Heru siJomblo part 7

0
99
Heru siJomblo Kisah Malam

Heru siJomblo part 7

💦 POV HERU

*Sedikit Flashback..

“Mmmgggg… Hoaamm… Jam berapa nih??”
Mataku masih riyip riyip..
“Hmmm..??? Hah??? OMG!!!”

Aku baru benar benar sadar ketika mataku terbuka, kulihat diriku berada di ruang Tv, hanya berselimut sarung. Mama sudah tidak ada disampingku.

Waduh,, kira kira gimana ekspresi mama tadi ya, 😓😓..
Aku segera bangkit, menuju kamar, ambil handuk terus mandi.. Akupun tidak menemukan mama didapur atau dikamar mandi.. Apa dia lanjut tidur dikamarnya ya?? Aku jadi semakin bingung, gimana nanti kalo aku bertatap muka dengannya.

Selesai mandi aku kembali kekamar. Kudengar pintu kamar mama terbuka, mungkin dia menungguku selesai mandi, agar tidak saling ketemu. Ya Tuhan.. Apa mama masih menganggapku sebagai anaknya? Apa dia sudah jijik melihatku sampai tidak mau melihatku?? Aku jadi sedih dan ada rasa sesal serta bersalah mengusik hatiku..

Aku terus berdiam diri dikamar.. pikiranku terus melayang.. Apa yang akan terjadi selanjutnya..?? OMG aku lupa nyalain listrik… Aku buru buru keluar kamar, pintu kamar mama terbuka?? Aku tengok dia gak ada dikamar, lalu aku kedapur ternyata dia ada disana..

Saat kusapa, dia bersikap normal seperti tidak terjadi apa apa,, malah aku sendiri yang jadi kikuk..
Syukurlah dia gak marah atau bersikap aneh.. Aku keluar rumah membereskan sisa sisa rencanaku tadi malam..

Tiba tiba terdengar suara mama memanggilku… Menyuruhku sarapan..
Dimeja kami saling diam.. Waduh malu sekali menatap wajahnya, yang tadi malam habis ku nikmati tubuhnya, walaupun dalam keadaan gelap.. Saat dia menanyakan kabar Ella adikku, aku masih belum berani menatapnya, hanya membalas beberapa kata.. Akhirnya dia mengajakku bersih bersih rumah.. Hmmm… Mama bersikap normal demi menjaga hubungan kami sebagai seorang ibu dan anak.. Jadi aku juga berusaha beradaptasi dalam situasi ini…

Aku yang sudah sibuk bersih bersih rumput disamping rumah, malah dikejutkannya, dengan pakaian dasternya mama ternyata tidak memakai CD.. Jantungku hampir copot ketika dihadapanku ia jongkok, memperlihatkan memeknya. 😱😱. Tentu saja kontolku langsung bereaksi ingin meloncat keluar dari celanaku.

Apa dia benar benar lupa atau jangan jangan menggodaku?? Pikiranku terus berkecamuk.. Bingung..

Setelah selesai aku istirahat didepan Tv, mama menyusulku, dan yang bikin aku kaget, posisi kepalanya yang terganjal tangannya, mengenai pelerku, terasa tangannya juga meremas dikit. Tapi entah capek karena tadi habis bersih bersih atau karena pergumulan semalam mataku terasa berat dan akhirnya tertidur.

Bangun bangun kulihat mama ketiduran kasur lantai.. Aku jadi kasihan, kukecup keningnya, dan keselimuti tubuhnya. Kuputuskan beli makan, agar mama gak capek masak.

🥝🥝🥝🥝🥝🥝

Sampai beberapa hari kedepan aku tidak berani macam macam sama mama,, Aku takut jika menanyakan kejadian itu padanya, ia akan marah, terlebih jika ia membenciku 😿.

Sampai suatu hari, aku pulang kerja, saat kubuka pintu.. belum sempat aku menyapa mama. Aku dikejutkan dengan tubuhnya yang terbalut handuk sebatas pantatnya yang seksi, sambil nungging.. OMG.. memeknya benar benar mengkilap, dia sedang berbicara ditelfon dengan seseorang, Ingin sekali kukeluarkan kontolku dan kutancapkan saat itu juga.. tapi rasa takutku masih menahan tubuhku, jadi aku hanya bisa mematung dibelakang pintu.

Saat ia berbalik, kami sama sama kaget.. Kusapa dirinya, dia membalas sebentar, dan berlalu kekamar.
Kontolku terasa kaku sekali, didalam kamar kucoba onani, tapi sayang, gak keluar keluar, malah kontolku terasa sakit, sejak merasakan sepongan dan memekknya, entah kenapa onani kali ini terasa tidak menyenangkan…😌

Saat makan malam, mama tak sengaja menumpahkan segelas air, terkena sarungku, tentu gelasnya pecah bercecer dilantai.
Ia segera minta maaf, dan mencoba mengeringkan sarungku yang basah, sialnya, saat tangannya menyapu bagian yang basah, menyenggol kontolku, tanpa kompromi si kontol langsung ngaceng, merindukan belaiannya.

Dan malam itu, telah merubah hidupku sepenuhnya, Mama memanggilku dari kamarnya, menyuruhku membantunya mencari cincin yang hilang, dia beralasan kalo tadi saat membersihkan pecahan beling dilantai, jarinya tergores, dan ia coba lepas cincin dijarinya, namun malah jatuh entah kemana..

Yang membuatku shock saat memasuki kamarnya, Ia hanya memakai CD dan baju tidur, sambil nungging mencari cincin dibawah tempat tidurnya. Pandangan mataku tidak terlepas dari pantatnya yang putih, dan seksi. Menyruhku mencari distas kasur.. Aku naik ke kasur, tapi tidak mencarinya, mataku terus tertuju pada pantatnya. Tiba tiba jarinya malah mencoba menyinhkap CDnya.

Saat itu perasaan bingung dan khawatir akan hal yang kulakukan pada mama terjawab sudah, aku tidak bisa menggambarkan ekspresi senang dan bahagiaku, ternyata mama juga menginginkan hal itu…

Memang kesan pertama saat itu lucu juga, Kami bersetubuh tapi seolah olah pura pura sibuk mencari cincin, setelah beberapa kali ia orgasme, kupancing dan kukatakan, jika meminta kepuasan dariku gak usah pakai acting, 🤣, Jawabannya, ya… biasa sih wanita, gengsinya gede..😂. Malam itu tanpa malu lagi kami melepas birahi sampai tak terhitung berapa kali kami sampai..

🐦🐤🐥🐥🐦🐤

Sejak itu hubungan kami sudah seperti sepasang pengantin baru, saling melepas birahi, mendaki puncak kenikmatan bersama.
Hampir setiap hari, saat pulang kerja, sampai malam.. ♥♥♥

Sampai suatu ketika mama mengabariku kalo adikku Ella akan pulang. Tentu saja nanti situasi dan kesempatan buat ngewe jadi sulit, Mama menyuruhku langsung pulang..

Setelah aku sampai rumah, tanpa menungguku mandi atau ganti pakaian, Mama langsung menarikku kekamarnya.. Memamfaatkan waktu yang sedikit, sebelum kepulangan Ella, saling memuaskan nafsu satu sama lain, sebagai bekal, agar bisa menahan nafsu jika Ella berada dirumah.

Terakhir aku dan mama menyempatkan mencari nikmat dikamar mandi sebelum aku berangkat menjemput Ella..

Setelah mandi, dan ganti baju, Jam setengah 8 malam ku pacu motorku menuju terminal.
Kurang lebih 20 menit perjalanan, Kuparkir motorku didekat pos jaga.. Ku buka hpku ada beberapa kali panggilan tak terjawab dari Ella, dan pesan sekitar 10 menit yang lalu..
“Udah berangkat belum??”
“P”
“P”
“Woooooiiii 😤😤😤!”
Aku hanya tersenyum membaca pesannya, dasar ni anak gak sabaran amat.. Kusulut rokokku, sambil membalas pesannya.
“Ini udah nyampe terminal noonn.. Malah gw yang njangurrr disini 😰” Ternyata dia belum sampai.

‘Kling’
“😏😏😏, bentar ini udah nyampe di xxxxx”. Balasnya.
Hanya kubaca pesannya, kunikmati lagi sedotan rokokku.. Lalu..
‘Cssssttt’.
Kubuka minuman kaleng yang tadi kubeli, Ahh.. tenggorokanku terasa segar.. Pikiranku teringat lagi kejadian tadi sama mama.. Aku bertanya tanya, entah sampai kapan hubunganku dengan mama ini berlanjut?? Bagaimana jika nanti mama hamil?? Dan apa yang akan dipikirkan Ella bila hal itu terjadi?? Walaupun saat ini memang mama memakai kontrasepsi. Namun saat pertama kali aku melakukan hal itu dengannya, dia pasti belum memakainya. Semoga aja sih gak jadi anak, yahh.. gimana ya, aku sendiri masih belum siap menerima akibat dan kesan orang orang jika hal itu terjadi, tidak mungkin juga kan aku menikahi mama.

“Huuuuhhhhffff…”
Kuhembuskan nafasku bersama kepulan asap rokok, dan mencoba membuang angan angan tadi.

‘Brrrmmm…brmmmmm..brrrmmmmm’
Ada bus masuk ke area terminal,
‘Ting..tuing..tuing..tuing..tuingg..’
Panggilan telfon Ella masuk.
“Hallo..” Sapaku.
“Kak aku udah nyampai,.. kamu dimana?” Jawab Ella.
“Di belakang pos.. Iya bentar otw kesana” Jawabku..

Kudekati bus tadi yang baru saja parkir.. Banyak tukang ojek yang sama sama menyerbu bus tersebut..
Kupehatikan para penumpang yang turun.. Satu, dua tiga, empat, lima…….. Para tukang ojek mencoba menawarkan jasa mereka.. Ada yang mau, ada yang cuek, ada yang mencoba mengikuti penumpang sampai jauh.. Sampai terakhir beberapa penumpang yang turun beberapa lelaki, Hmmm.. dimana dia? Katanya udah nyampai, apa masih didalam? Batinku.

‘Ting..tuing..tuing..tuing..tuingg..’
Dia menelfon lagi.
“Kak dimana sih.??? Aku dikejar kejar tukang ojek nih” Belum sempat aku bertanya, dia udah marah marah.
“Ha?? Kamu pake baju apa sih??” Tanyaku.
“Pinggggg, ini aku lagi disamping pos..” Jawabnya lagi.

Segera kulihat area pos tadi, ada seorang wanita membawa ransel besar dipunggungnya, bercelana pensil ketat, pakai cardigan panjang warna ping, tapi berkerudung, Hmmm.?? Masak dia Ella sih, Segera kuhampiri dia.. Dia clingak clinguk mungkin mencariku, kututup helmku, sengaja kujalankan motorku dibelakang para penumpang tadi, setelah dekat dengannya, kuhampiri dari samping, dia terlihat cuek sambil sibuk dengan hpnya.

“Mbak ojek mbak, mau kemana??”
Kusamarkan suaraku.
“Maaf pak.. udah ada yang jemput”.
“Oww.. dijemput pacarnya ya??” Kataku sambil membuka helmku.
“Ngg….. I…. hah????!!!”
“Wahahahaha”
Ia kaget ketika aku tertawa keras, dan melongo saat ia tahu bahwa tukang ojek tadi aku.

