web hit counter

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 96

0
577
Perjalanan mengejar Cita dan Cinta 3

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 96

Musibah

“naik..” ucap be jenny dari dalam mobilnya..

Cuukkk.. kenapa bu jenny datang dan menjemputku..? dan bagaimana dia bisa tau kalau aku datang kekota ini..? bajingan’i…

Aku lalu membuka pintu bagian depan samping kiri mobil bu jenny.. dan setelah aku masuk dan menutup pintu mobilnya, bu jenny menjalankan mobilnya..

“bagaimana kabar bu..?” tanyaku membuka omongan..

“menurutmu..?” ucap bu jenny yang singkat, padat dan menggatelkan..

“ya ga tau bu.. makanya aku tanya..” ucapku dengan santainya lalu menyandarkan kepalaku disandaran kursi..

“ketika orang yang kamu sayangi bertunangan dengan orang lain, baik – baik saja kah dia..?” ucap bu jenny dengan dinginnya dan tanpa menoleh kearahku..

Asssuuu to.. kenapa juga dia harus menegaskan sih..? aku tau dia itu pasti sedih.. tapi bodohnya aku juga, kenapa aku malah bertanya tentang kabarnya.. bajingaaann..

“kita sudah pernah membahas masalah ini bu.. jadi aku mohon jangan bunuh aku dengan kata – katamu itu.. kalau mau bunuh aku, langsung tikam aku dengan benda tajam.. jangan menggunakan kata – katamu..” ucapku..

“aku bukan ingin membunuhmu san.. aku hanya ingin berpamitan kepadamu..?” ucap bu jenny dengan bibir yang bergetar..

“pamit..? pamit dari hatiku atau pamit dengan ragaku..?” ucapku sambil menoleh kearahnya yang dari tadi tidak melihatb kearah wajahku sama sekali..

“keduanya.. karena aku mau meninggalkan negara ini..” ucap bu jenny dengan butiran air mata yang mulai menetes dimatanya..

“cuuukk… kenapa kalau kecewa dengan aku, ibu harus pergi dari negara ini..? kenapa harus meninggalkan keluarga bu..? kenapa..? padahal cukup ibu berucap untuk tidak mau melihat wajahku.. aku akan pergi selamanya dari kehidupan ibu.. aku yang akan pergi bu.. akuuu..” ucapku dengan menahan emosiku..

“terus kamu pergi dan aku tinggal dikota ini dengan sejuta kenangan tentangmu gitu..? itu ga akan menyelesaikan masalah san.. dan itu malah membuat aku tidak bisa bangkit dari derita cintaku yang tak kunjung usai..” ucap bu jenny dan dengan air mata yang semakin deras..

“hentikan mobilmju sekarang jen..” ucapku dengan dinginnya dan bu jenny hanya menggelengkan kepalanya.. dan dia malah menginjak gas mobilnya semakin dalam..

Assuuu..

“BERHENTI JEEENNN..” teriakku dan bu jenny langsung menghentikan mobilnya karena terkejut dengan bentakanku tadi..

Dan ketika mobilnya sudah berhenti, aku langsung turun dari mobil bu jenny dan aku langsung melangkahkan kakiku ke pintu mobil bagian sopir..

TOK.. TOK.. TOK…

Aku mengetuk pintu kaca bagian kanan mobil bu jenny.. dan bu jenny langsung menurunkan kacanya itu..
“turun.. biar aku yang membawa mobilnya..” ucapku sambil menatap tajam bu jenny..

Dan bu jenny langsung membuka pintu mobilnya.. dan setelah kami bertukar posisi, aku lalu membawa mobil bu jenny kearah jalan sepi.. tempat aku merenung ketika aku banyak masalah..
Dan ketika sudah sampai ditempat sepi itu.. aku lalu memarkirkan mobil dipinggir jalan.. setelah itu aku mematikan mesin mobil bu jenny, kemudian aku turun duluan dan aku menuju pintu mobil dekat bu jenny dan aku membukanya..

“kita bicara disini jen.. tapi aku harap tidak ada air mata lagi, karena aku benci ketika melihat ada air mata yang menetes dari wanita yang aku sayangi..” ucapku kepada bu jenny yang duduk didalam mobil.. bu jenny lalu mengangguk dan membersihkan sisa air mata yang menetes dipipinya..

Kemudian aku menggenggam tangannya dan mengajaknya turun dari mobilnya.. setelah aku menutup pintu mobilnya, aku menarik pelan tangan bu jenny dan berjalan kearah pinggiran beton.. lalu aku dan bu jenny pun duduk dipinggiran beton dengan kaki menjuntai ke bawah jurang..

“maaf kalau aku seperti ini san..” ucap bu jenny dengan bibir yang bergetar..

Aku tidak menjawab ucapan bu jenny, aku hanya mengambil rokokku dikantong belakang lalu membakarnya dan menghisapnya pelan..

“apa kamu serius dengan ucapanmu untuk pergi dari negara ini jen..?” ucapku dan kami berdua sama – sama memandang lurus kedepan, memandang indahnya kota pendidikan yang aku rindukan..

“iya.. karena cuma itu satu – satunya caraku untuk melupakan kamu dan aku bisa memulai kehidupan baru disana..” ucap bu jenny lalu menyandarkan kepalanya dipundakku..

“hiuufftttt.. huuuu… aku ga bisa menghalangi jalanmu jen.. apalagi kalau itu bisa membuatmu menemukan kebahagianmu..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“semoga san.. karena disana ada cinta yang selalu menantiku, padahal aku tidak pernah membalasnya..” ucap bu jenny disandaran pundakku…

Cuukk.. segitu besarnya cinta bu jenny kepadaku dan aku hanya bisa memberikan air mata saja kepadanya.. bangsattt…

“maaf jen.. maaf.. aku hanya bisa membuatmu meneteskan air mata tanpa bisa menghapusnya..” ucapku pelan..

“ga ada yang perlu dimaafkan san, karena cinta ini memang murni untukmu.. aku tidak berhak memaksamu untuk menjadikan aku sebagai pilihanmu dan aku baru sadar.. ternyata seperti ini yang dirasakan pemuda yang mencintai aku di luar negeri sana.. apa ini karma yang aku terima..? entahlah.. tapi mencintaimu itu memang indah, walau tidak berakhir bahagia..” ucap bu jenny dengan bibir yang lagi – lagi bergetar..

Cuukk.. bu jenny berbicara masalah karma..? bagai mana dengan aku yang telah mengecewakan beberapa wanita karena aku telah memilih ayu..? karma apa yang pantas aku terima..? gila.. padahal tiga wanita telah kurenggut kesuciannya dan aku juga mengecewakan cinta pertamaku, mery.. asuuu.. dan mereka semua pasti sakit.. bajingaaannn..

“jangan pernah berbicara tentang karma didepan pendosa seperti aku jen.. terlalu sakit aku mendengarnya.. bukan karena tubuh dan hatiku yang sakit, tapi aku memikirkan kalian semua yang sakit karena aku.. aku yang bahagia diatas penderitaan kalian semua.. aku sipendosa ini jen..” ucapku dengan emosi yang tertahan.

“sudahlah san.. kita sama – sama sadar kok dengan cinta kita ini.. dan kita tau kalau seperti ini akhirnya.. jadi kita nikmati saja ini sebelum kita benar – benar berpisah..” ucap bu jenny yang sangat menikmati sandaran kepalanya di pundakku..

Dan kamipun akhirnya sama – sama diam.. pikiran kami berdua sama – sama melayang dan entah kemana.. dan bu jenny yang menikmati sandaran dipundakku, membuat aku menekuk jari manis tangan kiriku.. aku selau menutupi cincin tunanganku dengan jempolku, supaya bu jenny tidak melihatnya.. aku takut itu malah akan membuatnya tambah bersedih.. walaupun sebenarnya dia pasti sudah melihatnya dari tadi dan dia selalu melirik ke arah cincin yang aku gunakan ini..

“ga usah ditutupi begitu san.. itu malah membuat aku tidak nyaman disampingmu..” ucap bu jenny lalu menggenggam tangan kiriku..

“hiiuuffftttt.. huuuu.. kapan kamu akan berangkat jen..?” tanyaku.. dan sengaja aku mengalihkan pembicaranku supaya jenny tidak melanjatkan pembahasan tentang cincin yang aku kenakan ini..

