web hit counter

Permainan Cinta Part 7

0
626

Permainan Cinta Part 7

Perjuangan Demi sebuah Memek Ustadzah Alim

Anton


Ustadzah Arum Hanya Mengenakan BH Dan CD

Pov Anton
Namaku Anton Wijaya Kusama Aku baru duduk di sma kelas dua rajawali.Aku dilahirkan dari keluarga yang miskin.Pekerjaan Ibuku sebagai buru cuci pakain di komplek perumas.Sedangkan Ayahku berjualan cilok yang penghasilannya tidak seberapa.Ibu pun tidak setiap hari menerima jasa cuci pakaian.Namun Aku bersyukur dengan semua itu.

Aku bersyukur memiliki sahabat baik seperti Irawan.Keluarga irawan adalah orang kaya,Akan tetapi mereka tidaklah sombong.Buktinya orang tua Irawan sering membatu warga yang sedang kesusahan di bidang ekonomi.Hingga keluarga Irawan sangat di segani,Sebab kebaikan hatinya yang membuat mereka di segani dan di hormati.keluarga Irawan sangat baik padaku,Hingga Aku disuruh kuliah untuk menemani Irawan.Semua biaya tentunya ditanggung mereka.Tentu kedua orang tuaku sangat berhutang Budi pada keluarga irawan.

Begitu juga dengan diriku merasa punya hutang budi pada Irawan.Setiap hari Irawan selalu menelaktirku makan dan kadang juga ia memberi uang padaku.

Aku memiliki pacar yang bernama Anita.Aku dan Anita baru jadian 6 bulan yang lalu.Selama pacaran Aku belum pernah mencium apalagi memegang kedua toketnya dan menikmati memeknya.Anita orangnya sangat agamis.Dia selalu menjaga sholat lima waktunya dan kadang juga Dia menasehatiku.

Sejujurnya Aku merasa bosan pacaran dengan Anita.Padahal dulu ketika Aku bertemu dengan Anita Aku berharap kalau menjadi pacarnya bisa pegang-pegang bagian tubuhnya dan berharap bisa ngentot denganya.Tapi kenyataannya sangat berbeda dari yang Aku bayangkan.

Awalnya Aku ingin putus dengan Anita tapi Aku urungkan setelah pertama kali melihat Ibunya Anita.Menurutku Ibunya Anita sangat cantik,kulitnya putih kedua toketnya lumayan besar pantatnya semok.Badannya sangat ideal.
Aku langsung terkesima ketika pertama kali melihatnya.Sejak saat itulah Aku putuskan untuk bertahan dengan Anita,Semata-mata Demi bisa mendekati Ibunya.

Jujur saja saat pertama kali bertemu denganya Aku sudah bertekad untuk bisa menikmati tubuhnya.Aku tidak perduli dia seorang ustadzah,Selama Dia manusia dan masih memilikk hawa nafsu Aku yakin bisa membawanya keranjang untuk Aku nikmati memeknya.

DiJalan Aku tanpa sengaja bertemu dengan Uastadzah Arum yang sedang berdiri di pinggir jalan.Lalu Aku pun menghentikan motorku tepat di depan Usatzah Arum,Kemudian Aku membuka helmnya dan mengucapkan salam.

“Assalamuailaikum ustadzah”Sapaku senyum.

“Waalaikumsalam”Jawab Ustadzah Arum senyum.

“ Ustadzah lagi ngapain?”Tanyaku.

“Nih ustadzah lagi nunggu angkot?”

“ Emang ustadzah mau kemana?”Tanyaku.

“Pulang”

Aku menganggukan kepala.Ini kesempatanku untuk mendekati ustadzah Arum.

“Kalau Gitu Aku anter pulang aja ya?”Tawarku.

“Nggak Ah.Ustadzah naik angkot aja”

“Hayolah ustadzah.Lagian angkot jam segini sudah nggak ada yang lewat.”Rayuku berharap ustadzah mau menerima tawaranku.

“Hemm…Gimana ya??..Apa Aku nggak repotin “Tanya ustadzah

“Ya nggaklah ustadzah”

Akhirnya ustadzah Arum pun naik diatas jok motorku.Lalu Aku pun mengendarai motornya sangat pelan.Biar agak lama bersama ustadzah.Dalam hatiku berdegup sangat kencang.Nafsuku mulai bangkit,Ingin rasanya Aku perkosa saja,Namun Akalku masih waras.

“Ustadzah darimana?”Tanyaku sambil mengendari motor.

