web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 17

0
528

Pengalaman Mengubah Hidup Part 17

Helga Hapsari

Kami terbangun dari tidur dibangunkan oleh suara deburan ombak dan sinar matahari yang menusuk tajam melalui French door kaca yang lupa aku tutup gordinnya tadi malam.

“aooouuuhhhhhhhh”, Helga bangun sembari meregangkan otot-ototnya.

“jam berapa ini?”, tanya dia.

“jam 8 kok, masih pagi haha”, balasku yang sudah berdiri di depan pintu sembari menatap lautan.

“yuk keluar yuk, sarapan, mumpung masih pagi, makanannya pasti masih banyak stocknya haha”, ujar dia.

“yuuk boleh, ntar mau disini aja atau jalan kemana gitu?”, ajakku.

“udah sampe sini rugi dong kalau gak jalan-jalan kemana gitu”, ucap Helga.

Lantas dia terbangun, dan dia berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya, namun fokusku kepada pantatnya yang lebar itu, dan ingin segera memecah penasaranku bagaimana rasanya membenamkan kontolku ke dalam pantatnya.

Setelah dia keluar dari kamar mandi, Helga mengenakan rok panjang dan baju berlengan, mungkin dia tidak ingin terlihat seperti cewek yang suka memamerkan tubuhnya di depan umum.

“yuuk”, ajak dia, kamipun berjalan keluar dan menuju resto resort ini.

“hmmm makanannya banyak sekali dan banyak pilihan, dan rata-rata penghuni hotel ini orang bule”, pikirku.

“nanti kemana nih?”, tanyaku kepada Helga
“jalan-jalan disekitar sini banyak tempat unik kok dan kuliner unyu”, jawab dia.

“baiklah haha aku mah ngikut kamu aja”, balasku sambil focus pada makanan.

Setelah menyelesaikan urusan makan, kami lantas kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap untuk jalan-jalan disekitan hotel yang katanya Helga banyak tempat menarik.

Aku masuk ke kamar mandi duluan, sedangkan Helga masih memegang gadgetnya, entah apa yang di lakukan.

Disaat enak-enaknya sedang menikmati air panas yang membasahi tubuhku.

“heellooooooo, aku ikutan yaaaaaaa”, suara Helga membuka pintu kamar mandi dan mengintipku.

“hahahaha woeee parah”, balasku dengan menyiramkan air ke arahnya

“ahahahhahaha”, tawa Helga sembari masuk ke dalam kamar mandi.

Dia mananggalkan satu per satu pakaiannya, dan masuk ke dalam shower bersamaku, lantas aku memeluknya badannya yang gempal ini.

“anjiiiir seksi banget sih kamu”, ucapku mengagumi badannya.

Namun mandi berdua bukanlah yang seperti kami bayangkan seperti di bokep-bokep, bukannya romantis namun kami malah rebutan sabun dan rebutan air hangat.

“ih minggir Rend, dingin ini badanku, aku pengen dibawah air”, suruh dia

“bentar sabunnya masih di wajah ini lho”, balasku

“hahahahaha”, tawa dia ngakak sangat kencang.

Adegan mandi tadi bukan yang kami harapkan dan akhirnya aku menyelesaikan mandiku terlebih dahulu karena ruangan showernya tak cukup untuk kami berdua. Kami pun bersiap untuk jalan-jalan disekitaran sini.

Sejauh mata memandang, mayoritas orang bule disini dan mereka berpakaian mini mini, yang perempuan banyak yang hanya mengenakan hotpants dan tanktop. Sedangkan Helga juga mengenakan hotpants dan baju berlengan. Kami memilih untuk menikmati suasana pantai di cottage dengan meminum kelapa muda dan makan siang. Nampaknya wisata pinggir pantai ini di design untuk relax dan menikmati suasana daripada untuk belanja seperti pulau sebelah.

“serasa honeymoon nih”, ucapku singkat.

“lha ini kan honeymoon kan”, balasnya sambil menyenderkan kepalanya di pundakku.

Setelah menyelesaikan kelapa muda itu aku pun mendatangi penjualnya untuk membayar sedangkan kulihat dari jauh Helga sedang asyik selfie.

“semuanya 17rb mas, istrinya cantik mas…..”, kata penjual kelapa muda, yaitu seorang ibu-ibu yang berusia mungkin hampir 50th.

“iya bu, terimakasih”, sembari aku mengulurkan uang kepada ibu itu.

“yaah wajah masih kemarin sore dikata untuk nikah”, pikirku dalam hati.

