web hit counter

Nafsu Citra Part 16

0
453

Nafsu Citra Part 16

Sebuah Perubahan

“Kamu jadi masuk hari ini dek…? Sluurrpp… Cup cup…” Ucap Marwan sambil menjilat dan mengecupi payudara istrinya.
“Ssss…. Iya mas… sshh….” Gelijang Citra manja.
“Emang memekmu udah mendingan…? “Tanya Marwan yang terus menjilati kulit tubuh mulus istrinya. Perlahan-lahan, ia bergerak turun, turun, dan turun menuju selangkangannya.

“Bukannya kata kamu kemaren, memek kamu masih perih…?” Katanya lagi sambil iseng, mengusap-usap klitoris lembut istrinya yang sudah membengkak merah.
“Sssshhh… Oooohhh… Udah agak mendingan sih mas… Walau kadang masih… Eehhhmmm… Anyang-anyanan…” Desah Citra keenakan sambil mengigit bibir, ” Terus mas…”

“Makanya dek… Kamu kalo minum air putih jangan sedikit-sedikit….” Saran Marwan.
“Eehhhmmm… Ho’ooh…. Iya massss…”
“Biar kamu nggak gampang sakit kaya gini…. ” Tambah Marwan lagi sambil menjilat vagina istrinya yang masih sedikit bengkak.”Sluuurrpp….”
“Hooogggghhh… Masss.. pelan-pelan..” Erang Citra keenakan.

“Lagian aku heran deh… Kok tumben-tumbenan memek kamu sampe sakit dek…? Sampe-sampe jadi bengkak begini…?”
“Nggak tahu mas…. Wong namanya juga penyakit….”
“Iya sih …. Tapi nggak apa-apa dek… Itung-itung, kalo dilihat, lucu juga ya memek kamu …. Jadi gemuk begini…. Cupp cupp… Sluurrpp….”
“Wuuooh maaass… Geelliii….”
“Pasti makin sempit banget deh rasanya… Hehehe…”
“Iiiihhh… Mas Marwan…. Nggodain mulu deeeehh.. ”
“Emang kenapa sih… Wong aku mau ngentotin istriku kok. Hehehe…”
“Udah ah.. Ayo buruan sodok memek aku sekarang mas… ” Pinta Citra manja.
“Hehehe… udah nggak tahan yaaa…?”
“Uuuuuhhh… Mas Marwaaannn… Ayo mas…. Kontolin memekkuu…”

Segera saja, Marwan buru-buru bangkit dari posisi rebahan diselangkangan istrinya. Ia lalu bersimpuh dan menatap tubuh Citra yang telanjang bulat itu dalam-dalam.
“Kok malah diliatin sih maaasss….? Ayooo… buruan masukin….” Pinta Citra memelas.
“Kamu cantik dek…” Puji Marwan.
“Udah ah mas… Ayo entotin aku… ” Kata Citra sambil meremasi sendiri payudaranya yang besar.
“Hehehe… Aku paling suka dek liat kamu kegatelan seperti ini…. Benar-benar seksi…”
“Seksi gimana….? Ayo cepetan maasss… ” Pinta Citra memelas sambil memperlebar bukaan pahanya yang putih mulus, memamerkan lubang vagina gundulnya yang sudah merekah basah,” Ayo mas… Aku udah gatal…”

“Memekmu memang cantik dek…. Nggak ada puas-puasnya aku ngentotinnya….” Kata Marwan sambil mengusap dan menarik-narik lembut bibir kemaluan Citra, “Mungkin tahi lalat ini ya dek, yang bikin kamu selalu pengen dientotin….” Tambah Marwan yang kembali mencucupi titik berwarna hitam yang ada di sebelah kanan klitoris istrinya itu.
“Uuuuuhhhh Mas Maaarwaaannn…. Buruaannn….”
“hehehehe… Iya iya… ayo siap-siap, buka memekmu lebar-lebar dek… Aku mau masukin kontolku ….” Kata Marwan yang kemudian mengarahkan batang penis kecilnya kevagina Citra, lalu menyodokkannya kuat-kuat.

