web hit counter

Permainan Cinta Part 2

0
654

Permainan Cinta Part 2

Love Games

Irawan Setiadi


Bu Gina

Anton

Dua Hari sudah Berlalu.Aku merasa galau tingkat Dewa.Sebab selama Dua hari Mbak Mawar susah di hubungi.Aku semangkin yakin kalau Mbak Mawar marah padaku.Duh bodohnya diriku kenapa Aku meminta hal seperti itu.Sesal memenuhi Relung hatiku.Tapi apa boleh buat nasi udah jadi bubur.

Aku datang kerumah Mbak Mawar, tapi rumahnya selalu kosong.Ingin Rasanya Aku Menanyakan ketetangga Mbak Mawar, kemanakah Mbak mawar pergi.Namun Aku urungkan niatku, sebab takut mereka curiga Padaku.Kini Aku merasa kehilangan.Sakit memang hatiku.Tapi Bukan sakit karna cinta pada Mbak Mawar.Namun lebih Tepatnya sakit kehilangan Buruanku.Sebab Mbak Mawar adalah wanita pertama yang akan Aku nikmati tubuhnya.

“Ir..Irawan..”Ucap Anton sambil Berlari.

Lalu Aku menoleh kearah tempat sumber suara Itu.

“Ada apa Ton memanggilku?” Tanyaku.

“Loe di panggil Bu Guru Gina”Jawab Anton.

“Kapan?”

“Sekarang”

“Memang ada apa?”

“Nggak tahu.Bu Gina tadi cuman pesan kalau ketemu sama Irawan suruh keruanganya.”

“Ya udh Bro Makasih Infonya?”

“Sama-Sama Bro”

“Aku keruangan Bu Gina dulu Ya”Ucapku sambil menepuk pundak Anton.

Anton Menatap Tajam Irawan yang sedang berjalan menuju ruang Bu Gina.Hatinya tidak tenang takut terjadi sesuatu pada sahabatnya.

Sampai Depan pintu ruangan Bu Gina Aku menghela nafas.Menenangkan hati dan pikiran.Sebab Aku tidak tahu kenapa Bu Gina memanggilku.

“Tok…tok…tok…”Salah satu tanganku mengetuk pintu

“Ya masuk”Jawab Bu Gina dari dalam.

Lalu Aku membuka pintu dan masuk kedalam.

“Silahkan Duduk “Pinta Bu Gina.

Aku duduk di bangku berhadapan dengan Bu Gina

“Ada apa Ibu memanggilku?”Tanyaku

“Ibu mau nanya sesuatu sama kamu?”

“Apa Tuh Bu?”

“Sudah Dua hari kamu selalu melamun di kelas.Bukan di mata pelajaran ibu saja.Mata pelajaran yang lain pun sama.Apa yang sebenarnya terjadi dengan dirimu?”

“Nggak ada apa-apa Bu”Jawabku.

“Jangan Bohong sama Ibu.Ibu yakin kamu pasti ada masalah”

Aku Diam saja sambil menundukan kepala.Tidak mungkin Aku jujur pada Bu Gina kalau Hilangnya semangatku dalam belajar akibat Masalah dengan Mbak Mawar.Memang Aku kurang bersemangat dalam dua hari ini ,dalam mengikuti mata pelajaran yang ada.

“Benar Bu nggak ada apa-apa hanya Aku lagi nggak enak badan saja”Jawabku

“ kamu sudah periksa kedokter?”

“Sudah Bu”

“Terus kata dokter apa?”

“Biasa Bu.Deman”

“Kalau kamu Demam kenapa masuk?.Kamu kan Bisa izin tidak masuk”

“Nggak papa Bu.Lagian kalau dirumah sakitku tambah parah”

Bu Gina hanya menganggukan kepala.

Dalam hatiku berkata”Maafkan Aku Bu.Aku tidak bermaksud berbohong pada Ibu.Memang Aku lagi sakit dan Deman.tapi Sakit buruanku berpontensi lepas dan Deman Akibat selalu membayangkan Otongku masuk dalam kenikmatan Mbak Mawar, tapi tak kesampaian”

Lalu Aku pun pergi meninggalkan Ruang Bu Gina.Anton langsung mendekati ketika Melihatku keluar dari ruang Bu Gina.

“Gimana Bro apa yang Bu Gina tanyakan”Tanya Anton Cemas.

“Nanti Aku ceritakan Semua yang penting kita ke kantin dulu aja”Jawabku.

