web hit counter

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 95

0
557
Perjalanan mengejar Cita dan Cinta 3

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 95

Datang dan Pergi

TOK.. TOK.. TOK..

Aku mengetuk pintu ruang kepala dinas pemerintahan.. ya.. hari ini aku dipanggil oleh kepala dinas atau atasan dari pak bambang.. tadi pagi aku ditelpon oleh asistennya dan disuruh menghadap siang ini.. gila, ada apa ini..? kenapa aku dipanggil keruangannya..? apa mau bahas tentang masalah proyek PLku..? tapi kan sudah selesai dan pak bambang sudah menerima semua laporanku.. pak bambang pun sudah tidak berani mencari kesalahannya, karena memang tidak ada kesalahan yang kami buat dalam proses pengerjaannya.. dan kemarin itu hanya mencari – cari kesalahan pekerjaanku saja, karena ada tekanan dari pak gunawan dan haji mamat..

Terus kenapa ya kepala dinas mencariku hari ini..? apa mungkin karena aku menganggu proyek pak gunawan..? ga mungkin lah.. kan sudah satu bulan yang lalu aku join sama lia, masa baru hari ini dipanggilnya.. atau beliau hanya ingin berkenalan dengan orang ganteng ini aja..? assudahlah.. kalau memang bapak kepala dinas juga mencari permasalahan denganku, mau tidak mau aku akan menghadapinya.. terserah hasil akhirnya nanti seperti apa..

“masuk mas..” ucap seorang wanita dari dalam ruangan..

Aku lalu membuka pintu ruangan itu dan masuk..

“bapak ada mba..?” tanyaku kepada wanita muda itu dan dia adalah asisten dari kepala dinas ini..

“mas siapa namanya dan dari mana..?” tanya mba itu..

“saya sandi mba.. saya dari PT sandi bangun perkasa..” ucapku..

“oh mas sandi.. entar ya mas.. saya kasih tau bapak dulu.. mas sudah ditunggu dari tadi..” ucap mba itu lalu berdiri dan masuk keruangan bapak kepala dinas.. dan setelah beberapa saat.. aku pun dipersilahkan masuk kedalam ruangan bapak kepala dinas..

TOK.. TOK.. TOK..

Aku mengetuk pintu ruangan beliau..

“selamat siang pak..” ucapku ketika aku didepan pintu ruangannya..

“selamat siang mas.. masuk..” ucap bapak kepala dinas dengan santainya sambil menatapku.. aku lalu melangkah masuk dan akupun memperkenalkan diriku..

“saya sandi pak..” ucapku sambil mengulurkan tanganku..

“adi.. duduk mas..” ucap bapak kepala dinas sambil membalas jabatan tanganku..

Dan aku langsung duduk dihadapan pak adi dan tersenyum kepadanya..

“mohon maaf pak.. bapak memanggil saya..? ada apa ya pak..?” tanyaku dengan sopannya..

“sandi purnama irawan.. gila.. ternyata kamu masih muda sekali ya mas..” ucap pak adi lalu tersenyum dengan misteriusnya kepadaku, dan kembali aku tersenyum kepadanya..

“ternyata nyalimu besar juga ya mas..” ucap pak adi lagi..

Assuu.. maksudnya apa ini..? dia mau marah juga dengan ku seperti pak bambang waktu itu..?

“mohon maaf.. memang ada apa ya pak..?” tanyaku dan aku buat sesantai mungkin..

“sudahlah mas.. kita langsung saja ke pokok permasalahan.. ini masalahmu dengan haji mamat dan pak gunawan.. aku benar – benar tidak menyangka kalau kamu berani menggoyang proyek yang dalam pengawasannya.. dua orang yang sangat ditakuti oleh semua kontraktor yang ada dikota ini dan semua orang pemerintahan dikota ini.. sampai pekerjaan didalam dinas ini pun diatur oleh dua orang itu..”

“dan cuma seorang pemuda sepertimu yang berani melawannya.. hehe.. gila..” ucap pak adi sambil menggelengkan kepalanya..

Cuukkk.. ini sanjungan atau sindiran..? bapak ini ada dipihak pak gunawan atau malah berseberangan..? kelihatannya aku harus berhati – hati dalam berbicara dengan pak adi ini..

“saya bukan melawannya pak.. saya hanya bekerja sesuai dengan peraturan yang ada dikota ini..” ucapku dengan santainya..

“itu yang kusuka dari kamu..” ucap pak adi lalu tersenyum dan aku langsung mengerutkan kedua alisku.. assuu’ig.. suka caraku..? ga pa – pa deh yang penting jangan cinta sama aku aja.. hahahaha.. bajingaann..

“aku kira setelah ayahmu melepas hingar – bingar dunia proyek dikota ini, sudah tidak ada lagi ada yang berani seperti beliau.. ternyata.. anak beliau sendiri yang melanjutkan kegarangan beliau.. hehehehe..” ucap pak adi dan kembali tersenyum kepadaku..

“mungkin yang ada dipikiranmu, semua orang pemerintahan itu otaknya sudah rusak dan selalu berurusan dengan uang saja.. ya kan..?” ucap pak adi bertanya kepadaku dan aku tidak menjawabnya..

“ga semua orang pemerintahan itu seperti yang kamu pikirkan mas.. contohnya ‘kami’.. kami juga punya hati nurani dan kami juga punya niat untuk membangun kota ini sesuai dengan aturan yang berlaku.. tapi ada daya.. kebobrokan ini sudah mengakar sangat kuat dan tidak ada yang berani menyentuhnya.. karena apa..? karena mereka berdua mempunyai bekingan yang sangat kuat dikota ini..” ucap pak adi sambil menatapku..

Cuukkk.. berat ini berat.. kalau memang beliau mau merubah, kenapa tidak bisa..? beliau kan kepala dinas dan punya wewenang..? kenapa tidak bisa mengatasinya..? terus masalah bekingan, masa seorang kepala dinas kalah dengan dekingan orang macam pak gunawan dan haji mamat sih..? memangnya seberapa kuat dekingan orang dua itu sih..?

“tapi bapak kan kepala dinas.. bapak pasti punya kekuatan untuk merubah semua ini..” ucapku sambil membalas tatapannya..

“ya.. aku memang kepala dinas, tapi pak gunawan dan haji mamat itu memegang pos – pos penting dibawahku dan memegang kunci orang – orang besar dibelakangnya.. lagian aku juga baru menjabat beberapa bulan di sini.. jadi sementara ini aku hanya bisa memantau dan mencari celah untuk menjegalnya..?” ucap pak adi..

“terus sampai kapan bapak akan memantau dan berdiam diri seperti ini terus..? apa bapak senang melihat dinas yang bapak pimpin ini dikendalikan oleh orang lain..?” tanyaku lagi..

“siapa bilang aku hanya berdiam diri terus..? aku telah menempatkan menempatkan orang – orangku, dipos – pos penting dibawahku sambil mencari celah untuk melakukan perubahan..”

“dan hanya itu yang bisa aku lakukan sementara ini..”

“dulu sebelum aku diposisi ini, aku melihat proyek didinas ini diatur juga.. tapi tidak separah ini.. ayahmu pak irawan, bisa menjaga keseimbangan semua kontraktor yang ada dikota ini.. mereka membaginya secara adil dan semua kontraktor mendapatkan proyek tanpa ada bagi hasil..”

“tapi setelah ayahmu meninggalkan semuanya, kekacauan ini dimulai.. pak gunawan dan haji mamat mengatur semua proyek yang ada dikota ini.. dan setiap kontraktor yang mau mengambil proyek, harus membagi hasil dengan pak gunawan dan haji mamat.. gila kan..?” ucap pak adi dengan seriusnya..

