web hit counter

Whole Family Interlude Part 23

0
535

Whole Family Interlude Part 23

GAME THREE

kegiatan seks ini benar-benar mengubah warna kehidupan rumah tanggaku, istriku yg tadinya pemalu dan susah diajak bersenggama, namun sekarang kalau gak membuat pejuhku habis rasanya dia tak puas. bahkan hampir tiap malam kalau badanku sedang tidak capek penisku selalu dibuat tegang olehnya. aku dan istri sempat mempertimbangkan untuk keluar dari permainan ini karena kami rasa sudah cukup dan sudah bisa mengobati urusan ranjangku dan Bella. tetapi, bagiku hubungan ini membuka keberanianku untuk lebih berpetualang dalam hal urusan seks, secara diam-diam aku telah meniduri staffku sendiri, Tasya. selain itu pak Roy sudah mengajakku secara pribadi untuk mengikuti kegiatan golf yg diadakan oleh kantor. apakah aku menyukainya? dari segi kepuasan, ya jelas, aku mungkin bisa mencicipi banyak vagina yg belum sempat aku jelajah saat sebelum menikah. namun dari segi kepantasan seorang suami yg memiliki istri yg baik-baik dan percaya padaku, jelas ini diluar batas.

pada putaran ketiga game ini, aku dan Bella nampaknya datang terlalu awal. tiba di lobby hotel Fave langsung disambut oleh Mario dan Claudia dimana pasti mereka datang lebih awal.
“hi hi, udah siap lagi haha”, sambut Claudia pada kami yg lalu dia memberi ciuman pipi pada istriku.
“lets do it haha, mana yg lain?”, ujar istriku dengan semangat, memang kami semua entah kenapa bisa tidak ada rasa malas dalam mengikuti kegiatan ini walau testimoni dari pengikut menunjukkan perubahan signifikan pada hubungan ranjang masing-masing.
“udah ada satu pasang kok, tapi ini langsung aja yah, nih kartunya pilih, bebeb Bella pilih di aku, dan mas Andri pilih di mas Mario”, terang Claudia. lalu kami berdua ambil kartu, dan setelah ngambil istriku dan aku mencocokan kartu itu apakah nomornya sama.
“mas, aku di 101”, ujar Bella dengan lembut sambil menunjukkan nomor kartunya.
“aku di 317 yang”, balasku dengan singkat sambil memeluk istriku.
“have fun mas, gak ada yg lebih enak dari aku haha…”, ujarnya genit saat aku dan istri berpisah dari lift yg mengantarkan dia di lantai tingkat 1. ku pandangi saat dia keluar dari lift, dia menggenakan highheels seperti biasa, celana jeans ketat dan kemeja sedikit ketat namun panjang yg dimasukkan dalam celana serta hijab yg senada dengan warna kemejanya. dia membawa tas tangan yg biasanya berisi pakaian, bisa saja lingerie dan tentunya kondom serta kebutuhan seks ini. aku lanjut menaiki lift hingga pada lantai 3. setelah keluar, aku berjalan menuju kamarku.
“KNOCK KNOCK”, kutunggu beberapa saat namun tak ada jawaban, oh iya aku terlupa tadi kan baru aku dan pasangan lain yg sudah datang, mungkin ini masih kosong. kubuka pintu kamar, bener saja, kondisi kamar masih gelap dan AC baru saja menyala saat aku memasuki ruangan. kamar hotel ini tidak luas, tidak ada balcony dan bernuansa serba ungu. aku menghidupkan TV sembari menunggu pasangan mainku tiba.

*
(POV PASANGAN ANDRI)

aku melangkahkan kakiku keluar dari lift yg membukakan pintu di lantai 3. aku berjalan dengan sangat santai yg membuat pantatku bergerak kekiri dan ke kanan namun juga nervous siapa yg menjadi suamiku untuk dua malam kedepan. malam ini aku membawa tas yg berisi lingerie dan kebutuhan seks untuk 2 malam nanti termasuk kondom dan pelicin. pakaianku yg kukenakan yaitu jeans ketat dan atasan semi minim yg bisa membentuk indah tubuhku, siapapun yg berpapasan denganku pasti menatapku dengan penuh nafsu, namun aku cuek, tujuannya ke hotel ini kan untuk membangkitkan nafsu, maka kumulai dengan diriku sendiri.
tibalah aku di depan kamar 317, aku berdiri dengan rasa dingin ditangan karena gugup. biasanya aku yg menunggu dikamar, namun kali ini dibalik.
“KNOCK KNOCK KNOCK”, lalu beberapa saat kemudian, terbukalah pintu itu, dibelakangnya sosok yg tak asing bagiku, pria yg menjadi suami dari Bella. pria ini memiliki penis yg bagi seorang warga negara Indonesia sangatlah besar.

