web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 15

0
499

Pengalaman Mengubah Hidup Part 15


Mulustrasi Helga Hapsari

Sesampaianya di apartment Sandra, rasanya aku tidak mood untuk melakukan apa-apa, aku hanya duduk termenung sambil memperhatikan Sandra yang sedang duduk disebelahku nonton tv diselingi oleh bermain hape nya. Terkadang Sandra duduk dengan kepalanya menyender di pundak dan di dadaku. Aku turut mencium keningnya layaknya seorang pacar yang ingin melindungi wanitanya.

“tumben diem aja kamu rend? ada apakah?”, Tanya Sandra sembari bermain HP, disaat berduaan begini biasanya aku usil dengan Sandra, namun kali ini dia aku diamkan.

“ah enggak kok gak ada apa-apa, kenapa yah tiba-tiba aku gak mood buat besok?”, balasku.

“ih gimana sih kamu, udah di book semua kan sama si Helga, kasian tau”, terangnya sambil duduk tegak menatapku.

“aku takut kamu cemburu, atau sedih, atau gimana, hehe enggak ya?”, kembaliku bertanya sambil nyengir.

“ihh rend, apa apaan sih kamu, aku emang kenapa, aku mah santé aja kali haha, jangan dipikir aku sering jalan sama kamu atau ginian terus aku ada apa-apa ya”, terang dia.

“Sandra! Jujur lah, aku tau kamu sebenarnya ada rasa, aku juga! Tapi aku takut mengungkapkan perasaanku jika salah, ah Sandra, aku cowok bodoh yang gak bisa maju duluan”, pikirku dalam hati.

“oh hehe map deh kalau aku GR”, ucapku dengan patah hati, namun aku yakin dia menyimpan rahasia besar dalam hatinya.

“udah ah, aku mau tidur, yuuk”, lantas dia menarik tanganku dan aku menggapai remote tv dan mematikannya.

Dia lantas berdiri disamping kasurnya dan melepas BH dan celananya, sehingga yang tersisa hanya tanktopnya dan celana dalam mininya itu. Aku turut melepas baju dan celanaku maka yang tersisa hanya celana dalamku. Lantas kami membenamkan diri kedalam selimut.

“kamu besok jadi berangkat kan? Kalau kamu ingin menjaga perasaanku, maka berangkatlah Rend”, ucap dia.

“baiklah yauda besok aku berangkat”, ucapku, dan Sandra tersenyum setelah mendengar jawabanku, dan dia menciumku. Sandra mendekatkan penggungnya ke arahku agar aku peluk, dan aku memeluknya dengan erat. Kami pun terlelap.

Keesokan harinya 8.05AM

Aku terbangun tidur, disebelahku Sandra masih tidur pulas tertutup selimut. Aku bangun untuk mempersiapkan kepergianku bersama Helga. Rasanya berat meninggalkan orang yang kusayangi untuk bercinta dengan wanita lain walau seijinnya.

Sandra ikut terbangun saat aku terbangun, lantas aku berjalan ke kamar mandi untuk mandi setelah Sandra, dia masuk kearah dapur untuk menyiapkan sarapan untuk kami berdua.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi sudah saatnya untuk berangkat ke bandara. Aku bersiap dan packing keperluan harian. Sedangkan Sandra hanya melihatku dari sofa sembari aku bersiap-siap. Karena ini keperluanku, maka aku memutuskan untuk berangkat ke bandara naik taksi.

“sayang, aku ke Lombok dulu sama Helga ya” sembari aku mencium Sandra.

“oke sayangg, Helga jangan di perkosa ya” canda Sandra.

**

POV Sandra

Setelah Rendy keluar dari apartmentku, dan aku pastikan bahwa dia sudah jalan, tanpa kusadari airmata mengalir dari ujung mataku.

