web hit counter

Untuk Masa Lebih Baik Part 29

0
283

Untuk Masa Lebih Baik Part 29

BURN IT DOWN
(In Flames)

PARENTAL ADVISORY

BAB INI MENGANDUNG ADEGAN

KEKERASAN, CACI MAKI, UMPATAN DAN SUMPAH SERAPAH

HARAP UNTUK MEMAKLUMI DAN DIHIMBAU

UNTUK TIDAK MENCOTOH SETIAP HAL DALAM ADEGAN INI

TERKECUALI KETIKA MENGALAMI MOMEN YANG SAMA SEPERTI TS

I wouldn’t hold my breath if I was you
Cause I’ll forget but I’ll never forgive you
Don’t you know, don’t you know
True friends stab you in the front?

Balik lagi ke seorang lelaki yang sedang tergesa-tergesa itu, ku perhatikan sejenak lelaki yang kini sudah berjalan rusuh ke dalam toko sella. Sontak aku berdiri dan emosi. Kekey kaget melihat ku.

ANJING!!!

FADLY!!!

Sontak aku langsung berjalan rusuh ketika melihat sosok fadly, seseorang yang dulu ku percaya, seorang taman bahkan sahabat yang kemudian mengambil semua yang ku punya.

Kekey sempat menarik tangan ku tapi langsung ku tepiskan. Emosi ku langsung memuncak ketika melihat wajah si penghianat itu.

Kulihat fadly didalam tengah menunjuk-nunjuk cindy yang berdiri di sebelah sella sambil marah-marah juga, entah apa yang fadly utarakan cindy saya gak peduli. Saya langsung mempercepat jalan ku menjadi sedikit berlari.

WOY ANJING!!

BUGGG!!!

BUUGGGG!!

BABI LU BANGSAT!!

ANAK ANJING LU TAI!!

BUGGG!! BUGG!!!

Entah sudah berapa kali pukulan ku yang tepat mengenai wajah atau badanya yang membuat fadly langsung tersungkur tak berdaya, para wanita itu hanya menjerit histeris melihat aksi brutal ku.

KEMANA AJA LU ANJING!!!

BUGGGG!!!

BUGGG!!

BANGSAT LU!!

BUGG!!

MATI AJA LU ANJING!!

BUGGG!!

Di meja kasir kulihat ada botol kosong, botol minuman teh dingin itu segera ku ambil lalu kekey berlari kearah ku dan menarik lagi tangan ku tapi langsung segera aku tepiskan tangan ku dari hadangan tangan kekey hingga membuat kekey hampir terjatuh.

aku sedang kalap, se-isi setan di neraka seperti sedang merestui ku untuk melakukan apapun pada fadly bahkan hingga ia mati pun aku tak peduli, pikir ku waktu itu.

Hingga beberapa orang datang, entah siapa itu tapi mereka langsung menahan tubuh ku yang oleh entah berapa orang juga.

Hingga kulihat sella sambil menangis berlari kearah ku dan memeluk ku, “Udah Rey…. Plisss… udaaahhh… aku takutt…” ucap sella di kuping ku sambil memeluk tubuh ku.

Emosi ku mulai sedikit turun tapi nafas ku masih terengah-engah, ku lihat cindy membantu fadly untuk duduk.

“UDAH ANJING GA USAH DI PISAHIN, BUNUH AJA GUE REY…. LU GA TAU APA-APA ANJING!! SINI ANJING PUKULIN LAGI GUE…” teriak fadly sambil menepiskan bantuan sella. Mendengar itu emosi ku langsung meninggi lagi.

Ku dorong sella yang memeluk ku ke samping ku dan orang-orang yang menahan ku pun tak sanggup lagi menahan badan ku.

NANTANG LO ANJING!!

BUGGG!!

BUGGGG!!

Aku langsung menendang kepala hingga fadly kembali terjatuh dan kepala langsung menghantam lantai toko.

MATI ANJING… MATI!!!..

BUGG!!

BRUGG!!

Pukulan ku kembali mendarat diwajah fadly yang sudah babak belur dan mulai bermuluran darah segar. Orang-orang yang tadi menahan ku kembali menarik tubuh ku tapi kini sepertinya lebih banyak orang yang menarik ku hingga aku pun terpingkal kebelakang dan langsung di tarik orang-orang itu dan menahan tubuh ku.

