web hit counter

Permainan Cinta Part 21

0
500

Permainan Cinta Part 21

Hadiah Untuk Mang Ujang

“Maafkan Ibu,karana ibu nggak bisa melayani bapak.Ibu tahu selama ini bapak menderita biologisnya demi ibu.Karana bagaimana pun bapak manusia yang normal,yang masih memiliki hawa nafsu sek.Untuk itu Ibu sarankan lebih baik bapak menikah lagi.Ibu rela dimadu asal bapak bahagia”Ucap Bi Inah dengan suasana hati yang terenyuh.

“Bu sampai kapanpun bapak tidak akan menikah lagi.Bagi Bapak ibu adalah yang pertama dan yang terakhir buat bapak”Hibur Mang Ujang

Aku berhenti sejenak di depan pintu kamar Mang Ujang dan Bi Inah.Tentunya setelah mendengar percakapan mereka berdua,Sejujurnya Aku penasaran dengan dialog selanjutnya.

“Ibu ngerti perasaan bapak,Tapi ibu nggak tega melihat bapak setiap hari harus menahan nafsu biologisnya.Apalagi bapak pernah menonton Den Irawan sedang bersetubuh dengan pacarnya,Walau pun itu sebentar.dan Pasti pada waktu itu Nafsu bapak juga bangkit dan bapak hanya bisa melakukan onani di dalam kamar mandi.Memang Enak sih pak kalau kita martubasi atau onani,Tapi lebih nikmat lagi kalau kita menyalurkan syahwat kita pada lawan jenis,Ingat pak Onani itu kalau di lihat secara mendis kurang baik juga.”Jelas Bi Inah dengan nada lemah lembut.

Mang Ujang hanya diam saja.Ia menyakini apa yang dibilang oleh istri tercintanya ada benarnya juga.untuk itulah Ia hanya bisa menundukan kepala.

Bukannya Kaget mendegar semua itu malahan Aku tersenyum bahagia.Sebab Aku lebih dulu menduga kalau aksiku sudah di ketahui oleh mereka berdua.Namun Aku merasa salut pada mereka berdua yang masih menaruh hormat dan patuh padaku.dan yang membuatku bahagia adalah mereka tidak melaporkannya pada kedua orang tuaku.

Padahal minggu kemaren kedua orang tuaku berada di rumah selama seminggu.Habis itu mereka kembali berangkat keluar negeri.

Waktu ada kedua orang tuaku,Aku tidak pernah membawa Bu Gina dan Mbak Mawar.Paling Aku kalau ingin bercinta dengan mereka,Maka Aku akan membawahnya ke hotel,atau di lakukan di rumah mereka berdua.Ya tergantung sikon sih bro.Dan Aku pun bersikap baik dan sopan pada kedua orang tuaku,hingga mereka tidak menaruh curiga sedikit pun.

Aku sangat penasaran apa yang menyebabkan Bi inah tidak bisa melayani mang Ujang.Dan beberapa lama mereka berdua tidak bercinta.Tapi setelah di pikir tidak baik juga menguping pembicaraan orang lain.dan pada akhirnya Aku putuskan untuk tidak mengupingnya.Bagiku lebih baik tanyakan langsung saja pada orangnya,itu lebih sopan dan greget.

Lalu Aku segera meninggalkan mereka dan keluar rumah,menuju ke kolam renang sambil membawa gelas yang berisi cola-cola dan sebungkus rokok.

Setelah sampai di tepi kolah segera Aku taruh rokok dan koreknya di atas meja,sedangkan gelasnya Aku bawah.Dan segera mungkin Aku mengambil posisi duduk di tepi kolam renang,dengan kedua kaki didalam Air sampai ke lutut dan tanganku juga memegang minuman cola-cola.Aku pun mengerakkan kedua kakiku didalam Air dengan Ritme pelan.

Pikiranku melayang mengingat tentang isi pembicaraan Mang Ujang dan Bi Inah tadi.Aku baru tahu kalau mang Ujang selama ini tidak pernah bercinta dengan Bi Inah.Dari pembicaraan yang kudengar tadi Aku dapat menyimpulkan kalau yang bermasalah adalah Bi Inah.Tapi Berapa lamakah mang ujang tidak melakukannya,seminggu,sebulan,dua bulan,setahun bahkan lebih dari itu?.Entahlah lebih baik Aku tanyakan langsung pada orangnya.

