web hit counter

Pacarku Berubah Cantik Part 15

0
570

Pacarku Berubah Cantik Part 15

Tukang Pijat Online Yang Beruntung

“Sayang…badanku pegel…..pijitin…..” Kata pacarku sore itu.

Dia baru pulang dari kampus, dan mampir kekostku. Katanya dia masuk angin dan badan pegal karena tadi malam begadang untuk ujiannya hari ini. Aku menuruti permintaan pacarku, maka aku hentikan sejenak kerjaanku didepan labtop, lalu memijit-mijit kaki pacarku yang cantik itu dengan setengah hati. Sore itu dia tampil dengan mempesona seperti biasa. Dengan make up tipis, rambut terurai dengan indah dan bau tubuhnya yang wangi. Pakainnya walau masih tergolong sopan, tapi tidak bisa menyembunyikan lekukan tubuhnya yang sexy.

Sudah 10 menit aku pijat tapi katanya belum hilang pegal-pegal dia. Aku yang sudah capek, kemudian merekomendasikan memangil go-pijat saja. Biar bisa 1 atau 1,5 jam dipijet. Dia setuju, penasaran juga ingin mencoba aplikasi baru itu. Maka segera aku pesan melalui aplikasi go-tuk.

Sengaja aku pilih tukang pijat yang cowo. Ada perasaan tertentu yang sulit dijelaskan saat ini. Intinya aku ingin tubuh pacarku yang sexy ini dipijat oleh lelaki lain. Membayangkan pacarku disetuh lelaki lain saja batangku mengeliat.

“Ya ampun pacar maccam apa aku ini? Aku baru saja berencana mempertontonkan tubuh indah pacarku”, gumaku dalam hati

Ntah kenapa, mengetahui kalau ada orang lain yang akan menjamah tubuh indah pacarku tersebut justru membuat nafsu birahiku bergejolak. Apakah ini berarti aku memiliki kelainan seksual? Aku tidak peduli, yang jelas aku sangat menikmati sensasi yang kini menjalar di sekujur tubuhku.

Tak lama kemudian, pemijit itu telp kalau sudah di gerbang kost. Aku lalu bilang ke pacarku untuk siap-siap, lalu aku turun kebawah menjemputnya. Pemijat yang bertugas saat itu tampaknya seorang pemuda asal timur berusia 40-an. Berkulit legam, rambut keriting, bertubuh agak gempal dengan tinggi badan sekitar 150-an. Ia mengenakan seragam lengan pendek. Aku lalu mengajaknya ke kamarku.

Didalam kamar pacarku sudah siap dipijat diatas kasurku. Pacarku sudah ganti baju, dia sekarang hanya memakai celana pendek dan kaos ketat tanpa lengan kelihatan seksi seperti biasa. Kuperhatikan tatapan kekaguman pemijit ini melihat wajah dan tubuh pacarku. Pacarku kemudian berbaring dengan santai.

“Siapa yang dipijat mas?”

“Pijat pacar saya ya mas. Dia lagi pegal”

“Ok baik mas” Katanya sambil mempersiapkan peralatan. Terlihat sekilas senyuman diwajah pemijat itu. Kemudian dia menyuruh pacarku naik keatas tempat tidur.

Aku duduk diatas meja belajar sambil menghidupkan komputer. Pemijit itu lalu mulai bekerja. Dia mengeluarkan botol minyak lalu mulai memijat. Yang pertama-tama dipijat adalah telapak kaki. Tampak pacarku menikmati saat telapak kakinya dipijat seperti saat reflexy. Aku berpura-pura konsentrasi dengan komputer, tapi sesekali melirik kasurku.

Dari telapak kaki, tukang pijak itu mulai memijit betis pacarku. Kudengar pacaraku mengeluh sakit, mungkin karena terlalu kuat pijatannya. Tapi tak lama kemudian dia menikmati. Aku bisa merasakan ada perasaan segan tukang pijat ini karena aku ada disana. Haha.

Setelah beberapa saat memperhatikan, barulah aku pergi meninggalkan kamar. Aku bilang mau keluar beli makan bawa mobil. Kubilang pada mereka kalau aku akan kembali 1 jam lagi karena sekalian mau isi bensin diluar.

