web hit counter

Untuk Masa Lebih Baik Part 16

0
347

Untuk Masa Lebih Baik Part 16


-CINDY-

Didn’t you want to hear
The sound of all the places we could go
Do you fear
The expressions on the faces we don’t know
It’s a cold hard road when you wake up
And I don’t think that

I have the strength to let you go

oOo​

pagi itu saya langsung meninggalkan sella di dalam hidup barunya, hanya langkah berat menapaki setiap jejak serupa setiap kepergian tanpa alasan, sedang matahari saja masih terlalu malu untuk menampakan diri, dan sepagi ini perasaan ku telah tercecer diantara banyaknya kepingan harapan yang sebelumnya lebih dulu hancur.

Akhirnya sampai pada tempat ini, tempat dimana seorang rey memberikan banyak alasan untuk Sella tetap bertahan hidup dan mempunyai harapan, tepat disini dimana sella kala itu merasa hidup tak lebih dari sebuah kutukan besar.

Sekali lagi, semesta memang maha asik. Beberapa waktu dulu saya hampir memiliki segalanya, mimpi, harapan dan sedikit banyak cita-cita yang hampir terwujud, tapi tidak hari ini. Saat ini semuanya terbalik dan kongkrit.

Seketika semua hilang, menjauh, semu dan semakin abu. Dulu disini saya meyakini sella untuk tetap bertahan hidup dan hari ini saya sendiri tak tahu untuk apa hidup itu sebenarnya, waktu itu di tempat ini. Saya meyakinkan sella untuk tetap beharap, tapi hari ini. Saya tak tahu lagi harus berharap seperti apa.

For every sins, fvck all this shit!!

Tak terasa hampir tiga jam terduduk kosong disini hingga cindy menelepon.

“Rey, ko toko masih tutup… kamu di mana…rey?” tanya cindy lewat telepon itu.

“Toko hari ini tutup.. ga tau bakalan tutup selamanya…”

“Eh reyy.. ko gitu…. oh aku ngerti… kamu dimana?”

“Di tempat biasa gue ngeliatin orang lalulalang.. cin…”

“aku kesitu yaa rey….. sayang….”

oOo

 

Maybe it’s just me, Couldn’t you believe
That everything I said and did, wasn’t just deceiving
And the tear in your eye, and your calm hard face
Makes me wish that I was never brought into this place

 

oOo

dua puluh menit, cindy akhirnya datang dan duduk disamping saya, pagi itu jalanan kota bandung sudah ramai oleh lalu-lalang kendaraan dan matahari pun sudah tak malu lagi untuk memberi hangat tapi tidak pada hati ini.

Cindy perlahan memegang tangan ku walau kami masih saling diam, dan perlahan juga ia menarik kepalaku untuk disandarkan di bahunya. Hidup memang sebuah pengulangan yang terus berputar.

Dulu ada wanita yang menyakiti ku kemudian kini ia datang lagi dan memberikan bahu nya. Dulu ada wanita yang begitu ku cinta hingga indah pada waktu itu, tapi kini ia perlahan memberikan sebuah luka.

Mata saya begitu perih dan ada sesuatu yang begitu menyesakan dada saya. Ada sebuah rasa sakit yang entah bagaiamana membahasakanya. Memang terkadang airmata mampu berbicara lebih banyak dari semua bahasa.

“Just cry out rey… lepasin aja semua air mata kamu… jangan di tahan… aku disini rey…” ucap cindy pelan dan lembut. Dan perlahan tangan cindy kembali menggenggam tangan ku yang mengepal penuh emosi.

Drrrttt

Drrttttt!

Ada sebuah panggilan masuk dari sella di handphone ku,

“Halo…….”

“Rey dimana lu…..?”

“somewhere i used to sit and cry……”

“Ohh… happy aniv ya.. thx kado nya.. maaf gue lupa kalo hari ini kita anniv… jangan lupa urusin toko rey! Dadah!!…..”

