web hit counter

Pacarku Berubah Cantik Part 24

0
733

Pacarku Berubah Cantik Part 24

Pesta

Siang itu aku hanya di kostku (surabaya) sendiri saja. Aku baca lagi wa dari dosen pembimbimbingku yang menyatakan aku akhirya bisa sidang skripsi juga. Pikiranku berkecamuk dengan semua pikiran negatif, kenapa aku bisa sidang?! Pikiran negatif itu bermuara ke Marscha. Benarkah dia ada terlibat disini seperti yang pernah Sherry bilang.

Tapi segera kutepis semua pikiran itu. Aku ga mau itu merusak hari bahagiaku. Segera aku telp Putri untuk sampaikan berita baik ini. Aku bilang mau traktir dia makan-makan enak karena skripsiku sudah dianggap selesai. Dia happy juga dan menodongku makan di resto mewah. Ga masalah. Malah dia bilang dia ingin pulang bareng denganku ke bandung juga besok, karena dia sudah lama ga pulang. Lumayanlah, ada teman selama diperjalanan.

Malamnya aku turuti keinginan Putri. Kami makan malam bareng di resto yang cukup romantis. Kami sudah seperti orang pacaran saja, dan hatiku lambat laun mulai jatuh hati sama Gadis polos ini. Kami cerita dari hati kehati. Mulai terbuka tentang keluarga masing-masing. Dari situ aku tahu kalau Putri anak tunggal dari keluarga pejabat yang kaya raya. Putri lagi mencoba untuk menjadi wanita yang mandiri dan tidak tergantung reputasi orangtuanya.

Selesai makan kami balik ke kost. Kami ngobrol dikamarnya. Dia cerita kalau bapaknya yang pejabat itu membuat para cowo-cowo dulu takut mendekat. Takut dihajar bapaknya. Makanya Putri rada terkekang, dan kurang “gaul” untuk gadis seusianya. Menaklukan cewe polos seperti ini adalah sebuah kebanggaan bagi setipa lelaki. Saat tengah malam, aku coba merayunya untuk anal sex lagi tapi dia ga mau. Katanya takut dosa. Walau dia tidak menolak saat aku cium bibirnya, dan remas-remas toketnya.

Keesokan harinya aku pun balik ke bandung. Berhubung Putri ikut pulang ke bandung, aku kira kami bakalan naik bus atau kereta api malam. Ternyata dia dijemput oleh supir bapaknya dengan mobil yang gede yang biasa dipakai pejabat. Jadi perjalanku cukup nyaman.

Aku sudah wa Sherry agar “membuat pacarku sibuk”, karena aku memang belum mau ketemu dia. Aku ga mau Marscha tiba-tiba menungguku di kamarku.

“Tapi gw lagi sama Thomas nih. Dia lagi di Bandung. Gmn dong?” Tanya Sherry.

“Ya lu aturlah. Pokoknya gw belum mau ketemu Marscha”

“Ya udah, tapi jangan lupa, lu harus puaskan gw habis ini ya. Gw mau peres isi kontol lu. xixixi”

“Gampang itu mah. Gw mau anal lu sampai puas”

“Asikkkk….. Ya udah gw mau pemanasan dulu sama cowo gw sebelum ketemu lu deh”

“Terserah”

“Apa gw ajak aja Marscha ya. Jadi Threesome sama cowo gw. Kan gw sudah lama pengen lihat cowo gw ngentotin cewe lain didepan gw. Haha..”

“Dasar pecun lu”

Hanya itu balasanku. Tapi kontiku langsung naik membayangkannya. Memang keliaran Marscha dimana dia ML dengan cowo-cowo sukses membuat libidoku naik.

Sampai di Bandung.

Aku akhirnya sampai di Bandung dan langsung menuju kampus di drop Putri. Berhubung sudah sore, aku takut Tata Usaha tutup. Sementara aku titip barang-barangku di mobil Putri dulu. Aku lalu menuju jurusanku dan segera bereskan semua urusan admistrasi sidang skripsku, lalu balik kekost. Aku ga mau lama-lama di kampus karena belum mau ketemu pacarku. Info Sherry tadi mereka masih ada kuliah, jadi aman.

Aku lalu balik kekostku. Aku perhatikan kostku cukup ramai, tapi untung Johan tetangga kostku ga ada (itupun setelah aku pastikan ke penjaga kost tadi, pura-pura nanya siapa aja teman-teman kost yg lagi dikost). Aku ga mau Johan ember ke pacarku kalau aku lagi ada di kost.

Aku sampai di kamar kostku. Aku perhatikan tidak ada yang berubah. Masih rapi saja. Walau hatiku terluka mengingat ada affair antara pacarku dan tetanga kostku. Aku berjanji, abis sidang skripsi, aku akan buat pelajaran dengannya. Tunggu aja. Sementara aku ga mau aneh-aneh dulu sebelum sidang selesai. Banyak yang harus aku lakukan pembasalan, tapi pending.

“Dmn lu? Baru habis kuliah nih.” Sebuah pesan Sherry, saat aku merebahkan diri.

“Di kost. Lu tahan Marsha dulu.”

“Dia tahu lu sudah di bandung. Tadi dia ngecek ke TU, katanya lu baru dari sana”

“Ya udah lu ajak kmn dulu kek. Gw ga mau diganggu. TITIK”

“SIAP BOS. Galak amat”

Diakhir pesan Sherry : “Gw ajak Marscha ke kost gw aja. Ada Thomas disana. Kita mau sex party aja. Trus habis itu gw tinggalin mereka berdua biar puas ngentot. Trus gw nyusul lu ke kost ya. xixi”

Aku ga balas. Terserah deh. Tapi pesanku sudah jelas, kalau aku ga mau diganggu. Termasuk juga Sherry. Pikiranku melayang kemana-mana. Jujur, aku rada horny membayangkan pesta sex Marsha-Sherry-Thomas. Mebayangkan bagaimana 2 tubuh gadis yang cantik dan sexy mendesah-desah dalam sebuah sex party. Arggghhhh.

Niat mau istirahat akhirnya aku batalkan. Tiba-tiba pandanganku tertuju kesebuah titik tersembunyi, tempat aku menyimpan CCTV. Aku malah tertarik ingin membongkar hard disk CCTV ku.

“Sudah ngapain aja Marscha dikamar ini?” Batinku.

Tapi ada perasaan ragu untuk melihat isinya. Aku takut aku nanti kecewa jika didalam ternyata ada lagi affair pacarku. Aku butuh semangat dan konsentrasi saat ini, karena akan menghadapi hari terbaik selama dikampus, yaitu sidang skripsi.

