web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 14

0
515

Pengalaman Mengubah Hidup Part 14

Aku hanya duduk termenung bingung apa yang ada di dalam kepala Sandra, berbanding terbalik apa yang baru saja aku rasakan, mungkin dia juga merasakan yang sama.

Di satu sisi aku enggan menerima tawarannya untuk berkenalan dengan Helga karena ingin menjaga perasaanku terhadap Sandra, namun disatu sisi Helga ini, semok sekali badannya, aku gak bisa membayangkan rasanya membenamkan kontolku kedalam tubuhnya.

“atas dasar apa dia pengen kenalan denganku, Sandra?” tanyaku pada Sandra

“jadi awalnya, gak sengaja dia lihat foto kita waktu ML kemarin itu, terus dia pengen kenalan deh” jelas Sandra.

“haha jadi atas dasar itu…” tanyaku lagi, dengan mimik wajah bingung.

“kalau kamu mau, dia mau ngajak kamu liburan besok rabu mumpung libur, besok aku kenalin ya sayang, mau ya sayang?” pinta Sandra.

“kok kamu yang semangat haha nanti kamu cemburu dongg” godaku.

“enggaklah, ih emang kita ada apaan kok pakai cemburu-cemburuan weee”, terang Sandra, yang jelas aku melihat tatapan ketidakrelaan.

“hmmm aku gak tau Sandra, aku pengennya hanya sama kamu, gimana dong?”, balasku agar Sandra terpancing mengungkapkan hatinya.

Dia tidak menjawab pertanyaanku, lantas dia berdiri dan memunguti pakaiannya yang berserakan dan masuk ke dalam kamar mandi, dan aku juga turut memakai pakaianku. Rasa hatiku campur aduk, yang jelas saat dengan Sandra hatiku juga berbicara.

Aku duduk di pinggir kasur sembari membuka instragram, menunggu Sandra dikamar mandi cukup lama.

“hmmm semok juga ini Helga”, pikirku dalam hati.

Lantas Sandra mengagetkanku dengan membuka pintu kamar mandinya cukup kencang, hampir saja HP ku terjatuh, dan jelas aku tak ingin ketahuan Sandra jika aku membuka media social milik Helga.

“ya tapi kamu harus buat keputusan juga, kan rabunya udah mau diajak holiday”, terang Sandra.

“yauda okeee, lantas kita gimana?”, tanyaku, aku tak ingin hubungan ini berakhir.

“ya kita masih seperti ini lah, jika kamu masih mau dan jika kamu gak ketagihan Helga haha”, canda Sandra sembari dia mendekati aku dan duduk dipangkuanku. Dan aku mencium bibirnya.

“aku gak pengen kita renggang gegara ini Sandra, aku pastikan jika hanya ini saja”, ungkapku menenangkan Sandra.

“ah gak percaya, cowok mana tahan sama Helga”, goda dia.

Lantas kami kembali bercumbu dan aku menggendong dia untuk kubawa ke kasur, dan tidur meningat ini sudah cukup malam.

***

Keesokan harinya 9.49AM

Sandra sudah membuat janji dengan Helga untuk meet up di salah satu mall terbesar di kota ini. Menurutku Helga sosok wanita yang galak di ranjang dan gampang bernafsu. Hanya dengan lihat foto aja dia udah minta.

Di saat mandi, kontolku ingin berontak berdiri dan ingin dimasukkan ke badan Helga.

“sabar ya Tol, Kontol, tunggu nanti ya gimana, kalau jadi ya kamu harus tunjukkan kemampuanmu, kalau gagal, kita hajar Sandra aja ya”, ucapku ke kontolku sembari mengelusnya.

Saat aku keluar dari kamar mandi, Sandra sedang berdandan, dan dia sungguh cantik saat menggunakan make up maupun tidak, membuatku bimbang apakah aku jadi ingin menemui Helga. Namun, Sandra sudah keburu membuat janji, jadinya kami harus berangkat.

Kami pun berangkat ke mall yang kami tuju, kami melangkahkan kaki ke salah satu café terkenal di pusat perbebelanjaan ini. Ku lihat sekelilingku banyak wanita cantik yang berpotensi untuk jadi rumah bagi kontolku, namun aku sadar bahwa kemampuan flirtingku sangat kurang.

“hai cantikkkk” celetuk Helga.

“udah lama kah?” Tanya Sandra.