Tidak ada angin,tidak ada hujan,tiba-tiba saja Aku mendapatkan sebuah ide yang menurutku sangat gila.Dengan semangat 45 Aku segera bangun dari tepi kolam,dan menaruh gelas diatas meja,tepatnya di sebelah rokok dan korek yang kutaruh tadi.Setelah itu Aku berjalan masuk rumah menuju ke kamar mang Ujang.

“Tok…tok…tok…tok..”Suara ketukan pintu yang Aku ketuk ketika sampai di depan pintu kamar mang Ujang.

Tak berapa lama mang Ujang keluar sendiri,Lalu segera menutup pintunya.

“Ada perlu apa Den malam-malam memanggil Mamang”Tanya Mang Ujang.

Aku menghela nafas lebih dulu,dan menaruh tangaku di pundak mang Ujang,Lalu Aku berkata “Saya ada perlu sedikit sama Mang Ujang,Tapi alangkah baiknya kita bicara di tepi kolam saja,sambil ngopi.Gimana Mang?”Tanyaku

“Boleh Den.Mamang bikinin kopi dulu ya?”Tanya Mang Ujang senyum.

“Oke Mang.Aku tunggu di tepi kolam renang dan jangan lupa yang enak”

“Siap Den”Jawab Mamang nyengir.

Aku segera kembali dan duduk di tepi kolam,Sedangkan Mang Ujang langsung menuju kedapur untuk membuat kopi.Kali ini Aku duduk di bangku tepi kolam,Lalu Aku ambil sebatang rokok dan menghisapnya.

Tak lama kemudian Mang Ujang datang,dengan membawa dua gelas kopi hitam,Lalu menaruhnya di atas meja dan duduk di sampingku.

“Rokok Mang”Tawarku

Mang Ujang pun mengambil sebatang rokok,menyalahkan dan menghisapnya.

“Malam ini indah mang,Bulan dan bintang menyinari bumi dengan sebuah senyuman.Tapi sayang ada yang sedang tidak tersenyum dan indah dalam menjalani hidup ini”Ucapku

“Memang Aden kenapa,lagi marahan sama pacar Aden?”Tanya Mang Ujang yang tak tahu maksudku.

“Bukan Mang,Tapi sesorang yang selama ini saya hormati”Jawabku.

“Memang Kalau boleh tahu,orang yang aden maksud itu kenapa?”

Aku tersenyum melihat wajah mamang yang masih bingung dengan maksudku.Aku menghela nafas panjang dan berkata “Dia sedang ada masalah dengan rumah tangganya”

“Memang Kenapa dengan rumah tangganya,coba cerita den,siapa tahu mamang bisa bantu,Mamangkan sudah makan asam garam dalam rumah tangga”Tanya Mamang kembali.

Lagi-lagi Aku hanya bisa tersenyum pada Mamang.Lalu kemudian Aku berkata “Masalah soal biologis Mang”

Mang Ujang Diam,Mungkin saja Ia merasa tersendir.Tak lama kemudian Ia berkata dengan perasan tak berdosa.“Memang Biologis seperti apa?”

Aku menghela nafas panjang lebih dulu,Lalu Aku berkata.
“Gini Mang Istrinya tidak bisa melayani suaminya,Tapi suaminya tidak mau menikah lagi.Padahal sang Istri sudah menyuruhnya untuk nikah lagi”

Kali ini mamang terdiam dengan raut wajah tersentak.Aku yakin pasti dalam hati mamang berkata “Kok sama kasusnya”

“Ya Den kalau itu mamang nggak bisa kasih solusi”Kata Mang Ujang.

“Saya uda tahu kok pasti mamang berkata seperti itu”Ujarku.

“Lho kenapa Aden bisa tahu?”