Tutt… tuttt… tuutttt!

Sella nelpon Cuma buat ngingetin ngurus toko? Hehehe tanpa ada rasa bersalah atau apapun itu.. gumamku.

Wajah saya semakin panas, emosi pun semakin naik airmata ku tak lagi bisa saya tahan dan kepalan tangan ini semakin kuat.

BRUKK!!!!

Saya memukul kursi besi panjang yang menjadi tempat duduk saya. rasa sakit memukul bangku ini tak cukup menyakitkan dari apa yang sedang ku rasakan dalam hati “HAHAHA!!! Anjing!! Fuck this shity live!!…. gue salah apa anjing!! Taik emang semua cewe tuh!… gue ga pernah minta apapun… gue Cuma ingin ngerasain di sayangin!!…. anjing emang semua….” umpat ku dengan teriakan pagi itu membuat orang-orang disekeliling saya memperhatikan saya.

Nafas saya semakin memburu, semakin berat, badan saya bergetar hingga kemudian ada sebuah pelukan erat di tubuh saya. Cindy begitu erat memeluk saya, tapi tangisan saya semakin menjadi jadi.

Well, persetan orang bilang cowo kok nangis, cowo ko sentiment atau cowo kok baperan. Ada masa dimana seorang laki begitu lemah, begitu rapuh. Terlebih, seorang laki tetaplah manusia yang mempunyai hati dan bisa terluka.

“Rey… ke kosan aku aja yaaa… jangan disini rey, malu loh… ntar lu bisa cerita semuanya…” ajak cindy sambil kedua tanganya memegang wajah saya sembari menatap teduh mata ini.

oOo

 

There goes my ring​
It might as well have been shattered
And I’m here to sing
About the things that mattered
About the things that made us feel alive for oh so long
About the things that kept you on my side when I was wrong​

 

oOo

sesampainya dikost cindy, saya hanya bisa berbaring dikasur cindy dan menatap kosong langit-langit kamar ini. Di dalam kepala ini ada banyak pemikiran tentang apa, bagaiamana, dan kenapa? semua pertanyaan itu berputar-putar tanpa keluar satu pun jawaban.

“Rey nih teh manis anget dulu… siapa tau bisa bikin kamu sedikit tenang…” tawar cindy yang duduk ditepi kasur.

“thx cin… sory repotin kamu yaaaa…” jawab ku lemah sembari masih menatap kosong.

“cieee tumben manggil nya aku kamu hehe… kamu belum tidur ya rey… mata kamu kaya panda deh….” sahut cindy sambil mengusap kepala ku perlahan.

Anjing!!! Batin ku menjerit mengingat kembali semua kejadian subuh tadi, sella tanpa merasa berdosa dengan dinginnya memperlakukan ku seperti itu.

“Yep! Is rigth… the most you loved is the most hurting you by….” ucap ku pelan, entah tapi airmata ini sepertinya tak habis untuk kembali membasahi wajah ku.

Cindy hanya mengusap lembut, menghapus ari mata saya yang keluar dari sudut mata ini. Kemudian cindy memeluk tubuh ku.

“ada aku rey…” ucap cindy lembut.

Kenapa harus cindy? Kenapa bukan sella? Kenapa cindy?? Pertanyaan baru itu muncul dan semakin memenuhi isi kepala ini.

Where is the lord? Where is cupid? I just want to fight them at all.. where is the live i have before? Where is the hug before? What a great live…. bitch!!

oOo

 

And someday, I promise I’ll be gone
And someday, I might even sing this song
To you, I might even sing this song, to you
And I was crying alone tonight
And I was wasting all of my life just thinking of you
So just come back we’ll make it better
So Just come back I’ll make it
Better than it ever was​

 

oOo

cindy menatap ku sayu. Ia masih saja membelai rambut saya dengan lembut, sejenak saya memejamkan mata untuk sedikit memberi ruang kosong pada dada yang sedari tadi memekik oleh rasa sakit.