Tapi rasa penasaran menaklukkanku. Toh aku sudah tahu pacarku selingkuh. Aku sudah siapkan hati menyaksikan perselingkuhan lainnya.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya aku ambil juga hard disk CCTV itu. Lalu aku menyambungkan laptopku ke headset, kemudian mulai memutar rekaman CCTV. Aku putar rekaman terakhir. Dari display, aku tahu bahwa rekaman ini terjadi dua hari kemarin. Aku menarik nafas panjang sebelum menekan PLAY.

Rekaman pertama dimulai dengan pacarku yang lewat, setelah masuk dari pintu. Pacarku memang aku titipin kunci kamar kost agar dia bisa mampair istirahat diantara jadwal kuliahnya.

Awalnya biasa saja, Marsha masuk, meletakkan barangnya dan mainin HP nya. Kalau ditinjau dari suaranya, sepertinya kosan dalam keadaan sepi. Syukurlah Johan ga ada, pikirku.

Kemudian Marscha membuka lemariku. Mengambil bajuku dan menciumnya. Mencoba mencari sisa aroma tubuhku disana. Ada perasaan sedih terpampang diwajahnya. Dia juga mengambil parfumku lalu menyemprotkannya diruangan kamarku lalu menghirupnya. Ada perasaan yang sulit aku lukiskan menyaksikan pemandangan itu. Dititik itu aku menyadari kalau Marscha ini hatinya hanya untukku. Aku tersentuh melihat bagaimana dia merindukanku.

Kemudian Marscha menyalakan TV. Selama 5 menit kemudian aktivitas Marscha dikamarku hanya nonton TV sambil tiduran. Tapi sebelumnya pacarku membuka baju dan roknya, sehingga dia tiduran dengan memakai BRA dan CD doang (dia sering melakukannya, agar bajunya tidak kusut saat nanti dipakai lagi ke kampus/jalan pulang).

Kebetulan saat itu yang dia pakai atasan dan bawahan yang sama berwarna merah dengan renda-reda. BRA nya tidak sanggup menampung seluruh toket gedenya, hanya seperempat saja, sehingga dengan samar putingnya terlihat. CD nya juga sangat minim, hanya 1 tali menutup anusnya, dan kain tipis menutup vaginanya. Jelas sekali memek tembemnya terlihat menerawang. Sungguh sexy. Aku saja yang sudah rutin melihatnya masih tetap kagum.

Hingga akhirnya pacarku tertidur. Aku sedikit deg-degan karena tadi kamar ga dikunci, takut ada yang masuk dan melihat pemandangan sempurna ini. Bisa diperkosa pacarku kalau yang datang orang-orang kampung seperti penjaga warung depan, penganatar aqua, tukang antar makanan atau penjaga kostku.

Berhubung CCTV ini menggunakan sensor gerak, maka baru kalau ada yang gerak saja kameranya akan mulai merekam, dan juga setelah tidak ada gerakan sama sekali, kamera masih akan tetap merekam selama 10 menit sebelum stop. Kamera tidak merekam lagi aktivitas dikamar itu.

Sekitar 1 jam kemudian rekaman berjalan lagi. Karena Marscha bergerak mengambil HP nya yang berdering. Aku gedein volume rekaman CCTV untuk mendengar apa yang dibicarakan. Aku tidak dapat mendengar suara dari seberang sana, jadi ini hanya suara Marscha yang aku dengar.

“Halo…kenapa?”

“Gw lagi dikost cowo gw ini. Capek balik dari kampus”

“Lagi ga pakai baju. Gerah. Hihihi”

“Ah kamu kayak ga pernah lihat saja”

“Iya ini masih bete. Cowoku Billy menghilang ntah kemana”

“Iya. Telp dan wa ga bisa masuk. No gw di block kayaknya. Bete banget”

“iya…”

“Gw sedih nih digantungin gini. Bete banget”

Ada jeda sejenak. Sepertinya orang diseberang sana lagi menasehati atau menyemangati pacarku yang raut mukanya memang kelihatan sedih pas sebut namaku.

“Iya…thank ya. Lu emang tempat curhat yang asik”

“Hehehe….Mksh”

Pacarku mulai tersenyum. Cowo diseberang sana sukses membuat mood pacarku bangkit lagi. Malah pacarku sekarang selfie dari jarak dekat. Dan kemudian mengetikan sesuatu di HP nya. What?? Jangan-jangan pacarku mengirimkan foto sexynya ke orang yang telp tadi.

Kemudian aku dengar telpon kembali berdering.

“Hahaha……. Iya ini, yang kamu belikan”

“Suka…..”

“Apa? Sekarang?”

“Hmmmm”

“Ya sudah sini saja”

“Aman kok”

“Hihihi….”

Aku ga tahu apa yang diucapakan diseberang sana. Tapi sepertinya pacarku terhibur.

Pacarku kemudian ke kamar mandi. Berhubung dia dikamar mandi lebih dari 10 menit jadi CCTV kembali mati.

Kamera CCTV kembali menyala. Kulihat Marscha, keluar dari kamar mandiku hanya memakai handuk saja. Dia sepertinya baru habis mandi. Terlihat dari tubuhnya yang sedikit basah. Dia menuju pintu yang diketok dari luar, dan membukanya.

Jantungku berhenti berdetak, saat aku saksikan yang masuk itu adalah seorang cowo. Bahaya, pacarku masih memakai handuk saja, memamerkan atasan payudaranya yang menyembul dan pahanya yang jenjang. Handuk itu tidak sempurna menutupi tubuh indah pacarku.

Aku tak melihat jelas wajahnya, karena cowo itu pakai topi sehingga aku tak lihat jelas wajahnya. Pintu kemudian ditutup dan aku lihat……… Dheg!…. Cowo itu langsung melumat bibir Marscha. Mereka berciuman dengan hotnya. Jantungku berhenti berdetak sesaat.

Kulihat pacarku melepas bibirnya. “Sabar dulu dong. Baru masuk langsung nyosor…Hihihi…..katanya mau hibur aku…”

“Habis kangen sama kamu sayang…”

“Halah gombal. Baru juga kemarin aku belain seharian bolos kuliah di kost kamu karena lagi suntuk”

“Iya…habis… kamu ini ngangenin banget….. apalagi ini…”

“Heiiii….”

Kulihat cowo itu menarik handuk yang melilit tubuh indah pacarku, sehinga sekarang Marsha berdiri dengan telanjang dihadapan cowo itu. Payudara super dan vagina sempitnya ter-ekpose dengan bebas. Benar-benar sempurna. Cowo itu langsung meremas kedua benda kenyal favoritku itu.

“Nakal ya kamu..awas nanti aku hukum..” Kata pacarku sambil meremas batang cowo itu dari luar celananya.

“Mau dong dihukum”

Kemudian cowo itu kembali menarik pacarku dan mereka kembali ciuman dengan panas. Dan saat pacarku melepas topi itu, jelaslah wajah yang perpampang sekarang siapa. Ternyata si bangsat Ringgo. BABI!

