Heru siJomblo part 9

0
116
Heru siJomblo Kisah Malam

Heru siJomblo part 9

💦 POV ROY

“Ah.. p.p.P.pa.ppa!!!!!????”

Tidak mungkin… Ini pasti mimpi.. Aku dan mama ketahuan papa?? Jepitan memek mama malah terasa kencang sekali.. Tubuhnya yang tadi berkeringat panas, kini berubah jadi dingin sekali dipelukanku..
Samar samar kulihat kak Heru juga ikut kaget dan melongo melihat kami..

“Kal…. Haggggg… agghhhh……!”
‘Brukkk’

Saat aku memfokuskan pandanganku pada kak Heru. Tiba tiba kami terkaget lagi mendengar suara papa jatuh tersungkur di lantai..

“Paa/paa?? /Pakk??”
Aku mama dan kak Heru teriak bersamaan..
Pikiranku kacau sekali. Mama bangkit dari tubuhku, *Ploop.. Suara kontolku yang terlepas dimemeknya. Kak Heru yang tepat dibelakang papa, segera memeriksa tubuh papa.

“Pak.. Pak Budi.. Pakk..??”
Kak Heru mencoba membangunkannya dengan menggoyang goyang tubuh papa..
“Paaaa.. hiks.. ma..afin.. mama paaa..hikss…”
Mama berlari sambil menangis menyusul mereka..

Aku segera ikut berlari.. tapi mulutku serasa terkunci.. tak bisa bicara.. Air mataku menetes membasahi pipi, yang mewakili kata kata dari mulut dan hatiku,

“K.kalian segera ganti baju.. Biar ku bawa pak Budi ke mobil… Kita segera ke RS, detak jantungnya terasa lemah..!” Kata Kak Heru, dia berusaha bersikap tenang, agar bisa mengambil keputusan terbaik.. Ia kesampingkan masalah yang baru saja dilihatnya.. kini prioritas utamanya adalah keselamatan papa…

Kak Heru segera membopong tubuh papa, aku dan mama segera kekamar masing masing, memakai baju, dan segera menyusul Kak Heru di mobil..

Papa dibaringkan kak heru ditengah jog mobil, dan segera beralih ke setir. Aku dan mama berlari menyusulnya. Mama merangkak disamping tubuh papa, memeluk kepalanya, masih terus menangis.. sementara aku hanya bisa memandangi mereka disamping kaki papa.. Masih belum bisa bicara..

“Aaaa.. Paa.. hiks.. bangunn pa.. aa.. m..maafin mama.. pa.. pa.. tolong.. bangunn..paa..hiks.. aaaaaa!”

Kak Heru segera memacu mobil secepat yang ia bisa.. Dalam perjalanan aku masih berfikir dan berharap kalau ini hanya mimpi.. Aku dan kak Heru masih diam.. Hanya tangisan mama yang menenuhi mobil kami.. Apa yang akan terjadi nanti??.. Apa yang akan kulakukan?? Apa yang akan mama lakukan?? Apa yang akan papa lakukan pada kami?? Pikiranku terus melayang..

Sampai kurasakan mobil telah berhenti,
‘klek…Jebbrakk..’
Suara pintu mobil depan terbuka dan tertutup kembali..
“Ayo cepat Roy.. Kamu turun dulu biar kuangkat pak Budi.. !” Suara kak Heru menyadarkan lamunanku.

Aku segera turun dari mobil, kak Heru dengan cepat membopong tubuh papa ke UGD. ..
Aku dan Mama mengikuti kak Heru, mama masih terus menangis, sedang aku masih diam, berjalan dengan tatapan kosong…

“Sus tolong cepet sus.. !” Kata kak Heru ketika disambut seorang suster..
“Iya pak..” Jawab suster tadi, lalu ada perawat laki laki yang datang dan membantu. Kulihat papa berbaring diatas kasur gledek *red(gak tau namanya apa om😅) didorong dua perawat laki laki tadi memasuki kamar UGD.

“Tadi pingsannya karena apa pak?” Tanya suster tadi pada kak Heru.
“Mm..gak tahu sus, saat mau berangkat kerja tiba tiba terjatuh dan pingsan..!” Jawab kak Heru.

“Bapak keluarganya?” Tanya suster lagi.
“Bukan sus, saya supirnya.. Itu ada istri dan anaknya!” Jawab kak Heru..
“Ee.. buk maaf, mohon ikut saya sebentar mengisi formulir ya..!” Kata suster tadi..
“Hikss…paa…hikss..hikk..paa!” Mama masih menangis..

“Eemmm biar aku temani bisa sus? Sepertinya istri bos saya masih syok…!” Kata Kak Heru.
“Iya boleh.. silahkan..!” Jawab suster tadi.
“Roy kamu tunggu bentar ya, biar kami urus formulir dulu..!” Kata kak Heru padaku.
“…………!” Aku hanya mengangguk..

Beberapa menit kemudian mereka kembali.. Kami duduk bertiga diruang tunggu, menanti perkembangan kondisi papa. Mama masih sesegukan, sambil menyandarkan kepalanya dipundakku.

“Ee.. t..tenang aja buk, Roy, pak Budi akan baik baik saja..” Kak Heru mencoba menghibur kami. Pasti pikiran mama lebih kacau dariku.. Kami pun diam seribu bahasa..

‘Sreeeggg’
Pintu UGD terbuka, ada dua dokter yang keluar membawa selarik kertas.

“Bu.. Indah.. Bu Indah mana ya??” Tanya salah satu dokter tadi..
“Hah.. Iya saya dok.. Gimana suami saya dok..!” Mama segera bangkit menuju dokter. Aku dan kak Heru pun menyusul..

“Mmm………… ” Sepertinya dokter agak ragu menyampaikan hasil pemeriksaannya.
“Gimaaana doookk.. hikss..hikkss!” Mama jadi semakin panik..

“Tadi kami mendengar pesan dari suami ibuk yang perlu kami sampaikan!” Kata dokter.
“Jadi suami saya sudah siuman kan dok?? Pesan apa dok..?” Tanya mama agak lega.

“Roy tolong jaga mamamu, itulah pesannya….. Pesan terakhirnya…!” Kata dokter sambil menunduk saat kalimat terakhir terucap..

“APAAA??” Kami bertiga tersentak..
‘Bruukk.’
Mama langsung pingsan mendengarnya..
“Maa??!! Mama??” Aku jadi semakin shock dan bingung.. Kehidupan keluargaku hancur hanya dalam beberapa jam tadi….

“Ehh dok.. k..kenapa bisa sam……??!” Kak Heru sendiri masih belum percaya..
“Kami sudah melakukan yang terbaik.. dari penanganan pertama sampai terakhir tadi… Yaaa.. Kami harap keluarga bisa menerimanya dengan ikhlas…. Memang ini semua sudah kehendak Tuhan, mau gak mau kita harus bisa menerimanya…!” Kata dokter lagi..

🚨🚨🚨🚨🚨🚨🚨🚨

Entah gimana jika kak Heru tidak bersama kami.. Semua masalah telah diurusnya, mulai dari mengurus administrasi Rumah sakit, proses pengantaran jenazah, mengabari keluarga dan sanak saudara kami, semua ia lakukan sendiri sementara aku dan mama hanya bisa diam dan menangis..

🌁🌆🌇🌌🌌🌌🥀🥀🥀🥀🥀

Sudah 7 hari berlalu.. Selama itu juga kak Heru dan tante Nur selalu menyempatkan datang kerumah kami, menemani kami ngobrol mensupportku dan Mama, agar lebih tegar, semangat, dan terhibur. Sementara mama selama 3 hari setelah kematian papa, masih dirundung kesedihan yang amat sangat.. Tidak terlukis senyum sama sekali dari bibirnya. Bicara sedikit saja, saat bersamaku, atau ketika kak Heru dan tante Nur main kerumah kami.

Sempat khawatir juga kalo sampai mama jadi depresi. Untung saja saat hari keempat sampai sekarang sudah mulai bicara, Mama takut jika kak Heru menceritakan kejadian yang dilihatnya waktu itu ke orang orang, tentu ku katakan pada mama, kalo aku udah ngomong ke kak Heru untuk merahasiakannya, mama sendiri kupesan agar bertingkah biasa didepannya, walupun sepertinya dia agak kikuk. Dan perlahan mama sepertinya mulai bisa merelakan kepergian Papa, walau kadang saat Ia tidur dikamarnya, aku masih mendengar isak tangisnya….

Tentu semua itu butuh perjuangan merayu dan mencoba memahami apa maunya sebisaku, untuk menghibur dan membangkitkan semangatnya. Mama mulai tersenyum saat kami sedang ngobrol, ku katakan.

“Ma?? Ingat pesan papa dulu??” Tanyaku
“Hmm?? pesan apa? Mama balik tanya..
“Yang di sampaikan dokter waktu itu….!” Kataku lagi.
Mama malah mulai terlihat sedih lagi.
“Dokter itu kan bilang, pesen terakhirnya papa.. katanya Roy suruh jagain mama!” Jawabku.
“Hmmm.. iya..!” Jawab mama pendek.
“Kalo menurutku sih gini ma.., berarti waktu itu papa kan gak marah, mungkin karena kaget dan mungkin juga tiba tiba gairah papa melonjak tinggi, jadi pingin ikut gabung, sampai sampai detak jantungnya tak beraturan pada akhirnya malah kena serangan jantung 😅!” Jawabku ngaco.

Kulihat mama mengernyit.. lalu mulai tersenyum.
“Kamu ini ada ada saja…!” Jawabnya tersenyum. Aku senang sekali melihat dia sudah bisa tersenyum lagi. 😊😊☺😔

🍁🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍁

Saat ini aku, mama, dan kak Heru sedang ngobrol diruang keluarga kami.. Sebelumnya aku dan Mama berencana mau kerumah mereka, sekalian ada beberapa hal yang ingin kami diskusikan. Tapi mereka malah kekeh yang ingin nemanin ngobrol disini, yaa kami persilahkan saja.. Dari obrolan ringan, hingga sampai pada maksud dan tujuan yang ingin kami sampaikan pada mereka.

“Jadi.. rencana kamu sekarang gimana Roy, kuliah atau langsung pegang pabrik papamu?” Tanya Kak Heru..
“Kuliah dulu kak, di kota ini aja, mau ambil ekonomi bisnis, kalo langsung pegang kan gak mungkin kak, belum tau apa apa, lagian kasihan kalo mama ku tinggal kuliah diluar kota..!” Jawabku.

“Hmm.. Jadi sementara ini, yang pegang pabrik kamu dek Indah?” Tanya tante Nur.
“Kemarin ada telfon dari beberapa divisi karyawan papa mbak, nanyain kapan pabriknya mulai operasi lagi.. Aku juga bingung, jadi kusuruh tunggu kabar nantinya aja…!” Jawab Mama..

“Oww gitu, mm.. terus rencana dek Indah gimana??” Tanya tante Nur.
“Ya.. jadi gini mbak, aku dan Roy juga udah diskusi.. Sementara menunggu Roy selesai kuliah, kami mohon mbak Nur mau pegang pabrik kami dulu, makanya tadi kami bilang mau kerumah mbak, buat ngomongin ini..!” Jawab Mama.

“Ehh/Haa????”
Tante Nur dan Kak Heru agak kaget..
“Mbak kan udah punya pengalaman sebagai manager, aku yakin mbak bisa urus pabrik peninggalan papa ini..!” Jawab Mama.

“Aduhh.. gimana ya dekk.. Basic ku kan dipemasaran.. ja…!”
“Aku yakin Mbak pasti bisa kok… ” Sela Mama..
“I..iya.. gimana ya..!” Tante Nur agak ragu.