Kami berjalan menyusuri kafe-kafe itu yang rata-rata menjual minuman beralkohol yang aku tak suka dengan rasanya yang pahit.

“eh mampir mini market yuk, cari roti untuk kalau tengah malam laper hihi”, kata dia genit.

Menyusuri lorong demi lorong mini market itu, akhirnya aku menemukan yang aku cari, kondom. Aku pun memilih yang satu boks berisi 12 kondom, untuk mempersiapkan jika nanti Helga mau mewujudkan fantasiku.

“hmm sudah kuduga hahaha”, ucap Helga singkat saat aku memasukan kondom kedalam keranjang belanjaan.

Sekembalinya ke dalam hotel, ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Badan rasanya capek untuk bercinta, aku milih untuk tiduran dikasur. Helga sibuk disebelahku membuka kopernya, dan berjalan masuk ke kamar mandi, tanpa adanya ucapan apa-apa kepadaku.

Beberapa saat kemudia dia keluar dari kamar mandi, alamak bidadari ini memang sungguh seksi dan membuat pria ngaceng terus saat berada disekitarnya, dia mengenakan bikini berwarna pelangi. Aku ngaceng..

“anjiiiiirrrrrrrr”, ucapku dalam hati.

“aku renang dulu ya, yuk renang yuk”, ajak dia.
“oke ntar aku nyusul”, ucapku sambil melihat pantatnya bergerak naik turun berjalan kearah kolam renang di dalam villa kami.

Aku masih tiduran di kasur dengan melihat tv, tanganku masuk ke dalam celanaku memainkan kontolku yang sedang ngaceng ini, dan ku kocok pelan-pelan sambil menyaksikan Helga yang sedang berenang.

“ahhhh enaaak banget udah lama gak ngocok”, ucapku saat mendesah.

Ku gerakkan kontolku naik turun yang semakin lama semakin basah, aku merem melek menikmati kocokanku ini. Walau aku sering kentot, namun terkadang juga masih kangen dengan enaknya coli.

“awwww hmmm awwwwww gilaaa enak bangeeeet”, desahku.

“heeehh malah coli”, teriak Helga dari luar ruangan.

“haha iya nih ngaceng lihatin kamu”, balasku.

“haha aku bantu sini ah, kasian banget sih”, ucap dia sambil mengeringkan badannya dengan anduk.

“gak usah, aku lagi pengen ngocok nih hahahah”, balasku.

“haha dasar”, lantas dia mendekat kearahku.

Lantas Helga menaruh tangannya di atas tanganku yang sedang memegangi kontolku.

“pindah kursi situ beb”, suruh Helga.

Aku berjalan mengikuti ajakan dia, aku duduk sembari ngocok kontolku dan Helga berdiri di depanku, dan setelahnya dia melakukan seksi dance dan striptease.

“kocok terus sampe keluar beb”, ujar dia sambil melekuk-lekuk tubuhnya yang gempal itu.

“awww awww hmmmm awww yesss”, desahku

“awwww yeesss aaaaaaa”

“awwww hmmmmmm”
Helga melekukkan tubuhnya bagaikan penari perut, dan dia menempelkan pantatnya tepat di selakanganku dan aku memegangi pinggulnya dengan tangan kiriku, dan tangan kananku ngocok kontolku sendiri.

“awww akuuu mau keluar aku mau keluaaar”, desahku.

“sini beb sini keluarin”, lantas dia berlutut di depanku dan aku mengarahkan kontolku ke wajahnya.

“awwww yeeeeeeeeeeeeeeaaa awwwwwww”, desah panjangku

CROOOOOOT CROOOOOTTTT CROOOOTTT

Pejuh yang cukup banyak itu membasahi wajahnya, aku lemas di kursi itu dan kupandangi Helga menjulurkan lidahnya untuk menjilat pejuhku yang tertempel di sekitar mulutnya.

“hahaha wajahmu ganteng kalau pas orgasme beb”, ucap dia sambil berjalan ke kamar mandi.

Aku terlelah dan hanya terduduk untuk waktu yang cukup lama.

Setelah itu, kami pun memesan room service untuk makan malam, aku memesan mi aceh dan Helga memesan sandwich, seperti wanita pada umumnya makan malam hanya sedikit karena tidak ingin gemuk. Setelah selesai dengan makan malam kami, piring kami pindahkan diluar kamar kami agar diambil oleh petugas hotel.

