web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 1

0
593

Pengalaman Mengubah Hidup Part 1

“kringggggggg”, suara nyaring alarm HP ku berbunyi menunjukkan pukul 06.00 pagi. Ku raih HP Samsung note ku untuk mematikan alarm yg berisik ini. Jendela kamar aku buka lebar-lebar supaya udara dikamarku diganti dengan udara segar..

“randyyyyyyyy!” suara nyaring nan keras memanggilku, adalah ibuku. “kamu nanti ke bandara jam berapa, ini sudah pagi, buruan sarapan dan siap-siap!”.

“iyaaaa, maaahhh, nanti pesawatnya jam 12 kok, aku berangkat jam setengah 11 dari rumah, ini udah bangun”. Yaa, aku tinggal dengan papah mamah dan kakak dan adik cewek, yang satu berusia 22 tahun, sedangkan yang paling bungsu berusia 16 tahun.

Aku keluar kamar dengan wajah masih menyimpan rasa kantuk, “barang bawaanmu sudah lengkap ren, jangan ada yg ketinggalan ya?” kata ayahku. “sudah pah, tinggal berangkat”, kataku dengan masih sedikit kantuk.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 10.15, aku harus segera bergegas siap-siap untuk berangkat ke bandara. Tiba-tiba samsungku bergetar,
“wah sms siapa ini tumben??” pikirku dalam hati.

[26/02 10.17AM] Novita Septiana: HEH JELEK, hati hati ya, kabar-kabar kalo udah disana, jangan lupa cari pacar.

ku baca satu per satu kata kata perhatiannya, “yaah dari kakakku, Novita hmmm, ku kira siapa..” gunamku. Dia tentu tidak dapat mengantarku ke bandara karena sedang berkuliah semester 6 di kota ujung timur pulau Jawa dan saat ini banyak kegiatan untuk menyelesaikan skripsinya.
Novita, berusia 22 th, melihat dari fisiknya, mungkin dia hanya bertinggi badan 168cm dengan berat badan 52kg, dengan ukuran toket mungkin sekitar 34A sehingga dia terlihat tinggi bertoket besar dan seksi. Jujur walau dia kakak kandungku, aku sering berfantasi bercinta dengan wanita yang memiliki tubuh seperti dia.

Liburan semester satu sudah berakhir, harus kembali kerutinitas perkuliahan, aku pamit kepada papah dan mamahku “maah paah, rendy pamit yak, aku akan baik-baik aja kok disana, jamin deh, bahagia juga”.

“iya anak mamah yg paling ganteng, baik-baik disana yaa” kata mamahku yang sedikit sedih karena akan ditinggal anaknya merantau.
Taksi pun sudah tiba untuk mengantarkanku ke bandara.

Sesampaianya di bandara, aku langsung check in, “tujuan kota J mbak, koper ini masuk bagasi ya mbak” wajahku datar, antara mau dan tidak kembali ke kota itu. “iya mas, ini boarding pass nya, nanti masuk gate B, kursi nya nomor 27A ya, boarding jam 11.10” kata petugas check in ini, yang ku ketahui namanya Andien dari name tag di dada ratanya itu.

“hmm tumbenan nih, bandara gak seramai biasanya, apa karena libur semesterku lebih telat dari libur anak sekolahan ya”, gunamku dalam hati. Jalan melewati lorong-lorong penuh dengan penjaja oleh-oleh, “bakpia mas bakpia, buat sanak sodara mas”.

Bandara yang biasanya ramai bagaikan terminal antar kota, kali ini sedikit lenggang, aku memilih duduk menunggu pesawatku di dekat gate B. Ku lihat kanan dan kiri siapa tau ada yang kenal, atau yang cantik bening, gak ada jugaa, sial.. kembali kerutinitasku dengan bermain lets get rich di Samsungku.

Hampir seluruh papan monopoli aku landmark, hanya menunggu waktu bagi musuh untuk kalah. Tiba-tiba ada wangi parfum yang aku tafsir cukup mahal harganya. Aku melirik sedikit ke arah bau wangi tadi sembari tetap konsentrasi ke game ku.

“siapa tuh, gila wangi banget” ku kembali melihat wanita tadi, sambil menilai dengan kritis. Wanita itu berdiri dengan mantab menggunakan high heels dan jeans ketat menghadap jendela besar ruang tunggu sembari menyaksikan pesawat landing, yang jelas itu pesawatku. Menurut tafsiranku, wanita itu berusia 30 tahun lebih dan bertinggi badan 165cm. rambut panjang sedikit bergelombang membuatku semakin penasaran apakah dia juga satu pesawat denganku. HP aku masukkan ke dalam tas mengingat akan segera naik. Aku tetap memandanginya dan membayangkan dia, dan dia memutarkan badan, langsung menatapku, aku salting, “dem dem ketauan ah bodoh kau Rendy”.