“Tenang mbak, nanti bisa pakai mobil kami, buat keperluanmu mbak, biar Heru tetap sebagai supir keluarga ini, aku gak akan berhentiin Heru kok, ini rasa terimakasih kami pada Heru dan Mbak Nur. Dan.. sebelumnya kami bener bener minta maaf, selalu ngrepotin keluarga mbak…!” Jawab Mama memelas..

“Gimana ma?? Kalo mama bisa ya silahkan, tapi kalo aku malah nambah beban, mm maksudku,. mbak Indah harus repot repot segala nyediain mobil dan supir buat mama, aku berhenti juga gak papa kok mbak,..!” Jawab kak Heru.

“Nggak kak… dari pada nanti kakak ribet nyari kerja lagi, mending terima saran mama aja. Ini demi kebaikan kita semua… Bener kata mama tadi, sebenarnya malah keluarga kami yang paling ngrepotin keluarga kakak..!” Jawabku mencoba meyakinkan kak Heru dan tante Nur.

Kak Heru dan tante Nur saling pandang sebentar.

“Mm.. i.iya kalo udah kupelajari seluk beluk dan sistem pabrik dek indah, mungkin aku bisa saja.. tapi masalahnya gini dek, aku masih terikat kontrak setengah tahun di tempat kerjaku sekarang… Jadi kalo mau resign, dikontrak kerja ada dendanya…!” Jawab Tante Nur.

“Mm.. Dendanya berapa mbak??” Tanya mama..

“Mm.. bentar, gajiku kurang lebih sekitar 10 juta/ bulan, sementara kontrak masih 6 bulan… jadi 6x10jt… sekitar 60 dek.. Apa nggak rugi dek buat bayar denda segitu?? Kata tante Nur.

“Apa?? Jadi ada dendanya juga ma?? kalo mo keluar??” Tanya kak Heru.
“Ya emang gitu peraturannya..!” Jawab tante Nur.

“Gile… mau keluar kerja aja ribet banget sih?? Biasanya kalo mama keluar kan tanpa pamit langsung … adduh..ma!” Kata kak Heru, tapi dengan refleks tante Nur mencubit lengannya..

Sepertinya kak Heru keceplosan 😅. Dia mungkin gak cerita sama tante Nur kali, kalo penyebab kematian papa kena serangan jantung karena tahu aku dan mama lagi ngewe.. Sementara tante Nur juga mencoba menyembunyikan hubungannya.. Aku sendiri juga belum cerita ke mama, kalo kak Heru dan tante Nur juga berhubungan seperti kami.. Kulihat mama hanya mengernyitkan dahinya..

“Jj..jadi ..mmm..gimana… dek Indah?? Apa nggak keberatan tu 😅😅??! ” Tanya tante Nur mengalihkan perhatian kami.

“Tenang mbak.. Masalah biaya dan denda kepindahan mbak Nur, biar saya yang urus.. Ini demi pabrik kami juga.. Aku lebih percaya sama mbak, dari pada dipegang orang lain 😃.. Jadi segitu nggak masalah..!” Jawab Mama..

“Adduuhh.. B..beneran itu Bu??” Tanya kak Heru sambil mengelus lengannya yang habis dicubit..
“Iya Her.. Tenang aja..!” Jawab Mama.
“Yah entah kebetulan atau nggak, minggu lalu aku sempet ditawarin perpanjangan kontrak lho dek,,. tapi aku pending dulu,,.. Eeh sekarang dek Indah nawarin kerja disini.. 😄”! Kata tante Nur.

“Beneran mbak?? syukurlah.. tapi kenapa sempet di pending?” Tanya mama.
“Eeem.. ya.. kan kontrak masih lama juga, lagian minggu kemarin ada masalah dikit,, jadi … lagi bad mood aja buat teken kontrak.. 😅😅, !” Jawab tante Nur.

“Jadi tolong diusahain ya mbak.. besok biar kuberitahu karyawan papa, buat nyiapin berkas berkas laporan yang mbak perlukan..!” Kata mama.

“Iya dek, makasih tawarannya ya.. Besok biar kuberitahu atasanku juga.. ya .. pasti jadi debat & nego, soalnya mendadak sih.. moga aja sih lancar..!” Kata Tante Nur.

“Sebetulnya aku lah mbak, yang harusnya berterimakasih sebanyak banyaknya sama mbak..🙂..!” Kata mama.
“Iya dek, sama sama… Oke kalo gitu kami pamit dulu ya dek…!”
“Lhoo kok buru buru sih mbak..!”
“Iya,, ada beberapa laporan yang tadi belum kelar.. sekalian nyiapin buat surat surat pengunduran diri..!” Jawab tante Nur.
“Hati hati dijalan ya mbak, Her!!”
“Iya buk.. /Iya dek… Mari…!” Jawab kak Heru dan tante Nur.

“Eh kak, tolong kesini bentar ya..!” Kata ku menarik lengan kak Heru kekamarku.
“Ada apa Roy??” Tanyanya.
“Bentar kok..!” Kataku, Kulirik Mama dan tante Nur hanya memperhatikan kami, lanjut ngobrol dikit.

Sesampainya dikamar.
“Apaan sih Roy??”
“Ssstt.. Eh kak, tante Nur udah tau apa belum?? penyebab kematian papa, dan hubunganku sama mama??” Tanyaku.
“Ya belum lah, itu kan Rahasia.. ” Jawabnya.
“Hmmm… Mama juga belum tahu hubungan kakak sama tante Nur kok..!” Kataku.
“Ya baguslah, ini kan Rahasia kita berdua 😃😃!” Jawabnya..

“Mmmm… tapi gimana kalo kita beritahu semuanya?” Tanyaku.
“Eeeeeeh??? Kau Gila??.. maksudmu apa??” Kak Heru jadi bingung..
“Gini kak, mama kan masih agak sedih, mm terus, tujuanku, jika mama tahu kakak dan tante juga berhubungan, kali aja bisa ngurangin rasa sedih dan rasa bersalahnya.. agar bisa membuka pikiran mama, ternyata bukan kami saja yang masuk dalam hubungan incest ini,, walaupun hal ini sangat tabu, tapi nyatanya, diluar kami juga ada, mungkin juga banyak, orang orang yang memiliki hubungan sedarah seperti kita ini….!” Jawabku.

“Hmmm…. gitu ya… Hehe ternyata kamu udah bisa mikir dewasa juga ya.. 🤣. udah mikir perasaan mama kamu.. Oke deh tenang aja..!”
Jawab kak Heru.

“😁😁 makasih ya kak.. Aku gak tau harus gimana balas kebaikan kakak pada kami..!” Jawabku.
“Santai aja bosss.. Sebagai anak buah bos muda, aku siap laksanakan tugas….🤣!” Jawab kak Heru.
“Ah.. jangan gitu dong kak.. !” Kataku.
“Hahahaha🤣🤣🤣!” Tawanya.

Akhirnya mereka pamit pulang..

🛵🛵🛵🛵🛵🛵🛵🚥🚦🚥🛵🛵🛵🛵

“Mau makan apa ma??” Tanyaku, selama seminggu ini aku yang selalu keluar beli makan, sekalian beli keperluan mama, namun kalo mama takut sendirian dirumah, Ia menyuruhku pesan gofood aja.
“Order aja ya??” Tanya mama.
“Gak kelamaan ma??” Tanyaku balik.
“Hmm.. gak papa deh, kalo kamu keluar mama sendirian dong!” Jawabnya.
“Ato makan diluar aja?” Tanyaku.
“Emm.. males ah…,!” Jawabnya.
“Ya oke deh….!” Balasku.

Mama memesan spagety sama kentang, aku pesen burger.. Sementara menunggu pesanan kami datang, aku terus berusaha menghiburnya.

“Mama gak usah sedih lagi ya !!” Kataku.
Dia hanya tersenyum lalu memelukku, entah kenapa perasaan hangat pelukan seorang ibu kembali kurasakan, bukan rasa pelukan dari wanita lawan jenis. Agak lama aku berada dalam pelukannya..

“Mulai sekarang Roy akan berusaha keras dan belajar sungguh sungguh, agar bisa meneruskan usaha papa, & bisa bahagiain mama!” Kataku.

*Sugh.. sughh.. Kudengar mama sepertinya malah teringat lagi. Sial.. padahal niatku sih pingin dia lupain semua yang telah terjadi.

“Yahh.. kok malah nangis sih ma.. maafin Roy, kalo malah ngingetin papa, Maksud Roy cuma ingin mama lupain semua yang terjadi, dan ingin mama jalanin kehidupan seterusnya selalu bersama Roy…!” Kataku lagi.

“*Sugh.. I.iya mama ngerti kok..!” Jawabnya.
“Kalo gitu jangan sedih gitu dong… !” Kataku sambil memegang kedua pipi mama sambil jempolku mengusap air matanya.

“O iya, kalo toko mama gimana??” Tanyaku mencoba mengalihkan perhatiannya.
“Mmm.. kemarin Ita juga sempet nanya.. Kubilang boleh buka mulai senin besok..!” Jawabnya.

Mbak Ita juga hampir seminggu ini kerumah kami, kalo kak Heru dan tante Nur punya waktu senggang menemani kami dimalam hari, sedang mbak Ita kadang dari pagi sampai siang, kadang siang sampai sore, kadang juga seharian disini. Bantu mama bersih bersih, juga sering masakin kami.

“Gitu ya.. !” Jawabku tersenyum.
“Tanggal 2 bulan depan kamu ada acara??” Tanya mama.
“Nggak sih ma, emang kenapa?” Balas kutanya.

“Tadi siang pengacara papa telfon mama, katanya tanggal 2 bulan depan kita diminta datang ke kantornya, buat urus asuransi dari papa, sama balik nama CV nya. katanya sih tinggal tanda tangan aja, ini lagi diurusnya.. kemungkinan selesai awal bulan depan!” Kata mama.
“Mm… Ternyata papa sudah mengantisipasi semuanya ya??” Tanyaku.

“Iya itu udah lama papa dan mama urus.. Ya jagain kalo terjadi sesuatu pada papa, ada pengacara yang urus semua administrasi, dan proses pelimpahkan harta kekayaan padamu!” Jawabnya.

“Ehh???? Semua jadi atas namaku??” Tanyaku kaget..
“Iya.. kira2 emang gitu surat wasiat papa yang ia tulis..!” Jawab mama.
“😨😨😨😨” Aku hanya melongo, karna tiba tiba jadi jutawan 😂.

“Mama gak takut kalo uangnya aku abisin? 😂😂!” Godaku..
“Yaa.. mungkin mama akan kabur dari sini, dan mungkin juga ujung ujungnya jadi pelacur 😂😂!” Jawabnya.
“Ehh.. 😨😨 mama jangan ngomong gitu ah.. ngeri dengernya🤦🤦..!” jawabku.

“Baru tahu kan… perasaan mama waktu dulu kamu bilang mau pergi dari sini terus jadi gigolo..!” Jawabnya sinis.
“😊😄.. I..iya itu kan dulu ma.. !” Jawabku.. Aku senang sekali mama sudah mulai bisa diajak bercanda..

Tanpa terasa waktu berjalan cepat sampai pesanan kami tiba..

Saat sedang makan kupancing mama dengan beberapa pertanyaan.
“Mmm.. Kira kira.. mama percaya gak sama kak Heru.??!!” Kataku.
“Mmm.. Maksudmu???” Mama nanya balik.
“Ya.. waktu kejadian itu,, mm aku gak bermaksud ngingetin kok ma, cuman, biar mama gak terlalu mikirin itu aja!” Jawabku.
“Gimana ya,!! fifty fifty sih..!” Jawabnya.

“Kalo aku sih percaya 100% padanya..!” Kataku.
“Mhhm??? Alesannya apa?? kamu bisa percaya banget sama Heru?” Tanya Mama.
“Hehe… Karena Kak Heru sama tante Nur juga seperti kita😄😄😄!” Jawabku.