Sambil berciuman, Marscha dengan telaten membuka baju, dan juga celana cowo itu. Hingga akhirnya mereka berdua sama-sama berdiri telanjang. Marscha didorong ringgo kebawah, hingga wajahnya tepat dihadapan kontol si bangsat itu.

“Lha, ini siapa yang mau menghibur siapa sih? Kok jadi Marscha yang service kamu?” Kata pacarku mendongak keatas, menatap wajah cowo itu.

“Aku sudah ga tahan. Oral dong sayang….seperti biasa kamu mainin si Johni ini….” Katanya menggerak-gerakkan kontolnya, menampar pelan pipi pacarku. “Habis ini aku senangin kamu. Ada kejutan yang akan buat kamu akan merasakan terbang kelangit ketujuh” Sambungnya.

“Benar ya. Janji?”

“IyaMarscha sayang”

Pacarku akhirnya menurut saja. Ditatapnya batang yang sudah tegang itu.

“Halo adik nakal…Ga bosan-bosanya ya ketemu kakak..kangen melulu..” Kata pacarku kekontol Ringgo.

“Iya kak…habis sedotan kakak…enak banget…kangen tahu…” Kata Ringgo.

Pacarku hanya terseyum kemudian dijilatinya batang itu, dari mulai batangnya sampai ke palkon. Begitu bolak balik sampai sekitar lima kali, sampai akhirnya batang itu masuk ke mulutnya. Dengan telaten pacarku mengoral. Ringgo dibuat merem melek. Tangan cowo itu tak tinggal diam, turun kebawah ikut meremas-remas dada Marscha. Pacarku makin liar memainkan batang cowo itu.

Aku marah menyaksikan semua itu, tapi (seperti biasa) batangku perlahan naik juga menyaksikan video ini. Batangku perlahan tegang dibalik celanaku.

5 menit kemudian ringgo menarik pacarku hingga berdiri. Mereka ciuman sebentar, kemudian ringgo mengangkat tubuh pacarku, dan mendudukknya diatas meja belajarku. Dibukanya paha pacarku dengan lebar sehingga vaginanya yang sudah basah itu terpampang dengan indahnya.

“Ini punya siapa?” Tanya ringgo sambil merenggangkan vagina pacarku

“Punya kamu sayang…”

“Benar?”

“Iya”

Ringgo tersenyum puas, kemudian membenamkan wajahnya di memek pacarku. Pacarku mendesah sambil kepalanya meremas rambut ringgo. Bahkan dia sendiri meremas dada kirinya, untuk menambah rangsangan. Benar-benar bitcty pacarku ini. Otaknya ntah dimana, karena kenikmatan sesaat.

“Gila sudah becek saja ini memek…” Kata ringgo. Marscha diam saja sambil memejamkan mata. Sexy sekali. Aku sampai menurunkan celanaku, karena kontolku yang tegang sudah terasa sakit tertahan CD dan jinsku. Ya, aku ikutan horny.

Kemudian pacarku diturunkan lalu dibuat menungging di meja belajarku. Tangan Marscha diatas meja menahan tubuhnya. Ringgo menarik badan Marsca hingga kebelakang. Kedua kakinya direnggangkan ringgo, kemudian tangannya mengelus-elus liang sempit marscha.

Dengan gemasnya Ringgo menggigit-gigit bongkahan pantat pacarku sambil tanganya mulai mengelus-elus vaginanya. Ciuman ringgo turun kebawah sampai menjilati anus pacarku. Itu membuat marsha makin menggelinjang. Apalagi saat itu 1 jari Ringgo sudah masuk ke dalam vaginanya.

“OUhhhh…” Hanya itu yang keluar dari mulut Marscha. Desahannya sangat sexy aku dengar.

“AUWWW,,,,,,” Jerit Marscha. Aku perhatikan ternyata sekarang sudah 2 jari ringgo masuk kedalam memek pacarku. Posisi kamera CCTV pas menangkap adegan itu.

Selama 5 menit Ringgo terus mengerjai lubang memek Marscha dengan kedua jarinya, sampai pantat pacarku mengejang-ngejang menahan kenikmatan yang melandanya.

“Gila….enak bangettt…..auhhh….terusss…” Desah Marscha.

“Enak ya sayang?”

“Iya. Lu emang paling jago urusan mainin memek gue…..ahhhh…GW keluarrrr…… ahhhhhhhh”

Pacarku mengejang-ngejang sedikit. Badannya jatuh telungkup diatas meja belajarku, jatuh diatas beberapa buku dan diktat kuliahku. Ringgo tersenyum puas, sambil berdiri dan mengelus-elus kontolnya. Dia sudah tidak sabar ingin menggenjot pacarku, yang sekarang sudah lemas diatas meja.

Ringgo sedikit menarik pinggul Marscha agar lebih menungging dan memposisikan memek pacarku tepat di depan kontolnya yang sudah ereksi penuh. Ringgo mengarahkan ke titik sasaran dan secara perlahan menekan pinggulnya dan berusaha membenamkan kontolnya. Karena vagina pacarku sudah basah kuyup, kepala kontol Ringgo relatif mudah menerobos masuk.

“Aiiihhh…tunggu dong….istirahat bentar….baru juga keluar…”. Protes Marscha.

Tapi mana ada cowo yang mau menurut dengan kondisi begini, yang ada malah Ringgo menekan dalam-dalam pinggulnya “Auhhhhh….masuk juga….semuanya”. Tanpa perlawanan berati liang sempit Pacarku menelah utuh-utuh kontol Ringgo. BANGSAT. Aku sampai mengocok-ngocok batangku naik turun.

“Ga bosan-bosanya aku sama memek kamu ini sayang…..” Kata Ringgo mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur. Ditarik perlahan, kemudian dilesakkan lagi dalam-dalam. Tarik perlahan-lahan lagi, lalu dibenamkan lagi sampai mentok.

Hal itu membuat pacarku kembali mendesah, merasakan setiap inci dinding-dinding vaginanya gesekan perlahan dari kontol Ringgo yang keluar masuk. Ini membuatnya mendesah sexy.

“Terusin sayang.. hah..hah…..hmmpppfffffhhh..” ceracau pacarku yang mulai menikmati karena nafsu birahinya naik lagi tanpa bisa ditahan. Dasar pecun, batinku.

Ringgo semakin bernafsu begitu sadar pacarku ikut menikmati persetubuhan ini. Memeknya makin banjir, membuat suara berkecipakan ketika dikocok. Ringgo mempercepat tempo genjotannya.

“huhh..huuhhh..huhhh.. rasain nih.. rasainn… enakk kan..” gerung Ringgo penuh nafsu menggenjot memek pacarku sambil meremas-remas pantat putihnya.

Pacarku melenguh-lenguh kenikmatan sambil menggoyang-goyang pinggulnya berusaha mengimbangi Ringgo “Ouhh..ouhhh.. Hhahhhh… hahhh… iya.. iya… entot terus gw.. entott gueeee…” lenguh Pacarku binal.