“Habis ngisi pengajian ibu-ibu”

“Kok pulangnya malam amat?”Tanyaku.

“Iya soalnya habis pengajian Ustadzah biasa ngobrol sama jamaah”Jawab ustadzah.

“Emang ngisi pengajian seminggu berapa kali ustadzah Tanyaku.

“Tiga kali”

“Malam semua ustadzah”

“ Yang malam dua kali.yang sore sekali”

“Terus setiap hari pak Ustadzah sendirian”

“ Nggak sih biasanya diantar pak ustadz”

“Lho kok pak ustadznya nggak Jemput sih”

“Pak ustadz lagi pergi ke Lampung”

Tak terasa Aku sudah sampai di depan Rumah Ustadzah Arum.Kemudian Aku menghentikan motornya.ustadzah Arum pun turun dari motorku.Tak lupa Aku meminta Nomor Hp ustadzah Arum.

“Makasih Ton”Ucap Ustadzah Arum senyum.

“Sama-sama ustadzah.Aku pulang dulu Ya.Assalamualaikum”ucapku

“Walaikumsalam”Jawab Ustadzah Arum.

Aku mulai meninggalkan ustadzah Arum.Dalam hati Aku sangat bangga bisa ketemu dengan ustadzah Arum,Plus mengantarkan pulang dan dapat nomor Hpnya.Aku harap Ustadzah Arum pakai Wa.

Sampai Rumah Aku langsung masuk kamar.Tantu terlebih dahulu memasukan motor kesayanganku.Kulihat Ibu dan Ayahku tampak sudah tidur.Aku pun masuk kekamar dan berbaring diatas kasur.

Mataku melirik kearah jam.Tampaknya waktu sudah menunjukan sepuluh malam.”Pantas mataku sudah ngantuk”Kataku dalam hati.Lalu Aku memejamkan kedua mataku dan tertidur pulas.

Dua hari semenjak kejadian Aku mengantarkan pulang Ustadzah Arum.Dia selalu menyuruhku masuk kedalam rumah, ketika Aku datang mengantarkan Anita pulang.Tentu saja Aku pun menerimanya dengan senang hati.Aku ngobrol dengan Anita,Kadang Dia pun ikut nimbrung.

“Udah berapa lama kalian pacaran”Tanya Ustadzah.

“Hem sekitar empat bulan ustadzah”Jawabku.

“Intinya Sih ustadzah memperbolehkan kalian pacaran.Tapi inget kalian harus bisa jaga diri.”

“Benar Umi”Tanya Anita berkaca-kaca

Ustadzah hanya menganggukan kepala.

Sementar Aku tersenyum mendengarnya.Jujur Untuk saat ini perasaanku masih ragu,Apakah Aku benar mecintai Anita.Tapi yang pasti Aku harus pacaran dengan Anita demi bisa mendekati Ustadzah Arum dan Demi Kenimatan memeknya.

“Ya udah Anita dan ustadzah Aku pulang dulu udah sore”

“Ya hati-hati ya”Ucap Anita

Aku langsung keluar rumah dan meninggalkan rumah ustadzah Arum dengan mengunakan motorku.Sampai dirumah Aku segera mandi,Usai mandi Aku segera kerumah Irawan untuk belajar bersama, sebab besok ulangan matematika.

Usia belajar Aku langsung pulang kerumah.Ketika Aku mulai memejamkan matakum tiba-tiba suara HPku bunyi,tanda kalau ada Wa yang masuk.Lalu Aku melihat ke arah Hp.Aku bersemangat dan Rasa kantuk jadi hilang ketika mengetahui kalau yang kirim Wa adalah Ustadzah Arum.

“Assalamualaikum udah tidur ya?”sapa Ustadzah Arum Via Wa

“Walaikumsalam Blom kok”Balasku

“Boleh Nggak Ustadzah minta tolong”Balas Ustadzah kembali.

“Boleh ustadzah” Jawabku kembali.

Dalam hati Aku senang ustadzah Arum minta tolong denganku.Aku harap dengan ini hubunganku dengan ustadzah Arum semangkin dekat.Dengan Begitu peluangku untuk menikmati tubuhnya semangkin lebar.

“Besok sore jam Empat kamu ada waktu nggak?”

“Nggak Ada tuh.Emang napa?”

“Besok sore ustadzah ngisi pengajian cerama di rumah teman.Mau nggak kamu nganter ustadzah”

“Mua ustadzah.Apa sih yang nggak buat ustadzah”Jawabku sambil tersenyum bahagia membacanya

“Makasih banyak yah Ton.”

