web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 18

0
486

Pengalaman Mengubah Hidup Part 18

POV Sandra

Aku terbangun dari tidurku, celanaku entah kemana, disampingku ada dildoku yang berwarna pink ini, badanku rasanya capek dan lemas setelah tadi malam kupaksa tubuhku hingga orgasme 3x. tak biasanya aku melakukan ini, paling banyak 2x, namun kali ini entah kenapa rasanya horny sekali tadi malam membayangkan yang dilakukan oleh Helga dan Rendy.

“uhhhhhh aawhhhhh gilak badanku nyeri semua rasanya”, aku meregangkan otot badanku.

“celana ku kemana nih”, pikirku dalam hati, lantas aku berjalan menuju kamar mandi untuk pipis dan cuci muka, ternyata celanaku berserakan di bawah kasur.

“udah seperti ML aja ini, pakaianku hingga berserakan kemana-mana”, batinku.

Sesampaiannya di kamar mandi, aku memutuskan untuk langsung mandi dan keramas untuk menghilangkan sisa keringat orgasmeku tadi malam. Ku lepas satu per satu pakaianku, hingga akhirnya aku bugil tanpa sehelai benang di tubuhku. Aku pandangi tubuhku sendiri di depan kaca, badanku yang proporsional dengan ukuran susu yang tak besar-besar kali 32A, namun aku bangga dengan badanku sendiri. Vaginaku yang selalu bersih tak berbulu, setiap sebelum mandi malam aku selalu mencukur bulu vaginaku. Walau aku sudah banyak bercinta dengan Rendy dan mantanku, namun bibir vaginaku masih rapi dan hanya seperti garis vertical kebawah.

Aku melangkahkan kaki ku masuk ke dalam shower, dan tubuhku terbasuh oleh air hangat ini, sungguh segar…

**

POV Rendy

Aku terbangun dari tidurku setelah pengalaman yang hebat tadi malam, Helga msih tertidur pulas disampingku. Aku masih membayangkan apa yang terjadi tadi malam, sungguh menggairahkan dan akhirnya fantasiku terwujud. Dan rasanya sungguh luar biasa nikmat, namun entah bagaimana yang dirasakan Helga, mungkin berbeda dan mungkin menyakitkan.

Ku langkahkan kaki ku berjalan menuju kolam renang dan melihat deburan ombak yang cukup besar itu. Betapa enaknya hidup dengan pemandangan seperti ini saat bangun tidur membuka mata.

“awwwwwwwhhhhhhh”, terdengar suara Helga melengkuh panjang meregangkan otot-ototnya. Aku melangkah mendekatkan diri kepadanya.

“udah bangun beb”, tanyaku.

“heeh”, lantas dia langsung berjalan menuju kamar mandi.
Cukup lama hingga 10 menit lebih. Saat dia keluar dari kamar mandi.

“pantatku sakit Rend, rasanya nyeri perih gimana gitu”, ujar dia dengan wajah khawatir.

“laaah maaf deh kalau tadi malem aku terlalu bernafsu”, balasku.

“enggak haha gapapa, mungkin belum terbiasa aja jadinya perih, namanya juga lagi pertama kali di coblos”, ujar dia menenangkanku.

“hmm iya paling ntaran juga udah gak kenapa-kenapa”, balasku kepadanya.

“eh tadi malem aku keluar di dalem gapapa yah?”, lanjutku teringat dengan adegan tadi malam.

“yaaa kalau hamil kamu tanggungjawab dong haha”, balas dia sambil bercanda genit padaku.

Aku gemas dengan apa yang dia katakan, dan aku langsung memeluk dia dan menjatuhkan dia di kasur bagaikan seorang om-om memperkosa daun mudanya.

“awwww Rendyyyyy, ampun-ampuuuuun haha”, kata dia sambil melawanku

“ku perkosa kamuuuuuu”, balasku dengan langsung menghujam lehernya.

“awww Renddddddd”, desah panjang dia.

Aku melahap lehernya, Helga terus mendesah tiada akhir, dengan lidahku aku menuruni ke bagian tubuh lainnya. Aku menjilati bagian dadanya yang tertutup dengan tanktop berwarna abu-abu itu.

“awwwww awwwww yesss rendddddd memekku langsung basaah”

Ku perhatikan tangan dia sudah berada di dalam celana dalamnya. Wajahnya sudah berubah menjadi super sange dan horny. Aku kembali naik ke bibirnya dan kami berciuman.

Smooocchhhh smooocchhh smooocchhh smooocchhh smooocchhhhh
Smoocchhh awww smooch awwwwww ahhh awwwww

Aku berdiri dan melepas celana dalamnya dan terbukalah vaginanya yang sudah cukup basah. Aku melepas celanaku dan kontolku sudah berdiri siap untuk masuk kedalam sangkarnya. Aku ingin memberi pelajaran Helga, akan kubuat dia squirt berkali-kali dan orgasme yang akan dia ingat terus dan ketagihan.
BLEEESSSSSSSSS, kontolku sudah masuk ke dalam sangkarnya.

Awwww awww awwww awww awwww awwwww
Awwww awwwww awww ahhhh auuuhhhhhh ayeeeesssss yeesss
Oohh ohhhh awwwhhh

Teriakan demi teriakan keluar dari mulut kami, kontolku ku arahkan titik lemah dia yang membuat di terkencing-kencing. posisi yang cocok untuk itu adalah wanitanya berbaring dibawah dan lelakinya berdiri di pinggir tempat tidur, sehingga posisi kontolnya naik dan mengenai dinding bagian atas vagina.
Wajah Helga super sange dan dia menikmati setiap sodokan yang di terima.

PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK

“awww rasanya enak banget siiihhh awwwww”
“awwww yesssssss aaahhhh enak banget banget”
“hmmmmm ooohhhhhh”

Aku terus mempompanya yang membuat badan dia bergerak maju mundur diatas kasur, dan kakinya melingkar di pinggulku, lagi-lagi kami tidak menggunakan kondom lagi, semoga tidak terjadi apa-apa.

“yesssh yeeessshhh yessshhhh ayooo Rend ayooooo deket lagiii”
“aooohhhhhhhhhhhh Rendyyyyy ayooo dikit lagiiiiiiiii”

Aku merasakan vaginanya meremat remat kontolku dan aku merasakan tonjolan didalam memeknya dan aku menekannyaa…

“Rendddyyyyy akuuuuu udahhhh dekeeettt minggiiiiirrrrrrrr”, teriakan dia dasyat. Namun aku tak mencabut kontolku dan mempompanya lebih cepat.

Mata Helga sudah sangat sayuuuu dan bicaranya merancu gak jelas.

“awwwwwwwwwww yeeessshhhhhh RENDYYYYY AHHHHHHHH”

Dia setengah berdiri dan mendorong tubuhku agar kontolku tercabut dari badannya, dia sudah kehilangan control atas tubuhnya.

CREETT CREEETTTT CREEEETTTTT
“AWWWWWHHHHHH AWWWHHHHHHHHHHH”, teriak Helga sangat kencang.

Cairan surgawi Helga mengalir deras dari memeknya dan dia terus berteriak keenakan dan badannya bergulat dikasur seperti ular yang terkena garam, tangan dia memegangi memeknya yang sangat basah kuyup.

“awwwwww hihi enaaaaak bangeeeeeeet”, kata dia sambil kepalanya ditutupi bantal karena malu keenakan.

Aku langsung kembali membenamkan kontolku di dalam tubuhnya dan menghujam posisi yang sama agar dia orgasme squirt lagi.

“awwww yessss rendyyy ahhhhhh awww”

PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK

Aku mempompanya dengan ritme yang cepat dan Helga hanya mampu bertahan 2 menit sebelum tubuhnya bergetar lagi.

“YESSSS RENDYYYYY AKU DATENG LAGIIIII AWWWWWWW”

Ku cabut kontolku dan cairan surgawi itu lagi-lagi mengalir deras, namun kali ini jumlahnya tidak sebanyak saat pertama tadi dan tubuhnya bergetar lebih hebat.

“Renddddd, aku gak mampu kalau lanjut lagiiiiiiiii, memekku nyeri bangeeeeet”, jawab dia dengan wajah yang bahagia namun capek.

“bantuin keluarin kalau gitu”, mintaku sambil ngocok kontolku sendiri.

Lantas aku bertumpu pada lututku, Helga mendekatkan kepalanya ke selangkanganku dan lidahnya berjulur keluar untuk menjilati kontolku yang sedikit berotot ini, dia tak memperdulikan bahwa kontolku terdapat cairan vagina dia.

“sluurrrpppp sluuurrrppp slurrrrppppp” kepala dia bergerak maju mundur dan lidahnya memainkan kontolku yang berada di dalam mulutnya.

“awwwhhh hmmm enak bangeeeeeet”
“sluuurrrppp sluuurrrpppp sluuuuurrrrpppp”
“sluuuurrrpppp creek creeeeeek creeeeekkkk”
“awwwwhhhhhh yeaaaahhh aaaaawwwhhhhhhhhh”

Aku mengerakkan pinggulku maju mundur agar ritmenya lebih cepat dan bisa segera keluar, rasanya sungguh terlalu nikmat untuk dinikmati yang cukup lama ini. Helga wanita yang berada di level yang berbeda dalam urusan ranjang, super binal dan enak banget.

“Helga, aku keluarin yaaa”, tanyaku, dia membalas menggaguk pelan.

“awwwhhhh yess yeesss yessss ayo helga ayoooooo”, desahku dengan rasa aliran pejuh semakin dekat.

CREEK CREEEK CREEEEK CREEEEK
CREEEEK CREEEK CREEEEK

Gerakan Helga semakin cepat dan lidahnya mempermainkannya semakin lihai.

“AWWWHHHHH AWWWWHHHHHHHH YEEEESSSSSSSSS”

Teriakku tiada akhir merasakan desakan cairan putih yang akan keluar dari ujung kontolku.

CROOOOT CROOOOT CROOOOOOOOTTTTTT

Kontolku masih berada didalam mulut Helga, dia hanya diam dan merasakan setiap semburan yang keluar di dalam mulutnya.

“aaahhhhh”, desah dia sambil menunjukkan lidahnya yang sudah bersih, spermaku di telan olehnya tanpa sisa.

“hahaha muncrat di dalem seperti kelepon haha”, balas dia.

“hahah iya enaaaak banget”, balasku singkat yang kembali membaringkan badanku ke kasur.

POV Tante Dina

“kamu gak bisa gini terus Din, kamu harus move on dan mempersilahkan orang lain untuk menjagamu hingga tua nanti, dr. Erwin juga sama seperti kamu, tapi dia udah ingin memulai lagi merangkai kehidupannya kembali untuk berumah tangga”, ujar Cyntia yang sedang memberiku ceramah dan menjodohkanku dengan dr. Erwin di ruanganku

“ntarlah Cyn, aku pikir-pikir dulu, aku males aja kalau endingnya seperti kemarin, buang-buang waktu”, balasku jutek.

—BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part