web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 24

0
511

Pengalaman Mengubah Hidup Part 24

Aku sungguh khawatir akan Amanda, ku diamkan dia selama dikamar mandi yang cukup lama, memang kuakui aku sudah tertutup nafsu akibat tidak bercinta cukup lama, sehingga aku melakukan hal yg cukup kasar padanya. entah kenapa kontol ini rasanya hanya ingin segera masuk ke dalam sangkarnya, selain itu aku tak tau cara memperlakukan perawan. mungkin ini bisa jadi pengalaman buruk dia, entahlah….. pikiranku sudah berubah, bukan lg Rendy-nya tante Dina, mungkin aku bisa dikatakan sebagai penjahat kelamin berbulu kelinci. walau imut tapi ngacengan. diriku sudah dikuasai nafsu…..

sambil nunggu Manda, turut juga aku memunguti pakaianku dan mengenakannya. terik matahari sore menyinari tepat ke jendela kami, sinarnya sudah mulai condong, ku tafsir ini sekitar jam setengah 5 sore. entah ini kelanjutannya bagaimana, apakah dilanjutkan ataupun tidak. tidak ada hal yg bisa mengganti atau memutar kembali waktu jika orang dibalik pintu kamar mandi itu menyesal.

setelah kutunggu-tunggu, akhirnya dia keluar dari kamar mandi mengenakan celana jeans yang tidak di kancingkan sehingga celana dalam hitamnya terlihat dan mengenakan tank top nya tadi, lantas dia berjalan kearahku yang sedang duduk dipinggir kasur. ekspresi wajahnya tidak menunjukkan apa-apa, aku langsung merangkulnya untuk membuatnya merasa tenang. aku sungguh bersalah melihat dia seperti ini.

“maaf Rend, membuat kamu bingung tadi, gak seharusnya aku membuatmu bingung karena aku sendiri yang meminta, aku gak kecewa atau marah, vaginaku rasanya perih banget tadi” jawabnya polos.
“iya aku bingung dan aku merasa bersalah, Manda”, kataku lirih sembari memandangi dia.
“Rend, udah to, gapapa, jangan membuat aku menyesel”, ujar dia menyenderkan kepalanya padaku.

lantas aku mencium keningnya, dan dia tersenyum padaku. kami melepaskan pelukan itu dan aku berjalan ke arah dapur untuk mencari air putih.
“mau minum Manda?”, tanyaku.
“boleh, air putih dong”, balasnya singkat.
“hmmm ini gimana, lanjut seperti yg kita rencanakan?”, tanyaku kembali.
“iya, lha gimana?”, balasnya menanyakannya padaku.
“hmm enggak, gapapa, lha siapa tau kamu jadi gak mood”, ujarku.
dia tidak menjawab, hanya melihatku sambil minum air putihnya.

kamipun duduk di depan tv sambil menunggu datangnya malam, layaknya orang pendiam, hanya duduk bermain hp dan hanya menjawab apa yg aku tanyakan, ini awkward sekali rasanya.
“tadi kamu orgasme ya haha enak gak?” tanyaku.
“orgasme apaan sih?”, balasnya pura-pura tak tau mungkin.
“ahh masa gak tau haha”, kataku sambil memeluk pinggangnya dan menggulingkan badan dia di sofa ini.
“haha kok kamu tau sih”, balasnya sambil melawan gulatanku.
“taulah kerasa kali aku juga, kontolku rasanya seperti kamu remas-remas dan anget banget, tapi nampaknya kamu masih malu untuk mendesah haha”, ujarku menjelaskan.
“haha tau aja”, balasnya datar.
“dikeluarin aja desahannya”, balasku dengan mencumbuinya.

malam itu kami memutuskan untuk cari makan diluar, sambil jalan-jalan menyusuri lingkungan apartment ini. akhirnya tiba pilihannya ke makanan bakso. aku makan hingga 2 porsi untuk mengganti asupannya yg hilang tadi dan ngisi enerji untuk nanti malam. setelah selesai makan, kami kembali berjalan ke arah apartment, tidak ada gimmick wajah atau bahasa tubuh yg kecewa dari Amanda, dia nampak enjoy dengan keputusannya.

setibanya di kamar apartment kembali.
“Rend, emangnya saling menjilati kelamin masing-masing wajib ya dilakukan saat ML?”, tanya dia memecah keheningan ruang.
“itu hanya untuk biar lebih horny sih”, balasku menjelaskan dengan singkat.
“kalau nelen sperma, Rend? emang rasanya enak ya?”, tanya dia kembali.
“kalau sperma kan gak bisa dikeluarkan di dalem, nah di keluarin di mulut sebagai penggantinya vagina haha, rasanya gak tau lah aku belum pernah haha”, terangku.
“aku tau dari bokep sih, sama kalau anak-anak cerita itu”, balas dia.
“woohh”, balasku singkat.