“Ya jelas lah,wong yang saya maksud adalah Mamang kok”Ucapku Seyum.Mang Ujang masih bingung dengan ucapanku.”Udahlah Mang nggak usah bingung,saya sudah tahu semua kok.Tadi tanpa sengaja Aku mendengar percakapan Mamang dan Bi Inah”

Mang Ujang Menghela nafas panjang,setelah Ia tahu ucapanku.Lalu berkata “Iya Den apa yang dibilang Aden benar”

“Maafkan Aku mang Tadi Aku nggak sengaja dengar percakapan Mamang.Tapi kalau boleh tahu Mamang sudah berapa lama tidak bercinta dengan Bibi”Tanyaku.

“Sekita tujuh tahun Mamang tidak pernah menyetuh istri mamang”Jawab Mamang Datar.

“Memang Kalau boleh tahu kenapa mang?”Tanyaku denagan mimik wajah penasaran.

Mang Ujang diam.Ia hanya menundukan kepala dengan mimik wajah terenyuh.Melihat sebuah itu membuatku jatungku berdegup dengan kencang,Aku takut kalau sesuatu yang tidak Aku bayangkan akan menimpah pada Bi Inah

“Istri Mamang Terkena Kanker Serviks yang tidak bisa di sembuhkan.Bahkan hidup Istri Mamang hanya tinggal Setahu lagi”

Aku tercengang mendengarnya,bagai disamber petir disiang bolong.Hatiku begitu terpukul oleh kenyataan semua itu.

“Mang..Mang jangan bercanda itu semua tidak mungkin.Mamang Bohongkan pada Irawan?”Tanyaku dengan hati dan mimik wajah terenyuh.

“Mamang Nggak Bohong.Awalnya Mamang juga sama seperti Aden.Tapi apa boleh buat mungkin ini adalah sebuah takdir buat hidup istri mamang”

“Tapi kenapa Mamang Nggak mau melaporkan semua ini pada Mama dan Papa.Aku yakin kalau mereka tahu pasti akan mengobati Bibi sampai sembuh.Bila perlu sampai keluar negeri.”

“Aku tahu itu den.Tapi Aku tidak mau merepotkan kalian.Lagi pula dokter sudah mevonis kalau penyakitnya tidak akan bisa di sembuhkan.Jadi percuma saja”Jelas Mang Ujang.

Aku mengerti apa yang di katakan oleh Mang Ujang.Tanpa terasa air mataku menetes,bagaimana pun Bi Inah sudah Aku anggap seperti Ibu kandungku sendiri.Tapi kemudian Aku kembali bisa berfikir dengan normal,mungkin apa yang dikatakan Mang ujang benar.Tidak ada satu manusia pun yang bisa menolak takdir.

“Sudah Mang lupakan saja.Aku mau nanya apakah mamang tertarik dengan Mawar”Tanyaku.

“Ya Den mamang akan lupakan,Lagi Mamang udah Ikhlas kok.Kalau soal itu sih mana ada sih Den kalau kucing dikasih ikan nolak”Jawabnya tersenyum.

Aku bahagia mendengarnya.Lalu Aku berkata “Kalau Menurut Mamang Mbak Mawar Gimana?”

“Waduh kalau itu mah untuk sekelas Mang Ujang amat cantik den”Jawab Mang Ujang senyum bahagia.

“Mang Gini Aku berencana memberikan tubuh Mbak Mawar pada Mang Ujang.”Kataku

“Apa Den?.Apa Mamang nggak salah dengar?”Tanya Mang ujang yang masih tidak percaya pada kejutanku.

“Nggak Mang.Mamang boleh bercinta dengan Mbak Mawar dimana dan kapan saja.Mau mamang pakai kondom atau nggak terserah.Bahkan Mamang boleh membuang peju dalam rahimnya Mawar.”

“Yang benar Den.Ah Aden mah suka bercanda”

“Nggak Mang Aku serius.Aku melakukan ini karana Aku ingin membalas kebaikan mamang.Ya walau pun menurutku ini belum cukup membalasnya”

Mang Ujang langsung memeluku dengan girang.Ia berkali-kali mengucap terima kasih padaku.Aku pun menyuruh mamang agar meminta izin Bi Inah lebih dulu.