“Iihhhhhhhhh….”
‘Bukk..bukk..bukk’
“Wakakkakaka”
Masih tergambar dipikiranku ekspresi lucunya tadi, membuatku geli dan terus tertawa.. Sementara ia sibuk memukul pundak dan punggungku dari samping.. Kami sempat saling pandang beberapa saat.. Tak kusangka dia terlihat sangat cantik ketika memakai kerudung..

“Penampilan kamu beda sihh.. jadi tadi gak ngira, kalo cewek berjilbab ini kamu..hehe..,😅 haha🤣”
“Huh.. Emang kenapa kalo aku pakai jilbab?” Tanyanya..
“Ya gak papa, dari dulu kamu kan jarang makai, makanya tadi gak tau…!” Jawabku.
“Ya udah ayo naik.. Tapi tadi mama pesen, suruh bungkus makan dulu, mau dimana?? Sambungku.
“Terserah deh..” Jawabnya.
“Haiiyaaaahhh…. jurus andalan cewek kalo ngambeg!” Balasku.
“Ya udah, keresto kesukaan mama aja” Jawabnya..
“Okee.. siapp ..” Kuberikan Helm yang tadi kutaruh di depan, segera ia pakai dan naik dibelakangku,

Kupacu motorku lagi menuju resto kesuakaan mama. Tangannya melingkar didepan perutku. terasa pelukannya dari belakang menempel ketat dipunggungku, terutama dadanya, tapi kok rasanya keras ya?? Gak seempuk tetek mama 😝?? Ah sial.. kontolku malah ngaceng.. ku coba membuang pikiran kotorku.
Setelah sampai kusuruh dia masuk untuk pesan dulu, aku pamit pergi ke atm ambil duit dulu. OMG, tadi rasanya kayak punya pacar aja 😝😂😅.. Kuperbaiki posisi Toru agar lebih nyaman 😂.

Saat kembali dia duduk sambil memainkan ponselnya.

“Kalo kamu udah lapar pesen aja makan disini” Kataku membuka percakapan dengannnya.
“Nggak ah, mau makan bareng mama aja” Jawabnya.
“Ya udah kalo gitu..”

Saat kuperhatikan tubuhnya, hmmm.. ni anak kukira kemarin masih bau kencur.. gak taunya sekarang kok jadi mirip bintang sinetron aja yah 😅.

“Hmmm?? Ada apa?” Tanyanya jutek ketika dia tahu kuperhatikan dirinya.
“Gak papa.. aku jadi kepikiran misal ada cowok liat kamu pasti langsung klepek klepek, tapi kalo lihat asli galaknya, pasti langsung kabur wahaha?”
“Iiiiiiihhh… ”
“Adaw..adaww..Daw..” Dia cubit lenganku, sampai sampai beberapa orang melihat kami sambil senyum senyum, anjirr.. malu gue…

🛵🛵🛵🛵🚦🚦🛵🛵🛵

Setelah sampai rumah, Ella melepas rindunya dengan mama, saling peluk.. Aku bahagia sekali melihat keceriaan keluarga kecilku ini. Lalu kami makan malam bersama, mama sempat menggoda Ella, dengan menanyakan sudah punya pacar atau belum, saat dia jawab, sebenarnya banyak cowok yang nembak tapi selalu ditolaknya, karena alasan kurang cocok, aku hanya tertawa dalam hati. Pasti nyarinya yang kayak bintang holiwood ni anak, haha secara dia kan cantik, calon dokter lagi, jadi sah sah saja sih.. Ia juga mengejekku dengan sebutan jombloo.. Aku jadi gengsi dikit, 😂, yah kusebut saja Meka sebagai pacarku saat ini, mama hanya tersenyum sambil menimpali kebohonganku 😃.

Setelah makan malam dan beres beres kami kembali kekamar masing masing dan tidur.. Yah capek sekali hari ini..

🌛🌚🌘🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌘🌛

Paginya aku dan mama masih sibuk kerja, sementara Ella mungkin seharian tidur dirumah. Yah.. emang dari dulu kalo lagi dirumah seharian pasti males malesan.

Siangnya aku di WA Ella, dia memintaku membelikannya beberapa keperluannya, minta beberapa kaos yang ada gambar beruangnya, case hp, juga yang ada gambar beruang, voucher pulsa dan paket data, boneka beruang seukuran bantal, sabun shampo dll.

“OMG… boros amat neng 😌😰😵” Balasku.
“Jadilah kakak yang baik, yang selalu care dan sayang adiknya ya, 😜😜😜😜 “. Balasnya.
“😑😒😒 aku mau jadi kakak yang jahat aja deh!” Balasku.
“😭😭😭😭 ntar kulaporin mama!!” Balasnya.
“😵😵😵😵😵😵” Balasku.
“Pokoknya nanti kalo pulang harus bawa itu 😛😛😛😛” Balasnya lagi.

Tentu saja kubelikan semua yang ia pesan tadi.. Kalo urusan kebutuhan dan kebahagiaan keluargaku, entah mama atau Ella aku tidak peduli berapa uang yang kuhabiskan. Prinsipku Uang masih bisa dicari, sementara kebahagiaan keluargakulah, yang paling penting.

Saat makan malam Ella mengajak kami refresing ke area pegunungan besok pagi, Bagi diriku dan mama, selagi kami masih mampu menuruti keinginannya, tentu kami akan lakukan. Itulah bukti kasih sayang kami padanya.

Besok paginya, kami berangkat, Ella kubonceng, sedang mama naik motor sendiri.
Dia gak makai kerudung seperti tadi malam, yang beda, ia pakai kacamata, yah.. emang sih,, kalo cewek dari sononya udah cantik, makai style apapun jadi nggak ngaruh sama kecantikannya, 😍. Beruntung banget dah cowok yang bisa dapetin dia 🤣. Batinku.

Siangnya sepulang dari jalan jalan tadi, kami nyantai didepan TV, Kulihat Ella sepertinya ketiduran, melihat mama disampinngku, dengan dasternya yang terangkat sedikit diatas lutut, aku langsung horny, Kulakukan aksiku, memancing nafsu mama, walaupun kami janji gak akan ngewe selagi Ella dirumah. Kukira dia menolak, tapi kelihatannya Mama juga udah gak tahan, akhirnya kami merengkuh nikmat siang itu, disamping Ella..

Setelah itu aku tidur dikamar, mungkin nanti Ella mau balik, jadi kuputuskan istirahat sebentar.

Sore hari mama membangunkanku, dia bilang kalo Ella minta balik besok pagi, ya udah mau lanjut tidur, eh malah diduruh bersih bersih 😌.

Saat sedang nyapu di samping rumah, kulihat mama mulai ngepel diteras samping.. Kuperhatikan bokongnya yang seksi saat nungging.. 😍😍😍,.
Sadar kalo aku memperhatikannya, tiba tiba ia menarik dasternya sampai ke punggung.
“OMG…” Dia gak pakai CD.. Seketika kontolku ngaceng berat, saat aku mau mendekatinya, ia malah masuk rumah lagi, sambil tertawa.. Siall.. awas ya nanti…

Karena nafsuku udah diubun ubun. Malamnya Kubuat sebuah rencana… Saat mama lagi ngerjain laporan di meja kerja yang biasa Ia pakai, sementara Ella nonton TV, Ku jalanlan rencana sederhanaku, aku hanya perlu merangsanya dikit,, aku tahu sebenarnya mama termasuk wanita dalam category hyper 😍, Tentu saja, karena aku anaknya, nafsuku pun sama besar dengannya. Ketika kulihat nafasnya mulai terengah engah dan hampir sampai, Kuhentikan aksiku, dan kupamerkan si Toru yang siap tempur, 😂, Lalu kutinggalkan dirinya, kalo mau ntar nyusul kekamarku 😜😜😜, Kataku.

Dikamar, aku berbaring sambil memainkan kontolku, Setelah kudengar dari kamarku Ella mematikan TV dan lampu tengah, Segera kulepas pakaianku. Tanpa menunggu waktu lama, Mama datang juga, kusambut dengan senyuman nakalku, Aku tertawa melihat ekspresi wajahnya. Ekspresi wanita cantik dan sensual menahan gelora nafsunya.. Dengan cepat Ia mengangkangi kontolku dan..
“Blessss..”
“Aghhhgg.. ”
“Plokk..plokkk.plokk..”
⛲⛲⛲⛲⛲

Entah sampai jam berapa aku dan mama saling menikmati kehangatan berbalut nafsu malam itu. Terakhir kuingat aku keluar dimemeknya dalam posisi ia telungkup dibawahku, yang sebelumnya kudogy. Setelah itu aku kecapaian, puas, lalu tertidur.

*Main event…

‘Tokk..tokk.tookkk..tookk..’
“Kak..bangunnnnnn,,.. kakk..”
‘Brak..brakk..brakk..’
“. woiiiii bangunn anterin ke terminalll!”

“Hah….”
Aku geragapan bangun, mendengar ketukan dan gedoran Ella dari luar kamarku. Kulihat jam 6 kurang 15 menit.. Kupakai sarungku sambil bertelanjang dada..

“I..iya.. noonn..!” Jawabku. Suara masih terdengar serak.
Saat kubuka pintu, ia berlalu menuju kamar mama dengan tubuh hanya terbalut handuk.. sepertinya habis mandi.
OMG.. Rambutnya diikal keatas, terlihat paha sampai betis yang seksi, apalagi leher dan pundaknya yang putih sekali.. Kontan sikontol jadi ngaceng..

Aku segera melepas sarungku, ganti handuk dan segera pergi ke kamar mandi.. saat melewati dapur dan sekitarnya. ternyata mama juga belum bangun.. Wah gawat nih kalo Ella curiga..

Segera kusiram tubuhku dengan beberapa gayung air, menguyek rambutku dengan shampo, lalu kubilas, saat hendak mengambil sabun, aku baru sadar tidak menutup pintu rapat rapat, dan lebih mengejutkan lagi, sekilas tadi seperti ada seseorang yang mengintip. Ah mungkin hanya perasaanku saja.

Aku berusaha menyelesaikan mandiku dengan cepat, karena tadi agak panik juga sih.. Sampai sampai sabun batang yang kupegang keselip dan jatuh menuju dekat pintu, saat aku jongkok dan mengambilnya..
OMG.. kulihat ujung jari kaki yang berlawanan arah dengan pintu, seperti seseorang sedang memunggungi pintu kamar mandi.. Kalo mama sih tidak mungkin pake acara ngintip segala! Jadi 😨😨??????

Aku pura pura melanjutkan mandiku, kuubah posisiku yang tadi mengahadap bak mandi, kini agak menyamping, aku jadi horny, karena diintip Ella, kontolku semakin memanjang dan membesar, kuusap dan kukocok pelan dengan sabun, langsung tegang maksimal. Kulirik pintu, terlihat pelipis dan rambutnya, Jadi memang benar ya?? Tapi,, kenapa dia melakukan hal ini? Kukira tidak mungkin dia tertarik secara fisik terhadapku. Dalam keseharianpun, kami sering tidak akur dan saling ejek, Namun kennyataannya sekarang dia mengintipku.

‘Duuug… kreeek’
Tiba tiba pintu terbuka, seperti terbentur sesuatu. Kaget juga sih.. Walaupun sebenarnya aku tahu dia lagi ngintip.