“sore ini dan pemuda itu sudah menantiku dirumah.. dia sengaja menjemputku untuk membawaku kenegara luar sana..” ucap bu jenney sambil mengelus jari manisku yang ada cincinnya itu..

“apa dia orang sana..?” tanyaku..

“bukan.. dia orang negara ini dan kebetulan sekarang menetap dinegara sana.. dan dia temanku waktu aku kuliah dulu..” ucap bu jenny pelan..

“aku ga tau harus senang atau bersedih dengan hal ini jen.. yang jelas, aku hanya bisa mendukungmu untuk menemukan kebahagianmu..” ucapku lalu aku hisap rokokku dalam – dalam dan mengeluarkan asapnya perlahan..

“semoga kamu bahagia dengan ayu san dan aku juga akan belajar mencintai pemuda ini..” ucap bu jenny lalu menegakkan duduknya..

“kita balik yo.. aku mau siap – siap..” ucap bu jenny sambil meremas tanganku pelan dan aku hanya mengangguk.. setelah itu kami berdiri bersama..

Kami berjalan kearah mobil dengan tangan saling menggenggam dan setelah sampai didekat pintu mobil.. bu jenny membuka pintu mobilnya dan langsung berbalik.. bu jenny melepaskan pegangan tangannya ditanganku dan langsung memegang wajahku dengan kedua tangannya lalu..

CUUPPP… CUUPPP.. MUACCHHHH..

Bu jenny langsung melumat bibirku dan aku melumat bibirnya juga.. kedua tanganku pun langsung memegang pinggangnya..

Cuukkk.. aku kira setelah ada ikatan dengan ayu, aku tidak akan gila begini.. ternyata sama aja.. bangsattt..

CUUPPP… CUUPPP.. MUACCHHHH..

Saling kecup dan hisap kami lakukan secara bergantian.. lidah kami pun bergantian masuk kedalam mulut kami..

CUUPPP… CUUPPP.. MUACCHHHH..

Dan bu jenny langsung menggigit pelan bibirku lalu melepasakannya..

“aku mau melakukannya terakhir kali denganmu, sebelum aku benar – benar pergi dari negara ini san..” ucap bu jenny sambil memegang kancing celanaku dan sambil menatapku dengan sayu..

“apa harus dengan cara seperti ini jen..?” tanyaku sambil memegang tangannya yang mencoba membuka kancing celanaku..

“ya..” ucap bu jenny singkat lalu..

CUUPPP… CUUPPP.. MUACCHHHH..

Bu jenny langsung menyambar bibirku lagi sambil tangannya membuka kancing celanaku dan menurunkan resleting celanaku..

Bajingaannn.. apa aku harus melakukan ini dengan bu jenny lagi..? terus bagaimana dengan ikatan yang telah aku jalani dengan ayu..? bangsatt.. apa aku akan menghianatinya lagi..? assuuu.. assuuu..

Dan belum hilang gejolak didalam pikiranku.. bu jenny telah mengeluarkan batangku dan sudah mengocoknya pelan.. cuukkk.

Dan tanpa menunggu waktu yang lama, batangku sudah mengeras digenggaman tangan bu jenny yang lembut.. dan aku langsung mendekap tubuh bu jenny lalu aku langsung melumat bibir bu jenny..

CUUPPP… CUUPPP.. MUACCHHHH..

Dan bibir bu jenny pun menyambut lumatanku sambil terus mengocok batangku..

Suasana tempat yang sangat sepi dan hawa yang dingin, membuat nafsuku makin menggelora.. tanganku yang ada dipunggung bu jenny langsung turun dan aku langsung meremas bokong bu jenny yang padat itu..

Dan sambil meremas bokong bu jenny, aku menarik roknya keatas sampai sebatas pinggangnya.. lalu tangankupun langsung pindah kedepan dan tepat berada diselangkangan bu jenny.. aku meraba belahan meki bu jenny yang masih terhalang CD itu..

“heemmmm..: desah bu jenny didalam mulutku..

CUUPPP… CUUPPP.. MUACCHHHH.

Sementara bibir kami makin panas dalam lumatan kami, tangankupun langsung naik keperut bu jenny lalu menyelinap masuk kedalam CD bu jenny dari arah atas..

Mekinya yang sudah lembab dan sedikit basah, langsung terasa dijari tengahku yang ada dibibir meki bu jenny..

“heemmm..” desah bu jenny disela lumatan kami..

Setelah itu bu jenny melepaskan lumatan kami dan langsung menatap mataku..

“kita lakukan untuk yang terkahir kali san, langsung aja ya.. waktu kita tidak banyak..” ucap bu jenny dengan pandangan sayunya..

Gila.. ini bener – bener gila dan aku langsung menganggukan kepalaku..

Aku lalu membalik tubuh bu jenny sampai dia memunggungi aku.. lalu aku memeluknya dari arah belakang sambil meremas kedua buah dadanya dari luar kemeja yang dipakainya..

Dan setelah aku meremas kedua buah dadanya.. aku lalu mendorong pelan punggung bu jenny sampai kedua tangannya bersandar pada bagian atas mobil yang terbuka pintunya..

Roknya yang sudah terangkat kepinggangnya, menampakkan CDnya yang putih dan menutupi bokongnya yang semok..aku kemudian meremas bongkahan bokong bu jenny sambil mencium bagian leher sampingnya..

CUUPP.. CUUPP.. CUUPP.. MUUAACCHHHH..

“aahhhh..” desah bu jenny sambil tangan terus bersandar pada mobil..

Setelah itu aku lalu menurunkan CD bu jenny, dan dia membantunya dengan mengangkat kedua kakinya bergantian sampai CDnya terlepas dan aku melemparkannya kedalam mobil.. setelah itu aku merenggangkan kedua kaki bu jenny agak lebar dan aku membungkukan tubuh bu jenny sampai kedua tangannya bertumpu pada kursi mobil.. lalu aku genggam batangku dan menggesekkan pada bibir meki bu jenny yang telah basah itu..

“pelan – pelan ya san..” ucap bu jenny sambil menoleh kearahku..

Aku terus menggesekkan kepala batangku sampai meki bu jenny benar – benar basah.. dan setelah benar – benar basah.. aku lalu mendorong pelan kepala batangku masuk kedalam meki bu jenny..

“heeemmmm….” Desah bu jenny sambil menggenggam erat kursi mobil dan menundukkan kepalanya..

Aku mendiamkan sejenak kepala batangku didalam meki bu jenny yang masih sangat sempit itu.. lalu kedua tanganku masuk kedalam kemaja bu jenny dari arah bawah dan naik masuk kedalam bra nya.. aku meremas lembut buah dadanya yang kenyal itu sambil sesekali memainkan kedua puttingnya dengan jempol dan telunjukku..

“hhuuuuu..” desahku lalu aku menekan sedikit batangku sampai setengah batangku masuk kedalam meki bu jenny..

“ahhhhh….” Desah bu jenny sambil menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri.. dan sambil meremas buah dada bu jenny, aku menekan lagi batangku sampai masuk sepenuhnya didalam meki bu jenny..

“aahhhhh..” desah kami bersama.. meki yang sempit dan cengkraman yang kuat dari dinding meki bu jenny, membuat batangku seperti diperas kenikmatan didalam sana..

Hu.. hu.. hu.. hu..

Nafas kami berdua memburu dan aku masih mendiamkan batangku didalam meki bu jenny..

“aku goyang ya jen..” ucapku sambil meremas lembut buah dadanya.. dan bu jenny hanya menganggukan kepalanya..

Aku lalu menarik sedikit batangku kebelakang lalu menekannya kedalam lagi.. setelah itu, aku menariknya setengah dan menekannya lagi kedalam.. dan begitu seterusnya.. aku melakukannya dengan pelan dan lembut sekali.. dan setiap tarikan dan dorongan pinggulku, selalu diiringi desahan manja bu jenny..

“ahhh.. ahhh.. ahhh..” desah bu jenny..

“aahhh..” dan aku menyambutnya dengan desahan juga..

Kemudian aku menghentikan sodokanku dan aku langsung menarik tubuh bu jenny sampai punggungnya merapat kedadaku.. bu jenny lalu menoleh kearahku dan aku langsung menyambar bibirnya yang seksi itu..