Sella kembali memeluk ku dan menangis “Udaaahhh reyyyyy cukuupppp!!….” teriaknya sambil menangis. Ku lihat fadly sudah tersungkur lemah tak bergerak dilantai darah mulai berceceran dimana-mana.

Sella mulai melepaskan pelukanya melihat ku sudah sedikit bisa mengatur nafas dan kekey menghampiri lalu menggenggam tangaan ku yang juga sama sambil menangis. Ruangan itu mendadak sunyi hanya sesekali suara isak tangis terdengar. Semua mata memperhatikan fadly yang tersungkur dengan darah yang belepoten di hampir sekujur tubuhnya.

Cindy hanya menangis melihat keadaan fadly, dan melihat ku lalu berlari kearah ku. “Anjing kamu rey… fadly itu bapaknya shafira…” teriak caindy.

PLAK!!!

Cindy menampar wajah ku aku hanya diam saja, tapi sella sepertinya tak terima dengan perlakuan cindy pada ku.

“eh Anjing!! berani lu nampar rey…” sentak sella sambil menghampiri cindy

PLAK!!

Sella menampar cindy, cindy pun langsung menjambak rambut sella, tapi kemudian sella langsung mendorong cindy hingga terjatuh dan sella langsung memukul wajah cindy. “Jangan macem-macem lu anjing…”

BUG!!

Pukulan sella tepat mengenai wajah cindy, suasana seketika menjadi kembali riuh aku segera menarik sella. “Sel!!… udah anjing jangan samanya…” ucapku sembari merangkul sella.

Kemudian sella memeluk tubuh ku dan kembali menangis, kekey langsung menghampiri cindy dan membantu cindy untuk bangkit.

oOo

 

It’s funny how things work out
Such a bitter irony
Like a kick right to the teeth
It fell apart right from the start
But I couldn’t even see the forest for the trees
(I’m afraid you asked for this)​

 

oOo

aku segera memakirkan mobil sella di depan pintu toko sella lalu beberapa orang menggotong tubuh fadly yang masih tak bergerak untuk masuk kedalam mobil. Sebelumnya seseorang yang memisahkan ku berteriak sambil berucap untuk segera membawa fadly ke rumah sakit.

Setelah fadly masuk kedalam mobil aku segera memacu mobil sella dengan cepat menuju rumah sakit di daerah dago. Di kursi belakang sesekali kulirik lewat spion tengah cindy hanya mengusap wajah fadly sambil menangis di temani kekey di sebelah nya yang hanya menatap ke arah ku dengan cemas. Sementara sella duduk di samping ku sambil menatap kosong.

Sesampainya di rumah sakit yang memerlukan perjalan sekitar 15 menit dan sempat menerobos satu lampu merah di daerah cikapayang aku langsung membuka pintu belakang dan membantu menggotong fadly.

Pihak rumah sakit langsung membawakan sebuah ranjang rawat dan dibantu beberapa petugas rumah sakit akhirnya fadly langsung dibawa masuk kedalam ruang UGD.

Cindy hanya duduk dekat pintu UGD sambil masih terisak-isak sementara sella langsung mengurus administrasi sementara aku duduk di halaman rumah sakit lalu mengeluarkan bungkus roko dari saku celana ku.

Kuhisap dalam marlboro yang kubakar barusan dan mengepulkan asapnya ke langit.. ya dewa marmut apa yang udah gue lakuin… iba ku dalam hati.

Kemudian kekey menghampiri ku dan duduk disamping ku, kekey langsung mencoba menggenggam tangan ku yang dari tadi selalu mengepal keras. Dan akhirnya kekey berhasil menggengam tangan ku.

Sekali lagi aku menghisap dalam roko ini.

Kemudian sella datang menghampiri saya dan kekey sambil memberikan sebotol air mineral yang langsung ku minum, aku baru sadar ternyata bajuku pun belepotan bekas darah. Pantes, dari tadi banyak orang yang ngeliatin gue!

