web hit counter

Sinar Rembulan Part 2

0
467

Sinar Rembulan Part 2

Bagaimana Caranya

Budi Garam Asem
Coba tho dipikir, ini nama aneh sekali, duh….

Alhasil dari SD sampai kuliah urusan nama ini menjadi urusan paling memusingkan kepala. Bullyan dan cemooh sering dialamatkan kepada namaku. Tapi aku ga akan marah kepada bapak ibuku, cuma merasa aneh saja.

Dulu aku sempet minder punya nama begitu, namun lambat laun sudah menjadi biasa dengan segala cemooh dan bully an kawan2. Alhasil aku jadi pribadi yg sangat takut menonjol dan tampil ke depan.

Tampil dan berkarya seperti kawan2 yg juara kelas menjadikan nama sering disebut-sebut. Inilah masalah besarnya. Aku takmau namaku disebut-sebut di depan umum, karena kapanpun dimanapun dalam acara apapun selalu bully an yg ku terima….

Sedih bukan ?

Ha ha ha….

Hanya sekali aku juara kelas, itupun saat masih SD, betapa nama yang ndeso ini menjadi bahan gunjingan riuh rendah saat raport ku diterima ibu….

Sejak saat itu, aku selalu membatasi diri utk tidak ngoyo jadi juara kelas. Saat olah ragapun sama, bidang kesenianpun sama…

Pokoknya segala cara aku lakukan agar bisa menarik diri dan tidak menimbulkan gejolak.

Ha ha ha…
Kok jadi curhat gini ya….

Tetapi semua ada hikmahnya, jadilah aku seorang yg punya pengendalian diri yg hebat, pendengar yang baik serta penulis dan pembuat konsep2 yg luar biasa.

Pembuat analisa yg handal, serta prestasi2 yg bisa diciptakan dalam kesunyian.

Hanya sedikit yg tahu bahwa BUGA adalah diriku, penulis novel yg misterius yang sudah mengarang Best Seller.

Tak banyak yg tahu bahwa BURAS adalah diriku yang menulis banyak puisi, bahkan diantaranya telah kusumbangkan kepada penyanyi TOP negeri ini untuk menjadi single mereka.

Kemisteriusan ini benar2 kujaga sampai saat ini dan lucunya itulah daya tarik semua karya2ku….

Ha ha ha….
Biarlah semua menjadi misteri….
Kata orang, misteri itu harga yg mahal, lumayan bagus buat promosi…
Ya ga…?

Ngomong2 soal panggilan….
Hanya mbak Tiara yg manggil Gara….
Keren khan panggilanku dari mbak Tiara…
Ha ha ha….

Teman2 lain manggil aku dengan macam2 panggilan….
Cuma si Ayu yg rada ga enak manggilnya….Budi Asem…
Asem bener si ayu nih…
Ha ha ha….

Bagaimana aku hidup tanpa banyak bersosialisasi…?
Bersosialisasi lah, cuma ga aktif saja, pasif doang.

Waktu luang jelas bukan untuk ngobrol, kalaupun terpaksa nongkrong ma teman2 ya karena kapaksa sajalah.
Pas belajar kelompok, pas tugas bareng atau pas kegiatan kelas, itu saja.
Lainnya ? Waktu kuhabiskan dengan berjibun bacaan, mulai bacaan anak2 sampaipun bacaan filsafat kelas berat, dari soal teknologi sampaipun buku porno…

Ha ha ha…
Yang aku sebut terakhir punya banyak koleksi lho, mulai nick carter sampaipun stensilan ala anny errow.
Buku agama ?
Semuanya lah termasuk buku agama juga, pokoknya baca baca baca….

Seingatku, pelajaran SMP sudah kelahap habis waktu kelas 5 SD, saking ga ada yg dibaca…
Ha ha ha…

Makanya waktu SD aku juara sesekolahan tanpa ada yg nilainya deket sama aku….
Disitulah aku marah, dan mulai membenci dunia yang serba tampil…

Ibuku tersayang, dipanggil ke depan panggung utk menerima hadiah dan ucapan selamat karena anaknya yg ganteng bin cerdas ini juara kelas…

Saat pak kepala sekolah menyampaikan sepatah kata…

“Selamat ya ibu, atas prestasi putranya Budi Garam….”
Seperti koor…
Semua yang hadir berteriak ramai2…
“Aseeeeeeeemmmmm…… Ha ha ha ha”

Habkan ada yg tertawa terpingkal2 karena lucunya namaku…

Tampak ibu berkaca2 matanya, mungkin bahagia, tetapi aku yakin beliau ikut sedih namaku jadi bahan tertawaan….

