web hit counter

Untuk Masa Lebih Baik Part 26

0
300

Untuk Masa Lebih Baik Part 26

BLESSING DAY
(Heaven Without Wine)

Mempertanyakan pada diriku sendiri tentang sebuah langkah yang kadang hilang arah, tentang sebuah langkah yang entah akan membawaku kemana. Serupa harapan mereka yang tak bisa lagi berharap, serupa tangisan mereka yang tak kunjung usai.

Lalu datang sebuah cahaya dan menyapa setiap jiwa yang terlalu lelah, layaknya sayap djibril dalam badar. Cahaya yang entah dari mana, cahaya yang terkadang dipertanyakan karena lebih terbiasa dalam sebuah gelap.

oOo

“Dari tadi liatin kamu tidur aja kok… keliatan nyenyak banget tidurnya..”

“Hehe.. maafin key, jadi repotin kamu banget…”

Kekey hanya tersenyum lembut mendengar kan, wajah kekey semakin mendekat ke arah ku.

Sambil tersenyum dan menatap ku kekey semakin mendekatkan wajah nya.. dan tak lama kekey menatap ku dengan begitu dekat namun mata kekey kini sedah berair.

“Jangan bikin aku khawatir lagi ya…” ucap kekey sambil menahan tangisnya.

Mendengar perkataan kekey itu membuat hatiku terasa sakit, membuatku merasa begitu sangat hidup dan berarti. Kemudian saya sedikit bangkit dan memeluk kekey. Perlahan kekey menumpahkan air matanya dalam pelukan ku.

“aku udah terlalu sering ngerasa kehilangan…” ucap kekey dalam tangisanya.

Saya hanya semakin erat memeluk tubuh kekey, entah memang semesta sengaja mempertemukan kami berdua. Dua jiwa yang sudah terlalu sering merasa kehilangan dan hilang. Dua jiwa yang selalu mempertanyakan sebuah bentuk kehidupan dalam kesendirian.

CUP!!

Aku mencium kening kekey. Ciuman pertama ku untuk kekey akhirnya jatuh pada malam itu. Kekey hanya tersenyum dan menghapus sisa airmata diwajahnya. Akhirnya kekey tidur bersama ku di ranjang rawat ini. Sebuah pelukan kekey yang mengantar kan ku menuju gelap dan lelap.

oOo

Pagi itu sekitar jam 9 saya terbangun dan melihat kekey sudah segar dangan rambut basahnya. Ia sudah berpakaian rapih, kekey akan berangkat ke toko yang akan kami buka, katanya kekey akan kembali lagi kesini nanti sore setelah melihat toko, sempat merasa malu karena itu seharusnya menjadi tugas ku.

“Udah gpp rey, kan kamunya juga lagi sakit… oia nanti yussi kesini siangan katanya..” ucap kekey sambil memegang tangan ku dan pamit untuk pergi.

Oh God thanks for the angel you send to me! Ucap ku dalam hati sambil tersenyum, merasa bersyukur atas apa yang terjadi dan ku miliki hari ini, dan ini yang namanya ketika bencana berubah menjadi sebuah rahmat.

Saat sedang asik bermain dengan handphone ku tiba tia seseorang mengetuk pintu dan langsung masuk kekamar ku.

“Pagi reyyy!!…” sahutnya sambil berjalan kearah ku dan mencium keningku. What another angels come to my room!

Yap! Yang datang pagi itu adalah sella. Entah untuk apa ia datang tapi waktunya selalu tepat saat kekey tak ada disini.

“Gimana rey udah mendingan?” tanya sella sambil duduk dipinggiran ranjang ku.

“Ehh.. udah ko, udah bisa pulang kayanya tapi gatau hari ini atau besok sel..”

Untung tak lama seorang suster masuk untuk memeriksa ku sambil disusul sarapan pagi datang bersama beberapa obat yang mulai bosan ku lihat.

“Sus kapan bisa pulang?” tanya ku pada suster yang sedang memeriksa tensi darah ku.

“Kalo kondisi masnya makin baik mungkin nanti sore udah bisa pulang mas..” jawab suster itu sambil tersenyum. Manis juga ini suster gumam ku.

Setelah suster beres memeriksa ku dan langsung keluar, aku mencoba untuk bangkit dari kasur ku.

“Eh rey mau ngapain..?” tanya sella yang melihat ku sedang berusah untuk berdiri.

“Mau ke toilet gue.. mau bersih bersih lagian bete tidur muluk…” jawab ku sambil berjalan menyeret impus ku.

