web hit counter

Merindukan Kesederhanaan Part 51

0
408

Merindukan Kesederhanaan Part 51

Cinta Sejati [Tamat]

“Apa ini pak?” tanya ku pada pak Waluyo, bapak nya Kiki setelah kami balik dari pemakaman. Orang yang sebenarnya ingin aku temui untuk menyampaikan niat baik ku meminang anaknya. Tapi takdir Tuhan ternyata berkata lain. Tuhan lebih sayang pada Kiki.

“Bapak juga ndak tau le, bapak belum membacanya, di situ ditulisnya untuk Alfian. Lha Alfian itu lak kamu to?”

“Ya saya, sahabat Kiki waktu kuliah dulu, dulu saya juga pernah main ke sini beberapa kali, bapak lupa?”

“Hahaha, ya maklum lah sudah tua ya begini, kalau begitu berarti surat ini memang buat kamu.”

Aku lalu menerima kertas itu namun tidak langsung membacanya. Memandanginya untuk beberapa saat. Sebenarnya masih ada satu hal yang mengganjal pikiran ku.

“Maaf pak sebelumnya kalau pertanyaan saya ini agak lancang, tapi bapak kok…terlihat biasa saja ya meski baru saja kehilangan…” tanya ku dengan sangat ragu, takut sekali aku menyinggung perasaannya. Pak Waluyo lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya.

“Bapak biasa saja itu bukan lantaran bapak tidak sayang sama Kiki. Tapi bapak biasa saja itu justru karena bapak sangat sayang sama anak bapak itu. Bapak sudah mengikhlaskannya dan bapak yakin keikhlasan itu yang akan memudahkan jalannya. Kamu, juga Tiara, ikhlasin Kiki ya, insyaallah, gusti Allah akan memberikan tempat yang terbaik untuk anak bapak itu.”

“Aamiin pak. Insyaallah.”

“Yo wes, iki amanahe Kiki tak pasrahke marang awak mu…”

“Iya pak, terima kasih. Pak, satu lagi, Kiki meninggalnya…”

“Shubuh tadi, saat sedang sembahyang.”

Ternyata benar. Firasat buruk ku semalam memang untuk Kiki. Aku lalu membuka kertas yang terlipat dengan rapi itu. Kertas binder berwarna merah muda dengan watermark tokoh kartun yang lucu. Di atasnya terukir dengan rapi goresan tinta warna hitam. Peninggalan terakhir dari salah satu orang yang paling berarti di dalam hidup ku.

Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

[Tamat]

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part