“Woaa… lagi pada asyik rupanya” tiba-tiba ada suara cowok lain di ruangan tersebut.

Aku kaget mendengarnya, begitu juga Marsha & Ringgo, mereka reflek menghentikannya kegiatannya dan menoleh ke arah asal suara. Di pintu, seorang cowo berdiri sambil menyengir penuh maksud. Ternyata tadi pintu tidak dikunci. Dan yang berdiri cengengesen depan pintu tak lain dan tak bukan adalah Gilang, mahasiswa abadi, ketua ormas kepemudaan itu. Aku makin emosi saja. Darimana Gilang tahu kostku? Ini pasti dari ringgo.

Baru saja Pacarku mau bersuara, suara Ringgo terdengar lebih dulu “Woe, Bro, Sini gabung…baru mulai nih” sapa Ringgo biasa.

“Eh, Mas Gilang…. ngapain? Kok tahu tempat ini?” tanya Pacarku kaget dari posisi tertelungkupnya, dia mencoba bangkit tapi punggungnya ditahan Ringgo.

“Aku yang kasih tahu. Kita berdua mau hibur lu yang lagi sedih karena belum ngentot dengan pacar sendiri…hahahaha….” sahut Ringgo sambil mulai menggenjot Pacarku lagi. Pacarku yang masih panik karena dilihatin lagi ngentot, jadi blingsatan.

“Eh.. eh.. stop.. stop dulu dong Ringgo” pinta Pacarku panik.

Tapi Ringgo tidak peduli dan tetap menggenjot memek Pacarku semakin semangat.

“Tenang Sha, Gilang ga akan ikutan sekarang. Kita mau role play ini. Pasti seru” kata Ringgo meyakinkan.

Kemudian Ringgo menatap Gilang “Bro, lo duduk manis aja ya disitu. Nonton saja”.

“Jadi sekarang anggap saja kalau Gilang ini pacar lu. Dan lu gw kentot tepat didepan pacar lu. Ini fantasi cukcload yang penah kita bahas dulu” Kata Ringgo ke Marscha, sambil dia menganggukan kepalanya ke Gilang. Gilang hanya memberi jempol kepadanya.

“Anggap saja gw pacar lu sha”. Balas Gilang nyengir.“Tapi memang gw beneran ingin pacaran sama lu sih seperti yang pernah gw bilang. Ya udahlah, anggap saja kita jadian sekarang ya sayang.” Kata gilang, lalu mendekati meja belajarku lalu melumat bibir Marscha. Mereka berciuman dengan lembut sekali, ringgo malah menghentikan sebentar genjotannya.

“Selamat ngentot ya pacarku sayang”. Kata Gilang melepaskan diri, lalu menarik kursi mendekat ke meja untuk bisa melihat lebih jelas live bokep Ringgo vs Pacarku.

Marscha seperti sudah sadar. Perasaan kagetnya yang tadi, berubah menjadi sebuah senyuman penuh arti. Dia akan ikut role play, seolah-olah dia lagi ML didepan pacarnya.

“Iya sayang…kamu duduk manis ya….biarkan pacarmu ini dikentot cowo lain…Auhhh…” Kata Marscha, karena setelah itu gocekan kontol Ringgo membuat membuatnya kembali mendesah-desah.

Aku kaget luar biasa menyaksikan kebinalan pacarku. Ada perasaan marah, cemburu tapi aku juga horny menyaksikan. Apalagi ini seperti adegan cukload. Benarkah Marsha menyukainya?

Dengan brutal ringgo menyodok-nyodok vagina pacarku. Cairan vaginanya sudah banyak keluar membasahi pahanya.

Gilang nyengir bahagia melihat “pacarnya” kelonjotan penuh kenikmatan di depan matanya. Tangannya reflek membelai-belai selangkangannya. Dia ini memang ada keanehan juga, setelah aku ingat kejadian pelayan diskotik yang ikut dia suruh menikmatii pacarku tempo lalu.

Tidak sampai 5 menit digenjot dengan posisi doggy style, pacarku mulai merasakan bahwa desakan orgasme mulai menyodok-nyodok. Lenguhan dan teriakan Pacarku mulai semakin tidak terkendali seperti halnya goyangan pinggulnya. Aku harus sampai mengecilkan volume laptopku, krn teriakanya yang kencang.

“Bagaimana rasanya ngentot didepan pacar sendiri?” Tanya ringgo

“Ouhh.. ouhh.. Ya.. Ya..enak sekali……” Desah Marscha.

“Kamu suka ya cukload begini?”

“Iya…..iya.. Cepetin.. cepetin… Kocok makin cepat.. Ayoo.. hahh.. hahhhh…” ceracau pacarku yang sudah diambang klimaksnya. Ringgo menanggapi request Pacarku dengan semakin cepat memompa lubang kawin Pacarku. Akupun semakin kencang mengocok kontolku. Gila….gila…gila.

Akhirnya, “Hiaaahhhhh…. Ouughhhhhh…. Shhhhhhhhh.. aku…ke…lu…arrrrrrr….AHHHHHHHHHHHH……” lenguh orgasme Pacarku membahana lagi.

Panjang sekali teriakannya. Badannya tersentak-sentak menerima badai orgasme. Belum pernah aku melihat pacarku sedahyat itu saat keluar. Marsha benar-benar diuncak tertinggi orgasmenya.

Aku juga sampai ngecrot sendiri menyaksikan. Tak sempat ambil tisu, jadi berceceran maniku diatas lantai. Aku mem-pause video itu sebentar untuk kekamar mandi membersihkan ceceran sperma ditanganku.

Aku sampai mengguyur kepalaku dengan air, untuk menenangkan diri. Tapi anehnya, disatu sisi aku marah dan cemburu, disisi lain aku justru menikmati pacarku diperlakukan begitu. Sulit untuk diungkapkan.

Setelah cukup waktu beberapa menit menenangkan diri, aku kembali kearah laptopku. kembali aku tekan tombol PLAY.

Ringgo yang belum orgasme, mengangkat tubuh Pacarku yang masih lemas karena orgasme yang terakhir. Membopongnya dan merebahkannya diatas ranjang kamarku. pacarku yang cantik hanya bisa pasrah saat tubuh indahnya yang sudah berkeringat dibuat telentang.

Tanpa memberikannya waktu istirahat, Ringgo menggerakkan pinggulnya maju sehingga kontolnya menempel di bibir memek Pacarku. Dengan satu sentakan keras, batang daging yang gemuk itu langsung amblas dan menyipratkan cairan pelumas pacarku keluar.

“AAGHHHH..” jerit Pacarku tanpa sadar karena desakan tiba-tiba pada lubangnya. Tanpa buang waktu lagi Ringgo langsung menggenjot Pacarku dalam RPM tinggi. Suara kecipakan bunyi kocokan terdengar lagi. Mata Pacarku membeliak, tapi tubuhnya pasrah.