“Sell, kamu ga nemenin cindy?” tanya kekey pada sella dan memecahkan kehingan diantara kita bertiga. “Kaga ah males gue.. masih emosi juga ke itu orang…” jawab sella.

“udah sell, jangan nambah masalah dulu ya…” ucap ku sambil menngusap pipinya. Sella hanya mengangguk kecil. “Key.. maaf ya tadi gue meluk rey depan lu.. spontan gue…” ucap sella pada kekey.

“hihi gpp ko sell.. lagi situasi panas ini, aku aja malah gabisa nahan rey tapi malah kamu yang bisa sell…” jawab kekey yang seakan menyindir ku… ahh!! Fuck!! Pala gue tambah pusing ini. Masalah ini aja belum beres eh kekey ngomong gitu..

Cindy menghampiri kami bertiga “Fadly harus dirawat tuh.. ada pendarahan gitu sama beberapa luka sobek… untung fadly selamat, kalo sampe fadly kenapa-napa kamu aku laporin polisi rey…” ucap cindy dengan nada kesalnya.

“Ehh elo kalo laporin rey ke polisi gue juga laporin lu kepolisi karena lo dulu bawa kabur mobil rey dan bawa uang di toko gue kampret!…” spontan ucap sella merespon perkataan cindy barusan.

Kemudian cindy berjalan kembali keruang UGD dengan wajah yang semakin marah, “aku nemenin cindy ya sambil ngurusin buat fadly di rawat.. sel, nitip rey kamu kan pawang nya rey hehe…” ucap kekey sambil beranjak pergi dan melepaskan genggaman tanganya dari tangan ku.

oOo

 

You’ve got a lot of nerve, but not a lot of spine​
You made your bed when you worried about mine
This ends now​

 

oOo

sore ini saya, kekey, sella, cindy, baby shafira dan fadly berkumpul disebuah taman di kota Bandung. Setelah 3 hari fadly dirawat dan sella yang entah mengultimatum apa pada cindy hingga semuanya hari ini bisa berkumpul.

Hari ini juga saya baru melihat lagi fadly setelah sebelumnya saya sengaja tak menemui fadly di rumah sakit. Rasa emosi, sedih, kasihan, kecewa bercampur aduk didalam perasaan ku melihat semua orang yang ada disini.

Mereka adalah orang yang layak kutulis ceritanya, mereka pula yang berjasa untuk setiap luka dan rasa kecewa pula setiap kebahagiaan dalan hidup ku ini, hanya minus yussi saja.

Sedari awal, fadly selalu menggendong erat baby shafira yang hobi tidur itu. Sementara kekey sedari tadi pagi mewanti-wanti untuk jangan main kekerasan lagi dan kini kekey terus memeluk tangan ku. Dan sella duduk disebelah kiri ku.

“Sory, kemaren gue kalap coy…” ucap ku untuk memecahkan kekakuan diantara kami semua dengan raut wajah tegang mereka masing-masing.

“Gpp rey.. gue pantes nerima semua ini, kalo kamaren gue sampe mati juga gue ikhlas.. gue yang salah rey..” jawab fadly sambil memeluk baby shafira.

“emang gue yang ngambil semua uang lu, dan gue kasih semuanya ke cindy.. gue emang terlalu bodoh dan ngorbanin temen gue sendiri demi rasa sayang gue ke cindy.. gue emang tolol banget rey..”

“Jauh sebelum lo kenal cindy gue udah kenal dia rey, dia ade kelas gue di SMA dulu, dari dulu juga gue udah suka sama cindy tapi gue ga pernah punya keberanian yang cukup untuk nyatain semua perasaan gue ke cindy.. sampe akhirnya gue tau kalo lo lagi deket sama cindy, deket sama orang yang udah gue suka dari jaman gue sekolah dulu.. di satu sisi gue sakit sakit hati karena kenapa mesti elo yang deket sama cindy tapi disisi lain elo adalah temen deket gue rey.. elo seseorang yang udah berjasa pernah bikin gue jadi bangkit dari hidup gue…”

