web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 22

0
524

Pengalaman Mengubah Hidup Part 22

Mulustrasi

Amanda Elitasari​

Tidak terasa perkuliahan sudah masuk tahap akhir, aku dan Sandra memiliki dosen pembimbing yang sama setelah Sandra berkomitmen untuk rajin dan disiplin mengerjakan skripsi, selain itu tinggal beberapa waktu lagi aku sudah lulus menjadi seorang sarjana. Nilaiku, aku sangat besyukur masih pada posisi nilai kumlaude.

Hubunganku dengan tante Dina, masih berjalan seperti biasa, aku masih diijinkan menggunakan mobilnya, dia semakin sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan dr. Erwin. Seiring bertambah usia namun tante Dina masih tampak cantik dan menggairahkan. sepemahamanku setelah menikah, dr. Erwin dan tante Dina akan pindah ke daerah untuk membuka klinik kesehatan. cukup berat mungkin bagaiku untuk berpisah dengan tante Dina setelah banyak hal yg kita lalui, tapi hidup ya harus moveon.

Sandra menjadi wanita yang berubah, bukan lagi anak yang malas dan arogan, dia manjadi cewek yang aktif di dalam kelas namun juga baik diluar kelas. Orang tuanya sudah tidak lagi sering marah kepadanya karena anjloknya nilai kuliah. Hubunganku dengan Sandra naik turun, mungkin bisa diklasifikasikan sebagai sahabat, sudah tidak ada hubungan badan, namun sisi positifnya aku bisa mengenal dia lebih baik, jalan dan nonton tanpa memandangi nafsu.

Sama halnya dengan Helga, setelah yg kita lakukan di Lombok, tidak ada lagi persetubuhan lebih lanjut, namun dari instagram yg aku follow, dia masih seperti dulu yg suka pesta dan dugem.

Aku bagaikan raja yang kehilangan taringnya sekarang. dulu taringku sangat tajam, bahkan badak terbesar saja luluh dibawah taringku, sekarang sudah bagaikan harimau ompong yang menggunakan tangan untuk memuaskan nafsunya.

***

POV Amanda

Aku duduk di kamar kost ku memandangi layar laptop yang sedang menayangkan film drama favoritku diatas kasur sembari bermain dengan smartphone ku. Ada beberapa chat masuk ke smartphoneku, memang beberapa cowok berusaha mendekati aku namun belum ada yang cocok. Bukannya aku sombong, namun cowok yang mendekati itu, aku tau bahwa cowok-cowok itu penjahat kelamin.

Lagi lagi, bukannya sok suci, tapi emang aku belum pernah melakukan yang aneh-aneh seperti sahabat-sahabatku. Hal yang pernah aku lakukan dengan mantanku hanya ciuman dan peluk-pelukan. Pegang kontol yang asli aja belum pernah, apalagi merasakan. Paling hanya lihat di bokep. Namun bukan berarti aku belum pernah memuaskan diri, aku juga sering bermasturbasi dan aku juga memiliki vibrator.

***

Didalam mobil dengan Helga, Sandra, Andita dan Callisa.

“jomblo nihh sepi gue” suara Andita didalam mobil
“jomblo, tapi kalau butuh ada yang muasin mah bukan jomblo namanya, ini lho Manda kering haha” jawab callisa.
“njiir aku lagi hmmm” jawabku ketus. “ada nih beberapa yang akhir-akhir ini sering ngchat”
“eh siapa? Cerita dong!” ujar Sandra yang duduk didepan.
“hmm Edu, Vidi dan ada beberapa lagi, lupa” jawabku datar.
“lah itu mah anak gak bener semua Nda, jangan lah, kasian kamu ntar, di colok doang ditinggal abis itu”, jawab Helga.
“iya aku emang gak tertarik kok” sahutku.
“iyalah, kalo bisa cari yang bener, palagi elu kan gak niat buat ngamar, yang ada elu sedih” ujar Andita memberi masukan.
“lama-lama aku jg pengen nih hihi” ujarku malu-malu.
“anjir serius lu?? Udah capek ntu memek dapet titit mainan terus??” Tanya Callisa memastikan. Dan aku mengangguk pelan dan malu-malu.
“haha iya nih, ntar kalau nikah sama cowok, dan doi udah pernah tidur sama cewek sebelumnya dan dapet aku yang perawan, doi menang banyak dong hmmm” jawabku menjelaskan.
“ya kalo gitu kentot dengan cowok yang bikin elu feel happy dan menikmati pengalaman pertama dan tentunya yang gak bikin nyesel, saranku sih jangan dengan pacar” jelas Andita.
“ahaha pengalaman ya beb” jawab callisa mengejek.
“iye setuju banget, tapi siapaaa? Elu udah siap emang Nda?” Tanya Sandra menyakinkan.
“makanya aku bingung ini beneran yakin ato gak dan haha dengan siapa” jawabku santai.
“RENDY?” tawar Sandra.
“eh bener tuh doi keliatan oke lho Nda, walo gue belum pernah, haha Helga sama Sandra tuh yang ketagihan makai” terang Callisa.
“yang jelas sih ntar kalau check in jangan hanya semalem, minimal 2 malem lah, biar ntar pas check out udah puas banget dan sama-sama enak” terang Helga
“hmm gitu ya, okay ntar deh aku pertimbangkan hihi” jawabku

