web hit counter

Sinar Rembulan Part 10

0
335

Sinar Rembulan Part 10

Hari ke Satu_Tiara

Tiara dan para gadisku memutuskan untuk tidak membawa mobil masing2 ke rumah ku. Sebab bukan apa, mana cukup tempatku menyimpan 4 mobil ?
Ditaruh di pinggir jalan, beuh kaya ga kenal Bandung masa kini saja.

Di rumahku hanya ada satu mobil, milik Ibu. Hari ini aku mengantar Tiara ke kantor pakai mobil ibu, lha bagaimana tidak, penampilannya model begini, kalau naik motor yang kenyang adalah yang dibelakang motorku…

Bisa2 matanya juling nanti, daripada ada kecelakaan gara2 ini ya, ada rasa sedikit tak rela lah pemandangan ini dibagi 2

Ntah mikir apa sih si Tiara pakai pakaian model begini di kantor ?
Luar biasa godaan bermobil bareng Tiara, konsentrasi harus ganda.

Bayangan paha mulus dan celana dalam transparan yang mengintip malu2 membuat adek kecil mulai memberontak. Hadeww

“Kanapa sih pagi2 sayangku sudah manyun2 kaya begitu ?” Sambil bilang begitu seolah tanpa sadar Tiara menggeser tempat duduknya sehingga rok tipis super mini berumbai yang tidak terjahit rapih tersingkap habis…

Alamak….
Ini godaan apa hidangan ya….
Duh….
Jagad maling bejad bin rampok korak hancur lebur kalau melihat nya.
Ga kuat ga berkomentar, aku membuka mulut

“Nanti kalau dilihat teman kantor bagaimana ? Masa kamu kayak begitu, terlalu terbuka sayang…hadeww”

“Hi hi hi ada yang ga rela nih bagi2 rejeki”

“Yo wes lah terserah kamu saja lah”

“Hi hi hi bilang dong ga boleh, aku khan calon istrimu, pasti nurut deh mas Gara… Dijamin nurut deh ma suami”

“Bener nih mau nurut, kalau nurut ya jangan pakai pakaian terbuka atuh di kantor, aku ga rela bagi2 jelas ”

“Hi hi hi, siap komandan, ini lho mas Gara ada kancingnya 4 buah…
Cuma sementara di mobil ya ga tak pasang semuanya, biar kalau mas Gara mau obok2 yang didalam ini ga susah2”

Aseeeemmmm
Coba tho…
Punya pasangan satu saja kayak gini mumet, kalau 5 ? Edan lah ….

Lagi2 konsentrasiku susah diatur antara melihat paha dan jalanan, akhirnya daripada mumet2 ya aku taruh tanganku di pahanya yang muluuuuussss itu…

Maksud ku sih awalnya biar ga penasaran saja, mata menikmati jalan, paha dinikmati pake tangan yang elus2…..

Eh ternyata, tangan ini memang nakal, perintahnya cuma paha saja, kok tanpa otoritas yg jelas elus2nya malah terus naik naik naik ……
Sampai pada pusat kelembaban aku berhenti disana menstimulan agak intens mengelus, menggosok menekan dan sebagainya…
Semua gerakan untuk menstimulan kelakukan sambil mengemudi, namanya pengalaman pertama jadi yaa berjuta rasanya lah….
Adek kecil dibawah benar2 pada ketegangan maksimal

Beuh…..
Sejuta rasanya….
Tapi kala melihat wajah Tiara yang memejamkan matanya, mungkin karena menahan nikmatnya dielus2 mekinya sekalipun dari luar…
Wajahnya memerah tampak lebih ayu, jauh lebih ayu dari biasanya
Nafasnya memberat…
Mulutmya setengah ternganga…membuka mendesah-desah, namun….
Kulihat ada airmata setitik disudut matanya….