JLEEEPP
Dalam posisi diatas tubuh Citra, Marwan menusuk vagina dalam-dalam. Mendiamkan sejenak, lalu menariknya lepas.

“Looh mas… Kok ga dimasukkin…?”
“Pemanasan dek…. Hehehe….” Kata Marwan yang lagi-lagi menusukkan penisnya dalam-dalam ke vagina Citra lalu mencabutnya kembali hingga lepas.
“Maaaaasssss…..”
“Hehehe… Reaksimu persis kaya artis cewe di film-film bokep itu loh dek…. Kegatelan….”
“Ayooo massss…. Buruan tusuk…. Memek aku emang udah kegatelan…”

Melihat Citra sudah benar-benar tak mampu menahan birahinya, Marwan segera menusukkan penisnya dalam-dalam ke vagina istrinya itu.
Dan karena vagina Citra sudah benar-benar basah, Marwan dapat langsung membenamkan seluruh batang penisnya tanpa hambatan yang berarti.

PLEK
Suara paha Marwan menabrak selangkangan Citra.

“Aaaawwww…. Pelan-pelan mas…. Masih sakit…” Jerit Citra kesakitan.
“Hehehehe… Maaf maaf…. Maklum.. Udah lama ga ngentotin istri….” Canda Marwan
“Ya tapi khan… Nggak perlu kenceng-kenceng gitu kali mas… Khan saaakiiitt.. ”
“Hehehehe… Iya iyaaa… Abisan kamu sekarang makin semok sih dek… Jadinya aku makin nafsu… Uh uh uh… ” Sodok Marwan tanpa mengurangi kecepatan goyang pinggulnya.
“Iiiiihhh… Maaas… Kok bandel siiiihhh… Pelan-pelan maaass… Shhhh aaakiiitt…”
“Hehehe… Tahan bentar dek… Lama-lama juga nanti bakalan enak…”

“Sebentar lagi bakalan enak… ” Mendengar ucapan suaminya barusan, entah kenapa Citra ingin tertawa. Bagaimana tidak, semenjak persetubuhannya dengan pak Utet, Seto, prawoto hingga Pak Darjo, penis Marwan dirasanya semakin tak menggugah selera sama sekali. Hambar dan hampir tak berasa. Seperti hanya menggelitik-gelitik dinding sempit vagina Citra saja.

Bukan karena vagina Citra sudah longgar, melainkan karena vaginanya sudah terbiasa menerima sodokan kasar penis-penis berukuran jumbo. Namun, supaya tak menyinggung perasaan suaminya, Citra sengaja berpura-pura setiap kali mereka bersetubuh.

“Ohhh… Massss… Enaaaakkk…. ” Bohong Citra
“Baru ditinggal seminggu aja memekmu uudah berasa enak banget gini ya dek….?”
“Uuhh.. Pelan maaasss…. Kontolmu berasa dalem bangeeettt….”
“Dalem ya dek.. Uh uh uh….” Ucap Marwan semakin mempercepat goyangan pinggulnya.

Melihat suaminya yang begitu bersemangat membombardir vaginanya, tiba-tiba membuat Citra menjadi berasa bersalah. “Maafkan aku mas…. Aku telah membohongimu selama ini… Aku telah mengkhianati cintamu padamu… Aku telah mengingkari ikatan pernikahan kita…” Batin Citra.

“Tapi…. Semua ini kulakukan juga gara-gara kesalahanmu mas…” Bela Citra dalam hati, “Andai kamu selalu bisa memuaskan dahaga birahiku mas…”
“Andai kamu bisa lebih kuat lagi…”
“Andai kamu punya kontol besar….”

Entah mengapa, tiba-tiba, Citra teringat persetubuhan pertamanya dengan Seto.