***

Setelah pembicaraan dalam mobil itu aku jadi mempertimbangkan Rendy untuk menjadi pengalaman pertamaku dalam urusan seks.
“hmm boleh juga doi”, pikirku saat aku kepo instagram Rendy, ku perhatikan ada beberapa foto saat liburan dengan Helga dan saat jalan dengan Sandra juga.

Tanpa kusadari akubasah membayangkan apa yang akan aku lakukan jika aku jadi ngamar dengan dia, tanganku sudah masuk kedalam celanaku.

“enggak enggak, jangan, aku jangan masturbasi, aku pengen ngentot”, pikirku jorok.

Malam itu aku beranikan memutuskan untuk ngentot, lantas aku ngchat Sandra via WA untuk menanyakan Rendy.

[8.43PM] Amanda Elitasari: Sandraaa, nanya dong hehe emangnya Rendy mau ya?
[8.43PM] Andita Juliana: ecieeeeee, udah mau nih nampaknya.

“eh bego, kan salah grup chat hmmm”, sesalku. Aku melakukan kesalahan yang seharusnya chat untuk Sandra pribadi tapi malah kukirim ke grup chat.

[8.44PM] Helga Hapsari: Pasti maulah gilaaaaaaaa
[8.44PM] Sandra Santika: haha njir bego, aku tanyain Rendy ya, oke ini fix ya.
[8.44PM] Amanda Elitasari: FIX!
[8.45PM] Callisa Paramitha: asik enak enak nih!
[8.45PM] Sandra Santika: eh mau dimana, nanti kalau ditanyain Rendy?
[8.46PM] Amanda Elitasari: aku gak mau di hotel beb, malu hehe.
[8.47PM] Andita Juliana: pakai apartmentku aja kalau gitu, mau berapa malam?
[8.47PM] Helga Hapsari: minimal 2 malam!
[8.48PM] Andita Juliana: oke haha asik asik!

Setelah chat itu, rasanya aku panas dingin, antara seneng dan takut, maklum cewek belum pernah dicolok..

[9.23PM] Sandra Santika: beb, Rendy OKE! Haha have fun ya beb. Kapannya dia ngikut kamu aja.
[9.23PM] Andita Juliana: haha yeee, besok ketemu dikampus, kunci kamarku dibawa ya beb, abis ngampus besok aku mau pulkam, so have fun!
[9.27PM] Amanda Elitasari: oke beb hehehehehe thanks yaa :*

***

POV Rendy

Di kampus, siang hari.

seperti apa yg dilakukan Sandra padaku sebelumnya, yaitu melemparku pada temennya untuk di kentot, namun namanya sudah sangat jarang kentot jadi tawaran itu aku ambil aja, tapi ya agak jual mahal dulu, gengsi dong kalau langsung mengiyakan.

tak paham kenapa Amanda memilih untuk melepas keperawanannya yg bagi sebagian orang menjaganya dengan sungguh-sungguh, bahkan ini malah diberikan cuma-cuma ke orang yg mungkin tidak dia begitu kenal. aku jadi teringat kata temanku dikantin yang pada berusaha untuk taruhan mengambil perawan Amanda salah satunya. jika aku kemarin memutuskan untuk ikut, bisa saja aku menang banyak nih.

Aku menunggu Amanda di taman dekat fakultas pertanian sesuai dengan yang dija jikan. sesuai dengan nama fakultasnya banyak tanaman holtikultura yang mungkin sebagai bahan praktek mahasiswanya.

Beberapa malam sebelumnya aku di WA oleh Sandra untuk kencan dengan Amanda. Awalnya aku tak percaya, namun aku diyakinkan oleh Sandra bahwa ini adalah permintaan Amanda sendiri, sebagai seorang pria jelas aku mengiyakan ajakkannya dan aku sendiri juga belum pernah merasakan menjebol keperawanan. Aku excited.

Aku lihat dari kejauhan Amanda memarkirkan mobilnya yang berwarna putih berbentuk sedan itu. Dia turun dan berjalan ke arahku. Dia mengenakan jeans berwarna biru gelap yang membentuk pantat dan baju tipis dirangkapi oleh pakaian tipe cardigan.