Duh gusti….
Aku kok jadi mesum begini ya…
Aku jadi teringat kata2 ibu…

Wanita itu, sekalipun secara fisik bisa menikmati semua rangsangan apalagi dengan kelembutan, contohnya saat diperkosa dan dipaksa, namun secara batin mungkin dia tak rela….
Ambillah wanitamu dengan segala kerelaan bathin dan fisiknya, kau akan temukan surga dunia disana….

Sekaligus adek kecil menciut, dan aku menarik tanganku….
Berhenti dengan segala kegiatanku…
Aku jelas lebih suka dengan kerelaan dan ketulusan dibanding dengan segala nafsu yang menggelegak….

***

Tiara nampak tersengal-sengal sebentar, kemudian reda dan membuka matanya….

Tersenyum kepadaku…
“Kenapa tidak dilanjutkan mas Gara sayang ?”

***

Kata sayangnya benar2 penuh perasaan kali ini….
Aku cuma tersenyum
“Sayang, bisa kamu benerkan rokmu ? Kita sdh mau sampai soalnya, aku bener2 ga rela orang lain melihat mu seperti ini”

“Baik sayang, aku bener2 bangga kamu bisa menahan diri utk tak meneruskan aksimu tadi”

“Aslinya aku benar2 menikmati tadi rabaanmu dan segala stimulasi yang kamu lakukan pada meki ku, cuma kok ya dilakukan di tengah jalan ya, kok asal ya, ga ada romantisnya, aku juga salah sayang menggodamu secara keterlaluan, tapi aku bangga kamu bisa menahan diri”

***

Di kantor, Tiara menjelma menjadi seorang manajer yang handal, segala kelembutan, kemanjaan yang dipertunjukkan padaku benar2 pupus tak bersisa…

Tiara adalah mutiara yang luar biasa, bisa menjelma menjadi dewi impian dan pujaan, bisa menempatkan diri dengan segala kekuatan dan kecerdasannya dalam bekerja secara luar biasa.

Dialah wanita yang benar2 layak jadi ibu anak2ku dan istri yang hangat bagiku….

Lainnya bagaimana ?
Entahlah, aku memang jauh lebih mengenal Tiara, setidaknya sebelum minggu ini aku sudah mengenal wataknya di kantor…
Aku sudah terpesona olehnya sejak sebelum kekacauan ini berlangsung…

Memang sih rasanya tak adil kalau membandingkan mereka sekarang, sementara pengetahuan pengenalan ku tentang mereka belum sebanding.

Ibu memang hebat memberikan ruang untukku memilih dan memilah mana yang pantas jadi istriku…
Atau…
Mmm… Rasanya ga sesederhana itu deh…
Ada yang lain yang ingin aku capai dilevel ini dan aku tak tahu maksud ibu dan para tetua (orang tua para gadis/ baca calon mertua)

Mustinya ada yang mereka inginkan dari ku dan itu tidak sekedar hanya soal pelampiasan nafsu belaka.
Masalahnya aku masih gelap dengan semua nya…

So…
Let it be…

***

Setiba di rumah, bener2 suasana menjadi berbeda dibanding kemaren. Hampir bersamaan kami datang, tepatnya berdatangan dari arah dan asal yang berbeda2..

Para gadis ku (mmm susah menyebut satu2 toh ?) Hanya mengucap salam dan cipika cipiki dengan Tiara, kepadaku mereka hanya mencium tangan. Terus langsung masuk kedalam kamarnya masing2 untuk mempersiapkan diri, setidaknya berganti pakaian terus berbanah bareng2 ibu di dapur mempersiapkan makan malam.

Posisi duduk berubah sedikit, tiara sekarang berada di tengah memimpin acara makan, mempersilahkan ibu dan aku memulai acara makan malam ini, memimpin para gadis lainnya meladeni aku dan ibu…

Luar biasa, benar2 mirip lenong ini mah…
Sandiwara yang ga asyik punya….
Ibu juga kelihatan sangat berbeda, lebih tegas, lebih berwibawa dan lebih sulit dijangkau…

Entah kenapa aku tak merasakan kehangatan disini, ini seolah medan rapat yang berdarah darah…
Semuanya dingin dan seperti tak ada rasa….