Aku lalu keluar membawa mobilku. Tapi aku parkirkan di lapangan dekat kost, lalu aku kembali ke kost lagi. Butuh 10 menit untuk aku sampai ke kost lagi. Aku lalu mendekat ke arah jendela kamarku. Sekilas kudengar suara lenguhan pacarku dari dalam. Jendela itu terbuka, sengaja tidak ditutup, lalu aku sibakkan sedikit tirainya.

Pemijat tersebut sedang memijati paha pacaraku yang putih mulus itu. Pijatannya kemudian kembali ke betis, lalu ke paha lagi. Setiap tangan hitam tukang pijat itu diatas paha pacarku, kudengar pacarku mendesih. Entah kenapa, ada perasaan terangsang melihat pacarku disentuh oleh lelaki lain.

Setelah beberapa lama memijat kedua kaki pacarku, ia meminta dengan sopan agar celana pendeknya dibuka saja karena mengganggu. Pacarku awalnya menolak. Pemijat itu meyakinkan pacaraku kalau nanti habis dipijat pasti merasa enakan. Tapi pacarku masih menolak, sambil melihat jam dinding kamarku.

Setelah diberi keterangan yang menyakinkan, akhirnya pacarku mau juga membuka celananya tapi dengan syarat ditutupi sarung. Dia juga minta pemijit itu membelakanginya saat membuka celana. Waktu kulihat pacarku membuka celananya, langsung jantungku berdebar kencang. Entah kenapa, aku merasa terangsang melihat pacarku membuka celana dimana lelaki lain disana.

Setelah ditutupi sarung, pacarku kembali telungkup diatas kasur, lalu memberi kode. Si pemijat langsung memijat kembali di daerah paha. Hanya saja sekarang mulai sesekali menyentuh pantat dan selangkangan pacarku. Pacarku entah percaya sama si pemijat atau memang jadi menikmatinya. Soalnya dia tidak protes sama sekali.

Rupanya ini membuat si pemijat akhirnya cuma berkonsentrasi memijat kedua paha pacarku dan daerah selangkangannya. Melihat itu aku jadi tambah gila sambil menggosok si adik yang memang sudah tegang berat. Untung kostku sepi saat itu, jadi ga ada yang memergokin kalau aku mengintip kedalam kamar sendiri.

Entah sengaja atau tidak, si pemijat membuat kain penutup pacarku bergeser dan akhirnya terjatuh sehingga dia bisa melihat tubuh bagian bawah pacarku yang putih mulus yang terbungkus CD tipis nan minim. Sempat si pemijat terdiam melihat pemandangan indah tersebut. Bongkahan pantat pacarku yang sering aku gumuli itu memang mengundang decak kagum bagi lelaki normal.

Kuperhatikan ada tanda basah di CD pacarku.

Mungkin karena keenakan, pacarku terus saja dipijat tanpa dilindungi kain. Ini membuat si pemijat makin berani memijat daerah pantat dan selangkangan pacarku. Cukup lama ia menjelajahi daerah vital pacarku sampai kudengar jelas pacarku mendesah-desah karena merasa nikmat diperlakukan seperti itu.

Yang membuatku kaget, si pemijat lalu meminta pacarku untuk membuka bajunya karena akan dipijat daerah punggung dan lehernya. Yang lebih membuatku kaget, pacarku langsung membuka bajunya tanpa perlu diberi pengertian lagi sehingga sekarang ia hanya menggunakan BH dan CD. Entah apa yang membuat dia berani seperti itu, apa ada unsur hipnotis ya? Yang jelas, lebih gila lagi, ternyata aku sangat menikmati pemandangan ini. Ingin segera kudobrak pintu kamar kost, tapi aku justru diam dan menunggu dengan deg-degan aksi selanjutnya (Tolong jangan bully Billy).