“Sampe satu hari gue gak bisa lagi nahan perasaan gue ke cindy dan gue bilang semua ke cindy tentang perasaan gue ke cindy dari dulu.. terus cindy bilang kalo dia juga emang udah suka ke gue lebih dulu dan gak pernah sayang sama lo rey.. cindy bilang kalo dia jadi pacar lo itu gak lebih untuk manfaatin apa yang lo punya waktu, gue sempet marah denger cindy bilang gue karena biar gimana pun elo temen gue rey, gue gak terima kalo ada orang yang tega ke elo…”

“Tapi lagi, cinta gue ke cindy bikin gue buta dan cindy manfaatin kelemahan gue itu.. pelan-pelan cindy memperngaruhin gue hingga entah kenapa gue juga sampe ngerasa sangat bendi ke elo rey..” fadly mulai menangis.. yaelah melankolis juga diee.. kirain gua doangan.

“Sampe waktu dimana lo nge-gep gue sama cindy di kosan waktu itu.. gue bingung harus gimana waktu itu.. tapi lagi-lagi cindy ngerayu gue sampe akhirnya cindy ngasih ide buat ngambil semuanya rey.. abis gue ngambil semua yang lo punya gue sama cindy kabur ke jakarta disana gue sama cindy nikmatin hasil keringet lo.. gue sempet mau nikahin cindy waktu di jakarta itu tapi dia gak pernah mau.. sampe akhirnya cindy hamil, sedang kan gue udah gak punya apa-apa… hasil ngerampok dari lu udah abis dan mobil gue juga udah dijual karena gue terlalu hanyut dalam situasi itu..”

“Akhirnya cindy cabut entah kemana, sebelum dia ninggalin gue cindy ngancem gue untuk jangan pernah nyari dia dan kalo gue sampe nemuin dia.. cindy bakalan ngegugurin kandunganya waktu itu.. dan gue sangat gak mau cindy ngegugurin kandunganya.. akhirnya gue balik kebandung dan mulai cari kerja kesana-sini untuk ngehidupin hidup gue…”

“Selama dibandung itu pula gue gak pernah tenang, tapi gue gak pernah punya keberanian untuk nemuin elu rey.. gue takut banget.. sampe akhirnya gue tau dari temen gue kalo cindy juga ada di bandung dan kerja di distro itu.. setelah tau gue langsung nyusulin dia ternyata lo ada disitu.. mungkin udah takdirnya kita mesti ketemu rey…”

“Maafin gue rey walau gue tau maaf gue gak bakalan bikin semua yang lo punya dulu balik lagi…” ucap fadly mengakhiri penjelasanya. Saya hanya terdiam mencerna semua perkataan fadly tadi.

Saya bandingkan sama penjelasan cindy waktu itu terdengar sangat kontras dan bersebrangan. Entah siapa yang bener dan siapa yang bohong. Suasana hening untuk beberapa saat. Aku melihat setiap orang menerawang pikiranya masing-masing.

“fadly bener.. aku yang bohong rey.. waktu itu aku Cuma bikin alesan doang biar bisa deket lagi sama kamu.. tapi ternyata kamu nya juga masih belum punya apa-apa kan waktu itu,jadilah aku terjebak disini apalagi semenjak shafira lahir.. mau gak mau kan aku harus cari uang. fadly juga bener kalo waktu itu aku pacaran sama kamu Cuma pengen uang kamu aja, dan aku juga ga pernah sayang sama kamu atau sama fadly.. hari gini ngomongin cinta kan ga realistis banget yaa..” ucap cindy tiba-tiba.

“aku juga ga tau kenapa aku kaya gini, Cuma pengen kaya orang lain aja sih yang punya segalanya.. hidup mewah.. bisa beli apapun yang aku mau.. emang salah ya aku kaya gitu?” tambah cindy dengan polos dan dengan wajah tanpa dosa.

PLAK!!

Sella tiba-tiba nampar cindy.. “Bangsat emang lu.. ga punya perasaan banget sih anjing jadi cewe…” sentak sella ke cindy yang sedang memegang pipinya akibat tamparan sella barusan.

“Heh sella.. emang situ suci jadi cewe hah? Ga usah munafik deh.. ga usah sok bener idup kamu.. kamu aja ninggalin rey demi cowo yang lebih tajir kan.. terus apa bedanya aku sama kamu…” sahut cindy dengan nada kesal.