“memang siapa sih mereka berdua itu pak..? kenapa tidak ada satupun yang berani melawannya..?” tanyaku..

“dia orang kuat san, apalagi dibelakangnya ada yang membackupnya.. semua posisi penting diinstansi pemerintahan sudah mereka pegang.. jadi kalau ada yang berani melawan, dipastikan orang itu akan dipindahkan, dipecat atau bahkan hilang tidak ada jejak..” ucap pak adi sambil menatapku dengan datar..

“termasuk bapak yang dipegangnya..?” tanyaku ke pak adi dan beliau hanya menggelengkan kepalanya saja..

“terus kalau bapak tidak dibawah kendali mereka berdua..? bapak ada diposisi mana..? melawan mereka..? kenapa tidak langsung disikat aja kalau begitu..?” ucapku..

“san.. ini ga semudah yang kamu kira.. asal kamu tau aja.. dikota ini ada ‘dua matahari’ dipemerintahan.. yang satu ingin meraup untung sebanyak – banyaknya.. sedangkan yang satu ingin membangun kota ini sesuai dengan aturan yang berlaku..”

“matahari yang serakah itu telah dipegang oleh pak gunawan dan haji mamat, dan matahari yang satu lagi ada dipihak kami..”

Cuukk.. mengerikan sekali ya.. berarti ini bukan hanya tentang haji mamat dan pak gunawanan atau dinas ini.. tapi ini juga tentang kota ini.. asuuu.. asuuu..

“dan itulah kenapa aku bisa ada diposisi sekarang ini.. karena matahari yang satu, ingin aku merubah dari dalam sini.. sebenarnya awal mula aku disini sangat berat sekali dan hampir putus asa.. tapi sekarang, aku seperti memiliki kekuatan baru dan semangat baru.. kamu tau kekuatan baruku dari mana..? dari kamu.. karena kamu berani mendobrak kebusukan yang telah berlangsung beberapa tahun ini didinas ini..”

Cuukkk.. kenapa lari keaku sih..? memang niat ku juga akan merubah system ini.. tapi hanya didinas ini aja loh.. dan kalau sampai merembet kemana – mana, apa aku bisa..? asuuu’ig..

“aku ada diposisi ini baru beberapa bulan yang lalu dan kamu belum ‘bermain’ disini.. kamu tau siapa yang membawa aku sampai diposisi ku sekarang ini..?” tanya pak adi dan aku hanya menggelengkan kepala dengan pelannya..

“ayahmu..” ucap pak adi..

Cuukkk.. katanya ayah sudah tidak bermain lagi diproyek pemerintahan.. tapi kenapa ayah masih bisa merekomendasikan orang, sampai ada dijabatan seperti pak adi ini..? terus sepenting apa ayahku sampai bisa merekomendasikan orang – orang dipemerintahan..? gilaa.. luar biasa sekali ayahku ini..

“sebenarnya aku sudah mau menolak, karena aku tau kebobrokan dinas ini seperti apa dan aku tidak punya kekuatan untuk merubahnya..” ucap pak adi..

“tapi karena ada dorongan dari matahari yang ada dipihak kami, dan bisikan dari beberapa teman yang masih punya hati nurani serta semangat dari ayahmu.. akhirnya aku mau menerima jabatan ini.. dan sekali lagi setelah beberapa bulan aku menjabat, aku mulai putus asa.. aku merasa tidak bisa berbuat apa – apa san.. karena yang kuhadapi ternyata bukan system didinas ini aja, tapi system pemerintahan kota ini.. semua saling berhubungan.. gila ga..?”

“dan ditengah keputus asaanku, kamu datang.. dan aku baru tau sekarang alasannya kenapa aku direkomendasikan kesini oleh ayahmu.. ternyata, kita berdua disiap kan untuk merubah semua ini..” ucap pak adi sambil menatapku..

“kenapa harus dengan saya pak..? memang sih saya punya niat untuk merubah system yang bobrok ini, tapi hanya sebatas dinas ini.. tidak ke yang lain – lain pak..” ucapku..

“tidak bisa kalau hanya merubah dinas ini aja san.. kan sudah aku bilang tadi, semua system telah saling berhubungan.. jadi kalau mau merubah, rubahlah semuanya.. dan kamu telah melibatkan dirimu dalam system itu.. jadi mau tidak mau, kamu harus menyelesaikannya..” ucap pak adi..

Assuu’ig.. berat banget ya.. bajingannn..

“terus saya harus bagaimana pak..?” tanyaku..

“kita bagi tugas san.. kamu menyelesaikan ular – ular yang bermain diluar, aku yang menyelesaikan dari dalam sini.. bagaimana..?” ucap pak adi kepadaku..

“saya ga janji pak.. tapi saya akan berusaha semampu saya..” ucapku..

“saya yakin kamu bisa san.. didarahmu mengalir darah seorang irawan jati.. orang yang pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan.. jadi jangan mengecewakan ayahmu..” ucap pak adi dan langsung membuatku terdiam..

Bajingaannn.. ternyata dunia luar kampus ini lebih buas dari yang aku bayangkan.. orang akan melakukan apa saja untuk mencapai kepuasannya.. padahal kepuasan itu kalau selalu dituruti tidak akan ada ujungnya, apalagi kalau dibarengi nafsu.. assuuu..

“hiuuffttt.. huuuu… saya pikirkan dulu langkah kedepannya pak..” ucapku..

“iya silahkan.. saya paham itu.. kamu juga lagi konsentrasi untuk lamaranmu kan..? dan setelah lamaranmu selesai.. kita bahas lagi kedepannya seperti apa..” ucap pak adi sambil mengulurkan tangannya kepadaku..

Akupun menyambut tangan pak adi dan kami bersalaman..

“semoga lancar acaramu mas..” ucap pak adi sambil menggenggam erat tanganku..

“siap.. terimakasih pak.. saya pamit ya pak..” ucapku lalu melepaskan jabatan tangan pak adi..

“oke.. oh iya san, satu lagi.. salah satu staff anak buah pak bambang adalah orangku.. dia orang baru.. kalau kamu butuh data atau apapun yang berhubungan dengan dinas ini, hubungi saja dia.. kamu pasti tau orangnya..” ucap pak adi dan aku hanya menganggukan kepalaku saja..

Dan setelah aku pamit dengan pak adi.. aku lalu keluar kantor pemerintahan ini dan menuju kekantorku..

Cuukkk.. masalah dan masalah lagi yang datang.. belum kelar masalah cintaku, sekarang sudah ada PR besar dari pak adi.. assuuu.. asuuu..

Dan setelah beberapa saat, akhirnya aku sampai dikantorku.. dan disana slamet menantiku..

“po ini laporan bulanan proyek kantornya lia yang ada dijalan anggur putih sama dijalan arak..” ucap slamet sambil menyerahkan beberapa dokumen kepadaku..

“sudah diperbaiki ces..?” tanyaku..

“sudah.. dan untuk termin kedua di kedua proyek ini, kita ga dapat apa –apa.. karena kita menutupi minus pengeluaran di termin pertama..” ucap slamet lalu membakar rokoknya..

“terus untuk bahan – bahan bangunan yang dibawah standar dan tidak sesuai spek, kita bisa tukar tambah dengan bahan yang sesuai standar dan harganya kita dapat murah..” ucap slamet..

“waw.. dapat dimana suplier bahan bagunan seperti itu..?” tanyaku..

“ayah irawan.. hehehehe..” ucap slamet lalu tertawa..

“anjing.. ayah mau menerima bahan bangunan yang tidak sesuai spek dan ditukarkan dengan bahan bangunan yang standar dengan harga yang murah..? apa ga rugi itu met..? atau ayah hanya ingin membantuku saja..?” tanyaku yang terkejut..

