web hit counter

Permainan Cinta Part 6

0
600

Permainan Cinta Part 6

Kembalinya Bidadari Yang Hilang

Aku segera membuka Facebook.Sudah berapa hari Aku tidak membukanya.Karana kesibukanku dengan Bu Gina.Kulihat Ada satu pesan yang masuk dalam Inboxku.Aku membuka Inboxnya dengan hati di selimuti rasa penasaran.Aku senang ketika tahu kalau Yang inbox adalah mbak Mawar.

“Hay Wan maafin Mbak ya?”
“Kok nggak di balas sih?”
“Kamu marah ya sama mbak”

Aku hanya tersenyum saja membaca inbox dari Mbak Mawar.Kulihat Ada sebuat tanda hijau di samping kiri, itu berati Mbak Mawar sedang Online.Lalu Aku mengetik tombol Hpku untuk membalas Inbox-nya

“Hay juga Mbak”Balasku.

Sesaat kemudian Aku melihat ada tulisan sedang mengetik,Itu Berati Mbak Mawar sedang proses menulis kata-kata untuk membalasnya.

“Kamu marah ya sama Mbak”Tanya Mbak Mawar

“Nggak tuh”Jawabku santai.

“Kok Inboxnya Mbak baru di balas”

“Maaf Mbak Aku lagi sibuk Mbak”Jawabku

“O..kira kamu marah sama Mbak.Maafin Mbaknya atas kejadian kemaren”

“Yang mana tuh mbak?” Jawabku pura-pura lupa.
“Itu pas kamu minta Foto Mbak.”

“Harusnya Aku yang minta Maaf,karana sudah lancang meminta foto telanjang Mbak”Balasku

“Nggak papa Kok.Bukanya Mbak kemaren nggak mau ngasih tapi waktu itu pas banget Hp mbak jatuh,pecah dan mati total nggak bisa di servic”

“Oh gitu.Tapi waktu itu Aku datang kerumah Mbak.Tapi Mbak nggak ada di rumah.”

“Iya Mbak pergi kejakarta”

“Lho ngapain pergi kejakarta?”

“Panjang ceritanya.Mbak nggak bisa ceritain disini”

“O..Gitu Mbak.Hem…Gimana kalau kita ketemu saja”

“Boleh tuh.Kapan?”

“Sekarang Mbak.”

“Oke Deh.Tapi kita ketemu dimana?”

“Dijalan cacing saja mbak,”

“Oke”

Aku langsung menuju jalan cacing dengan mengunakan sebuah mobil Avanza warna hitam.Dua puluh menit kemudian Aku sampai ke Jalan cacing.Kulihat sebelah kanan sosok Mbak Mawar sedang duduk di bawah pohon dekat Jalan.Lalu Aku turun dari mobil dan menghampirinya.Mbak Mawar tersenyum ketika melihatku turun dari mobilnya.Sungguh Aku terpesona dengan kecantikan Mbak Mawar yang memakai kaos oblong warna merah bergambar Hello Kitty,yang membuat kedua toketnya kelihatan menonjol dan Jaket Bahan Levis warna Biru.Serta Celna Levis warna hitam yang bongkahan pantatnya tercetak dengan jelas.

“Udah lama nunggu Mbak?”Tanyaku.

“Nggak Kok baru saja sampai”Jawab Mbak mawar.

“Duh lucu dan gemas Anak Mbak mawar”Ucapku sambil mencubit pipi Anak mbak Mawar yang tembem.

Anak Mbak Mawar cowok,Badannya Gemuk dan baru berusia 6 tahun.kulitnya sawo matang namun sangat manis seperti Mbak Mawar.

Lalu Aku membuka pintu mobilku dan persilahkan Mbak Mawar masuk dengan senyuman yang manis.Mbak Mawar pun masuk kedalam mobil sambil tersenyum padaku.Mbak Mawar duduk di depan bersamaku,sedangkan Anaknya duduk di belakang.Mobil pun beranjak meninggalkan jalan cacing.

“Kita mau kemana Mbak”Tanyaku.

“Ya terserah kamu saja mau kemana?”Jawab Mbak Mawar.

“Gimana kalau Mbak kerumahku aja”

“Boleh Deh.Sekalian Mbak Mau lihat rumahmu”

Aku pun segera menuju rumahku.Lima belas kemudian mobilku sampai di depan halam rumahku yang sangat mewah.Lalu Aku turun dan membukakan pintunya.”Silahkan Cantik “Ucapku sambil tangaku memegang pintu mobil.

Mbak Mawar tersenyum sambil turun dari mobil.Lalu Aku dan Mbak Mawar berserta anaknya masuk dalam rumah.Mbak Mawar langsung duduk di sofa.Lalu Aku langsung kedapur membuatkan Mbak Mawar minuman.Sesaat kemudian Aku kembali lagi ke ruang tamu sambil membawa Jus Jeruk dan buah Apel.