Tiba2 ibu bertanya…

“Bagaimana hari mu Budi ?”
“Awalnya sih asyik bu, pas dirumah kayaknya suasananya sangat berbeda, rasanya ga ada kehangatan, keceriaan seperti kemaren ”
“Mmmm kamu lebih suka kemaren ataukah hari ini…?”
“Tak tahulah ibu, rasanya aku lebih suka sebelum ketemu dengan mereka semua, aku lebuh suka sendiri”

Ntah bagaimana aku bisa menjawab seperti itu, jelas jawabanku membuat para gadisku terperangah semua…
Merasa dilecehkan mungkin, tapi biarlah itu yang aku rasakan itu yang saya sampaikan.
Tidak lebih dan tidak kurang.

“Mmmm jadi kamu memilih untuk meninggalkan apa yang ibu atur untuk kamu ?”
“Maksud ibu ?”
“Semua yang kamu alami, bukan begitu saja terjadi nak…
Ada tanggung jawab yang besar dipundakmu saat ini dan ibu sudah mempersiapkan kamu lama sekali, jauh sebelum kamu bisa membaca dan menulis….
Ini soal ayahmu dan sebulan kedepan ibu akan bercerita secara lengkap siapa sebenarnya jati dirimu…
Saat ini, kamu ikuti saja apa perintah ibu, kamu mau Budi ?”

“Baik bu”

***

“So… Sembari makan, ibu pengen tahu perkembangan apa yang terjadi dengan rencanamu ”

“Baik bu, soal perijinan mengalami kemajuan yang berarti, namun sepertinya aku hendak menyampaikan perubahan pembagian saham, boleh bu”

“Lanjut..”

“Sepertinya kemaren aku salah menghitung para gadis yang akan membantuku, dalam hitunganku awalnya cuma 3, sekarang 5, sehingga perlu diatur lagi.

Aku dan Ibu masing2 tetap 20%, para gadis ku masing2 menjadi dapat 12% bagaimana bu?”

“Tanyalah mereka Budi, ibu tak kamu kurangi, yang berkurang punya mereka”

“Bagaimana Tiara sayang ?”
“Ok ga masalah”
“Wanda sayang?”
“Mmmm deal”
“Renata ?”
“……”
“Renata ?…. Ups sorry… Sayangku Renata bagaimana ?”
“Mmmm. Ok deal, satunlagi jangan menyebutku tanpa kata sayang ya sayang..”
“Baik sayang, maaf ya..”

“Sayangku santi dan sinta ?”
“Hi hi hi mas Ibud kaya lenong beneran… Tapi Santi suka disebut pake sayang sih… Santi dan Sinta mah nurut mas Ibud apapun”

“Baik, deal, besok sabtu kita menandatangani akta pendirian perusahaan keluarga ya..
Disini, bisa diatur begitu Wanda sayang”

“Bisa, kamis besok aku akan kirimkan ke masing2 alamat email di perusahaan kita.

Aku sudah mengurus soal nama dan alamat email berbayar atas nama perusahaan.

Kop surat, stempel dan lain2 nanti akan diterangkan oleh Renata”

“Thanks Wanda, pekerjaanmu sungguh bagus
Renata sayang silahkan”

“Ok, aku sudah mengirim ke masing2 pemilik saham, ke alamat email yang sudah dibuat dan diurus oleh Wanda, sementara , maksudku semua nama dan lain2 yang dibuat oleh Wanda adalah nama dan logo sementara, kita akan putuskan nanti setelah mendapatkan komentar2 dan persetujuan semua pemilik saham”

“Ok, so Santi dan Sinta ?”