“”
“””

Setelah pulang sekolah Aku langsung kerumah Mbak Mawar,Kali ini Aku hanya mengunakan motor saja.Sampai depan rumah Aku melihat Mbak Mawar sedang duduk di teras rumahnya, menungguku.Kemudian Mbak Mawar dan Aku masuk kedalam.Ia merangkul tubuhku dengan manja.Dan kami pun duduk di sofa ruang tamu.

“Suamimu ada dirumah?”Tanyaku

“Nggak ada yank”Jawab Mbak Mawar senyum.

Jujur saja Aku baru bertemu semenjak dua hari yang Lalu,Semenjak Memeknya dinikmati oleh Anton, selama dua hari di Villa.

“Gimana sayang bersetubuh dengan Anton?”Tanyaku.

“Ya kalau boleh Aku jujur sih Aku sangat menikmatinya.Meski pun kontolnya jauh lebih besar daripadamu namun sansasi yang Anton berikan sangat nikmat”

“Terus Apakah Anton selalu membuang peju dalam Rahimu?”Tanyaku kembali

“Iya sayang.Abiz Aku lebih suka lelaki yang membuang pejunya dalam rahimku”

“Lho kenapa seperti itu.Apa alasannya?”

“menurutku sih kalau lelaki yang membuang pejunya dalam rahim perempuan yang di setubuhinya,itu berati lelaki yang bertanggung jawab.Beda ama lelaki yang selalu membuang pejunya di luar.Yang contohnya suamiku yang selalu membuang pejunya di luar”

“Lho kok sampai kamu punya anak sih yank?”Tanyaku yang belum paham maksud Mbak Mawar.

“Itu mah Aku yang Paksa.Coba kamu banyangkan yank selama Aku menikah dengannya hanya 12 kali Suamiku membuang peju dalam rahimku.Pertama kali suamiku buang peju dalam rahimku ketika dua tahun Aku menikah dengannya.Utung saja ketika pertama kali suamiku buang peju dalam rahimku sebulan kemudian Aku hamil.Dan setelah Anakku usia tiga tahun baru deh suami kembali buang peju dalam rahimku,itu pun sangat jarang sekali dan itu pun mau buang peju karana anakku minta adik”Jelas Mbak Mawar.

Aku tercengan mendengarnya,ada juga di dunia ini seorang suami yang nggak mau buang pejunya dalam rahim istri tercintanya.

“Emang alasan suamimu apa sayang?”Tanyaku mengorek informasi.

“Alasan suamiku nggak mau punya Anak terlalu cepat.Dan suamiku nggak mau punya anak lebih dari satu.katanya beban biaya hidup kalau banyak anak semangkin berat”

Memang secara matamatika begitu.Namun Anak itu adalah anugerah yang sudah membawa Rezeki masing-masing.Jadi jangan takut apabila mempunyai banyak anak.

“Terus kapan suamimu terakhir membuang peju dalam rahimmu?”Tanyaku penasaran.

“Setahun yang lalu pas Anaku minta adik baru”

Aku tercengang mendengarnya.Kalau dalam dua hari ini Ia hamil berati murni anak biologisku.Tapi kalau sebulan kemudian baru hamil masih ada sedikit harapan itu bukan anakku.Dari awal Aku tidak mau Mbak Mawar hamil anakku.Bila Ia hamil Anaku maka Aku akan menyuruhnya untuk menggugurkan saja.Sebab Aku hanya ingin menikmati tubuh dan kemaluan Mbak Mawar saja.Tidak lebih dari itu.Beda sama Bu Gina.

“Sayang Aku ingin bertanya padamu.Tapi tolong kamu jawab dengan jujur”Pintaku.

“Baik sayang”Jawab Mbak Mawar.

“Kamu tahu sendiri kalau Aku punya Fantasi bisa membuang pejuku kedalam rahim banyak wanita.Untuk sekarang Aku baru bisa menikmat tiga tubuh wanita dan Aku berharap ada wanita-wanita lagi yang bisa Aku nikmati.Jadi pertayaanku adalah apa kamu tidak mau kemaluanmu di masukan banyak lelaki.Bukanya Kalau di masukan banyak kontol yang berbeda akan sangat nikmat.”Jelasku sedikit memacingnya.