“Besar Sekali kontolmu Set…” Puji Citra yang terus menerus membolak-balik batang penis yang ada di genggamannya. “Emang memek Anissa ga sakit ya kalo kamu sodok pake kontol segedhe ini…?” Tanya Citra lagi penasaran.
“Hehehehe…. Awal-awal dulu sih dia hampir seminggu nggak bisa jalan mbak…?”
“Maksudnya…?”
“Memeknya bengkak..”
“Serius…?”

“Iya… serius… ” Jawab Citra dalam hati.
Benar sekali apa yang telah dikatakan oleh lelaki playboy itu dulu. Setelah Citra merasakan sodokan-sodokan brutal Seto beberapa malam kemaren, vaginanya benar-benar bengkak.

“Bengkak tapi enak….” Batin Citra sambil tersenyum-senyum sendiri.

Terlebih setelah Prawoto juga ikut-ikutan menghajar kedua liang pembuangan Citra dengan penisnya yang tak kalah besar, membuat istri Marwan itu sampai-sampai tak bisa jalan selama lebih dari 5 hari. Susah jalan, susah duduk, susah kencing, susah BAB.

“Perih….”

Bahkan saking perihnya, sampai-sampai Citra sama sekali merasa tak nyaman jika harus mengenakan celana dalam. Walhasil, beberapa hari ini ia hanya menganakan daster tanpa apa-apa lagi dibaliknya. Mulai dari beraktifitas dirumah, menyapu halaman, belanja ke warung, hingga kepasar, semua dilakukan Citra dengan tanpa mengenakan pakaian dalam sama sekali.

“Benar-benar sebuah pengalaman nakal yang tak akan kulupakan seumur hidupku…”

Beruntung, seminggu kemaren Marwan sedang berada di luar kota, sehingga apa yang Citra rasakan dan alami, tak sampai diketahui oleh suaminya itu.

“Sayang…???” Panggil Marwan dengan nafas terengah-engah sambil terus menggenjot vagina istrinya, ” Kamu kenapa…? Kok melamun sambil senyum-senyum sendiri gitu…?”
“Ehh… Kenapa mas…? Anuu… Enggak kok…. Ssshhh… Oooouuugghhhh…” Erang Citra yang kembali tersadar jika ia sedang bersetubuh dengan suaminya. “Enak baaaanngeeeet maaasss…” Ucapnya buru-buru mengalihkan pikirannya yang melantur jauh, dan kembali menikmati persetubuhannya.

“Uuh…Uuh… Uuh…Memek tembemmu berasa enak banget dek…. Legit…”
“Ssshh…. Nikmatin aja maaas… Aku suka kalo kamu juga berasa enak..”
“Hehehe… Beruntung banget aku punya istri kaya kamu dek…” Kata Marwan tiba-tiba menghentikan sodokan penisnya. Ia menatap dalam-dalam wanita yang sedang ia setubuhi itu.

“Ssshh… Kok berenti nyodoknya mas..?”
“Kamu ternyata cantik banget dek… Makin cantik…” Kata Marwan lembut sambil menggerakkan pinggulnya dengan gerakan super pelan.
“Kamu kenapa Mas…? ” Tanya Citra heran, ” Kesambit ya…? Tumben romantis gini..? Hihihi…”
“Hehehe… Nggak kenapa-napa…” Ucap Marwan singkat,” Aku baru sadar kalo kamu makin semok… Hahaha…” Kata Marwan yang tiba-tiba mempercepat tusukan penisnya ke dalam vagina Citra. Menghujamkan segenap kemampuannya.
“ihat nih tetekmu… Makin tumpah gini….” Kata Marwan sembari meremasi kedua payudara Citra, “Urat-uratnya sampe kelihatan semua…. Montok abis….”
“Ah masa sih mas…?”
“Iya… trus liat nih pinggul dan pantatmuu.. Makin bulet juga….”
“Hihihihi… Iya ya… Mungkin karena aku makin banyak makan kali ya…?”
“Hehehe…. Punya bini kaya kamu mah harus sering ditidurin ya dek… ” Ucap Marwan yang langsung mengangkat kedua kaki Citra, dan meletakkan pergelangannya di pundak. Lalu, tanpa basa-basi, ia langsung menggempur vagina Citra kuat-kuat.