“Ok mas Ibud, Santi sudah membuat kerangka sistem IT perusahaan rancangannya nanti kami emailkan ke Mas Ibud, sementara sistem hardwarenya sedang disusun dan dibuat boleh Sinta”

“Mas Ibud, Sinta sudah membeli dan mengatur sistem relay dr sini ke kantor kita sesungguhnya nanti. UPS dan Server masih sementara sih, namun sudah diset mampu bekerja 24 jam dan sanggup utk setidaknya 5 tahun ke depan tanpa upgrade lagi”

“Mantap, terima kasih Santi dan Sinta sayang”

“Bisa jelaskan apa yang sudah kamu buat Tiara Sayang?”

“Semua sistem tatalaksana, SOP dan diagram kerja masing2 divisi sedang aku matangkan, kamis besok sudah bisa aku kirim ke alamat email masing2 untuk didiskusikan”

“Terima kasih Tiaraku sayang,
Nah ibu itulah perkembangan yang ada hingga saat ini
Ada komentar ibu?”

“Soal pemasaran?”

“Pemasaran ? Mmmm nanti senin depan saja ibu, aku masih ingin semuanya tak tahu apa yang ada dikepalaku sampai perusahaan ini benar2 terbentuk baik perijinannya maupun sistem kerjanya ibu, maaf”

“Ha ha ha….
Kamu mengingatkanku pada ayahmu Budi, ya sudah atur2 sajalah, ibu cuma tak ingin perusahaanmu jatuh di usianya yang dini”

“Siap ibu, semua masih belum apa2 nantilah kita bicarakan soal kerjanya”

***

Obrolan demi obrolan akhirnya membuat masing2 pihak membuka diri atas kemampuan masing2 dan sungguh aku tercengang melihat ternyata para gadisku ternyata luar biasa kemampuannya…

Aku benar2 beruntung memiliki mereka nanti diperusahaanku, modal paling utama adalah kemampuan sumber daya manusia sudah aku, tepatnya kami miliki…

Aku tak.habis pikir soal bagaimana mereka bisa memiliki kemampuan yang mumpuni dan masing2 bisa saling melengkapi….

Kalaulah ini juga merupakan rencana besar ibu…
Sungguh bemar2 luar biasa ibu menjalankan rencananya satu demi satu sedemikian detail…

Tiba2 aku merasa bahwa tak mungkin ibu sendirian….
Ada tangan lain yang ikut bergerak…
Entah siapa dan bagaimana caranya…

Semuanya masih gelap, so biarlah waktu nanti yang akan membuka tabirnya sendiri….

Wait n see…
Aku seorang yang dididik dengan kesabaran dalam ketertekanan hidup selama ini sudah terbiasa…
Aku akan bersabar dan pelan2 akan membuka seluruh tabir…

***

Saatnya istirahat….
Aku hampir lupa…
Ini saatnya Tiara menjalankan tugasnya melayaniku…

Melayani

Itu entah maknanya apa dan bagaimana, tak tahulah aku, yang jelas, Tiara ikut bersamaku masuk kamar…

Begitu masuk, Tiara membuka semua bajunya dan berganti pakaian dengan pakaian tidur…

Semua dilakukan didepan ku…
Telanjang bulat…
Kemudian berganti baju tidur yang luar biasa membangkitkan kelakilakianku

“Kamu khan sudah lihat semuanya toh mas, kok masih saja bengong2 kaya gitu sih, jadi malu akunya”

“Wwwooooowww…
Kalau begini bisa2 aku ga tidur sayang, duh ibu nih aneh2 saja ya…
Gimana kalau aku ga kuat nahan nih sayang…?”

“Hi hi hi ya diterkam saja lah mas, Tiara siap kok diambil kapan saja, semuanya untuk mas, cuma….”

“Cuma apa sayangku…mmmm”

Kami ngobrol dengan santainya, sambil tiara melepaskan semua pakaianku dan menggantikannya dengan baju tidur…

“Cuma, melihat ibu, Tiara jadi malu kalau sampai gagal membawa mas menjadi lelaki yang bisa menahan diri menghadapi segala cobaan, termasuk wanita cantik….”