Setelah beberapa saat memijat daerah punggung, si pemijat meminta izin untuk membuka bra pacarku karena punggungnya akan diolesi minyak. Pacarku cuma mengganguk. Begitu mendapat restu, si pemijat langsung membuka kait bra pacarku dengan tangkasnya. Sementara pacarku diam saja. Kini si pemijat mulai menggosok punggung pacarku tanpa ada penghalang apa-apa lagi. Kulihat si pemijat juga sesekali melihat pinggiran tetek pacarku yang kini kelihatan karena BH-nya sudah terlepas ke samping. Bahkan sesekali ia pun menyentuhnya. Bangsat! Makiku dalam hati, tapi tetap diam mengintip.

Kemudian si pemijat memijat leher pacarku dengan sentuhan yang lembut. Kayakya ini membuat pacarku terangsang, terdengar dari suaranya yang mendesah. Melihat situasi itu si pemijat kembali memijat daerah pantat dan sekitarnya. Bahkan tangan hitam itu sudah menjelajah sampai ke ujung pangkal paha. Yang doyan pijat pasti tahu kalau bagian itu adalah daerah ransangan, karena sangat geli. Terapis pijat tahu banget itu, dan daerah itu masih dianggap daerah yang aman.

Tapi dampaknya itu membuat pacarku tambah terangsang. Pacarku yang tadinya diam saja mulai menggeliat-geliat karena selangkangannya dirangsangi si pemijat. Memang inilah kelemahan pacarku yang cantik ini. Dia gampang sekali horny. Makanya sering takluk setiap aku minta ML.

Yang membuatku panas dingin bercampur emosi (dan terangsang) adalah saat tukang pijat ini mulai berani. SANGAT BERANI MALAH. Kenapa? Karena Puas bermain dipantat dan pangkal paha bagian dalam pacarku, tanpa minta izin lagi, si pemijat dengan halus menurunkan CD pacarku kebawah! Nafasku berhenti sejenak saat kulihat pacarku sama sekali tak ada penolakan. Diam. Pasrah. Mungkin pikirannya sudah hilang karena keenakan dirangsangi. Sekarang pantat mulus pacarku terekpose dengan sempurna, liang vaginanya yang ditumbuhi rambut tipis juga langsung bisa dilihat oleh pemijat itu. Beruntung sekali dia. Kulihat dengan jelas tuang pijat itu menelan air liurnya.

Si pemijat tidak menunggu lama, dia mulai menyentuh bongkahan pantat pacarku, lalu turun kebawah ke pinggir-pingir vaginanya. Pacarku mendesah dengan mengigit bantal. Sampai akhirnya setelah sekitar 10x melakukan gerakan yang sama dari bongkahan pantat ke pinggiran memeka pacarku, lelaki itu langsung menyentuh kemaluan pacarku dan kulihat ia langsung memasukkan jarinya ke dalam vagina pacarku!

“Oouuh…. jangan…” sempat kudengar pacarku berbisik tertahan saat vaginanya ditembus jemari si pemijat.

“Nggak apa-apa, neng… santai aja… dinikmatin aja…biar enak badannya” bisik si pemijat dengan penuh percaya diri sambil satu tangannya dengan lembut mengusapi punggung pacarku yang telanjang. Sementara dengan tangannya yang satu lagi, ia menambah jarinya yang masuk ke dalam vagina pacarku.

Kulihat pacarku langsung tak berdaya sama sekali mendapatkan serangan seperti itu. Tak kudengar lagi protesnya. Yang kudengar kini hanya desahannya dan geliat tubuhnya yang merespons rangsangan hebat yang diterimanya dari si pemijat. Sementara satu tangannya tanpa ampun mengobok-obok vagina pacarku, tangannya yang satu lagi menggerayangi dan mengusapi seluruh tubuh pacarku dengan lembut.

Aku bingung kok pacarku nurut saja. Ada perasaan cemburu dan juga emosi tapi masih kalah dengan rangsangan hebat melihat pacarku disentuh dan dirangsangi oleh orang lain (apa ini kelainan ya?).