“ayah irawan bilang.. barang yang tidak seusai spek dari kita, banyak dicari didaerah lain.. hehehehe.. ga tau derah mana itu.. yang jelas sebelum menjualnya.. ayah irawan telah menjelaskan, tapi orangnya mau.. ya udah.. kita rugi sih.. tapi ga seberapa.. dan kalau ditutup dengan termin ketiga nanti, kita masih dapat untung sedikit.. asalkan.. sitikus – tikus itu tidak ada yang meminta jatah..” ucap slamet lalu menhisap rokoknya..

“coba saja ada yang minta.. kuselesaikan mereka satu persatu..” ucapku lalu aku membakar rokokku..

“hehehe.. gila kamu po..” ucap slamet sambil menggelengkan kepalanya dan aku hanya tersenyum saja..

“terus gimana hasil akhir lima proyek PL kita ces..?”” tanyaku..

“hasilnya lumayan po.. kantor kita ada kas dan itu kita siapkan untuk modal kita diproyek anggaran tahun depan.. sebenarnya kalau ga dipotong buat senang – senang pak yudi dan pak bambang, kita bisa untung yang lebih lagi..” ucap slamet dengan santainya..

“kenapa dipotong..? itu kan pake uangku.. ga usahlah.. masukan lagi kedalam kas met..” ucapku..

“po.. aku tau kamu baik.. tapi ingat, ini bisnis po.. kamu sudah nalangi pakai uang pribadimu dan sekarang kantor ini dapat keuntungan.. wajar saja kalau kantor ini mengembalikan dananya kekamu walaupun ini kantormu juga.. aku ga mau melanjutkan lagi loh kalau kamu mencampurkan dana pribadimu ke dana kantor..” ucap slamet..

“tai laso..” ucapku pelan..

“po.. kita professional aja lah.. cukup sudah kamu mengeluarkan modal banyak untuk awal pendirian kantor ini.. sekarang waktunya kamu menikmati hasilnya.. lagian besok kamu mau melamar kekasihmu di pulau sana kan..? pasti kamu butuh dana besar itu.. belum lagi kalau nanti nikah..” ucap slamet lalu dia menghisap kembali rokoknya..

“aku masih punya tabungan ces..” ucapku dengan entengnya..

“kamu kalau masih ngotot, aku tinggalkan bener loh kantor ini..” ucap slamet sambil menegakkan duduknya..

“anjing..” ucapku keslamet..

“halo bosku..” ucap kaco dari arah pintu kantor.. aku dan slamet kemudian menghentikan perdebatan kami tadi..

“yo..” jawabku sambil melihat kearah kaco..

“beh.. yang mau lamaran.. cerah betul wajahnya..” ucap kaco sambil berjalan lalu duduk didekat slamet..

“iyalah.. kamu juga cepat cari calon istri.. biar ga dipake sila terus..” ucapku lalu aku menghisap rokokku dan slamet hanya tersenyum saja..

“mulutmu ces..” ucap sila dari depan pintu kantor..

“cieehhh.. baru diomongin sudah datang.. jodoh memang kamu sama kaco sil..” ucap slamet dengan wajah yang mengejek..

“anjing..” maki kaco dan sila..

“hahahahahaha..” aku dan slamet lalu tertawa bersama..

Lalu sila pun duduk bersama kami..

“met kamu ga lihat wajahnya anak buah pak gunawan yang kita keluarkan, setelah menerima gaji terakhir mereka..?” tanya sila kepada slamet..

“ya lihatlah.. tapi mereka ga berani marah.. mereka takut sama kamu sil.. hahahaha..” ucap slamet lalu tertawa..

“bangsat.. memang aku kuyang apa..? kok mereka takut sama aku..?” ucap sila lalu membakar rokoknya..

“bukan kuyang, tapi parakang.. hehehehe..” ucap kaco dengan cueknya.. (kuyang dan parakang sejenis hantu didaerah kami..)

“tai lasomu co..” maki sila..

“hehehehehe..” dan kaco hanya tersenyum saja..

“terus gimana po..? kelihatannya pak gunawan dendam itu sama kamu..” ucap kaco kepadaku..

“iya.. kelihatannya begitu.. mereka sampai minta solusi dari pak bambang, tapi pak bambang cuma diam membisu.. hahahahaha..” ucap sila lalu tertawa..

“gimana ga membisu.. mau itu skandal pedang ghoibnya terbongkar..? hahahahaha..”

ucap slamet dan ikut tertawa..

“memang sadis sila ini..” kata kaco sambil menggelengkan kepalanya dan sila hanya memainkan kedua alisnya saja..

“kalau seandainya ada gesekan dengan pak gunawan lagi, kamu beneran ga terlibat dipertempuran itu po..?” tanya slamet kepadaku dan aku cuman tersenyum saja..

“orang sakti itu, kalau diajak berkelahi pasti lari ces.. bukannya takut, tapi karena ilmunya sudah melebihi lawannya.. lagian orang sakti itu ga mau berkelahi, dia pasti menjaga kedamaian dan perdamaian dunia ini..” ucap sila sambil melirikku..

“wwiiiiihhhh.. kata – kamu po.. tai lasoooo..” ucap slamet lalu memaki sila..

“hahahahahaha..” aku dan kacopun tertawa…

“tapi sekali aja orang sakti itu turun.. selesai mereka itu semua..?” ucap sila dan lagi – lagi melirikku..

“emang bisa begitu..? mau melanggar janjinya dia..?” ucap slamet dan dia juga melirik aku..

“kalau janji sudah dilanggar.. berarti itu sudah terlalu kelewatan dan cuma darah penawarnya..” ucap sila dengan wajah yang serius..

“wajahmu po.. pengen kupejuhin aja rasanya.. anjing..” ucap kaco kesila..

“bangsat..” maki sila kekaco..

“hahahahaha..” dan kamipun tertawa bersama..

Dan aku tidak terlalu menanggapi obrolan temanku ini, aku masih bingung dengan keadaan ini.. yang ada diotakku, bagaimana aku bisa menyelesaikan PR besar dari pak adi, kalau aku tidak menggunakan kepalan tanganku..? sementara aku terikat dengan janjiku ke ibu..? aku harus mencari cara lain.. tapi apa bisa..? gilaaa.. dan sekarang aku juga harus berkonsentrasi dengan hajatanku minggu ini.. melamar ayu.. assuuu.. assuuu..

“oh iya ces.. mungkin aku tinggal seminggu dulu ya kepulau sana.. selain lamaran, aku juga mau menghadiri wisuda teman – temanku..” ucapku kepada ketiga teman – temanku..

“santai po.. kamu konsentrasi aja disana.. biar kami bertiga yang hendle disini..” ucap slamet kepadaku..

“tapi tetap komunikasi loh ya.. aku harus tau perkembangan proyeknya lia..” ucapku keslamet..

“siap bosku.. pasti itu..” ucap slamet..

“tapi sekedar tau aja loh po.. kamu jangan terlalu mikirin kerjaan disini.. kalau kerjaan itu ga ada habisnya dipikir.. sekarang yang penting konsentrasi untuk masa depanmu dipulau sana..” ucap sila menyahut..

“oke..” ucapku lalu berdiri..

Dan setelah berpamitan dengan teman – temanku.. kami pun bubar.. dan ketika aku sudah naik diatas tigi..

TIT.. TIT.. TIT..

Bunyi sms di Hpku.. dan ketika aku melihatnya.. itu sms dari lia..

*lia
Aku lagi dipinggir pantai.. datang ya..

Cuukkk.. kenapa lagi lia ini..? pasti dia lagi ada masalah.. atau jangan – jangan karena besok aku akan bertunangan dengan ayu, jadi lia ngajak ketemuan..? bajingaannn..