“Hmm??? Mgg.. hukk..uhukk….!” Mama melotot sampai tersedak.
“Eh.. ma..mi..minum.ini minum..!” Aku segera menyodorkan minum padanya..
“*Glup..glup.. ah..uhukk..aaa.. ap.. huk.. apa??? maksudmu???😨😳 ” Mama.

“Ya benar… Sebetulnya kami ingin merahasiakannya sendiri.. Dulu aku pernah ngomong semuanya sama mama kan, kalo aku bisa dapetin mama emang sudah kurencana,, Sama.. Kak Heru juga… punya rencana sendiri sampai akhirnya bisa dapetin tante Nur… Awal mula Aku dan Kak Heru sekongkol, waktu aku kabur & nginep dirumahnya dulu.. ya…kami punya peran masing2 lah, saling tuker informasi, aku nyari info dikamar tante Nur saat mereka kerja, sementara kak Heru nyari info dari mama 😉..!” Mama masih melongo mendengar penjelasanku.

“J..j.jadi Mbak Nur dan Heru???!!!” Mama masih belum percaya..
“Tadi aku sempet ngomong bentar sama kak Heru kan, aku minta tolong padanya, agar dia ngomong ama tante Nur tentang hubungan kita dan kejadian waktu itu.. !”

“Tapi…..!” Potong mama.
“Mama jangan salah faham dulu, tujuanku.. tidak lain, agar mama gak terbebani dan terlalu merasa bersalah pada papa… Aku ingin mama tahu, kalo sebenarnya… diluar sana,, ada.. dan mungkin banyak.. kisah hubungan sedarah seperti kita… Itulah alasanku, kuminta kak Heru cerita sama tante Nur, agar aku bisa cerita ke mama, tentang hubungan kak Heru dan tante Nur.. jadi kita bisa fair, saling membuka rahasia..!” Jawabku.

Mama diam…
“Itu sebabnya, aku bisa benar benar percaya sama Kak Heru…!” Jawabku lagi..
“Mmmh.. Ah.. Haha.. gila.. kita memang sudah gila ya!” Kata mama.. Entah apa yang difikirkannya kini…

“Dan … Akulah yang paling gila diantara kita ma, Yang terhasut iblis sehingga punya hasrat dan obsesi pada mamanya sendiri,,. yang udah bujuk kak Heru ikut tenggelam dalam hubungan gelap ini…. sampai pada akhirnya, papaku sendiri……!”
“Udah Roy… Kamu juga jangan nyalahin dirimu sendiri… Mungkin ini sudah takdir kita menanggung dosa terindah ini… !” Potong mama lagi..
Akupun tersenyum mendengarnya..

Waktu tidak akan bisa diputar kembali.. Kita hanya bisa berusaha dan berjuang mencari kebahagiaan dalam menjalani sisa waktu yang kita miliki didunia ini..

Selesai makan malam, rasa kantuk mulai terasa, walupun seharian gak ngapa ngapain.
“Mmm.. Roy.. M..malam ini.. t..temenin mama ya!” Kata mama malu malu.
“😊😊.. Tentu..!” Jawabku. Memang Sejak kematian papa, aku dan mama tidak pernah bercinta. Tentu rasa bersalah yang masih menyelimuti kami, membuat kami enggan melakukannya. Tapi… malam ini, setelah kuceritakan rahasia Kak Heru sama tante Nur, sepertinya gairah mama mulai terpancing lagi.

Di kamar Mama, aku tidak mau mengambil inisiatif, hanya mengikuti alur, apa yang ia inginkan. Kami masih berbaring dan berselimut diatas kasur.

“Eee.. Roy.. Kamu tahu ceritanya,…. gimana Heru bisa,,, mmm… itu.. sama Mbak Nur??” Tanya Mama.
“Hehe.. Aku sendiri juga nggak nyangka ma, dibalik sikap dan kesehariannya yang terlihat biasa saja, mungkin sebagian orang yang baru kenal tante Nur, dikiranya judes dan galak 😄,.. Tapi…!” Aku diam sebentar, memancingnya agar penasaran.

“Tapi kenapa???” Tanya Mama..
“Ternyata libido dan gairahnya gila banget …!” Jawabku.
“A..a..pp. M.masa sih?” Mama semakin penasaran.
“Huum, aku lihat sendiri,, kejadiannya waktu aku nginep di rumah kak Heru dulu, saat di teras, waktu kuceritakan kisahku, lalu kami mulai memikirkan dan merancang rencana masing masing, rencana awal kami saling tuker info, aku nyari info tante Nur, kak Heru nyari info dari mama, sampai kami saling ngelamun, tiba2 tante Nur datang, Eh malah melongo lihat tonjolan disarung kak Heru, dan paginya kujalankan rencanaku, mencari suatu petunjuk di kamar tante Nur, aku sendiri sampai mematung melihat apa yang kutemukan…!” Jelasku..

Ehh.. ada apa dikamar mbak Nur?” Tanya mama semakin antusias.
“…. Ku temukan dildo berserakan dikasurnya, apa lagi ada bekas basah dikasur, seperti orang ngompol 🤣😂!” Jawabku.
“Hah?? Beneran tuh..?” Wajah mama mulai memerah, nafasnya pun mulai memburu.

Kuceritakan semua yang kuketahui, dan bagaimana proses ekse kak Heru sama tante Nur. Tanpa terasa dibalik selimut, mama yang menghadap miring kearahku, kami saling raba kemaluan.. Ku korek memek mama, sementara tangannya mengocok lembut kontolku..

Kami saling diam, hanya tangan dan kemaluan kami yang bicara.. Aku pura pura pasif, kutahan nafsuku, agar dia sendiri yang menulai, Mungkin karena sudah gak tahan, mama memelorotkan celana dan CD ku, ia segera menaiki tubuhku.

‘Slebbbb..”
“Ahhh../Uhh..”
Tubuhnya sedikit bergetar. Perlahan ia mulai menggoyang pantatnya.

‘Slebb..slebb..slebbb..’
Senakin lama semakin panas…
‘Plok..plokk…plokk..’
“Ahh.. ohh.. mmhh… ssst.. hahh..”

Kunikmati sensasi nikmat sambil meremas pantatnya.. Iseng iseng kulumuri jariku dari cairan meneknya yang membasahi kontolku, kugesekkan pada area lubang pantatnya..
Mamapun semakin liar bergoyang.. Kubasahi lagi jariku, dan kutekan masuk kelubang pantatnya..

“Plokkk.mplokkk .plookk.. Serr…serr..serr..!”
“Ahh..hahh..hoghh.. hyahh.. heggggghh…!”

Tubuhnya mengejang, menyemprotkan cairan diatas perutku.. Jariku serasa tersedot masuk kedalam anusnya… Kubiarkan ia menikmati orgasmenya.. Setelah reda, sekarang giliranku mengambil kendali, kurubuhkan tubuhnya, segera kutindih dan kuhajar memeknya..

‘Plokkk.plokk.plokk..’
“Hsg..hsss..hemm..mhgg.. ohhhh..”

Saat aku mau sampai, kumasukkan jariku lagi ke anusnya..
“Ahh..hahh..Ohh.. haagggg…”
“Crooott..croot..crott../serr…serr..serr..!”

Kuhujamkan sedalam dalamnya..
“Hahh..hHh.. mmhh. mcupp..slurpt..mcipo.hwah..”
Kami saling berciuman mesra.. Kuputuskan untuk hari ini seronde dulu. aku hanya ingin sedikit menghapus kesedihan dihati mama..

POV HERU

Tak kusangka Bu Indah menawari Mama untuk memegang perusahaan pak Budi, kemungkinan sampai Roy lulus kuliah dan siap menjadi penerus.

“Makan dimana Ma??” Tanyaku pada mama saat perjalanan pulang dari rumah Roy.
“Mmm.. dimana ya?? Ke Resto Lesehan yuk.. Mama pingin makan seafood..” Jawab Mama.
“Okeee… Meluncur sayaangg..” Jawabku.
Mama tak menjawab, tapi semakin erat pelukannya, terasa teteknya yang empuk menempel dipunggungku.

Sesampainya di resto, aku pesan gurame bakar, jus jeruk, sama kopi, sementara mama pesen kepiting, udang, kerang, sama minum Jus Alpukat….

Sambil makan kami ngobrol dikit..
“Mama beneran siap pindah ke pabrik bu Indah?” Tanyaku.
“Mm.. yaa,, kalo urusan siap sih, agak kurang, tapi mau gimana lagi, kasihan juga kan dek Indah, lagian ini juga rasa terima kasihku padanya, udah beri kerjaan kamu..!” Jawab Mama.

“Maksudku mama beneran sanggup 😂??” Tanyaku lagi.
“Yee.. jangan remehin mama ya.. kalo udah lihat sistem kerjanya, laporan keuangan dan data supplier sama konsumen mama yakin bisa… Tau nggak sebenernya waktu itu mama disuruh pilih, perpanjang kontrak, atau pindah di kantor pusat, tentu dengan gaji yang lebih tinggi.. makanya mama gak bisa putusin dalam waktu dekat ini, eeh tau tau dek Indah suruh pegang pabriknya..!” Jawab mama.
“Hehe.. mama emang wanita hebat… karir oke, seorang ibu yang sayang ama anaknya..😃… apa lagi pas di……ranjang…. bener bener wanita perfect dah😂😂😂 !” Kataku.
“😄😆😆.. kamu bisa aja..!” Jawabnya senyum malu malu senang..

“Kirain aku udah gak bisa kerja di tempat Bu Indah, Sebenernya sempet nyari loker juga ma, dipabrik atau supir pribadi lagi, ada yang respon, sayang diluar kota, kupikir pikir lagi, ah nanti mama sendirian, gak jadi deh😅..!” Kataku.

“Apa??? Kamu kok gak bilang sama mama sih.. Jelas mama gak setuju.😤. Kalo urusan nyari kerja, bilang sama mama dong, chanel mama banyak, yang penting jangan diluar kota..!” Suara mama malah meninggi, tentu aku tahu msksudnya. 😅.

“I…i.ya gak usah ngegas gitu dong ma, tadi kan udah ku bilang gak jadi 😅😅!” Jawabku.
“………….!” Sial dia malah diam 😓.
“Mmm….. ma.. nanti ada yang perlu aku omongin nih.. tapi dirumah aja ya??!” Kucoba memancingnya..
“Emang kenapa kalo disini??” Tanya mama.
“Mmmm…. rahasia… 🤣!” Jawabku.
“Huhh.. bikin penasaran aja.. cepetan ngomong…. !” Katanya..
“Nggak…. udah kubilang kan.. ini rahasia..”
Matanya menatapku tajam… Aku sih pura pura cuek.. Karna gak ku gubris.. Ia cepat cepat menghabiskan makanannya..

“Ayo pulang sekarang…!” Ajaknya …
“Ehhm.. belum abis nih ma.. !” Jawabku.
“Ya udah kuberi waktu 5 menit..!” Jawabnya sewot.
“Yaaahh.. belum ngopi juga ma..!” Protesku.
“Ntar Mama bikinin dirumah…. Tinggal 4 menit..!” Jawabnya tanpa menatapku.
“Whaat.. 😨😨😨!”
Aku pun segera menghabiskan sisa makanku, sampai hampir tersedak.. kulihat mama melirik sambil senyum senyum.. Siall.. 😰.

5 menit selesai, mama langsung berdiri dan membayar ke kasir, nasi tinggal 2sendok,, sementara siikan masih separuh lebih, aduh kasihan tu ikan belum ku abisin 😔. Segera kuminum jusku, kulihat mama udah keluar.. 😔😔..

Saat dalam perjalanan mama terus menanyakan apa yang ingin kubicarakan, memang sih, ciri ciri orang pintar, rasa ingin tahunya tinggi sekali.. 😮. Namun tetap tak kuberitahu, malah kupelankan motorku dalam perjalanan, karena merasa kupermainkan lama ia emosi juga. mama sempat menarik gas sambil marah marah sampai kami hampir jatuh, Akhirnya kulaju motorku seperti biasanya 🤣.