Akhirnya setelah beberapa lama memainkan klitoris pacarku, si pemijat meningkatkan intensitas permainan jemarinya di dalam vagina pacarku. Jarinya keluar masuk dengan cepat. Akibatnya, kulihat pacarku menegang dan seperti kesetrum. Dia sudah tidak malu-malu lagi untuk mendesah. Badannya bergoyang-goyang seperti lagi disko. Suaranya terpekik tertahan-tahan menahan gejolak orgasme yang melanda sekujur tubuhnya. Si pemijat dengan tangannya yang bebas menggenggam tangan pacarku. Tampak pacarku balas menggenggam tangan si pemijat dengan keras sekali. Aku benar-benar terangsang melihat pacarku akhirnya mencapai puncaknya dengan jari-jemari si pemijat.

“Mas…kamu apainnn????” Desah pacarku.

Beberapa saat kemudian, tubuh pacarku kelihatan melemah. Dadanya tampak jelas naik turun kecapekan. Nafasnya terdengar tersengal-sengal. Tangan pacarku dan si pemijat masih saling menggenggam dan meremas-remas. Tampak pacarku tersenyum kepada si pemijat manis sekali. Sementara itu, tangan si pemijat yang satu lagi masih memainkan jari-jemarinya di dalam vagina pacarku yang tampak basah kuyup. Kali ini tentu saja iramanya sudah jauh lebih lembut. Pacarku tampak sangat menikmati diperlakukan seperti itu.

“Neng, ijin….saya buka celana ya. Si otong sudah bangun dari tadi. Sesak“.

Belum juga diijinkan pacarku, sipemijit itu langsung membuka celananya dengan satu tangan karena tangan yang satu lagi masih saja menggosok-gosok daerah klitoris di selangkangan pacarku. Terlihat kontol si pemijat sudah ngaceng dan ukurannya cukup besar dengan bulu-bulu yang terlalu lebat. Pacarku sampai menutup mulut melihat batang hitam berurat itu. Tapi dia terdiam seolah terhipnotis, tidak menyadari bahaya didepan mata.

Si pemijat kemudian membalikkan badan pacarku, sehingga kelihatanlah payudaranya yang indah dengan puting berwarna pink yang sudah menegang. Benar-benar indah, membuat lelaki itu langsung merabanya yang kiri dan kanan, tanpa sempat ditutup oleh pacarku. Dengan cepat tukang pijat itu memelintir putingnya yang tegak indah.

Pacarku tanpa perlawanan hanya pasrah dan bego dilecehkan begitu. Dia malah mendesah sambil menggigit bibirnya. “Ahhhhhhh…”

Belum selesai mendesah, tukang pijat itu menegarahkan tangan satunya ke vagina pacarku dan menggusap dengan lembut. Kombinasi memantikan kedua tangan pemijit itu membuat pacarku langsung horny berat. Pacarku menatap sayu dan menggigit bibirnya. Bahkan pacarku merenggangkan pahanya makin lebar, membiarkan jari hitam itu menginvasi liangnya lebih dalam.

Pacarku tak berdaya saat pemijit itu menyodorkan kontolnya. Dengan reflex dia sentuh batang itu. Tanganya bergetar mengocok-ocok.

“Tanganya halus neng. Baru kali rasakan cewe secantik neng…”

“Kontol bapak gede banget. Kontol paling gede yang pernah saya pegang ini”
“memang sudah pernah megang berapa kontol neng?”

“Ada deh…” Kata pacarku dengan tersenyum binal.

“Wah….neng nakal ya..jadi selain kontol pacarnya, sudah pernah rasakan kontol kedua ya?”

“Kok kedua sih? Sok tahu deh”

“Oh ketiga…..”

“Ke empat atau kelima….atau lebih..lupa kali…”Katanya makin bitchy. Dan membuatku makin kaget apakah benar ada sampai sebanyak itu kontol yang dirasakan pacarku?!

“Dasar cewe binal ya….suka kontol rupanya..”

“Habis enak pak”

“Nah makanya rasakan sesekali kontol kampung dong…” Kata lelaki itu lalu mengarahkan (lebih tepatnya memaksakan) batangnya masuk ke mulut pacarku.

“Jangan, ah…. nanti gimana kalo kepergok pacarku…?” terdengar pacarku berkata lirih.