“Lihat itu pacarmu nafsu melihat kamu dikentot” Kata Ringgo.

Gilang saat itu sudah melepaskan celananya. Kontolnya yang sudah tegang itu dikocok-kocok sendiri. Pacarku sepertinya bangkit nafsunya menyaksikan aksi Gilang itu. Apalagi Riggo memprovokasinya dengan kata-kata.

Pacarku merangkulkan kedua kakinya dibalik punggung Ringgo dan tangannya memeluk Ringgo kuat-kuat, Ringgo makin semangat. Toketnya diremas-remas penuh nafsu.

“Hoohh.. hohh…. rasainnn…mani gw nih…..” tanggap Ringgo tak kalah nafsunya. Sepertinya dia akan keluar.

Diiringi lenguhan keras Ringgo yang menjambak rambut pacarku dan membenamkan kontolnya dalam-dalam, “HUAAHHHHHH…. Hahhhh… Hahhhhh…” ujarnya, sampai tubuhnya mengejang-ngejang, lalu berhenti sesaat. Dia nge crot didalam memek Marscha.

“Memek lu memang yang terbaik….Thanks ya…. ” ucap Ringgo sambil melumat bibir sensual pacarku. Pelan-pelan Ringgo mencabut kontolnya yang mulai mengecil. Membawa banjir peju keluar membasahi bibir memek Marscha dan mengalir turun membasahi sprei tempat tidurku. Lalu Ringgo langsung ambruk dipojok kasurku karena kecapean. Nafasnya terengah-engah.

Sekarang kulihat Gilang, yang sudah telanjang bulat, berdiri menuju mejaku dan mengambil tissue dan dikasih ke Marscha yang masih tergeletak mengangkang di kasurku dengan lelehan sperma di sekujur selangkangannya. Pacarku menerima tissue tanpa banyak bicara. Pelan-pelang dibasuhnya sperma Ringgo dari selangkangannya.

“Gila lu, go. Main sembarangan kelurian didalam. Kalau hamil gimana?” Kata pacarku kesal.

“Kalau hamil biar pacarmu ini yang tanggung jawab sayang” Kata Gilang yang sudah duduk diatas kasur, tepat sebelah Marscha. Ditangannya masih ada 1 tissue dan perlahan menyapukan tissue basah ke bibir memek Marscha.

Marscha hanya tersenyum sumringah. Dia bahkan inisiatif duluan mencium wajah Gilang. “Kamu memang pacar yang pengertian” Katanya.

“Jadi kamu senang pacarmu ini dikentot cowo lain?” Tanya Marscha disela-sela ciuman mereka.

“Senang sekali. Aku sudah biasa ngentotin cewe. Tapi melihat pacar sendiri dikentot didepanku, aku makin horny” Jawabnya. Perlahan, usapan tissue di vagina pacarku, digantinya dengan usapan tanganya sendiri.

“Berarti gpp dong kapan2 aku dikentot cowo lain depan kamu?”

“Gpp sayang. Do it” Kata gilang makin horny.

Gilang sudah memasukkan jarinya dengan kasar ke memek Pacarku. Pacarku melenguh tertahan ketika memeknya dikerjai. Jemari Gilang dengan ahlinya mengocok dan mengobel-ngobel memek Pacarku. Bahkan 2 jarinya sekarang sudah masuk bergerilya. Tidak perlu lama untuk membuat Pacarku ON lagi.

Tangan pacarku sekarang sudah merab-raba kontol Gilang. Dikocok-kocoknya dengan cepat. Bahkan dia mengubah posisinya miring, sehingga kontol Gilang tepat dihadapannya. Tidak tunggu lama, kini batang hitam itu masuk ke mulut pacarku.

“Tubuh lu emang sempurna, Sha. Gw nafsu banget, apalagi pas lihat lu dikentot tadi. ” puji Gilang.

Jemari Gilang menghentikan aktivitasnya di area selangkangan Pacarku, dan mulai menjamah bongkahan melon putih yang kenyal milik pacarku.

Ketika jemari Gilang mulai memilin-milih dan menjepit puting Pacarku, bibir sensual Pacarku mulai mengeluarkan desahan erotis, yang tertahan batangnya Gilang.

Kemudian Gilang melepaskan kontolnya, lalu duduk selonjoran diatas tempat tidur, dengan punggungnya bersandar didinding kamar. Kemudian dipanggilnya pacarku menggunakan kode jari. Marscha yang sudah paham lalu mendekat.

Kini Marscha duduk di pangkuan cowo itu, dikangkangnya pantatnya lalu memegang batang tegang itu dan mengarahkan ke liangnya. Sebuah penis kembali memasuki liang memeknya sampai amblas.

“OUhhhhhhhh…..” Desah manja Marscha. Walau memeknya sudah banjir, Marscha harus menaik turunkan tubuhnya dengan pelan diatas kontol Gilang sampai 5x agar batang itu terbiasa. Karena batang Gilang yang lebih besar.

Sesudah terbiasa, lalu Gilang memegang kedua pinggulnya, kemudian digerakannya pinggul Marscha bergoyang-goyang. Marsha yang libidonya juga sudah naik ikut membalas goyaangan lelaki itu. Jadilah kerjasama keduanya menghadirkan bunyi yang indah saat dua kelamain itu menyatu.

Gilang makin lama makin brutal menghajar memek Pacarku dengan posisi WOT, membuat toket besar Pacarku bergerak-gerak liar karena goncangan. Kedua tangan Gilang mencengkram kuat-kuat kedua bongkah daging tersebut dan semakin mempercepat kocokannya.

“Aiiihhhhh….pelan….” desahan kesakitan dari Marscha, tapi langsung disusul lenguhan kenikmatannya “Nggahhhh.. ngahhhhh… ouuuuhhh… iya.. that’s right… ayo truuss…”. Teriak Marscha.

Sambil menahan pinggul Pacarku yang menggelinjang dengan binalnya, Gilang memaju-mundurkan pantatnya dengan penuh semangat.

“Berisik amat kalian”

Lagi asik kedua insan itu bergoyang, Ringgo yang sudah pulih kemudian mendekat. Dia berdiri tetap disebelah pacarku yang sedang asik memompa batang Gilang.

“Ayo bersihin nih” Katanya menyodorkan batangnya yang masih belepotan sperma. Marscha yang sudah hilang akal sehat, langsung membuka saja mulutnya dan memasukkan batang itu. Disedot, lalu batanganya dijilati sampai bersih.