“Ehh?? ngapain kamu disitu?!” Aku pura kaget, dan menutupi kintolku yang tegang.
“Ah.. ehh.. ak..ku. c..cuma mastiin ka..kak cepetan mandinya..” Jawabnya yang juga lebih kaget, sampai terbata bata..

“Iya… bentar napa sih.. Mama udah bangun apa belum??” Kataku berbalik ke arah bak mandi sambil mengguyur lagi tubuhku.
“B..belu.m.. i.ini mau aku bangunin..” Jawabnya. Kulirik ia berlari kedepan.

Setelah selesai mandi, kulihat mama baru bangun, sepertinya dia agak panik juga. Ikut menyiapkan keperluan Ella..
Setelah semuanya siap aku dan Ella pamit sama mama.

Kupanasi motorku sebentar, lalu kutancap gas menuju terminal. Dalam perjalanan perasaanku agak terganggu dengan kejadian tadi, apalagi kini tubuhnya menempel erat dibelakangku, aroma wangi tubuhnya semerbak dihidungku. Hmm?? kayaknya kemarin aku gak dipesenin beli tiket..

“Oh ya.. kamu udah beli tiket patas??” Tanyaku.. Sambil memelanlan motorku.
“Belum kak,, Kemarin lupa!! ntar naik bis ekonomi dari sini kekota A, lalu lanjut sampai terminal kota B, baru naik angkot ke kost” Jawabnya.
“Kamu nggak papa naik turun bis?” Tanyaku lagi.
“Gak papa kok” Jawabnya lagi.
“Ya udah deh kalo gitu!” Ku tancap gas lagi motorku.

Sesampainya diterminal, belum ada bis dengan tujuan yang ia maksud. Saat kulihat wajahnya, Entah kenapa sepertinya dia agak sedih dan gelisah.

Kutanyakan di pos penjagaan, kira kira jam berapa ada bis tujuan kota B. Katanya jam 8 baru ada bis menuju kota B, kalo jadwal bis patas jam 10, dan jam 4.. Jawab bapak penunggu pos. Kami keluar dari pos kembali ke motor.

“Waduhhh… Gimana El?? kamu gak papa tunggu sampai jam 8?” Tanyaku.
“…………..” Dia hanya diam dan terlihat semakin sedih saat memandangku.
“Hmmmm??? Gimana?” Tanyaku lagi..
“…..T..temenin dong kak.. E.lla takut… sendirian….” Jawabnya menunduk. Aku jadi kasihan, Yahh.. Gimana lagi, emang sifatnya masih kayak anak kecil, terpaksa deh, aku harus minta maaf dan izin sama pak Budi.

“…….. hmmm… ya udah deh, aku telfon pak Budi bentar, minta izin, moga aja boleh!” Jawabku. Terlihat sedikit senyuman diwajahnya.

‘Tuuut..tuttt…tuuuttt.”
“Halo pak!”
“Iya ada apa Her?”
“Maaf pak, ee.. Hari ini saya cuti bisa nggak? Beberapa hari lalu mama dapet undangan dari saudara, lupa kalo acaranya hari ini, jadi sekali lagi saya minta maaf pak, Boleh saya cuti hari ini??” Kataku.

“Oww.. gitu.. hmm… ya gak papa, tenang saja!” Jawab pak budi.
“Beneran pak,?? aduhh, sekali lagi maaf ya pak, gara gara lupa acara hajatan saudara kami,,!” Jawabku.
“Iya iya santay saja”
“Oke pak, Makasih ya!”
“Iya Her, sama sama”!

Aku jadi lega,
“Huhh.. kamu ini gimana sih kemarin gak ngingetin kakak beli tiket, malah beli barang yang nggak nggak!” Kataku agak marah dikit.

“Ya namanya juga lupa…” Jawabnya muncu sambil menghindari tatapanku.
“Kita cari sarapan dulu kalo gitu, Tadi kamu belum makan kan?”
“Huum..” Jawabnya pendek.

Kami segera pergi mencari tempat,. Muter muter tapi belum ada resto yang buka, wajar sih masih pagi banget.. Ada warteg kecil, saat ku tawarkan padanya, mau nggak makan dusitu, eh dia gak mau, haaghhhh.. Dasar manja.. batinku..

Lanjut lagi, keliling daerah sekitar terminal kota, Kebetulan kulihat sebuah caffe yang udah buka, ‘Caffe 45’, ada susunan tulisan kecil dibawahnya. Kami merapat kesana, saat kubaca detailnya, ternyata ada menu makannya.. Kutawarkan padanya, akhirnya dia mau..

Setelah masuk aku pesan kopi hitam dan teh hangat serta nasi uduk, sementara ia pesan jus alpukat dan ayam geprek. Sambil menunggu pesanan kusulut rokokku. Dari tadi entah kenapa wajahnya terlihat murung.. Apa gara gara masih kangen mama, dia jadi agak malas kembali ke kost.

“Tenang aja… gak usah sedih.. kalo kangen mama tinggal video call kan bisa!” Kataku membuka percakapan.

“…………” Dia masih diam saat menatap mataku.
“Huuuufff..” Hembusan asap rokok, kuarahkan kesamping.

“Silahkan mas, mbak!” Kata seorang pelayan mengantarkan minuman kami dulu.
“Iya mbak makasih!” Jawabku..

“Sepertinya, kemarin mama terlihat bahagia sekali…..” Ia berkata begitu sambil mengaduk dan melihat minumannya.
“Tentu saja, mama kan udah lama kangen sama kamu!” Jawabku.

“Masa sih?? kalo menurutku, senyum diwajah mama nggak seperti dulu, senyum bahagia yang tersirat kesedihan, tapi kemarin saat kulihat senyum dan raut wajahnya, benar benar terlukis kebahagian, kenyamanan dan ketentraman ” Katanya lagi.

Tiba tiba.. perasaan ku jadi galau nih mendengar kata katanya. Jangan jangan…

“Yaa.. kan melihat anak anaknya sudah dewasa, apalagi bisa menyekolahkanmu sampai sekarang.. pasti ada rasa senang dan bahagia.. hehe😅😅😅!” Jawabku.

“Silahkan mas, mbak!” Kata pelayan tadi mengantarkan makanan kami.
“Iya mbak.. makasih…” Jawabku..

Pelayan tadi masih berdiri disamping kami. Saat aku dan Ella meliriknya, Ia tersenyum dan berkata..
“Kalian serasi banget ya, aku jadi iri, hihi, Upss… maaf keceplosan!” Jawabnya tersenyum sambil berlalu. Aku dan Ella saling pandang.

“A… haha.. mbak tadi ada ada aja ya!” Kataku. Kulihat Ella berpaling dan tersenyum malu. Coba tadi kalo lagi dirumah, pasti deh, keluar kata kata ejekannya padaku..

Setelah sarapan, kami keluar Caffe tersebut. Kulihat masih jam 7 pagi.. Masih satu jam nih..

“Langsung Ke terminal lagi atau mau kemana non??” Tanyaku.. Saat kami sedang memakai Helm.
“Mm.. ketaman yuk!!” Jawabnya.
“Hmmm??? oke deh!, Eh bentar.. beli minum dulu” Balasku. Aku kembali ke dalam caffe, membeli dua kaleng minuman dingin, dan beberapa snack, buat teman ngobrol nanti.

Kulaju motorku ke taman kota, Di jalanan memang sangat padat, berlawanan dengan situasi taman yang masih sepi sekali, biasanya mulai ramai saat jam 1siang, mulai banyak pedagang dipinggir taman. Tapi kalo hari libur sih pasti ramai dari pagi..

Kami memilih tempat yang teduh, dibawah pihon rindang.. Terlihat dari kejauhan lapangan SMA Negeri kota ini, yang berada disebelah timur taman, berkumpul para murid sedang melakukan upacara..

“Itu kan Sekolahmu dulu?” Kataku.
“Hu umm.. udah lama gak main kesitu!” Jawabnya seperti teringat masa lalu disekolahnya.
Kusulut rokokku lagi,
“Ehh… Lupa .. Gak papa aku ngerokok deket kamu??” Tanyaku.
“Dari tadi juga gak protes😶!” Jawabnya.
“Ha..hehehe😅😅” Aku hanya tertawa..
Kami saling diam sesaat..

“Jadi….. U…uudah berapa lama kakak ngelakuin hal itu sama mama?” Pertanyaannya bagaikan petir dipagi bolong. Membuat sekujur tubuhku merinding. OMG… Yaampunnn… Apa yang terjadi??? Apa Ella benar benar tahu??

“Hm???? m..mmaksudmu. menabung b.buat biaya kuliahmu😄😅??” Ku buka minuman kaleng yang tadi ku beli lalu kuminum, sambil pura pura tenang dan tersenyum. Dia mulai menatapku tajam.

“Aku bukan anak kecil lagi kak..!” Jawabannya seperti gunung es yang longsor mengubur seluruh tubuhku. Membuat lidahku kaku.

“……………Y…ya.. bagus sih . kalo .. kamu udah berfikir mandiri, Gak mau ngrepotin mama, t.tapi ..jika… udah kerja nanti, kamu harus berbakti pada mama, sebagai balas budi.. yang udah bekerja keras demi kamu ya..😃😅 hehe” Ku coba berhati hati dalam menjawab pertanyaannya..

Dia berpaling… lalu menunduk.. saat menatap wajahku, terlihat matanya memerah, seperti mau nangis.. Aku pura pura melihat keramaian dijalan.

“Bagaimana hal itu bisa terjadi kak? Kenapa kalian….. hikss…hikss..” Ia mulai menangis.

Aku hanya bisa terdiam, lidahku kelu untuk bicara. Aku hanya bisa tersenyum kecut.. Memang sepintar apapun kau menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga.

“Maafkan aku Ell….., ” Yaa.. aku tidak bisa membenarkan alasan apapun, hanya bisa minta maaf..

“Hikkss..hikss..hikss..!” Ia masih menangis.

“Nggak papa… Jika emang kamu nggak bisa memaafkanku, tapi tolong, kamu jangan pernah sekali kali mencoba membenci mama, akulah orang yang paling bersalah dan pantas kau benci……..” Hanya itu jawaban yang bisa kuberikan.

“Hiks..hikss… hikksss..” Ia terus menangis sesegukan sambil menunduk dan menutup wajahnya.

“Kau pasti berpikir kalau aku Gilaa…. yaa…aku memang sudah gila… seorang anak yang tega menggauli ibunya sendiri demi kepuasannya.. Sangat pantas jika kau benci dan jijik padaku, orang yang lebih buruk dari binatang,, tapi sekali lagi, kumohon padamu, jangan pernah membenci mama! Dialah malaikat, sedang aku ini Iblisnya..”

Tanpa sadar, air mataku ikut menetes… Kami saling diam, sampai tangisannya mulai berhenti.. Hanya sesekali suara *Sugghh dari hidungnya yang tersengal sengal. Kami saling menatap.. Tapi kubuang muka,

“Jangan melihatku,, matamu yang suci akan ternoda jika melihat diriku yang kotor ini!” Kataku lagi.

“Ehh??”
Dia malah beringsut memeluk lenganku dari samping.