“Baiklah sayang akan Aku jawab dengan jujur. Aku awalnya ingin setia pada suamiku seorang.Tapi setelah kamu masuk dalam kehidupanku dan kamu banyak memberikan film porno yang harus Aku tonton.Apa lagi Film yang kamu berikan bervariasi ada yang main bertiga bahkan lebih.Membuatku ingin sekali menikmati banyak kontol pria.Tapi apa boleh buat Aku merasa takut tertular penyakit HIV.”Jelas Mawar.Ia menyadari Kalau Akulah yang memyebabkan dirinya jadi binal dan liar.

Aku menghela nafas panjang.Lega Rasanya Aku mendengar pengakuannya.Dari situ Aku dapat mengambil sebuah kesimpulan kalau Ia akan menerima rencanaku.Namun untuk lebih jelasnya alangkah baiknya Aku bertanya lebih dulu.

“Sayang kamu tahu mang Ujang kan?”Tanyaku.

“Iya sayang Aku tahu.Memang ada apa yah?”

“Gini sayang gimana kalau kamu melayani nafsu mang Ujang”Pintaku penuh harap.

“Apa kamu Gila yank.Mang ujang itu usianya sama seperti bapakku”Jawab Mbak Mawar dengan nada tinggi.

“Kamu jangan menganggap reme mang ujang.Memang mang Ujang sudah tua.Tapi soal sek Aku yakin anak muda aja kalah Staminanya.Kamu lihat aja banyak Fenomena gadis muda menikah dengan Aki-aki.Kamu tahu nggak Selebritis Ki Daus yang menikah dengan gadis mudah,yang usianya beda separuh lebih,Mereka bedua punya anak dan hidup bahagia.”Mereka Jelasku yang sebenarnya kurang yakin dengan Stamina Mang Ujang.Aku berkata seperti itu agar Mbak Mawar merasa tertantang.

“Aku bukan remehin mang Ujang tapi kebanyakan kalau sudah tua itu loyo”Jawab Mbak mawar.

“Mang ujang itu Tua-tua keladi.Semangkin tua Staminanya semangkin menjadi-jadi.Aku yakin kamu akan di buat kuwalahan menghadapi nafsu seknya”

Aku dan Mbak Mawar hening sesaat.Aku yakin Mbak mawar akan melayani nafsu mang Ujang,hanya saja Ia belum yakin.dan tugasku adalah membuatnya yakin.

“Gimana kalau kita taruhan saja.Kalau Aku menang batalkan semua perjanji yang kamu lakukan dengan suamiku.Dan Aku minta 100 juta sebagai ganti rugi karana kamu sudah membuatku menjadi binal.”Pinta Mbak Mawar.Memecah keheningan.

“Baik Aku setuju.Tapi bila Aku menang kamu mau tinggalkan suamimu dan menikah dengan mang ujang dan kamu harus hamil anak mang ujang.Tantu saja kalau kamu setuju Aku akan membatalkan semua perjanjian itu.Dan hutang kamu Aku anggap lunas.Bagaimana?”Jawabku Tegas.

“Oke Deal”Jawab Mbak Mawar dengan pedenya.

“Aku minta kamu melakukannya sekarang juga gimana?”Pintaku.berharap mbak Mawar mau menerimanya

“Oke siapa takut”Ucap Mawar senyum.

Mbak Mawar pun langsung masuk kekamar atas perintaku.Tak lupa Ia mencium pipiku lebih dulu.Aku pun hanya tersenyum bahagia,karana telah berhasil menjadikan Mbak Mawar sebagai seorang perempuan dan istri yang binal.

Suasana rumah sangat sepi.wajar saja Rudi suami Mbak Mawar sedang pergi,sedangkan anaknya masih belum pulang sekolah,katanya ada Estrakulikuler.

Sepulu menit kemudian Mbak Mawar keluar dengan mengunakan celana legging ketat yang kedua pantatnya tercetak jelas.Ia memakai kaos oblong ketat bergambar Hello kitty,hingga kedua toketnya tercetak dengan jelas juga.Ia pun mengenakan hijab hitam bermotif bunga.Lipstik warna merah muda,serta wajah di poles make Up.Aku mengakui kalau penampilan Mbak Mawar sangat cantik.Tapi menurutku lebih cantik Bu Gina.