“kagak barusan juga, haiii Rendy” sapa Helga malu-malu

“langsung aja cepet kalau ada cowok” ledek Sandra.

“elu bisa santé, kan semalem udah puas beb” jawab Helga.

Obrolan kami kemana-mana, namun belum membahas terkait liburan dengan Helga, masih membicarakan terkait malamku dengan Sandra dan hal basa basi untuk mencairkan suasana.

“jadi gimana besok, mau liburan kemana sih?” Tanya Sandra kepada Helga.

“haha aku sih manut si jantan ini dong” Helga menunjukku.

“kok aku…” aku bingung harus bagaimana.

“jadi gini rencana aku mau ngajak liburan ke Lombok mumpung besok, kamis, jumat libur, rencana pulang minggu” jelas Helga kepadaku.

“hmmmm, boleh, siapa aja nih?” tanyaku basa basi, agar tidak kelihatan sangat girang, lagipula tante Dina juga sedang libur, dan Sandra jg sudah mengijinkanku, dan aku masih bimbang!

“hanya kita berdua, gimana?” Tanya Helga.

“boleh” jawabku singkat sembari menatapkan pandang ke Sandra.

“yeeeee, asik honeymoon nih!” ledek Sandra.

“pinjem dulu ya beb, nanti aku kasih foto atau videonya ihihih” ledek Helga.

Bagiku sangat awkward mendengar percakapan mereka, mulai membahas hal yang biasa seperti masalah cinta hingga masalah ranjang.

“udah yuuk, mau persiapan untuk besok nih hihi” ujar Helga.

“oh iya besok bagaimana jam berapa pesawatnya?” jawabku.

“nanti malem aku kabari ya, tapi yang jelas penerbangan siang kok, biar malam ini kalian bisa indehoy dulu haha” ujar Helga meledek.

“lho, gak mulai malam ini sekalian to mulainya?” jawab Sandra.

“gak lah, first impression besok aja di Lombok hehe” goda Helga.

Kamipun berpamitan dan menuju mobilku. Aku masih takut jika Sandra merasa tersingkirkan karena aku akan memulai hubungan baru dengan Helga.

“sayang, gapapa kan besok aku dengan Helga?”, tanyaku memastikan dia baik-baik saja.

Lantas dia mendekatkan tubuhnya ke aku, dan mencium bibirku.

“gimana, masih kurang jelas? haha gapapa sayang, santé aja lah, geng kit amah biasa gini ini”, terangnya.

“haaa seriussss??”, aku semakin penasaran.

“haha biasanya yang sering tukeran mah Helga dengan Andita, kalau aku mah kagak, baru ini aku ML tanpa ikatan, bisa gini ya”, terang Sandra.

Ku sangat yakin jika Sandra ini beda dengan yang lainnya, yang doyan gonta ganti cowok, menurut cerita Sandra, aku adalah orang kedua yang menidurinya.

“hmm yauda kalau kamu gapapa hehe, sayang mampir ke kosanku bentar ya, ambil pakaian untuk besok” mintaku.

Aku pun mengarahkan mobil kearah kosanku, kosanku cukup private. Kami tidak saling kenal dengan tetangga, hanya cukup tau. Kosan ini menurutku cukup bebas, banyak yang membawa wanita masuk ke kamar. Tapi kita semua gak peduli, yang penting saling menjaga. Kuambil pakaianku seadanya, yang penting cukup selama disana. Saat sedang asyik menata pakaian serta Sandra berbaring di kasur dan memainkan hapenya, aku mendapat pesan dari Helga.

[28/05 4.43PM] Helga Hapsari: besok pesawatnya jam 12.45 ya Rendy, sampai ketemu di Bandara jam 11an ya.
[28/05 4.44M] Rendy Surya: oke siaaap!

Saat Sandra tiduran dan tidak memperhatikan aku saat beres beres untuk besok, diam diam aku langsung menarik celananya.

“eh Rendy gilak kamu mau ngapain”, ujar Sandra sambil memegangi celananya.

“ayooo lah, aku belum pernah nih di kosan”, pintaku.

“aman gak disini? Kok aku gak yakin ya haha”, ujarnya khawatir.

“aman banget lah”, jelasku menenangkan Sandra.

Lantas Sandra melepas cengkramannya dan aku menaikkan diri mendekatkan pada wajahnya, dan kami berciuman seperti pasangan dimalam pertama.

smooocchhhh smoooccchhhhhh, suara bibir kami bersahutan.

