web hit counter

Skala Kehidupan Part 16

0
476

Skala Kehidupan Part 16

(Epilog)


INE

“Saya nikahkan dan kawinkan saudara Untung Ferdinad Bin Junaidi dengan anak saya Ine Febrianti Binti Ahmad Karim dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan Emas sebesar 2 gram di bayar Tunai”

“Saya terima nikah dan kawinnya Ine Febrianti binti Ahmad Karim dengan mas kawin tersebut di bayar Tunai”

“SAH”

“SAH”

“Alhamdulillah”

Lega rasanya akhirnya aku menikahi seseorang yang menjadi pujaan hatiku selama ini. Ternyata jodoh tidak jauh dari keberadaan kita.

Dan wali nikahku tadi adalah Pak Karim Sendiri. Pak Karim sudah sehat sekarang. Beliau berangsur cepat sembuh setelah mendengar kabar bahwa aku akan menikahi Ine. Dan sekarang kondisi Pak Karim sudah sehat, kalau bicara sudah lancar, tetapi tetap saja tidak sehat seluruhnya karena Pak Karim kalau berjalan masih menggunakan alat penyangga. Ternyata selama ini Pak Karim memikirkan nasib Ine karena hamil tanpa Suami. Pak Karim awalnya marah besar ketika mengetahui Ine ternyata hamil. Tapi karena sudah kejadian, mau di apakan lagi, mau gak mau harus menerima kenyataan. Yang bikin Pak Karim jatuh sakit selain pengakuan Ine yang hamil ternyata pacar Ine yang menghamili yaitu Fian ternyata tewas kecelakaan sewaktu dia berangkat ke rumah Ine yang rencana awalnya mau melamar sekaligus memberikan pengakuan bahwa Ine hamil.

Hal itulah yang membuat Pak Karim terus menerus memikirkan nasib Ine, hamil tanpa suami, apa kata orang. Mau di gugurkan Pak Karim tidak tega karena akan sangat berdosa sekali jika hal itu dilakukan. Berhari-hari Pak Karim memikirkan nasib Ine mengakibatkan penyakit stroke datang ke badan Pak Karim.

Sedangkan kenapa aku mau bertanggung jawab ke Ine? Yang pertama aku terlanjur sayang dan cinta yang kedua aku merasa kasihan melihat kenyataan dan kondisi Ine maupun Pak Karim. Aku berpikir gimana kalau posisiku sebagai Pak Karim? Mungkin aku sudah mencoba untuk bunuh diri. Akhirnya dengan ketetapan hati dan segala konsekuen yang nantinya aku terima aku bersedia tanggung jawab atas kehamilan Ine.

Setelah acara tembak menembak dan memutusi aki bersedia itu, besoknya aki menghadap Bu Juleha sekaligus Pak Karim. Awalnya mereka kaget sekaligus tidak percaya. Bu Juleha berkali-kali bertanya kepadaku apakah aku mabuk atau gimana? Sehingga tiba-tiba aku bersedia seperti itu. Kemudian aku bercerita kejadian dan bagaimana perasaanku kepada Ine.

“Aku gak mau kamu hanya merasa kasihan kepada Ine, karena suatu saat nanti jika kalian berumah tangga. Masalah kehamilan dan anak yang di kandung ini pasti akan kamu bahas terus yang menyebabkan kalian bercerai? Kamu jangan mencoba jadi pahlawan kesiangan apabila suatu hati nanti kamu masih gak terima dengan kondisi Ine sekarang?”

Itulah perkataan Bu Juleha waktu itu, tapi aku meyakinkan kepada Bu Juleha bahwa aki bulan sok-sok pahlawan kesiangan, aku menerima Ine apa adanya dan dalam kondisi sekarang Ine. Aku juga siap menerima konsekuensi jika nantinya ada orang yang tahu aib ini kemudian di sebar luaskana, aki siap menanggungnya.

