web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 10

0
489

Pengalaman Mengubah Hidup Part 10

Aku terdiam takut, apakah dia marah. Ku curi-curi pandang kepadanya, dia hanya terdiam kosong memikirkan apa yang baru saja terjadi, orang yang selama ini dibencinya berusaha menciumnya bahkan mungkin akan berusaha menidurinya.

“Sandra, aku pamit aja, gak seharusnya aku melakukan tadi, maafkan aku ya, ku yakin kamu semakin benci padaku”, ujarku kecewa dan menunjukkan gimmick wajah takut, kecewa dan marah pada diriku sendiri.

“iya Rend, lagian ini udah malem juga”, katanya lembut namun pandangannya kosong.

Aku pun berdiri dari dudukku dilantai dan mengambil tasku, lantas aku berjalan menuju pintu depan, dengan rasa lesu dan tertunduk kecewa dengan apa yang aku lakukan padanya.

“hati-hati ya Rend”, Sandra memberi ucapan saat aku berpamit. Wajahnya sangat cantik, jantungku berdegup kencang.

“iyaa, makasih, maaf ya tadi…..”, ujarku.

Sandra hanya membalasnya dengan angukkan, dan menutup pintunya. “BRAAKK”

Aku berjalan melewati lorong yang remang ini. Membayangkan baru aja yang terjadi. Setibanya aku di kamar kos, aku memilih untuk tidur.

*POV Sandra*

Setelah Rendy keluar dari apartmentku, aku duduk termenung, membayangkan apa yang baru saja terjadi. Namun rasa ini berbeda, bukan karena aku jijik padanya atau marah padanya, namun lebih pada kenapa jantungku berdegup kencang dan seolah-olah aku terpesona dengannya.

“yaampun, apakah aku jatuh cinta padanya?? Enggak-enggak, gak boleh!” pikirku pada diri sendiri. Namun tak kupungkiri juga banyak orang jatuh cinta dengan orang yang paling dia benci.

“gak gak boleh, ini aku deg-deg-an karena dia keterlaluan!” uajarku dalam hati mengumpat pada diri sendiri.

Aku berjalan ke kamar mandi, melihat diriku sendiri didepan kaca dan membasahi wajahku dengan air dari wastafel. Setelahnya, aku berjalan menuju kasurku dan ingin segera tidur dan menatap hari esok dan melupakan hari ini.

**

*POV Sandra*

Keesokan harinya di depan kelas bersama teman-teman

“ciee yang abis ngedate di perpus sama culun kemarin haha” ledek Amanda.

“haha gimana beb, mesti ancur banget bau badannya hahaha” ujar Helga.

“eh kalian ngapain sih wong ya cuma ngerjain tugas barengan aja kok, lagian juga duduknya gak deketan, mana bisa tau bau ancur, ngomong-ngomong kok kamu tau kalo bau ancur, udah pernah deket-deket ya” balas Sandra dengan nada bercanda.

“udah udah, ayo masuk kelas udah jamnya nih, Sandra kan mau presentasi” jawab Andita menengahi perdebatan antara para sahabat.

Mereka pun memasuki kelas, dan di dalam sudah ada Rendy yang berada di dekat computer kelas mempersiapkan materi yang akan di presentasikan.

Aku mendekatkan diri kepada Rendy, ada rasa marah dan kasihan, melihat wajahnya yang takut dan polos saat menyiapkan materi di depan computer.

“gimana udah siap semua?” Tanyaku kepada Rendy. “iya kok sudah siap semua tinggal nunggu semua masuk dan presentasi segera dimulai”.

Aku pun kembali ke tempat duduk bersama sahabat hedonku. Dari jauh aku memandangi Rendy, terlintas didalam pikir kejadian tadi malam yang membuat diriku gak jelas.

Presentasi tadi berjalan lancar dan aku cukup senang dengan feedback dari dosen mata kuliah tersebut yang menyatakan bahwa aku improve.

Setelah selesai kuliah

“kita nongkrong-nongkrong gak nih, udah siang banget nih”, ujar Amanda

“gak ah, aku langsung pulang aja” ujar Callisa.

“yauda pulang aja semua, bye byee semuaaa”, ajak Helga yang berjalan menuju parkiran.

Aku pun juga memutuskan untuk pulang, rasanya hari ini awkward sekali, entah rasa hatiku campur-campur. Ku memasuki mobilku dan sembari memanasi mobilku setelah sesiang dalam keadaan mati.

“ih kenapa sih itu anak, tadi sok-sok-an polos, sebenarnya kalau tadi malam gak aneh-aneh, aku mah juga biasa aja, tapi disatu sisi kasian juga kalau dia aku jutekin dia semakin takut sama cewek, serba salah kan”, pikirku.

Aku memacu mobilku untuk kembali ke apartmentku.