“Sama-sama ustadzah”

“Udah dulu ya ustadzah mau tidur dulu”

“Oke ustadzah mimpi yang indah ya”

Ustadzah tidak membalasnya,Namun Aku sangat senang bisa mengantarkan ustadzah besok.Aku yakin besok sore akan menjadi hari yang paling meyenangkan.

“”””

Seperti biasa Aku berangkat kesekolah dengan mengunakan sepeda motor Honda Verza warna merah.Motor ini adalah pemberian dari Irawan sahabat yang aku anggap seperti saudara sendiri.

Diruang kelas Aku melihat Irawan tampak melamun dan murung.Aku yakin Kalau sesuatu telah terjadi pada diri Irawan.Sebagai sahabat Aku ingin membantu dan menghiburnya.

Aku akhinya mengetahui kalau Irawan sedang Ada masalah dengan cewe.Irawan bercerita padaku kalau dirinya sedang pedekate dengan seorang wanita bersuami dan memiliki satu orang Anak.Lalu Irawan kehilangan kontak dengan wanita tersebut.Kemudian Aku sarankan untuk mencari wanita lain saja.Jangan karana satu wanita membuat hidupnya hancur.Toh juga wanita di dunia ini masih banyak.

Aku tahu dan mengerti apa tujuan Irawan medekati wanita yang bersuami,Irawan sama seperti diriku mendekati Usatdzah Arum hanya untuk menikmati tubuh dan memeknya semata.

Lalu Aku menerima tawarkan Irawan,untuk memainkan Sebuah Games.Dimana Games tersebut adalah siapa yang lebih dulu bisa menikmati tubuh gebetanya masing-masing akan menjadi pemenangnya.Aku harus bisa menaklukan ustadzah Arum dan Irawan harus menaklukan Bu Gina.Dan pemenang Games tersebut Akan menikmati tubuh gebetannya yang kalah selama seminggu.Jika Aku menang Aku akan menikmati memek Bu Gina,plus sepeda Motor Beat baru,tentu irawan harus lebih dulu menaklukan Bu Gina,begitu pula sebaliknya.

Tapi Aku yakin akan keluar sebagai pemenangnya,sebab Aku yakin selangkah lebih maju di banding Irawan.Aku merasa lebih dekat dengan Ustadzah Arum,Buktinya saja nanti sore Aku akan mengantarkan ustadzah Arum ke pengajian.

Sepulang dari Estrakulikuler Aku langsung kerumah ustadzah Arum.Tentunya Aku sudah lebih dulu ganti pakain.Suasana lingkungan sekitar rumah sangat sepi,ketika Aku baru sampai di halaman rumahanya.Lalu Aku segera menelponnya untuk memberi tahu ustadzah Arum kalau Aku sudah di depan rumah.

Ustadzah Arum menyuruhku masuk kerumah,Tentu Aku pun senang atas perintahnya.Aku pun mengetok pintu rumahnya,Tak berapa lama kemudian Ustadzah Arum membuka pintunya.

Aku terkesima ketika melihat Ustadzah Arum tidak memakai Jilbab.Dia hanya mengenakan Kaos oblong yang longar dan celana Legging yang mencetak bongkahan pantatnya.

“Kamu mau minum apa?”Tanya ustadzah.

“Apa aja boleh”Jawabku sambil duduk di sofa ruang tamu.

Tiga menit kemudian,Ustadzah Arum keluar dengan minuman Es jeruk.Ia berjalan kearahku dengan sebuah senyuman,Lalu Aku membalas pula dengan sebuah senyuman.Ustadzah menaruh Air jeruknya diatas meja,Lalu Ustadzah berkata “Ton Ustadzah mandi dan ganti baju dulu.Kamu tunggu aja disini.Anggap aja ini rumahmu sendiri”

“Siap Ustadzah”Jawabku senyum.

Ustadzah Arum pun meninggalkanku untuk mandi dan gati pakain.Dalam hatiku sangat bahagia bisa melihat pemandangan Ustadzah hanya mengenakan kaos Longgar dan legging saja.Aku pun tak mengerti kenapa ustadzah tidak menutup Aurat di depan lelaki yang bukan suaminya sepertiku.Aku pun heran kenapa Ustadzah mau menerima Tamu yang bukan mukrimnya sepertiku,Padahal dirumah ini hanya Aku dan ustadzah saja.Padahalkan Ustadzah paham Agama tapi kenapa Dia melakukan semua ini.Entalah.