“*Sugghh.. … Waktu.. aku tidur didepan Tv, *Sugghh.. kudengar suara mama yang tertahan, saat kubuka sedikit mataku, *Sugghh kalian benar benar melakukannya, *Sugghh.. aku berbalik, menahan shock, bagaimana bisa kakak dan mama,…. *Sugghh… lalu malamnya lagi, saat aku pergi kekamar, kudengar pintu kamar mama terbuka, *Sugghh.. kemudian kudengar lagi pintu kamarmu terbuka, aku keluar dari kamarku, *Sugghh.. menuju luar jendelamu lewat pintu belakang, saat kulihat dari luar jendela, Jantungku hampir copot, *Sugghh.. meliihat mama yang meliuk liukkan tubuhnya diatas kakak, *Sugghh.. aku hanya bisa mematung sampai jatuh kebelakang.. *Sugghh.. Jadi hal itu yang membuat senyum mama terlihat bahagia dan penuh keceriaan! *Sugghh.. Aku tidak bisa menyalahkanmu kak! Melihat sendiri Mama yang mendatangi kamarmu, dan benar benar menikmati hal itu! *Sugghh.. membuktikan kalau mama juga menginginkannya, tidak ada paksaan diantara kalian.. *Sugghh..!”

Keterangan panjangnya membuatku tidak bisa bicara. Memang benar semua yang ia katakan.

Lama kami terdiam.. Tak terasa saat melirik arlojiku sudah jam 8 kurang 5 menit..

“Eeemm.. Keterminal sekarang??”
Tanyaku mencoba mencairkan suasana.
Ia hanya menggeleng kepalanya dilenganku. Kami diam lagi..

“Eemmmm…Pulang kerumah??” Tanyaku lagi..
Ia masih menggekengkan kepalanya..

Waduhh gimana nih.. Aku tidak tahu harus bagaimana, ini pertama kalinya bagiku, dalam situasi seperti ini, menghadapi wanita dalam keadaan ngambeg. gimana gak bingung, pacaran aja gak pernah 😅. Emang sih hubunganku sama mama udah lebih dari sekadar pacaran, malah seperti suami istri. Karena sifat matang, dan sikap kedewasaanya, membuat ku tidak pernah mengalami hal seperti ini.. 😌. Kini disampingku, wanita yang masih belia, dimana sifat ego dan perasaan sensitifnya masih tinggi, menuntut orang orang disekitarnya harus peka terhadap apa keinginannya.. Hmm??? Dari mana aku tahu hal itu?? Yah mungkin ini insting lelakiku kali 😅. Oke deh ku ikuti saja instingku ini.

Aku diam sambil berfikir, aku harus berhati hati dalam bicara dan apa yang akan kulakukan selanjutnya.. Ku cerna situasi saat ini dalam pikiranku…

Pertama Egonya yang tinggi.. Kupikir aku dan mama sudah menuruti dan memenuhi apa yang ia perlu dan apa yang ia inginkan!!.
Kedua perasaan sensitif wanita yang tinggi, apa lagi diusianya saat ini, jadi aku harus peka terhadap apa maunya? Lalu sekarang maunya apa?? 😑😑😑😑.. Sial pikiranku buntu..

“Eee… Jadi minta ku antar ke kost naik motor??”
Ia gelengkan kepalanya lagi.. OMG… Ya Tuhan tolong jangan siksa aku dalam situasi seperti ini 😰😵😵😵.

“Huuuufff.. J.jadi.. maunya apa?” Aku hanya bisa mengeluarkan nafas panjang.
Ia masih diam, hanya terdengar slruptan di hidungnya sebagai jawaban. Terasa tangan kananku yang ia peluk mulai kesemutan. Pelan pelan kulepaskan, dan segera kegeser kebelakang tubuhnya, tak kusangka ia merebahkan kepalanya didadaku sebelah kanan, sambil tangan kirinya melingkar di pinggang kiriku. Ku balas dengan usapan pelan dan lembut dikepalanya.

“Jika yang kau inginkan,….. aku dan mama mengahiri hubungan ini………. Kupikir… aku dan mama tidak akan bisa…. Aku sudah terlanjur mencintainya sebagai seorang wanita… dan tak bisa kupungkiri hal itu, Demikian juga Mama .. Mungkin dia sudah terlanjur mencintaiku sebagai seorang pria….. Satu hal lagi yang harus selalu kau ingat, Rasa sayang kami padamu tak akan pernah berubah.. Walaupun nanti kau membenci kami”

Ia mulai menangis lagi.. Aku sendiri hanya bisa terus mematung. Entah berapa lama kami berada pada posisi seperti itu. Sampai aku terkaget ketika tubuhnya tersungkur diperutku.

“Ehh..?? Ell..Ella?”
Huhh.. aku kaget sekali, kukira dia pingsan atau kenapa napa. Kulihat nafas didadanya masih naik turun. Mungkinkah dia ketiduran?? Jika semalam Ia memang melihat pergumulanku dengan mama sampai selesai, wajar saja sih kalo dia jadi kurang tidur, dan ketiduran disini, apa lagi, tadi dia sudah mencurahkan kekecewaannya dengan menangis… Kugeser tubuhku kekiri, lalu kunaikkan kedua kakinya diatas kursi panjang taman, dalam keadaan miring ini, sekarang ia tertidur dipangkuanku, sambil kubelai lembut rambutnya.

🍂🍂🍂🍂🍂

Heggghh… mm.hh.🙄🙄??”
Tubuhnya ngulet,, perlahan membuka matanya, aku hanya tersenyum. Terlihat ekspresinya yang agak bingung..

“Ah.. 😨😨??? k..kkenapa aku tidur disini?”
“..😊😊, kamu kecapaian dan kurang tidur kali… ! Jawabku.

Ia segera bangkit, melihat arlojinya..
“Hah jam 11??” Di kaget, ternyata sudah tidur sekitar 3 jam..

Aku masih menikmati rokokku yang tinggal sebatang…. Perlahan ku ulurkan minuman yang tadi kubelikan untuknya, yang belum sempat Ia buka. Ia raih dan langsung meminumnya. Kami saling diam lagi..

“Jadi… sekarang mau ngapain? Masa sampai nanti malem kita disini?” Kubuka dengan pertanyaanku. Tapi dia masih tetap diam, matanya menatap kedepan, dan tangannya masih memegangi minuman kaleng tadi.

“Kalo nanti sampai larut aku belum pulang, terus mama nyariin gimana? Bukannya nanti malah bikin mama khawatir?? Sebenarnya mama berpesan padaku, …. agar .. hubungan rahasia ini tetap terjaga darimu, dulu aku juga sempat berpikir cepat atau lambat semua ini akan terbongkar,, dan benar saja, walau tak kusangka akan secepat ini, akhirnya sekarang kamu tahu juga…. Dan.. Jika mama tahu, kalau kamu telah mengetahui hubungan gelap ini, aku khawatir jiwanya akan terguncang… dan yang paling aku takutkan.., jika.. mama… jadi gi.. !”

“Sudah cukup kak!”
Tiba tiba Ia memotong pembicaraanku, Aku jadi sedikit lega ia mulai mau bicara.

“Tentu saja… aku tidak akan tega melihat mama seperti itu, Aku juga… sangat menyayangi mama… Makanya dari kemarin aku pura pura tidak tahu…. Dari tadi aku diam.. Karena aku sendiri juga bingung.. Apa yang akan terjadi pada keluarga kita,.. Jika memang Mama dan kakak saling mencintai, dan bisa hidup bahagia, lalu,, bagaimana … hiks… dengan ..hiks…nasibku kak??”
Ia mulai menangis lagi.

Segera kupeluk tubuhnya..
“Tadi sudah kubilang kan, aku dan mama akan tetap menyayangimu. Selagi kami mampu.. Akan kami penuhi semua keinginanmu!”

“KAKAK NGGAK NGERTI PERASAANKU” Tiba tiba dia berteriak, mendorong tubuhku dan berlari.

“Ap..?? Ell.. tu..tunggu ell… !” Segera ku kejejar dirinya.. Aku jadi semakin bingung.. Ya ampun.. Bagaimana caranya aku mengatasi masalah ini.. Apa yang sebenarnya ia inginkan???

“El.. Ella …”
Saat sudah dekat, kupegang lengannya.. lalu kutarik dan kupeluk..

“Hikss.. hikkss…”
“Suttt. suttt,.. cupp..cupp. Eh.. ehh..tenang dong.. tenang.. kamu gak malu dilihatin banyak orang tuh.?” Bisikku..
“Hiks..Biarin.. aku gak peduli..” Jawabnya masih tetap menangis.. Sementara orang orang disekitar mulai memperhatikan kami..

“Please.. please.. tolong .. tenang.. Aku .. aku tahu kok perasaanmu… tapi.. ayo kita pulang dulu…. Kita bicara dirumah saja.. biar lebih enak…Okee??” Suara tangisannya mulai berhenti.. Ia memandangku sekilas lalu menunduk lagi..

“Nah.. gitu dong,, kalo mewek terus, ntar cantik ama manisnya ilang lho.. Teh aja kalo gak manis rasanya pahit..hehe tu coba kamu lihat mukamu, yahh.. kalo mewek gini jadi gak enak dilihat,,.. gini. gini coba senyum dong.. eeaa.. hhehehe!” Kutarik kedua pipinya kesamping, dengan kedua jempolku agar terlihat seperti tersenyum… Ku coba merayunya sebisaku.. Tapi.. Kalo kupikir pikir.. Gombalan macam apa itu!!! Bodoh sekali…. Yahh.. untung aja Ia mau menurutiku. Kubawa kembali ke bangku taman tadi, lalu ku ajak pulang…

‘Brum.bruuuum…. bruuuuuuuummm.’

Jadi… maunya apa?? Aku tadi bohong, kalo tahu perasaannya.. Padahal kukira tadi aku sudah memilih kata kata yang bagus, agar dia bisa mengerti, dan memahami perasaanku sama mama saat ini. Wadoooohh… Tenang… aku juga harus tenang…

Hmmm?? Sepertinya, tanpa sadar, tadi aku malah menyuruhnya agar mengerti perasaanku pada mama! Lalu dia bilang aku tidak mengerti perasaannya?? Jadi apa yang ada dalam perasaannya??

Hmm.. hmmm…. aku dan mama bisa jadi seperti ini karena perasaan kami saling mengerti, saling melengkapi, saling menyayangi, saling memenuhi kebutuhan batin kami! Jadii..

Berpikir.. berpikir.. Ayo terus berpikir… Bentar.. Apa yang kutahu dari perasaan Ella, dan apa yang tidak aku tahu??

Pertama yang kutahu Aku dan mama menyayanginya, demikian sebaliknya, ia juga menyayangi kami! Buktinya kami selalu menuruti keinginannya.. Dan ia juga selalu nurut pada kami… Ya benar,, itulah bukti kasih sayang dari anggota keluarga..

Lalu perasaannya yang tidak aku ketahui?? dan sekarang aku dituntut harus bisa mengetahuinya?? Hmm.. tunggu dulu, kalo bicara mengenai perasaan, biasanya ada hubungannya dengan percintaan! Cinta… Lalu hubungannya dengan situasi saat ini?? Aku dan mama jelas saling mencintai.. Aku dan mama juga mencintai Ella!