🛵🛵🚥🛵🚥🛵🛵🛵🛵🚦🛵🛵

Sesampainya dirumah….
“Jadi mau ngomong apa??” Mama langsung nanya saat kami baru masuk rumah.
“Bentar ah, mau ganti baju dulu, biar enak ngobrolnya….!” Jawabku ngeluyur kekamar.
“Haaaaahh ga usah sini sini..!” Mama merak lenganku menuju sofa ruang tv.

“Jadi… apa??!”
“mmm… mulai dari mana ya.. ceitanya panjang sih ma..!” Jawabku..
“Ya pelan pelan aja ceritanya..!” Jawabnya.
“Mama tau gak?? Tentang hal penyebab kematian pak Budi…”

“Ha?? Emang kenapa?”
“Ya ellahhh.. belum selesai ngomong maa..!” Kataku karna tadi Ia memotong..
“Hehe😅..!” Dia malah ketawa.

“Pokoknya mama dengerin.. Jangan motong omonganku dulu… eh tadi sampai mana😂??”
“Dasar… tadi kamu mau bilang penyebab kematian pak Budi..!” Jawabnya.

“Oh..ya.. gini… Waktu itu aku kan sempet ngomong sama mama dan Ella, kalo aku mau keluar kota, antar pak Budi.. paginya.. saat kami dalam perjalanan, sampel barang dan beberapa berkas yang akan dikirim ketinggalan dirumah, mau gak mau kan kita balik.. saat kami tiba dirumah, aku mengikuti pak budi mengambil barang yang ketinggalan tadi, sementara ia mau ambil berkas berkas dikamarnya, Saat itulah kami melihat sesuatu yang benar benar mengguncang mata, hati, dan pikirannya..!”

“Ha?? Lihat apa??” Mama memotong lagi..
“Dalam ruangan kamar yang baru saja selesai direnovasi jadi ruang fitnes untuk Bu Indah, Roy dan mamanya sedang ngewe….!”

“Aaapaaaaaa😨😳😳😱??” Mama benar benar terkejut mendengarnya..
“J..jadi R..roy dan dek In.dah j.juga gituan??”

“😔😔 Waktu itu sebenarnya aku bingung, bagaimana caranya agar pak Budi gak mergokin Roy dan bu Indah, … sempet dalam perjalanan kutelfon namun gak diangkat..!” Jawabku

“Eh??? maksudmu??” Mama mulai bingung.
“Yaaa… sebenarnya… aku udah tahu…!” Kataku.
“Apa???” Mama semakin heran.
“Roy juga tahu hubunganku dengan mama!” Jawabku.

Haa😨😨?????!” Mama jadi panik.

“😛😛😛😛.. Tahu nggak?? Sebenarnya semua ini udah rencana kami, 😝😜.. Mama jangan salah paham dulu,, tapi dalam kasus kematian pak Budi, itu benar benar diluar dugaan kami.. … !” Jawabku.

“😓😓😓😓”! Mama hanya diam.
“Oke.. biar kuceritakan dari awal……….!”

Akhirnya aku telah membuka semua rahasia yang kupunya pada mama, termasuk kejadian detail saat aku berhasil mendapatkan Ella..

“Ya .. Gitu deh ma… Sebenarnya aku dan Roy bermaksud merahasiakan ini, tapi tadi saat kita mau pulang, Roy memintaku cerita sama mama, karena dia berencana menghibur mamanya, dengan memberitahukan hubungan kita, dia bermaksud, agar mengurangi perasaan bersalah bu Indah, kalo ternyata diluar juga ada, mungkin banyak hubungan sedarah seperti yang kita alami ini….!”

“Eeemmm.. j.jadi gitu..!”
Mama akhirnya faham semua ceritaku, tapi tersirat malu di wajahnya, kalo ternyata ada orang lain yang tahu hubungan kami, juga tentang rahasianya mengoleksi mainan seks.

Melihat ekspresi malunya aku jadi horny 😂. Segera kutarik tubuhnya keatas pangkuanku. Dan kulumat bibirnya.
‘mcup..mwah..mmmh..sslrptt..’

“Hugg..” Kuangkat tubuh mama.
“Ahhh… heiii….mmhp.. hehe.. dasar..” Mama hanya tertawa manja saat kugendong menuju kamarnya, sambil sesekali ciuman mesra.

‘Brugg..’
Kujatuhkan tubuhnya diatas kasur..
‘Greett’
Kugeser kursi didepan meja riasnya menuju samping lemari.
“Eh ngapain??” Tanya mama heran.
“Hehehe..” Aku hanya tertawa..
“Hah!!! K..kamu mau pakai itu??” Mama mulai mengerti apa yang akan kulakukan..

“Nggak pernah makai ini lagi ma??” Tanyaku saat mengambil kardus berisi sekstoy diatas lemarinya, lalu turun lagi disamping tempat tidurnya.

“Mmm… n.ngapain pakai itu lagi 😄😄! Kan udah ada yang lebih istimewa 😆😆!” Jawabnya sambil bangkit lalu duduk besimpuh didepanku sambil mengelus kontolku yang masih tertutup celana.

‘Klik…Kreekkkk’
Ia buka ikat sabuk, kancing celana beserta resletingnya. Ia senyum senyum memandangku sambil mengelus kontolku dibalik CD,
‘Plakk…’
“Ahh..mm hihi..”
Saat CD ku dipelorotkan, kontolku langsung menghantam wajahnya, ia elus sambil menggosokkan ke wajahnya.

“Huhh… sayangnya, mama gak bisa nikmatin sendirian,, mcpm..slrpt..!” Kata mama mulai memainkan lidahnya dikontolku.
“Ahh.. mm..h maksud mama??” Tanyaku sambil merem melek menikmatinya.
“Ya.. kan harus berbagi sama Ella..!” Jawabnya..
“Hehe.. tapi yang paling banyak dapet kan mama 😅😅!” Jawabku.
“Iya sih… hihi🤣🤣🤣!” Jawabnya sambil ketawa..

“Ahh.. ma.. udah pernah coba. main di belakang gak 😂😂?!” Godaku, kali aja dia mau diajak main dari belakang 🤣🤣.

“Mccp.. mmhh belum sih… Kamu mau?” Mama malah balik nanya seolah olah nantangin..
“Beneran boleh ma??” Tanyaku bersemangat..

“Nggakkk!” Jawabnya pendek..
“Yahhh… percuma ambil ini dong!” Kataku sambil menyodorkan sekotak sextoy tadi.

“mmcp.. *ploop.. Hihi jadi tujuanmu itu?” Kata Mama setelah melepas sepongannya.
“mmm… mama takut kalo sakit!!” Jawabnya sambil melepas seluruh pakaiannya. Akupun ikut melepas pakaianku.

“Kalo mama gak mau ya udah…!” Kataku pura pura ngambeg, sambil membuang kotak sextoy tadi keatas lemari.

‘Brakk..’
“Eh!!!!” Mama kaget, menatapku, tapi kubuang muka.
Segera kudorong tubuhya telentang, dan kuarahkan kontolku kememeknya..
“T.ttunggu.. tuggu…!” Kata mama menahan perutku lalu bangkit duduk didepanku.
Kami saling pandang, emang agak kecewa juga, ternyata mama menolaknya.

Ia berdiri dan meloncat kekursi tadi, lalu ia ambil lagi kotak sextoy tadi, dan membawanya disampingku.

“Ehh ma??” Tanyaku pura pura protes.. padahal seneng banget 🤣.

“Mama gak mau, kamu yang lagi badmood ngewein mama, mama pasti juga gak nyaman!!” Jawabnya sambil membuka kotak tadi dan mengambil dildo serta sebotol pelumas yang tinggal seperempat botol.

“Eh.. t..tapi ma??” Tanyaku lagi.
“☺🙂,, Ini bukti cinta mama padamu… Mama rela kau apakan saja, asal jangan hianati cinta mama.. !”Jawabnya sambil tersenyum tulus. Sial mataku jadi memerah mau nangis mendengar kata katanya.. Segera kupeluk tubuhnya..

“Maafin aku ma!” Kataku.
Perlahan kulepas tubuhnya dan kucium bibirnya.
‘Mcp..mhh..slrptt..pwaah..’
Kulepas ciumanku, dan kurapikan lagi dildo serta pelumas kedalam kotak.

“Ehh??” Mama heran melihat tingkahku.
“☺☺🙂🙂. Ini juga bukti cintaku pada mama, aku gak mau mama sakit (*di anal)…!”
Jawabku sambil berdiri mau mengembalikannya lagi. Tapi mama juga berdiri dan menariknya.

“Sini.. mama bilang boleh kan!” Katanya.
“Gak usah ma.. Udah gak pingin lagi kok!” Jawabku.
“Aaaa.. pokoknya iya…” Katanya lagi.
“Nggak maaaaa!” Jawabku.

Apa apan ini, kami malah saling rebut kotak dildo, mama yang sebelumnya menolak, kini bersikeras memainkannya, sementara aku yang tadi sempet pingin, juga bersikeras menolaknya.

‘Brug..’
“Eh??/Eh??”
Tanpa kami sadari tiba tiba kotak dan isinya jatuh kekasur, sementara tangan kami berebut tutupnya saja 😂😂.

“Hihihi.. Tuu kan, mainannya minta dipake🤣🤣🤣!!” Kata mama sambil ketawa..
“A…aa… T..tapi ma..!” Protesku.

Tanpa babibu, mama langsung duduk, mengambil dildo, dan melumurinya dengan pelumas.

“T..tunggu Maa???” Protesku lagi..
Namun ia segera berbaring, dan mencoba memasukkan dildo tadi, kedalam lubang pantatnya. Lalu aku ikut berbaring disampingnya.

“Mama beneran gak papa??”
“Mmh.. ngguh.. eg..” Dia melenguh, kulihat hanya separo palkon dildo yang masuk.
Kupegang tangannya.

“Udah ma, gak usah dipaksain..!” Kataku.
“Heggg….gah..hah..” Ia malah nenekannya lagi, kulihat palkon dildo udah masuk.. Matanya mulai basah, mungkin menagan sakit. Sial antara nafsu dan kasihan padanya, terasa mengaduk dipikiranku.

“Maaa…..mcp.mm mhmmh slrpt pwahh!” Aku mencoba protes lagi, tapi mama malah melumat bibirku. Kami saling menatap, tersirat kesungguhan dimatanya, kalau ia rela dan siap kuanal.

Aku segera beringsut didepan selangkangannya. OMG.. mataku melongo melihat apa yang ada didepanku, pantesan, dildo yang ia pakai paling gede sih..
“Ma.. kok langsung pakai yang ini?” Tanyaku.
“Mm..ah.. ya.. yang itu kan hampir seukuran sama punyamu..” Jawabnya..

Aduuhh maaa.. gini lo, tadi sebenernya aku mau mainin pakai jari dulu, sambil kulamasin dengan pelicin, besok atau kapan kapan, kalo udah terbiasa baru pakai ukuran dildo yang paling kecil, seterusnya bertahap dengan dildo yang lain sampai mama bener bener siap kumasukin, bukan langsung nyobain sekarang 🤦🤦!” Jawabku.

“E..e..e. gitu ya 😅😅! K..kamu gak bilang sih..!” Jawabnya.
“Huuuh..!” Lenguhku.
“Ya udah.. terserah deh..!” Jawabnya.
Perlahan kucabut dildo tadi..
“Ahggg….*ploop Gahh..hah..hah..” Lenguhnya.

Karena tadi udah dicoba dildo yang agak besar, jadi kupikir tanpa harus pakai jari dulu. Lalu Kuambil dildo terkecil, lalu kulumasi, perlahan kumasukkan kelubang pantatnya.