CUUPP.. CUUPP.. CUUPP.. MUUAACCHHHH..

Dan lidahku bermain didalam mulut be junny sambil kedua tanganku terus meremas kedua buah dada bu jenny dari dalam branya..

“hemm.. hemm.. hemm..” desahan bu jenny yang sangat menikmati ciuman dari bibir ku, remasan didadanya dan batangku yang masih didalam mekinya..

Dan setelah berciuman yang panjang, bu jenny lalu menghadap depan lagi dan kali ini dia tidak membungkukan tubuhnya, tapi bu jenny tetap berdiri dengan kedua tangannya bersandar pada ujung mobil yang pintunya terbuka itu..

Lalu aku memegang pinggul be jenny dan menggoyangkan lagi pinggulku..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Bunyi ketika batangku keluar masuk di meki bu jenny dan ketika selangkanganku bertemu dengan bokong bu jenny..

“aahhh.. aahhh.. aaahhh..” racau bu jenny..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Aku mulai agak mempercepat goyanganku dengan tetap memegang pinggul bu jenny.

“ahhhh.. ahhhh.. ahhh..”

“ahhhh.. ahhhh.. ahhh..” desah kami bersahut – sahutan..

“tahan sebentar san..” ucap bu jenny.. dan aku langsung menghentikan goyanganku dengan tetap batangku didalam meky bu jenny.. dan bu jenny langsung membungkukan tubuhnya lagi dan tanganya bertumpu pada kursi mobil lagi..

“hu.. hu.. hu..” nafas bu jenny begitu cepat..

“lanjut san..” ucap bu jenny dan kembali aku menggoyangkan pinggulku..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

“ahhhh.. ahhh.. ahhh..”

Dan posisi kami sekarang ini doggy style.. dan dengan posisi seperti ini, aku bisa melihat batangku keluar masuk meki bu jenny.. batangku yang terlihat basah terkena cairan – cairan kenikmatan bu jenny, terus keluar masuk dengan gagahnya..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

“san.. kita tuntaskan cepat ya.. ahh.. ahh.. ahh..” ucap bu jenny sambil mendesah dan aku makin mempercepat goyangan pinggulku..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

“aku mau keluar san..” ucap bu jenny..

“iya bu.. kita sama – sama ya..” sahutku..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

“aahhhh.. ahhh.. ahhh..”

“aahhhh.. ahhh.. ahhh..” desah bu jenny dan kepalanya bergoyang kekanan dan kekiri..

Dan aku merasa meki bu jenny seperti sedang berkedut sambil mencengkran dengan kuatnya..

“aahhh.. ahhhh.. ahhh..” desah bu jenny lalu tubuhnya bergetar.. dan aku makin mempercepat goyanganku..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Plok.. plok.. plok.. plok… plok..

Lalu..

Srettttt.. srettt.. sretttt… sretttt… sretttt… sretttt… sretttt…

Croottt.. crottt.. crottt.. crottt.. crottt.. crottt.. crottt..

Bu jenny mengeluarkan cairannya dan aku menyemburkan spermaku didalam meki bu jenny.. aku menekannya sambil menahan pinggul bu jenny..

“aahhhhhhh…” desah panjang kami…

Aku terus menekan sampai tetesan terakhir dari spermaku tertumpah didalam meki bu jenny..

“huuuu.. huuu.. huuu.. huuuuu..” nafas kami sama – sama cepat dan memburu..

Dan tiba – tiba mataku berkunang – kunang serta berbayang.. assuuu.. ini pasti karena aku kecapean.. bangsatt.. setelah sebulan aku dihajar pekerjaan, lalu disambung dengan perjalanan jauh dan melelahkan, setelah itu berbagai kegiatanku sebelum dan sesudah lamaran yang pastinya menguras habis staminaku dan ditutup dengan persetubuhan dengan bu jenny yang tidak direncanakan ini.. assuuu..

Aku lalu menggoyangkan kepalaku kekanan dan kekiri, untuk mengurangi pandangan yang berkunang – kunang serta berbayang ini.. lalu..

PLOPPP..

Aku melepaskan batangku dikemaluan bu jenny.. kemudian aku berpegangan pada pintu mobil yang terbuka dengan tangan kiri dan tangan kananku memegang bagian mobil yang lain.. lalu aku menundukkan kepalaku..

“kenapa san..?” ucap bu jenny lalu berbalik dan memegang wajahku..

“ga pa – pa bu.. mungkin aku kecapean..” ucapku lalu menggoyangkan kepalaku kekanan dan kekiri..

“wajahmu pucat loh san..” ucap bu jenny dengan paniknya..

“ga apa – apa bu.. aku kecapean aja..” ucapku sekali lagi..

Bu jenny kemudian menunduk dan menarik CDku keatas dan juga celanaku lalu mengancingkannya..

“kita kerumah sakit aja san..” ucap bu jenny setelah memakaikan celanaku..

“jangan bu.. aku ga apa – apa.. aku cuman butuh istirahat aja ini..” ucapku..

“beneran..” ucap bu jenny sambil menatap wajahku..

“iya.. ayo kita balik.. ibu mau berangkat kan..?” ucapku..

“san..” ucap bu jenny sambil mengelus wajahku..

“ayolah bu.. aku ga apa – apa..” ucapku dan..

CUUPPP..

Bu jenny langsung mengecup lembut bibirku..

“benerin dulu pakaianmu baru kita balik..” ucapku sambil menatap mata bu jenny..

Bu jenny lalu membenarkan bra dan kemejanya, lalu bu jenny berbalik dan mengambil CDnya didalam mobil.. dan setelah itu bu jenny memakainya lalu merapikan roknya lagi..

“aku yang bawa mobilnya san..” ucap bu jenny kepadaku dan aku hanya menganggukan kepalaku saja..

Setelah itu kami berdua pun masuk kedalam mobil dan bu jenny langsung menjalankan mobilnya meninggalkan tempat yang sudah mulai gelap ini..

Aku lalu menurunkan kaca mobil bu jenny dan setelah itu, aku lalu mengambil rokokku dan memakarnya lalu menghisapnya.. assuu.. lidahku kok pahit begini ya..? rokoknya pun terasa hambar.. bajingaaann..

“kamu beneran ga pa – apa san..?” ucap bu jenny sambil menoleh kearahku sebentar lalu menghadap kedepan lagi..

“ga pa – pa bu.. beneran..” ucapku dan aku juga menoleh kearah bu jenny dan bu jenny hanya menarik nafasnya pelan sambil tetap fokus pada menyetirnya..

“apa kita akan bertemu lagi bu..?” tanyaku..

“aku berharapnya ngga san.. aku akan memulai hidup baruku dinegara sana dan aku akan membawa semua kenangan dari negara ini..” ucap bu jenny dengan bibir yang bergetar lagi..

“jahat banget aku ya bu..? gara – gara aku, ibu jadi terpisah dengan keluarga ibu disini..” ucapku lalu aku menghisap rokokku yang terasa hambar ini..

“sudahlah san, ga usah mulai lagi.. aku sendiri yang menginginkan ini dan aku mohon iklaskan kepergianku, dan aku juga akan mengiklaskan kamu..” ucap bu jenny..

Dan aku diam saja sambil menghisap kembali rokokku..

“pemuda itu banyak berkorban untukku san, dia selalu menjaga aku ketika aku kuliah diluar negeri sana.. dan sampai hari ini dia sangat mencintai aku.. dia rela menjemputku kesini, padahal dia tau belum tentu aku mau ikut dengannya.. dan keteguhan cintanya, pelan – pelan mulai meruntuhkan hatiku ini..” ucap bu jenny pelan..

Dan setelah itu kami berdua sama – sama diam dengan lamunan masing – masing sampai mobil kami mendekati kampus teknik kita.. bu jenny pun melambatkan mobilnya dan berhenti dekat gang masuk kos pondok merah..

Dan setelah mobil berhenti, kami masih sama – sama diam dan aku seperti enggan beranjak dari kursi mobil ini..

“semoga kamu bahagia dengan ayu san..” ucap bu jenny memecahkan keheningan didalam mobil ini..