😐😐😱😱😱

OMG…. kenapa aku baru sadar???????
Dari tadi aku bilang (aku) dan (mama) saling cinta, berarti hal itu menggambarkan dua subjek. Bermakna cinta sepasang kekasih. Dan kesalahanku, aku menyamakan ungkapan saling cinta antara (aku) dan (mama), dengan ungkapan cinta (aku dan mama) mencintai (Ella).. Disini sebenarnya ada 2 subjek tapi mewakili satu subjek (beberapa anggota keluarga) mencintai satu subjek (Ella), menggambarkan ungkapan rasa cinta dalam sebuah keluarga. Bukan pandangan, dalam hubungan sepasang kekasih…

Jadi yang dia maksud ‘aku tidak mengerti perasaannya’ adalah ungkapan yang harus kutujukan padanya ‘aku’ mencintaimu ‘Ella’. Sebuah ungkapan cinta dari seorang kekasih.

😦😦😦😦😦 Tapi Benar Begitukah??

Setelah kusadari hal itu, aku kembali teringat kejadian tadi pagi saat aku mandi. Ia mengintipku! Dengan kejadian itu seharusnya aku bisa menyadari dan mengerti perasaanya lebih awal bahwa kesimpulan yang bisa kutarik adalah Ella menyayangiku sebagai seorang ‘Lelaki’, bukan sebagai seorang ‘Kakak’. 😲😲😲

🚥🛵🛵🚦🛵🛵🛵🚦🛵🛵

“Bentar ya, kita ke toko swalayan dulu, rokok ku habis…” Kataku sambil membelokkan motor ke toko.

“Kalo ada yang mau kamu beli, ambil aja😊!” Kataku lagi. Ia mengikutiku dari belakang. Aku langsung kekasir menunjuk rokok seleraku yang memang tersedia dibelakannya.

Kulihat Ella berjalan diantara rak, memilih apa yang ia ingin beli..

‘Ting.. tung.. ting..tuling tuling’
OMG.. Panggilan dari mama.. mendengar hpku bunyi, Ella melihatku.

“Hallo ma?” Sapaku.
“Iya Hallo,, Gimana tadi Ella udah berangkat?” Tanya mama.
“E..ee.. ” Aku dan Ella saling pandang.. Entah kenapa Ia mengangguk, seperti sudah tahu apa yang kubicarakan.
“Ee..iya ma , tadi langsung dapet bus kok, Ya.. Jadi aku juga langsung cabut berangkat kerja!” Jawabku.
“Ow gitu,, hihi.. ntar malem siap siap ya!” Kata mama lagi. Waduh ma.. mama gak tahu situasi yang kuhadapi saat ini sih… Batinku.
“I.iya tenang aja, ya udah aku.. lanjut dulu ma!” Jawabku.
“Oke sayang.. muuaah.. !”
Aku tidak berani membalasnya.. segera kututup telfonku..

‘Kling’
Kini ada pesan WA masuk dari mama lagi.
Saat kubuka. Aku agak kaget juga. Mama mengirimkan foto selangkangannya tanpa CD dengan posisi duduk di kursi kerja kantor, Terlihat memeknya ia buka dengan dua jarinya.. OMG.. Segera kubalas..
“😍😍😍😍😍😚😘”
Lalu kuhapus chat kami.

“Ayo…!” Tiba tiba Ella sudah disampingku, Menarik ujung jaketku, keluar sambil membawa kantong plastik bermerek swalayan tersebut, berisi beberapa minuman dan snack..

“Ehh?? Udah kamu bayar??”
Ketika kulihat mbak kasir, Eh dianya malah senyum senyum.. Anjir malu gue,, dikiranya nggak modal kali 😂😂.

“Udah kok!” Jawabnya singkat.

Segera kulaju motorku lagi menuju Rumah.. Dalam perjalanan, pikiranku rasanya panas dingin, Gimana nantinya kalo mama tahu Ella masih dirumah. Apa aku pura pura gak tahu aja ya?? 😰😵. Sementara kesimpulanku tadi tentang Ella juga belum pasti.. Tapi.. jika memang benar begitu??
‘nyuuuuttt’
Faakkkkk… Kontolku malah ngaceng.. Terasa keluar dari sisi samping CDku, .. Untung saja Ella pegangan di perut 😅.

Setelah sampai rumah, Ella masuk duluan.. Kuparkir motorku disampung kanan rumah.. Aku mencoba menenangkan pikiranku, sambil memikirkan speak speak buat mastiin kesimpulanku tadi..

Ia duduk disofa ruang TV, menaruh kantong plastik tadi di meja.. Lalu memandangku tajam.. Pandangan matanya benar benar membuatku lemas.. Ada aura intimidasi yang kuat, seperti berkata, ‘Sini!!…. kamu tadi mau ngomong apa!’ 😅.

Aku mencoba tetap tenang dan santai… Pelan duduk disampingnya.

“Eeemm… Oke….Gini.. Denger dulu apa yang akan kukatakan. Agar semuanya jelas..El.. sebenernya… aku..aku sejak dulu…..Jatuh cinta padamu.. Dan.. aku sadar.. cintaku telah memasuki zona terlarang.. tidak mungkin kita menjalin hubungan sebagai kekasih.. Tapi.. jika kau bukan adikku pun, kupikir juga sangat mustahil mendapatkan cintamu.. Kau gadis yang sangat cantik, jenius, seksi, benar benar terlahir sempurna sebagai seorang wanita, berbanding terbalik dengan diriku yang jelek, item, bodoh…. ” Kulihat matanya seperti berkaca kaca..

“Jadi aku mencoba membuang semua pikiran itu, namun suatu hari, aku mengetahui masalah yang selama ini mama sembunyikan dari kita, ternyata mama kesepian, sebenarnya ia masih memiliki hasrat sebagai seorang wanita, menginginkan belaian seorang pria, aku tahu hal ini ketika melihat … mmm.. koleksi.. Sextoy nya.. ” Kini ekspresinya seperti agak kaget..

“Sejak saat itu, pikiranku jadi terganggu, aku kasihan padanya.. Hingga suatu malam ketika hujan petir datang, dan listrikpun padam, Saat mencari lampu senter, tubuh kami senggolan, Karena situasi dan kondisi yang begitu mendukung…lalu.. mmm..secara insting kami pun melakukannya…. !” Aku diam.. dan menunggu reaksinya.. Dia mengalihkan pandangannya dariku.

“J..jadi begitu ceritanya.. Aku nggak nyangka… ternyata mama juga…. #[email protected]@#@**׶”
Kalimat terakhirnya terdengar sangat lirih sampai aku tak dapat mendengarnya… Ella berhenti bicara.. Kamipun saling diam.

“Ma..maafin Ella kak.. Ella… Ella seb..sebenarnya juga sayang sama kakak…!”
Aku tersenyum, dan kuelus kepalanya..

“Aku juga sayang kamu kok!” Jawabku..

“T..tapi bu..bukan sayang dari s.seorang adikk… A..kku j..jatuh cinta… sama kamu kak..!!!”
Tiba tiba Ia memelukku erat.. Membenamkan wajahnya di dadaku.

“Dulu aku juga berfikir sepertimu, walaupun aku mencintaimu,, tapi… Ikatan kita sejak lahir.. tidak.. merestui perasaan cintaku… Jadi aku hanya bisa memendam semua ini… Sampai… waktu aku pertama kali lihat mama dan kakak bergumul di depan TV, Hatiku sangat sakit… Pikiranku shock.. Kenapa kakak dan mama bisa melakukan hal itu?? Aku.. mencoba menyembunyikan rasa kagetku… dengan berbalik… dan menangis.. Kenapa?? Kenapa malah Mama yang mendapatkanmu kak?? Kenapa bukan aku?? Hikss… hikss…” Ella mulai menangis lagi.. Kupeluk dan ku elus rambut dan punggungnya…. !”

OMG ternyata kesimpulanku tadi benar?? Ini bukan mimpi kan?? Tubuhku terasa kaku.. kedinginan..

“Selama ini aku pura.. pura jutek .. agar mama dan kakak nggak curiga dan menyadarinya .. Sejak kecil aku selalu bercita cita memiliki kekasih atau suami seperti kakak,, yang baik hati, selalu peduli sama keluarga, selalu bersikap tenang dalam menghadapi apapun,, Dimataku.. kakak benar benar terlihat tampan dan keren.. Banyak laki laki yang mendekatiku, dan menembakku, tapi kutolak mentah mentah mereka semua, kubilang pada mereka kalo aku udah punya cowok.. T.tentu.. yang kumaksud itu …kamu kak.. Dan sampai sekarang pun, belum ada cowok yang bisa menggeser… kakak dihatiku…” Lanjutnya..

Aku hanya bisa melongo mendengar kata katanya.. 😮😐😮.. ya..jadi GR dikit sih, sambil menggosok jari dibawah hidungku 😂. Tak kusangka dari bibir tipisnya terucap kata cinta untukku.. perasaan yang selama ini ia sembunyikan dari siapapun.. terkejut… sampai telapak tangan dan kakiku terasa dingin.. Ini pertama kalinya ada seorang gadis.. yang menyatakan cinta padaku…. Dan yang bikin pikiranku kacau… Ia adalah adik kandungku sendiri…. Terus kubelai rambutnya. Ia mendongak menatapku dari bawah..

“Ak…..eeee…mmm……huhhhh …..”
Aku sampai tidak bisa bicara.. Ku sandarkan kepalaku di sofa, dan menatap keatas..

“Ohh.. ya ampuunn,. Kenapa semua ini bisa terjadi???” Eluhku…

“Kak???” Ella seperti meminta jawaban kepastian..

“Aku… tak sanggup menatap wajah indahmu Ell.. Terlalu silau dimataku…” Kataku sambil tersenyum masih menatap langit langit ruangan ini…

“*Sugghh.. ihhhh… dasarrr..!!”
Jawabnya sambil menggosok wajahnya didadaku…

Kuturunkan pandanganku,, dari bawah
Ia masih menatapku, dengan senyum campur tangis…

“S..sudah dari dulu kak.. aku memimpikan hal ini.. Benar benar nyaman… Berada dalam pelukan dan belaianmu!”

Tanpa perintah… tapi menuruti naluri diriku sebagai lelaki, dan insting wanita Ella, mulut kami saling mendekat…

“Mcupp…..Mmhhh…mcupp…. mhh..” Kami berciuman mesra.. Semakin panas, tanpa sadar tubuhnya sudah berada diatas pangkuanku. Lidah kami serasa tak mau terlepas. Tanganku mulai sibuk melepas jaket dan kaosnya.

Teteknya yang ranum terbalut bra, kuraba pelan, terasa agak keras, memang tetek mama lebih besar jadi lebih empuk 😅, Ku cium leher depannya, dan kucoba melepas ikat BHnya dibelakang punggungnya.
Jantungku kian berdetak kencang ketika terlihat tetek putih mulus tanpa noda, masih membusung kedepan dengan puting warna ping.

Kujilat perlahan puting kirinya, sementara jari tanganku memlintir puting kanannya.

Mmah..ah.. kak… gel..li..” Desahnya sambil mendongak keatas.
Mulut dan jariku bergantian memainkan tetek kanan kirinya.

Kembali kulumat bibirnya, tanganku kini berusaha melepas celana yang ia paka. Ketika kancing celananya terlepas, Ia sedikit mengangkat pantatnya, tentu saja dengan sigap kupelorotkan sampai lututnya. Karena belum lepas semua. Kuangkat tubuhnya agar dia berdiri didepanku.. Sret..srett.. srett.. Terlepaslah celananya, kini tinggal celana dalam saja yang masih melekat ditubuhnya.