Sesaat aku menatap keluar jendela. Bandung pagi hari ini sedang cerah, kemudian sella menghampiri ku dan langsung memeluk tubuh ku dari belakang. Entah apa yang dipikirkan sella, entah juga apa motif sella melakukan semua ini.

Setelah beres dari kamar mandi saya langsung duduk disebuah sofa yang ada didalam ruangan ku.

“Rey mam dulu yah…” ucap sella sambil menghampiri ku dan membawa semangkuk makanan yang tadi diantarkan oleh pihak rumah sakit. Saya hanya mengangguk. Jir pengen ngeroko gue… gumam ku dalam hati.

Akhirnya sella menyuapi ku sambil sesekali membelei atau memegang tangan ku, saya yang masih tak nafsu untuk makan hanya mampu menghabiskan seperempat makanan dan sella langsung mengambil obat untuk ku minum.

“Sel, lu gak lagi ngerencanain sesuatu kan..?” tanya ku ke sella.

“segitunya banget sih ke gue… kan gue masih sayang sama kamu rey..” jawab sella. Kemudian sella semakin mendekatkan duduknya disamping ku, perlahan sella memeluk tubuh ku.

Perlahan juga sella mulai menciumi leher ku, tanganya pun mulai hinggap diatas rey junior. Pelan sella mulai meremas rey juniar dari atas celana boxer yang ku gunakan sementara ciuman di leher ku pun semakin terasa.

Kulirik sella lalu ia langsung mencium bibir ku, entah setan mana yang merestui. Aku terbawa permainan ini yang kemudian sella sudah mengocok titid ku dari balik celana. Ciuman kami semakin menjadi dengan permainan lidah. Lagi sakit juga tetep aja yeee ntotan mah jalan hihihi.

Satu tangan ku kini sudah meremas payudara sella… wohooo!! Ini nih toket yang gue kangenin banget!! Kemudian sella menyibakan baju hitam yang ia pakai sampai ke atas dadanya, lalu ia keluarkan kedua toket bulet nan tumpah itu dari balik cup bra sella.

Sella bangkit lalu duduk diatas tubuh ku. Sella menyodorkan satu toketnya ke arah muka ku “Nih mimi susu yaa biar cepet sembuh…” sahut sella sambil tersenyum binal. Fuck!! Senyum binal itu selalu saja bikin pusing.

Kemudian saya langsung ngemut puting sella yang sudah mulai mengeras. Ssshhhh!!! Lenguh sella ketika kumainkan putingnya dengan lidah ku, sekitar 5 menit aku memainkan kedua buah payudaranya secara bergantian akhirnya sella menarik kepala ku dan menciumin bibir ku dengan liar.

Tak lama kemudian sella turun. Begging on her knees! Sella jongkok dihadapan ku dianatar dua pahaku yang terbuka. Lalu sella mulai menarik keluar rey junior yang sudah bangun dari tidur panjangnya.

“Hi.. lama gak ketemu yee…” sahut sella seolah berbicara dengan rey junior sambil ia kocok pelan. Lalu sella mulai mengulum kepala rey junior.. fufufu!! Rasa geli campur enak kini bersatu diseluruh sarah ku. Kuluman sella semakin enak aja nih.

Sialnya, ketika tengah menikmati kuluman sella dan mungkin tinggal dikit lagi mau crot ada yang ngetuk pintu kamar rawat ku ini.

TOKK!!

TOKKK!!

Sella langsung berdiri dan membelakangi pintu untuk membenarkan bajunya sementara satu tangan ku sibuk untuk memasukan rey junior yang lagi ketanggungan ini kembalik kedalam celana boxer ku.

“Ihh ada sella….” ucap yussi sambil berjalan menghampiri ku.

“hehe.. iya ci tadi mampir kesini dulu.. “ jawab sella sambil tersenyum ke yussi dan langsung duduk disamping ku.

“Yuss. Katanya mau kesini siang… ini kan masih pagi…” ucap ku sewot ke yussi.

“Ihh gimana uci dong mau kesini kapan juga.. uci mah bebas.. wek!!” sahut yussi sambil ikut duduk disamping ku juga. Huaaa diapit oleh dua cewek cantik nih pagi-pagi hahaha!! Terima kasih dewa marmut..

“Ihhh uci ganggu kalian yaa…” tanya yussi

“Ganggu paan deh.. sensi banget lagi dapet yeee?” ucap ku.

“Iyaaa uci lagi dapet.. makanya jangan bikin uci kesel, nanti uci makan loh!!” sahutnya sambil memegang kening ku.