Tiba-tiba pikiran jahat terbesit dalam benakku.Bagaimana kalau Aku memanfaatkan momen ini untuk memperkosa ustadzah Arum,Lalu merekamnya untuk jaga-jaga agar Ustadzah Arum tidak macam-macam.Toh disini juga hanya Aku dan ustadzah saja,sementara Anita anak ustadzah sedang pergi tour ke jogja selama lima hari.

Dengan langkah mengedap-ngendap Aku melangkah ke kamar mandi dan berhenti di depan pintu kamar mandi.Aku mendengar suara percikan Air di dalam kamar mandi.Aku yakin Ustadzah Arumlah yang sedang mandi.
Mataku terblalak ketika melihat Memek Ustadzah Arum.Memeknya di tubuh rambut rapih dan tipis,menambah keindahan memeknya .Sialnya Aku tidak bisa melihat keindahan tubuhnya,Sebab Aku melihatnya dari sebuan lobang pintu yang sebesar jari klingking.Nafsuku semangkin mengebu ketika melihat tangan indah Ustadzah Arum sedang membersihkan memeknya dengan sabun.Tanpa Sengaja Aku membuka Restingku dan mengelus batang kontolku,sambil membayangkan kontolku masuk kedalam memeknya.
Lalu terdengarlah suara “Byur…byur…byur…” Aku rasa Ustadzah Arum sedang menyirami tubuhnya.Setalah Itu Ustadzah Arum mengelap Memeknya dengan sebuah Handuk.

Melihat Usatdzah Arum sebentar lagi selesai mandi,Aku segera masukan kembali batang kontolku yang masih tegang,Lalu menutup Restingnya kembali.dan segera Aku kembali keruang tamu.

Setelah melihat kejadian tadi Aku jadi berubah pikiran.Aku merasa jika memperkosa Ustadzah Arum resikonya sangat besar,dan juga kurang nikmat saat menyetubuhinya.Aku yakin rasa nikmat yang akan Aku dapatkan jauh lebih nikmat,ketika Aku menikmati Tubuh Ustadzah dengan sukarela dari sang pemiliknya.Aku pun yakin kalau Ustadzah Akan memberikan servic layanan yang terbaik untukku.Akhirnya Aku memutuskan untuk mengurungkan niatku dan menahan nafsuku.

Lima belas menit kemudian ustadzah Arum keluar,dengan pakain yang yang syarii.Serta bau badanya sangat wangi,Hingga membuat nafsku semangkin mengebu,Namun bagaima pun Aku harus menahan gelora birahiku.

“Ayo ton kita berangkat”Pinta Ustadzah.

“Hayo Jawabku”

Aku dan ustadzah keluar dari rumah,tampak suasana lingkungan masih sangat sepi.Aku segera menyalahkan motorku dan Ustadzah Arum segera Naik diatas jok motorku.Lalu segera mungkin motorku meluncur meninggalkan rumah Ustadzah Arum.

Dijalan Aku menikmati sensai gesekan antara kedua toket Ustadzah Arum dan pungguku.Aku jadi nggak sabar ingin merasakan yang lebih daripada ini

Sampai juga dirumah teman ustadzah Arum.Tampaknya ruamahnya sangat mewah.Tapi lebih mewah punya Irawan.Lalu Ustadzah turun dari motorku dan segera masuk kedalam rumahnya.Ustadzah menyuruhku menjemputnya Jam sepuluh malam.

Aku segera pergi meninggalkan rumah mewah itu dan pulang menuju kerumah.Sampai dirumah Aku segera mandi agar badanku Fit kembali.Selesai mandi Aku melihat Ibu dan ayah sedang nontom TV.Memang kalau jam Lima sore Ayah dan Ibu sudah berada dirumah.

“Mau kemana ton”Tanya Ibuku.

“Mau kerumah Irawan.O,ya Bu Nanti Aku nginep dirumah Irawan”

Ibu dan ayahku diam saja,Mereka sudah tahu kalau Aku sering menginap dirumah irawan.Aku segera pergi meninggalkan Ayah dan Ibu

Karana terlalu Asyik main Games,Tak terasa waktu sudah menunjukan 22 : 00 WIB.

“Waduh mampus Gw”Ucapku sambil menepuk jidad.

“Kenapa loe Bro”Tanya Irawan.

“Aku lupa kalau hari ini ada janji”Jawabku sambil memgambil Helm dan konci motor.

“Sama Ibunya Anita ya”Tabak Irawan.

