuat beberapa persiapan materi dan laporan buat kerja besok, di meja kerjaku. Heru tadi langsung ke kamar.
Setengah jam kemuadian dia keluar, pergi kekamar mandi, Balik balik dia menghampiriku dari samping, tanpa berkata apapun, aku hanya memperhatikan gerak geriknya, tiba tiba dia menciumku, aku sempat menolak, tapi dia memegang kepalaku,
“Mmmhh…”..
“Mama lanjutin aja kerjanya..”Jawabnya.
Dia beralih dibelakangku, meremas kedua ketekku dari luar baju, sambil menciumi belakang serta samping leherku,
“Mmhh… sst..” Desahku. lalu dia jongkok disebelahku, Menelusupkan tangannya kedalam baju tidurku, meremas sambil memilin putingku.. Sekarang berganti menelusupkan jarinya jedalam memekku, kubuka lebih lebar kakiku agar memudahkannya. ditarik keatas bajuku, dan menmbebaskan susuku dari BH, Ia sedot sedot, aku hanya bisa menggigit bibirku, jarinya ia fokuskan menggosok clitorisku,
“Mmmhh..”
Saat aku hampir orgasme, dengan mengapit tangannya di antara pahaku.
Tiba tiba dia mencabut tangannya, berdiri mengangkat sarungnya dan memperlihatkan kontolnya yang tegang, menggerak gerakkan kontolnya, menjulurkan lidah seperti mengejek, Lalu pergi kekamar. Sialan ni anak.. batinku..

Nafasku mulai cepat, dan tak teratur, lalu pamit pada ella mau tidur dulu, kubilang padanya nanti jangan lupa matiin lampu tengah. Dikamar aku seperti orang kecanduan narkoba, gelisah, menggigil, terasa menggelora seluruh tubuhku menahan nafsu yang tadi hampir orgasme namun tidak jadi. Satu jam kemudian, kulihat jam kamarku pukul 21.00, kudengar Ella mematikan Tv dan lampu diruang tengah, lalu membuka kamarnya. Kutunggu sampai setengah jam, bar aku keluar kamar, dengan sangat pelan kubuka pintu kamarku, kututup lagi dan mengendap endap kekamar Heru.
Ketika aku masuk dia sudah telanjang sembujung dan bersender di ujung kasurnya, sambil mengocok pelan kontolnya.
Aku langsung melepas pakaianku lalu menaikinya, melumat mulutnya bentar dan..
“Blesss”
Ku makan kontolnya dengan memekku,
“Ohhh.. yesss.. mhh.. ”
“Ma.. jangan keras keras desahnya.” Bisik Heru ditelingaku, Aku mencoba menahannya dengan menggigit bibir bawahku. Tangan Heru meremas ketekku. Tanpa butuh waktu lama akhirnya kuraih orgasmeku. Kupeluk erat tubuhnya dan…
“Ouhhhhgggg… mhh”.
‘Serrr.serrr..serrr..’
Aku sendiri bingung, padahal sebelumnya aku dan Heru janji gak akan berhubungan ketika Ella dirumah, nyatanya hari ini sudah dua kali aku bergumul dengannya.
Perlahan dia mendorongku kebelakang, menindihku dan mulai memompa tubuhku.
“Ohhh.. smmh .. ahh.. ”
Ditengah tengah pergumulan kami tiba tiba terdengar suara jatuh.
‘Bukkkkk’
“..??? mmh..hhm.!”
Aku menepuk nepuk punggung Heru.. dan mengunci tubuhnya dengan menyilangkan kedua kakiku diatas tubuhnya.
“Hah.. hshh.. a..ada apa ma?” Tanya dia heran.
“Hah.. ah..Kamu ..gak denger.. suara spa tadi?”
Tanyaku.
“Nggak kok ma.. mangga jatoh kali.. egghh..hohhh..” Jawabnya tanpa ambil pusing sambil mulai menggerakkan pantatnya lagi..
Ya.. mungkin benar mangga jatuh kali, tapi perasaanku kok ada yang mengganjal ya..
“mhh.. Hah.. hahh..” Tak kupedulikan lagi suara tadi, dan kulanjutkan desahannku menikmati goyangannya.
Gerakannya mulai cepat, ku imbangi dengan empotan kecil dimemekku, agar dia mudah meraih puncak, dan.
“Hehh.. hegg.. ma… hohhh… haghh.. hshh..”
‘Croottt… crott… croott…’