Mendengar perkataan cindy sella langsung emosi dan bangkit dari duduk, tapi aku langsung menarik tanganya. “Sell… duduk!” ucap ku tegas, “Tapi rey…” jawab cindy, dan saya hanya menatap tajam mata sella. Akhirnya sella duduk lagi sambil menahan emosinya.

Aku hanya mengepalkan tangan ku dengan kuat, kekey menyadari tingkah ku dan langsung memeluk tangan ku lebih erat sambil mengusap punggung ku dengan halus. “rey…” panggil kekey lembut.

“Fiuhhh!” aku menarik nafas dalam.. yep! We cant handle the truth! Batin ku.

“cind.. entah apa yang bikin lo sampe segitunya, gue juga sama cin.. gue orang gak punya tapi gue selalu kerja keras untuk bisa hidup lebih baik.. fadly tau gimana perjuangan gue untuk bisa ada di atas.. berapa banyak orang yang selalu ngeraguin masa depan gue.. berapa banyak keluarga gue yang nganggap gue terlalu bodoh karena ngorbanin kuliah untuk sekedar jualan baju.. fadly tau gimana gue harus nahan rasa laper gue untuk sekedar bisa nabung dan nambahin modal supaya usaha gue bisa mandiri.. fadly tau gimana gue dulu harus susah payah ngerangkak dari bawah..”

“Ga ada kata hujan, ga ada malem atau siang.. gue bahkan harus rela makan mie satu bungkus sehari untuk bisa bertahan hidup, untuk bisa wujutin mimpi gue.. fadly tau gimana waktu hujan dan gue harus dorong motor karena abis bensin Cuma untuk sekedar nganterin baju gue ke seorang pembeli yang Cuma beli 1 baju doang.. tapi gue tetep yakin sama mimpi gue.. fadly tau gimana gue Cuma bisa ngeroko dari sisa-sisa di asbak dan gue kumpulin tembakau yang belum kebakar.. sampe akhirnya tiba tiba lo dateng cin disaat gue nikmatin hasil susah payah gue, disaat gue punya segalanya dan lo ambil semua Cuma untuk wujutin mimpi lo untuk hidup mewah tanpa kerja keras?”

“Anjing lo cin!…”

BRAG!!!

Aku memukul meja dihadapan ku, semuanya diam sambil tertunduk kecuali cindy.

oOo

 

I wouldn’t hold my breath if I was you​
Cause I’ll forget but I’ll never forgive you
Don’t you know, don’t you know
True friends stab you in the front?
I wouldn’t hold my breath if I was you
You broke my heart & there’s nothing you can do
And now you know, now you know
True friends stab you in the front​

 

oOo

“lo juga sama dly.. lu ga lebih payah dari cindy.. lu tau banget gimana usaha gue.. lu tau banget gimana susah payah nya gue.. dulu gue ngajak lu untuk join bareng gue karena gue gak mau liat temen deket gue ngerasain apa yang gue rasain, gue tau sakit hatinya di buang dari tongkrongan, di jauhin sodara sendiri dan ga ada satupun cewe yang mau nemenin disaat kita susah payah.. tapi ternyata lo terlalu buta..”

“Sekarang apa?? Laporin lo pada ke polisi? Gak guna! Gak bakal balikin semuanya kalian aja sekarang pada susah payah.. tapi untuk maafin kalian gue gak sanggup.. gue bukan tuhan..” ucap ku sambil menahan sebuah rasa sesak didalam dada. Rasa sesak yang begitu membuat hati ku terasa begitu ngilu ketika mengingat bagaimana dulu aku bersusah payah tapi cindy dengan polosnya berucap seperti itu.. hanya ingin hidup mewah seperti orang lain?

“Ya ridhoin aja sih ya rey.. da mau gimana lagi kan…” ucap cindy yang lagi lagi tanpa wajah berdosanya.. ya semesta semoga engkau mengilhami mahluk satu ini.

“Anjing emang lu hahaha..” ucap ku.

Akhirnnya aku memutuskan untuk pergi karena entah, tapi semua ini tak akan menyelesaikan apapun dan mengingat waktu yang berlalu tak akan mengembalikan apapun yang terlanjur hilang.