“Lho gimana sih ini?”

“Tiara akan melayani mas, sampai bagaimanapun, dari lubuk hati yang terdalam, Tiara sudah merasa jadi Istri mas dan akan melayani mas, tapi kalau mas bisa Tiara puaskan dengan tidak mengambil yang seharusnya nanti Tiara persembahkan pada mas kala menikah Tiara akan sangat bangga sama Mas, sekalipun kalau mas mengambilnya sekarang Tiara juga rela kok mas….”

Mengucapkan semuanya, sambil memelukku itu sesuatu sekali…

Tiba2 rasa sayangku meningkat drastis…
Cintaku tak tertahankan melonjak tinggi
Di mataku Tiara benar2 luar biasa, idaman….

Kucium dahinya dengan lembut untuk menumpahkan semua rasa sayangku dan cintaku kepadanya….

Sambil menangis haru, kala merasakan luapan perasaanku lewat ciuman di dahinya…

“Tiara juga sayang mas….
Tiara cinta sama mas…”

Perlahan kuangkat dagunya…
Kucium mesra bibirnya lembut….
Tak ada nafsu bermain disana awalnya, kemudian entah bagaimana….
Ciuman kami meningkat menjadi panas dan semakin panas….
Lidah kami saling membelit satu sama lainnya…
Bertukar air liur…

“Mmmmassss ……”

Tiara melenguh menyebut namaku kala tanganku perlahan membelai pantat sekalnya…
Meremasnya…

“Oouuuhhhhhh maasssss”

Tiara mendongakkan kepalanya merasakan arus birahi yang melandanya…

Aku melihat leher jenjangnya terbuka secara perlahan menjilatnya…
Mengecupnya perlahan hingga beberapa tempat basah dengan air liurku….
Tanganku mulai meremas lebih keras…
Lebih kencang…
Sambil perlahan membelai pangkal pahanya….

Perlahan aku rebahkan Tiara ke tempat tidur, yang entah kapan menjadi sangat nyaman dan harum…
Harumnya bungan mawar….
Segar dan menggoda…

Benar2 calon istri yang handal…
Yang mempersiapkan segala sesuatunya secara detail untuk sang suami bahkan sampaipun urusan pengharum ruangan dan ranjang kami…

Baju tiara entah bagaiman bentuknya sekarang morat marit ga jelas….
BH nya sudah melorot sebelah menampakkan susunya yang mengkel sekel siga dodol yang nyamleng…

Putingnya akhirnya menjadi sasaranku berikutnya…

“Oooohhh maasssss eenaaakkk”
Segala rintihan Tiara bergema di seluruh ruangan…
Segala peluh menetes, menyatu membuat ranjang basah…

Mulutku mulai menggigit, menyedot putingnya…
Tanganku satu semakin beringas memeras susunya…
Satu lagi kebawah mengusap mekinya dari balik celana dalam transparannya…
Basah disana…

Semakin ditekan semakin menggerinjal gerakan Tiara…
Pantatnya naik seolah melakukan perlawanan atas gerakan tanganku…
Susunya semakin diangkat keatas melawan sedotan dan remasan tanganku…

Tiba2 gerakan Tiara menjadi jadi…

“Oouaacccchhh maasssss aaakkku keleuuaaarrr aargaahhhhc”

Berkelojotan badannya, mulutnya ternganga dan matanya membeliak…
Orgasmenya sungguh luar biasa….
Aku tersenyum mesra kepadanya….
Kudekap erat dengan mesra
Kucium pipinya…..
Sampai semuanya reda….

Entah bagaimana, aku rasanya cukup dengan melihatnya terpuaskan…
Adek kecil ku masih tegang, sangat tegang malah, tapi sudahlah cukup sudah…

Aku memeluknya mengatur selimut untuk kami berdua…

Lalu terlelap tidur….
Aku merasa cukup puas dengan melihat pasanganku puas….

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part