Dan aku langsung membuang rokokku lalu menutup kaca samping bu jenny, kemudian aku menunduk.. assuuu.. asuuu.. lagi dan lagi.. setelah lia pamit dari kehidupanku, sekarang bu jenny yang pamit.. bangsaattt..

Sedih..? pastilah.. bu jenny ini salah satu wanita yang aku sayangi cuukkk..

Menyesal..? pastinya.. mengapa kami dipertemukan dan saling menyayangi lalu berpisah..

Terus..? ya pasrah.. mau gimana lagi..? walau hati ini menangis, tapi inilah jalan kami.. kami tidak mungkin bersatu dan kami menyadari itu..

Inilah bangsatnya memilih.. aku memilih ayu dan bukan memilih dia, dan dia memilih untuk pergi menjauh kenegara lain.. bangsatkan..? bangsat sekali pastinya..

“semoga kamu juga bahagia jen..” ucapku dengan tetap menunduk lalu aku membuka pintu mobil bu jenny.. aku sudah tidak kuat lagi berlama – lama disini.. aku merasa ada bagian tubuhku yang hilang ketika bu jenny berpamitan dan lia juga berpamitan waktu itu.. bangsat..

Dan ketika aku akan keluar.. bu jenny memegang tangan kananku lalu menariknya dan aku langsung menoleh kearah bu jenny..

CUUUPPP…

Bu jenny mengecupku dengan mata yang berair..

“terimakasih ats segalanya san..” ucap bu jenny lalu menunduk..

Bangsaattt.. terimakasih untuk apa..? karena aku tidak memilih dia..? karena aku menyakiti hatinya..?atau karena aku memisahkan dia dari keluarganya..? bajingaaaaannn..

Dan aku tidak menjawab perkataan bu jenny, aku lalu turun dan bu jenny melepaskan pegangan tangannya..

Aku lalu menutup pintu mobil bu jenny dengan air mata yang perlahan menetes dipipiku.. cuukkk.. kenapa ketika aku menutup pintu mobil ini, aku merasa seperti menutup semua kenanganku bersama jenny kusuma.. bangsaatttt..

Dan bu jenny pun langsung menjalankan mobilnya perlahan.. bajingaannnn.. mobil itu pergi dengan diiringi deraian air mataku.. assuuu…

Aku berdiam diri sejenak sambil menghapus air mataku.. semoga kamu bahagia jen.. dan tolong maafkan aku.. maafkan aku..

Kemudian aku menunduk sejenak lalu mengangkat lagi wajahku.. dan setelah pikiranku sedikit agak tenang.. aku lalu berjalan dengan gontainya kearah gang kos pondok merah.. cuukkk, kenapa pandanganku berkunang – kunang dan berbayang lagi.. dan sekarang aku merasa tubuhku seperti menggigil.. assuuu.. apa ini efek dari perpisahan dengan jenny..? ah ga mungkin.. dan aku merasa kedua kakiku pun sedikit bergetar..

Dan ketika aku melangkah, aku merasa seperti akan roboh saja.. assuuu.. aku pun menguatkan kakiku untuk tetap melangkah menuju pondok merah.. dan ketika aku sampai didepan pintu kos pondok merah, aku berhenti sebentar sambil memegang pintu kos.. aku sudah tidak kuat lagi.. aku mau pingan cuukk.. ada apa ini..? bajingaannn.. dan samar – samar, suara tawa dan canda teman – temanku terdengar dari dalam kos.. sepertinya mereka sedang berpesta didalam sana..

Aku lalu membuka pintu kos pondok merah.. dan dengan pandanganku yang berbayang ini, samar – samar aku melihat semua temanku melihat kearah pintu yang kubuka ini..

“bajingaaann.. jiancoookk.. assuuuu.. tai lassooo.. bangsaaattt..” makian sayang teman – temanku pun menyambutku.. dan aku tetap berdiri dengan pandangan yang makin lama makin berbayang lalu..

Gelap…

Suara gemercik seperti aliran air dan suara pepohonan yang terkena tiupan angin, terdengar jelas ditelingaku.. assuuu.. dimana aku ini..? dan perlahan aku lalu membuka mataku.. assuuu.. kenapa aku ada dipondok ini lagi..? bajingaaannn.. aku lalu duduk dan memandang sekelilingku..

Tampak dua orang wanita sedang bermain dan bercanda didalam sungai.. cuukkk.. wanita itu kan gadis dan tia.. kenapa aku harus bertemu mereka lagi sih..?

Gadis


“hai sandi.. sudah bangun ya..?” ucap gadis sambil melihat kearahku dan dia langsung mendatangi aku dan diikuti oleh tia dibelakangnya..

“hai mas..” ucap tia kepadaku sambil tersenyum dan aku hanya diam sambil memandang kedua wanita ini dengan herannya..

“kenapa aku ada disini lagi dis..?” tanyaku kegadis yang berdiri tidak jauh dari aku..

“loh kok malah tanya ke gadis sih..? kan kamu sendiri yang datang kesini..” ucap gadis sambil memiringkan kepalanya dan membuka lebar kedua matanya..

“dis.. aku lagi ga bercanda loh..” ucapku dengan seriusnya..

“emang aku kelihatan bercanda ya..?” ucap gadis lalu memiringkan lagi kepalanya kearah berlawanan.. bajingaannnn..

“ayolah dis..” ucapku sekali lagi..

“hiihihihi..” ucap gadis lalu tertawa dan dia langsung duduk disebelah kananku sementara tia disebelah kiriku..

“cuuukkk… benerkan kamu yang membuat aku kesini..” ucapku sambil melirik kearah gadis..

“hihihihi.. iya.. aku ada perlu sedikit sama kamu san..” ucap gadis dengan santainya..

“apalagi yang mau kamu buat sama aku dis..?” tanyaku

“kamu itu sudah dapat tiga darah perawan san, kok masih sedih begini sih..? harusnya kan senang.. hihihihihi..” ucap gadis lalu tertawa..

“dis..” ucapku sambil meliriknya dengan taja…

“iya.. iya san.. gitu aja ngambek.. aku tuh cuman mau ngingatin kamu aja..” ucap gadis kepadaku..

“mengingatkan apa..?” tanyaku..

“selama ini kan kamu menikmati tubuh para wanitamu dan kamu ‘membuangnya didalam’.. dan itu tidak ada yang ‘jadi’ satu pun.. ya kan..?” ucap gadis sambil melirikku..

“maksudmu apa sih dis..? coba langsung aja, ga usah bertele – tele..” ucapku dengan seriusnya..

“san, kamu sudah mendapatkan tiga darah perawan.. jadi setelah ini kamu harus berhati – hati dalam berhubungan, karena bisa saja apa yang kamu tanam nanti, bisa jadi loh..” ucap gadis dengan cueknya..

“cuuukkk..” aku hanya memaki lalu menunduk..

“apa lagi sama ketiga wanita yang kamu ambil perawannya.. kutukannya kan hanya untuk mengambil perawannya, bukannya untuk mengulanginya lagi kan..?” ucap gadis sambil melirikku..

“dan kamu sudah mengulanginya kepada dua wanita loh san.. wulan dan jenny.. hihihihi..” ucap gadis lalu tertawa..

“terus maksudmu, mereka berdua bisa..” ucapku sambil menoleh dan menatap tajam lagi kearah gadis..

“ya itu resikomu.. siapa suruh buang didalam.. hihihihi..” dan gadis kembali tertawa..

“dis.. kamu ga serius kan..?” ucapku..

“hihihihihi..” dan gadis kembali tertawa lalu berdiri..

“tia.. kita mandi lagi yo..” ucap gadis lalu berjalan kearah sungai..

“oke mba..” ucap tia lalu berdiri dan mengikuti gadis kerah sungai..

“gadis.. kamu belum jawab pertanyanku loh..” ucapku sambil aku berdiri..

“apa yang perlu aku jawab san..? nikmatilah takdirmu sekarang ini.. hihihihi..” ucap gadis sambil menoleh kearahku dan menatapku..

“kenapa bisa seperti ini sih dis..? kenapa..?” tanyaku dan ketika aku akan melangkah kearah gadis.. kedua kakiku sangat berat sekali ketika akan aku angkat..