*POV Rendy*

“Saat dikelas tadi, aku pandangi Sandra, namun dia selalu mengalihkan padangannya dari aku, ****** lu Rend”, marah pada diriku sendiri.

Jujur aku gak enak dengan dia, aku ingin berteman tapi malah kelewatan.

“yaaa, aku harus kembali ke apartementnya dan meminta maaf padanya, aku cowok, aku kudu jantan, kudu berani minta maaf, aku harus berubah gak boleh minderan lagi”, uajarku menyemangati diriku sendiri.

Matahari sudah mulai turun, aku bergegas untuk segera berangkat ke apartment Sandra, aku gambling, tidak memberitahuinya terlebih dahulu, kalau dia gak ada di kamar yauda gpp. Setidaknya aku akan berjuang untuk meminta maaf dan memperbaiki hubunganku dengannya.

“sebaiknya aku mampir beli bunga dan roti ah, masa aku dateng gak bawa apa-apa kan lucu”, pikirku pada diri sendiri, dan mencari tempat yang jualan bunga.

“mari mas, silahkan, mau bunga yang mana?”, ujar penjual bunga itu.

“yang mawar merah ini aja mbak, 7 ya, sekalian dirangkai ya”, ujarku sembari memilih.

“oke mas, sekalian dirangkai ya, jadi totalnya 60rb ya mas”, ujar pedagang itu.

Aku memberikan uangnya dan kembali ke mobilku dan segera memacu ke apartment Sandra.

Setibanya di basemen parkiran Apartment Sandra.

“yes, mobilnya ada, berarti dia lagi di rumah”, pikirku dalam hati, namun disatu sisi aku deg-deg-an, apapun bisa terjadi, bisa kena tampar juga.

Aku memasuki lift untuk menuju nomer kamarnya. Didepan kamar apartmentnya, aku bimbang, aku ragu, aku takut.

“jadi gak ya jadi gak ya jadi gak ya”, aku bertanya pada diriku sendiri.

“ah udah nyampe kudu jadi!”, aku mengetok pintunya “KNOK KNOK KNOK”.

“iyaaaaaaa, siappppaaaaaa?” ujarnya dari dalam kamar.

Lantas dia membuka pintunya aku belum sempat membalas ucapannya.

“ngapain kamu kesini????” ujarnya membentak sembari membukakan pintu, ku lihat dia menggunakan hot pants dan kaos oblong rumahan warna putih, samar-samar terlihat BH nya yang berwarna pink.

“maaf sand, maaf banget kalau kamu gak berkenan, aku Cuma mau minta maaf yang kemarin sama mau ngasih ini….”, ujarku grogi dan berkeringat.

“udah yang kemarin lupain aja, haha mana bawa ginian juga buat apa, buat nyuap aku ya?”, ujar dia bercanda. “yauda sini masuk”

“aku bener gak enak sama kamu, aku udah bisa santai ngbrol sama kamu, eh malah kebablasan”, ujarku menyalahkan diriku sendiri.

“makanya, pelan-pelan jangan langsung nyosor aja”, jawabnya santai dengan bercanda.

Aku pun duduk di sofa depan TV, dan Sandra membuka roti yang kubawa tadi dan menyajikannya didepanku.

“yuk, rotinya dimakan barengan”, ajaknya. “eh makasih ya, tadi aku dapet feedback yang bagus dari dosen, makasih banyak”

“haha gpp lah, saling bantu Sand, aku juga makasih udah mengijinkan aku masuk”, jawabku.

“kalau masuk rumah sih silahkan haha kalau hati ya hmmm kagak”, jawab dia bercanda.

“kalau masukin kontolku ke dalam tubuhmu boleh gak?”, ujarku dalam hati haha mana berani aku bilang gitu sama dia, walo kontolku ingin berontak.

Setelah obrolan yang panjang dan seru, kami sudah melupakan perkara yang kemarin, intinya kami ingin berteman seperti yang lain dan gak ada rasa sentimental.

“yauda Sand, aku pamit dulu ya, udah malem ini”, ujarku setelah melihat jam menunjukkan pukul setengah 10.

“oke Rend, makasih banyak ya, haha kamu ya bisa lho sweet gini, tinggal di coba dengan cewek yang kamu suka aja, ntar lama-lama juga gak grogi kok”, jawabnya sembari memandangiku.

Aku melihat dia sungguh cantik sekali, aku sudah kehilangan akal sehatku, aku mendekatkan bibirku kepada bibirnya…

“smooochhhhhhhhh”, bibir kami bersentuhan, mata kami terpejam, kami menikmati ciuman singkat itu. Aku membuka mataku dan memandangi matanya, jidat kami saling bersentuhan. Dan terlihat Sandra tersenyum manis..

Jantungku berdegup sangat kencang, bahkan lebih kencang ini daripada saat tante Dina mengambil perjakaku.

Apakah aku jatuh cinta padanya?? apakah ini rasanya jatuh cinta??

—BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