Fuhhh!! Saya menarik nafas panjang untuk sedikit mengeluarkan beberapa emosi yang tertahan. Ketika membuka mata wajah cindy kian mendekat dengan tatapan yang kia sayu. Entah siapa yang memulai.

CUPP!!

Seketika ada ciuman hangat diantara bibir kami, ciumana hangat antara masa lalu yang hilang dan masa depan yang abu. Juga entah mengapa saya tak bisa menolak untuk ciuman itu.

Sesaat, cindy menarik wajahnya dan kembali menatap mata saya, “I love you rey….” ucap cindy lembut yang kemudian langsung mencium bibir ku lagi dengan mesra.

Cinta beralih menjadi sebuah hasrat, kasih sayang merajuk pada sebuah nafsu dan ciuman ini berubah menjadi sebuah ciuman penuh nafsu itu.

Ssllloorrrrppps!

Kini lidah saya dan cindy saling mencari dan menari bergantian diantara rongga bibir kami, bergantian. Perlahan tangan cindy membuka kancing demi kancing pada kemeja yang saya pakai.

Lagi, tangan saya seperti memiliki otak sendiri yang kemudian bergerak menuju payudara cindy. Haaffff! Lenguh cindy diantara ciuman kami yang kian memanas.

Kemudian cindy bangkit dan membuka tanktop yang ia gunakan sembari langsung membuka membuka cup bra nya. Kini terlihat dua payudara ranum yang sedang menyusui itu. Sedikit remasan saja maka keluar lah air asi yang tersimpan didalam payudara cindy.

Kemudian cindy duduk diatas tubuh ku, karena saya yang tidak suka payudara berasi tangan saya sekarang hanya meremas kedua bongkah nokong cindy yang bulat. Sementara cindy sibuk melumat dan menjilat leher ku.

Tak lama, cindy turun untuk membuka celana jeans ku. Ia pun langsung membuka celana dalam yang ku kenakan, terbebaslah rey junior yang sudah menegang dibawah sana.

Kemudian cindy mengocok lembut batang titid ini dengan tangan mungilnya, ssshhhh!! Saya hanya bisa mendesis pelan menerima perlakuan dari cindy.

Lalu cindy mulai menjilati batang berurat yang tadi dikocoknya. Hampir tak ada yang terlewat dari jilatan cindy di titid ku. Lalu cindy mulai memainkan dua biji zakar ku dibawah sana. Saya hanya bisa menutup mata menikmati semua ini.

Shhssshhhh!! Saya kembali melenguh pelan ketika cindy mulai mengulum penis ku yang semakin mengeras. Kuluman plus jilatan cindy membuat sensasi begitu nikmat.

Sekitar 10 menit cindy memainkan batang ku, kemudian cindy memposisikan badanya untuk duduk tepat diatas batang penis saya. Ada sebuah rasa hangat ketika rey junior bersentuhan dengan kewanitaan milik cindy. Kemudian cindy memaju mundurkan bokong nya itu.

Kewanitaan cindy yang sudah basah ditambah lenguhan demi lenguhan cindy membuat sensasi peting ini terasa nikmat.

Tak lama kumudian cindy menggenggam titid ku yang lalu di arahkan tepat pada lubang senggama milik cindy.

“Rey…” panggil cindy pelan dengan wajuh sayu namun penuh nafsu.

“aaa.. aaahhhhh rey!” desah cindy ketika perlahan batang penis ku sedikit demi sedikit mulai masuk kedalam lubang wanita cindy.

Aaahhhhhhhhh!!! Lenguh cindy lagi kekita semua batang ku telah berhasil masuk sepenuh nya.

Matanya terpejam, wajah cindy tertanggah. Cindy mendiamkan sejenak menikmati sensasinya, tak lama cindy mulai memaju mundurkan lagi bokong nya itu.