“hmm tadi kok aku ngemut hanya sebentar, gak enak ya”, tanya dia malu-malu.
“hehe kena gigi, ngilu Manda”, balasku sambil bercanda.
“maap, kan belum pernah”, balasnya.

tak terasa kontolku sedikit berdiri mungkin membayangkan jika disepong oleh Manda dengan bibirnya yang munggil dan wajahnya yang cantik.
“aku ngaceng nih, mau gak nyepong aku lagi sampe keluar”, mintaku.

dia tak menjawab lantas dia menurunkan tubuhnya dan berlutut di depanku, tangannya sibuk melepaskan kancing celana dan menurunkan celanaku. keluarlah kontolku yang sudah setengah tegang. dia membuka mulutnya dan memasukkan simbol kejantananku.

“auuuuwwwhhh”, desahku saat kontolku masuk kedalam mulutnya, aku membelai rambut halusnya. dia menggerakkan kepalanya naik dan turun, kali ini sudah tidak kena gigi namun berubah menjadi enak banget.
“pas di dalem sambil dimainin pakai lidah Manda”, ajarku memberi arahan padanya, dan dia langsung mempraktekkannya.
“awwhh ini enak banget”, desahku, dan dia melihatku saat mendesah, aku merem melek keenakan. pejuhku rasanya masih sangat jauh. aku sembari meremat-remat susunya yang mungil itu. lantas tanpa ku perintah dia melepas celana jeansnya.

aku menarik tangan dia untuk aku bawa ke kasur, aku berbaring dibawah.
“celana dalemmu dilepas Manda, vaginamu sini”, aku arahkan dia untuk melakukan 69. vaginanya tepat berada diatas kepalaku. aku langsung menjilatinya tanpa ampun. ku buka memeknya dengan jariku, terlihat jelas klitorisnya.
“ehhmmm ehhmmm hmmm ehhhhhmm errgghhh hmmm”
“ehhgghh weewwhhhh awwhh hmmm awwhhh arrgghhh”
“ehhhmmmm hmmmm ahhhww awwhhh”, desah kami saat membenamkan wajah kami di kelamin pasangan.

lantas dia melepas kontolku dari mulutnya.
“ahh terus Rend, bentar lagi awhh awhhh lebih cepet”, aku menaikkan tempo permainan lidahku.
“awwwhhhhh yeeeeesss awwwhhhhhhh”, dia mendesah panjang dan tubuhnya menegang, tetesan cairan vaginanya jatuh tepat di wajahku.
“awwhhhh awwhhh owwwhhhh yaampuunn enak bengeeeehhh ahhwww”, desah dia sambil menguasai tubuhnya.
“yaampun kena cairanku ya, maap haha”, ujar dia.
“gapapa, enak kok”, balasku dengan nafas yg berburu juga.

Manda lantas kembali bertulut diantara kakiku dan melakukan ritual pengluaran sperma dengan cepat, gerakan nyepong diiringi dengan gerakan ngocoknya. aku memegang kepalanya menandakan keenakan dan ngilu.
“awwhh yess enak banget ahhhw awwhh”
“awwhhhhh hmmm awhhhh yessss”
desahku diiringi dengan mandi keringat.
“yesss aku udah deket awwwhh yess”, dia semakin cepat menggerakkan kepalanya, desakan pejuh semakin dekat.
“AHHHHHH YEAAAHHH AWWHHHH”, teriakku kencang saat pejuhku keluar dan muncrat di mulut Amanda.
“haahh hoohhh haaahh hhaaahh haahh”, nafasku terburu-buru.
“ahhhhh”, desah Manda setelah menelan pejuh hangat yg keluar dari kontolku, “rasanya keasin-asinan ya, seperti yogurt”, lanjut dia.
“oh yaa”, tanyaku.
dia masih sibuk menjilati sisa-sisa sperma yg berada si bibirnya, sungguh pemandangan yang seksi. sepongan dia kali ini sudah cukup enak.

malam itu kami mengobrolkan banyak hal yang berlangsung cukup lama. dia sudah semakin cair dan tidak grogi seperti beberapa jam yg lalu, selama kami ngobrol dia hanya mengenakan baju dan celana dalamnya saja, sehingga cukup mudah bagiku untuk meraba pahanya yg mulus itu, begitu pula hingga tertidur, dia memelukku dengan erat.

keesokan harinya kami terus melakukan hubungan badan tanpa henti, dia semakin santai menghadapi hujaman kontolku, walau tak terlalu besar namun bisa membuat dia klejotan. sudah tak terhitung berapa kali kami orgasme.