“rend, sesuai janji kita kemarin, malam ini gentian aku yang mewujudkan fantasimu” tanya Helga memecah keheningan

“yakiiin? kamu boleh mempertimbangkannya lagi lho, Hel” jawabku karena aku mengetahui anal seks katanya menyakitkan.

Namun Helga hanya terdiam.

“kalau kamu gak yakin gak usah gpp Helga” ucapku menenangkan.

“aku mau” jawab Helga tegas.

Lantas kami bersalaman sebagai tanda sepakat.

“sebelum mulai lebih baik kita cari tahu deh gimana-gimananya haha” ujar Helga.
Lantas aku tunjukkan forum semprot yang membahas tentang anal seks di lounge sub forum. Dia mengambil HP ku dan membaca dengan seksama dan memperhatikan kesemuanya termasuk komen-komen dari para suhu senior semprot.

“hmmm interesting dan katanya orgasme sangat dasyat banget nih, yuuuk! Nampaknya biar lebih hot kita lakuin di depan kaca kamar mandi aja yg gede” ajaknya, lantas menarik tanganku kesana.

“aku deg-deg an rend haha kondommu udah siap? Dan durex pelicinnya?” Tanya Helga.

“udah” jawabku santai. Lantas aku melepas hotpants Helga dan terpampang jelas pantatnya yang bulat dan ku posisikan tubuh dia menungging dan agar lebih tinggi serta pantatnya terangkat aku suru dia menggunakan sepatu wedgesnya yang lumayan tinggi.

Aku memainkan vaginanya dengan jariku agar dia segera turn on dan menciumiinya dari belakang.

Cairan dari vaginanya aku arahkan ke lubang pantatnya. Lubang pantatnya warnanya pun juga pink, apa mungkin perawatan vaginanya termasuk lubang pantanya. Aku sudah tegang dan ingin segera merasakan sensasinya. Ku gunakan kondomku.

“hel, aku udah pakai kondom dan udah aku basahi pakai pelican, kamu ready ya?” tanyaku.

Helga mengangguk pelan tanda persetujuan.

Kuarahkan kontolku ke lubang pantatnya yang sangat kecil dan sempit itu. Baru aku lihat aja, aku udah mikir pesimis “hmmm ini bisa masuk gak yaa”.

“MMMMM HMMM OHHHHH”, desah Helga saat kontolku menyentuh lubang analnya. Ku dorong-dorong betapa susah dan sempitnya lubang itu. Semakin ku dorong, semakin kencang teriakan Helga dan mimik wajahnya menunjukkan kesakitan. “OHHHHH MMM AHHHHH SAKITTTTTT”. Helga menggelengkan kepada dan aku berhenti sesaat.

“susah banget Hel, gimana mau lanjut?” tanyaku.

“iyaa, tapi pelan-pelan ajaaaaa” jawabnya pelan.

“pasrahin aja ya” sahutku menenangkan. Dan Helga pun mengangguk.

Ku lebarkan pantatnya menggunakan kedua tanganku, dan perlahan demi perlahan lubangnya bisa kebuka dan kepala kontolku bisa masuk dikit.

“HMMM AHHHHHHHH HMMMM HOOOOAAHHH HMMM” rancu Helga. Dia begitu kesakitan hingga menutup matanya rapat.

“ahhh rendy, udah masuk dikit itu ayo dorong ahhhhhhh” minta Helga.

Akupun menambahkan tenaga agar bisa masuk dan menekannya dalam-dalam “ahhh HELGAAA” dan kuperhatikan sedikit demi sedikit kontolku masuk kedalam tubuh Helga. Dia hanya terdiam sembari menahan rasanya.

“ah hmmm ahh ahh ahhh hooahhh bentar rend haha udah masuk ya” Tanya Helga.

“iyaa udah masuk nih, tapi masih helemnya doang” jawabku.

“haa masih helem, gila rasanya penuh banget, bentar cari napas dulu, btw rasanya mayan nih” ucap Helga.

Setelah beberapa saat istirahat, aku mulai memompanya. Dengan tempo yang sangat pelan dan intim

Aku memegangi pinggul dan toketnya yang gede itu. PLOK PLOK PLOK PLOK, suara pantat dan paha beradu.

“ah ah ah ah ah hm ah aha ah ah oh oh oh oh”, suara desah kami berdua bersahutan. Rasanya sangat kencang dan sempit sekali.

“awww Helga kontolku rasanya diremas remas”, desahku

Kontolku di dalam lubang pantat itu rasanya diremas remas dan rasanya juga cukup nyeri. Gerakanku tak bisa cepat, karena takut menyakiti Helga, terkadang aku menambahkan cairan pelicin di kontolku agar gesekan kulit kelamin kami terus licin dan terlubrikasi.