“Yuk sayang kita berangkat”ucap Mbak Mawar.

Aku dan Mbak Mawar pun keluar rumah.Mbak Mawar segera menguci pintu dan menaruh koncinya diatas pintu.Sebab Rudi suaminya sebentar lagi pulang.Tentunya Ia sudah memberi tahu suaminya kalau koncinya diatas pintu.

Motorku segera pergi meninggalkan rumah Mbak Mawar dan menuju kerumahku.Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit Aku sampai juga depan rumah.Langsung saja Aku dan Mbak mawar masuk di dalam rumah.

Mbak Mawar langsung duduk di sofa ruang tamu.Sedangkan Aku segera mencari Mang Ujang.

“Lho Mang Disini toh”Tanyaku yang melihat Mang Ujang sedang duduk di belakang rumah bersama istrinya.

“Eh Den Irawan”Ucap Mang ujang dan Bi Inah serentak.
Aku segera mengambil posisi duduk di meja yang satunya lagi.Lalu berkata “Gimana mang apa mamang sudah menceritakan semuanya pada Bi Inah”

“Sudah Den.Bapa sudah menceritakan semua sama Bibi.Intinya Bibi setuju dengan usul Aden.Malahan Bibi terimakasih dengan Aden karana telah membatu menyelesaikan masalah yang sedang kami alami”

“Ia Bih sama-sama.O,ya Mang Mbak Mawarnya udah datang tuh”Ucapku.

“Oya den”Jawab Mamang.

“Ya udah Pah temuin Mawar sana.Biar saya disini saja.”Pinta Bi Inah.

“Baik Bu”Jawab Mang Ujang.

Aku dan Mang ujang segera ke ruang tamu.Kulihat kedua bola mata mang Ujang melotot ketika melihat Mbak Mawar.Mungkin Ia sangat terpesona dengan kecantikannya.

Melihat Mang ujang Mbak Mawar tersenyum.Aku tak tahu apa arti senyuman Mbak Mawar.

Mang Ujang pun memegang tangan Mbak Mawar dan menyuruhnya berdiri.Kemudian Ia mencium punggung tanganya sambil berkata “Kau sangat cantik sekali duhai bidadariku”

Mendapat perlakukan seperti itu Mbak Mawar tersenyum.Aku yakin Ia sangat menyukai apa yang mang Ujang lakukan.

Segeralah mang Ujang membawa Mbak Mawar yang cantik kedalam kamar.Sedangkan Aku masuk di kamar tamu yang biasa Anton tidur.Dimana kamar tersebut terdapat sebuah meja yang dimana diatas ada sebuah monitor yang menyabung ke CCTV yang ada di kamar tempat Mbak Mawar dan Mang ujang bercinta.

Kulihat dengan jelas kalau Mbak Mawar sedang duduk di tepi rajang bersama dengan mang ujang.Lewat CCTV inilah Aku akan melihat dengan jelas bagaimana Aksi Mang ujang dalam menyetubuhi Mbak Mawar.

Kulihat dengan jelas kalau mang ujang mulai mencium mulut Mbak Mawar.Setelah Itu Mang ujang membuka jilbabnya,Tampaklah rambut indah yang terurai.Yang membuat mang Ujang terkagum-kagum akan kencatikanya.

Mang ujang kemudian membuka Kaos Oblongnya,sesaat kemudia tampaklah sebuah BH hitam yang membungkus kedua toketnya di depan matanya.Dengan hati yang masih berdegup kencang mang ujang memegang Toketnya dan meremasnya dengan penuh nafsu.

Sementara kulihat Mbak Mawar mulai mendesis,Mungkin Aku tidak mendengar suaranya,Tapi Aku tahu gerakan tubuhnya dari layar monitor.

Mang Ujang segera mencium jejang lehernya kembali.Lagi-lagi Mbak Mawar tampak sangat menikmati sentuhannya.Kemudian ciuman mang Ujang turun kearah toketnya.Mang Ujang segera menciumnya dengan penuh nafsu.