“aku belum pernah merasakan sesakit ini, apa ini yg rasanya jatuh cinta? Rendy sebenarnya tahu dengan apa yang aku rasakan, dia juga memiliki rasa yang sama dengan aku, maafkan aku Rendy, hanya ini cara untuk menghapus namamu dari dalam hatiku, aku menikmati hubungan denganmu, namun aku tak ingin lebih dalam dari ini”, pikirku dalam diri sendiri.

Aku kembali menjatuhkan diriku ke kasur, bau parfum Rendy masih tersisa di ruangan ini, aku membuka HP ku untuk melihat momen indah yang pernah kami abadikan dengan dia.

“aku gak boleh terlihat lemah di depan Rendy, dan gak boleh menunjukkan kalau aku pakai hati, aku gak ingin jatuh cinta lebih dalam, semoga yang aku lakukan ini akan menghilangkan rasa ini dan bisa menganggap dia sebagai seorang teman biasa”, aku berpikir.

Lantas aku berdiri dan mandi untuk mengharus rasa galau yang ada di dalam diriku. aku sangat yakin jika setelah dia kembali, dia akan juga menganggapku sebagai seorang teman biasa.

**

POV Rendy

Sesampainya di Bandara, ku mencari Helga dimana, namun sesuai yg dijanjikan Helga, kita akan bertemu di depan pintu keberangkatan.

Tiba-tiba ada yg menepukku dari samping. “Hayyyy!” sapa Helga.

Saat kuperhatikan, wow Helga menggunakan hotpant yang menurutku sangat pendek dan seksi. Namun dengan banyak orang dibandara menurutku kurang pantas digunakan.

“eh hello Helgaa” sapaku sambil memberi pelukan.

“eh Helga, sebelum kita masuk, maaf nih, itu celanamu gak kependekan yah aha” protesku.

“belum apa-apa yang dilihat udah bagian bawah” jawab Helga.
“bukan gitu, kan ini masih di tempat umum, kalau nanti udah dikamar mah gak usah pakai apa-apa aku jg gak akan protes” candaku.

“baik bos, aku akan ganti di kamar kecil, biar surprise yaa” balas Helga.

Lantas dia menuju kamar kecil, sedangkan tas besarnya dititipkan ke aku.

“kalau gini bagaimanaa?” tunjuk Helga, setelah dia kembali dari kamar kecil.

Dia menutupi pahanya yang terekspose menggunakan rok pantai panjang.

“nah gitu dong, yuk check in” ajakku.

“yuuk” sembari Helga menggandeng tanganku.

Setelah kami cek in dan menunggu waktu boarding diruang tunggu, aku belum pernah merasakan terintimidasi seperti ini, selama jalan dengan tante Dina maupun Sandra, belum pernah aku menyaksikan banyak pasang mata melihat pasanganku seperti ini. Dan rasanya semua orang berpikir, ini si cowok anak raja minyak apa gimana bisa ngajak liburan cewek seseksi dan secantik Helga.

Tak kupungkiri, Helga jauh lebih seksi dan cantik daripada Sandra, namun binalnya sungguh luar biasa, daya tarik seksnya gila. Namun gimanapun itu aku enggan menukar Sandra dengan Helga, binal dan seksi memang enak dibawa ke kamar, namun untuk diajak rumah tangga entah bagaimana.

“GA451 tujuan pulau Lombok, silahkan masuk ke pesawat melewati pintu nomer 2!”, teriak petugas bandara. Lantas kami pun berdiri dan berjalan memasuki pesawat.

“udah pernah ke sini sebelumnya?”, Tanya Helga.

“belum pernah, kamu sudah?”, tanyaku kembali

“sudah sih dulu dengan keluarga, bagus kok lebih bagus dari Bali menurutku”, terang dia.

Penerbangan selama satu jam lebih ini sungguh nyaman dan tak ada turbulence apapun, aku lebih sering menghabiskan waktu selama perjalanan untuk melihat tayangan di layarku.

“flight attendant, prepare for landing”, suara berat khas penerbang dari ruang kokpit.