Setelah Bu Juleha menginterogasiku daan aku masih kukuh pada pendirian, lama-lama Bu Juleha menangis penuh kebahagian sambil memelukku erat. Begitupun dengan Pak Karim beliau hanya memandangku sambil menagis tapi guratan wajahnya sedang tersenyum. Akhinya Bu Juleha meminta proses ijaban di percepat agar aib ini hanya keluarga yang tahu. Bu Juleha menjadwalkan jangan sampai lebih dari 1 bulan prosesnya. Agar perut Ine tidak semakin membesar.

Akhirnya hari itu juga dengan di temani Ine aku langsung menuju desaku melengkapi persyaratan pendaftaran nikah ke KUA, seperti Kartu keluarga, akta kelahiran dan proses pindah nikah ke kantor kelurahan desaku menuju kelurahan tempat tinggalnya Ine.

Sekitar 1 minggu proses persyaratan nikah sudah beres sekalian tanggal ijabnya. Kemudian aku mencari maharnya dengan di temani Ine, jadi setiap hari mulai aku kerja di meubel, mengurusi pendaftaran dan mencari mahar semuanya di temani Ine. Aku sudah melarangnya agar kondisinya tidak drop, apalagi usia kehamilannya masih tergolong muda. Tapi Ine bersikukuh untuk menemaniku terus.

Kenyataan kembali terjadi menimpa Ine. Sewaktu ijaban kurang seminggu, semua persyaratan udah lengkap sekaligus mahar-maharnya. Musibah terjadi lagi, Ine kelelahan karena terus menemaniku hingga akhirnya Ine pendarahan hebat pada kandungannya dan pada akhirnya Ine mengalami KEGUGURAN. Antara Senang dan sedih menerima musibah ini, senangnya adalah aku tidak jadi punya anak yang bukan darah dagingku, sedihnya adalah tidak tega menyaksikan Ine kesakitan sewaktu di bersihkan gumpalan darah di vaginanya, dan yang sedih aku tidak bisa berhubungan badan dulu selama kurang lebih 1,5 bulan sampai 2 bulan. Padahal ijaban sekitar 1 minggu lagi. Huft. Gak bisa malam pertama jadinya.

===

Sekarang kita lagi bercengkerama dengan keluarga, proses ijaban tadi Pak Karim hanya mengundang keluarga dekat sama tetangga dekat karena persiapan yang hanya beberapa minggu saja. Tadinya Pak Karim hanya menginginkan acara ijaban saja tanpa resepsi, setelah tahu Ine keguguran akhirnya Pak Karim berencana menggelar resepsi besar-besaran yang di hadiri kerabat, teman dan pejabat-pejabat yang ada di kota ini. Tak lupa aku juga akan mengundang teman-temanku SMP maupun STM.

Satu persatu tamu mulai berpamitan. Kita mulai berdiskusi mengenai acara resepsi, di mulai dari sewa gedung, vendor, maupun EO acara sampai sore.

Malamnya aku sudah berganti kamar, biasanya aku di kamar belakang sekarang aku di kamar depan tepatnya di kamar Ine.

“Akhirnya kita jadi sepasang suami istri ya sayang, ternyata jodohku orang terdekat, gak nyangka aku sayang”

“Alhamdulillah Mbak,…” masih belum selesai sudah di potong lagi.

“Ih kok masih panggil mbak terus”

“Ohya maaf sayang.. ih gitu aja ngambek.. gelitikin nih”

Kita tertawa sambil aku nggelitiki perut Ine, sampai Ine minta ampun karena dia tidak kuat kalau di gelitikin. Hingga akhirnya bibir kita berdekatan dan …….

Cupp.. Mmuuaacchhh.. Smocchhh.. smocchhh.. smochhh smochhh. Mmwuacchh.

Kita melakukan french kiss. Tidak ada bosannya aku sama bibir Ine.

Cupp.. mmwuacchhh.. smocchh.. smocchhh.. smoccchhhhh

Tanganku pun langsung mengarah ke payudara imutnya. Aku langsung meremasnya pelan-pelan.

“Aahhhh.. smochhh..smocchh..smocchhh” desah ine sambil kita tetap berpagutan.