“mhg..ahh…ahgg..uh..mm”
Untuk mengurangi sakitnya, kujilati clitoris dam memeknya..
‘mcupm…slurpt..slupt..slurpt’
“Ahh..mmhh..sst..oh..yahh.. ohg..”

Memang agak sulit, kulihat baru palkon lebih dikit dildo yang masuk. Oke.. sementara hari ini segini dulu batinku.. Kontolku yang sudah tegang dari tadi segera kupisisikan didepan memeknya.

“Ehh.. udah??” Tanya mama.
“Belum ma, untuk hari ini segini saja!” Jawabku.
Ia mendorongku, sepertinya ingin melihat seberapa jauh dildonya masuk.
“Lanjutin dong sayang… Mmm… gak tau .. rasanya kok.. mm aneh .. tapi gak sakit kok..!” Kata mama.

Aku hanya tersenyum,
“Santai saja ma, untuk hari ini segini dulu ya, hehe. mcup…slurpt!” Jawabku sambil melumat bibir, dan membaringkan lagi tubuhnya.

Kubuka lebar kedua pahanya, lalu kutekuk keatas, wow.. pemandangan yang menakjubkan, memeknya kembang kempis sepertinya lapar dan haus sekali 😅😂, sementara lubang bawahnya terganjal ujung dildo ikut bergerak gerak dikit, padahal itu hanya dildo manual tanpa getar, mungkin karena empotan di pantatnya kali. Sial aku semakin bernafsu, segera kutempelkan palkonku kememeknya, dan..

‘,Blessssss..’

“Augghhh../Ohhh..” Lenguh kami bareng.
‘slebb..slebb..slebb..’. ‘Mcup..mhh..hwah..mhhmm’
Kugoyang pelan sambil berciuman.

Beberapa menit kemudian, aku bangkit, kuputar tubuhnya agak miring, masih sambil mompa, kumainkan dildonya dengan tangan kiriku, kuputar putar dan mencoba memasukkannya lebih dalam.

“Ahh..hah.. ohh.. yess.. mmhh.. ahh.. ak..u.kl.. gyaaaa… hegggghh..heggg..” Mama mendesah desah dan berteriak ketika sampai.. Tubuhnya bergetar, memeknya menyemprotkan cairan banyak sekali.. sampai membasahi perutku.. Kudiamkan sebentar, membiarkannya istirahat sambil menikmati orgasmenya.

“Hah..hahh..hagh… l..lagi..” Mama mengisyaratkan tubuhku untuk telentang. Perlahan ia naik tubuhku, namun tengkurap,
Ia cari kontolku dengan tangannya, lalu membimbingnya masuk..

“Ohhh../ hahhh”
‘Sleb..slebb.slebb.. ‘
“Mcup..msmh..slurpt.. mch. hah..”

Aku mengerti, kalo posisi duduk tegap diatasku, pasti terganggu dengan dildo yang masih menancap di memeknya. Jadi ia bermain dengan memaju mundurkan panyatnya. Kuremas pantatnya, sambi sesekali memaju mundurkan dildo dipantatnya.

“Mhh..ohh.. ahh.. sst.. Yeahh.. uhh..sst..mmh”

Desahan dan lenguhan kami terus menggema, walaupun dengan gerakan lembut.
Lama lama kurasakan nikmat dikontolku mulai menjalar diseluruh tubuh…
“Ah.. ma.. ak.ku mo.. kel.uar….” Desahku.
“Uh.. hah.. uya.. keluarin saya… .angggghhhggg..ghaahh..” Mama sempet kaget sampai terbelalak, karna kucabut paksa dildonya, dan langsung memompanya dari bawah. Tubuhnya kini duduk tegap dan pantatnya mulai naik turun mengimbangi pompaanku.

‘Plokk..plokk..plokk..plook..’
“Hahh.. hahh..hahh..hahh.. hagghh..”
“Ohh ..ma.. yess.. hah.. ugh.. Hegghh..”
‘Crott..croott..croott..’
‘serr…serr….seerr….’
Kuraih puncak bersamaan,

‘Hah.. hahh..mhh.mcup..slrupt..hah..hssh..’
Kami menikmati sisa puncak dengan ciuman lembut..

Kupeluk tubuhnya, kuambil selimut disampingku untuk menutupi tubuh kami, kujatuhkan kesamping tubuhnya, masih dalam dekapanku, kukecup keningnya, perlahan kamipun tertidur..

😙😚☺😴😴😴😪😪😪😴😴

🌃🌃🌃🌃🌌🌌🌃🌌🌌🌃🌌🌌

Satu bulan telah berlalu, Kini mama sudah resmi manajer utama di pabrik Bu Indah. Semua administrasi dan denda kepindahan mama dari tempat kerja sebelumnya sudah clear.. Mobil yang dulu dipakai antar jemput pak Budi kini berada dirumah kami. Tapi setiap akhir pekan Mama selalu berkunjung kerumahnya, memberikan ringkasan laporan mengenai keuangan pabrik pada bu Indah. Walaupun pada akhirnya hanya pada ngerumpi 😅😅.

Aku dan Roy sudah cerita semua pada mama kami, mengenai rahasia hubungan masing masing, namun mereka tidak pernah menyinggung masalah ini, yaa pastilah masih malu juga 😅.

Sementara mama dan Bu Indah ngerumpi di ruang keluarga, aku dan Roy ngobrol dikamarnya..

“Kak, sekali lagi makasih ya..!” Kata Roy.
“Makasih buat apa?” Tanyaku.
“Ya.. Berkat Tante Nur dan kak Heru kehidupan keluarga kami jadi terselamatkan..!” Jawabnya..

Kami juga Roy.. makasih udah ngasih kerjaan padaku dan mama 😃!” Kataku.
“Mmm… Sebenarnya aku ingin kasih suatu hadiah sama kakak.. Sebagai rasa terimakasih kami.. Tapi.. Gimana ya? Aku takut kalo kakak jadi salah paham…!” Kata Roy.

“Santay aja kalii.. Bukannya nolak atau gimana.. Kami bersyukur, semua kebutuhan kami udah tercukupi..!” Jawabku..

“Eeee… Bukan itu kak.. mm..maksudku… eee… kalo kakak mau… boleh kok nyobain mama.. hehe!” Pernyataan Roy benar benar membuatku kaget…

“Apa??? Kau gila ya..???” Tanyaku.
Bukannya munafik sih, Karena dulu sempat lihat adegan Roy dan Bu Indah, kadang aku terbayang bayang kejadian itu, sebagai lelaki normal sih pasti ada rasa penasaran juga 😂.

“B..bentar dulu kak.. tadi kan udah kubilang kalo kakak mau… Dan Ini bukti rasa terimakasihku pada kakak 😅😅!” Jawabnya.
“Y…ya gak gitu juga kali..🤤.. L..lagian… mana mungkin bu Indah mau sama cowok dekil kaya gini 😅!” Jawabku.

“Eh?? JADI KAKAK MAU ??” Tanya Roy dengan suara lantang..
“Ssssuuuuuttttt… Jangan keras keras…!” Jawaku.

“Tapi.. Beneran kakak mau??” Tanyanya lagi.

“😅😅 Y..ya laki normal mana nolak kalo sama Bu indah 😅🙊🙈😅!” Jawabku malu.
“Oke kak.. tenang aja biar aku yang urus..!” Jawabnya..

“Tapi kalo kupikir pikir.. Gak adil juga sih..!” Kataku.
“Eh?? Maksud kakak?” Tanya Roy.
“Gini aja, Gimana kalo Kapan kapan kita tukeran 😄😅??” Tawarku..

“Hah?? T.tapi..!” Dia protes.

“Yaaa.. kan biar adil.. masa aku boleh nyoba bu Indah, sedang kamu enggak boleh nyobain mama, tapi kalo tukeran one on one, eemm.. kayaknya aku agak keberatan sih… Tapi kalo bertiga aku mau, gimana?? 😅!” Jawabku.

“Aa..a..a…!” Roy masih ragu.
“Ya kalo kamu gak mau, jelas aku juga gak tega & gak mau dong…!” Sambungku.
“T…tapi kakak sendiri.. gimana??!” Tanya Roy..

“Kan udah kubilang, biar adil Roy.. Kalo kamu aja siap dan rela, tentu aku juga!!!” Jawabku.
“Hehe.. aduuuh kak.. aku gak tau mau ngomong apa lagi… beruntung sekali.. aku bisa mengenal kakak., orang terbaik dan paling pengertian dalam perjalanan hidupku..!” Jawabnya.

“Hehe.. Aku juga Roy,, kalo gak dekat denganmu, kehidupan yang indah dan bergairah dalam keluargaku juga nggak akan bisa kutemui 😆😄!” Jawabku.

Kamipun merancang rencana dan strategi baru untuk selingan dan bumbu pada kehidupan cinta kami, agar semakin bergairah.

POV INDAH

Setelah kepergian mas Budi, Kesedihan dan kesusahan hati yang kurasakan, memang sempat memukul keras.. Untungnya ada Roy, Mbak Nur, Heru, Ita, mereka adalah orang orang yang selalu siap membantu dan menolongku, memberiku semangat dan menghiburku.

Perlahan kesedihan yang menyelimuti hatiku mulai luntur.. Bukannya aku sudah lupa sama mas Budi, tapi aku berfikir kalau sekarang dia ada dalam diri Roy, terasa cinta dan kasih sayangnya benar benar sama seperti mas Budi dulu. Dan mungkin Tuhan telah memilihnya, sebagai pendamping hidupku sampai akhir nanti..

Kini aku dan Roy mulai berjuang melanjutkan kehidupan kami. Usaha pabrik kain dan pakaian peninggalan mas Budi kini sudah resmi teratasnamakan Roy sebagai pemilik, tapi kami pasrahkan pada mbak Nur sebagai pimpinannya, walaupun harus mennganti denda kontrak ditempat kerjanya dulu, yah.. mau gimana lagi, terus terang aku nggak sanggup melakukannya. Sementara Roy baru masuk kuliah. jadi nunggu Roy sampai lulus dan siap jadi pemegang sekaligus pimpinannya. Sedangkan toko ku masih dipegang Ita, kadang kalo lagi bosan dirumah aku kesana nyari teman ngobrol.

Kesibukan dirumah kuhabiskan buat fitnes biar tubuh sehat dan seksi 🤣, yah.. lawan mainnya kan pemuda onfire, kalo gak jaga stamina dan bentuk tubuh ntar Roy jadi bosan.. Roy sendiri tidak ambil kuliah diluar kota, lebih memilih universitas swasta dalam kota, tentu alasannya biar aku nggak sendirian dirumah.. Jadi setiap hari bisa pulang..

Hubungan kami pun semakin panas, terutama diatas ranjang, Roy juga mulai nakal, ia menyuruhku belajar memakai ‘butt plug’, sejenis sextoys buat latihan anal 😢.. Tentu saja aku nurut, aku sendiri juga penasaran gimana rasanya di anal 😅.. Saat pertama kali memakainya, emang agak sakit sama risih juga, namun kini aku sudah mulai terbiasa.

Pernah saat main ke toko kupakai mainan ini, tingkahku pun mungkin terlihat agak aneh, Ita pun menanyakan hal itu..

“Kenapa mbak?? dari tadi kok pegangin perut ama pinggang mulu??”
“Sst.. aduh…. anu ta.. mungkin kecapaian fitnes.. jadi ag pinggangku agak sakit 😅😅!”

“Mmm. .. kurang minum kali mbak.. kalo rajin fitnes tapi gak diimbangin minum yang banyak, katanya sih bisa bikin sakit pinggang..!”
“heh..hehe i.iya kali ta 😅😅!” Jawabku
“Tapi udah mulai kelihatan perubahannya kok mbak….!”
“Hmm?? Apanya..!”
“Wajah & kulit, udah kelihatan seger… !”