Akhirnya kami bertiga hanya ngobrol ringan sebelum sella bangkit untuk bersiap pamit karena harus kembali ke tokonya.

“Aku balik yaa rey.. cepet sembuh yaaa.. jangan bikin aku khawatir mulu..” ucap sella yang sudah bersiap pamit tapi kemudian duduk sebentar di samping ku sambil mengusap rambut ku.

“Ehh.. iyaa udah sembuh kok guee…” jawab ku.

“Apa nanti pulang nya ke kost aku aja gimanaaa…?” tanya sella yang langsung membuat yussi mencubit tangan ku pelan. Ngerti banget gue kode yang yussi kasih haha.

“Ehh sell, ga usah lah.. ngerepotin elu ntar nya.. lagian gue balik kerumah kok…”

“ya udah deh.. nanti aku yang kerumah kamu yaaa…”

CUP!!!

Sella mencium bibir ku.

“Uhuk-uhuk!! Duh uci keselek ih…” sahut yussi yang langsung membuat sella mencabut bibirnya dan tersenyum kearah ku.

Lalu sella mendekatkan kepalanya ke arah kuping ku. “Lu cuman milik gue rey! Ga boleh ada yang ngerebut elu dari gue.. dan ga ada yang boleh milikin lu selain gue.. someday i’ll be back to you and im watching on you rey…” bisik sella di telinga ku.

WOY!!! INI MAKSUDNYA APAAN?? BIKIN MERINDING AJAAA!!!

Kemudian sella bangkit lalu pamitan pada yussi dan berlalu keluar kamar rawat ku, sedangkan aku masih terdiam memikirkan apa yang barusan sella ucapkan.

“Reyyyyy!!! Ihhh sella itu kenapa sih? Serem ih uci mah…” sahut yussi yang langsung membuyarkan lamunan ku.

“entalah yus kenapa gue juga bingung…” jawab ku sambil menyenderkan kepalaku di bahu yussi.

Tak lama saya langsung memeluk tubuh yussi dan mencium pipi yussi, mungkin efek nanggung tadi jadi rada konslet otak gue nih.

“ih rey.. cium cium gitu…” sahut yussi sedikit berbisik. Saya hanya diam tak menjawab dan meneruskan untuk menicum pipi yussi kemudian turun menciumi leher yussi.

“iiii ini titidnya udah bangun hihihi….” sahut yussi sambil meraba rey junior dari atas celana boxer ku. Dan satu tangan ku dengan susah payah karena berbelit dengan selang impus mencoba untuk meraba payudara kenyal milik yussi.

Akhirnya saya dan yussi berciuman setelah tadi yussi sedikit memposisikan badanya agar memudahkan aksi ku, kini bada yussi telah berpindah ke tempat sella tadi duduk. Satu tangan ku kini sudah bebas meremas toket kenyal nya yussi.

Tak lama yussi menarik kepalanya dan menatap ku tajam “Rey!! Kenapa sih ih.. lagi sakit juga masih aja mesumin uci wuu!” ucap yussi.

“Ihh yus kan biar cepet sembuh..”

“ihh kan uci lagi dapet.. nanti kalo uci kepengen juga gimana hayoooh!!.. ga kasian apa ke uci nanti ribet sendiri…” cerocos yussi.

“hihihi galak deh… tapi ini liat tuh.. udah bediri yus…” jawab ku sambil ngeluarin rey junior yang kembali tegak.

“Ihhh malah ngeluarin titid coba.. malu ih rey ini kan di rumah sakit hihi…” jawab yussi ketkita melihat rey junior yang sudah tegak.

“Di emut aja yuss.. yah yah…” pintaku sambil satu tangan ku meremas payudara yussi.

Yussi sempat sewot mendengar permintaan ku barusan tapi yussi langsung mengulum rey junior dari samping badan ku sehingga membuat ku mudah untuk tetap meremas payudaranya.

Walau jujur sih, kuluman yussi ga sejago sella tapi not bad lah dari pada gue kentang gitu kan. Sekitar 10 menit akhirnya saya menumpahkan sperma ku yang sudah lama tertimbun didalam mulut yussi sambil melenguh kecil.

Yussi kemudian langsung berlari kedalam kamar mandi, yussi emang ga suka nelen sperma gitu haha dan aku langsung mengambil tissue lalu memasukan kembali rey junior kedalam tempatnya. Ahhh! Legaaaa, berasa plong sekarang. batin ku.