Kurasakan liang memekku hangat tersiram spermanya.. Kugerakkan memekku menyedot kontolnya, Ia semakin melesakkan kontolnya dalam dalam..

Malam itu aku sampai 5 kali, sedang Heru 3 kali.. Sebenarnya aku sudah sangat lelah, mau pindah kamarku jadi agak males, tapi dari pada resiko jika Ella tahu aku bangun dari kamar Heru, Ku paksa tubuhku bergerak walau sempoyongan, meraih pakaianku tanpa mengenakannya, Setelah sampai kamarku, langsung ku tutup tubuhku dengan selimut dan tertidur pulas…

“Kamu udah siapin semuanya sayang?” Tanyaku pada Ella.. Kulihat Heru juga siap siap mengantar adiknya.
“Iya ma,, !” Jawabnya.
“Lhoh barang barang Heru kok kamu bawa sekalian!”
“Aku dan kakak akan pergi jauh, lalu nikah dan akan bikin anak yang banyak .. mama cari suami lagi sana,!” Jawabnya.
“Ehh.. Apa maksudmu!” Tanyaku.
“Her.. Kamu serius, ?” Tanyaku pada Heru. tapi dia membelakangiku, Ella tersenyum penuh kemenangan,
“Sampai jumpa ma, semoga bahagia!” Jawabnya.
Mereka saling rangkul dan pergi..
“Tunggu.. apa yang terjadi, tunggu Ella.. Heruu.. Jangan tinggalin Mama…”.

Tokk..tokk..tokk..tokk’
“Ma..ma…mama…ma?”
Aku geragapan terbangun dari mimpiku, keringatku membasahi tubuhku. Kudengar Ella mengetuk pintu kamarku. Kulihat jam 6 pagi.. Yaampun.. aku lupa pasang alarm..
“Ehh.. i..iya El.. Maaf mama kesiangan lupa pasang alarm!” Jawabku bangun sambil memakai bajuku.

Kulihat dia sudah mandi masih pakai handuk, dan siap siap berangkat..
“Mama sama kakak dari tadi ku bangunin gak bangun bangun sih!” Gerutunya.
“Eee.. mama masakin mi rebus ya?” Tawarku.
“Gak usah ma, ntar kakak malah telat kerja, gara gara nganter Ella keterminal dulu… Tadi aku sudah bawa roti kok, ntar kumakan di bis saja!” Jawabnya.
Kulihat Heru selesai mandi, dan cepet cepet kekamar.
Kubantu Ella mengemasi barangnya, Heru selesai mandi juga langsung siap berangkat,
“Ma..Ella berangkat dulu ya, muah.. muah..” Dia pamit memelukku dan mencium kedua pipiku.
“Iya sayang hati hati.. ingat pesen mama, yang rajin, dan jaga kesehatan” Jawabku
“Siaaaaapp.” Jawabnya.
“Heru juga pamit dulu ma!” Kata Heru.
“Iya hati hati dijalan…”
Mereka berlalu.. saat aku kekamar mandi, kuperhatikan wajahku di cermin. Hmmm,???…..
Dipipiku terlihat bercak yang agak mengering, saat ku sentuh masih sedikit lengket, kucium, aroma sperma heru!
Oh My God! Tadi malem heru sempet cumshoot dimuka 😰…kira kira Ella tahu tidak ya??…

Daftar Part