Aku membayangkan, apakah para pilot ini biasa untuk meniduri para pramugari selama overnight stay ya, kalau memang begitu, betapa bahagianya hidup para pilot, maka sudah jelas mengapa dulu aku gak boleh masuk ke dunia penerbangan oleh keluarga besarku. Tapi tak apalah, aku juga bahagia menjadi mahasiswa yang secara rutin dapet servis dari para wanitaku. Memang benar-benar life changing experience jika kita handal dalam urusan ranjang.

Pesawat mendarat dengan mulus, dan kami turun. Setelah mengambil barang bawaan, kami pun keluar bandara, dan panasnya bukan main disini.

“panas banget ya ternyata hmmm”, ucapku.

“emang, disini emang enaknya gak pakai baju”, balas Helga sudah mulai obrolan binalnya.

“anjir”, balasku singkat sembari tertawa.

Belum begitu banyak wisatawan asing kesini, tapi menurutku lambat laun akan ramai seperti pulau sebelah. Memasuki gerbang penginapan yang dipilih oleh Helga, terpampang jelas nama lokasi ini Cliff Side Ocean View Villa. Baiklah dari namanya nampaknya ini bukan villa murahan. Helga berjalan menuju ke reciptionis, sedangkan aku masih melihat-lihat sekitaran hotel ini.

“terimakasih bapak dan ibu telah memilih villa kami untuk liburan bapak ibu. Kamar bapak ibu di kamar 1110, selamat istirahat” sapa resepsionis villa.

Kamipun melangkah ke villa yang kami tuju. Setelah pintu ruang villa dibuka, wow villa ini berbentuk studio. Setelah pintu masuk, ruangan ini cukup besar, antara ruang duduk dan kamar dibatasi oleh separator ornament tradisional. Kasurnya cukup besar dan terdapat pintu kaca besar yang viewnya langsung menuju lautan karena lokasi villa ini berada diatas tebing. Saat aku membuka pintu kaca itu, ternyata masih ada kolam renang.

Saat melihat-lihat, tanpa kusadari aku merasa horny membayangkan aku dan Helga akan lakukan disini. Aku berharap fantasi ku bisa terwujud. Tanpa kusadari Helga langsung memelukku dari belakang. Tanpa berlama-lama aku langsng berbalik badan dan memeluknya.

“udah gak sabar ya haha” tanyaku ke dia.

“haha, lumayan, udah lama juga gak begituan aku, kamu mah paling lagi tadi malem”, ujar dia.

“yee apaan tadi malem langsung tidur aku”, balasku.

Tanpa kuminta dia langsung melahap bibirku.

“Ssccchhhh cchhhh smooccchchhhhh”, bibir kami bersentuhan,

“ahhhh ahahhhhh csshhhhhh” ciumanku turun ke lehernya, ku jilati lehernya yang putih.

“Ahhh ahhhh ahhhhhhhh” suara desahan Helga.

Tanganku semakin nakal, menelusuri tubuh Helga, ku peras-peras pantatnya yang tebal membuat dia semakin tidak jelas dalam desahan, “ahhh Rendy, please aahhhh, you are so good, ahhhh Rendy ahhhhhh”.

Ku masukkan tanganku kedalam celananya untuk menyentuh sunhole-nya. “ahhh rendy, geli ahhhhhhhhhhhhhhh terus rendyyyyyyyyyy”.

Disaat dia sedang keenakan, ku hentikan semua yg kulakukan agar dia yang gentian memburuku.

“rend, kok berhenti, ayo sini” rancu Helga yang sedang keenakan.

Aku mendekatkan kembali ke tubuh Helga, ku kembali menciumi leher dan bibirnya. Aku sudah sangat tegang, lalu Helga mengarahkan tangannya kedalam celanaku. Lalu dia berlutut di depanku dan memandangi aku dari bawah sembari tersenyum.

Dia membuka kancing celanaku dan melepasnya, terbebaslah kontolnya yang sudah berdiri tegang, ku lihat wajahnya yang ingin segera melahap.