“Yoi bro”

“Selamat berjuang Bro,Semoga Kau berhasil”

“Makasih Bro”

Lalu Aku segera pergi menuju ke tempat Ustadzah Arum.Setelah sampai Aku segera membuka Hp untuk menghubungi Ustadzan Arum dan memberi tahu kalau Aku sudah sampai.Sesaat kemudian Ustadzah Arum keluar dari gerbang rumah mewah itu.Dan berjalan menuju Arahku dengan senyum.

Aku segera memberikan Helm pada Usatdzah Arum.Kemudian Ustadzah Arum memakainya dan segera naik di atas jok motorku.Lalu Motorku melaju meninggalkan rumah mewah itu.

Udara malam sangat dingin ,Hingga menembus ke dalam tulangku.Aku dan Ustadzah Arum hanya Diam saja sepanjang perjalanan yang sudah kami lewati.
Tiba-tiba saja di jalan tengah sawah,Aku di dihentikan oleh Dua orang yang memegang senjata tajam.Aku yakin mereka semua adalah Begal.

“Ada apa Bang?”Tanyaku.

“Kalau kalian mau selamat tinggalkan motor dan barang-barang kalian”

Aku melihat wajah Ustadzah Arum ketakutan.Lalu Aku berkata padanya “Tenang Ustadzah tidak akan terjadi apa-apa pada kita”

“Kamu Mau ngapain?”Tanya Ustadzah.

“Aku mau melawannya”Jawabku.

“Nggak Usah ton.Ustadzah Nggak mau terjadi sesuatu padamu.Kita serahkan aja barang-barang kita.Daripada kita di aniayah bahkan dibunuhnya”

“Tapi Usatdzah?”Ucapku yang langsung di potong Ustadzah.”Sudah kamu nurut saja”Bentak Ustadzah.
Aku memberikan Hp dan konci motornya,Sementara Ustadzah Memberikan Tas dan Hpnya.

“Bos wanita ini cantik juga”Kata Anak buah begal itu
Lalu ketua Begal Itu menghampiri Ustadz dan memperhatikannya dari ujung kepala hingga ujung kaki.

“Bener juga loe” Jawab Bos begal itu.

“Gimana kalau kita nikmati tubuhnya aja di gubuk sana?”Kata Anak buah Begal Itu.

“Bagus juga usul loe”Jawab Bos begal itu.

“Kalian jangan macem-macem.Aku sudah memberi apa yang kau mau”Kata Ustadzah Arum yang wajahnya ketakutan.

“Woy bajingan lepaskan Dia” Kataku membentak.

Sang ketua begal itu mendekat padaku,Lalu Aku segera melayangkan pukulan.Sang Bos Begal Tersebut dapat menghindarinya.Hingga Terjadilah pertarungan sengit yang di menangkan olehku.

“Hentikan”Teriak Anak Buah Begal yang melihat sang bos Bonyok di pukul olehku.

Lalu Aku berhenti memukuli Sang bos Begal Itu.Dan melihat kearah Ustadzah Arum yang sedang di Ancam Oleh Anak Buah begal itu,Dengan megunakan clurit yang di kalungkan di leher Ustadzah.

“Tolong jangan kau sakit Dia.Aku Rela melakukan apapun asal kau jangan sakiti Dia.”

Bos Begal itu sudah bisa berdiri lagi,dengan wajah yang penuh lebam.Lalu Bos Begal itu segera mengikat tanganku.Dan memukulihku dengan membabi buta.Ustadzah Arum menangis Hiteris melihatku di pukuli demi dirinya.

Aku melihat Mereka berdua membawa paksa Ustadzah ke gubuk yang ada di tengah sawah.Sungguh Aku tidak tega melihat Ustadzah menagis dan ketakutan.Aku yakin para begal itu Akan memperkosa Ustadzah Arum.Aku ingin menolongnya tapi Aku tak berdaya.

Didalam Gubuk kedua begal itu segera melucuti Baju Ustadzah Arum.Hingga menyisahkan Calana dalam saja.Ustadzah Arum hanya bisa menangis,Meratapi nasibnya yang sebentar lagi tubuhnya akan di nikmati oleh para begal.Percuma saja berteriak minta tolong.toh tidak akan ada yang menolong.Ustadzah Arum hanya bisa pasrah dan berharap ada seorang pahlawan yang akan menolongnya.Bila itu terjadi apapun yang di minta pahlawan tersebut akan di turuti.