CLOK CLOK CLOK
Suara persetubuhan mereka mulai menggema ke seluruh penjuru kamar tidurnya.

“Uuuuhhh… Oooohhh… Oohhh…. Enaaak bangeet kontolmu maaasss…” Erang Citra, “Terrruusss…” Kata Citra keenakan. Melupakan aktingnya, dan mulai merasakan nikmatnya penis kecil suaminya.

Walau penis Marwan berukuran kecil, entah kenapa persetubuhan kali ini agak berasa agak berbeda dari biasanya. Marwan mulai bisa bersetubuh lebih lama. Sehingga perlahan, gelombang birahi Citra mulai berdatangan.

CLOK CLOK CLOK

“Ssshh… Maaaassss…. Kamu hari ini kuat bangeeeet maaasss… Ennnaaaakkkk….” Erang Citra keenakan. “Eeentotin aku teruuusss maaassss…. Puasin akuuu…..”
“Uh… Uhhh… Uhhh…. Iya dekk…. Mas pasti bikin kamu puuaasss….”
“Iya gitu mas… gitu… sodok memek adek kuat-kuat masss… Sodoook teruuusss….” Jerit Citra mulai mengimbangi goyangan pinggul Marwan. “Terus maaasss.. enaaaakk…. ”
“Uh…uh…uh….” genjot Marwan kuat-kuat. Menghantamkan pahanya keras-keras ke selangkangan Citra

Mendadak, Citra merasakan akan orgasmenya. “Aku mau keluar maass… Sodokin kontolmu terus masss.. sodok teruuusss…. aku mau keluuuuaaarrr….”

Namun, entah apa yang terjadi, tiba-tiba goyangan Marwan berhenti sama sekali. Matanya terpejam, dan otot-otot pahanya mengeras. Tubuhnya bergetar hebat.

CREET CREEET CREECEEEET

Marwan orgasme. Penisnya memuntahkan lahar kenikmatannya kedalam vagina Citra. Dan seketika itupula, Marwan langsung ambruk. Menimpa tubuh Citra yang masih menggoyang-goyangkan pinggulnya, berharap dihadiahi orgasme dari suaminya.

“Hhhh…hhhh….hhhh….” Suara nafas Marwan terengah-engah dan detak jantungnya terasa begitu cepat.

Melihat suaminya yang seperti habis melakukan marathon, sepertinya Citra harus membuang jauh-jauh harapan untuk mendapatkan orgasmenya.

“Yah maaas… Kok udahan sih… Khan aku belum keluar…???!” Gerutu Citra ketus.
“Hhhh… Hhhh…. Aku nggak kuat lagi dek… Hhhhh…Hhhh…… Empotan memekmu bikin aku ga tahaaann… Hhhhh.. Hhhhhh….”
“Hadeeehh….. Maaasss Maaasss…. Makanyaaaa…. Punya kontol tuh dilatih…. Jangan bisanya cuman muntah-muntah melulu….” Ketus Citra sewot sambil mendorong tubuh Marwan kesamping. Membuat penis kecilnya langsung terlepas manja dari vaginanya.

PLOP

“Hhh…Hhhh…Tapi… Masih tetep cinta khaaan??? Hahahaha…” Canda Marwan sambil mentowel dagu Citra, mencoba mencairkan suasana hatinya.
“Huuuuuu…. Cinta sih…. Tapi terpaksa…..” Jawab wanita cantik itu sambil beranjak pergi kekamar mandi, meninggalkan Marwan yang mulai tertidur nyenyak karena kelelahan. Sambil membawa handphone, Citra mulai mengetikkan pesan yang sempat tertunda.