Gerakan cindy yang terkadang diselengin gerakan naik turun atau memutar mebuat lenguhan kami saling bsersautan.

Ssshhhh!!!

Aaaaffhhhh!!

Aaa… aaaahhh!! Reeeyyyy!!! Aakuu bentarrr laggi reeeyyy…!!

Lenguh cindy yang semakin mempercepat goyanganya. Kini cindy mencengkram tangan ku dengan keras dan mencium bibir ini dengan liarnya…

Aaaa akuuu maauuu sampeeeee…

Jerit cindy yang tengah menjemput orgasme pertamanya.

Aaahhh reeeyyy aaa… aakuuu

Aaahhhh!!!

Ffhhhhhhh!!

Lenguh cindy diiringi badanya yang bergetar dengan bersamaan sesuatu yang hangat mengaliri sisa sisa rongga lubang kewanitaan nya.

Nafas cindy memburu, tubuhnya lunglai diatas tubuh saya. Kemudian saya membangunkan cindy dan memposisikan tubuh cindy untuk me-nungging.

Badanya masih sangat lemah… “Bentar rey… aku masih lemes ini…” pinta cindy dengan melirik kearah ku.

“Fuck sella fuck this live… im gonna fuck you so hard cin…” jawab ku yang sambil memposisikan setengah berdiri dan menuntun titid ku kearah lubah kewanitaan cindy.

Amarah beralai menjadi nafsu, entah setan mana yang sedang menguasai tubuh saya. Saya tak peduli lagi fokus ku sekarang hanya ingin menikmati tubuh putih cindy.

Slebbbb!!!

Aaaahhhhhhhh!!! Jerit cindy ketika titidku tanpa permisi langsung masuk ke lubangnya.

“Aaafffhhhhh… reeeeyyyy!” lenguh cindy sembari kedua tanganya mencengkram sprei kasur ini.

Plak!!!

Tangan saya menampar pantat sebelah kanan cindy hingga membekas tapak jari tangan ku.

Plok plok plok!!! Suara yang tercipta dari beradunya tubuh ku dengan tubuh sintal cindy.

Aaahhhhh!!! Reeeyyyyy,, aaa….aampuuunnn aafffhhhh!!!” jerit cindy. Well, mendengar seperti itu saya tak sedikitpun merasa kasihan malah merasa semakin bernafsu untuk untuk menikmati tubuh cindy.

Plak!!! Lagi lagi tanganku menampar panta cindy, aaaahhhh!!! Jerit cindy.

An evil controlled me now, than drag me to hell… but i dont fvkcin cara at all now.. let me joy this moment!!

“Reee….yyyyy akuuu maaauuu sampee laaa… aaaahhhh!!” jerit cindy yang sepertinya akan mencapai orgasme keduanya.

Saya semakin mempercepat penetrasi ku dilubang kewanitaan cindy… kemudian saya menarik rambut cindy dari belakang hingga membuat kepala cindy tertanggah.

Aaaahhhhhh!!!! Reeeeyy!!!

Lenguh cindy yang semakin menjadi… “reyy!!!! Aaaku.. samppeeeeee!!! Aaahhh!!” kemudian badanya bergetar lagi, dan cairan hangat itu memenuhi lubang kewanitaan cindy lagi.

Nafas cindy kembali memburu… dan tubuh cindy terjatuh, kedua kaki cindy tak lagi kuat menopang badanya..

Saya lalu membalikan badan cindy membuat nya sekarang terlentang, tubuh nya basah oleh keringat dengan nafas yang masih memburu. Mata nya terpejam seolah sangat lelah.

Saya kemudian langsung sedikit duduk di atas payudara cindy. Cindy menoleh kearah ku. Matanya sangat sayu.”Bentar rey… plis…” pinta cindy dengan lemah..

“No mercy cin….” jawab ku yang langsung mengarahkan penis saya ke mulut cindy, cindy sedikit kaget kita saya sedikit memaksakan nya untuk mengulum titid ini.