Bos begal tersebut segera melumat mulut Ustadzah Arum.Ciuman itu turun jenjang lehernya,Lalu turun lagi ke kedua toketnya,Bos Begal tersebut menjilati kedua toketnya dengan penuh nafsu,Dan sesekali menggigitnya.
Sementara sang anak buah tersenyum melihatnya.

“Bagsat..lo..Anjing..!!! “Ucapku sambil berjalan kearah para Begal dan langsung menghajar pundak anak Buah sang Begal dengan mengunakan sebatang kayu.Dan Aku pun menendang sang Bos begal itu hingga tersungkur.Lalu kami Bertiga terjadi pertarungan dan kedua Begal itu pun dapat Aku kalahkan. mereka pun lari terbirit-birit.

Sementara Ustadzah Arum segera memeluku dan menangis.Aku pun ikut terenyuh melihat kondisi Ustadzah Arum yang hanya mengenakan Celana dalam saja.Lalu Aku menyuruhnya Memakai pakainya kembali.Setelah Itu Aku mengantarkannya pulang.

Aku sampai di rumahnya.Dan ustadzah Arum pun menyuruhku masuk kedalam.Tentu dengan senang hati Aku menerimanya.Aku Di suruh duduk di Sofa ruang tamu,Sedangkan Ustadzah Arum masuk ke dapur untuk mengambil alat P3K.

Sesaat kemudian Ustadzah Arum muncul dari dapur dan segera duduk disampingku dan mengobati lukaku.

“Au..!!” Teriaku

“Maaf.Sakit Ya!” Tanya Ustadzah

Aku pun membalasnya dengan anggukan kepala dan langsung tersenyum sambil menahan sakit.Aku melirik kearah jam waktu sudah menunjukan 24 : 00 WIB .Setelah selesai Ustadzah mengobatiku.Lalu Aku pun pamit pulang padanya.Namun Ustadzah melarangku untuk pulang dan memintaku tidur di rumahnya saja.Tentu Aku pun menerima dengan senang hati.

“Kamu mau minum apa?”Tanya Ustadzah.

“Es sirup rasa jeruk ada?”

“Ada.Ustadzah bikin dulu ya”

Aku hanya menganggukan kepala.

Sambil menunggu ustadzah buat minuman Aku masukin motor lebih dulu.Utung saja situasi lingkungan sangat sepi.Jadi tidak ada warga yang tahu kalau Aku sedang menginap di rumah seorang Ustadzah.Yang mereka hormarti akan kesholehanya.

Aku duduk kembali di sofa.10 menit kemudian Ustadzah keluar membawa Es Sirup.Aku tersenyum melihat kedatang Ustadzah hanya mengenakan baju tidur.

Ustadzah duduk di sampingku.Dan meletakan minumannya di depanku.Aku pun langsung meminumnya setengah.
Ustadzah menyenderkan kepalanya di atas pundak sebelah kananku.Lalu Ustadzah berkata “Andai saja tidak ada kamu pasti tubuhku ini sudah di nikmati oleh para bajingan itu”
Lalu salah satu tanganku memeluk pundak Ustadzah.Aku melihat Ustadzah menguap,Tampaknya Ustadzah sudah di serang rasa kantuk.

“Ustadzah Ngantuk ya?”Tanyaku

“Ya nih Ton”

“ Kalau begitu ustadzah tidur aja di kamar.Biar Aku tidur di sini”

“Tapi temenin sama kamu”

“Maksud Ustadzah?”

“Kita tidur bareng di kamar.Aku masih takut dan trauma kejadian tadi”

Hatiku berbunga-bunga mendengarnya.Aku menerima permintaan Ustadzah dengan senang hati.Aku dan Ustadzah masuk dalam kamar dan kemudian Ustadzah mengoncinya.Aku segera membuka kaosku Lalu segara naik diatas kasur,Kemudian Ustadzah pun ikutan juga.Kepala Ustadzah berada di atas dadaku sebelah kanan dan tangan kananku melingkari kepalanya dan mengelus mesra rambutnya yang indah dan berbau wangi.

Aku bahagia bisa tidur bareng dengan Ustadzah seranjang.Baru berapa menit Ustadzah sudah tertidur pulas.Aku pun memandangi wajahnya sedang tidur,Terlihat betapa cantiknya Ustadzah dan polosnya ketika sedang tertidur.

Setelah sholat adzan subuh berkumandang Aku pun pulang kerumah.Sengaja Aku pulang pagi-pagi buta agar warga sekitar tidak tahu kalau Aku telah menginap dirumah ustadzah.Kalau sampai tahu bisa berabe.

BERSAMBUNG…..

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part