web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 12

0
527

Pengalaman Mengubah Hidup Part 12

Mulustrasi

Helga Hapsari

*POV Sandra*

Keesokan harinya, pukul 10.15

Setelah melewati malam yang cukup melelahkan dengan Randy. Aku masih di tempat tidur sambil memandangi HP melihat hasil foto yang diambil saat melakukan hubungan badan dengan Rendy. Sedangkan Rendy sudah pulang terlebih dahulu ke kost nya sebelum nantinya ke kampus.

Yang aku rasakan dalam bercinta tadi malam entah kenapa hatiku lebih banyak berbicara di banding nafsu, padahal yang kami lakukan malam itu seks tanpa ikatan. Dan aku belum pernah bercinta dengan cowok tanpa ikatan hubungan.

Rasanya sungguh enak setelah sekian lama tak bercinta, terakhir aku bercinta dengan mantanku yang mengambil perawanku saat kelulusan SMA. Setelah itu aku merasa bahwa semua cowok memandang wanita sebagai tempat membuang sperma.

“hihi foto yang ini imut juga aku walau udah dihajar habis-habisan sama doi, kenapa wajahku bahagia banget ya, selama ini tiap kentot mesti endingnya nyesel, tapi ini beda.”

“apa juga yang aku pikirkan tadi malem, orang yang paling aku benci tau-tau jadi orang yang aku kangeni, ahhh bego ahhh intinya aku gak boleh pakai hati.” pikir Sandra sambil bergeliat diatas kasurnya.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan siang hari, aku harus ke kampus karena ada perkuliahan yang tidak bisa dilewatkan mengingat absenku sudah hampir 3 kali.

***

“tumben lu paham dan aktif di perkuliahan, biasanya hanya bengong bego haha” ledek Helga melihat Sandra ikut aktif dalam kegiatan Tanya jawab di perkuliahan.

“haha iya dong, masa bego dipupuk” jawab Sandra.

“eh gimana kita jadi nongki nongki cantik gak nih, sekalian makan siang?” Tanya Helga kepada para sabahat.

“hmmm aku gak bisa e, Hel. Ada janji sama cowokku hhehe” jawab Callisa menolak ajakan Helga.

“njiir siang-siang mau kentot nih” ejek Sandra

“kagak gilak siang gini, mau mandi keringat apa haha” jawab Callisa.

Bagi para sahabat ini obrolan yang berbau seks merupakan hal biasa, bahkan mereka saling terbuka dengan pengalaman ranjang masing-masing. Dari kelima sahabat ini hanya Amanda yang belum pernah merasakan nikmatnya bercinta.

“ih kalian ngomongin apaan sih, masih siang woee” ujar Amanda ingin menghentikan obrolan.

“hahaha makanya cari cowok, gak main dengan jari mulu, kasian noh dibohongin terus libidonya” ledek Andita disertai oleh tawa keras Helga, Callisa, Sandra dan Amanda sendiri.

“terlalu lama pilih-pilih sih, ngomong-ngomong gimana ini jadi nongki gak?” Tanya Sandra kepada temen-teman.

Callisa, Amanda dan Andita menggelengkan kepala menunjukkan isyarat jika mereka tidak bisa ikut serta.

“yaahh, yauda cancel aja kalau gitu. Aku nebeng kamu ya Sand, sampai rumah?” ujar Helga.

“yuuk, yauda yaaaa, byeee, sampai ketemu besok!”

Helga dan Sandra berjalan menuju lokasi parkir mobil Sandra.

“eh beb, pinjem hapemu dong, minta foto yang tadi kita selfie” minta Helga

Tanpa rasa bersalah atau janggal, Sandra memberikan hapenya dan Sandra duduk di posisi setir untuk segera memulai perjalanan.

Satu per satu Helga memilih dan mengirim foto ke HPnya melalui aplikasi chat gratis. Dia hanya mengambil foto yang menurutnya dia cantik tak peduli apakah temannya terlihat cantik maupun tidak. Tidak banyak yang mereka obrolkan selama perjalanan. Helga terdiam melihat foto-foto yang ada di dalam HP Sandra. Tanpa Sandra sadari bahwa Helga melihat foto hubungan badan Sandra dengan Rendy yang jumlahnya cukup banyak dengan diam-diam dan terlihat normal. Dari ekspresi yang ada didalam foto tersebut, kedua manusia itu menunjukkan ekspresi keenakan dan menikmati hubungan tanpa paksaan maupun desakan. Hanya rasa ikhlas dalam setiap sodokan kontol masuk kedalam Rahim Sandra.

Setelah melihat foto yang ada di dalam HP Sandra, mungkin karena rasa penasarannya, Helga menanyakan hubungan special itu.

“beb haha kok kamu tumben ikutan aktif dalam kelas, di apain Rendy kamu?” Tanya Helga memancing agar Sandra cerita dengan sendirinya. Namun sekali lagi Sandra berusaha menutupi hubungan special itu.

“apaan gak ada apa-apa lah, gila orang seperti itu juga”, balas Sandra santai.

“hmm iya sih, dia bisa ya hidup hanya buat belajar gitu, bosen ya pasti”, Helga terus memancing

“iya, biasanya orang gitu mati muda haha kasian ya jadi loser”

“heem”, balas Helga singkat. Namun dia sudah melihat semua, dan Sandra masih seperti biasa.