“emmmmm hmmmm ahhhhh hmmmm” suara Helga mengulum kontolku.

Aku hanya menahan enak sembari melihat ke arah lautan bebas. Aku tak ingin keluar pada sesi blowjob ini, tapi kuluman Helga sungguh luar biasa, mungkin dia sudah terbiasa..

CREEK CREEK CREEK CREEK

CREEK CREEK CREEK

CREEK CREEK

Suara kontol dan bibir bersentuhan dengan tempo yang cukup cepat.

“ahhhh hmmm Helga enak banget” desahku sembari mengelus-elus rambut halus dia. Aku tak ingin berakhir disini.

“uuh huu uhh uhhh”, suara nafasku berburu berusaha sekuat tenaga menahan enaknya kuluman Helga.

“Helga, gentian kamu sini” ajakku, Karena rasanya spermaku udah hampir keluar. Aku membimbing tubuh Helga ke kasur dan melepas rok dan celananya.

“oh my god indah banget Helga” pujiku pada vaginanya dan aku mulai menjilatnya.

“cruurppp sruuurppp sruuuruuuppp”, suara ku menjilati lubang surgawi Helga, dia berbaring di kasur dan tangannya meremas-remas susunya sendiri.

“ahhhh ahhh ahhh hmmmmm ammmm ahh” desah Helga saat aku berada diantara kakinya.

“AH AH AHHH YESSS lebih cepet rend cepeeet” Helga memintaku lebih cepat dan dia akan segera orgasme, namun aku malah berhenti.

“rendy kok malah berhenti aku hampir sampaaaiii, pleaseeeee lanjutin nanggung banget please” teriak Helga. Lantas aku memasukkan kontolku ke lubang sergawi nya, “ahhhhh Helga”

BLEESSSS

“ahh ahhh haaaa hhhh ahhh ahhh ahhh”

“ahhh ahh ohhhh Helga ahhhh”

“yess rendy yeeeesss”

Sodokanku maju mundur, Helga masih terus berbaring dengan badannya bergerak maju mundur di atas kasur itu, wajahnya sudah super sange menikmati tiap centi kontolku.

Hanya beberapa sodokan akhirnya dia keluuuuarr “ahhhhhhh RENDYYY AHHHHHHHH” nafas Helga semakin berburu saat orgasme, badannya bergetar, tubuhnya semakin kencang karena otot-ototnya sedang merasakan keenakan

“awwwwww RENdyyyyyy awwwwwwww ahhhhh enaaaak bangeeettt ahhhhwwwww”

“uhhh hmmm awwwww yeeess awww uhhhh”, suara dia semakin terkontrol.

Kulihat dia melemas. Saat dia udah sedikit bertenaga aku kembali memompanya sembari menciumi bibirnya dan kaki Helga melingkar pada tubuhku.

PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK
PLOK

Aku tak kuat dengan cengraman vaginanya yang menurutku sangat sempit sekali. “ahhh aku mau keluar helgaaaa”

“jangan didalam sayangggg” perintah Helga.

Ku cabut kontolku dan ku keluarkan di bagian perutnyaa, “AHHHHHHELGAAAAHHHHHHHHHHHH”, semburan demi semburan keluar dari kontolku bahkan mengenai rambut Helga.

“AWWWW YEEEEESSSSSSSSSSSS”, aku teriak sambil ngocok kontolku mengeluarkan semua pejuh yang ada di dalam tubuhku, badanku rasanya sangat lemas.

Lantas aku berbaring disampingnya dan mencium bibirnya.

“gilaaaa intens banget tadi haha padahal hanya bentar ya, tapi rasanya semua tersalurkan haha pantes Sandra seneng”, kata dia dengan wajah bahagia.

“haha, enak benget juga kamu badanmu bikin aku super horny”, balasku dengan rona berbunga-bunga.

“ohhh Sandra, maafkan aku………..tapi ini enak……”, ucapku dalam hati.

—BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part