“GA 233 tujuan J, GA 233, Gate B, jangan meninggalkan barang bawaan anda”, suara nyaring Andien si penjaga konter memecah kosong isi kepalaku yang ketahuan curi-curi pandang wanita tadi. Aku bergegas untuk mengcheck boarding pass ku dan barang bawaanku.

Antrian berjalan dengan cepat, aku bertemu lagi dengan Andien, “nomor 27A ya mas, have a nice flight”, sambil tersenyum. “senyumnya masih manis juga dia, walau dadanya rata” pikirku nakal.

Satu per satu penumpang antri untuk di cek boarding passnya dan sebagian berjalan menuju pesawat, sasampainya di pintu pesawat, disambut cantik oleh para pramugari, “selamat siang” dengan senyum khasnya.

“hmm 27A, ini dia”, aku memasukan tasku ke bagasi kabin dan duduk ditempat dudukku, berharap tidak duduk dengan orang gendut. Tak lama kemudian, wanita yang tadi, dengan koper kecilnya berusaha memasukkan ke dalam bagasi, namun karena dia sedikit pendek, dia kesulitan. Hatiku bergetar cepat, apakah aku perlu membantunya atau tidak mengingat aku sudah melalukan hal bodoh sebelumnya. Rasa manusiawi ku muncul.
Langsung berdiri dan membantu, wanita itu melihatku dan tersenyum, “terimakasih ya mas, walau kecil bawaan saya, tapi berat, kamu duduk 27A? aku di 27C”, perkatannya sungguh menyejukkan dan senyumnya yang indah dengan body dan pantat yang seksi.

“iya tante, saya disini hehe”, kataku sambil grogi dan keringetan. Tante itu tersenyum dan berbisik kepadaku “lain kali kalo curi-curi pandang jangan ketahuan ya, tadi ngiliatin apa lama banget?”, yang tadinya tersenyum berubah menjadi jutek. “maaf tante, maaf”, aku malu dan keringatku semakin banyak.

“ladies and gentlemen, this is your captain speaking……”, suara sang kapten penerbanganku memecah keheningan. “loh, 27B kosong, kok sudah ditutup pintunya” pikirku dalam hati.

Selama pesawat menuju runway, aku berdiam diri sembari melihat ke jendela sambil mengingat ingat tindakan bodohku tadi. Pesawat pun take off, cuaca cerah, hanya ada turbulensi kecil. Pramugari sudah berdiri membawa kereta dorong berisi makanan.

“mau minum apa mbak?”, Tanya pramugari pada tante tadi. “jus tomat aja mbak”. “mas, mau minum apa?”. Ku jawab dengan tanpa melihat tante tadi, “air putih aja mbak”. Kuulurkan tanganku meraih air putih itu. Lalu pramugari itu mendorong maju kereta makanannya.

“gak doyan jus ya kamu?” Tanya tante itu dengan wajah datar. “baru ingin air putih tante” jawabku tanpa memandangi dia, aku takut, jujur.
Tak terasa penerbangan ini sudah akan berakhir, suara roda landing sudah keluar. Pesawat landing dengan mulus dan langsung menuju apron. Pramugari mengijinkan kami untuk keluar, namun tante 27C tidak segera bergegas karena mungkin barang bawaanya yg berat. Tante itu berdiri setelah mulai sepi. Lagi-lagi aku membantunya. Tak ada ucapan terimakasih, hanya sebuah senyuman.

Aku bergegas menuju tempat pengambilan bagasi, “ah mamah ini sukanya ngasih bekal banyak2, jadinya berat dan harus di taruh dibagasi”. Tak lama kemudian tas aku pun muncul, langsung ku raih dan menunjukkan bukti kepemilikan koper kepada petugas bandara.

Mendekati pintu keluar, “heyy, kamu naik apa? Sudah ada yg jemput? Bawaanmu besar sekali”, Tanya tante tadi, hingga saat ini aku belum tau namanya.

“iya tante, aku naik taksi aja”, jawabku polos.

“bareng aku aja, mau ke daerah mana?”.

Aku grogi dan takut untuk menjawab, “daerah kampus xxxx tante, apa tante juga di daerah situ juga?”

“iyaaa, udah bareng aja ya, sambil nemenin ngbrol dijalan, pasti macet hari minggu gini”, ajak tante.

Kami pun berjalan menuju parkiran, dan tante itu menguarkan kuncinya, dan mobil pajero hitam berbunyi central locknya. “yuuk, maaf ya mobilnya kotor dan dalemnya berantakan”, tawa si tante. Kami pun masuk setelah menaruh barangku di bagasi mobil. Bagasi mobilnya penuh dengan sepatu dan pakaian di dalam plastic dan kardus.

“namaku Dina, kamu siapa?”, sembari tante Dina mengulurkan tangan kanannya untuk berkenalan….”aku Rendy”, balasku dengan rasa grogi khas anak muda perjaka dari kampung..

—BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part