Tak terasa perjalanan sudah berakhir, mobil sudah berhenti di depan rumah Helga. “beb hati-hati ya, kabari kalau sudah sampai rumah” pinta Helga kepada Sandra sembari memberikan HP nya.

“oke beb, salam untuk mamahmu ya” balas Sandra dengan riang.

Saat perjalanan baru beberapa ratus meter. Sandra tersadar bahwa di dalam HP nya ada bukti kriminalnya tadi malam!

“oh my god! Tadi selama perjalanan Helga mainin HP ku, dia lihat gak ya. Tapi dia kan buka-buka galeri. Aduh mampus! Aku harus segera telpon Helga menjelaskan semua” batin Sandra sembari menyetir mobil menuju apartmentnya.

Sandra terdiam, ingin menangis dan bingung apakah perlu menjelaskan ke Helga, namun dia juga curiga dengan pertanyaan Helga sepanjang perjalanan…………

***

Dalam keadaan tidak nyaman dan ingin segera menjelaskan semuanya ke Helga agar dia tidak buka mulut terkait foto yang dia lihat dari HPnya. Bukan karena apa-apa, namun karena Sandra yang paling kencang meledek Rendy, namun dia justru menikmati seks yang didapatkan dari Rendy.

[21/05 5.14PM] Sandra Santika: beb, malam ini ada acara gak? Aku kudu ketemu elu, please please please.
[21/05 5.18PM] Helga Hapsari: haha oke beb, jemput lagi ya. Ke Buks aja yuk.
[21/05 5.18PM] Sandra Santika: oke siap beb.

Sesaat setelah pembicaraan dalam WA itu, Sandra langsung mandi dan siap-siap menjemput Helga di rumahnya.

[21/05 6.46PM] Sandra Santika: beb, udah didepan rumah, buruan keluar.

“haayyy bebi sayangggg, hahahahhaa, anjir ada apaan nih tau-tau ajak keluar malam haha” tawa Helga.

“udah buruan masuk sini hmm” bentak Sandra.

Selama perjalanan mereka hanya membicarakan obrolan ringan sembari tertawa. Tibalah mereka pada tempat nongkrong mereka. Dan mereka memilih tempat pojokan agar pembicaraan dewasa mereka tidak mudah didengar oleh sesame pengunjung disebelahnya.

“ben, kamu udah lihat semuanya?”, ujar Sandra cemas. “beeb, mohon ya plis jangan cerita itu ke siapa-siapa, sumpah aku blunder”, lanjutnya.

“tapi wajahlu keenakan banget beb haha gede juga ya”

Dalam hati aku juga cemburu karena ada cewek lain yang tak lain adalah temenku sendiri melihat dongkrak Rendy walau hanya di dalam foto.

“hehe tapi jangan diceritakan ke cewek-cewek lain ya”

“lah kenapa beb, kita kan terbuka, bahkan aku juga santai cerita ke kalian bahwa aku pernah ML dengan 2 cowok sekaligus waktu di Bali. Callisa juga dengan bangganya menunjukkan video seksnya. Andita juga santai kalau menceritakan seksnya dengan cowok yang berbeda. Amanda yang masih tingting dia juga terbuka menceritakan masterbasinya dan keinginan ingin ngelepas perawannya. Nah elu kenapa sewot, santé aja lah”

“iya sih, tapi kan ini Rendy. Gue selalu ngeledek dia, eh malah gue keenakan sama doi”

“ya gapapa lah beb, manusiawi, aku pikir temen-temen juga maklum beb”

“hmmm baiklah beb, thankyou”

“ngomong-ngomong gimana beb, hehe enak gak?”

“hehe gimana yaaaaaaa, gue pipis enak dan orgasme berkali-kali”

“serius elu squirt beb? Doi bisa bikin squirt? Njiiir gue berkali-kali ML dengan beberapa cowok gak ada yang bisa bikin squirt”

“yang jelas nagih beb hehe lupakan lah dia cupu atau apalah, urusan ranjang juara beb”

Cerita Sandra heboh kepada Helga, yang membuat Helga semakin gak nyaman duduk dan ingin turut mencobanya.

“beb, gue pengen nyoba” Tanya Helga serius melihat Sandra.

“duuh anjir, gila ini gila, kalau aku menolak pasti Helga akan berasumsi aku main pakai hati, namun ya iya sih kalau pakai hati, tapi kalau aku mengiyakan, anjir aku bisa nangis cemburu ini. Tapi ini salah satu cara agar rasa hati ini hilang, ya aku harus menghilangkan rasa ini”, aku berpikir keras dalam hati.

“Helga woe, apaan sih?” tegas Sandra.

“serius beb, gilak, terakhir ML sama temenku, gak dapet apa-apa gue, doi dapet enak, gue kentang, sampai rumah gue masterbasi gilaaakkk”

“hmmm coba yah aku rayu Rendy, mau gak doi”, jawabku dengan dalam hati cemburu.

“kalau mau, minggu depan aku ajak doi holiday ya doi, beb. Mumpung kuliah hari rabu dan kemis libur”

“haha anjir langsung honeymoon ya beb, kalau doi mau ya”

Pada malam itu aku terus menceritakan bagaimana aku dan Rendy bisa melakukan seks dan menceritakan pengalaman malam itu. Dengan cara itulah aku bisa menghilangkan rasa ini dalam hati, aku gak boleh jatuh cinta dengan Rendy.

Apakah Rendy akhirnya mau bercinta dengan Helga??

—BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part