Kusuruh rebahan di sofa, aku duduk disebelahnya, kulumat putingnya lagi. Karena ini pertama kalinya melihat tetek seorang gadis yang masih kencang dan imut imut. Membuatku ingin terus menyedot putingnya. Tangan kiriku mulai meraba memeknya yang masih terbalut CD.. Jari telunjukku mengusap belahannya. Ia sedikit menggelinjang.

“,Mhh… ahhh.. ”
Terasa CDnya mulai basah.. Perlahan kususupkan tanganku kedalam CDnya.. Ehh?? Jembutnya tebal sekali, batinku. Mungkin jarang ia cukur kali 😅😅, aneh juga sih, karena terbiasa meraba jembut mama yang rapi.

‘Cup..cupp..cupp..’
“Emmh… ah… ah..” Aku masih sibuk menyedot puting dan meraba belahan memeknya.. Karena udah penasaran pingin liat memeknya, segera ku pelorotkan CDnya, satu satunya kain yang masih melekat ditubuhnya tadi.

‘Srett.’
“Ah…’
Segera kulebarkan pahanya, Wooww…
“M..memek kamu indah banget Ell..!” Kataku terpana melihat memeknya yang masih tertutup rapat, dengan warna bibir merah muda.. 😍😍😍😍😍.

Tanpa ba bi bu, langsung kusosor dan kusedot sedot memeknya.. mhh.. gurih .. agak asin asin gimana gitu 🤣🤣🤣. (Ngawur om)

“Sssttt.. mm.gg.hh.. ah..adduh kkak.. g.geli..” Jeritnya manja dengan kepala mendongak keatas.. Masih tanpa menggunakan jari tanganku, kucoba membuka belahan memeknya dengan lidahku, dengan gerakan vertikal dan memutar..

Oh ya.. hampir lupa ada satu titik paling sensitif pada seorang wanita, benar.. clitorisnya.. saat kujilat dan kusedot dikit, kedua pahanya langsung mengapit kepalaku.. Dan ketika kugigit pelah..

“Haooogghh…”
‘Serr…serrr…serrr..’

Pantatnya terangkat tinggi tinggi, sambil mengejang dan menyemprotkan cairan orgasme seperti kencing.. Kepalaku yang masih terapit di selangkangannya hanya bisa pasrah menerima semprotan tadi, tanpa bisa mengelak..

“Hagg.. hah..haaaahh..haaaahh..”
Perlahan pahanya mulai terbuka, aku berdiri dan mulai melepas pakaianku…

Kini perlahan kulepas baju ku, saat aku mau melepas celanaku, Ella segera bangkit, menahan tanganku, perlahan ia lepas sabuk dan kancing celanaku, lalu diturunkannya pelan pelan bersamaan dengan CDku.

‘Plaakk’
“Ahhh…” Lenguhnya. ketika kontolku terbebas dari CD, dan menampar dahinya.. Aku cuma bisa tersenyum melihat tingkah lucunya. Ia tarik celanaku sampai pergelangan kakiku, setelah kulepas, aku dibimbingnya untuk duduk disofa, sementara dia masih merangkak dibawahku.

“P..puya kakak.. g.gede banget.. 😮😮😄😅” Ucapnya entah kagum atau merinding melihat kontolku yang sudah tegang…
“Hehe… Masih berani lanjut??” Pancingku.
“I..ya..” Jawabnya pelan, dengan mata masih melongo memperhatikan kontolku.

Perlahan ia mulai meraba dan mengocok kontolku, tangannya yang lebih halus dari mama, membuatku semakin panas dingin..
Dan..

Setelah beberapa menit ku tarik tubuhnya, aku berbaring lurus disofa, dan kubimbing untuk posisi 69.

‘Mcup..slrupt..slruptt..’
“Mhh..sst.. ahh.. ihh..”

Sial, karena ia dari tadi fokus dipalkon, rasa geli terus menggelitik syaraf nikmatku.. Sehingga hampir saja muncrat.. Lalu perlahan Kuputar tubuhnya, sehingga kini kami berciuman mesra lagi..

“Mcpm..mhh..mahh..mmhh..”

“Kamu beneran gak papa El?? Mm.. jika aku lanjutin..” Tanyaku padanya untuk memastikan.
“I love you beb..! I will give you all of mine,!”
Jawabnya..
“Hmm??? Apaan tuh hehe 😅😅” Tanyaku. Kalo I love you sih tau, ntah kalimat terakhirnya gak faham aku.😅😅

Ia hanya tersenyum, lalu bangkit mengambil sesuatu di kantong plastik yang ia beli tadi di mini market..

“T..tapi.. tolong pakai ini ya kak?” Pintanya sambil menunjukkan sebungkus kondom.

“Hmm?? J.jadi tadi kau juga beli itu??” Tanyaku agak kaget.
“Hehe. iya kak.. aku belum siap hamil, jadi sementara pakai ini dulu ya,?” Pintanya lagi..
Pantesan tadi si mbak kasir senyum senyum padaku pas aku dan Ella mau balik.

“Ee… i..iya deh gak papa” Jawabku.. Wah kurang asik nih.. Tapi benar juga sih, resiko kalo Ella hamil, bisa gawat nanti. Bukan hanya mama yang pasti marah besar.. Tapi masa depan Ella juga jadi taruhannya.

Sebelumnya aku juga gak kepikiran sama sekali, kalo sama mama kan bebas, katanya dia pakai kontrasepsi, jadi aman aman aja..

‘Krakk..’
Ia sobek satu kondom.. Dan perlahan ia pasang di kontolku..

“Aduhh…” Pekikku.. Sial ternyata kondomnya kekecilan.
“Eh?? Masa ga muat sih😓??” Ia juga heran.

“Mm… gak tau El.. aku juga belum pernah nyoba sih, jadi gak tau ukuran yang cocok seberapa😅!” Jawabku, antara senang kalo gak jadi pakai kondom, dan khawatir kalo aku gak tahan, bisa cum inside nih.. kan bahaya..

“Hmm?? Aduhh.. Padahal kukira tadi udah ambil yang XL, ternyata salah ambil yang L.. 😅 tadi buru buru sih.. !” Jawabnya saat melihat kotak bungkus kondom.

“Mm…. j..jadi gimana nih??” Tanyaku pura pura ragu, padahal sih pingin langsung genjot..🤣.

“Ee…. ya.. mmm….nanti usahakan jangan keluar didalem ya kak. !” Jawabnya sedikit memelas. Melihat wajahnya yang sange dan khawatir.. aku jadi kasihan..
“Oke.. tenang aja.. ntar aku keluarin diluar deh!” Jawabku..

Ia hanya tersenyum.. Lalu bangkit duduk disampingku.. Segera kurebahkan disofa.. Kuposisikan diriku menindih tubuhnya.. Ia mengerti dan membuka kakinya,

“Gimana sayang?? Sudah siap??” Tanyaku lagi.
“Huum..!” Matanya mulai berkaca kaca..
“Ehh..?? K..kamu takut..?” Tanyaku khawatir.
“Nggak kok.. Ella Bahagia kak..” Mendengar kalimatnya barusan segera kulumat bibirnya.. Ia juga memeluk punggungku erat.

“Mhmm..mcp..mmhh..slrtp.. Ah..”

Kutarik tubuhku kebelakan, lalu kuposisikan kontolku didepan memeknya.. Kugesek gesekkan palkonku dibibirnya..

“Tahan ya.. Jangan takut.. mungkin agak perih diawal.. ta..pi kalo udah lancar .. n.nikmat kok!” Kataku… padahal aku sams sekali gak tahu.. itu cuma kabar cerita yang kutahu kalo ML pertama bagi perawan katanya sakit..

“I..iya kak..” Jawabnya..
Pelan pelan kutekan kontolku..

‘Srrrttt..’
“Ah..add….” Ia mulai meringis kesakitan.. Padahal baru setengah palkonku.. Kuhentikan gerakanku, dan kucabut kembali.. Lalu perlahan kumasukkan sedikit lagi.. Terasa sesak dan seret..

“uhhgg.. adduh.. kak.. s..sakit..” Ia mulai meneteskan air mata.. saat palkonku udah masuk.. Kucabut lagi.. Lalu kukecup bibirnya..

“Mmh.. . T..terusin aja kak..!” Jawabnya

Mata kami saling pandang.
‘Srtttt…srttrtt..srtt..’
“Ighh… hah..ugghh… add.. ughh..” Ia terus merintih kesakitan tapi tidak menyuruhku untuk berhenti..
Kulihat sekitar 10cm kontolku masuk.. Saat perlahan kucabut.. Darah keperawanannya mulai melapisi ujung kontolku.

Aku tersenyum…
“Makasih sayang.. Kau telah memberikan hadiah yang paling istimewa seumur hidupku..” Kataku..
Ia hanya tersenyum dan memelukku.

Kulanjutkan pompaanku perlahan.. OMG.. sempit banget…
“Mmh..mcpp..mmhh….mhhah.. ugghh.. ” Mulutnya kulumat lagi agar bisa mengurangi sakit yang ia rasakan.. Tanganku juga meremas dan memilin putingnya.

Semakin lama semakin dalam kontolku berhasil masuk.. Dan mulai kutingkatkan ritme kocokanku.

“Ahh.. oh.. stt… mhh..aggh… uh..”
“Hah.. hmmm.. oh..m.memek kamu nikmat.. banget sayang..”

Kurasakan sepertinya ia juga mulai menggoyang pantatnya dari bawah. Kuubah tubuhku sedikit kebelakang, melihat kontolku keluar masuk dimemeknya membuatku semakin bernafsu, sial, aku hampir sampai, batinku.

Kugunakan jempolku untuk menggesek clitorisnya..

“Ahghh..ah..kak..a..kk.u m.mau s.sampai.”
Teriak ella, ternyata hal ini berhasil mengantarnya ke puncak..

“Plok…plokk..plokk..”
“Ahh..ahhh..ihh..haahh.. hegghh…hrhgg..”
Kepalanya mendongak keatas, tubuhnya mengejang beberapa kali, kurasaksn cairan hangat juga menyiram kontolku.. Walaupun tidak sebanyak tadi.. Segera ku lumat bibirnya..
Kudiamkan Kontolku tetap mengganjal di memeknya.

“Mhh…mghh.. mmhh.. ahh..hahh..hahh..”

Setelah beberapa menit kubiarkan dia menikmati orgasmenya, pelan pelan kugerakkan lagi pinggulku.

‘Sleb..slebb..slebb..’
“Ah.. hemm.. uh..”

Dari gerakan pelan, semakin meningkat dengan sodokan yang keras…
“Plokk..plokk..plokk.”
Kedua tangan kami saling berpegangan..

“Ah.. el..a.ku mau k..keluar..” Desahku.
“Ahh.. ahh.. hsh…i.y..a kak ..” Desahnya.

‘,Ploop.’
Kucabut kontolku dan ku kocok diatas perutnya.
“Ah..hahh..hah..hegggg”
“Crot….crott..crottt..”

Semprotanku sampai menenai dada, leher dan wajahnya.. sisanya menetes diatas perutnya.

“Hahh.. hah…hahhh..” Nafasku ngos ngosan menikmati puncak yang baru pertama kali kudapat bersama Ella..

“Brug”
“Ahg…” Tubuhku lemas menindih tubuhnya. Ia pegang kepalaku dan dilumat lagi bibirku..