Aku dan Anton langsung menuju kantin.Dan duduk paling pojok.Suasana kantin cukup Ramai.Wajar saja sebab waktunya Jam istirahat sedang berlangsung.Lalu Aku memesan Bakso Dua mangkok.Anton adalah sahabat baikku.Kami sudah bersahabat semenjak SD.Sebab Tempat tinggal Anton ada di belangkang rumahku.
Kedua orang tuaku kenal baik dengan keluarganya Anton.Bahkan Dari SD sampai nanti kuliah Ayahku membiayai keuangan Anton.Ayah Anton bekerja sebagai pedagang Cilok.Dulu Ayaku pernah menyuruhnya kerja di perusahaanku sebagai satpam,Namun ayahnya menolak dengan halus.Ayahnya lebih Nyaman bekerja sebagai Pedagang cilok daripada seorang satpam.

Aku dan Anton pun selalu terbuka bila ada masalah.Namun masalah Mbak Mawar Aku belum cerita dengan Anton.Niatnya.Aku mau menceritakannya bila berhasil menikmati memeknya.Tapi Apa boleh buat sekarang akan Aku ceritakan semuanya.

“Gini Ton tadi Bu Gina Bilang kenapa dua hari ini Aku selalu melamun di kelas dan kurang bersemangat”Ucapku

“Terus loe jawab apa?”

“Ya kujawab sekena aja”

“Maksudmu?”Tanya Anto sambil memakan krupuk kulit.

“Aku bilang ke Bu Gina kalau Aku sedang nggak enak badan”Jawabku

“Emang Aku perhatiin apa yang Bu Gina bilang benar sih.sebenarnya apa yang terjadi dengan dirimu”Tanya Anton yang dua hari ini melihat Sahabat baiknya selalu melamun.

Aku Dim Sejenak.Menghela nafas untuk bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada diriku.

“Gini ton sebenarnya Aku sedang mengincar seseorang.Tapi Dua hari yang lalu Aku kehilangan kontak dengannya”

“Loe lagi incar cewek bro.Anak mana?”Tanya Anton.

“Karang Anyar bro?”

“Cantik kaga bro?”Tanya Anton.

“Cantik banget semok lagi.Tapi…?”

“Tapi Apa Bro?”tanya Anton kembali

“Sudah punya Anak dan Suami?”

Tiba-tiba saja Anton berhenti makan krupkunya.Kemudian Anton menatapku dengan tajam.

“Serius loe Bro?”Tanya Anton

“Ya Bro?”

“Loe Naksir Ama Dia atau hanya ingin menikmati tubuhnya saja?”Tanya Anton meledek.

“Ya kalau boleh jujur sih Aku hanya ingin menikmati memeknya saja Bro”Jawabku.

“Oh Gitu Bro.Saranku sih loe cari yang lain aja Bro kan masih banyak.Jangan karana satu orang loe jadi banyak ngelamun dan kurang bergairah dalam menjalani hidup”ucap Anton.

Aku hanya mengangukan kepala.Apa yang di bilang Anton ada benarnya juga.

“Tapi kira-kira siapa ya Ton.Yang pantas Aku nikmati memeknya?”

“Gimana kalau Bu Gina Bro?”Jawab Anton.

“Boleh Juga usul loe Bro?”

Memang kalau Di pikir-pikir juga Bu Gina sangat mengairahkan apa lagi toketnya yang super gedhe.Serta bongkahan pantatnya yang montok.Ingin Rasanya Aku meremas pantatnya itu.Bu Gina Adalah seorang Guru bahasa indonesia.Dia juga Wali kelasku dan Anton.Wajah Bu Gina Lumayan cantik.Kira-kira usia Bu Gina tiga puluh tiga Tahun.Bu Gina memiliki satu orang anak.Suami Bu Gina hanya seorang satpam di sebuah perusahan.

Jujur saja Aku pun tertarik untuk menikmati memek Bu Gina.Tapi setalah Aku bisa menikmati memek Mbak Mawar.Tapi apa boleh buat Rupanya Aku harus pindah buruan yaitu memburu Bu Gina yang cantik.

“Terus Gimana Bro.Hubungan Loe dengan Anita?”Tanyaku mengalikan pembicaraan.

“Ya Gitu Deh”Jawab Anton lemas.

“Jangan Bila Loe Belum pernah ngentot denganya”Kataku sambil bercanda.

“Ya Bro Aku belum pernah kaya gitu ama Anita.Ciuman aja belum pernah.paling banter megang tangan aja.”