Aku yang melihatnya sampai terbelalak. Baru kali ini aku menyaksikan langsung adegan begini. Memang binal sekali pacarku ini kalau sudah urusan sex. Batangku kembali ngaceng lagi. Tak kuasa, aku kocok-kocok juga menyaksikan pesta sex didalam kamarku. Aku langsung refleks perhatikan posisi tempat tidur kamarku saat itu, tempat dimana pacarku lagi memanjakan 2 kontol. Benar-benar Gila.

Marscha menggoyangkan tubuhnya dengan liar, sambil tangannya mengocok batang Ringgo yang mulai tegang. Kombinasi kocokan dan jilatan, sukses membuat batang Ringgo bangkit lagi.

“Benar-benar bitchy kamu ya…” Timpal Gilang, yang masih memelintir-lintir puting pacarku.

“Yessss… i am your bitch……fuck me harder…..” Desahan kencang Marscha.

Hingga 2 menit kemudian : “NGAhhhHhhhhhh…. Houuuuuhhhhh… Marscha kluarrrr…auuhhhhhhhh” pekik Pacarku melampiaskan kenikmatan yang melandanya seluruh organ tubuhnya.

Pinggul Pacarku mengelinjang-gelinjang selama beberapa saat sampai terpaan gelombang klimaksnya mengendur.

“Hahh.. hahh.. hah…enak banget.. enak banget.. akhirnya sampe juga….” desah Pacarku sambil menyapu keringat dari wajahnya.

“Hampir aja kontol gw lu gigit” Kata Ringgo, melepaskan kontolnya.

“Enak ya sayang?” Tanya Gilang. Dia memberikan kesempatan sejenak ke pacarku untuk menikmati sisa-sisa orgasmenya.

“Iya enak…banget…..” Kata pacarku, tubuhnya memeluk Gilang dengan vaginanya masih tertancap.

“Tapi aku belum keluar nih” Kata Gilang. “Ayo nungging. Gw mau doggy lu” Perintah Gilang.

Ringgo membantu Marscha berdiri, lalu menunggingkannya ditengah kasur. Kepala pacarku terbenam dibantal yang ada didepannya. Kulihat kedua lelaki itu berbisik, sebelum akhirnya dengan perkasanya kontol Gilang yang masih tegak berdiri itu menghajar Pacarku lagi. Mereka seperti kambing kawin. Tak terdengar suara pacarku karena tertahan bantal.

Pacarku digenjot Gilang dengan doggie style. Sesekali ditamparnya pantat putih mulus itu. Doggie style membuat g-spot Pacarku dihajar kontol Gilang secara intens.

Ringgo ikut merangsang pacarku. Kedua bongkah toketnya yang mengayun-ayun bebas akibat goncangan dan benturan paha Gilang pada pantat pacarku diraihnya. Tangan Ringgo meraih toketnya dan meremas-remasnya. Rambut pacarku ditariknya, sehingga kini pacarku menungging dengan posisi sempurna. Wajah pacarku yang sudah kemerahan itu dilumat ringgo dengan penuh nafsu. Setelah itu ringgo menurunkan kepalanya kebawah, lalu melumat kedua payudara indah itu.

“OUhhhhhhh…….aduhhh……” Hanya itu yang keluar dari mulut pacarku. Dia pasti merasakan kenikmatan yang luar biasanya saat kedua tititik sensitifnya mendapatakan rangsangan yang luar biasa.

Kali ini hanya butuh 5 menit untuk buat Pacarku meledak dalam orgasme lagi.

Ledakan orgasme yang kali ini betul-betul dahsyat sampai membuat Pacarku mencengkram sprei kasurku kuat-kuat.

“OUUUUUGGHHHHHHHH…. YESSSSSSSS…… Gillllllaaaaaaaaa…. AAAAAAAA…..”.

Gilang makin mempercepat goyangannya membuat orgasme pacarku makin panjang. Pacarku sampai nafasnya sampai tersengal-sengal karena terpaan orgasme. Setelah itu Gilang mencabut sebentar kontolnya, dan menampar-namparkan ke pantat pacarku. Itu sepertinya teknik dia untuk mengulur maninya keluar.

Belum sempat mengatur nafas akibat orgasmenya yang terakhir, Ringgo sudah menarik kasar rambut pacarku. Dia duduk selonjoran dengan kontol tegak didepan wajah pacarku. Ringgo langsung memegang dan mengarahkan kepala Pacarku agar mulai menyepong kontolnya.

“Aduh.. bentar dulu dongggg ” protes pacarku, tapi tak dihiraukan Ringgo karena Ringgo sudah menekan kepala Pacarku sehingga mulut Pacarku langsung penuh oleh kontol Ringgo. Pacarku hampir tersedak karena paksaan ringgo.

Gilang menatap vagina pacarku yang berlumuran lendir orgasmenya, lalu kembali membenamkan kontolnya kedalam memek Pacarku dan mengentotnya dalam doggy style lagi. Gempuran Gilang sangat kencang, sampai kedengaran punya keciprak paha dan pantat bertemu. Desahan Marscha membuat mulutnya semakin terbuka, memudahkan kontol Ringgo merangsek masuk ke mulutnya.

Benar-benar pemandangan yang sangat luar biasa merangsang, disaat tubuh seorang mahasiswi cantik yang masih muda dan sexy sedang dikerjai 2 orang lelaki. Aku tanpa sadar sudah mengocok-ngocok kembali batangku yang sudah tegang maksimal, menikmati pemandangan pacarku yang sedang digangbang. Ntah kenapa aku justru berharap sekali kedua lelaki ini makin buat menyiksa birahi pacarku. Aku ingin pacarku dibuat orgasme lagi dan lagi.

Kali ini aku lihat pacarku betul-betul susah dalam konsentrasi mengemut kontol Ringgo karena gempuran kontol Gilang dari belakang betul-betul membuatnya mengawang-ngawang kenikmatan. Kadang batang Ringgo terlepas dari mulutnya.

Tapi Pacarku berusaha terus untuk bisa mengemut-ngemut, menyedot-nyedot kepala kontol Ringgo, dan sekali-sekali lidahnya memainkan lubang kontol Ringgo. Ringgo jadi belingsatan keenakan dan mendesah-desah keenakan.

“Ahhhh… shhhhhhhh.. mmmhhh….. ashhhhhhhh….. gue sudah ON lagi nih” ceracau Ringgo sambil menjambaki rambut pacarku.

Pacarku juga sangat menikmati posisi ini. Dia hampir keluar untuk kesekian kalinya ketika Gilang tiba-tiba menghentikan genjotannya.

“Lho, kok berhenti?” Tanyanya heran. Dia yang tadinya sudah kewalahan, malah berharap terus disodok.

“Jepitan memek lu enak banget. Gue belum mau keluar. Mau istirahat dulu.” Jawab Gilang, sambil melap kontolnya pakai tissu. “Tuh naikin kontol Ringgo”.