Sejak itulah aku tak mau menonjol, cukuplah bahwa orang tahu aku ini mampu dan pintar tapi bukan no.1….

Sejak itulah aku hidup di dua dunia, dunia real yang penuh kepalsuan karena aku mulai menampilkan sosok garam asem yg biasa2 saja….
Pendiam, kuper dan tidak meninjol.

Dunia impianku aku buat diluar itu, segenap kemampuan dan kecerdasan yg aku miliki semuanya tertuang dalam buku2 catatanku.

Aku yakin entah kapan dan entah bagaimana caranya, aku akan bersinar sekalipun dalam bayang2

Bayangkan suatu keadaan yg tidak mungkin tetapi justru terjadi dihadapanmu…..

Itulah hari ini…
Sebuah WA masuk

Bisa minta share location? Alamatnya ga paham saya Gara

Baik bu

Ok 15 menit lagi sampai

Aku rasanya ga percaya waktu itu, ternyata benar2 terjadi mbak Tiara datang membuka pintu pagar….

“Assalamu’alaikum… Ibu, Gara nya ada”
“Wa’alaikum salaam, eh ada neng ada… Mari silahkan masuk..”
“Terima kasih bu, sudah bolehin masuk..saya Tiara bu, pacarnya mas Gara.”
“Eh….kenapa neng?”
“Soalnya mas Gara nya ga pernah bolehin saya kesini bu….”
Mbak Tiara bicara sambil kelihatan sedih, tak lupa mencium tangan ibu…
“Mana mas Garanya ga pernah mau apel bu, masak ceweknya yang harus apel…”
“Gitu ya nak Tiara… Biar nanti Budi saya jewer ya nak…. Ga usah sedih, ada apa2 bilang saja sama ibu”

Aseem tenan…
Aku hanya bisa cengengesan saja melihat situasi yang akward ini…
Coba ada Si Ayu dan si kunyuk sohibku satu lagi….
Pasti habis deh…

Dan…..
Acara lenongpun berlanjut…
Entah kenapa dua wanita didepanku ini bisa akrab seolah kenal lama….
Obrolan demi obrolan mengalir dengan sangat smooth….

Sampai ketika obrolan menuju titik rawan…

“Eh bu, mas Gara pernah punya pacar ga ya bu… Saya takut di dua in deh bu”
“Lha dalah… Budi mana pernah pacaran nak… Hi hi hi, ini ada tamu cewek ya baru nak Tiara saja, tenang saja soal Budi, biar ibu ikut awasi deh…”

Gubrak…..
Ntah kenapa alam berserikat dengan mbak Tiara, kursiku patah kakinya hingga aku jatuh bergulingan….

Ala buuu….
Anakmu kena serangan jantung…..

Kedua wanitaku (eh wanitaku, ibuku dan mbak Tiara maksudku) tertawa melihat aku jatuh bergulingan….

“Oala Bud…Bud….. Kamu nih kayak maling ketahuan saja, baru digituin dah gedubrakan hi hi hi”
“Anu bu, ini kursinya memang waktunya ganti bu, besok lah ibu beli lagi ya, yang banyak, soalnya kemaren Mas Gara bikin kursi kantor rusak satu gara2 gedubrakan katanya….hi hi hi”
“Iya deh ivu ganti kursi deh, besok khan minggu ya, bud antar ibu beli kursi ya…”
“Oalah bu mas Gara katanya lagi repot, makanya ga bisa apelin saya bu, besok pagi saya yg antar ibu deh…”
“Duh….kamu ini memang calon mantu idaman, yo wes nak besok sama kamu saja perginya, sama Budi mah garing, ga bisa diajak ngobrol”

Alamak…..
Ini kalau dibiarkan, bisa ludes nih semua rahasia terungkap…

Obrolan terus saja berlanjut…
Sampai suatu titik…

“Eh bu, mas Gara dan ibu sudah makan ?”
“Ya belum tho nak, ini masih sore, biasanya nanti ba’da budi pulang dari musholla”
“Asyik… Bu boleh aku masakin makan malam ini buat mas Gara..?”
“Waduh, calon mantu sing apik tenan iki, ya boleh saja tho nak, nanti ibu kasih tahu lah sukaannya mas mu itu kayak apa…”
“Saya ambil dulu ya bu bahan2nya, soalnya masih saya simpan dalam mobil…”
“Eh…bud… Itu mbok ya dibantu angkat2 piye tho kamu itu, ra perhatian sama sekali”

Duh….
Angkat2 mbak Tiara sih asyik2 saja bu…
Ini kuli beneran soalnya…

“Wes tho bud, sana cepat bawain belanjaannya mantu ibu, jangan bengong saja…”
“Baik bu, inggih ….siap laksanakan pokoknya bu…”
“Hi hi hi, kalau mas Gara ga ikhlash biar tiara saja yang bawa sendiri, kuat kok…”
“Sudah…sudah…aku saja yg ambilin, mana kuncinya siniin…”
“Bud…bud, kamu itu ga ada mesra2nya sama calon istrimu….”
“Hi hi hi, sukurin…
Iya bu mas Gara ga pernah mesra sama saya bu, beneran…”

Ya iyalah….
Mesra sama manajer…
Bisa digaplok aku….
Duh ….