“Mmh..mhh.. mwahh.. hah..hahh. Makasih sayang..” Kataku.
Kurasakan tangannya memeluk dan mengusap punggungku.

Setelah tenagaku pulih, kuangkat tubuhku, Kulihat di kantong plastik tadi juga ada tissu. Segera kuambil dan kubuka, lalu cabut beberapa lembar untuk membersihkan spermaku ditubuh Ella, Ia hanya tersenyum manja melihatku membersihkan tubuhnya..
Tak lupa kontolku yang tadi basah karena cairan memek dan darahnya juga kubersihkan.

Ella lalu duduk disampingku, memelukku dari samping, kecup bibir lagi… Kurasakan putingnya menggesek dadaku..

‘Tuingg’
Kontolku pun bereaksi lagi..
“Ih… bangun lagi tu kak.. hihi..” Kata Ella.
“hehe.. kamu sih manja manjaan mulu..” Jawabku..
“Iya dong.. sama pacar tersayang masa gak boleh..!” Jawabnya menggodaku..
“Kyaaa.. Ah..haha.haha” Ia menjerit manja saat kubopong tubuh mungil dan seksi menuju kamarku..

Saat mau kubuka pintu kamarku ia protes..
“Jangan disini dong kak!”
“Hmm?? Kenapa?” Tanyaku.
“Dikamarku aja ya.. ” Pintanya sambil tersenyum manis..
“Siaapp nona putriiiii” Jawabku tetap menggendong Ella dan ngeluyur kekamarnya..

Setelah masuk, kubaringkan tubuh indahnya, lalu kurebahkan juga tubuhku disampignya. Entah kenapa dari tadi ia selalu menatapku, sampai jadi malu sendiri..

“Ada apa sih?? Kok lihatin terus??” Tanyaku.
“Hihi gak papa.. ” Jawabnya bikin gemes saja..
“Ahh..” Terasa tangannya menggenggam dan menocok kontolku pelan,
“Ini kok bisa segede ini kakak apain sih??” Tanyanya heran..

“Uhh.. he..he.. gak tau yang, udah dari sononya.. Ya.. mungkin buat muasin ini..!” Tanganku mengorek memeknya.
“Ahmm.. ah.. ..” Desahnya. .

Aku teringat saat aku keluar tadi, dia masih belum sampai.. Oke lanjud dehh.. Ku tarik tubuhnya keatas tubuhku..
“Mcmm..sh..mhh…mcpt..”
‘Set..sett..settt..’

Sambil berciuman, ia menggerakkan pinggulnya menggesekkan memeknya diatas kontolku. Oh yeah.. terasa lembut dan lincin,..

Kini tubuhnya bergerak duduk tegap diatas tubuhku.. masih menggesek maju mundur bentar, aku pasif saja menikmati apa yang ia lakukan.. Perlahan ia angkat pantatnya, lalu memegang kontolku mengarahkannya ke liang memeknya lagi..

“Ahh… mmm….. ah…. eee… ” Aku tersenyum melihat tingkah lucunya, beberapa kali ia gagal memasukkannya sendiri. 😍😍😍.. Lalu kubantu memegang kontolku, aku yang sudah terbiasa dengan mama faham dimana sudut dan titik ujung palkon saat bersentuhan dengan memeknya, agar saat turun bisa langsung tertelan..

‘Sreet..sreet…sleeeeebb…’
“Ahgggg………/Uohhhh…” Desah kami bersamaan, walaupun kulihat dia agak sedikit menahan entah sakit atau nikmat. Terasa sempit sekali, Kami diamkan sebentar agar memeknya beradaptasi dengan kontolku.

“Sakitttt??” Tanyaku.
“Mmmh… Ng.gak kok… eemm..agak ngilu dikit..” Jawabnya.
“Santai ..pelan pelan saja…” Kataku.

“Ughh.. ”
Tubuhnya kini telungkup diatas dadaku.

“Uhggg .Ahhgg.. mmhh..” Desahnya saat mulai menggerakkan pantatnya. Ku elus punggung dan pantatnya agar ia lebih rilex. Dan kucium mulutnya.

“Mmmcpp..mmmh.mmahhmmm m..mmoh.m”
Gerakannya mulai cepat.
‘Sleb..sleb…slebb..’

Kedua tanganku kini berpindah meremas pantatnya, dari bawah aku juga ikut aktif mengimbangi goyangannya.

Mungkin ia sudah mulai merasakan nikmat, tubuhnya kini duduk lagi, dan mulai aktif menaik turunkan pantatnya.

“Ahh..mmhh..ohh.. ahgg..”
“Hohh..hahh..mm..uhh..”
Suara kami mulai menggema didalam kamar..

Tanganku sesekali meremas teteknya, dan pantatnya bergantian.. Tiba tiba gerakannya semakin tidak teratur..

‘Plok..plokk..plokk..”
“Ahh..mhhg..mahh..ahh.. Agg.. ahggggggg”
‘Serr..serrr…serr..

Tubuhnya menggigil dengan kepala mendongak keatas.. Setelah getaran tubuhnya reda, aku bangkit dan kucium bibirnya..

“Mmccpmm…mahhm.mm cupp…mm”

Perlahan kupegang pundak dan pahanya, kuisyaratkan untuk ganti posisi, Ia memutar tubuhnya, lalu kudorong agar ia nungging, aku bangkit segera kuarahkan lagi kontolku kememeknya dari belakang.. Kugesek bentar.. setelah palkonku masuk kupegang pantatnya dan kutarik kebelakang..

‘Sleeeeebbbbbbbb’

“Ihghg…/Ouhhh..”
‘Skebb..slebb..slebb’

Seperti tadi, kugerakkan pelan pelan dikit, lalu mulai kupercepat..

“Plokkk…plokkk..plokkk..”
“Ahgg..hegg..hagghh..add….kak…p..pell..an..pell..an” Lenguh Ella.

Ku pelankan lagi pompaanku, karena terlalu nikmat, aku sampai lupa lawan mainku ini masih belum terbiasa dengan permainan tempo cepat..

Lanjut lagi kuulangi gerakan tadi dari pelan ke cepat. Lalu kupegang dan kutarik lengan kanannya sambil kupompa dengan ritme cepat lagi.. Agar penetrasi bisa maksimal.

‘Plokk..plokk..plokk.. plokk..”
“Ahhh..hh…hahh.. ak.. ah.. ak..u k..kel..uaargghhhh.. heggghhh..hegghh”
Teriak Ella saat semprotan orgasme menjemputnya lagi.. Tubuhnya ambruk kedepan,, Kutekan dalam dalam kontolku agar dia benar benar menikmati puncaknya.

‘Plooopp..’
Saat kontotolku terlepas dari memeknya.. Kubiarkan dia istirahat sebentar.. Aku bangkit dan keluar kamar mengambil minum,rokok, dan tissu, sambil menunggu Ella pulih Udud dulu ah.. Walaupun kontolku masih tegak berdiri, hehe.. mesti sabar dulu ya..

Saat aku kembali kekamar Ella kini telentang dengan nafas masih ngos ngosan.. Sekilas terlihat matanya basah, apa tadi terlalu berlebihan ya?? Batinku.

“Minum dulu sayang!!” Kataku sambil memberikan minuman kaleng yang tadi ia beli. Ia hanya tersenyum, Kudekati tubuhnya, kurangkul lehernya dan kubimbing untuk duduk, sepertinya benar, ia kecapaian.. Karena kasihan padanya kontolkupun turun tegangan.

‘Gluk..glukk..glukk..ahh.. makasih sayang..” Jawabnya tersenyum manis.. Tuing.. melihat senyumnya tadi, kontolku langsung naik darah lagi, Anjirr emosian juga nih kontol. Batinku 😂.

“Eh.. sayang.. belum sampai ya??” Tanya Ella.
“😊😉, Santai, kamu istirahat dulu aja..” Jawabku. Glukk..glukk.. Ahh.. Fuuuhhh.. sambil kunikmati minum dan rokokku.

“Aku diluar dulu ya?” Pintaku.
“Eh.. kenapa kak?” Tanyanya.
“Hmm.. !!”
Kutunjukkan rokok yang terselip dijariku padanya.. Katanya sih perokok passif lebih bahaya dari pada perokok aktif.. Itu Katanya sih.. Kata para produsen pesaing pabrik rokok di indonesia, tentu mereka para perusahaan farmasi.. Padahal sebenarnya rokok adalah obat anti stress paling ampuh didunia, dan Indonesia adalah negara paling makmur dalam hal ini, tentu politik perang dagang kususnya negara negara farmasi akan melakukan gerakan gerakan anti rokok dengan memberi berita tentang effek yang ditimbulkan benar benar bahaya yang menurutku agak lebay… Tapi karena dia kuliah dikedokteran, pasti mindset pendidikan disana sangat menentang perokok aktif.. , Itu pendapat dari pakar perokok aktif Indonesia 😂😂🤣. Lhoooh.. kok malah mikir rokok sih.??
😐😐

“Disini aja ahh.. Gak papa kok.. Masih pingin dimanja hehe!” Jawabnya.
Nih satu lagi penemuan… Obat pengontrol pikiran manusia… apa itu?? Cinta dan nafsu 😂😂😂.. Kalo kamu punya ni obat, dan kamu berikan pada seseorang, maka orang yang sudah terkena ini obat, dijamin 1000% kamu dapat mengontrol pikiran orang itu 😉😂😂.

Ella merebahkan kepalanya di pangkuanku, kuperhatikan ia senyum senyum sendiri saat memainkan kontolku, ia colek colek, ia sentil, ia rubuhkan, tapi balik berdiri lagi.. Yah ni anak udah dapet mainan baru jadi gini🤣🤣🤣. Aku jadi ikut senyum senyum sendiri melihat tingkahnya sambil menikmati hisapan rokokku.

“Ughh…”
Tiba tiba ia miringkan tubuh dan kepalannya lalu menyedot biji pelerku.. Kumundurkan tubuhku dengan tanganku dibelakang sebagai penyangga. Agar ia lebih bebas bergerak,

‘Slpt..slpt..slrpttmm’
Lalu lidahnya mulai menyusuri batangku..
‘Hleebbbb’
“Ohhhh..”
Kini ia beringsut duduk dan kepalanya menunduk menyedot palkonku.. Ada kemajuan, Ia sudah mulai bisa memasukkan kontolku ke pangkal lidahnya, Walau masih jauh dari mama yang sudah bisa sampai pangkal tenggorokannya.

Aku bangkit berdiri diatas kasur, mulutnya tetap mennyedot tanpa melepaskan kontolku. Sambil berdiri, aku jadi bisa menggerakkan pantatku maju mundur.rna
“Ahh.. oh.. yess nikmat. sayang..” Desahku.
‘Hwohg..kwohg.. khog..’ “Uhgg..uhukk..uhukk.uhukk”

Karna terlalu asik, aku jadi semakin cepat, dan membuatnya tersedak.. segera kucabut kontolku..

“M..maaf yang..”
“Ahg..uhukm..mmh.. g..gak papa kok sayang..” Jawabnya tersenyum.. Sial.. gak tahan nih..

“Kyah.. hihi.. ” Jeritnya manja.. Saat ku dorong tubuhnya tetlentang. Segera kuposisikan kontolku, Dan..
‘Bleeeessss..’

“Ah…ahh..mmccpm..mwahh..”
“Plokk..plokkk..plokk.’