Melihat adegan seperti itu lewat monitor membuat nafsuku bangkit juga.Lalu tanpa sengaja Aku mulai mengosok-gosok kontolku yang masih di bungkus celana luar dalam.Sambil kedua mataku Fokus melihat Aksi mang Ujang.

Kini mang ujang mulai membuka BHnya.Seketika Tampaklah kedua toket yang putih nan indah di depan matanya.Mungkin Ini toket kedua yang mang Ujang lihat secara langsung.

Mang Ujang segera meremas toket itu dengan penuh nafsu.Tampak juga Mbak Mawar sangat menikmati Remasan Mang Ujang.Setelah merasa puas Mang ujang meremasnya Ia segera menjilati kedua toket tersebut,Semua Bagian toket tesebut tidak luput dari jilatanya.Mendapat perlakuan seperti itu Mbak Mawar hanya mendesah saja,yang kulihat dari gerakan tubuhnya.

Kemudian tangan Mang Ujang mulai memegang Memek Mbak Mawar.Aku yakin pasti memeknya sudah sangat basah.Setelah itu Mang Ujang mencoba membuka celana leggingnya.Tampkany juga Mbak Mawar tidak tinggal diam Ia membatu dengan mengangkat kakinya.

Tampaklah Celana dalam yang berwarna pink yang sangat basah di depan matanya.Aku yakin Mang Ujang terkagum-kagum melihatnya.Hati berdegup dengan kencang,sebab baru pertama kali melihat wanita yang sangat cantik berhijab yang hanya mengenakan Cd di depan matanya.

Mang Ujang Tampaknya memperhatikan Mbak Mawar dari ujung kepala dan ujung kaki.Mang ujang terpesona dengan kulitnya yang putuh serta bentuk tubuhnya sangat indah.Beda jauh dengan sang istri yang berkulit sawo matang dan bentuk tubuhnya sangat jelek.

Kini kepala Mang Ujang nyusep di antara kedua pahanya.Mang Ujang menjilati pahanya yang putih dan memeknya yang masih mengenakan celana dalam basah.
Mbak Mawar meronta-ronta sambil memegang Erat kepala Mang Ujang.Setelah Satu menit Mang ujang segera membuka pertahan terakhir Mbak Mawar.Dalam sekejap Tampaklah Memek Indah nan bersih tanpa bulu di depan Mang Ujang.

Mang Ujang segera mengelus-ngelus memeknya.Kulihat Mbak Mawar hanya mendesah menikmati apa yang di lakukan oleh lelaki yang usianya berbeda dua pulun lima tahun.Mang Ujang Tampak memasukan salah satu jarinya kedalam memeknya.Lalu Ia mengocoknya dengan nafsu.Aku yakin Mbak Mawar mengeluarkan Suara Desahan.

Melihat Semua itu nafsuku mulai mengebu.Lalu Aku membuka celanaku,dan kini pakaian bahwaku sudah telanjang.Aku duduk kembali dan melihat layar monitor.Sambil tanganku mengelus kontolku yang sudah berdiri tegak.

Kulihat Mang ujang mulai membuka pakainya sendiri.Seketika Mang Ujang sudah telanjang bulat di depan Perempuan selain istrinya.Aku terkejut melihat batang kontol Mang Ujang super besar.Aku yakin kontolku masih kalah besar dengannya.Kulihat Juga Tampaknya Mbak Mawar terkejut melihat Mang Ujang sudah telanjang bulat.Mungkin Ia terkejut melihat batang kontol Mang Ujang yang nyatanya lebih besar daripada punyaku dan Anton.

Aku Yakin Mbak Mawar penasaran juga.Bagaimana rasanya enak dan nikmatnya bila kontolku sebesar punya mang Ujang masuk kedalam kemaluannya.Kontol yang lebih kecil sepertiku dan Anton aja sudah nikmat apa lagi yang besar.
Mang Ujang segera mengarahkan batang kontol yang gedhe nan berurat itu ke wajah Mbak Mawar.Mang Uang gosok-gosokan kepala kontolnya ke wajah cantiknya.Tampak Ia mengerjapkan mata menikmati Aksi yang di lakukan Mang Ujang.