“kamu yang berbuat kok tanya aku sih..?” ucap gadis dengan cueknya, lalu dia menceburkan dirinya kesungai dan tia mengikutinya..

“gadis.. gadis..” panggilku dan gadis cuek saja sambil berenang kearah tengah sungai..

“gadis..”

“gadissss..”

“GADISSSSSSS..” ucapku lalu aku duduk.. cuukkk.. kok bisa aku diruangan ini..? aku keenapa cuukk..? bangsaattt.. ini kan rumah sakit..?

Hu.. hu.. hu.. dan nafasku langsung cepat dan memburu..

“bajingan lendir satu ini.. datang – datang kok langsung masuk rumah sakit..” ucap seseorang dari arah kursi tamu dipojok ruangan.. dan dia adalah aldo dan disebelahnya ada duo bidji, yuda dan surya..

“cuukkk.. kok bisa aku disini do..?” tanyaku ke aldo..

“kamu datang – datang kekosan langsung pingsan cuukkk.. ini aja kamu masih panas kok..” ucap surya lalu berdiri dan berjalan mendekati kasur yang aku duduki sekarang ini..

Dan aku merasa tubuhku seperti demam.. aku lalu merebahkan tubuhku kekasur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhku..

“kamu kena gejala types cuukk..” ucap yuda yang sudah didekatku..

Assuuii’ig.. rupanya tubuhku bisa dropp juga setelah kesibukan ku beberapa bulan ini.. bajingaannn.. dan kenapa mesti dikota ini sih aku sakitnya..? kenapa ga dirumah sana aja..?

“preman kok sakit types.. assuuu..” maki surya kepadaku..

“siapa sih yang mau sakit itu cuukkk.. bajingan..” ucapku sambil menutupi tubuhku sampai sebatas leherku..

“makanya.. jangan banyak bergadang dan telat makan..” ucap aldo disebelah kiriku..

“teman – teman yang lain mana..?” tanyaku mengalihkan pembicaraan..

“semalam kesini semua, terus disuruh balik sama dokternya.. ga boleh banyak – banyak yang jaga..” ucap aldo..

“emang kalian ga persiapan buat wisuda..?” tanyaku lagi..

“ini kita mau balik.. tapi nunggu satria dulu..” ucap surya..

“sudah balik aja sana.. aku ga pa – pa kok..” ucapku sambil merapatkan selimutku..

“assuuu.. kamu pingsan terus kena types dibilang ga apa – apa.. bajingan..” ucap aldo..

“sudah kalian balik aja, disinikan ada perawatnya..” ucapku sambil menatap ketiga temanku..

Lalu tiba – tiba pintu kamar ini terbuka dan kekaksih ayu langsung masuk dengan wajah yang sangat khawatir..

Kirana Ayu Pramesti


“mas.. mas ga pa – pa kah..? kok bisa pingsan itu loh.. pasti ini karena kecapean kan..? ini pasti karena lembur, terus telat makan kan..?” ucap ayu mengomel..cuukkk.. siapa yang kasih tau ayu ini..?

“tuh sudah ada ayu.. sekarang kalian pergi sana..” ucapku kepada ketiga sahabatku dan aku tidak menghiraukan omelan ayu..

“iiihhhhhhhh.. ditanyain malah ga dijawab..” ucap ayu meraju..

“marahin dia yu..” ucap surya..

“iya.. marahin aja..” ucap yuda..

“tapi tunggu kami pergi dulu ya, baru kamu lanjutin marahnya..” ucap aldo dengan santainya..

“iya.. kami balik dulu.. nanti kalau sudah selesai urusan persiapan wisuda, kami kesini lagi..” ucap yuda..

“iya.. kami tinggal ya..” ucap surya kepada kami..

“iya.. terimakasih ya..” ucapku kepada ketiga sahabatku..

“terimakasih..? assuuu.. sejak kapan diantara kita ada ucapan begitu..? bajingaann..” ucap yuda sambil melotot dan aku langsung tersenyum..

“ayo wes.. kita tinggal ya yu’.. san..” ucap aldo.. dan kami berdua hanya menganggukan kepala saja.. dan ketiga sahabatku itu langsung pergi meninggalkan kami berdua..

“mas kok panas banget sih..” ucap ayu sambil memegang keningku..

“ga pa – pa de.. aku cuman butuh istirahat aja..” ucapku sambil memegang tangan ayu..

“makanya, jangan terlalu mikirin kerjaan aja.. istirahat sama jangan telat makan..” ucap ayu mengomel..

“de..” ucapku sambil meremas lembut tangan ayu..

“kalau dikasih tau itu pasti ngeyel..” omel ayu lagi dan aku tetap menggenggam tangan ayu..

“de..” ucapku lagi dengan lembutnya..

“kita itu mau nikah mas.. kalau mas ga jaga kesehatan gimana..?” ucap ayu dan terus mengomel..

“de.. aku kangen..” ucapku ambil menatap lembut wajah ayu..

“ihhh.. pasti gitu tatapannya kalau dimarahin..” ucap ayu dan langsung menurunkan suaranya..

“aku bisa peluk kamu sebentar..?” ucapku sambil menatap ayu.. dan mata ayu langsung berkaca – kaca.. setelah itu ayu menundukkan tubuhnya daan langsung memelukku..

“aku kangen kamu de..” ucapku sambil mengeratkan pelukanku..

“iya mas.. ayu juga kangen..” ucap ayu dipelukanku..

Lalu kami berpelukan cukup lama.. setelah itu ayu melepaskan pelukannya dan..

CUUPPP..

Ayu mengecup bibirku dengan lembutnya..

“jangan sakit na mas.. ayu takut kalau mas sakit begini, apalagi setelah kita bertunangan..” ucap ayu dengan air mata yang menetes dan ayu langsung duduk dipinggir kasur dan menggenggam erat tanganku..

“aku ga apa – apa kok de.. aku hanya butuh istirahat sebentar..” ucapku sambil menggenggam tangan ayu..

“mas.. weton kita ketemunya 25 loh.. kenapa setelah kita bertunangan kamu malah sakit seperti ini..? ayu takut keluarga besar kita akan berubah pikiran tentang pernikahan kita mas..” ucap ayu dengan air mata yang menetes..

“ngga ada yang perlu dikhawatirkan yu.. apalagi keluargaku, mereka pasti paham dengan kondisiku selama sebulan ini..” ucapku menenangkan ayu..

“mungkin keluarga mas paham, tapi gimana keluargaku..? apalagi bude yang beberapa hari ini selalu saja mencari celah supaya keluarga besarku membatalkan pernikahan kita..” ucap ayu dengan sedihnya..

“de.. kita dulu pernah membahasnya kan..? jangan lah terlalu dipikirkan.. aku ga apa – apa kok..” ucapku dan aku terus meyakinkan ayu yang air matanya terus mengalir.. lalu..

KRING.. KRING.. KRING..

Hp ayu berdering dan ayu langsung melepaskan pegangan tangannya lalu mengambil Hpnya..

“bude telpon mas..” ucap ayu dengan sangat khawatir sambil menunjukkan Hpnya kepadaku..

KRING.. KRING.. KRING..

Hp ayu terus berdering dan ayu tidak mengangkatnya..

“loh ayu ga ngomong kalau kekota ini..?” tanyaku dan ayu langsung menggelengkan kepalanya..

KRING.. KRING.. KRING..

Hp ayu berdering lalu mati..

“kenapa ga ngomong de..?” tanyaku..

“ga apa – apa mas.. ayu takut keluarga ayu akan berpikiran macam – macam tentang sakitnya mas..” ucap ayu lalu menunduk..

KRING.. KRING.. KRING..

Hp ayu berdering lagi..

“angkatlah de.. jangan membuat mereka khawatir..” ucapku sambil memegang paha ayu..

Dan ayu pun mengangguk pelan lalu mengangkat telponnya..

“ha.. ha.. halo bude..” ucap ayu dengan bibir yang bergetar..

“………..”

“maaf bude, ayu tadi dikamar mandi..” jawab ayu berbohong sambil melirikku..

“………..”

“a.. a.. apa..?” ucap ayu dan air matanya menetes dengan derasnya..

Cuukkk.. ada apa lagi ini..? apa ayu dimarahin budenya..?

“………..”

“i.. i.. iya.. ayu balik sekarang..” ucap ayu dan masih terbata – bata..