Kulihat mereka berdua bermain mata, seperti merencanakan sesuatu. Pacarku yang kesadarannya sepertinya sudah hilang hanya menurut saja tubuhnya diperlakukan sesuka mereka. Dia lalu mendekati ringo yang sekarang duduk telentang dengan kontol yang tegak berdiri. Marscha membuka pahanya lebar-lebar dan menduduki batang Ringgo yang mengacung tegak.

“Ouhhhhhhh….” Pacarku mengerang kenikmatan ketika kontol Ringgo menerobos celah memeknya tanpa ada hambatan berarti. Vaginanya yang sudah banjir memudahkan proses pencoblosan itu. Tak menunggu lama, pacarku mulai bergerak naik turun mengocok kontol Ringgo.

“Yah terus…lu memang bakat jadi lonte…..” ujar Ringgo menyemangati goyangan pacarku di atasnya sambil meremas-remas toket Pacarku.

“Ahhhhh… ngahhhhh..ahhhh…” desah Pacarku sambil menggoyang maju mundur pantatnya. Dengan nakalnya jempol Ringgo menggesek-gesek klitoris Pacarku yang menonjol, membuat Pacarku semakin blingsatan.

Tiba-tiba Gilang memeluk Pacarku dari belakang dari langsung meremas toketnya. Leher pacarku dicium, dan digigiti oleh Gilang. Tangan Gilang juga mulai meremas-remas pantat Pacarku. Dan sesekali membelai sun hole Pacarku. Membuat Marscha menggelinjang karena perasaan nikmat. Semua titik sensitifnya diserbu kedua lelaki itu.

Tiba-tiba Pacarku mendesah “Auuuuhhh… Gilang! Lu apain?????” Desah Pacarku dangan suara yang gede. Aku perhatikan ternyata Gilang memasukkan jarinya ke lubang anal pacarku itu.

Pacarku mengerang lebih heboh lagi saat Gilang memasukkan lebih dalam jari tengahnya ke dalam pantat Pacarku dan mulai mengocoknya.

“Ahhh… ahhh… gillaa… Lo apain pantat gue…” rengek pacarku kebingungan. Cairan pelumas memek Pacarku yang membanjir sampai ke lubang pantatnya dan posisi nungging Pacarku memudahkan Gilang mengocok pantat Pacarku.

Tiba-tiba Gilang menghentikan kocokannya dan mengeluarkan jarinya dari lubang pantat Pacarku.

“Kita mainkan rencana kita bro” Kata Gilang ke ringgo.

Ringgo yang berbaring telentang di bawahnya langsung mendekap punggung Marscha sambil berkata: “Gue mau kasih kejutan sex yang belum pernah lu rasakan”

Habis berkata begitu, Gilang mengarahkan kontolnya ke anus pacarku. Jantungku sampai berhenti menyaksikan itu. Gila ini, kedua lobang pacarku akan dimasuki, Tidak!!!!

Aku lihat Marscha yang sudah mulai sadar meronta-ronta, saat Gilang sudah mengarahkan penisnya duburnya.

“Gilangss.. Gue ga mau dianal…please….sakitttttt ” rengek pacarku berusaha membalik tubuhnya, tapi tertahan oleh pelukan Ringgo yang memaksa kontolnya masuk makin dalam ke memek Pacarku.

“Pantat gue masih perawan. Please. Cowo gue saja belum pernah”

“Tenang saja…kan cowo lu juga ga tahu nanti kalau pantat lu sudah jebol..hahaha…”

Dengan tampangnya yang arogan Gilang membuka pantat Pacarku lebar-lebar agar lubangnya menganga. Pacarku masih berusaha berontak ketika merasakan kepala kontol Gilang mulai mendesak lubang pantatnya. Semakin Marscha berontak, semakin kencang ringgo memeluknya.

“Ahhh.. Gilangss.. please dongg….sakit tahu…” rengek Pacarku hampir menangis. Tapi Gilang tidak peduli lagi.

Setelah tarik-dorong berapa saat akhirnya penis itu masuk juga ke pantat Marscha.

“Aaaahhhhhhhhh….. sakitttt….” pekik Pacarku kesakitan. Diremasnya dada Ringgo dengan kencang. “Keluarin…..sak…it….auhhh…..” Air mata pacarku sampai keluar. Padahal belum semua batang Gilang masuk.

Kini kedua lobang pacarku sudah dimasuki 2 batang penis yang tegang maksimal.

“Anjiss…enak banget perawanin pantat lu ini…sempit…”

Dengan tekanan kuat sekali lagi, kontol Gilang langsung amblas ke dalam lubang pantat Pacarku. Blessshh!

“Aiihhhhh… ahh.. ahhh.. ahhhhhhh” erang Pacarku lagi. Kali ini sangat panjang. Erangan yang menyayat hatiku. Mulutnya sampai ditutup ringgo agar tidak beteriak kencang.

Gilang mendiamkan batangnya didalam anus Marscha, mungkin untuk membiasakannya dulu. Lalu secara perlahan Gilang menarik kontolnya, kemudian memasukkannya pelan. Marscha masih mendesah-desah dalam lumatan Ringgo. Ada sekitar 10X Gilang melakukan tarik ulur kontolnya, sedangkan ringgo diam saja agar batangnya Gilang leluasa masuk.

“Gimana bro?” Tanya Ringgo

“Anjisss…enak banget ini. Kontol gw kayak dijepit dan dihisap secara bersamaan”

“Wah mau dong bro. Belum pernah anal sex gw”

“Lu harus nyobain nanti. Tunggu gw puas”

“Sip”

“Gw mau hajar nih pantat….”

Sambil berkata begitu, Gilang lalu merengkuh toket pacarku, dan dia langsung menggenjot pantat pacarku dengan kecepatan yang ditingkatkan. Terlihat Gilang agak kesusahan menggepur anus Marscha, mungkin karena susah menggenjotnya mengingat masih sempitnya lubang anus pacarku.

Erangan kesakitan Pacarku hanya bertahan sebentar saja. Begitu pantatnya terbiasa dengan kontol Gilang, dan ditambah Ringgo yang sudah kembali menggenjot memeknya, kulihat jeritan kesakitan Marscha sudah berubah jadi erangan nikmat. Mungkin yang dirasakan Marscha saat ini adalah antara nikmat dan sedikit sakit. Apalagi saat ringgo menaikkan tempo menghajar vaginanya, dan melahap kedua payudaranya bergantian. Desahan demi desahan kenikmatan kembali melanda Marscha. Walau sesekali dia menggigit bibirnya, tanda kesakitan.

Aku yang menyaksikannya terbelalak heran. Bagaimana mungkin kedua lubang sempit pacarku bisa menerima 2 batang itu bersamaan. Ini seperti film bokep yang biasa aku tonton, tapi pemerannya pacarku sendiri. Pacarku dijepit ditengah dan digenjot seperti sandwich. Blingsatan Pacarku menggoyang-goyang pinggulanya merengkuh setiap kenikmatan yang dihasilkan setiap gesekan di lobang kawin dan lobang pantatnya. Betul-betul luar biasa.