Melihat semua Itu Aku semangkin mempercepat kocokan kontolku.Aku tidak tahan melihat semua itu.Belum pernah kepala batang kontolku Aku gosok-gosokan ke wajah Mbak Mawar.Itu tandanya kalau mang ujang lebih Kreatif dariku.
Setelah Itu Mang batang Kontol Mang Ujang mulai menembus memeknya.Mang Ujang lebih dulu mengosok-gosokan ke bibir memeknya.Kulihat Mbak Mawar menutup matanya,Namun wajahnya tidak bisa di bohongi kalau Ia sangat menikmatinya.

Pelan tapi pasti kepala kontol itu sudah masuk setengahnya.Dengan sekali hentakan Kontol mang ujang sudah tengelam di dalam memeknya.Mang Ujang diamkan sejenak.Aku yakin kalau Mbak Mawar pasti kesakitan saat kontol gedhe mang Ujang masuk kedalam memeknya.Namun Aku yakin sebentar lagi akan berubah menjadi nikmat tiada tara.

Mang Ujang Mulai memompa memeknya.Kulihat Mbak Mawar merintih kesakitan dari Ekspresi wajahnya.Namun Tampaknya Mang ujang tidak perduli dan terus memompanya.Dua menit Aku merasa Mang ujang sudah Memompa Memeknya,Ku perhatikan wajah Mbak Mawar sudah berubah,Yang tadi kelihatan menahan sakit kini berubah menahan nikmat seiring berjalannya waktu.

Sialnya melihat Mang Ujang dan Mbak Mawar dari layar monitor membuatku sudah tidak tahan.Lalu Aku mempercepat kocokanku pada batang kontol,sebab Aku merasa kalau pejuku sudah di ujung kepala kontol.

“Crot…crott….crooo…crooo…”Tumpaklah sebuah peju di tangaku.Kini pertama kali Aku onani dengan tanganku setelah Aku dapat menikmati tubuh Bu Gina dan yang lain.Dan lebih gilanya lagi Aku onani sambil menyasikan persetubuhan secara live lewat CCTV.

Badanku pun lemas dan besandar diatas meja,Sambil bola mataku melihat kearah monitor.Kini Tampak mang Ujang mencabut kontolnya.Lalu Ia memasukan kontolnya kedalam mulut Mbak Mawar.Awalnya yang kulihat ada penolakan dari Mbak Mawar.Mungkin setelah Mang Ujang memohan dan sedikit memaksanya Akhirnya mau juga.
Kini Tampak wanita cantik yang sehari-hari memakai hijab dan istri orang sedang menyepong kontol lelaki lain.yang usianya sudah tua.Kulihat wajahnya juga,tampak Ia sangat menikmati menyempong kontol orang lain.

Mang Ujang pun tampak menikmati sempongan Mbak Mawar.Bahkan Kelihatnya mang Ujang menekan kepalannya agar semponganya mangkin dalam.Tampaknya Mbak Mawar terbatuk-batuk.Mungkin saja kepala kontol Mang Ujang menyetuh krongkongannya.

Setelah puas dengan sempongannya Mang Ujang segera mencabut kontolnya dan segera menyuruh Mbak Mawar menungging dan segera memasukan kontolnya.Lalu Mang Ujang memompanya dengan gaya seperti Anjing.

Tampaknya Mang Ujang semangkin mempercepat pompaanya.Sedangkan Kelihatannya Mbak Mawar berteriak-teriak penuh nikmat.Aku yakin kalau sebentar lagi mereka berdua akan mencapai puncaknya.

Dan benar beberapa menit kemudian mereka tepar di lantai.Aku perhatikan memeknya Mbak Mawar,Tampak keluar peju dari belahan memeknya.Sedangkan Mang kontol Mang Ujang mulai mengecil.

Setelah Itu Aku langsung saja naik keatas kasur untuk istirahat.Aku merasa lega melihat adegan sek Mang Ujang dan Mbak Mawar.Aku Yakin kalau Mbak Mawar akan ketagihan dengan kontol mang Ujang.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part