“Aw…” Jeritku saat Ita meremas kencang lenganku.
“Tuu.. otot mbak juga udah mulai kenceng 🤣🤣!”
“Kamu ada ada aja..!”
“Beneran.. Yang bisa menilai penampilan seseorang kan orang lain..😃, Pokoknya semangat terus dehh.. Biar bisa bikin body seksi kaya abg… terus ,, kali aja bisa gaet brondong 😂🤣😂🤣😂🤣!”

“😒😒😒 ngaco kamu…!”
“😝😝 Masa mbak gak ada niatan gitu.. mm.. tapi sebelumnya maaf ya… ee.. cari suami baru gitu hehe😜😜??”
“☺️☺️ Mm… gimana ya,,, ada Roy disampungku udah bikin aku bahagia kok It..!”

“Huuuuu..😑 kan beda mbak.. maksudku.. ya… kepuasan itulah…!”
“😅😅 iya aku ngerti kok.. mm.. itu gampang lah… kalo udah kualihkan pikiran ke hal lain nanti juga ilang kok 😅😅!”

“Hmm?? Masa sih… Yahh… sayang banget dong.. susah susah bikin tubuh seksi gak dipakai 😂🤣😂😂🤣!”

“😕😕 Udah udah .. malah bahas gituan..!”
“😂🤣🤣.. niatku kan buat support mbak, kali aja minat nyari pria lagi.. Kali aja aku bisa bantuin nyari kenalan… hehe..!”

“☺️ iya makasih Ta.. Yaa.. belum kepikiran tuh ta, buat nyari pendamping lagi…!”
“Jadi kalo mbak lagi pengen terus ngapain?? 🤣”

“😔😔 ya… paling colek colek dikit lah, kalo udah nyampe tidur deh, … ehhi sialan.. malah kepancing, jadi keceplosan 😑😒!”

“🤣🤣🤣 santay aja kalii.. jadi kalo nanti mbak udah ada minat… Boleh calling aku dah.. ntar kuusahain nyari kenalan..!”
“😕😜😜😜 Iya deh makasih…!”

‘Kling.. kling….kling..’

Suara hp ku bunyi.. Kulihat ada panggilan dari Roy..

“Halo sayang!!”
“Halo ma!!”
“Ada apa??”
“Mama di toko?”
“Iya…”
“Bisa pulang dulu gak ma??”
“Hmm? Emang ada apa??
“Aduuh kunci motorku hilang ma…. !”
“Ehh???”
“Tapi tadi aku udah minta tolong kak Heru buat nyusulin kunci cadangannya..! Jadi mama tolong baantu nyariin dirumah ya.. Biar kak Heru yang anter kemari..”

“Kamu taroh dimana?”
“Dikamar,, hehe agak lupa sih, kalo gak di lemari ya, mungkin di laci meja kamaarku..!”
“Mmm.. Oke oke.. Mama langsung cabut nih.. Eh.. tapi kalo Heru ada perlu atau disuruh mbak Nur gimana??”

“Tenang.. Aku udah tanya tadi… Katanya gak ada jadwal…!”
“Hmmm.. Oke deh.. Mama otw sekarang..!”
“Iya ma.. Hati hati dijalan.. Gak usah buru buru.. Ini juga masih nongkrong sama temen kok…”

“Eh?? Gak ada jam kuliah??!”
“Tadi ada info jam ketiga kosong, mungkin diganti minggu depan.. langsung 2 kali pertemuan..!”
“Gitu ya.. oke deh!!”
“Oke makasih ma!”
“Huum sama sama.. !”
Ku tutup telfonku..

“Roy kenapa mbak..?” Tanya Ita.
“Tadi bilang kunci motornya ilang, ini suruh pulang nyariin, tapi nanti yang anter ke kampusnya Heru..!”
“Ow.. gitu.. ”
“Ya udah aku balik dulu ya Ta..”
“Iya mbak hati hati dijalan..”
“Okee…”

🛵🛵🛵🚦🚦🚥🚥🛵🛵🛵

Ku laju motorku pulang, pelan pelan sih, kata Roy tadi juga suruh santay.. Lagian terasa geli kalo naik motor kenceng 🤣.

Sampai rumah Heru sudah memarkir mobil kami di samping gerbang.. Kihat dia duduk di depan gerbang sambil ngerokok..

“Eh.. udah lama nunggu Her, Maaf ya?”
“Nggak buk, santay aja.. barusan juga tiba kok.. niih rokokku aja belum habis separuh batang 😃!”

“Ya udah.. Ayo masuk dulu, bantu nyariin ya!! Soalnya Roy juga lupa naroh kuncinya dimana.. Seingatnya sih kalo gak di lemari, mungkin dilaci kamarnya…!”
“Oke siap buk..!

Waduh.. Jalanku.. Aku mencoba berjalan santai.. Moga aja sih dia gak sadar kejanggalan pada gerak tubuhku..

Setelah tiba dikamar Kusuruh Heru mencarinya dilaci.. Sementara aku mencarinya di lemari…

🕰️🕰️🕰️🕰️🕰️

10 menit lebih kami cari namun gak ada..
“Buk dilaci kayaknya nggak ada deh..!”
“Iya.. Di lemari juga nggak ada Her… Bentar aku telfon Roy dulu ya..!”
“Iya Buk..! Jawabnya masih sibuk mencari kunci disekitar meja kamar Roy.

“Halo Roy… Kami cari dilemari sama meja gak ketemu… Coba di inget lagi dong.. !”

“Waduh.. Masa gak ada ma?? mmm… dimana ya?? Coba cari lebih teliti aja dulu ma.. seingatku kalo gak disitu……*Krsk..krskk. $#$#&#…#$$&!” Jawab Roy. Tapi tiba tiba suaranya menjauh dan gak jelas.

“Halo .. Halo Roy??”
“*Krsk..krsk…..*&_$##$_#….&$####_#!”

“Eh ma… Kata temenku Jadwal jam ke tiga diganti matkul lain.. udah dulu ya.. Santay aja.. yang penting cari sampai ketemu.. bye…!”
“Ehh.. halo.. Roy…”
‘tut..tutt.tutt..’

“Yah dimatiin..” keluhku.
“Gimana buk?” Tanya Heru.
“Tadi dia bilang, sama kayak tadi… Seingatnya kalo gak di lemari ya di laci.. Eh malah dia tutup telfonnya, dan katanya jadwal ke3 yang harusnya tadi kosong di ganti mata kuliah lain..!” Jawabku.
“Mm.. gitu.. ya udah kita cari lagi aja buk…!” Kata Heru
“Huum..” Jawabku.

Lama aku berdiri sambil nyari, hampir setengah jam.. Kakiku jadi agak pegal.. Saat mau duduk dikasur Roy, tiba tiba Heru berbalik dan menyenggol tubuhku…

‘Brukk..’
“HAHHHH… O MY GOD… Hagghh.. hahh..” Teriakku.. Karena tubuhku terjatuh dengan posisi duduk sehingga membuat ‘Buttplug’ terasa tertekan keras masuk kedalam lubang pantatku..
“Eh?? Bukk?? Maaf.. Aduh.. Kenapa..Buk??” Heru reflek kaget mendengar jeritanku..

“,?Ahgg… add..ah.. gak papa kok Her…uhh.. p.pinggang ku .. tadi agak sakit…!” Jawabku.
“M…maaf buk..!” Heru jadi panik.
“I.iya gak papa kok.. tenang aja…!” Waduh gawat.. harus ku copot nih.. batinku.

“Ee… tolong cariin lagi ya.. aku mau.. ke kamar mandi bentar… !” Kataku.
“Ii..iya buk tenang aja..!” Jawabnya.

Saat berjalan anusku terasa ngilu.. Karena sesuatu yang mengganjal ini.. Sampai jalanku pun sempoyongan.
“Eh.. ibuk gak papa?” Heru mencoba menuntunku.
“I.iya tenang aja Her… Gak papa kok.. !” Aku mencoba berjalan seperti biasa.. Aduhh.. Sialan.. gara gara Roy nih jadi ribet gini…

Setiba dikamar mandi, segera kulepas celana serta CD ku, kuraih pangkal Buttplug. kutarik pelan pelann.
“Uhggg.. hahh…ouhhfggg… hah..hahh..hahh..”
‘Plop..’
Hah.. terasa lega sekali.. Tanpa kusadari CDku ternyata udah basah sekali terkena cairan memekku.. Masak tadi aku terangsang sih?? huh.. gila..

Saat aku kembali Heru masih sibuk mencari dikolong meja komputer Roy..
“Gimana Her?? Belum ketemu??”

“Belum buk… Eh??? Opsss😳!!” Heru sekilas membuka sebuah kotak dan segera mengembalikannya lagi.

“Hm?? Ketemu Her?” Tanyaku.
“Ah.. ng… b..belum buk.. 😅😅!”
“Tadi nemuin apa?”
“A..a..anu.. ng.ngak. papa kok.. 😅!”
Aku jadi curiga apa yang disembunyikan Roy disitu.

“Tadi kamu buka kotak itu kan? Isinya apa her?” Aku semakin penasaran.
“A..a…. i..sinya kosong kok buk..!” Jawab Heru gugup.
“Ah kamu ini.. coba lihat..!” Kataku meraih kotak itu..
“Eh buk..😳😨!!”

“😐😐😐😐😐😐😐!” Aku mematung melihat isinya…

Kulirik Heru 🙄🙄,, ia memalingkan muka sambil garuk garuk kepala..
Siaaaall.. kenapa ditaroh disini.. aku juga lupa Roy punya beberapa koleksi sextoy buatku.. Kenapa tadi nggak kepikiran sama sekali sih😳😨😵.

Aku benar benar malu, sampai gak bisa bicara..
“Mm… tenang aja buk.. aku bisa jaga rahasia kok..😅😅!” Kata Heru memecah keheningan.

“A…E… ha..ha.. 😅😅m.maaf ya..Her..!” Jawabku terbata..
“Mama juga punya banyak kok..😅.. Ya.. Roy pasti juga udah cerita ke bu Indah kan.. mm.. tentang .. hubunganku dengan mama…!”
Katanya.

“Eh.. mm.. a.. ha..ha.. i.iya sih… A..aku juga.. gak nyangka… 😅😅!”

OMG… Celana Heru!! Apa dia lagi horny ya??😅.. Kalo aku sih udah dari tadi waktu pulang dari toko…

“Ee.. Her.. mm.. sebelumnya maaf ya.. Aku sedikit penasaran sih…!”
“Iya buk?? Penasaran apa??”
“Mm.. kalo..sama mbak nur.. biasanya…mm.. gituan berapa kali😅??” 🙊ooopss… Ngapain aku nanya gituan?? Batinku..

“😅😅.. ya… s..sering sih buk… h..hampir tiap hari sih.!” Jawabnya malu, sambil garuk garuk kepala..
“Hah??? B.beneran tuh??” Masa iya sih.. Gila bener kalo tiap hari..

“Yaaa… ee… gimana ya.. abisnya kalo mama udah pingin.. gak bisa di tahan sih ,, walopun pas lagi capek.. tapi.. gak bisa nolak juga sih..😅 & sebaliknya.. ee. kalo aku sendiri yang pingin,.. langsung sruduk aja.. 😅😅.. eh.. aduh.. maaf buk.. keceplosan….!” Jawabnya lagi..

“Gak papa.. kita kan juga udah saling tahu.. buat apa pakai dirahasiain segala.😅..!” Wuih.. apa gak capek tuh?? tiap hari ngewe.. Aku jadi semakin penasaran..

“Yaaa.. mungkin karena dirumah hanya ada aku dan mama, jadi gak mikir ketahuan.. & kita bisa bebas mau apa aja..!” Jawabnya lagi..

Karena terbiasa melihat raut wajahnya yang agak galak dan tegas, Pikiranku jadi kemana mana.. Kira kira ekspresi wajahnya kalo udah sange gimana ya 🤣 ?? Ternyata Mbak Nur doyan ngewe juga.. .. Aduhh… Gara gara ngebayangin mereka, memekku jadi basah kuyup..