Sebelum pergi aku mengatakan ke fadly untuk merawat dan membawa shafira dari pada harus dibesarkan oleh cindy jika benar shafira adalah anak fadly, juga mengucapkan jangan pernah untuk nemuin saya atau sella maupun kekey. Udah cukup mereka merepotkan kami dan saya gak mau lagi berurusan dengan fadly apa lagi cindy.

Fadly juga meminta maaf sambil menangis dan berjanji merawat shafira dan tak akan pernah ngeganggu lagi hidup saya, sementara cindy hanya diam. Entah ia akan seperti apa nantinya saya tak peduli.

oOo

 

It’s kind of sad cause what we had
Well it could have been something
I guess it wasn’t meant to be
(So how dare you)

Try and steal my flame
Just cause yours faded
Well hate is gasoline
A fire fuelling all my dreams
(I’m afraid you asked for this)​

 

oOo

 

serupa ratapan mereka pada langit yang berpasrah diri menangisi takdir.

Serupa setiap kalam yang datang ketika malam

Serupa setiap doa diujung malam yang tak terkabul

Dan serupa setiap tetesan darah mereka yang mengering.

Pada akhirnya harus rela berlabuh pada kekecewaan.​

Kekey tengah mengemudikan mobil menuju sebuah bukit di daerah dago atas setelah sebelumnya aku mengatakan ingin mendinginkan kepala ku untuk sebentar. Sebelumnya sempat mampir kesebuah kedai minuman dago 34 untuk membeli 2 botol minuman.

Sesampainya di bukit itu saya langsung duduk diatas kap depan mobil sedan sella ini sambil kubuka minuman yang tadi dibeli. Sela dan kekey menyusul ku duduk sebelahku masing-masing.

“Jangan terlalu banyak ya sayangg…” ucap kekey sambil memeluk ku dari samping, aku hanya tersenyum dan mencium kening kekey.

Semakin malam cuaca disini semakin dingin, semakin larut pula pikiran-pikiran ku bersamaan dengan alkohol yang mulai mengambil alih kontrol terhadap otak ku padahal baru setengah aku minum.

oOo

 

You can run, but you can’t hide
Time won’t help you
Cause karma has no deadline

And now you know, now you know
True friends stab you in the front

And now you know, now you know
True friends stab you in the front​

 

oOo

aku baru sadar, biasanya sella selalu ikut minum dengan ku apalagi ini adalah salah satu minuman kesukaannya, tapi sedari tadi sella hanya asik dengan susu coklat panasnya.

“Sell tumben.. gak minum nih…?” tanyaku sambil menyodorkan botol ditangan ku, tapi sella hanya tersenyum dan menolaknya halus.

“Akhirnya ya rey.. satu-satu semuanya udah jelas.. satu-satu sekarang semuanya beres.. gue ikut seneng loh rey..” ucap sella dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

“gue juga seneng rey sekarang lo udah nemuin cewe yang tepat untuk lo.. kekey dia cewe baik rey.. jagain dia rey, jangan lo sia-sia-in kekey.. sekarang satu-satu mulai jelas yaa.. kecuali gue..” tambah sella yang membuat ku dan kekey langsung memerhatikanya yang kini wajah sella sudah menetes airmatanya.

“nanti ada waktunya rey gue jelasin semuanya ke elu, dan semoga masih ada cukup waktu untuk gue bisa ngejelasin semuanya.. gue gak bener-bener ninggalin lo waktu itu rey.. bahkan sampe sekarang gue masih sayang banget rey sama lo.. tapi semua ini udah terlanjur.. gue masih sangat sayang dan rasa sayang gue ke lo gak pernah berubah sedikit pun dari pertama gue tinggal bareng elo dulu… dan sekarang ada kekey yang tulus sayang sama lo.. lu juga harus bisa tulus sayangin kekey.. lo harus bisa ngehapus semua rasa lo buat gue rey…”

“Lo layak dan pantes dapetin sesuatu yang lebih rey atas semua kebaikan yang lo lakuin.. sumpah gue masih sayang banget sama lo….” ucap sella lirih dengan airmata yang semakin membasahi wajah sella.

“Gue sekarang hamil 4 bulan rey…” hiks..

WANJINGGGG!!!!

PUJA DEWA MARMUT!!!

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part