*

kami sudah siap akan keluar dari apartment Andita. namun, entah kenapa kontolku ngaceng lagi melihat body Manda dari belakang. Tanpa berpikir panjang aku memeluknya dari belakang. Meremas pantatnya dan dia mendesah “hmmm ahhhh renddddddd”

Aku langsung memutarkan badan dia dan menghujam bibirnya dengan bibirku, “smoochhh smoocchhh smoooccchhhh”. Dia semakin ahli bermain lidah dalam French kiss. Tanganku meremas payudaranya yang mungil.

“hmmm ahhhh ahhhh hmmmm”, nafasnya memburu saat aku merangsang tubuhnya.

tanganku menuruni vagina mungilnya. membelainya dan merangsangnya, jemariku sudah merasakan basah di dalam celana dalamnya. Kubalikkan lagi badannya, kali ini aku menciumi lehernya dari belakang, tangan kiriku memainkan susunya dan tangan kananku merangsang vaginanya.

“Ahhhh enak rend ahhh ohhhh aku belum pernah ciuman keenakan gini ahh pleaseee”, rancu Amanda.

Aku mengunggingkan pantatnya, sedangkan kedua tangan dia berpegangan pada pinggiran meja makan. Aku melepas kancing celana jeansnya dari belakang dan menurunkan jeansnya dan celana dalamnya sebatas paha. Lantas aku melepas celanaku dan kontolku sudah berdiri tegak. aku sudah tak tahan lagi, lantas aku masukkan kontolku dari belakang dengan posisi berdiri.

BLEEESSSSS
“awwwwwwwwww”, desah Manda saat kontolku masuk ke dalam vagina sempitnya. ku goyangkan pelan-pelan.
“awww awww awww ahhh awww uhhhh hmmmm”, desah Manda.
“enak sayangg ahhh ohhhh, kok gak dari dulu aku ngentot ah ah ahh”, sambil dia menolehkan wajahnya ke aku. aku cuek aja karena sedang konsentrasi.
“aw aw aw aw terus ahh aoooo”, desah kami tiada henti.

“PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK”, suara daging kami bertabrakan.

“yes ah yes ohh please ahh yes yes yes yes yes yes”
“hmmm hhh ahhh ahhhh ahhh ahhh yes yes yessss”

Posisi ini sungguh enak banget, ceweknya jadi kelihatan seksi, kentot menggunakan pakaian yang sebelumnya jarang aku lakukan.
“yess rend, aku mau sampeeeee, terus ahh ahh ahhh ahhhh yess yeeeeess yessss”, aku gerakkan kontolku lebih cepat.
“YESSSSSS AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH”, teriak Manda keenakan, dia meletakkan kepalanya di meja makan sambil menahan keenakan.

“aku juga mau keluaaaar Mandaaaaa”, desahku keenakan tak tertahankan.
“jangan didalem rendddddd”, perintahnya.

Aku mencabut kontolku dan menaikan pakaiannya.
“CROOOT CROOOT CROOOT”, cairan putih itu keluar di punggung Manda.

“ahhhh ohhhhh hahaha enak banget Manda”, dia menoleh kebelakang dan tersenyum kearahku, dan aku mendekat dan menciumnya, “smooochhhhhh”.

“bersihin punggungkuuuu rennnnnnnn”, perintah dia. aku pun berjalan dan menggambil tisu dan membersihkannya.

Setelah itu kami merapikan baju kita lagi dan kami kembali berjalan ke parkiran mobil untuk kembali ke kost masing-masing.
“Manda, mau gak next time kita jalan, nonton atau makan?”, aku memberanikan diri untuk mengajaknya jalan.
“hmmm, boleh”, balas dia sambil tersenyum.
“yauda, aku langsungan ya”, bilangku saat sudah di depan gerbang kost Amanda, tak lupa kami berpelukan, “Manda, i lo-lo-lo-pe eghhh eghh youu”, kataku grogi.
“maaf Rend, aku belum bisa balas kata tadi, hati-hati ya”, balas dia dengan memberiku ciuman di pipi.

ku perhatikan tidak ada rasa kecewa, sedih, atau marah setelah kejadian yang merubah hidupnya itu, saat dia turun dari mobilku dan berjalan masuk ke gerbang kostnya.