“….uk.. Buk Indah…??”
Suara Heru membangunkan lamunanku..
“Eh.. ah.. g..gimana Her??” Tanyaku geragapan..
“Kalo gak ketemu.. Apa ntar aku jemput Roy saja buk??” Tanya Heru.
“Eh?? Mm.. t..tapi motornya gimana,??” Balik kutanya..
“I… iya juga ya.. Waduhh.. !”
“Mm… ..k..kita coba cari lagi deh Her.. kali aja ketemu..!”
“Iya buk..!”

Mmm.. Masih ada waktu satu, dua jam.. Tiba tiba muncul sifat iseng ku.. Kok pingin goda Heru ya … Aku juga teringat cerita Roy.. Tentang alur dan proses, saat Heru dan Mbak Nur bercinta… Mereka pura pura sibuk nyari senter.. hihi…

“Mm.. Her tolong kamu cariin di rak lemari bagian atas ya.. biar aku cari yang di bawah..,!”
“I..iya buk..!”

Awalnya aku jongkok disebelah kiri Heru yang sedang berdiri.. Lalu pura pura berdiri,, kugesekkan pantatku ke pahanya kanannya, awalnya dia bergeser ke kanan, lalu perlahan aku nungging mencari di rak tengah.. ku geser lagi pantatku tepat didepannya, sehingga tubuhnya agak mundur.. entah dia nyari beneran atau pura pura, aku tidak tahu.. Aku mulai merasakan sesekali, kontolnya yang tegang menempel belahan pantatku.. Lama lama gesekan kami semakin intens… dan terjadilah petting..

Aku semakin bergairah.. Aku berdiri.. sekilas kulihat kedua tangannya tadi hanya bertumpu pada rak.. lalu sibuk mencari dilempitan baju Roy.. Padahal niatku ingin melepas celanaku.. 😅..
Tanpa bicara.. kulepas kancing celanaku, dan kupelorotkan sampai mata kaki… Lanjut nungging lagi…

‘Cklk.. ckl.. kreekk..srkk..’
Kudengar sepertinya Heru juga melakukannnya..

“Mmh…..”
Rintihku… OMG… Tak kusangka Ia juga melepas CDnya.. Wow.. Terasa besar dan panjang sekali.. aku jadi merinding.. Dan gak tahan .. Segera aku berbalik..

“Ah.. ..mm..aaf buk…!” Ia kaget dan mundur..
Yaa ampuuunn.. Gila😨😨😨 … apa apan kontol ini… Baru pertama kali kulihat segede ini.. Dulu ku kira punya Roy udah paling besar.. Eh… masih kalah jauh sama punya Heru..

“Ahh… Buk.. ” Lenguhnya saat tanganku menggenggam kontolnya.. Perlahan ku kocok..
Saat kulirik, Ia memejamkan matanya..

‘Slurpt..slutpp.. Mohg.. mohgg….’
“Ahh.. Ohh.. hah..”
Saat ku sepong ia mendongak keatas.. Wah.. kontolnya cuma nyampe separuh dimulutku..

Sebenarnya aku berencana memberinya blowjob saja… Dan nanti mau kulampiaskan sama Roy.. Ternyata tanda tanda dia mo kluar belum terlihat sama sekali… Malah mulut dan tenggorokanku yang sakit….
Aku tersenyum melihatnya..

‘slurtpp..mghh.. gwah..’
“Eee… udah ya Her…!” Kataku. Terlihat ekspresi kekecewaannya..
“Ah.. i..iya buk..”

Saat aku berdiri, dan mau mengambil celanaku..
“Ah.. Her… t..tunggu…”
Dia memelukku dari belakang.. meremas toketku.. menggesek kontolnya diantara kedua paha tepat dibawah memekku.. Mulutnya menciumu leherku…
Gawat.. aku semakin gak tahan..

“Mmh.. J..jangann Her…”
Mulutku menolak.. Tapi tubuhku sama sekali tak ada perlawanan.. Perlahan Ia membimbingku kekasur Roy.. Separuh tubuhku telentang diatas kasur, sementara kakiku masih menjulai kelantai.. Ia tarik paksa CDku… Melepasnya, lalu membuka lebar kedua pahaku..

‘Mcup..mmh…slurtpp..’
“Ahh..hohh..t…idak… j..jangan Her.. hah..”
Lidahnya menyapu dan menyedot memekku..
Karena sudah dari tadi kutahan nafsuku… Kini aku menyerah pada orgasmeku…
‘Serr… serr… serr..’
“Ah…hah..haggg….’

Kuapit kepalanya diantara pahaku…
Ah.. aku sampai??? Kenapa jadi begini..?? Jika kuteruskann .. nanti…
Pikiranku terus berkecamuk… Dan tersadar saat sesuatu menggesek memekku…

“Ah.. tunggu her…” Aku mencoba bangkit.. Namun tubuhku terasa lemas sekali..

‘Sleeeb..’
“Haagggggg…..”
“Ohhh…”
Mataku terbelalak.. Memekku terasa penuh sesak… OMG.. apa ini??? Sensasi nikmat menjalar keseluruh tubuhku.
‘Slebb..slebb…sleebb..’
“Ahgh.. hah..a… hoh..”
‘plokk…plokk..plok..’

“Hyahh.. hahh.. hohh.. J..jangan.. Her.. Hahh..”
Perasaan bersalah dan nikmat kurasakan bersamaan.
Namun puncak nikmat sepertinya akan menjemputku lagi…
‘Plokk..plokk..plokk…..plopp’
“Hahh..hagh.. ohh……hah..hah.. hshh???”
Saat hampir sampai.. Tiba tiba Heru mencabut kontolnya… Dan beralih duduk disampingku.. Ahh..?? K.kenapa??

“M..maafin aku buk..” Katanya..
Aku ikut bangkit dan duduk..
Padahal kulihat kontolnya masih kokoh berdiri…
Saat ia mau berdiri…
“Eh.. T..tunggu.. Her..!”
“Ada apa buk??”
“Mmm… ee… ..”
“Maaf buk tadi hilaf!” katanya sambil merai Celananya..
“Eee.. K.kamu belum ..keluar kan??” Tanyaku..
“Gak papa kok buk…” Jawabnya tersenyum..
“E…Tunggu… .” Aku berdiri dan membimbingnya duduk..
“Eh.. buk??”
“Gak.. papa.. Tuntasin aja sekalian..”
“T..tapii??”

Tanpa kujawab segera kukangkangi tubuhnya..

‘Sleebb..”
“Ahgg../Ohhg…”
‘Slebb..slebb…plokk..plokk..plokk..’
Padahal sebenarnya aku yang ingin menuntaskannya..
“Ahh.. ohh.. yes..mhh..”
Tanpa butuh waktu lama…
‘plokk..plokk..plokk..’
‘Serr..serr..serr..’
“Ahggggg….hoh..hahh.. hmm…ahh..”

Tiba tiba…

“Mama hebat sekali…”
“Ahh.. Ehh… R..r.roy… k..ka…k..”
Aku benar benar kaget melihat Roy berada disampingku..
“A..k.ku.. bisa jelaskan Roy.. kami…Hahgg… ah..Eh.. T..tunggu Her.. Hah..”

Ada apa ini? Kulihat Heru tidak memperdulikan kedatangan Roy… Malah ia berbaring dan menarik tubuhku telungkup diatasnya.. Apa yang terjadi… Sensasi nikmat, panik dan takut akan kemarahan Roy.. membuatku melayang lagi… Tiba tiba kurasakan sesuatu yang tak asing menempel dan menggesek lubang pantatku..

‘Sleeeeeeeeeeebbb…’
“Haggghhhhh…gah..gggggg…”
Aku hampir pingsan, saat kurasakan kontol Roy menusuk pantatku..

‘Slebb..slebbb..sleebb…’
‘Plokk.mplokk..plokkk..plokk..’

“Ahhg…Mama nakal…Ini hukuman buat mama..
“Ahg…ahgg..hagghh..haggghhh..”
Aku tak bisa bicara dan mengungkapkan apa yang kurasakan saat ini…
“Oh maa… pantat mama sempit sekali…” Lenguhnya… Ini memang pertama kali kurasakan anal sex,, Tak kusangka akan terjadi hari ini dan dalam situasi seperti ini..

“Ah..Roy.. Aku mau keluar…” Kudengar suara Heru yang juga sibuk memompa dari bawah..

“Hahh.. hsh.. Crotin di dalem kak…” Jawab Roy..

‘Plokk..plokk..plokk…Crot..Crottt…croott…’
“Uhgg… hohhh.. haahhhh… hahh…”

Kurasakan semprotan deras dari kontol Heru dimemekku..
“Ahhg…. hahhgg….’
‘Serrr…serr…serr…’
Aku ikut terpancing dan keluar juga….

“Hagg…haggg…agghhh…”
Namun rasa ngilu di memek dan pantatku terus menerpa tubuhku… Karena Roy masih terus menggenjot lubang pantatku..
‘plokk…plokk…plokk..’
“Ohh.. ma… akk.ku ..kell.uar..’
‘Crottt…crottt..crottt…’
Terasa sperma Roy menyemprot kedalam anusku… terasa sensasi panas didalamnya..

‘Brugg..’
“Hahh…hahh. ohhh../Mhhh.. hahh…./Huhh..hahh..”
Tubuhku ambruk diatas Heru.. Sementara Roy juga ikut ambruk diatas punggungku…

“Oe.. Roy.. Hah.. aku.. gak bisa nafas nih… ”
“Hehe maaf kak..”
‘Sloobb..’
“Ahhg..”
Terdengar suara kontol Roy tercabut dari lobang pantatku.. lalu berbaring disebelahku.
‘plooop’
Gantian kontol Heru yang ikut dicabut..

Hah.. hahh.. hah../Hah.. huhh.. hah…Hah../ hahh.. ehmm….”

Ku turunkan tubuhku dari atas Heru, lalu turun bersimpuh dilantai..
“R..roy.. m..maafin mama…hiks .hiks..” Aku menangis.. karena shock dan merasa sangat bersalah padanya,..
Tiba tiba Roy bangkit dan turun, memelukku dari samping..

“Mama jahat sekali… menghianati Roy..Kak Heru juga..!” Pertanyaannya semakin menusuk hatiku..
“Maaf Roy… tadi aku hilaf..” Jawab Heru..
“Aaaaaa… hikks…aaaaa….hyaaaaa..m..aafin m..mama.. aaaa….” Tangisku semakin pecah.. Sambil menutup wajahku.. karena malu untuk melihat Roy..

Tiba tiba Roy turun dari kasur dan memelukku…
“🤣🤣🤣Hahaha…. Udah udah ma…… aku gak tega lihat mama nangis…” Kata Roy..

“Hikss…hiks..hikss..” Aku masih sesegukan..
“Sebenernya ………. ini rencanaku kok ma…Hehe 😅😅!” Tiba tiba Roy berkata seperti itu, sambil membuka kedua telapak tanganku..

“Hiks..?? Eh?? …” Kulihat mereka berdua tersenyum padaku.. Aku jadi semakin bingung.. Benar juga… kenapa Roy tiba2 bisa ada dirumah?? katanya tadi kuncinya ilang… yah… mungkin karena panik.. tak terpikirkan olehku hal tersebut..

“Sebenernya tadi waktu aku nelfon mama di toko… Aku dan kak Heru udah ada disini.. 😂🤣!” Katanya lagi..

“A..app..a??” Aku masih bingung.. tapi jika hal itu memang benar rencana mereka dari awal.. tentu saja membuat perasaanku jadi sangat lega..

“Maafin aku juga Buk… eee..yaa.. aku sih ngikutin aja…😅😅!” Jawab Heru..
“Jj..jadi..??” Aku ingin memastikannya..
“Iya.. Itu benar ma…. Ini semua rencanaku.. Selain ingin membuat kejutan buat mama.. Ini bukti rasa terimakasihku pada kak Heru.. yang selalu membantu kita…😃!” Jelas Roy..