“Lagian Loe pacaran dengan Anak ustadz.Lebih baik loe putusin aja cari lagi.Cari pacar yang bisa di pakai.Ngapain pacaran kalau kaga bisa di pakai”

“Benar juga sih Bro.Aku juga rencananya mau mutusin Anita .Tapi Aku urungkan setelah melihat Emaknya”

“Emaknya cantik dan semok ya?”

Anton Menganggukan kepala.

“Terus apa Rencana loe selanjutnya ton?”Tanyaku.

“Rencana Aku sih pedekate sama Ibunya Anita.Kalau Ibunya Anita sudah Aku nikmati memeknya Baru Gw Putusin Anita”

“Tapi apa loe Yakin Bro kalau bisa menikmati memek milik Ibunya Anita.Diakah Istri seorang Ustadz dan yang kudenger dari Anita Ibunya juga seorang Ustadzah”Tanyaku pada Anton.Aku pun ragu kalau Anton bisa menikmati memeknya seorang Ustadzah.Memang Anita dan Anton beda sekolah.Namun Aku juga mengenal Anita karana Antonlah yang mengenalkannya.Jadi Aku bisa tahu kalau Ibunya Anita adalah seorang Ustadzah juga.

“Kita lihat Aja Bro.Aku yakin pasti bisa menikmati memeknya Ibunya Anita”Jawab Anton penuh percaya Diri.

“Apa alasanmu ingin menikmati tubuhnya Bro?”

“Ya Kalau boleh Jujur Aku lebih tertarik atau lebih bernafsu ngentot dengan wanita bersuami dari pada yang belum nikah.Menurutku ketika kita ngentot dengan wanita bersuami atau istri orang lebih Aman.Terserah kita mau di buang didalam rahimnya atau tidak.Toh kalau Hamil punya suami juga.Jadi kita bebas dari berbagai banyak tuntutan.Coba kalau kita ngentot dengan wanita yang belum memiliki suami pasti kalau hamil kita di suruh menikahinya.Bukan Itu saja Wanita yang masih perawan atau belum memiliki suami servicnya kurang memuaskan.Beda bila kita ngentot dengan wanita yang bersuami pasti servicnya sangat memuaskan secara logikan mereka sudah punya pengalaman dalam memuaskan lelaki.dan sensasinya pun akan terasa nikmat”Jawab Anton.

Akupun sepaham dengan Anton.Memang apa yang dikatannya menurutku benar dan masuk akal juga.Dan Aku baru tahu juga ternyata selera Anton sama sepertiku.Lebih tertarik dengan wanita yang sudah bersuami.

Dua Mangkok bakso pun datang.Lalu Kami pun makan lebih dulu.Setelah usai makan baru dilanjutkan lagi pembicaraan yang sempat tertunda.

“Aku punya Ide gimana kalau kita taruhan aja Bro?”Ucap Anton girang.

“taruhan apa bro”Jawabku

“Gimana kalau kita taruhan siapa yang lebih dulu menundukan wanita yang menjadi incaran kita”

“Boleh Juga tuh bro.Tapi yang menang hadiahnya apa?”

“Gimana kalau Aku yang menang maka loe harus izinin Aku ngentot dengan Bu Gina.Tapi kalau Aku kalah dan loe yang menang maka Aku izinin loe ngentot dengan Ibunya Anita.”Jawab Anton antusias

“Setuju Bro.Tapi berapa lama batas waktunya?”

“Gimana Kalau Sebulan?”

“Oke Deal”

“Apa Nama taruhan kita Bro”Tanya Anton.

“Gimana Kalau LOVE GAMES”

“Oke Bro Sepakat”Jawab Anton

Akhinya Aku dan Anton pun sepakat.Jujur Aku harus menang dalam pertarungan ini.Aku akan buktikan pada Anto kalau dalam menundukan Wanita yang besuami Akulah jagonya.Memang Aku serba kalah dengan Anton dalam mata pelajaran apapun.Sebab Anton anaknya sangat pintar dan selalu juara di kelasnya.Sedangkan otakku pas-pasan.

“”””

Jam pulang sekolah telah Tiba.Semua Anak sekolah sudah pada pulang.Tinggal Aku saja seorang siswa yang pulangnya telat.Sedangkan Anton sahabatku lebih dulu pulang,katanya Doi mau nganterin Cewenya sekaligus pedekate sama ibunya.