“Adik manis siapa namanya?”Tanyaku pada Anak Mbak Mawar

“Afdal Om”Jawab Anak Mbak mawar.

“Afdal mau main PS nggak?”

“Mau banget om”Jawab Afdal antusia.

Lalu Aku menyalahkan Tivi dan Games PS yang ada diruang Tamu.Anak Mbak Mawar pun Antusia main Gemesnya.Lalu Aku duduk kembali dan duduk di depan Mbak Mawar.

“Emang Mbak kejakarta ada urusan apa?”Tanyaku membuka pembicaraan.

“Itu Wan suami Mbak Ada masalah”

“Masalah Apa Mbak”

“Suami Mbak di tuduh mencuri Laptop di rumah orang.Dan orang tersebut melaporkan suami Mbak ke polisi”

“Berati suami Mbak ada di kontor polisi donk”
Mbak Mawar menganggukan kepala.Membenarkannya.

“Terus gimana Mbak.Apa nggak bisa di selesaikan dengan kekeluargaan”Tanyaku.

“Orangnya sih mau di selesaikan kekeluargaan saja.Cuman katanya minta ganti rugi,Baru dia akan mencabut laporanya”

“Emang minta Ganti rugi berapa Mbak?”

“Dua puluh lima Juta”Jawab Mbak Mawar dengan raut muka terenyuh

“Ya udah penuhi aja permintaanya biar urusannya cepat kelar”

“Maunya sih gitu.Tapikan Mbak nggak punya uang segitu.Jangankan Uang segitu buat makan besok saja Mbak Nggak ada.Kamu tahu sendiri kalau suami Mbak hanya pedagang kopi kaki lima di jakarta”

Aku paham apa yang sedang Mbak Mawar alami.Aku pun bertekad ingin membantunya.Dengan membatunya maka Aku bisa membuat Mbak Mawar kagum padaku,Dan kemudian Ia jatuh hati padaku.Disaat Itulah Aku meminta Mbak Mawar untuk melayani nafsuku.Aku yakin pasti dengan suka Rela Mbak Mawar akan memberihkan tubuhnya padaku.

“Yau udah Mbak yang sabar ya.Aku yaki pasti nanti ada jalan”Hiburku sambil tersenyum manis

“Makasih Wan.Mbak jadi merasa nggak Enak menceritakan masalah keluarga Mbak”

“Nggak papa kok mbak justru Aku senang”

Tak terasa sudah Tiga Jam lebih Aku ngobrol dengan Mbak mawar.Waktu menunjukan Jam Enam sore.kulihat Anak Mbak Mawar masih antusial memainkan PSnya.
“Mbak Mau mandi?”Tanyaku.

“Nggak Ah mbak Udah mandi Tadi”

“Kamu udah mandi belum?”

“Udah donk mbak”

“Pantesan kamu tadi baunya wangi banget”

“Iya.Dong masah mau menjeput bidadari cantik bau ikan asin sih”

“Ah kamu Wan bisa Aja”

Mbak Mawar tersipu malu.Itu tandanya Mbak Mawar suka dengan rayuanku.

“Mbak Gimana kalau kita Jalan”Tanyaku.

“Jalan Kemana?”

“Ke Rita Mall”

“Boleh “

Aku dan Mbak Mawar segera pergi menuju Rita Mall.Aku hanya pergi berdua saja.Sedangkan Anak Mbak mawar di rumahku.Bukanya Aku nggak mau mengajak Afdal,Akan tetapi Afdal menolak ketika Aku ajak.Alasanya sedang Asyik main Games.

Memang kata Mbak Mawar anaknya kalau lagi asyik main Games nggak mau di gangu.Jujur Aku ikut senang Anak Mbak Mawar nggak ikut ,Jadi Aku bisa berduan saja dengan Mbak Mawar.

Di dalam mall Aku pegang erat tangan Mbak Mawar.Mungkin orang lain yang melihat dikiranya pacaran.Tapi Aku tidak perduli dengan penilian orang.Terserah orang mau menilai apa.

Aku dan Mbak Mawar langsung kelantai tiga dimana lantai khusus Elektronik termasuk HP.Aku berhenti di sebuah konter Hp.

“Lho kok kita berhenti disini ngapain?”

“Ya mau beli HP lah!”

“Monggo mas silahkan dipilih?”Ucap sang pelayan.
Aku pun melihat-lihat Hp yang ada di dalam Estalase.Lalu Aku memilih HP J5.

“Harganya berapa mas”Tanyaku

“Dua juta tiga ratus.”

“Mbak Mau nggak HP yang Ini”

“Kok tanya Mbak kan kamu yang mau beli.Tapi menurut Mbak sih bagus banget”

“Iya.Aku yang beli.Tapi inikah buat Mbak”
“Buat Aku?”

Aku menganggukan kepala.

Lalu tangaku di tarik Mbak Mawar untuk sedikit menjauh dari konter.