“Gimana? enak kan di DP begini?” Tanya ringgo.

Pacarku hanya mengangguk pelan.

“Ini kejutan buat kamu. Kami mau hibur kamu, dengan kasih kenikmatan sex yang berbeda. Enjoy baby” Kata Gilang dari belakang.

“Ouuuuhhh… Thanks……ouhhhh.. ngahhhh… shhhhhhhhhhh.. lebih cepet.. lebih cepet…” lenguh Pacarku yang menuju klikmaksnya.

Ringgo lebih cepat mengoyangkan batangnya. Gilang juga sudah dengan kecepatan maksimal memompa anus pacarku. Mereka seperti lomba lari, saling kejar-kejaran menuju nikmat birahi.

“Ohhhh…kok enak banget sih….aduhhh…. terussss….genjottt 2 lobang Marscha…” Teriak pacarku memenuhi ruangan. Akal sehatnya sudah hilang, mau-maunya kedua lobangnya dimasukin kontol orang lain begitu.

“Enak ya dianal, sayang?” Tanya Ringgo ditengah-tengah persetubuhan mereka.

“Iya enak banget…belum pernah sebelumnya…ternyata..auhhhhh..” Teriak Marsha saat Gilang meremas kencang toketnya.

“Nanti gantian aku yang anal kamu ya sayang” Bujuk ringgo, yang hanya dijawab Marscha dengan anggukan.

Gilang yang kelihatan mau crot makin menggila, anus pacarku yang sudha mulai terbiasa disodoknya dengana kasar. Gilang memompa pantat pacarku gila-gilaan karena akan crot. Tapi ternyata Ringgo yang duluan meledak orgasmenya. Sambil meremas pinggul Pacarku kuat-kuat, punggung Ringgo melengkung dan menghujamkan kontolnya dalam-dalam dan spermanya menyembur di dalam memek Pacarku.

“ANjingggg…gw keluarrrr…..ahhhhhh..” lenguh Ringgo penuh kepuasan, lalu kemudian diam menikmati sisa-sisa orgasmenya.

Marscha sudah bodo amat saat sperma masuk ke vaginanya kembali. Resiko ga dipikirkan lagi. Itu karena dia akan mencapai orgasmesnya. Kulihat bagaimana pacarku merasakan gelombang orgasme, badannya kelonjotan dan tangannya blingsatan menarik-narik kain sprei.

“OOoouuuuuughhhhh… Houuuhhhhhh… Yaahhhhh.. Yessssss….enak bengatttttt…….” teriak Pacarku penuh kenikmatan birahi dipuncak tertinggi. Terlihat hanya bagian putih kelopak matanya yang kelihatan.

Gilang yang sudah terlihat kecapean masih punya sedikit tenaga lagi dan terus menggenjot pacarku yang sedang dilanda badai orgasme. Genjotan Gilang yang tidak berhenti ketika Pacarku sedang klimaks, membuat Pacarku kembali dilanda orgasme berturut-turut.

“Ahhhhhh.. kok… kok… gue kheluarrr lagiii… hahhhhh..” erang Pacarku.

Kelonjotan beberapa saat, lalu pacarku terjatuh lemas di dada Ringgo.

Gilang yang sudah nanggung, tetap memompa pantat Pacarku dia menekan dalam-dalam kontolnya ke pantat Pacarku dan meledakkan orgasmenya seperti orang histeris.

“HOOAHHHHHHH…. HHAAAHhHHH….Kleuar juga akhirnya…” lenguh Gilang penuh kepuasan. Dia menjatuhkan tubuhnya diatas Marscha. Posisi mereka bertiga kayak ikan asin yang disusun 3 lapis. Suasana hening. Hanya desahan nafas menandakan kepuasan yang mendalam yang dialami ketiga manusia itu.

Setelah ngos-ngosan selesai, Gilang lalu mencabut kontolnya dari pantat Pacarku, menyebabkan leleran spermanya mengalir keluar. Lalu Gilang menghempaskan badannya di kasur. Ringgo lalu mendorong badan Marscha untuk telantang di sebelahnya. Marscha sepertinya ketiduran karena kecapean dilanda orsgame hebat berkali-kali. Tubuhnya banjir keringat, dari sela-sela pantat dan vaginnya mengalir sperma.

Aku lihat Ringgo dan Gilang tos dan saling tersenyum.

“Kalau sudah puas ngentotin nih pecun, kita bagi nanti tubuhnya ke anggota kita yang lain. Dijadikan piala bergilir. Biar mereka senang dan makin kompak dalam organisasi kita” Kata Gilang.

“Terserah lu aja bro. Marscha makin lama makin doyan ngentot. Gampang banget ngajak ngentotnya. Ga sia-sia gw didik dia. Hahaha..”

“Lu emang fuckboy kampus sejati. Salut gw sama lu urusan dunia wanita”

“Hehe… Siap. Tapi kayaknya ga akan ada puas dan bosannya ngentotin Marscha ini. Haha. Gw belum rasain anusnya juga”

“Lu jangan dulu anal dia. Biar anusnya jatah gw. Sampai gw puas. Paham kan lu?” Kata gilang dengan arogannya.

“Terserah bos gilang aja gw mah. Selama memeknya masih bisa gw pakai”

Dan kudengar mereka berdua tertawa bahagia.

Hatiku jadi sakit sekali mendengar ketawa mereka. Ga cukup pembalasan biasa buat mereka berdua ini. Harus pembalasan yang akan mereka ingat selamanya. Tunggu saja. Walau memang harus kuakui aku “menikmati” saat pacarku dikentot cowo lain. Buktinya, aku sampi crot 2 tadi.

Perasaanku ke Masrcha? Ntahlah. Kalau pakai akal sehat, sudah harus aku putuskan dia sejak perselingkuhan pertamanya dulu. Tapi hati kadang ga bisa kompromi sama otak…..

…dan juga sama kontol.

Aku hendak matikan laptopku, saat rekaman CCTV itu kembali menyala saat aku lihat tubuh Marscha dipapah Ringgo ke kamar Mandi. Ga mungkin hanya memandikan dan membersihkan tubuh pacarku itu dikamar mandi?! Tapi aku bodo amat. Segera aku matikan laptopku.

HP ku kemudian berbunyi menandakan ada pesan masuk.

“A` , Putri lagi bentar lagi sampai kost Aa Billy nih. Mau antar tas yang masih ketinggalan di mobil. Putri sendiri bawa mobil. Bisa parkir kan?”

“Bisa put. Langsung ke kamar aja nanti ya. Tasnya di mobil dulu.”

“OK Aa kasep. See you”.

Dan aku tersenyum sendiri. Ada seorang gadis cantik yang sebentar lagi ada dikamarku.

BERSAMBUNG

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part