Setelah selesai urusanya.Aku segera ketempat parkir untuk mengambil motorku.Ketika Aku baru keluar dari gerbang sekolah kulihat Bu Gina sedang berdiri di pinggir jalan.Aku Lalu mendekati Bu Gina,Lalu dalam hatiku berkata “Ini kesempatan Emas untuk mendekati Bu Gina”

“Bu Gina!” Kataku
“O..Kamu Wan”Jawab Bu Gina.

“Ibu lagi ngapain?”Tanyaku.

“Lagi Nunggu Angkot”Jawab Bu Gina

“ Gimana Kalau Irawan nganterin ibu pulang” ujarku.Berharap Bugina mau menerimanya.

“Nggak usah Deh.Ibu Naik angkot saja”Jawab Bu Gina

“Hayolah Bu.Kalau nunggu angkot pasti lama”ujarku sambil membujuk Bu Gina

“Oke Deh.Tapi Ibu nggak repotin kamukan?”Tanya Bu Gina.

“Nggak Dong Bu.Justru Aku yang merasa selama ini ngerepotin ibu”

Lalu Bu Gina pun naik diatas jok motorku.Dengan semangat dan hati riang motorku pun melaju dengan kecepatan sedang,Menuju Ruma Bu Gina

Dijalan Nafsuku bangkit ketika pungguku bergesekan dengan toket Bu Gina.Wangi Badan Bu Gina pun membuat Nafsuku bangkit.Aku jadi tidak sabar lagi untuk menikmati memeknya.Aku Yakin dalam waktu kurang dari seminggu Aku bisa menikmati Memek Bu Gina.

Aku sampai dan berhenti di pinggir jalan depan rumah Bu Gina.Lalu Bu Gina pun turun dari jok motorku.Aku melihat Dua orang Lelaki yang sedang duduk di teras rumah Bu Gina.Enta kenapa perasaanku jadi nggak Enak.Aku yakin sesuatu telah terjadi pada Bu Gina

“Ibu kenal sama dua orang itu”tanyaku sambil melihat kearah dua orang tersebut.

“Iya,Wan ibu kenal sama mereka”

“Tapi Kok perasaanku Nggak Enak.Apa Ibu ada masalah?”

“Iya ibu ada sedikit masalah.Makanya mereka datang untuk menyelesaikannya”

“O Gitu Bu.Ya udah Irawan pamit dulu”Ucapku

“Hati-hati wan.Makasih banyak sudah mengantarkan Ibu”

Aku segera pergi meninggalkan Bu Gina.Tapi Enta Kenapa perasaanku jadi gelisa.Lalu Aku pun memutuskan putar balik dan kembali kerumah Bu Gina.Kulihat Rumah Bu Gina sangat sepi.Yang ada hanya motor saja.Aku yakin motor itu milik kedua orang tersebut.Dan Aku yakin kedua orang tersebut sudah ada didalam rumah Bu Gina.

Aku berjalan mengedap-ngedap,layaknya seorang pencuri profesional.Memang Aku mau mencuri,tapi bukan mencuri barang melainkan mencuri informasi.Aku berhenti di depan pintu rumah Bugina.Tampaknya Suara percakapan Bugina dengan kedua orang tersebut terdengan olehku.

“Pak tolong beri Aku waktu lagi.Aku janji bila ada uang Aku akan melunasi semua hutangku”Pinta Bugina memohon pada kedua tamunya.

“Aku sudah sering memberikan waktu ibu untuk melunasi hutangnya.Tapi Ibu tidak bisa menepati janji.Aku sudah bosen dengan janji-janji yang Ibu berikan”Jawab pria tua yang berambut putih.Sedangkan Yang masih muda dan badannya kekar hanya diam saja.

Mereka hening sesat.Dalam Pikiran Bu Gina berkecambuk bagaimana cara melunasi hutangnya.Buat makan sehari-hari saja kadang kurang.Maklum saja Bu Gina Adalah seorang Guru Honorer tau sendiri kalau guru Honorer di bayar tidak seberapa.

Sedangkan sang suaminya.Hanya seorang satpam di perusahan Jasa Umroh yang gajinya juga sangat jauh dari kata UMR.

Kini Bu Gina hanya menundukan kepala.Untuk Saat Ini tidak ada jalan keluarnya.Tanpa Disadari Air matanya mulai membasih pipinya.

“Ya Udah Aku mau ngasih jalan keluar buat ibu.Itu pun kalau Ibu mau”Ucap Pria tua Itu memecahkan keheningan.

“Mau pak.Mau banget.”Ucap Bu Gina antusias.Kini ada secerca harapan agar hutangnya bisa lunas.

“Tapi Aku Ragu kalau Ibu mau”Ucap Pria tua Itu.