*aku
Iya.. aku kesana sekarang..

Aku lalu menyalakan tigi dan menuju pantai yang dimaksud lia.. dan setelah beberapa menit, aku sampai disana.. aku melihat mobil lia diparkir dipinggir jalan.. sementara lia duduk dipinggir pantai sana.. memang jalan ini dekat dengan pantai dan hanya dibatasi turap beton..

Aku lalu memarkirkan tigi didepan mobil lia.. setelah itu aku mendatangi lia yang duduk memandangi laut dan matahari yang akan terbenam diujung sana..

Awan yang berwarna jingga dan semilir angin laut, membuat suasana menjadi tenang.. gelombang air laut dipinggir pantai pun terlihat tenang dan air lautnya sedang pasang.. cuukkk.. sudah lama aku tidak kepantai dan menikmati pemandangan seperti ini dikota ini..

Aku lalu berjalan kearah lia yang sedang duduk itu dan setelah sampai didekat lia, aku lalu duduk disebelahnya.. pandangan kami berdua lurus kedepan menatap matahari yang perlahan mulai terbenam..

Cuukkk.. ini mengingatkanku, ketika aku dan lia duduk dipinggir danau ranu kumbolo setelah kami turun dari mahameru.. bedanya, yang kami lihat hari itu matahari yang akan menampakkan wujudnya.. kalau sekarang matahari yang akan tenggelam..

“hubunganku dengan kak bowo berakhir pur..” ucap lia yang langsung membuatku terkejut dan aku langsung menoleh kearah lia.. tampak kedua kelopak mata lia terlihat bengkak dan ternyata dia nangis dari tadi.. bajingaaannn..

Cuuukk.. kenapa disaat aku akan melamar ayu, lia malah mengalami hal seperti ini..? dan aku tidak bisa berkata apa – apa, aku hanya menatap wajah lia yang bersedih itu.. dipikiranku pun kembali kacau.. antara senang dan sedih.. senang karena lia sudah tidak bersama bowo dan sedih karena lia pasti sekarang sedang terpuruk..

“jujur aku sedih hubunganku berakhir dengan kak bowo.. dan itu karena kami telah menjalin hubungan cukup lama.. tapi entah kenapa, ada sesuatu yang lebih sedih yang aku rasakan saat ini dari pada kandasnya hubunganku dengan kak bowo..” ucap lia lalu menyandarkan kepalanya di pundakku dan aku langsung memalingkan wajahku lagi untuk melihat kearah matahari yang terbenam itu..

Cuukkk, apa lia lebih sedih karena lusa aku akan melamar ayu..? bajingaann.. kenapa harus seperti ini sih situasinya..? kenapa ketika lia sedang sedih seperti ini, aku malah menambah luka dihatinya.. bangsaaattt..

“ya’.. kamu lihat matahari itu..? matahari itu tenggelam dan malam yang gelap pun datang.. mungkin itu gambaran hatimu saat ini.. cintamu tenggelam dan kesedihan datang menyelimuti hatimu.. tapi aku harap kamu jangan terlalu berlarut dalam kesedihan.. seperti matahari yang tenggelam dan esok akan terbit lagi bersama hari baru yang lebih cerah.. kamu pasti akan menemukan sosok baru yang akan membuat hari – harimu lebih indah ya’… aku yakin itu..” ucapku dengan bibir yang bergetar..

“entahlah pur.. yang jelas, setelah ini aku mau menikmati malam ini dan kesedihan ini sendiri..” ucap lia dengan sedihnya..

“tapi boleh kah aku minta waktumu sebentar saja pur..?. aku ingin kamu menjadi seperti purnama yang menerangi malam gelapku..”

“aku mohon pur.. sebelum esok kamu menyinari hati yang lain, aku hanya minta waktumu sebentar dan biarkan aku bersandar dibahumu ini..” ucap lia dengan tetesan air mata yang mengalir dipipinya..

Cuukkk.. bajingaann.. permintaan macam apa ini..? jangan kan sebentar.. sampai besok pagi pun, aku pasti tidak akan meninggalkannya.. kalau dia masih seperti ini kondisinya.. asssuu..

“jangankan sebentar ya’ semalaman kamu bersandar dibahuku, aku tidak akan melarangnya..dan aku akan menemani mu sampai air matamu berhenti menetes dan senyummu kembali seperti semula..” ucapku dengan mata yang berkaca – kaca..

“jangan pur.. aku hanya butuh waktumu beberapa saat untuk bersandar dibahumu ini.. jangan lama – lama, atau itu akan bisa merubah segalanya..” ucap lia sambil membenarkan posisi kepalanya di pundakku..

“ya’..” ucapku terpotong..

“jangan bicara lagi pur, aku mohon.. karena setiap perkataanmu akan membuat air mataku tidak akan berhenti mengalir.. biarkan begini saja, aku hanya ingin dekat denganmu..” ucap lia lalu tangan kanannya di meraih lenganku dan tetap bersandar dipundakku..

Cuukkk.. ketika kata – kata tidak bisa mewakilkan kesedihan dihati, sentuhan tangan lia sudah mengatakan semuanya.. dia sangat bersedih cuukk.. sedih.. bangsaatttt…

Aku lalu menoleh kesamping kiri dan mengecup rambut lia yang ada tepat disampingku..

CUUPPP..

Lia lalu mengangkat wajahnya dan menoleh kearahku.. tatapan kami bertemu dan sangat dekat sekali.. lia lalu memiringkan kepalanya kekanan dan aku juga memiringkan kepalaku kekanan lalu wajah kami mendekat dan..

CUUPPP..

Bibir kami saling mengecup lalu kami saling berpandangan lagi.. kami tidak saling berbicara, hanya tatapan kami yang saling menyapa dan saling menguatkan.. lalu..

CUUPPP..

Bibir kami saling mengecup lagi lalu kami berpandangan lagi.. lalu..

CUPPP.. CUPPP.. CUPPP.. CUPPP.. CUUUPPPP… MUACHHHH..

Bibir kami saling melumat, tapi kami melakukannya dengan sangat pelan dan dengan lembutnya.. bibir lia sangat basah begitu juga bibirku..

CUPPP.. CUPPP.. CUPPP.. CUPPP.. CUUUPPPP… MUACHHHH..

Kami terus saling melumat dengan sesekali lia menggigit bibir bawahku.. tangan kami berada dilutut masing – masing.. hanya bibir kami saja yang saling bersentuhan..

Disaksikan matahari yang sisa sedikit lagi tenggelam dan deburan ombak yang pelan.. kami meluap kan cinta kami yang tak kesampaian ini.. assuuu..

CUPPP.. CUPPP.. CUPPP.. CUPPP.. CUUUPPPP… MUACHHHH..

Dan perlahan lidah lia mulai keluar dan beradu dengan lidahku.. lalu ditutup dengan lumatan bibir yang panjang.. kamipun mengakhiri ciuman ini.. entah ini sebagai ciuman perpisahan atau apa, yang jelas kami berdua sama – sama menunduk..

“kita balik pur..” ucap lia pelan dan tetap menunduk..

“ya’..” ucapku pelan sambil menangkat wajahku dan menatap wajah lia.. dan lia langsung menggelengkan kepalanya sambil tetap menunduk..

“cukup pur.. kita balik..” ucap lia lalu berdiri.. dan aku juga langsung berdiri dan ketika lia akan berjalan aku langsung memegang tangan lia..

“ya..” panggilku sekali lagi.. dan lia menghentikan langkahnya tanpa menoleh kearahku..

“aku merestuimu bersama ayu san.. tapi ijinkan aku juga membuka hatiku untuk laki – laki lain..” ucap lia dan tanpa melihat kearahku.. dan dia memanggilku san, bukan pur lagi..