Amanda memiliki badan yang tidak terlalu tinggi, hanya 160cm, dengan rambut bergelombang sedang, memiliki wajah cantik oriental namun etnis jawa, menurutku payudaranya berukuran 32A atau malah 30A. namun nilai plusnya adalah wajahnya yang cantik, lembut, kalem dan masih perawan. Itu yang membuat cowok tergila-gila ingin mengejarnya, selain cintanya yang dikejar namun juga vaginanya.

“haaaiii, Mandaa..” dia memperkenalkan diri.
“kan udah kenal haha” jawabku bercanda
“haha kan gak pernah ngbrol” jawab Manda malu-malu.

Aku pun berbasa basi sembari mencairkan suasana.

“ini kamu yakin Manda?” tanyaku meyakinkan dia.
“iyaaaaa, ngbrol di tempat Andita aja, aku dipinjemi apartmentnya, tapi nanti mampir kostku ya ninggal mobilku dulu, nanti semobil aja” jawabnya yakin.
“yauda yuuk”, sahutku tidak sabaran.

selama diperjalanan setelah dia pindah ke mobilku, dia hanya diam saja, mungkin pikiran dia sedang berkecampuk apakah dia akan yakin melepasnya denganku. suasana menjadi sangat awkward. aku juga bingung harus ngomong apaan.

“wih lagunya bagus nih”, ujarku berusaha melepas keheningan dengan mengkritisi lagu di radio.
“heehe iya”, balasnya sangat singkat.

kurang lebih selama perjalanan itu seperti itu. awkward.

***

Kamar apartment Andita.

setibanya di apartemen Andita, kami langsung berjalan menuju kamar yang dimaksud. dia berjalan di depanku, selama berjalan aku hanya memperhatikan pantatnya yang kecil dan bulat itu.

Amanda duduk di dekat jendela, kamar ini terletak di lantai 18, membuat viewnya cukup menajubkan. Amanda hanya terdiam mungkin dia grogi atau mempertimbangkan kembali apa yang akan kita lakukan. Aku mendekat padanya dan berbasa-basi.

“kapan terakhir pacaran Manda?”, tanyaku setelah suasana cukup cair untuk membahas yang lebih intim.
“ahah udah lama banget, awal semester mungkin”, jawabnya mempesona.
“hmm yang paling parah pernah kamu lakuin?” tanyaku penasaran.
“ciuman”, jawabnya singkat.
“serius hanya itu? Kalau pas sendirian? Masturbasi mungkin?” tanyaku penasaran
“iya haha itu paling parah dengan mantan lho ya, tapi kalau sendiri ya pernah masturbasi hihi” jawabnya malu-malu.
“sama sekali belum pernah ngapa-ngapain dengan cowok dong” candaku.
“iya nih om, Manda diajarin dong biar keren hahaha”, jawabnya bercanda manja.
“kamu yakin dengan ini? alasanmu apaan?”, tanyaku meyakinkan.
“hmm apa ya, ya pengen aja, selain itu aku gak mau jika ntar nikah dapet cowok yang udah gak perjaka, menang banyak dong dia”, balasnya jelas, “selain itu aku pengen having fun”, lanjutnya.
“hmmm baiklah”, balasku singkat.

Aku mendekatkan diri kepada Amanda yang sedang duduk di atas kasur sebelah panggir. Pada saat itu juga aku bingung harus memulainya bagaimana, karena doi belum pernah melakukan, yang ada Amanda pasti nerveus.

“kamu cantik banget sih”, bilangku, memang dia sungguh cantik dan anggun selain itu dia juga pendiam, membuatku penasaran, jantungku berdegub kencang.

dia hanya terdiam namun kuperhatikan pipinya merah merona dengan malu-malu. bisa-bisa aku jatuh cinta padanya, membuatnya tak perawan dan jika diminta tanggungjawab pun aku mau.

Ku duduk diselahnya dan merangkulnya sembari memijatnya dikit-dikit disebelah pundaknya. Curi curi aku mencium pundaknya dan naik ke lehernya, namun Manda semacam rishi geli dari bahasa tubuhnya. Aku sudah gak tahan ingin segera mengeluarkan kontolku yang sudah ngaceng dengan salah posisi di dalam celanaku.

disisi yang sama pikirkanku juga perang, jika nanti aku perawani dan dia menangis dan membenciku bagaimana, ya kalau cuma itu, kalau dia depresi dan bunuh diri bagaimana. aku pada posisi serba salah. namun kontolku pada posisi ingin masuk ke dalam sangkarnya.

perlukah aku lebih frontal padanya. Apa aku perlu memperkosanya? apa aku perlu kasih obat perangsang pada minumannya agar segera dimulai?

—BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part