“………..”

“i.. i.. iya.. bude..” ucap ayu lalu mematkian telponnya..

Dan setelah itu ayu langsung menunduk dengan air mata yang keluar deras dari matanya..

“kenapa de..? ada apa..?” tanyaku dan aku langsung duduk..

Ayu tidak menjawab pertanyaanku, tapi ayu langsung memelukku dengan erat sambil terus menangis..

“kenapa sayang..?” ucapku sambil membalas pelukannya dan aku membelai kepala ayu yang tertutup hijab..

“ayah masuk rumah sakit mas… hikss.. hikss..” ucap ayu dipelukanku dan sambil terus menangis..

“loh kenapa..?” ucapku sambil melepaskan pelukan ayu dan aku langsung memegang pundak samping ayu..

“ga tau mas.. tiba – tiba ayah pingsan dan langsung dibawa kerumah sakit.. hiks.. hiks..” ucap ayu sambil menggelengkan kepalanya dan menunduk..

“astagaaa.. ya udah de.. kamu tenangkan pikiranmu dulu..” ucapku sambil mengelus pundak ayu..

“ayu disuruh pulang sekarang mas.. hikss.. hikss..” ucap ayu sambil menangis..

“ya udah.. aku antar ya..” ucapku sambil menenangkan ayu..

“jangan mas.. mas lagi sakit.. biar ayu pulang sendiri.. hikss.. hikss..” ucap ayu..

“tapi de..” ucapku dan ayu langsung memelukku dengan erat sekali..

“hikss.. hikss.. hikss..” tangis ayu semakin deras saja..

“de…” ucapku sambil mengelus punggungnya..

“ayu sayang kamu mas..” ucap ayu pelan lalu melepaskan pelukannya.. dan..

CUUPPP..

Ayu mengecup bibirku dan langsung berdiri..

“ayu pamit mas..” ucap ayu dengan deraian air mata..

“de..” ucapku lalu aku meraih tangan ayu dan ayu langsung melepaskan pegangan tanganku..

“maaf, ayu ga ada disamping mas ketika mas lagi sakit..” ucap ayu lagi sambil terisak..

“tapi de..” ucapku dengan bibir yang bergetar..

“ayu sayang mas..” kembali ayu mengucapkan itu dan langsung berbalik..

Cuukkk.. ada apa ini..? kenapa ayu seperti ini..? dan sepertinya dia mengucapkan itu untuk meninggalkan aku selamanya.. assuuu..

“de.. jangan begitu.. tunggu sebentar..” ucapku lalu memaksa berdiri dan ayu tidak mendengarkan ucapanku.. dia terus melangkah keluar ruangan dan menutup pintu ruangan ini..

Dan ketika aku akan melangkahkan kaki untuk mengejar ayu..

Gelap..

Cuukkk.. ada apa dengan tubuhku..? kenapa kepalaku berat sekali dan kenapa gelap sekali disini..? dan aku memaksa membuka mataku.. samar – samar aku melihat dokter dan beberapa perawat sedang memeriksaku.. dan aku melihat juga ada beberapa temanku disini, salah satunya satria..

Lalu..

Gelap lagi…

Dan setelah itu, aku membuka lagi mataku.. dan kali ini, ruangan ini sangat sepi sekali.. dan ketika aku mencoba untuk duduk.

“jangan dipaksakan duduk.. tubuhmu masih lemas..” ucap seorang wanita disebelahku..

Aku lalu menoleh kearahnya.. cuuukkk ada mery diruangan ini, kapan dia datang..? dan diruangan ini, hanya ada aku dan merry..

Emery Naila Unna


“me.. mery..” ucapku dengan terbata..

“istirahat aja san.. kepalamu panas sekali..” ucap merry dengan khawatirnya sambil menyentuh keningku dengan tangat lembutnya..

“aku kenapa mer..?” tanyaku..

“belum tau san.. tapi kemarin gejalanya kamu types.. tapi dokter juga bingung kenapa bisa seperti ini..? penyakitmu masih terus dianalisa oleh dokter..” ucap merry sambil mengelus keningku..

Cuukk.. dan disaat seperti ini, malah merry yang mendampingi aku… bajingaann..

“sudah berapa hari aku begini mer..?” tanyaku..

“dua hari..” ucap merry dengan mata yang berkaca – kaca..

“a.. apa ayah dan ibu tau kondisi ku begini..?” tanyaku lagi..

“iya.. ayah irawan dan ibu anjani terus menelpon aku.. dan beliau berdua menitipkan kamu ke aku..” ucap merry sambil menatapku..

Cuukkk.. kenapa aku ini..? padahal aku ga pernah loh sakit seperti ini, biasanya kalau aku terkapar dirumah sakit, itu pasti karena perkelahian.. bajingaannn..

“aku panggil dokter dulu ya san..” ucap merry lalu pergi meninggalkan aku..

Cuukkk.. dua hari aku seperti ini..? terus gimana dengan ayu..? apa dia sudah sampai dirumahnya..? dan apakah ayahnya baik – baik saja..?

Aku lalu mengambil Hpku dimeja didekatku.. lalu aku telpon Hp ayu..

TUT.. TUT.. TUT..

TUT.. TUT.. TUT..

Nada panggil diHp ayu dan dia tidak mengangkatnya..

Dan aku terus menelponnya sampai tiga kali.. dan semua panggilanku tidak dijawabnya.. cuukkk, apa ayu baik – baik saja..? terus gimana ayahnya..? dan kenapa dia tidak mengangkat telponku..?

Aku lalu mengirimkan sebuah sms..

*ayu
De.. gimana ayah..? apa baik – baik saja..? terus kamu gimana de..? kenapa telpon ku ga diangkat..?

Dan setelah aku mengirimkan smsku, aku lalu meletakkan Hpku dimeja lagi.. dan ga berapa lama seorang dokter dan dua perawat datang bersama merry..

Dokter memeriksa seluruh dadaku dan suhu tubuhku.. setelah itu dokter keluar lagi bersama kedua perawatnya..

“san.. kamu makan dulu ya..” ucap merry setelah dokter dan perawat itu pergi..

“lidahku pahit mer..” ucapku sambil tetap berbaring..

“makan lah dulu.. kamu belum kemasukan makanan selama dua hari ini loh..” ucap merry dengan lembutnya..

Cuukkk.. merry perhatian banget sama aku cuukkk.. tapi, apa dia diijinkan cowonya untuk menjagaku disini..?

“mer.. kamu ga apa – apakah disini..?” tanyaku dan merry sepertinya paham dengan maksud pertanyaanku..

“ga usah bahas tentang aku.. sekarang kamu makan..” ucap merry dengan tegasnya..

“ta.. tapi mer..?” ucapku dengan terbata..

“ayolah san.. makanlah dulu..” ucap merry..

Dan aku pun akhirnya menganggukan kepalaku.. aku lalu mencoba duduk dan merry membantuku dengan memegang pundakku lalu menegakkan bantalku sebagai sandaran punggungku.. setelah itu merry mengambil semangkuk bubur dimeja dan merry langsung bersiap menyuapiku..

“mer.. aku makan sendiri aja..” ucapku dan tanganku meraih mangkok ditangan merry..

“ga usah..” ucap merry sambil menggeser tangannya sehingga jauh dari jangkauan tanganku..

Cuuukkk.. dia mau menyuapi aku lagi.. bajingannn..

“buka mulutmu san..” ucap merry sambil menyodorkan sesendok bubur kepadaku..

Aku lalu membuka mulutku dan merry mulai menyuapiku.. aku menguyahnya dengan sangat pelan.. assuuu.. mulutku pahit banget cuukkk.. ga enak banget buat makan, aku lalu menelan bubur ini dengan susah payah..

Dan ketika merry akan menyuapiku lagi..

“sudah ya mer.. mulutku pahit banget..” ucapku..

“kalau kamu ga makan lagi, bukan hanya kamu yang sakit san..” ucap merry dengan mata yang berkaca – kaca..

Assuu’ig.. aku lalu membuka mulutku lagi dan menerima suapan kedua dari merry.. dan setelah aku menelannya lagi, merry menyuapiku lagi.. dan ketika suapan kelima..

HUUEEEEKKKK..