Cuukkk.. aku lalu melepaskan pegangan tanganku mendengar ucapan lia barusan..

“terimakasih san.. semoga kamu bahagia dengan ayu dan aku juga bahagia dengan laki – lakiku ini..” ucap lia lalu berjalan meninggalkan aku..

Laki – lakiku..? apa lia sudah membuka hatinya untuk orang lain..? siapa dia..?

“ya’.. kalau boleh tau, siapa laki – laki itu..? apa dia bisa menjagamu..?” tanyaku dan kembali lia menghentikan langkahnya..

“kamu mengenalnya san dan kamu pasti akan merestuiku dengannya..” ucap lia dan lagi – lagi tanpa melihat kearahku dan dia langsung pergi meninggalkan aku..

Aku mengenalnya..? siapa dia..? cuukkk..

Hiuuffffttt huuuuu.. apa aku rela mendengar ucapan lia barusan..? rela ga rela, aku harus rela.. bagaimanapun juga, lia berhak mendapatkan kebahagiannya sendiri.. dia mengiklaskan aku dengan ayu dan aku harus bisa mengiklaskannya juga.. semoga dia mendapatkan yang lebih baik dari aku dan yang menyayanginya lebih dari aku.. semoga..

Aku menatap lia masuk kedalam mobilnya, sampai mobilnya berjalan dan tidak terlihat olehku.. kemudian dengan langkah gontai, aku pun berjalan kearah tigi..

Cuukkk.. begitu berat aku melepaskan kepergian lia.. dan aku tau, dia juga pasti berat meninggalkan aku.. tapi apa daya.. ini lih pilihan hidup yang harus kami jalani..

Aku lalu menarik nafasku dalam – dalam.. aku harus menenangkan diriku, jangan samapi aku terlihat sedih dirumah nanti.. dan setelah agak tenang, aku lalu mengendarai tigi dan aku langsung pulang kerumah… cuukkk.. aku lupa, aku belum menyiapkan perlengkapan ku untuk besok berangkat kepulau sana.. bangsat..

Satu bulan ini aku dan teman – teman terlalu fokus untuk membenahi proyek lia yang amburadul.. memang proyek lia ini selain menggunakan otak yang berpikir keras, waktupun harus banyak dikorbankan.. bayangkan dalam sehari itu, aku tidur hanya dua jam saja dan itu selama sebulan.. bangsat.. tinggal robohnya aja aku ini..

Dan setelah sampai dirumah.. aku langsung bergabung dengan keluargaku diruang tengah.. semua keluargaku sedang berkemas untuk keberangkatan kami besok.. tawa dan canda selalu mengiringi ketika kami berkumpul semua.. dan untuk adekku anna.. memang dia lebih senang kalau mery yang jadi pendampingku, tapi bukan berarti tidak suka dengan ayu.. anna tetap mendukung setiap pilihanku.. begitu juga ayah, ibu dan ita.. semua keluargaku selalu memberikan aku dukungan..

Dan ini yang membuatku selalu tersenyum dirumah.. selain itu juga, aku tidak mau membawa semua permasalahanku diluar, masuk kedalam rumah.. aku ingin terlihat baik – baik saja dirumah, walaupun pikiran sedang menggila.. dan entah kenapa, senyuman kedua adekku, ibu dan ayah, selalu membuat permasalahanku terlupakan untuk sesaat..

“anna mau wisuda loh mas..” ucap anna yang sedang mengemasi perlengkapannya diruang tengah..

“kapan de..?” tanyaku dengan senangnya..

“minggu depan.. hehehehehe..” ucap anna dengan senangnya..

“loh kapan skripsinya..? kok mas ga tau..” ucapku..

“mas itu terlalu sibuk sama pekerjaan dan wanitanya.. sampai adeknya skripsi ga tau..” ucap anna lalu memeletkan lidah..

“apasih kamu itu..” ucapku lalu memencet hidungnya..

“apasih mas ini.. pakai pencet hidung anna lagi.. yaaaahhhhhh.. mas sandi ini loh..” teriak anna ke ayahku yang lagi duduk tidak jauh dari kami..

“mas.. hidung adekmu itu sudah imut, dipencet lagi.. nanti kalau hilang gimana..?” ucap ayahku sambil tersenyum..

“ayah ini loh.. kok gitu..?” ucap anna sambil melipat tangannya didadanya.. memang hidung anna ini lebih imut dibandingkan seluruh keluargaku.. ga tau kenapa, mungkin dulu waktu pembagian hidung, dia ketiduran kali.. jadi setiap disinggung soal hidung, dia pasti meraju.. tapi bukan berarti dia ga cantik.. anna tetap cantik dan imut..

“buuu..” teriak anna lagi..

“ayah sama mas sandi ini kok senang betul sih godain anna…” ucap ibuku dari dalam kamar..

“marahin bu..” ucap anna sambil meraju..

“jangan ngambek de.. hidungnya makin ga kelihatan itu..” ucapku pelan..

“buuuu.. mas sandi ini lo..” teriak anna..

“mas sanddiiii..” teriak ibuku..

“engga kok bu..” ucapku lalu memeletkan lidahku ke anna..

“sudah.. sudah.. mas siapin barangmu sana.. jangan sampai besok ada yang ketinggalan loh..” kata ayahku kepadaku..

“iya yah..” ucapku lalu berdiri..

“yah.. ini sekalian liburan ga..? hehehehehe..” ucap adekku ita..

“ga bisa sayang.. bulan depan aja ya.. kita loh cuma tiga hari aja.. kasihan mba anna mau persiapan wisuda..” ucap ayahku..

“yaaaaa.. padahal ita sudah selesai ujian akhir nasional loh..” ucap ita yang kecewa..

“bulan depan ga pa – pa kan..?” ucap ayahku..

“bulan depan..? oke.. kita kekota kembang yo’ yah..” kata ita penuh harap..

“ga usah yah.. ita diajak kepantai sini aja.. ga usah jauh – jauh..” ucapku keayah..

“apasih mas sandi ini ikut – ikut aja.. awas kalau sampai jadi kekota kembang, mas sandi ga usah ikut..” ucap ita dan dia meraju kepadaku..

“weeee.. memang mau kesana..? engga kan yah..?” ucapku keayah.. dan ayah hanya tersenyum saja..

“ayah..” ucap ita..

“iya nak.. iya..” ucap ayahku..

“horai… horai… horai..” kata ita dengan senangnya lalu dia memeletkan lidahnya kepadaku..

“wuuuu..” ucapku lalu aku berbalik dan masuk kekamarku..

Hiuuuffttttt.. huuuuu..

Aku menarik nafasku dan mengeluarkannya pelan sambil aku merebahkan diri dikasur kamarku..

Cuukkk.. kenapa tiba – tiba aku ga enak badan ya..? apa mungkin karena sebulan ini, fisik dan pikiranku diporsir secara berlebihan..? semoga besok sudah segar kembali dan kuat untuk kepulau sana.. dan semoga lusa aku segar lagi untuk acara lamaran dirumah ayu..

Lusa.. ya lusa adalah hari yang baru bagiku.. aku telah memutuskan untuk melamar ayu, dan ayu sudah mengabarkan kepada semua keluarganya.. keluarga besarnya,menyambut dengan hangat.. hanya budenya yang masih tidak iklas dengan lamaranku.. asuuu.. terserahlah.. yang penting kedua orang tuanya merestui dan ayu juga mencintai aku.. cukup.. ya cukup itu saja..

Aku lalu mengambil Hpku dan menelpon ayu..

TUT.. TUT.. TUT..

“halo yang..” ucap ayu dengan senangnya..

