web hit counter

Pengalaman Mengubah Hidup Part 5

0
546

Pengalaman Mengubah Hidup Part 5

Kejadian di mobil tadi adalah pengalaman pertamaku mengeluarkan sperma selain menggunakan tanganku sendiri, dan tentunya pengalaman pertamaku di blowjob. Rasanya sungguh berbeda dengan main sendiri, badan gak terasa lemas malah semakin semangat dan nafsu.

Ku melirik kearah tante Dina yang habis menelan semua spermaku, dia bergerak-gerak sambil membetulkan bajunya yang sedikit acak-acakan karena terlalu focus pada kontolku. Dan mengambil air putih dari bottle holder di sebelahnya. Bahkan celanaku masih belum kurapikan, biar ah nanti aja kalo udah berhenti.

“tante, arah hotelnya bener ke kiri itu?”

“iya bener, nanti aku drop di lobby untuk check in, kamu cari parkir ya, nanti aku WA nomer kamarnya kalau turun tasku dan punyamu dibawa ya, celanamu itu dibenerin dulu”

“oke tante, susah nih, kudu berhenti dulu”

“haha, dasar amatir”, jawabnya sambil meledek.

Perjalanan hari ini nampaknya akan berakhir dengan terlihatnya gapura besar bertuliskan nama hotelnya Grand Palace Mount Resort. Nama yg cukup mewah untuk hotel di daerah sejuk ini.

“ini mah bukan hotel biasa, tp resort mewah” pikirku dalam hati.

Ku berhentikan mobil tepat di lobby hotel. Pintu sebelah penumpang dibukakkan oleh satpam hotel sambil menyapa tamunya “selamat datang di Grand Palace Mount Resort”. Ku buka jendelaku dan satpam satunya memberi petunjuk dimana aku parkir, “lurus aja pak, nanti belok kanan”

“aku dipanggil bapak, enak aja, umur aja belum genap 20 tahun”, pikirku protes sembari menjalankan mobil kearah parkiran.

Mobil gagah ini aku parkirkan dengan rapikan bersiap untuk turun dan membawa tas milik tante dan milikku. Hape ku bergetar menunjukkan ada pesan masuk. Tak lupa sebelum aku turun untuk merapikan celananku.

[02/03 06.57PM] Dina Indirawati: kamar 307 ya.

Tak perlu kubalas pesan tadi, aku langsung berjalan menuju ruangan yang ada di pesan tadi.

“hmm cukup mewah hotel ini, ku gak tau kalo ada hotel semewah ini disini, pasti permalamnya cukup mahal”, gunamku dalam hati.
Knock knock knock, aku ketuk pintu 307, tak lupa pula aku membawa barang bawaan tadi. Tante Dina membukakan pintu, masih berpakaian sama hanya sepatunya yang tidak dipakai. Langsung dimintanya tas yang kubawa.

“mana tasku, mau mandi, badan rasanya gak enak dan penuh keringat”, ucapnya pelan.
Suara air shower yang mengalir cukup membuatku ingin segera mandi. Tak lama setelahnya suara itu mati disusul tante Dina keluar mengenakan celana yoga ketat dan pakaian santai berwarna pink.

“alamak itu pantat jadi keliatan banget bentuknya”, pikirku dalam hati.

“buruan mandi, aku td pesan makanan, abis kamu mandi nanti pas makanannya dateng”

Ku langsung masuk kamar mandi beserta dengan pakaian gantiku, ku lepas semua bajuku hingga bugil dan melihat kontolku dan aku tersenyum, “akhirnya”.

Setelah mandi, ku keluar dan menyantap makanan yang ternyata sudah tiba saat aku mandi. Kita makan dengan lahapnya, piringnya kutaruh di luar pintu setelahnya.

“sini Rendy, duduk aja dari tadi, duduk di kasur juga gapapa lho, biar kamu bisa istirahat”

“iya tante, ini sambil ngcharge kok”

Ku tinggalkan hapeku dan berjalan kearah kasur. Aku bingung harus bersikap bagaimana. Tampak tante Dina memasukan kakinya kedalam selimut, aku turut mengikutinya. Dingin akibat AC sedikit sirna karena kehangatan selimut berkualitas ini. sungguh aku tidak nyaman di kondisi seperti ini, satu kasur dengan wanita yang sangat mempesona membuat selangkanganku gak nyaman. Tante Dina melihat TV sambil membelakangiku.