Aku memuntahkan semua isi perutku dan mengenai pakaian dan selimutku..

“san.. kamu ga apa – apa..?” ucap merry dengan paniknya sambil meletakkan mangkok bubur dimeja samping, lalu merry mengambil tysu dan membersihkan pakaianku dari bekas muntahanku..

Setelah itu merry menarik selimutku dan ditaruhnya dilantai.. lalu merry membuka pakaianku..

“ganti dulu pakaianmu ya..” ucap merry dengan mata yang berkaca – kaca sambil membuka kancing bajuku dan membuka pakaianku.. kemudian merry membawa pakaianku dan selimutnya kekamar mandi.. dan setelah itu merry mengambil sebuah baskom yang berisi air hangat dan handuk kecil..

“kita bersihkan dulu badanmu..” ucap merry lalu mengelap bagian dadaku dengan handuk yang basah..

Merry melakukan itu dengan sangat lembut dan mata yang berkaca – kaca.. dan ketika merry membersihkan tubuhku.. wajah cantiknya sangat dekat sekali dengan wajahku, dan sangat terlihat sekali kekhawatiran diwajahnya itu.. assuuu.. wanita ini sangat mencintaiku cuukkk.. dan aku juga sebenarnya sangat mencintainya juga.. tapi kenapa bisa seperti ini kondisi kami berdua..? kenapa aku selalu dipermainkan dengan perasaanku..? bajingaannn..

Merry sudah mempunyai kekasih dan aku juga memiliki tunangan, tapi kenapa kami dipertemukan lagi dan kondisinya seperti ini..? bangsatttt..

Dan setelah membersihakan seluruh tubuhku, merry lalu memakaikan aku dengan pakain yang baru dari rumah sakit..

“aku keluar dulu ya san.. aku mau minta selimut baru sama suster..” ucap merry pamit kapadaku.. dan ketika merry akan berjalan, aku langsung memegang tangan kanannya..

“terimakasih mer.. maaf aku merepotkan kamu..” ucapku dengan bibir yang bergetar..

“jangan terlalu banyak bicara ya san.. lebih baik kamu istirahat aja..” ucap merry dan itu diiringi dengan butiran air matanya yang mentes dipipinya.. lalu merry melepaskan pegangan tanganku dan berbalik lalu keluar kamar..

Cuuukkk.. jahat banget ya aku jadi laki – laki ini.. kenapa aku selalu membuat sedih wanita yang menyayangi aku..? kenapa..? bajingaaannn.. dan kenapa semesta senang sekali dengan kondisiku seperti ini..? assuuu..

Aku lalu menunduk sebentar.. dan..

TIT.. TIT.. TIT..

Bunyi sms dari Hpku.. aku lalu meraih Hpku dan membukanya..

*ayu
Ayah sudah agak baikan mas..

Jawab ayu disms itu.. dan aku langsung menelpon ayu lagi..

TUT.. TUT.. TUT..

TUT.. TUT.. TUT..

Dan kembali ayu tidak mengangkat Hpnya..

Cuukkk.. kenapa ayu ini..? barusan dia balas smsku, tapi giliran ditelpon ga diangkat..? ada apa dengannya..?

Kembali aku menelpon ayu..

TUT.. TUT.. TUT..

TUT.. TUT.. TUT..

Assuuu.. lagi – lagi panggilan telponku tidak diangkatnya.. bajingaann..

*aku
Kenapa telpon ku ga diangkat de..? kamu ga apa – apa kan..? tolong angkat telpon ku ya sayang..

Aku mengirimkan sms lagi keayu..

Dan ayu tidak membalasnya.. aku mencoba menelponnya lagi, tapi tetap saja.. panggilanku tidak dijawabnya.. bajingaannn..

Dan beberapa saat kemudian, merry masuk sambil membawakan selimut baru kepadaku dan dibelakangnya, seorang dokter mengikuti merry..

Dokter itu kemudian menyuntik dilobang jarum infusku.. dan setelah itu, dokter itu keluar ruangan lagi..

“sekarang istirahat ya san..” ucap merry sambil berdiri disebelahku..

Aku lalu merebahkan tubuhku dikasur dan merry memasangkan selimut kepadaku..

Dan tiba – tiba matakupun berat.. aku mengantuk sekali.. apa dokter tadi menyuntikkan obat, yang pengaruhnya aku bisa mengantuk..? entahlah.. dan aku pun akhirnya terlelap..

Dan ini sudah hari keempat aku dirawat dirumah sakit.. tubuhku sudah agak baikan dan makananpun sudah mulai bisa masuk kedalam perutku.. dan merry selalu merawatku dengan penuh kasih sayang.. dia tidak pernah meninggalkan aku lama sekali.. kalau dia meninggalkan aku, biasanya dia menemui dokter, membeli makanan atau kekamar mandi.. dan selebihnya dia selalu berada disampingku..

Teman – teman dari pondok merah pun datangnya bergantian, tapi mereka tidak lama.. karena dokter mengingatkan mereka bahwa aku butuh banyak istirahat.. sedangkan ayah dan ibu selalu menelpon merry dan aku secara bergantian.. sedangkan keluargaku didesa jati bening dan desa jati luhur tidak ada yang diberitahu.. jadi mereka tidak ada yang datang satupun.. tapi tidak mungkin mereka tidak tahu, apalagi mbah jati.. pasti ada orangnya yang memantauku atau ilham yang mengabari.. tapi mereka tidak ada yang datang.. aku ga tau kenapa bisa begitu..

Dan untuk ayu.. dia sama sekali tidak pernah mengangkat telponku, dia hanya membalas smsku yang aku kirim berulang kali.. dan jawabnya selalu saja singkat.. assuu.. asuuu.. ada apa dengan ayu..? apa budenya sudah bisa mempengaruhi ayu untuk menjauhi aku..? terus bagaimana kelanjutan rencana pernikahan kami..? kok sepertinya ini menggantung sekali.. bajingaannn.. kelihatannya setelah keluar dari rumah sakit, aku harus kerumah ayu untuk menegaskan semuanya.. dan sekalian aku menjenguk ayahnya yang sedang sakit juga..

Dan beberapa saat kemudian, duo bidji datang dengan menggunakan toganya.. assuuu.. hari ini teman – temanku wisuda ya..? bajingaann.. dan sekarang justru mereka yang mendatangi aku.. bukan aku yang mendatangi wisuda mereka.. bangsaattt..

“aku lulusss… cuuukkk..” ucap surya kepadaku dengan senangnya..

“aku juga.. hahahahaha..” ucap yuda sambil mendekati aku.. dan aku langsung duduk dan bersandar pada bantal yang dipasangkan merry dipunggungku..

“selamat cuukkk.. maaf aku ga bisa datang, malah kalian yang datang kesini..” ucapku.. dan mereka berdua langsung memelukku bergantian..

“cuukkk.. justru kami ga enak sama kamu, harusnya kamu sudah balik kepulau seberang, tapi kamu menyempatkan diri kekota ini sampai kondisimu seperti ini..” ucap yuda sambil menepuk pundakku pelan.. dan aku hanya tersenyum..

“aku keluar sebentar ya san..” pamit mba merry kepadaku..

“mau kemana mba..?” tanya surya..

“aku balik kerumah sebentar, mau ambil pakainku dulu.. titip sandi sebentar ya..” ucap mba merry ke surya..

“siaappp..” ucap surya…

“mer..” panggilku ketika merry akan keluar kamar..

“aku keluar sebentar, nanti aku balik..” ucap merry lalu tersenyum dengan manisnya dan langsung keluar kamar..

“cuuukkk.. mulya sekali hidupmu anak muda.. kamu selalu dikelilingi wanita cantik cuukkk..” ucap yuda kepadaku..

“assuuu..” jawabku sambil tersenyum dan kedua temanku ini juga tersenyum..

“aldo mana..?” tanyaku..

“sebentar.. dia masih dibawah..” ucap yuda sambil melirik surya..

“kenapa dibawah..?” tanyaku..

“ga pa – pa.. entar juga naik..” ucap surya dengan santainya..

Dan ga berapa lama, aldopun masuk keruanganku bersama seorang wanita dan tangannya digenggam oleh aldo.. dan wanita itu adalah lia..