Berdua ibu dan mbak Tiara di dapur masak bareng sambil bercengkerama ngobrol ngalor ngidul….

Entah bagaimana bisa mbak Tiara begitu santai dan nyamannya ngaku2in aku pacarnya, nyamar jadi calon menantu ibuku…

Aku pernah baca buku yg paling absurd, nyeleneh, tapi tak ada yang kaya peristiwa yang tak alami…
Pernah mendengarkan macam2 curhatan yg biasa2 sampai yang paling ga masuk akal, cuma yang aku alami, dalam mimpi juga ga pernah terlintas…

So….let it flow lah…
Biarlah mengalir sajalah, yang penting aku ga berharap macam2, cuma pengen tahu sandiwara model yg bagaimana yang akan dimainkan…

Sampaipun adzan maghrib berkumandang….

“Bu… Aku mau ke musholla, sampai isya’ ga papa ? Soalnya ada pengajian rutin nih bu…”
“La dalah….nak, kok cuma pamitan sama ibumu tho, lha calon istrimu apa ga dipamiti ? Duh ngger, mbok ya yang mesra gitu loh….?”

Tobatttt

“Ra sayang, mas ke musholla ya….”
“Hi hi hi, lucu ya mas Gara kalau disuruh mesra…. Ya mas, do’ain ya hubungan kita langgeng ya mas….”

Eh…mbak tiara ambil tanganku sambil dicium ….. Sungkem….
Ala ibuuuuu….. Tanganku keple…..
Sekalipun yakin ini hanya sandiwara yang belum jelas tujuannya, hati ini bener2 deg deg serrrr….

Dan ternyata, saat aku pulang dari mushola, dengan santainya masuk kamar….

Gabrugghhh

Ternyata mbak Tiara ada di kamarku pas mau keluar kamar dan terjadilah de javu…..
Aku terjatuh dengan mbak Tiara lagi2 ada diatasku….

“Duh mas…. Sengaja ya pengen dipeluk…
Nih deh mas… Muaach…. ”
Bibir mbak tiara mengecup pelan bibirku…
Aku mati rasa….
Deg deg deg….
Bumi berhenti berputar…..

Entah seberapa lama aku terdiam…
Tiba2….

“Ealah nak….
Lha kok tidur di pintu kamar tho, itu tiara sudah capek2 masak mbok ya dihargai….
Malah tidur…
Dasar cah gemblung”
Ternyata, saking takjubnya aku dicium sama mbak Tiara hingga tak paham kapan dia bangun dan meninggalkanku

Tobat…
Tapi entah juga ya, aku mimpi atau beneran dicium tadi…
Atau pingsan gara2 jatuh ya….

Geleng2 bener kepalaku menerima input data seabreg yg tak ada dalam buku2 yg pernah aku baca….
Tobat….tobat….

Di ruang makan, tak kulihat mbak Tiara, celingukan sana sini mencari sosoknya yang luar biasa membius…

“Nyari siapa tho Bud…. Tiara dah pulang, kamunya sih ga ada perhatian sama sekali sama dia…
Perempuan itu butuh perhatian, kalau kamu ga sadar2 kapan ibu punya momongan nak…?”

“Lho kok aku ga tahu ya bu ?”
“Kamu itu lho, dipamiti tadi cuma tidur we sambil senyum2 ga jelas”
“Lho iya tho? Masak sih bu…?”
“Iya lah, wong ibu ada disitu, tahulah ibu. Tiara itu gadis yg baik lho nak, mau masakin buat kamu, tuh rasanya enak masakannya… Besok mau ngatar ibu belanja kursi ”
“Besok masih mau kesini ?”
“Lha kamu ini bagaimana sih, pacarmu itu khan tadi dah janjian pergi antar ibu beli kursi didepanmu tho? Tadi sebelum pulang bilang lagi ke ibu, mau jam 7 pagi datangnya biar nyantai katanya”

Oala ibu….
Gimana aku musti bilangnya..
Dia boss ku dikantor….
Duh gusti…
Dunia Realitas ternyata lebih gila daripada dunia impianku….
Lebih edan….
Lebih ga jelas….
Otakku beku….

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part