Saya langsung mengocokkan batang berurat ini di mulut cindy. Cindy hanya pasrah menerima perlakuan ku.

Tak lama, saya kemudian turun dan membukan kan paha cindy dengan lebar. Terlihat meki cindy kemerahan dan basah. “Rey… aku masih lemes bgt…” rintih cindy memohon kepada ku. Tapi sekali lagi, i dont care at all for now!

Saya langsung mengarahkan penisku menuju lubang kewanitaan cindy yang sudah sangat basah.

Slebb!

Aaahhhh!!! Jerit cindy lagi ketika saya langsung memasukan seluruh batang penis ku ke dalam lubang cindy dan langsung melakukan penetrasi dengan ritme cepat.

Cindy hanya merintih dengan kedua tangan nya kembali mencengkram sprei disekitar kepala cindy.

Tak butuh waktu lama untuk saya merasakan akan mendapati orgasme pertama saya. Berselang sekitar 5 menit saya menerasakan ada sesuatu diujung penis saya yang siap menembakan benih benih.

Ketika terasa semakin diujung saya mencabut penis saya dan langsung saya kocokan dengan cepat pula dihadapan wajah cindy yang sudah berpasrah diri.

Srreettt sreettt!!! Akhirnya penisku menembakan lendir-lendir buah percintaan barusan. Sekitar 5 kali tembakan yang kemudian lendirku langsung memenuhi wajah putih cindy. Beberapa tetes bahkan menempel di rambut dan bantal cindy.

Hufff!! Saya menarik nafas panjang seolah melepaskan beban yang ada. Kemudian tangan cindy mengurut pelan penis ku yang lalu ia kulum.

Mendapat perlakuan ini seolah membangkitkan gairah saya lagi walau baru saja saya mendapatkan orgasme itu. Dan batang saya pun entah, tapi masih tegang saja.

Saya mencabut penis saya dari kuluman cindy dan kembali membuka lebar kedua paha cindy… “Reeeyyyy!!! Mau ngapain lagiii?… kan barruuuu…aaahhhhhh!!” tanpa sempat menyelesaikan ucapanya cindy kembali melenguh ketika saya memasukan seluruh batang penis saya lagi kelubang milik cindy.

“Reeyyy aaaahhhh!!!!” lenguh cindy dengan keringat yang semakin membasahi tubuh kami berdua.cindy hanya mampu mengigit bibir bawahnya dan menatapku sayu seolah meminta ampun.

Lima menit saya mengocokan penis saya dengan ritme cepat rasanya orgasme saya akan segera datang lagi.

Semakin cepat saya mengocokan titid saya… dan rasa itu semakin mendekat, lalu dengan cepat saya mencabut penis saya dan mengocokan nya tepat di depan vagina merah merekah cindy.

Ssrrttt srrtttt!!! Cairan sperma saya tertumpah lumer tepat dipermukaan vagina cindy.

Nafas ku kembali memburu yang kemudian saya langsung lunglai merebahkan tubuh saya di samping cindy. Lagi, menatap kosong langit langit kamar ini sambil menikmati sisa-sisa percintaan saya dengan cindy barusan. Sebelum akhirnya gelap menjemput dan menyapa.

oOo

 

Maybe it’s just me, Couldn’t you believe
That everything I said and did, wasn’t just deceiving
And the tear in your eye, and your calm hard face
Makes me wish that I was never brought into this place

Maybe it’s just me, Couldn’t you believe
That everything I said and did, wasn’t just deceiving
And the tear in your eye, and your calm hard face
Makes me wish that I was never brought into this place
(I want it all, Don’t leave right now)
(I’ll give you everything)

Oh sella… i miss you…​

 

oOo

Ddrrrttttt

Ddrrrttttt!!!

Getar handphone ku membangunkan saya dari tidur, sebuah panggilan masuk dari…

Yussi..

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part