“Seto, jadi jalan sekarang…?” Ketik Citra singkat.
“Yaudah yuk, aku sudah ada didepan daritadi…” Balas Seto.
“Kok ga ketuk pintu aja sih….?”
“Pengennya gitu, tapi ada yang sedang ehem-ehem, jadinya ditunda dulu…”
“Hihihi…Kedengeran ya…?”
“Pasti enak tuh…”
“Enak sih…. Tapi KURANG…” Ketik Citra gemes.
“Mau aku tambahin…? hehehe…” Tanya Seto sangat berharap
“MAU BANGEEETTTT….”

***

Hari berganti hari, minggu terlewati tanpa terasa, dan bulan entah mengapa terasa begitu cepat merubah nama. Kebinalan Citra pun semakin menjadi-jadi dan susah untuk berhenti. Entah sudah ke berapa banyak pria, Citra meminta pelampiasan nafsu birahinya.

Seto tetangga samping rumah, Pak Darjo si pemilik rumah kontrakan , hingga Pak Utet si cleaning service, selalu rutin membantu wanita molek itu untuk memberinya jatah kenikmatan setiap kali Citra memintanya. Walau kadang Citra mengalami keterpaksaan ketika mereka meminta pelampiasan nafsu, namun itu bukanlah sebuah masalah yang cukup berarti.

Sering kali, Citra juga sengaja mengunjungi Prawoto seorang diri. Sekedar untuk menginap atau rekreasi. Yang jelas, ketika ia kesana, istri Marwan itu minta tuk disajikan hidangan kenikmatan kepada pemilik warung sate itu dikala suaminya tak pulang beberapa hari. Bahkan, lebih jauh lagi, sekarang Citra sudah menjalin hubungan kerjasama dengan Pak Usep, Kepala Desa tempat Prawoto tinggal sehingga turut membantu perputaran ekonominya. Dengan alasan melebarkan bisnis pertanahan suaminya, Citra pun tak lupa melebarkan pahanya untuk sekalgus mendapatkan nikmat dari lelaki tua atau ketiga ajudannya itu.

“Toh aku ga rugi… Toh aku selalu mendapat bayaran… Toh aku bisa mendapatkan kenikmatan… Toh aku puas… ” Dalih itulah yang selalu Citra jadikan sebagai dalih, setiap kali ia melakukan perselingkuhan, “Toh Mas Marwan hingga saat ini juga tak pernah sempat memberikan diriku pelampiasan nafsu yang maksimal…”

***

“Kenapa Mas…?” Tanya Citra ketika mendapati suaminya berkali-kali menatap tajam kearah dirinya.
“Ennnggg…. Nggak kenapa-napa kok…” Jawab Marwan sambil tersenyum.
“Iiihhh… Kenapa mas…?”
“Hmmm… Jangan marah yaa…?”
“Marah kenapa….? Emang kamu melakukan kesalahan…?” Tanya Citra ketus.
“Enggak… Salah apa..? Bukan itu… Sayang…” Jawab Marwan mengklarifikasi, “Kayaknya ada yang beda ama kamu deh Dek…..?”
“Beda…? Beda apanya ya…?”
“Hmmm…. Kayaknya…. Jangan marah ya… Kayaknya kamu …..keliatan agak gemuk….”
“Haaa… Agak gemuk….?”
“Iya…. Lihat aja tuh…. Lenganmu makin padat… Pipimu tembem…. Tetek ama pantatmu… Makin, wah nggak perlu disebut….”

Sambil melihat kearah cermin yang ada di lemari baju, Citra memutar-mutar tubuh semoknya, mencari tahu sebab suaminya berkata seperti itu.
“Hmmm… Bener juga ya mas…” Jawab Citra, “Tetek aku makin tak tertampung…”

“Iya Dek…. Dan lagi…. Perut kamu tuh…. Mirip orang hamil….”
“Haa….? Haaaamiiilll…???”

Bersambung

Daftar Part