Akupun membuka baju dan kaitan BHnya.

Clik..

Terpampanglah payudara indah Ine, meskipun tidak terlalu besar seperti Bu Juleha tapi yang aku sukai adalah puting. Kecil dan berwarna coklat muda.

Akupun memandang penih kekaguman, tiba-tiba tangan Ine menutupi payudaranya.

“Ihh. Kok dilihatin aja se sayang?”

“Bentuknya indah sayang, imut dan menggemaskan putingmu” ucapku seraya membuka tangannya yang menutupi payudaranya.

Langsung aku habis payudara Ine, kanan kiri aku kenyot terus.

“Aahhh.. ahhh.. ahhh. Enakk sayangg.. aahhh..uuhhh”

Setelah puas aku pun menelusuri perutnya yang masih sedikit menggendut akibat hamilnya itu. Aku menjilati pusarnya.

“Sayang jangan di situ. Geliiii.. aahhh.. aahh”

Akupun tidak menghiraukannya. Aku jilati sampai dia ampun-ampun kegelian. Kemudian lidahku turrun ke bawah tapi tidak menuju vaginanya dulu, lodahku menuju paha ke bawah sampai talapak kakinya. Habis kaki kakan ke kiri, kaki yang jenjang dan mulus membuatku betah menjilatinya. Setelah puas, aku ke atas ka arah vaginanya. Satu kata untuk menggambarkan vaginanya yaitu Beautiful, dengan jembutnya yang tipis, belahannya kemerah mudaan membuatku segera untuk menjilatnya, merasakan seperti apa rasanya vagina yang indah ini.

“Ooohhh.. sayaanggg, kamu apain? Jangan yang, jijik” ucapnya seraya tangannya mendorong kepalaku menjauh dari vaginanya.

Tanpa menjawab, aku halau tangannya langsung lidahku menuju belahan vaginanya.

Sluruppp.. sluruppp.. slurupp..

Bunyi jilatanku di vaginanya dan langsung menuju klitorisnya

“Aahhh.. ohhh.. aahhh.. ohhh. Enakk sayang.. aahhh.. ohhhh”

Semakin lama semakin keluar cairan di vaginanya, tanpa jijik aku semakin beringas menjilatinya. Semakin dalam aku menjilatinya. Terlihat Ine menggeliat menahan gairah yang semakin lama semakin memuncak.

“Aahhh.. sayangg.. aahhh.. aku mau pipis sayaangg.. aahhh.. oohhh.. aahhh”

Mendengar Ine mau orgasme,aku semakin mempercepat jilatanku.

“Aaakuuu pipiiiissss saaaayaananggg. Aaahhh.. ohhh aaahhh”

CRett.. crettt.. crettt

Aku menghabiskan cairan orgasmenya tak lupa aku juga menelannya.

“Sayangg, masukin ya?” tanyaku dengan wajah mengharap karena aku sudah sangat menginginkan untuk mengasah Tole.
“Jangan sayang, kata dokter nanti infeksi kalau kamu masukin, sini aku blowjob saja ya sayang sampai keluar” ucapnya langsung mendorong tubuhku hingga terlentang. Akupun hanya sabar dan pasrah saja.

Ccupp.. mwuaachhh.. smocchhh.. smocchh.. smochhh mmwuacchh.

Ine mencium bibirku, setelah dari bibir turun ke leher kemudian ke dadaku, dadaku di cupang sampai merah kemudian menjilat putingku.

“Oohh.. enakk sayang.. aahh”desahku

Setelah puas menjilat putingku, turun lagi ke perutku. Pusarku dijilatnya, Ine mau balas dendam karena tadi aku buat geli di pusarnya. Tapi karena aku tahan geli jadinya aku hanya mendesis saja.

“Aahh.. enakk sayaangg.. terusinn”

“Ihh kok gak geli se” ucapnya sambil cemberut karena niatnya mau gelitikin aku.