“halo de.. lagi apa..?” tanyaku..

“lagi bantuin beres – beres rumah..” ucap ayu..

“loh malam – malam gini..? buat apa de..?” tanyaku..

“buat acara kita lah mas.. lagian kan kalau siang ayu kerja, jadi bisanya malam baru bantuin..” ucap ayu..

“jangan terlalu diporsir.. nanti kamu sakit loh de..” ucapku..

“ga salah ini..? bukannya sebulan ini sayang yang terlalu sibuk..?”

“hehehehehe..” dan aku hanya tertawa saja..

“yang cincin tunangannya sudah ayu beli loh..” ucap ayu dengan senangnya..

“oh iya..? terus untuk ukuran jariku gimana de..?”

“ya ayu kira – kira mas.. tapi ayu yakin pasti pas dengan ukuran jari manis mas..”

“manis mana sama kamu..?” tanyaku..

“apasih mas ini..? kok ga nyambung itu loh.. masa ayu disamakan sama jari manis..?” ucap ayu meraju..

“hehehe.. ga tau kenapa setiap mendengar kata manis, aku selalu terbayang wajahmu de..” ucapku..

“hehehe.. apasih..” ucap ayu dengan malu – malu..

“de.. aku sayang kamu..” ucapku..

“iya mas.. ayu juga sayang mas..” ucap ayu pelan..

“kok pelan..? ayoo.. kenapa..?” tanyaku..

“ada ayah itu loh mas..” ucap ayu pelan..

“terus kenapa kalau ada ayah..? kan ayu calon istriku.. kenapa malu..?”

“iihhhhh..” ucap ayu dengan manjanya..

“muaacchhhhhh..” ucapku..

“massss…” ucap ayu manja..

“hihihihihi.. balas dong de..?” ucapku menggoda ayu..

“ihhhhhh..”

“muaaccchhhhh..” ucapku lagi sambil menempelkan bibirku diHp..

“ngapain Hpnya dicium mas..?” ucap ibuku didepan pintu kamarku..

“aduuhhhhh..” ucapku terkejut dan langsung duduk…

cuuukkk.. pintu kamarku ga kututup.. bajingaannnn… assuuu.. assuuu..

“eh ibu..” ucapku sambil tetap menempelkan Hpku ditelinga..

“hihihihihihi.. masih mau…” ucap ayu tertawa ketika aku menyebut nama ibu..

“diam dulu de..” ucapku ke ayu pelan..

“hihihihihi..” ayu tertawa lagi..

“siapa yang diam mas..?” tanya ibuku sambil melipatkan kedua tangannya kedada..

“anu bu…” ucapku..

Ya.. aku cuma bisa bilang anu.. ‘anu’ sebuah kata berjuta makna.. bajingann..

“anunya siapa..?” tanya ibuku lagi..

“hehehehehe..” dan aku hanya menggaruk kepalaku dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan memegang HP..

“malah ketawa.. sudah siapin barangnya belum..?” tanya ibuku lagi..

“iya bu.. ntar lagi..” ucapku sambil tersenyum..

“sipain cepet mas.. sudah malam ini.. nanti besok malah keburu – buru loh..” ucap ibuku..

“iya bu..” ucapku pelan…

“salam buat ayu ya.. terus mas jangan dulu ciuman sebelum sah.. walaupun lewat telpon..” kata ibuku lalu keluar kamarku..

Cuuukkkk.. anak ibu ini bukan cuma ciuman lewat telpon bu, tapi sudah merasakan bibir calon mantu ibu ini.. malah dapat bonus putting lagi.. hehehehehe.. bajingaann..

“mas belum siapin barang ya..?” tanya ayu..

“hehehehehehe..” ucapku lalu tertawa..

“siapin gih terus istirahat..” ucap ayu..

“cium dulu dong..” pintaku..

“emoh.. (ga mau..) kata ibunya mas tunggu sah dulu..” kata ayu..

Cuukkkk.. ayu dengar toh kata ibuku tadi.. bajingaannn..

“iya.. iya.. awas ya kalau ketemu minta cium..” ucapku keayu..

“wihhh.. orang yang sering minta mas kok.. weeee..” ucap ayu..

“hehehehehe..” dan aku hanya tertawa lagi..

“ya udah.. siap – siap gih..”

“iya de.. miss you..” ucapku..

“miss you to yang..” ucap ayu lalu menutup Hpnya..

“hemmmm.. sudah miss you miss you an..” ucap ibuku sambil menampakkan wajahnya saja dipintu kamarku..

Cuuukk.. ibuku nguping toh dari tadi..? buajinnngannn..

“siapa yang minta cium..?” tanya ibuku lagi..

Assuuu.. assuuu.. mati kita.. ini telak sudah pertanyaannya.. dan aku hanya bisa tersenyum dan kembali menggaruk kepala..

“sudah siapin cepat barangnya..” ucap ibuku lagi..

“iya bu.. hehehehe..” ucapku sambil tersenyum.. dan ibuku langsung pergi..

Cuukkk.. baru ketahuan ciuman di HP aja banyak pertanyaann.. kalau seandainya ibuku tau aku sudah mengambil perawan tiga wanita, terus aku tidur dengan beberapa wanita yang lain.. bisa – bisa dicoret dari kartu keluarga aku.. bajingaannn..

Dan setelah itu aku langsung menyiapkan perlengkapanku dan setelah semua perlengkapanku siap..

KRING.. KRING.. KRING..

Hpku berbunyi dan ketika aku melihat layar Hpnya, aldo yang menelponku..

“haloooo cuuukkkk..” teriakku ketika aku mengangkat telponnya..

“assuuu.. kalau ga ditelpon ga nelpon.. dasar bajingan lendir..” ucap aldo mengomel..

“kan sudah kusms cuukkk..” makiku..

“bajingaannn.. aku itu kangen suaramu.. jadi ga usah sms.. telpon aja.. assuuu..” ucap aldo..

“santai cuukkk.. jadi gimana..?” tanyaku..

“harusnya aku yang tanya cuukkk.. gimana besok..? kamu jadi berangkat kesini ta..?” tanya aldo..

“jadi lah.. kalau ga jadi.. ‘peliharanku’ ini bisa dipotong sama keluarga ayu.. hehehehe..”

“assuuu.. hahahahaha..” ucap aldo lalu tertawa..

“terus gimana..? yang jadi wisuda itu siapa aja..?” tanyaku..

“ya aku, yuda sama surya..” ucap aldo..

“lah terus mas kabar, mas dannis, mas bobby, ma raimond, mas rudi sama kakanda alan..?” tanyaku..

“ga tau..mereka itu angin – anginan.. terus satria juga sekarang ikut malas – malasan..” ucap aldo..

“assuuu’ig.. mau jadi penerus mas pandu mereka itu..? kalau masalah satria kan memang belum waktunya lulus.. dia kan dibawah kita setahun..”

“belum waktunya gimana..? harusnya kan tahun ini..” ucap aldo..

“harusnya..? memang bisa dikampus teknik kita lulus sesuai waktunya gitu..? assuuu..” ucapku..

“ya paling ngga kan dia sudah harus persiapan cuuukkk..” ucap aldo..

“hehehehe..jangan emosi cuukkk.. terus gimana..? aman ajakan dipondok merah..” ucapku..

“aman aja lah.. siapa yang berani ganggu pondok merah..? black house aja sekarang ga ada suaranya.. lagian sekarang itu, sudah waktunya mikirin kuliah masing – masing.. dah capek berkelahi terus..”

“betul itu do..”

“terus kamu gimana..? ga berkelahi ajakan disana..?” tanya aldo..

“ngga do.. sampai saat ini, belum sekalipun aku menghajar orang.. hehehehe..”