Mulut, leher dan dan teteknya, ku sedot bergantian… Karena lansung dalam ritme cepat.. Hanya dalam beberapa menit ia raih lagi puncak nikmatnya.

“Mhm..mmm ah.. ak..ku..kk.leawa mghh..mhgggg”
Segera kulumat bibirnya lagi.. Terasa kontolku seperti dihimpit ketat sesuatu yang lembut basah dan licin.. Sampai sulit kugerakkan..

“Hahh..hahh..hahh..”
Karena kurasakan diriku juga mau klimaks, segera kumiringkan tubuhnya, tanpa mencabut kontolku..

‘Slebb..plokk..plokk.plokk.plokk..’
“Hahh..hahh…hah..”
“Ahgg.. hsh.. add..uh.. kak…ahh.. aaaaahhh.”

Ia mulai merintih dan menjerit, aku yang sudah benar benar ingin merasakan puncak, tak kuhiraukan rintihannya.

‘plokk..plokk..plok.plokk’
“Aghh.. kaaaakk… hah.. agh. add…uh..ss..akitt…” Teriaknya kesakitan.
“Hahh..hasshh…hass.. b.bentar lagi.. ..hah..”. Jawabku ngos ngosan..
“Ak..hahh..aaaaaa… aa…aaa…ampunn kakk..ma.afinn a..ku..” Ia mulai menangis..

Semakin kupercepat kocokanku agar cepat sampai dan… Akhirnya.. kurasakan nikmat mengalir dari pangkal kontolku, segera kucabut, aku meloncat dan kuarahkan kemulutnya.

‘Crottt…crottttt….crotttt’
“Ahggggg… heggg… heggg.. hshh.. haaaaah”

“Hagg.. hmmgg….. hugghh…”
Ia mencoba menyedot dan menelan pejuhku.

“Hikkss.. hikkkss..hikkss.”
Kulihat wajahnya mewek sambil sesegukan..

Aku duduk agak kebelakang kedua kugunakan tanganku sebagai penyangga tubuhku. Masih mengatur nafas..

Ku raih tissu dimeja kamarnya, lalu kulap mulutnya, Matanya terlihat sayu dan lemas sekali.

“Maaf sayang.. t..tadi aku .kelewatan..”
Masih sesegukan ia miringkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya di bantal. Sial ia malah ngambeg.. Waduhh gimana nih..

Aku segera tiduran miring menghadapnya, kupeluk tubuhnya.. kuelus rambut dan punggungnya. Lalu kepalanya bergerak, Ia benamkan di leherku.. Ku kecup keningnya.

“Makasih sanyang…” Kataku,
Nafas kami mulai teratur, mulai terasa capek tubuhku.. Sepertinya Ella sudah tertidur.. Lama lama mataku juga mengantuk..

😌😔😴😪😪😪😪😪😪😪😪

……….k…kak… ngun.. kak!!”
Sayup sayup kudengar suara seseorang, menggoyang goyang tubuhku..

“Kakk…Bangunn… kakkk.. !” Ternyata suara Ella.. Aku geragapan..
“Hahh… Ehh.. Ell??”
“Udah jam 3 kak….!” Sambungnya lagi..
Sial karena kelelahan aku ketiduran sebentar.. Tubuhku terasa lengket karena keringat.. Kulihat dia duduk bersimpuh disampingku masih dalam keadaan bugil, demikian juga diriku.. Kupandangi tubuhnya.. Rambut yang acak acakan,, leher dada sampai tetek terdapat banyak cupang.. OMG.. apa yang baru saja kulakukan?.. Ia hanya tersenyum manis

“Mm..maaf El… T.tad….mhhmmhh!!”
Belum selesai ucapanku, Ia telah melumat bibirku.. sedikit tercium aroma spermaku diarea pipinya.

“☺️☺️☺️,, sstt..Jangan ngomong gitu.. Aku senang kok.. Bisa memberikan sesuatu yang berharga pada orang yang ku sayang… 😚😘!! Jawabnya sambil mengecup keningku.. Perlahan kupeluk tubuhnya..

“Terimakasih sayang…!!” Balasku sambil mengelus punggungnya.. Perlahan ia melepas pelukanku..

“Jam 4 kita harus nyampai ke terminal lhoo..! Ucapnya..
“Ya udah kamu mandi dulu, biar kubersihkan kamarmu..! Jawabku..
Lalu Ia beranjak turun dari kasur..

“Addd…u..h!!”.
“Ehh.. kenapa sayang??”
Pekiknya saat berdiri mau melangkah, Ia berhenti, tangan kirinya berpegangan ujung kasur, sementara tangan kanannya memegangi perut bagian bawah. Ia meringis, mencoba tersenyum sambil menahan sakit.. Aku bangkit dan menyangga tubuhnya.

“Ng..nggak papa kok.. Ee.. cuman sedikit perih…. ” Katanya lagi..
“Beneran?? Kalo masih sakit.. Kamu jangan balik dulu ke kost.. Gimana?” Tanyaku.
“Tenang aja.. Bentar lagi juga baikan kok.. Ya wajar kan, ini baru pertama kali..” Jawabnya.

“Tapi……” Aku coba protes.. namun Ia mulai berjalan, aku mengikutinya dengan memegang lengannya..
“Lihat… Udah gak sakit kok..” Sambungnya.. sambil berjalan pelan..
“Hugg..”
“Ehh..??”

Segera kubopong tubuh indahnya… Ia sempet kaget, lalu tersenyum malu 😄.. Tangan kanannya meraih leherku.. Sial kontolku bereaksi lagi….
“Iiihh.. apaan tuh yang nyolek punggungku hihi??” Godanya..pura pura terkejut lalu tertawa.
“Heehehe..” Aku hanya bisa mringis 😅😅.

Sesampainya dikamar mandi, kuturunkan pelan pelan tubuhnya,, Ia mulai membersihkan tubuhnya, Kucoba menenangkan pikiranku agar kontolku melemas..

“Add..uh.. ” Lenguh Ella, Saat memeknya terkena Air.
“Ehh.. ee.. sakit El?”
“I..iya agak perih.. Tapi ntar juga sembuh kok, jangan khawatir!” Jawabnya.

Akhirnya kontolku sadar, karena kasihan melihatnya merintih kesakitan karena ulahnya tadi. Sekilas kulihat memeknya memerah, juga sedikit bercik darah yang mengering disekitar memek dan lipatan pahanya..

Aku hanya bisa melihat dan mengelus punggungnya.. Tak tahu bagaimana caranya agar rasa perih yang dideritanya hilang.. Aku tahu hal itu memang wajar sih.. Jadi kucoba untuk tidak terlalu menghawatirkannya..

“Ya udah, aku beresin dulu kamarmu ya!” Pamitku..
“Huumm .. Makasih kak” Jawabnya tersenym manis..

Setiba dikamarnya, kuambil beberapa tissu yang tadi kubuang berserakan di kasur dan lantai. Saat merapikan kasurnya..
“Waduh.. kok jadi basah gini kayak ngompol, gimana nih?? Kalo kubawa ke kamar mandi mama pasti curiga!. Hmm.. ya udah kututupin pakai boneka aja, kapan kapan kalo ada kesempatan biar ku cuci!!”

Setelah kamar Ella rapi, kulihat dia masuk dengan handuk yang terlilit ditubuhnya..
“Ehh.. Ell.. gak sakit buat jalan?? Barusan mau aku gendong..!” Tanyaku.
“Tenang aja, udah gak sakit kok, kakak cepetan mandi terus langsung berangkat anterin aku..!!” Jawabnya.
“Gak papa kamu balik sekarang??” Tanyaku lagi..
“Iya.. kalo tidak, ntar mama malah curiga & khawatir sama aku..!” Jawabnya.
“O..oke deh..”!

Setelah semuanya beres.. Aku dan Ella berangkat menuju terminal.. 5 menit setelah kami sampai,, Bus tujuan kota Ella juga datang.. Lalu beli tiket dan beberapa minuman makanan buat bekal dia di bus.

Kini kami masih duduk duduk menanti keberangkatan bus sambil ngobrol.

“Ingat pesen mama kemarin, jaga kesehatan,, dan rajin bersih bersih!” Kataku mengingatkannya.. Kalo masalah belajar dan tugas kuliahnya aku yakin dia udah melakukannya dengan baik.
“Iya aku inget kok…. Mmmm.. kak?”
“Ya??”
“K.kalo mama tahu.. Gimana?? Apa mama akan marah dan membenciku??” Raut wajahnya mulai sedih..
“Tenang saja… Mama gak akan akan kujaga rahasia kita dari mama!” Kataku.
“Tapi.. kalo ketahuan??” Tanyanya.
“Mmmm… Yang pasti aku sayang sama kalian berdua… Aku janji gak akan ninggalin kalian… kecuali umur kehendak Tuhan yang memisahkan kita..😉😉” Jawabku lagi.

“😍😊😊😊 Eh sini aku bisikin..!” katanya.
Kudekatkan telingaku..
“Jangan biarkan Mama ngabisin sperma kakak.. Sisain juga buat aku ya.. muah..😘😘” Bisiknya sambil mencium pipiku.
Aku hanya bisa mringis sambik tersipu malu..

Kudekatkan mulutku ketelinganya..
“Tenang aja… Kakak akan jaga “Pusaka” keluarga kita dengan baik.. hehe slrupt..” Kubisikkan sambil menjilat kupingnya..
Kulihat dia sedikit menggigil..

“Hahaha .!” Aku tertawa melihat reaksinya.
“Ihh…. kakak nakall..!” Jawabnya sambil mencubit lenganku.
“Aduh..aduh.. iya maaf maaf.. hihi..”

Kami lihat kondektur Para penumpang sudah mulai masuk bus.. Kami berdiri menuju kesana..

“Mm..Hati hati ya sayang..” Kataku tersenyum manis.. Dia berbalik dan..
“Mhgg.g.. Kakk!!” Ia memelukku sambil menahan tangis..
“Yee. udah gede gini masih hobi mewek sih!!” Ku elus rambutnya..
“Hikkss.. .. Hikss..”

“Cuuupp. cuuupp.. suutt.. udah udah.. kalo kangen kan bisa video call kan!” Kucoba menenangkannya..
Lalu wajahnya mendongak keatas, melihatku. Kuusap pipinya yang basah karena airmata. Masih kuberikan senyum dibibirku. Ia menatapku sendu.. Tiba tiba kedua pipiku di pegang, Kakinya jinjit dan…

“Mcupp..mmmhh… Haaaahh..”
Perlahan kami lepas ciuman kami.. Masih saling pandang..

“Ciiiyeeeeeee…… cuit.. cuiiiitt.. huuuu…..*Plokk plokk plookk..”

Tanpa sadar kami berdua menjadi objek tontonan banyak orang disekitar terminal, semua mata tertuju pada kami, ada yang men ciiieee kan, ada yang bersiul, ada yang menyoraki, juga banyak yang bertepuk tangan..

OMG….. spontan kami saling melepas pelukan.. Ia menunduk malu… aku hanya bisa garuk garuk kepala 😅😅..
Segera Ia naik bus, melihatku sebentar sambil melambaikan tangan dengan senyum manis.. Terlihat cantik sekali 😍😍😍…

Setelah mengantar Ella, aku mengulur waktu pulangku dengan muter muter sebentar, agar mama tidak curiga kenapa pulangku lebih cepat..

Bersambung

Daftar Part