“Rend, apa yang terjadi di dalam mobil tadi, ku harap kamu bisa menyimpan rapat-rapat ya, jangan kau ceritakan siapapun”

“iya tante, pasti, tapi sungguh tadi luar biasa banget walau aku hanya kuat sebentar”, jawabku grogi.

“haha dasar amatir”, ledeknya sembari membalikkan badan kearahku, kini jarak bibirku dengannya cukup dekat.

“bukannya yg amatir ya yang banyak dicari”

“kalau cewek iya, kalau cowok buat apa haha”

Ku beranikan diri semakin mendekat, “smooocchhh”, bibir kami bersentuhan. Sentuhan bibir kedua semakin lama dan tampaknya gak akan terlepas, ciuman kami semakin liar, lidah kami saling bersentuhan, schuuup smoochhh cuiiippp ahh shhuuurpppp. Tante Dina berpindah posisi, saat ini berada diatasku, kuciumi lehernya yg mulus, tante Dina mendesah “ahhh ahhh please ahhh” ciumanku semakin liar, air ludahku berada leher dan bibir tante Dina. Kontolku semakin tegang.
Tante Dina berada di perutku, dan menatapku seakan-akan dia minta ingin digauli. Memerintahkan ku untuk melepas bajuku. Ku turuti keinginannya.
“lepas bajumu sayang” tatapnya sangat sange.

Seluruh dadaku dilahap habis olehnya. Kubalikkan badannya, kini aku yang diatas. Ku tarik bajunya keatas, terlihatlah payudaranya yang kenyal masih dibungkus BH warna pink renda itu. Tanpa ku instruksikan tante sudah melepaskan BHnya untukku. Ku lahap habis susunya.

“ahhhhh ahhhh enak banget sayangg ahhh ahhh, disitu sayang teruuss”

Cukup lama ku melahap susunya dan tante Dina memintaku untuk “sayang, puasin aku please, jilatin vaginaku ya sayang”. Aku hanya terdiam, ku tak tau caranya, “iya tante, tp aku belum pernah”. “aku ajari sayang, lepas celanaku sekarang”

Ku tarik celana yoga yg menempel dibadannya, terlihatlah celana dalam yg bewarna hitam itu, turut kulepas juga, terlihat vagina tanpa bulu itu, “woow, indah sekali tante”. Tante Dina pun tersenyum kearahku, “sekarang pakai jarimu buka vaginaku, jilatin tepat disitu sayangg, ahhhh enak Rendy sayanggg, naik dikit sayang di klitorisnya sayangg”. Wait, “apa itu klitoris?”, tanpa tau artinya tetep kujilatin daerah yg diinginkan tante Dina.

“terus sayang, jangan berhenti sebelum aku minta”, ujarnya mendominasi ranjang ini.

Kurang lebih 25 menit aku diatara paha tante Dina, “aaahhhh terus sayang cepet dikit, ahhhh ahhhhhhhhh ahhhhhhhhh”, desahannya semakin kencang dan kepalaku di jepit oleh pahanya, “aku orgasme sayangggg”, jawabnya pelan. Cukup capek juga lidahku.

Aku mendekatkan kepada tante, “terima kasih sayang, sekarang giliranmu”. Tante dengan sigap mengapai celanaku dan melepasnya. Kontolku langsung posisi tegap. Dilahapnya oleh tante Dina.

“ahhh ahhhh ahhhhhhh”.

Hanya sebentar? Tante berbisik padaku “apa aku boleh meminta perjaku mu Rendy?”

“boleh tante” jawabku nafsu.

Tante Dina lantas berbaring di ujung kasur, sedangkan aku berdiri dihadapanya, “masukin sini sayang”. Tante mengapai kontolku dan diarahkannya ke dalam vaginannya.

“ahh enak sayangg, ahhh ohhhh”, desahku. Tante pun berhenti.

“jangan panggil aku sayang, panggil tante” mintanya.

Ku lanjutkan gerakanku tadi, aku hanya mampu bertahan sebentar dan akhirnya semua spermaku keluar “ahhhhhhh ahhhhhh aku keluar tante Dinaaaaaahhhhhhh ahhhh”

Semburan sperma demi sperma masuk kedalam vagina tante. Ku lihat tante Dina tersenyum kearahku, ku mendekat padanya “terima kasih Rendy sayangg”. Kucium bibirnya dan aku berbaring disebelahnya sambil ku peluk mesra.

–BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part