“sampai saat ini..? berarti ada niatan dong besok – besok..?”

“hehehehe.. ga tau do..” ucapku sambil tertawa..

“assuuu.. jangan gila kamu san..” ucap aldo..

“yooo..” ucapku..

“ya sudah.. pokoknya kalau kami wisuda kamu harus datang..” ucap aldo..

“siaappp..” ucapku..

“okelah.. aku tutup dulu..” ucap aldo..

“ya.. salam buat teman – teman ya..” ucapku..

“oke..” dan aldo langsung menutup Hpnya..

Dan setelah itu aku pun beristirahat..

Keesokan harinya, kami sekeluarga berangkat kebandara dan diantar oleh om tarjo, supir kesayangan ayahku..

Dan setelah menempuh perjalan yang sangat panjang.. kami pun akhirnya sampai didesa jati luhur untuk singgah kerumah mbah jati.. kami ingin kangen – kangenan sejenak dan membahas tentang acara besok..
Dan didesa ini, semua saudara ayahku sudah berkumpul bersama keluarganya masing – masing..

Suasana penuh kebahagiaan dan sedikit tangis tangisan, langsung membuat rumah mbah jati ramai..

Dan malam hari, kami sekeluarga pamit ke mbah jati untuk kerumah eyang ranajaya didesa jati bening untuk bermalam disana..

Dan untuk acara besok.. titik berkumpulnya keluarga besarku dirumah eyang ranajaya.. mbah jati pun besok akan ke rumah eyang ranajaya untuk berangkat bersama kerumah ayu dikota sebelah..

Dan keesokan harinya.. belasan mobil berkumpul didepan dan dijalan rumah eyang ranajajaya.. gila, banyak banget pengiringnya.. padahal ini hanya acara lamaran saja, belum acara pernikahannya loh ya.. belum lagi bawaan yang dibawa keluargaku untuk keluarga ayu.. assuuu.. ini acara nikah atau hanya lamaran saja..? kok banyak sekali bawaannya.. berbagai jenis makanan dibungkus rapi didalam sebuah wadah dan ditutupi plastic..

Pimpinan rombongan kali ini adalah pakde taruna, kakak dari ibuku.. beliau juga sebagai juru bicara untuk lamaran nanti..

Setelah semua telah siap, kami semua menuju kekota sebelah dengan beriringan.. dan setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya kami sampai juga dirumah ayu.. tenda yang sangat besar menyambut kedatanganku dan keluarga besarku.. bajingaann.. ini sih meriah sekali, ini seperti acara nikahan cuukkk.. kursi – kursi untuk tamu pun berjejer, begitu juga makanan yang disiapkan sangat banyak sekali.. asssuu..

Dan setelah bawaan keluargaku diserahkan kekeluarga ayu, perwakilan keluarga besarku dipersilahkan masuk kedalam rumah..

Mbah kung dan mbah putri, eyang kakung dan eyang putri, ayah dan ibu, lek gito dan istri, lek ji’i dan istri, lek darmi beserta suaminya, pakde taruna, lek devi dan lek danu masuk kedalam rumah.. dan keluarga ayu menyambut keluarga besarku dengan suka cita dan senyuman.. kecuali budenya.. assuuuu..

Dan aku belum melihat kekasihku ayu sama sekali semenjak datang tadi..

Dan setelah bersalam – salaman sejenak, kami yang laki – laki tetap diruang tengah.. sedangkan yang perempuan masuk kedalam.. dan didalam sana, terdengar puji – pjiuan tentang kekasihku ayu oleh ibuku dan keluarga perempuanku yang lain.. ooo.. ayu rupanya didalam sana bergabung dengan para perempuan..

Dan setelah kami semua duduk diruang tengah, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak keluarga ayu dan dilanjutkan dari keluargaku.. dan lamaranku secara resmi diterima oleh keluarga ayu.. hatiku sedikit lega, karena ini berarti satu kakiku telah berada dirumah ini.. tinggal satu kaki lagi aku melangkah, maka ayu akan resmi menjadi istriku.. dan itu nanti setelah acara pernikahan kami..

Tapi kelegaanku berubah jadi tegang setelah pembahasan kapan tanggal pernikahan kami.. asuuu..

“jadi bagaimana dari keluarga pak irawan jati..? kapan rencananya pernikahan ini dilaksanakan..?” tanya pakde ayu, suami dari bude ayu yang bertindak menjadi juru bicara dari pihak keluarga ayu..

“kami telah membahas dengan seluruh keluarga besar kami pak, dan kami memutuskan untuk hari baiknya pernikahan dek ayu dan dek sandi ini, enam bulan dari sekarang dan tepatnya hari kamis minggu ketiga..” ucap pakde ranajaya..

Seluruh keluarga ayu yang ada diruangan ini lalu berpandangan dan setelah itu melihat kalender..

“mohon maaf pak, kalau hari itu bersamaan dengan hari meninggalnya kakek ayu.. mungkin kita bisa menghitung bersama – sama untuk menuntukan tanggalnya lagi..” ucap pakde ayu dengan sopannya..

Dan keluarga besarku pun memakluminya.. cuukkk.. ribet amat ya..? apa sang pencipta ini menciptakan ada hari buruk dan hari baik..? engga kan.. semua hari itu sama saja.. yang penting bukan pada saat hari pernikahan, terus ada keluarga dekat yang meninggal.. assu’ig..

Dan ini juga untung tidak membahas tentang wetonku dan weton ayu yang ketemunya 25.. kalau sampai dibahas.. mungkin hari ini tidak akan terjadi lamaran ini.. ayahku dan ayah ayu sepakat untuk tidak membahas masalah itu.. jadi yang dibahas cukup masalah hari baiknya saja pada saat ijab kabul nanti..

“kalau tiga bulan dari sekarang, hari sabtu minggu kedua bagaimana..?” usul pakde ayu..

Pakde taruna langsung melihat kearah ayahku.. dan ayahku langsung mengangguk tanda setuju.. sementara eyang ranaja dan mbah jati hanya diam tanpa berkomentar..

Cuuukkk.. serius tiga bulan lagi..? gila cepet banget.. bukannya aku ga suka sih.. aku senang – senang aja.. tapi apa cukup dalam waktu tiga bulan ini, keluarga besarku dan keluarga besar ayu menyiapkan hajatan besar ini..?

Dan kembali, pakde taruna melihat kearah ayahku dan ayahku kembali tersenyum sambil menganggukan kepalanya..

“baiklah pak.. keluarga kami setuju..” ucap pakde taruna.. dan semua diruangan ini tersenyum lega, kecuali mbah jati, eyang ranajaya dan pakde taruna.. ada apa ini..? kenapa beliau bertiga datar aja wajahnya..? apa karena pernikahan ini terlalu cepat..? asuudahlah.. mungkin nanti saja dibahasnya kalau sudah pulang..

“ayu.. kesini nak..” panggil pakdenya..

Dan ga berapa lama, kekasihku ayu keluar dengan hijab dan pakaiannya yang serba putih.. wajah ayu terlihat sangat cantik dengan sedikit olesan make up diwajahnya.. cuukkk..

Ayu lalu duduk didekat pakdenya dan kepalanya langsung tertunduk malu…

“katanya tadi ada acara tukar cincin ya..?” tanya pakdenya dan ayu hanya mengangguk pelan..

“nak sandi, maju sini..” panggil pakde ayu kepadaku..

“maju sana nak..” ucap pak de ranajaya kepadaku..

Dan dengan malu – malu, akupun maju juga ketengah dan duduk berhadapan dengan ayu.. dan setelah itu, aku langsung memandang wajah ayu yang terus menunduk..