“Hehehe. Ayo lanjutin”

Niatnya mau balas dendam tetapi karena aku gak geli amat , akhirnya pusarku dijilat hanya sebentar saja. Kemudian Ine membuka celana kolorku dan CDku.

TUINGG !!

Tole keluar dengan gagahnya.

“Wow.. besarnya sayangg” ucapnya kagum

“Iya donk, namanya tole ini. Kenalan gih. Tole sekarang milikmu selamanya sayang” ujarku sambil mengelus rambutnya.

“Hai tole, kamu milikku ya, tapi aku mau ke bawah dulu ya. Cupp” ucapnya berkenalan dengan tole tapi Ine hanya mengecupnya saja. Kemudian dia menuju ke bawah ke pahaku, dia melakukan sama seperti apa yang aku lakukan tadi.

Cup.. cup.. cup.. sluruppp

Buyi kecupan dan jilatan ke semua kakiku, habis kanan menuju kiri. Setelah puas menjilati jari-jari kakiku jilatan Ine ke atas lagi. Menuju Tole lagi.

“Tole aku sudah kembali. Siap-siap ya” katanya sambil membelai tole dan mengelusnya.

Cup.. sluruppp.. slurupp sluruuppp..

Cloppp.. cloppp..cloppp

“Aahhh.. enak sayang seponganmu. Aahhh ohhhh” desahku ketika tole amblas di dalam mulut Ine.

Cup.. sluruppp.. slurupp sluruuppp..

Cloppp.. cloppp..cloppp

Masih terus di kecup, dijilat, disepong keluar masuk mulutnya Ine. Begitu seterusnya sampai 15 menit tidaak berhenti. Tak lupa biji zakarku juga dijilatnya. Rasanya semriwing melayang ke langit ketujuh ketika zakarku dijilatnya.

“Sayang, kok lama gak keluar-keluar se, capek nih mulutku” gerutunya

“Sabar sayang, itu pertanda Tole itu gagah perkasa sayang. Buktinya tahan lama sayang”

“Iyakah? Kira-kira kalau di masukkan berapa kali pipis aku sayang?” tanyanya dengan polos.

“Kurang lebih 5x sayang” jawabku cepat

“Wow amazing. Awas kalau gak bisa 5x kamu tole, aku gigit nanti” ujarnya mengancam Tole. Mati aku kalau sampai Tole gak tajam lagi.

“Sudah lanjutin lagi sayang, sambil tanganmu memilin putingku sayang” ucapku sambil mengarahkan tangannya ke dadaku.

Cup.. sluruppp.. slurupp sluruuppp..

Cloppp.. cloppp..cloppp

Cup.. sluruppp.. slurupp sluruuppp..

Cloppp.. cloppp..cloppp

Ine terus mengulum tole sambil tangannya memilin putingku, aku pun sudah merasakan spermaku naik dari biji zakar menuju helmnya tole.

“Sayang, cepetin.. aku mau keluar. Aahh” desahku

Cup.. sluruppp.. slurupp sluruuppp..

Cloppp.. cloppp..cloppp

Cup.. sluruppp.. slurupp sluruuppp..

Cloppp.. cloppp..cloppp

Cup.. sluruppp.. slurupp sluruuppp..

Cloppp.. cloppp..cloppp

“Ah sayangg, enakk.. aku mau keluarr. Aahhh. Ahhh”
CROTT.. CROTTT.. CROTTT CROTTT CROTTT

Tole menembakkan spermaku 5x, awalnya aku mengira Ine menjauh ketika aku bilang keluar. Ternyata tidak, Ine malah memasukkan tole semakin dalam ke mulutnya.

Terlihat mulut Ine penuh dengan spermaku.

Glek.. glek.. glek.. glek !!

Gila, semuanya di telan sampai tak bersisa.

“Enak yang, gurih-gurih asin. Baru pertama aku nelan sperma sayang. Enak ternyata. Hehe” Ujarnya sambil menjilat-jilat tumpahan sperma yang mau keluar dari mulutnya.