“Wan Nggak usah.Mbak nggak mau ngerepotin kamu.”

“Nggak papa kok Mbak justru Aku seneng bisa ngasih hadiah sama Mbak.Mbak mau ya Aku beliin Hp”Pintaku memohon.

Mbak Mawar diam saja.Tampaknya Mbak Mawar sedang berpikir.Sesaat kemudian Mbak Mawar berkata“Ya udah deh kalau kamu maunya begitu.Tapi Jangan J5 mahal.Yang Advan aja murah”

“Masa Aku ngasih kado buat Mbak yang cantik barang murah sih.Bagiku uang segitu tidak ada artinya asal Mbak mau berteman denganku dan lagian ini juga buat komunikasi kita kok”Bujuku pada Mbak mawar lalu terseyum .

“Ya udah terserah kamu aja?”

“Gitu donk baru Mbaku yang cantik”

Mbak Mawar hanya tersenyum manis padaku.Aku pun kembali ke konter tersebut.

“Ya udah Mas Aku beli J5 satu”

“Paketnya nggak mas”Tanya sang pelayan.

“Paket internet adanya yang berapa?”

“2 gb.7 Gb.15 Gb.Sama 32 Gb”

“Beli yang 32 Gb saja mas.Jadi semua total berapa?”

“Total semua dua juta empat ratus”

Lalu Aku pun membayarnya dengan uang pas.Aku dan Mbak Mawar pun pergi meninggalkan konter.Mbak Mawar merangkul tanganku dengan mesra.

“Makasih Ya wan.Kamu sudah beliin Hp buat Mbak”

“Iya sama-sama Mbak.terus kita kemana lagi Mbak?”

“Gimana kalau kita pulang saja.Maaf nih wan bukanya Mbak nggak mau nemeni kamu jalan-jalan tapi kamu tahu sendiri kalau anak Mbak ada dirumahmu.Mbak takut kalau di tinggal sendiri lama-lama”

“Iya Mbak Aku ngerti kok”

Aku dan Mbak Mawar langsung pulang kerumah.Tak lupa juga Aku membeli makanan dan coklat serta berapa minuman susu.Sampai dirumah ternyata Anak Mbak Mawar sudah tidur.Sementara Games Psnya masih menyalah.

Melihat anaknya tidur pulas Mbak Mawar pun berpamitan pulang.Tentu Aku antar dengan mengunakan mobil.Aku pun membopong Anak Mbak mawar yang tertidur pulas.Wajahnya lucu dan sangat polos.Lalu Aku menaruh anak Mbak Mawar di belakang dan Mbak Mawar duduk di sampingku.

Kulirik pahanya,membuat nafsuku bangkit.Lalu Aku beranikan diri menaruh telapak tanganku di atas paha.Melihat Reaksi Mbak Mawar Diam saja,Aku mencoba mengelusnya dengan mesra.Mbak Mawar menoleh kearahku sambil tersenyum manis.Aku merasa lega ternyata Mbak Mawar nggak marah.

Aku sampai di depan rumah Mbak Mawar.Suasana rumahnya sangat sepi.Lalu Aku masuk sambil membopong anak Mbak mawar.Ku baringkan tubuh Anak Mbak Mawar dikamarnya.Lalu Aku pun lansung pamit pulang.

Tangan Mbak Mawar menariku ketika Aku mau melangkah keluar.Ia menatap tajam ke wajahku.Sementara di tatap seperti itu membuatku horni saja.

“Makasih ya wan atas semuanya”Ucap Mbak Mawar,lalu Mbak mawar segera menciumku, singkat. .Hatiku berdebar ketika Mbak Mawar mencium mulutku dengan mesra.Ingin rasanya Aku tarik tubuh Mbak Mawar dan Aku nikmati tubuhnya.Namun semua itu aku urungkan demi bisa menikmati memek Mbak Mawar dengan sukarela dari sang pemilik.

Lalu Aku segera pulang kerumah.Dalam kamar Aku segera menonton Film bokep sambil mengelus kontolku.Aku yakin sebentar lagi kontol ini akan menikmati dua lubang memek.Dan akan menjadi rebutan dua orang perempuan yang usianya diatasku dan sudah memiliki suami.

Usai nonton Film Bokep Aku langsung masuk kamar mandi untuk melakukan onani.Aku mengocok kontolku dengan mengunakan sabun sambil membayangkan bersetubuh dengan Bu Gina dan Mbak Mawar.dua puluh menit kemudian Aku mencapai puncaknya.Begitu banyak dan kental pejuku di tangan.Aku membayangakan bagaimana kalau peju ini masuk dalam Rahim Bu Gina dan Mbak Mawar pasti akan terasa nikmat dan Aku yakin bisa membuat mereka bunting.

Setelah selesai Aku langsung masuk kamar kembali dan kubaringkan tubuh ini diatas kasur.Lalu Aku pun terlelap tidur dengan pulasnya

Bersambung…

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part