Smooocchhhh hmmm ahhhh renddyyyy ahhhhh smooochhhhh, rancu Sandra saat lidahku menjelajahi lehernya.

“ayo Rend, langsung aja, aku gak yakin disini aman, biasa aja, jangan bikin aku squirt ntar sekosan denger hihi”, candra Sandra sambil membuka kancing celana jeansku.

Kontolku langsung menguarkan kekuatannya saat dia dikeluarkan dari sangkarnya, tanganku sibuk berusaha melepas kancing celana Sandra.

“kok tumben kamu ngelepasnya susah haha, udah gak focus dengan aku ya”, ujar Sandra.

“kagak lah, kamu first love aku, selalu focus dong”, balasku sembari menarik seluruh celana Sandra,

“aku aja yang diatas sayang”, minta dia. Aku berbaring menyenderkan kepalaku di headrest kasurku, dia menaiki tubuhku dan aku langsung memegangi pingangnya dari luar bajunya yang tidak dilepas.

BLEEESSSSSSS

“Ahhhhw ahhhh ahhhhwwww ahhhh”, Sandra bergerak naik turun, rasanya seperti aku berada di surga

“ahhh ahhh enak banget sandraaaaa awwwww”

“ahhh Rendy ahhhh Rendykuuu sayangggg”, dia melingkarkan lengannya dileherku

“smooochhhh ahhh scoohhhhhh ahhhh”, bibir kami bersahutan sambil Sandra bergerak naik turun

PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK
PLOK

“ahhh Rendyyy ahhhh ahhhhh ahhhhhhh yesssss”, Sandra semakin merancu tak jelas

“awwwhhh rendyy aku hampir sampeeeeee”, dia menggerakkan semakin cepat

“ayooo sandraa sayanggg keluarin semuaaaaaaaa”, ujarku memperhatikan Sandra yang sangat sange.

“AWWWHHHHH YEEESSSS AHHHHHHHHHHHH HMMMM”, teriak dia yang mulutnya ditutupi oleh tangannya agar tak terdengar oleh tetangga.

“bentar Rend uhhh hmmm ahhhh uhhhh, jangan dikeluarin di dalem ya kamu”, ujar dia mengingatkanku jika aku tak menggunakan kondom.

“iyaa tenang aja aman kok”, terangku

“awww awww awww awwww yess awww”, rancu kami melanjutkan hubungan.

PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK
PLOK

“Sandra sayanggg aku udah deket sayaanggggggg”, rancuku tak jelas

“ihh jangan di dalem”, ujar Sandra khawatir.

Aku lantas membaringkan Sandra, agar gentian aku mengontrol tubuh dia.

“awww awww awww yes yes yes yes, im coming sandraa im coming”, desahku.

Aku mencabut kontolku dan ngocok di atas perut Sandra, dia berbaring sembari menyaksikanku keenakan

CROOOT CROOOT CROOOTT, pejuhku muncrat dengan derasnya mengenai baju Sandra.

“awwwwww hmmm ahhhh huuuu lemes aku”, ucapku sembari tersenyum ke arah Sandra, dan aku ambruk ke dada Sandra, tak peduli terkena pejuhku sendiri.

“kamu ganteng banget pas orgasme”, puji Sandra.

“kamu selalu cantik”, pujiku yang membuat pipi Sandra merah.

Aku mendekatkan bibirku dan mencium pipinya.

“I love you”, ujar Sandra pelan dan tak jelas.

“wait what, apa, aku seperti mendengar kata ‘I love you’ dari bibir Sandra, apa aku salah dengar, wait ahhh serius apa hanya nafsu sesaat?”, pikirku saat berada di atas Sandra.

“Sandra?”, ucapku meyakinkan.

“ya? Ih minggir ah, berat dan lengket, Rendy ganteng! Bajuku kena sperma mu iyuuuhhhhh”, ucap dia sambil meminggirkanku.

Setelah kami bersih-bersih dan aku membawa tas berisi pakaian untuk ku bawa ke rumah Sandra, agar besok aku berangkat dari rumah Sandra. Selama di mobil, tangan Sandra berada di pahaku seperti isyarat bahwa dia tak ingin jauh dari aku.
Dan aku sangat yakin bahwa dia barusan mengucapkan ‘I love you’. Selama di perjalanan kebimbangan menyelimuti kepalaku.

“Apa perjalananku sama Helga aku cancel yah, demi menjaga Sandra?”, pikirku. “yaaaaa sepertinya begitu”

—BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