“jangan dilihatin terus.. bisa luntur bedaknya itu..” ucap lek ji’i agak keras dan langsung membuat seisi ruangan ini tertawa, dan aku langsung tertunduk malu.. bajingann.. sempat – sempatnya lek ji’i ini bersuara.. assuu..

“cincinya mana ya..?” tanya pakde ayu.. dan ga berapa lama, ibu ratih keluar dengan membawa kotak berwarna merah..

Ibu ratih pun terlihat bahagia sekali wajahnya.. senyumnya mengembang diwajah cantiknya.. cuukkk.. seyumnya seperti ratih cuukkk.. assuuu.. apa almarhum ratih juga hadir diacara ini..? apa dia berbahagia juga seperti aku dan ayu..?

“ayo san cepat dipakaikan.. sudah lapar ini..” celetuk lek gito dan kembali seisi ruangan ini tertawa..

Assuu’ig.. memang langsung dipakaikan gitu..? ga ada acara sambutan apa gitu..? atau acara cium – ciuman dulu kek..? hehehehe.. bajingannn..

“nak..” panggil ibu ratih kepadaku sambil menyosdorkan cincinnya kepadaku..

Dan sepasang cincin emas berwarna putih dan sangat cantikpun terlihat didalam kotak itu.. aku lalu mengambil cincin yang paling kecil dan ketika aku akan memasangkannya dijari manis tangan kiri ayu..

“jangan dipegang tangannya.. belum sah..” celetuk lek ji’i.. asuuu.. asuuu.. kok senang banget sih orang – orang ini godain aku.. bajingaannn.. dan kembali seisi ruangan ini tertawa.. bajingaannn..

“de..” panggilku ke ayu dan ayu langsung meyodorkan jari manisnya kepadaku dan aku langsung memasangkan cincinnya dengan tangan yang bergetar.. cuukkk.. baru masukkan cincin aja tanganku bergetar.. apa lagi masukkan batangku dimalam pertama nanti.. assuuu.. asuuu..

“beneran ga dipegang tangannya i..” kata lek gito kepada lek ji’i…

“hahahaahaha..” lek ji’I langsung tertawa..

Assuuu..

Dan setelah aku memasangkan cincinnya dijari ayu, giliran ayu yang memasangkannya dijariku.. dan aku langsung menyodorkan jari manisku ke ayu dan ayu pun memasangkannya dengan tangan yang bergetar juga.. dan setelah cincinku terpasang, ayu sempat melirikku sebentar sambil tersenyum malu – malu.. assuu.. ini kalau ga ada orang langsung kusosor bibirnya ayu ini.. hehehehe..

Dan setelah acara pasang cincin.. kami semua dipersilahkan untuk makan..

“de.. aku mau pipis..” bisikku ke ayu..

“kebelakang aja mas.. pakai acara malu – malu itu loh..” bisik ayu kepadaku..

“kalau lagi ga acara, aku cuek aja de.. lagian disini banyak orang begini.. gimana sih..?” kembali aku berbisik ke ayu..

“iya.. aku antarin, tapi dari jauh aja ya.. entar digodain lagi sama lek ji’i sama lek gito loh..” ucap ayu..

“iya..” dan kami pun langsung ruang belakang.. dan kami harus melewati kumpulan keluargaku yang perempuan dan keluarga ayu yang perempuan juga.. tampak disini suasana juga tidak kalah akrabnya di bandingkan diluar sana..

“wetonnya ga ketemu aja masih nekat melanjutkan.. kita lihat aja nanti.. siapa yang lebih kuat setelah ini, keluarga kita apa keluarganya dia..” ucap bude ayu agak keras kepada seorang wanita entah siapa.. dan aku langsung melihat kearahnya yang cuek tidak melihat kearahku.. bangsattt..

Suara budenya ayu itu, rupanya terdengar juga oleh ibuku yang lagi berbicara kepada ibunya ratih.. ibuku hanya memandangku sambil menggelengkan kepalanya.. cuuukkkk, kalau tidak ada ibu, sudah kujawab omongan bude ayu tadi itu.. bajingaannn..

“ayo mas..” ucap ayu sambil menarik tanganku, dan ketika sudah didekat kamar mandi..

“ga usah didengar omongan bude ayu itu mas.. dia dari kemarin ngerecokin aja.. untung ibunya mba ratih dan ibuku ga terlalu menghiraukannya..” ucap ayu kepadaku dan aku hanya menganggukan kepala lalu masuk kekamar mandi..

Dan setelah selesai dari kamar mandi, aku lalu mengobrol lagi dengan ayu..

“setelah ini, mas kemana..?” tanya ayu..

“ke desa jati bening de.. terus besok ngantar ayah dan ibu ke bandara.. terus aku kekota pendidikan..” ucapku lalu aku membakar rokokku..

“padahal ayu mau ikut loh mas.. tapi mas ga bolehin..” ucap ayu meraju..

“de.. dirumah aja ya.. lagian besok adekan kerja.. entar kalau ijin, bisa rame lagi dirumah ini..” ucapku dengan pelannya..

“iya sih mas.. ayu juga mau jaga itu.. ayu ga mau berbuat macem – macem, apalagi pernikahan kita juga sudah ditentukan dan waktunya sangat dekat sekali..” ucap ayu dan langsung menunduk..

“sabar aja ya de.. nanti setelah kita menikah, ade mau kemana aja kuturutin kok..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“jadi kita ketemunya Cuma sekarang ini aja ya mas..?” tanya ayu..

“ngga.. nanti setelah wisudanya aldo, yuda dan surya.. aku pasti kesini lagi sebelum balik kepulau sebarang..” ucapku dan ayu langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum..

“jaga kesehatan loh mas.. wajah mas ini loh kelihatan agak pucat.. pasti kebanyakan kerja dan kurang istirahat..” ucap ayu sambil menatap wajahku..

“iya de..” ucapku..

“hei.. kok malah disini berduaan..” ucap ibunya ratih yang datang dan mengagetkan kami berdua..

“kangen bu.. masa ga boleh berduaan..” ucapku lalu aku membuang rokokku..

“nanti aja kangen – kangennya, kalau sudah sah.. sekarang keluar dulu.. itu dah mau pada pulang..” ucap ibunya ratih..

“loh kok cepat banget sih bude..?” ucap ayu kepada ibunya ratih..

“tanya calonmu dong, kok tanya bude sih..?” ucap ibu ratih sambil melirikku..

“mas..” ucap ayu dengan manjanya..

“kenapa de..? ini sudah jam berapa..? entar kemalaman, makanya keluargaku mau balik..” ucapku..

“udah.. udah.. sekarang kedepan yo..” ucap ibu ratih sambil menarik tanganku dan tangan ayu..

Dan setelah kami sampai diruang tengah, semua keluargaku sudah bersiap untuk balik.. lalu setelah itu kami pun pamit untuk balik kedesa jati luhur dan desa jati bening..

Malam ini keluargaku bermalam lagi didesa jati bening, dan keesokan harinya semua keluargaku balik kepulau seberang.. hanya aku saja yang tinggal dipulau ini.. aku ingin menghadiri wisuda ketiga anggota power ranger..

Dan setelah aku mengantarkan ayah, ibu dan adekku ke bandara.. aku berangkat kota pendidikan dengan menggunakan bus.. dan setelah sampai di terminal kota pendidikan dan ketika aku mencari angkot untuk ke pondok merah.. sebuah mobil yang sangat aku kenali langsung berhenti didepanku.. assuuu..

#cuukkk.. kenapa dia datang lagi..? kemarin lia sudah pergi dari kehidupan cintaku, dan sekarang malah ada yang lain lagi datang kepadaku.. asssuuu.. kenapa seperti ini sih..? apa harus ada tangis – tangisan lagi..? bajingaannn..