“Aduuhh… k..amu ini.. bikin kaget mama aja.. yaa.. mau gimana lagi… Dari pagi mama udah horny.. gara gara kamu suruh pakai buttplug seharian.. Eh kamu akting suruh pulang nyariin kunci sama Heru.. Udah horny, dirumah cuman berdua, terus lihat itunya Heru yang tegang sampai nyetak dicelana.. yaaa… maaf kalo mama jadi hilaf.. hehe😅!” Jawabku..

Aku jadi ikut senang.. karena keterbukaan kami..
“Hahha🤣🤣🤣🤣🤣!” Kami semua tertawa..
“Jadi.. lanjut apa udahan ma…😂?” Tanya Roy..
“Mmmm…” Kulihat jam dinding pukul 2:30 siang..
“Mm…. Pingin sih… tapi… mmmm….” Aku ragu mengutarakannya..
“Pingin berdua apa bertiga?? Hehe🤣” Goda Roy..
“😅😅😅.. Kamu gak papa kalo main bertiga??” Tanyaku… Nafsuku pun semakin menggila… Ku harap sih Roy mau main bertiga… walaupun tadi sudah.. tapi.. gara gara panik jadi kurang bisa menikmati.. kayaknya tadi sih gila banget rasanya 😅.

“Gimana kak?? Masih mau lanjut..??” Tanya Roy..
“Hehe.. waktu ku masih ada satu setengah jam sih Roy, ntar jam setengah 4 kan harus otw jemput mama.. jadi… eh… tapi beneran kalian gak papa kalo aku ikut 😅😅!” Heru sendiri mungkin agak malu sama kami…

“Tentu dong kak… Tadi dengerkan.. Mama sendiri masih pingin main bertiga.. 😂!” Jawab Roy..

‘Mcup..mcup..mwah…’
Aku dan Roy mulai ciuman..

“Oke ma… Nugging ya.. mama service kak Heru pakai mulut dulu..!” Perintah Roy..
“Ah.. i..iya..” Jawabku pendek..

‘Slebb..slebb..sleebb..slebb..’
“Ahhg.. mmh… ahh…uhh” Desahku.
“Ayo dong ma.. kasian kak Heru tu.. udah ngaceng berat 🤣” Kata Roy..

Mulai kujilat dan kusepong kontol Heru.
“Plokk..plokk..plokk..”
“Mggh..mhgg.. mughh.. gwah.. ahhg.. mhgg.”

Roy mulai mempercepat kocokannya.. sementara mulutku penuh sesak menghisap kontol Heru..

“Hmghh.. hgmmg.. hwahh.. ah.. roy..m.mama…heggghh..”
Kuraih lagi orgasmeku..

“Kak bantuin angkat tubuh mama keatas dong..” Kata Roy..
“Ok…” Jawab Heru…

Kedua ketiakku dipegang dan diangkat Heru, sementara Roy mengangkat pantatku..
‘Slebb..plok..plokk..plokk..’
“Ahh.. hoh.. ahg.. hmm..”
Roy lanjut lagi di dengan posisi dogy seperti dibawah tadi..
Heru memegang kepalaku dan mengarahkan ke kontolnya lagi..
“Mghh..ohg…moghh.. mhg.. “

Beberapa menit kemudian…
“Gantian kak…!” Kata Roy..
“Siapp…” Jawab Heru..
“Ahhh…hshh..hahh..” Aku hanya bisa terengah engah masih dalam posisi nungging…

Heru memposisikan tubuhnya dibelakangku..
‘Slertllbb…..’
“Ahgggggvg……”

Aku sampai mendongak keatas…
Gila… Ini sih kontol legend…. Beruntung sekali Mbak Nur bisa memilikinya sendiri… Apa lagi hampir tiap hari mereka ngewe..
Pantesan dulu waktu Ia ditawarin promosi jabatan di kantor pusat ia gak mau.. jadi gara gara ini 😅.

‘Sleb….slebb..slebb…slebb..’
Roy langsung menancapkan kontolnya dimulutku.
“Mghg… mghh..mhgg…mohgg..” Air mataku sampai terasa meleleh.. karena roy berusaha menekan dalam dalam..

‘Crott..crott…crott ‘
“Hagghh….hhah… ahgg..” Lenguh Roy..
“Mohggggggg…..” OMG.. Sperma Roy terasa menyemprot melewati tenggrokan langsung menuju lambungku…

‘plokk..plokk..plokk..plokk..”
“Hahh…Hah..hoh..hohh..” Desah Heru..
“Hwahgg .. gwah..hahh..”.. Aku hampir muntah.. Karena rasa mual diperut dan kesulitan bernafas..
Sepertinya Heru juga hampir sampai.. Akupun juga.. Dalam beberapa hitungan detik…
‘Crott…crott..crott..’
‘Serr..ser..ser…”
“Hahgg.. hohhh..hahh..”
“Ag…hg..hghh..hgwah.. hahh..”

“Hah..Hehe…hah. siap lanjut?” Tanya Roy..
“Hah..hahh..Siap kapan aja Roy..” Jawab Heru.
“Ahh… t..tunggu…dulu… mama.. capek Roy… ” Jawabku..

Roy menarik tubuhku telentang diatasnya..
“B.biarin mama..istirahat…ben…..haghhh..”
Belum selesai aku ngomong, Ia langsung menancapkan kontolnya kelubang pantatku…

‘Sllebbbb..’
“Oh..shiiitt….” Lenguhnya..
‘Splokkk…’
“Ohhhhhh…” Lanjut Heru menindihku dan menancapkan lagi kontolnya dimemekku.

“Aggg………………….” Mulutku menganga dan mataku terbelalak.. Merasakan ngilu, nikmat, pusing jadi satu.

‘Slepp..plokk..sleepp..plokk…’
Mereka tanpa ampun terus menghajar kedua lubangku..
‘Mcuptt…. slurpt…mcupt..’
Lidah Heru mulai bermain diputingku..
Entah berapa menit hal ini berjalan, mulai kurasakan aliran nikmat pada memekku..

‘Serr…serr…serr…”
“Ahggg…gh……..”
Tubuhku mengejang beberapa kali.. Tubuhku terasa ringan seperti terbang, Ini adalah Orgasme terhebat sepanjang hidupku… Entah bagai mana ekspresiku saat ini…

💫💫💫💫🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Tubuhku terasa pegal lemas dan capek… Terasa berat untuk membuka mataku.. Saat mataku terbuka pandanganku terasa kabur… beberapa saat kemudian mulai terlihat suasana dan benda disekitarku…

Hmm??? Kamar Roy?? Ngapain… Eh.. Perlahan ingatanku mulai pulih.. Tadi aku Roy dan Heru sedang…

“Ad..duhh…..” Tubuhku terasa sakit dan berat untuk bangkit…. Kulihat kasur Roy berantakan sekali.. Terasa sesuatu mengalir dikedua lubang bawahku.. Aroma sperma juga menyengat di hidungku,

OMG… Kasur Roy benar benar basah.. Banyak lendir berceceran, terutama dibawah memek dan lubang pantatku.. Tetek dan perutku juga ada sisa sia pejuh mereka. Kulihat jam dinding pukul 7 malam..

Dimana Roy..???
Aku mencoba bangkit dari tempat tidur yang berantakan ini..
“Add..uhh.. ah..”
Saat aku berdiri didepan cermin.. Kulihat rambutku yang acak acakan, di sekitar wajah berceceran lendir kental yang agak mengering.. Benar benar terlihat seperti budak yang baru saja diperkosa..😓😢😢.

“Ah.. ma… Udah bangun?” Suara Roy mengagetkanku.. Ia masih bugil membawa minum dan beberapa snack dan Roti..

“Hihi hahaha…😅😅😂” Ia malah tertawa melihat ekspresi bingungku…
“Maaf ma.. aku juga baru bangun….😅😅”
Ia menyodorkan sebotol air dingin padaku…
Lalu menuntunku untuk duduk..
“Hehe.. aduh .. maaf tadi kelewatan ma.. 😅 ah. i..ini. minum dulu dong ma..!”.

Kuminum air dingin yang ia berikan..
‘Gluk..glukk..glukk..ahm haaahhm.. Gila kamu Roy 😤😤..!” kataku..

“Ah. 😅😅😅..m..mmaaf deh ma.. Tadi mama kayaknya ke enakan sampai pingsan… ta..tapi karena kami lagi enak enaknya ya… tetep kami lanjut.. 😅😅” Jawabnya..

“Mana ada orang ke enakan sampe pingsan?? 😤😤😤 Jam berapa tadi kalian puas 😢😢😧??” Tanyaku..

“😐😅 E..e.. jam 3 Kak Heru kayaknya udah kasihan sama mama.. 😅 jadi dia mutusin mandi dan langsung balik ke kantor tante Nur…. Tapi.. aku masih lanjut sampai jam 4.. Terus ketiduran 😅😅!” Jawabnya panjang..

“😵😧😢 lubang belakang mama rasanya panas Roy..😧😢 !” Kataku.

“A..m..masa sih😅 ma,, ?? Tapi tadi yang makai cuman aku doang kok ma.😅. Aku ga tega kalo mama di anal kak Heru… 😅 Tau sendiri kan .. ee.. gede banget punyanya..” Jawab Roy..

“Aduuhh… dasar… kamu ini.. untung aja mama masih idup… Tapi.. tadi emang gila sih.. baru kali ini mama dapet pengalaman kayak gini…” Jawabku…

“I..iya maafin Roy Ma🙏…..” Ta..pi… mm.. !”
“Kenapa 😑??” Tanyaku..

“Eee.. punyaku kan kalah gede sama kak Heru… Mm. aku takut…🙄 kalo mama gak puas lagi sama Roy 😔😢!” Jawabnya terlihat agak sedih..

“Emm… gimana ya..😋😋..??” Tanyaku pura pura ragu.. Walaupun punya Heru lebih gede dari Roy.. Bukan berarti aku langsung berhasrat dan jatuh cinta padanya.. Seks memang penting dalam sebuah hubungan sepasang kekasih atau suami istri.. Tapi… Cinta dan kasih sayang adalah hal yang paling utama dalam menikmati sebuah hubungan asmara.. Tentu sampai kapanpun nanti.. Hati dan cintaku akan tetap untuk Roy 😘.

“J.jadi mama akan minta kak Heru buat muasin mama🙄😧😵😢??” Tanya Roy sedih.

“Tentu saja….. Tapi jika itu kamu sendiri yang nyuruh 😁…!” Jawabku..

“Maksud mama??” Tanya Roy.
“Hati, cinta, dan tubuh mama hanya untukmu kok sayang… 😋 Jadi apapun yang kamu inginkan.. mama akan berusaha melakukannya.😘!” Jawabku.

“😧😢😢😢😢maaaaaaaa!😭😭😭 hiks..hikss..!” Kupeluk dan ku elus rambutnya…

“😄😄😄😍😍😆 Ih kayak anak kecil aja sih… pake nangis segala… !”
“Hikss.. Roy juga ma… semua yang Roy miliki hanya untuk mama 😭😭… !”

😃😄Ya udah.. ayo cepetan gendong mama ke kamar mandi.. mama gak kuat jalan nih..!” Pintaku..
“E..i..iya ma….” Jawabnya..
“Hugh… !”
“Hihi.. mama berat ya??” Godaku.
“Nggggghh .. nggak kook. maa!” Jawabnya dengan suara tertahan..
“Ayo..ayoo.. semangat dong…😋😄🤣🤣!”

Apapun keinginanmu,, apapun fantasi gilamu lagi nanti… Mama akan selalu memenuhi, dan dengan senang hati melakukannya Roy.. ,

Bersambung

Daftar Part