Setelah tadi memasukan rey junior kedalam celana saya langsung berjalan ke atas kasur dan merebahkan diri diatas kasur, mulai berasa sedikit mengantuk. Entah apa yang di lakukan yussi didalam kamar mandi, hanya terdengar suara air yang keluar dari kran air.

oOo

sekitar jam 1 saya terbangun karena seorang suster dan seorang dokter tua memeriksa keadaan ku. Suster disini ko cantik-cantik sih hahaha.

“Mas nanti sore udah bisa pulang yaa.. tapi jangan dulu melakukan aktifitas berat, masih harus istirahat untuk beberapa hari kedapan..” ucap dokter tua itu.

Setelah memeriksa ku dokter dan suster itu langsung beranjak keluar lalu yussi langsung menghampiri ku dengan muka kesal dan mencubit perut ku

“Awwww!! Paan sih yusss…” ucap ku kesakitan sambil memegang bekas cubitan yussi.

“Itu kamu.. udah keluar di mulut uci langsung tidur gitu aja… dih cowo apaan kaya gitu…” ucap yussi kesal.

“hehe kan lemes yus.. sini sini guee cium…”

“Gak maaauuuu!!!” jawab yussi spontan.

Kemudian yussi sepertinya langsung menelepon kekey dan entah apa yang mereka bicarakan karena yussi menjauh dari ku ketika menelepon.

Selang waktu satu jam akhirnya kekey datang dengan senyuman manisnya lalu menyapa yussi dan menghampiri ku. Kekey mengkonfirmasi apa saya sudah bisa pulang sore ini kemudian kekey langsung membereskan beberapa barang dan memasukan kedalam sebuah tas tapi yussi beranjak keluar entah mau kemana.

“Udah sembuh yaaa kamu..” ucap kekey sambil tersenyum

“hehe iya nih key udah seger.. besok udah bisa bantu lu lagi di toko…”

“enggak! Istirahat aja dulu..” jawab kekey sambil masih memebereskan beberapa barang.

Setelah beres akhirnya kekey menyiapkan baju ganti untuk ku, nah yang begini nih yang cocok di jadiin istri hihihi.. kemudian yussi kembali dengan seorang suster. Suster itu lalu memeriksa ku sekali lagi lalu mulai mencabut selang impus di tangan ku dan menutupi bekas impus dengan plaster dan sedikit perban. Lalu saya pun bernajak kedalam kamar mandi untuk ganti baju.

oOo

Akhirnya saya pulang dari room vip itu, saya sempat menanyakan masalah administrasinya namun kekey dan yussi hanya tersenyum kompak. Sekarang saya telah berada didalam mobil sedan mewah milik kekey dengan interior khas cewe dan aroma wangi interior mobilnya menambah kesan mewah kendaraan ini, jauh berbeda dengan mobil ku dulu. Ah! Jadi ingin punya mobil lagi gumam ku dalam hati.

Diperjalanan saya bertanya pada kekey, karena ini bukan jalan ke arah kosan yussi, tapi ke jalan arah menuju cihamplas. Lalu yussi menjelaskan bahwa beberapa hari kedepan saya akan tinggal di apartment nya kekey, karena yussi besok harus kembali balik ke Magelang.

Yaaa dewa marmut rezeki apa lagi ini….

Sesampainya di sebuah kawasan apartment mewah dekat punclut yussi langsung membawa tas dan membereskanya didalam sebuah kamar, apartment ini isinya dua kamar ruang TV dapur kamar mandi sama dapur gitu lah.

Ahh!! Hari ini berasa raja banget dilayani para bidadari cantik hahaha!!

Kekey kemudian duduk disamping ku yang tengah asik menonton TV dan yussi sedang mandi. “Rey.. kamu istirahat dulu aja yaa.. jangan dulu ngerjain apa-apa urusan toko biar aku yang handle okey..” ucap kekey sambil mengupas sebuah mangga.

“Ahh enggak ah key.. ga enak gue udah terlalu ngerepotin elu..” jawab ku sambil membenarkan posisi duduk ku.

Lalu kekey menyuapi ku potongan buah mangga yang tadi ia kupas. “pokonya istirahat deh yaa.. hari kamis besok aku mau minta tolong temenin aku soalnya rey..”

“Ohh temenin kemana emang…” tanya ku sambil mengunyah buah mangga yang manis dan wangi itu.

“Aku stress rey.. pengen liburan dikit sebelum toko mulai buka.. jadi ntar temenin ke bali okey!”

“okey hayu aja… ehh ke bali???”

WHAT??
LIBURAN KE BALI BARENG KEKEY?

INI DEWA MARMUT ENGGAK LAGI MABUK KAN??

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part