Tapi lelaki itu tak menjawab, bahkan langsung memaksakan batangnya masuk ke dalam mulut pacarku. Dia bahkan membuka bibir pacarku sampai lebar agar batangnya bisa leluasa menginvasi mulutnya.

Pacarku agak kesulitan mengoral karena batang besar itu. Dia sampai terbatuk2 saat batang itu dijejalkan hingga masuk hingga ke tenggorokannya.

“Baru di mulut aja sudah enak neng….ohhhhh……” Desah tukang pijat itu. Pacarku hanya dia, justru batangnya yang asik keluar masuk didalam mulutnya. Benar-benar pemandangan yang sangat merangsang menyaksikan tubuh gadis muda diperlakukan begitu oleh seorang lelaki beda kelas. Benar benar beauty and the beast.

“Gimana rasanya kontol kampung? Enak kan?” ketika akhirnya lelaki itu mencabut batangnya. Pacarku langsung menarik nafas dalam-dalam.

“Kalau dimasukin ke memek bakal lebih enak lagi lho”

Lelaki itu kemudian mulai memegang paha pacarku, berusaha untuk membukanya, Walaupun keduanya kini sudah sama-sama bugil dan si pemijat tampak sudah siap benar untuk menyetubuhi pacarku, pacarku kelihatannya masih ragu-ragu untuk bermain lebih jauh. Dengan masih malu-malu pacarku menutupi dadanya, serta menahan pahanya supaya tidak dibuka dengan paksa. Pemijat itu memcoba memaksa membuka lebar paha pacarku, sehingga akhinya vaginanya yang sudah basah terkangkang dihadapan pemijat itu, seolah memanggil batangnya untuk masuk.

Ini sudah masuk kategori bahaya, ikirku. Segera aku pun bertindak dan menelepon, mengatakan bahwa aku sudah akan sampai di kosan. Mendengar itu, kulihat si tukang pijat panik dan buru2 memakai kembali bajunya. Sementara Marsha langsung mengambil selimut dan BH serta CD-nya, lalu menutupi tubuhnya dan langsung masuk ke kamar mandi

Aku kemudian bergerak ke pintu depan dan berpura2 bahwa baru saja sampai. Saat kubuka pintu kosan, kulihat si pemijat sudah duduk di kamar sambil cengengesan. Bajunya tampak amat kusut, jelas saja, pasti dia makainya juga terburu2

“Sudah selesai, Pak, pijatnya?”

“Sudah, Mas. Baru aja selesai”

“Oke, berapa ya pak”

“Sesuai aplikasi aja mas”

Aku merogoh sakuku dan membayarnya. Dia kemudian pergi sambil kulihat agak menggerutu karena aku tak memberinya tip. Enak aja, udah dapet enak masa aku juga yg bayar. Setelah dia pergi, pelan2 aku mendekat ke pintu kamar mandi, dan kudengar Marsha melenguh dan mendesah sambil berkata lirih…

“Terus pak, terus, masukin aja kontol gedenya pak… Marsha suka… Uhh…”

Ditambah bunyi berkecipak khas ketika jari bertemu dengan vagina. Rupanya walau tadi takut, dia masih terbayang2 dengan penis si bapak pemijat. Sepuluh menit kemudian, Marsha keluar, sudah berpakaian rapi

“Yang, katanya tadi beli makan, mana makanannya?”

“Eeeh… Tadi yang mau kubeli tutup, Yang, jadi kayaknya mending kita langsung jalan aja deh, makan di luar gitu”

“Oh ya udah, aku pakai jaket dulu”

“Iya, aku ke kamar mandi dulu deh, kebelet”

Aku segera masuk ke kamar mandi, dan dengan cepat kubuka penisku dan mengocoknya, menuntaskan hasrat yang tadi kutahan2. Setelah keluar, aku baru sadar bahwa BH dan CD pacarku yang tadi dipakai ternyata masih tergantung di kamar mandi. Apakah dia keluar tanpa dalaman???

“Yaaangg!!! Mobilnya di mana!!???” teriak pacarku.

Hah?! Mobil? Mobil… Adduuhh… Masih ketinggalan di lapangan!

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part