“Aku mau kok pak.Katakan saja”Jawab Bu Gina dengan senyum.

“Kita bicaran saja jalan keluarnya di kamar.Apa Ibu keberatan?”Tanya Pria Tua Itu.

Sejujurnya Bu Gina kurang setuju.Tapi apa boleh buat Demi bisa melunasi hutang.Terpaksa Bu Gina mengiyakan.

Lalu Bugina dan Pria tua Itu masuk kedalam
kamar.Sementara Pria muda kekar yang tak lain adalah anak buahnya masih duduk di ruang tamu.

Kini Aku sudah tahu masalah bugina.Ternyata masalah soal utang piutang.Lalu Aku pun mencari cela agar bisa mendengar apa yang Bu Gina dan pria itu bicarakan di kamar.Lalu Aku bergeser kesamping rumah Bu Gina.Tempatnya Di kamar Bu Gina dan pria tua itu berada.Walau pun Aku tidak bisa melihat mereka berdua sedang apa?tapi Aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.Sebab Di kamar Bu Gina ada Jendela.Dan Jendela Itu terbuka namun tertutup oleh kain.Hingga Aku tidak bisa melihat merkea berdua.

Bu Gina Dan pria tua Itu duduk berdampingan di pinggir ranjang.Sebenarnya Bugina merasa risi berduan dengan lelaki lain di kamar rumahnya sendiri.Tapi apa boleh buat dirinya tak berdaya untuk saat ini.

“nduk kamu cantik banget”Ucap Lelaki tua itu memuji kecantikan Bugina.Sambil mengelus jilbanya.

“Maaf Pak lebih baik kita bicarakan langsung saja jalan keluar apa yang akan bapak berikan padaku”Jawab Bu Gina.Hatinya semangkin risih ketika lelaki tua itu mengelus Jilbabnya.

“Gini nduk.Bapak akan menganggap hutang kamu lunas.Asalkan kamu mau melayani bapak”Ucap pria tua itu sambil tersenyum.

Bu Gina tercegang mendengarnya.Ia tak pernah berpikir kalau jalan keluarnya seperti itu.

“Apa nggak ada jalan lain pak?”Tanya Bu Gina

“Nggak Ada nduk.Hanya itu jalan keluarnya.”Jawab Pria Tua itu.

“Tapi kalau Aku menolak gimana pak?”tanya Bu Gina.

“Ya kamu harus bayar hutangnya.Jika dalam waktu seminggu kamu tidak bayar hutang terpaksa kamu harus pergi dari rumah Ini”Jawab Pria tua Itu penuh kemengan.

Bugina hanya diam.Ia sangat bingung harus jawab apa.Kalau dirinya mau menerima tawarannya sama saja dirinya menghianati suaminya.Bukan itu saja dirinya pun merasa jijik bila harus melayani nafsu Aki-aki yang giginya sudah tidak ada.

“Berikan Aku waktu untuk menjawabnya? Pinta Bu Gina sambil menundukan kepala.

“Tentu nduk.Aku akan tunggu Jawabanmu dalam seminggu.Jika kamu mau melayaniku maka kamu harus memakai pakain ini ketika datang kerumahku.Tapi Jika kau menolaknya kau harus membawa uang untuk melunasi hutangnya”Jawab Pria tua itu penuh kemenagan.

Pria Tua itu pun memberikan pakain yang harus Bugina Pakai bila menerima tawarannya.Lalu Pria itu keluar dari kamar Bu Gina.Tak lupa Ia mencium bibir Bu Gina lebih dulu.

Bu Gina pun keluar kamar mengikuti pria tua itu.
Lalu Pria Tua itu dan anak buahnya pergi dari rumah Bu Gina.

Bu Gina segera menutup pintunya.Dan mengelap bibirnya bekas di cium pria tua itu.Sejujurnya dirinya ingin berteriak minta tolong ketika pria tua itu mencium bibirnya.Tapi apa boleh buat dirinya tak berdaya.

Aku tercengang mendengar jalan keluar yang di berikan oleh pria tua penagih hutang pada Bu Gina.Dalam hati Aku berkata “Aku harus menolong Bu Gina dari cengkraman lelaki tua penagih hutang itu”

Bagaimana pun juga Aku tidak terima bila memek dan tubuh Bu Gina dinikmati pria tua itu.Hanya Akulah satu-satunya orang yang harus menikmati memek Bu Gina selain suami yang sahnya.Lalu Aku pun pergi dari rumah Bu Gina.dan langsung menuju kerumah.

Bersambung