Wajah sange dan sakit cukup jelas terpampang pada wajah Helga, ku pandangi lebih dalam terlihat seperti adanya air mata di pinggir matanya, namun desahan dia menunjukkan kata lain, yaitu kenikmatan.

“terus terus yes yes yes aku mau orgasme nampaknya rend yes yes cepet rend” desah Helga. Akupun mempercepat gerakanku PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK.

Wajah Helga semakin sange dan semakin aku menambahkan dorongan pada tubuh Helga, dia semakin bergetar dan dia berpegangan erat pada pinggiran wastafel kamar mandi.

“hmmm AHHH HHHHH HMMMM AHHHH AHHHHH” kencang teriakan Helga. Kakinya jijit dan tututnya bergetar, aku memegangi tubuhnya sembari mempompanya. Dia berteriak seperti orang kesurupan. “ahhh ahhhh ahhhhhhhhhhh hmmmmm ayyyyy haaa hmmmmmm” aku terus memegangi tubuhnya. “stop rend stoppppp” dia memintaku berhenti. Ku pandangi wajahnya dari kaca dia masih memejamkan matanya, kakinya masih bergetar dan badannya Nampak lemas akan seperti terjatuh.

“rend, heehe orgasmenya gila, rasanya seperti terbang” ucap Helga girang.

“dari squirt enak mana?”

“enak ini gilaaa tapi nyeri banget pantatku, aku gak sanggup kalau ini dilanjutin di pantat”

“oke deh haha yang penting elu dapet enak Hel”

Lalu aku ngajak Helga untuk ke kasur dan menyelesaikan urusanku. Ku lepas kondomku dari kontol, aku membaringkan Helga pada punggungnya dan memasukkan kontolku pada vaginanya.

“hhh ah ah ah ah ah ah ah ah” desah kami, aku tak bisa bertahan lama dan aku keluar.

“AHHHH AKU KELUAAR HELGA SAYANGGGG” semburan demi semburan aku keluarkan di dalam vaginanya. Badanku menegang, Helga memegangi tubuhku dan memandangi aku saat keenakan.

“hmm anget banget dan selamat anda berhasil memperawani pantat Helga Hapsari” ucap Helga sembari memberiku senyum.

**

POV Sandra

Malam ini sungguh sepi, suara TV tidak bisa mengganti sepi di ruangan apartmentku. Membayangkan apa yang dilakukan oleh dua manusia yang sedang berlibur membuat aku sedikit horny dan juga senang. Sedikit-sedikit aku bisa menghilangkan rasa sukaku kepada Rendy. Bahkan tadi pagi Helga mengirim pesan kepadaku, dan anehnya tidak ada rasa marah kepadanya, justru terimakasih, semoga dengan hubungan baru itu, Rendy bisa melupakan aku.
“ahh gila pasti mereka sedang merem melek enak nih”, ucapku dalam hati yang sedang tiduran dikasur.

Tanpa kusadari tanganku sudah di dalam celanaku dan vaginaku sedikit basah, sudah cukup lama aku tak bermain dengan diriku sendiri. Aku membuka laci yang ada di pinggir kasurku, dan aku ambil vibratorku yang sudah lama tak ku gunakan. Aku hidupkan dildo vibratorku yang sebelumnya aku lap dengan baby tissue.

Treeeeeeeeet treeeeeetttt treeeeeeeeeeet

“awwwww enak bangeeet”, desahku saat vibrator itu menyentuh vaginaku.

“aww yess awww hmmm awwwww”, ku masukkan dildoku kedalam vaginaku dan bergetar didalam tubuhku.

“awww hmmmm enak banget yaampuuun awww”

“awww auuuhh awwwhh awwwhhh”

Ku gerakkan maju mundur layaknya kontol pria sedang menghujam vaginaku. Aku terus menggeliat keenakan saat kontol buatan yang sangat besar ini mengobok obok vaginaku yang kecil ini.

“awww hmmmmm yeeeeesssss yeeessss”

Aku mempercepat gerakan dildo itu dan tubuhku bergetar hebat.

“awwwwww YEEEEESSSS YESSSS YESSSSSS YEEE AHHHHH AHHHH”, desah panjangku yang terus membuat vaginaku kedutan dan basah hingga membuat pulau buatan di spreiku.

Aku terus bermain dengan vibratorku walau sudah orgasme hingga aku tertidur….

—BERSAMBUNG–

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part