“Hehe. Gak nyangka kamu nelen semuanya tanpa sisa sayang. Sekali ini saja ya. Besok dimasukkan ke dalam vaginamu aja, biar jadi Untung junior. Hehe”

“Selama belum bisa di masukin vagina ya aku telen aja sayang, eman kan kalau di buang. Hehe”

“Iya makasih sayang. Aku puas. Love u. Bersih-bersih yuk”

“Love u too, ayukk”

Kemudian kita bersih-bersih di kamar mandi. Setelah itu aku berpamitan ke Ine untuk merokok dan menghabiskan kopi di halaman belakang. Karena tadi sebelum ke kamar aku minum kopi tapi belum habis. Dan Ine bilang untuk tidur karena capek.

Aku keluar kamar pelan-pelan karena takut membangunkan Pak Karim dan Bu Juleha. Setelah ngopi sambil melamun memikirkan perjalanan panjang dari kecil sampai sekarang yang sudah sah menjadi suaminya Ine. Aku bersyukur dapat mertua kaya. Semoga nasibku beruntung mengarungi bahtera rumah tangga dengan Ine. Amin.

Setelah kopi habis dan rokok juga habis, aku mau balik kamar untuk istirahat. Saat aku berjalan melewati pintu samar-samar terdapat bayangan hitam dengan rambut panjang. Karena sewaktu aku merokok ruangannya aku matikan lampunya jadi tak terlihat siapakah bayangan hitam itu. Akupun kaget mau teriak. “Hantu apaan tu?” Batinku. Akupun menyalakan senter yang ada di fitur handphone. Dan ternyata hantu itu adalah

“Sudah puas malam pertama dengan Ine ntung?” tanyanya sambil bersandar di gawang pintu.

Akupun reflek menggelengkan kepala. Karena jujur keluar melalui mulut gak seenak melalui vagina.

“Mau di puasin lagi gak?”ucapnya sambil tersenyum.

Akupun diam tidak menjawab karena masih kaget apa yang barusan aku dengar.

“Kamu boleh menikahi anakku, tapi jangan lupakan kisah indah kita sayang” imbuhnya lagi

FUCK !!

Entah ini malapetaka atau rejeki. Aku bingung harus bagaimana? Apakah aku akan mengkhianati Ine? apakah aku akan mengkhianati Pak Karim lagi?

“Masak kamu gak kasihan aku, Papa sudah peltu sekarang karena penyakit strokenya. Apa kamu tega?” godanya lagi. Ya aku sekarang memanggil Pak Karim dengan Papa dan Bu Juleha dengan Mama bukan Bapak maupun Ibu lagi sejak tadi pagi setelah ijab qabul.

SHITTT !!

Jujur aku menginginkannya. Aku kangen payudaranya yang sebesar galon aqua. “Oh Tuhan, terima kasih atas segala kebaikan dan keberuntungan atas nasibku ini” batinku mensyukuri nikmat-Nya.

Akupun mendekat dan……

Mmwuaachhhh.. Smoocchhhh.. Smoccchhh.. Smocchhhh.

Kita berpagutan cukup lama.

“Aku selalu kangen ini mamaku sayang” ucapku sambil meremas kasar aqua galonnya.

“Tapi aku lihat Ine dulu ya Ma.. jangan sampai ketahuan” ujarku seraya berjalan sambil jinjit untuk mengintip Ine apakah sudah tidur atau belum.

Dan keberuntungan memihakku malam ini. Terlihat Ine tidur dengan pulasnya. Kemudian aku kembali dan menggendong Bu Juleha ke kamarku yang dulu. Kamar yang aku tempati sewaktu masih sekolah.

Aku membolak balikkan Bu Juleha seperti menggoreng tempe. Sampai Bu Juleha orgasme 5x.
(SS sama Bu Juleha bayangin sendiri ya.. Hehe.)

Akhirnya selain melayani Istri juga melayani Bu Juleha. Tapi Bu Juleha hanya meminta seminggu sekali. Sedangkan Ine sewaktu-waktu kalau lagi kepengen.

(Tamat)

Daftar Part