Adalia Adriana Agatha


Assuuuu.. aldo kah yang dibilang lia malam itu..? bajingaaannnn.. dan aku hanya bisa memandang mereka berdua dengan hati yang sangat sedih..

Bangsaattt.. kalau aku tau aldo yang dipilih lia untuk menjadi pasangannya.. aku tidak akan mengambil sesuatu milik lia yang paling berharga.. aku malu cuukkk.. kenapa aku bisa meniduri pasangan sahabatku.. bajingaannnn..

“gimana san..? sudah agak baikan..” ucap aldo lalu melepaskan genggaman tangan lia dan lia langsung tertunduk dihadapanku..

“iya do.. hehehehehe..” jawabku sambil tersenyum walau hati ini bersedih..

Sementara yuda dan surya hanya saling pandang sejenak..

“kapan datang ya’..?” tanyaku kelia..

“semalam san.. maaf ya baru datang..” ucap lia sambil mengangkat wajahnya dan menatapku dengan tatapan yang.. assuudahlah..

“santai aja ya’.. lagian aku sudah agak baikan kok..” ucapku sambil tersenyum juga dengan lia..

Dan suasana agak sedikit tegang langsung terjadi diruangan ini, semua temanku seperti menjaga omongan mereka.. asuuu.. kenapa juga harus seperti ini? kalau memang lia sudah memilih aldo, ya sudah.. aku pasti merestuinya.. karena aku tau, aldo pasti bisa menjaga lia lebih baik dari aku..

“kalau bukan karena kamu lulus duluan..? mungkin aku masih bersetatus mahasiswa san.. hehehehehe..” ucap surya memecahkan keheningan diruangan ini..

“baguslah.. tapi aku masih lebih unggul dari kamu kan.. hehehehe..” ucapku lalu tertawa..

“assuuuu..” maki surya..

“ya akui saja lah.. memang seperti itu kok..” ucap aldo bersuara..

“sandi itu cuman lebih beruntung.. kalau masalah kemampuan, sama aja..” ucap yuda sambil melirikku..

“ya makanya, kamu dekat aku aja.. siapa tau kamu ketularan keberuntunganku..” ucapku dan aku buat sesantai mungkin..

“bajingann.. ada aja jawaban manusia satu ini..” ucap yuda sambil menggelengkan kepalanya..

“eh.. final piala dunia pegang apa..?” tanya aldo mengalihlan pembicaraan..

“perancis..” ucap duo bidji dengan kompaknya..

“italia lah..” ucapku dengan santainya..

“sama san.. aku juga pegang italia.. kalau kamu yang..?” ucap aldo ke lia dan langsung membuat kami semua terkejut dan aldo langsung terdiam sambil melirikku.. dia sepertinya keceplosan dan dia langsung salah tingkah dihadapanku..

“italia juga.. hehehehe..” ucap lia lalu tersenyum dengan dipaksakan..

Cuukkk.. kalian memang pantas berdua, jadi ga usah terlalu sungkan dihadapanku.. justru aku yang ga enak kalau begini..

“yang bikin aku senang difinal kali ini, juve menyumbangkan banyak pemain diantara kedua negara.. hehehehehe..” dan aku langsung tertawa…

Cuukkk.. aku tertawa dihati yang terluka, bajingaannn.. mungkin ini yang dirasakan lia dan para wanitaku yang lain ketika aku bersama ayu ya..? bangsattt.. rela tapi sakit.. assuuuu.. dan aku sekarang merasakannya, bagaimana kesakitan itu.. ternyata aku bukan hanya kejam tapi aku sadis sekali.. assuuu.. assuuu.. karma itu menyakitkan cuuukk..

“eh.. tadi kata perawatnya jangan lama – lama loh.. sandi butuh istirahat..” kata surya..

“iya.. ayo kita balik..” kata yuda..

“loh kok cepat banget sih..?” tanyaku kepada para sahabatku ini..

“sudahlah..besok – besok aja kita ngumpul lagi, kalau kamu sudah sehat..” ucap yuda lalu mendekati aku dan menjulurkan tangannya.. dan aku langsung menyambut tangan yuda dan dia langsung memelukku..

“selamat yud.. selamat..” ucapku sambil menepuk pundaknya..

“terimakasih san.. terimakasih.. kamu memang sahabat terbaikku, kamu salah satu inspirasiku supaya aku cepat lulus..” ucap yuda sambil mengerat kan pelukannya..

“kita sahabat cuukkk.. dan aku ga butuh terimakasihmu..” ucapku dan yuda langsung melepaskan pelukannya sambil tersenyum kepadaku..

“cepat sehat dan keluar dari rumah sakit ya san..” ucap surya lalu menjulurkan tangannya juga kepadaku..

“iya sur.. selamat ya buat kamu..” ucapku lalu aku memeluk sahabatku ini dan aku menepuk punggungnya..

“aku ST cukk.. aku ST..” ucap surya sambil memelukku dengan erat..

“hehehehehe.. selamat..” ucapku dan surya langsung melepaskan pelukannya..

Dan sekarang giliran aldo yang mendekati aku.. aldo langsung memelukku tanpa berucap apapun dan aku langsung membalasnya dengan memeluknya erat sekali..

“jaga dia do.. jaga dia..” ucapku berbisik ke aldo dengan bibir yang bergetar..

“iya san.. terimakasih..” ucap aldo dan bibirnya juga bergetar..

Dan setelah itu, aldopun melepaskan pelukannya kepadaku..

Lia lalu berjalan mendekati aku dan aku langsung menjulurkan tanganku.. lia langsung menjabat tanganku.. pandangan kami bertemu beberapa saat tanpa ada kata yang terucap.. lalu lia menunduk dan aku melepaskan jabatan tangan kami.. assuuu..

Dan setelah merry kembali keruangan ini.. para sahabatku pun langsung balik dan meninggalkan ruangan ini..

Malam itu merry kembali bermalam diruangan itu.. dan merry selalu duduk disampingku, aku tidak berani menawarkannya untuk tidur disampingku.. aku takut kami akan larut dengan situasi ini.. begitu juga merry, dia seperti menjaga sekali ketika kami berdua saja seperti ini.. dia hanya berbicara ketika ada perlu saja.. aku sudah beberapakali menyuruhnya pulang dan beristirahat.. tapi merry selalu menolaknya, dia ingin mendampingi aku sampai aku keluar dari rumah sakit ini.. bajingaan…

Dan dihari kelima, aku sudah baikan.. rencananya hari ini aku akan keluar dari rumah sakit.. dan disaat aku sedang berkemas dibantu merry..

KRING.. KRING.. KRING..

Hpku berbunyi.. dan ketika aku melihat layar Hpku, terlihat nomor rumahku yang menelpon..

Aku lalu mengangkat Hpku..

“halo..” ucapku..

“ha.. halo mas..” ucap adekku anna dengan terbata..

“eh anna.. kenapa de..? kok kamu sepertinya sedih begitu..

“a.. ayah mas.. hikss.. hikss..” ucap adekku anna langsung menangis..

“kenapa ayah de..? kenapa..?” ucapku dengan mata yang berkaca – kaca..

“ayah dirumah sakit mas.. hikss.. hikss..” ucap adekku anna dan tangisnya terdengar lirih..

“apa..??? sakit apa de..? dan kapan ayah masuk rumah sakit..?” tanyaku dengan air mata yang mulai mengalir dimataku..

“sebenarnya anna ga boleh telpon dan mengabari mas.. ayah dan ibu takut kalau mas kepikiran dan malah tambah sakit.. hikss.. hikss…” ucap anna sambil menangis..

“waktu mas masuk rumah sakit, ayah juga masuk rumah sakit.. dan sekarang kondisi ayah semakin melemas mas..hikss.. hikss…” ucap anna sambil tersu menangis..

“cuukkkk.. kenapa aku baru dikasih tau de..? kenapa..? aku balik sekarang de.. aku pulang..” ucapku dengan air mata yang mengalir dipipiku…

#cuukkk.. ada apa ini..? kenapa musibah datang secara beruntun, aku masuk rumah sakit, ayah ayu masuk rumah sakit juga.. dan ayahku malah lebih parah..? apa ini karena pertunangan kami yang ga sesuai dengan perhitungan pulau ini..? bajingaaaaannnnn.. bangsaattttt..