POV Amanda

Aku memasuki kamar kost ku, dengan perasaan campur aduk, antara senang karena akhirnya merasakan nikmatnya bercinta, namun disamping itu aku juga sedih karena sudah gak perawan lagi. Punggungku terasa lengket karena pejuh Rendy yang muncrat tadi sebelum kita pulang.

Aku berjalan melewati kasur dan memasuki kamar mandi ingin mandi. Aku melepas semua pakaianku dan berdiri telanjang di depan kaca kamar mandi. Tubuhku penuh cupangan, khususnya dibagian payudara yang penuh dengan bekas cupangan Rendy.

Tanganku memegangi tubuhku, lantas turun ke vaginaku yang cantik ini selama dua hari dihujam oleh kontol rendy, sehingga warnanya sedikit kemerahan. Namun aku menikmatinya.

“shhhhhh hmmmmm masih nyeri uwwww”, teriakku pelan saat aku pipis, rasanya nyeri saat air seni itu melewati bibir vaginaku. Aku memasuki shower untuk segera mandi dan membersihkan pejuh Rendy yang masih menempel.

SHHHHHHHHHHHHH- suara air shower keluar dan jatuh ke lantai, aku melangkah masuk dan membasuh tubuhku dengan sabun yang terletak disebelahku itu.

“hmmmm awwwwwwwww” desahku saat tubuh ini terkena air hangat yang menyegarkan. Aku terasa horny lagi saat aku membayangkan badanku dipompa oleh Rendy.

“uuuuwwww hmmm ahhhhhh”

Sekitar 20 menit aku membersihkan diri di dalam shower, aku melangkah keluar untuk mengeringkan diri. Memandangi tubuh telanjangku didepan kaca, aku bangga dengan badanku yang ternyata cukup seksi walau susu ku gak terlalu besar. Pantas pula banyak cowok yang ingin menjadikanku pacarnya. Namun, kupikir melepas perawanku tidak dalam ikatan apa-apa merupakan hal yang tidak mengecewakan lagi pula aku mendapat orgasme berkali-kali.

Aku membaringkan badanku dikasur yang terbuat dari spring bed ini. dalam konteks seks, aku tak tau apakah kemarin merupakan seks yg baik atau buruk, yg jelas aku mendapatkan apa yg kuinginkan. namun, kenapa tadi Rendy bilang ‘i love you’, entah apa yg dia inginkan…

**

keesokan harinya setibanya di kampus aku berjalan ke perpus fakultasku, perpus disini terdiri dari 5 lantai, pada lantai 5 ini merupakan ruang baca, sehingga tidak banyak yang berada disini namun disudut ruangan aku bertemu dengan Callisa yang sedang duduk dipojokan sembari membaca bahan skripsi, sedangkan teman yang lainnya hari itu pada dirumah masing-masing. mengingat semester ini sudah memasuki skripsi, sehingga tak banyak yg ke kampus.

“hay Manda”, sapa Callisa sembari senyum-senyum genit.
“apaan lu, senyum-senyum”, ujarku santai, sembari risih dengan wajahnya yang senyum-senyum sok imut.
“hahah galak amat sih beb, kalau abis bercinta ya yang lembut dong, kan abis di belai kasih sayang haha”, ujar dia bercanda.
“haha apaan sih beb biasa aja kali”, jawabku jutek.
“iya iya galak haha gimana enak gak bercinta?”, tanyanya dengan penuh keingintahuan.
“hmm enak gak yaaa, kenapa gak elu bercinta aja dengan Rendy, ntar juga tau sendiri”, jawabku membuat dia penasaran.
“yee guwe gini gini juga setia beb haha, prinsip guwe mah, kentot ya kentot tapi ya sama pacar doang”, jawabnya berbisik padaku sembari tertawa
“iyee elu gonta ganti pacar haha paling lama paling 4 bulan”, ledekku.
“yaa kalo gak bisa bikin puas ya ganti beb”, jawabnya sembari tertawa girang.
“anjir parah lu hahaha”, balasku.

Kita berbicara jorok di kampus yang seharusnya bicara mengenai masalah perkuliahan. Namun kulihat sekelilingku juga gak ada orang, sepi banget, memang lantai lima ini jarang naik kesini. Bahkan menurutku jika ada yang bercinta di pojokan juga gak akan ada yang tahu. Mana gak ada CCTV atau kamera pengintai.

rasanya aku gak sabar ingin segera pulang ke kost dan mencoba dildo penis yg aku beli beberapa waktu lalu untuk aku tanamkan di dalam tubuhku dan melakukannya layaknya melakukan hubungan seks dan meraih orgasme berkali-kali.

—BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part