“hi mas Andri”, sapaku karena aku sudah kenal dengannya secara ini sudah game yg ketiga.
“hi mbak, silahkan masuk”, sapanya yg cukup mantab dan nampaknya siap membuat kasur kamar ini jebol. dadanya yg bidang, wajahnya yg bersinar serta lengannya yg menunjukkan lekukan otot yg keras.
“sudah lama yah mas menunggu”, tanyaku sekedar berbasabasi.
“haha enggak kok, paling 15 menit sambil aku nonton TV”, balasnya dengan santai. aku menaruh tas tanganku di atas meja samping TV dan duduk di atas kasur, kamar ini kecil sekali pikirku, mas Andri juga duduk di sebelahku, namun dia belum melakukan first move, mungkin ini cara main dia, kenalan dulu baru main, gak seperti yg lain, begitu pintu dibuka langsung main, bahkan berkenalannya setelah seksnya kelar.
“ada satu pasang yg gak dateng, Laura. katanya dia datang bulan tadi malam, padahal katanya pada aman semua untuk tanggal ini, tapi yaudalah gapapa, kudu tetep jalan”, ujarku memecah keheningan dan bingung harus ngobrolin apa.
“oh ya, ooo berarti saling dipaskan ya haha”, balas mas Andri.
“huuu mas Andri ni, paling hanya ngikut aja kan, kita mah udah ada planningnya, termasuk KB dan hal lainnya buat antisipasi kalau yg nekat gak pakai kondom terus keluar dalem, mas Andri aja yg gak tau haha”, lanjutku.
“iya dong mbak Claudia, kita cowok mah tinggal nunggu di dalem kamarnya aja, kalau udah gak kuat ya lupa sama kondomnya haha, dan udah nunggu juga kapan aku dapet mbak Dia”, balasnya sudah mulai memancing.
“lha ini udah di sampingnya juga masih di diemin aja haha”, ujarku menantang dia, aku juga sudah gak sabar dengan penisnya yg ujar temen-temen gedenya gak wajar.

lalu mas Andri yg berbadan wangi dan bidang itu menggeser duduknya lebih merapat padaku, dia mengarahkan kepalanya tepat dihadapanku dan berbisik dengan sangat lirih.
“aku udah nunggu untuk ini mbak Claudia..”, ujarnya yg lalu hanya aku balas dengan senyuman dan tangan kananku meraih leher bagian belakangnya. beberapa saat kemudian bibir kami mulai bersentuhan.
“smooooooooccchhhhhhhh”, ciuman yg panjang dan basah, kami berdua memejamkan mata pertanda keenakan.
“ahh mbak Claudia, kamu seksi dan cantik banget sih, pasti kamu liar banget ya”, ujarnya kembali berbisik dan kami kembali berciuman, “smoooccccchhhhhh”, ciumannya yg pelan dan sensual membuatku ingin segera digauli olehnya.
namun, dia kembali menciumi aku, membuka mulutnya untuk kami berciuman menempelkan bibir lebih lama serta lidah kami saling menjulur untuk bertemu dan bergulat.
“smoocchhh cuuurrpp smoocchhh ahhhwwhh smooocchhh uuuhhhh”, ciuman dan adu lidah tidak terhindarkan, mas Andri masih sopan, tangannya tidak berpetualang pada badanku, cara mainnya slow but sure namun hanya merangkulku. mas Andri terus memainkan lidahnya dengan lihai, terkadang dia ingin melepas ciumannya namun tanganku menolak, aku masih ingin terus menikmati moment ini dan berciuman selama mungkin.
“smooocchhh smooocchh smoooocchhh”. “ciumanmu manteb banget mbak”, bisiknya kembali, aku terbuai dengan cara mainnya, bahkan aku sudah berkeringat dari permainan lidah ini. belum yg lain. dia lalu mengarahkan bibirnya kearah leherku, tempat dimana titik rangsang seorang wanita, dia menciumi leherku dengan membabi buta, lidah dia mainkan membuat badanku geli tak tertahankan.
“awwhh haha mas ahhh geli mas ahahhha ahhhhw”, desahku saat dia menenggelamkan wajahnya dileherku, kali ini tangannya sudah mulai nakal dengan berjalan kearah dadaku, beberapa kali meremasnya sambil masih memainkan lidahnya di leherku. badanku berkeringat, memekku mulai basah dan tubuhku bergeliat karena rasa geli.

“mas….udah mass ahhh ahhhh wooohhh”, desahku meminta stop.
“haha kenapa mbak..”, tanyanya dengan penuh penasaran, wajahnya yg sange dan horny sudah terpancar di depanku.
lalu, aku taruh tangannya pada sabuk celananya pertanda aku ingin melepaskan celananya, lalu seperti dia sudah paham, dia berdiri tepat di depanku, sambil aku tersenyum, aku melepas kancing celana dan sabuknya, tanpa lama menunggu aku menarik celana dan celana dalamnya ke bawah dan yg kutunggu-tunggu menunjukkan guratan kerasnya. penis besar nan perkasa itu terpampang di depanku. aku hanya terdiam, penisnya gede sekali.
mas Andri dengan lembut dan kasih sayang membelai rambut lurusku dan mencium atas kepalaku, dia juga melepas atasannya sendiri. saat ini suami Bella sudah telanjang bulat di depanku tanpa sehelai pakaian apapun.
“wooaahh hahah gede banget yah mas, keras banget lagi..”, ujarku sambil mengocoknya dengan perlahan, “mas, bolehkah aku ngeblow sampe keluar pejuhnya hehe”, tanyaku ingin ngeblowjob sampai keluar semua dan setelah itu baru seks.
“haha boleh mbak, kalau lama jangan protes ya”, ujarnya dengan santai. lalu aku dengan perlahan langsung mengarahkan penis itu ke mulutku. dia hanya menatap yg aku lakukan dengan berdiri. rasanya penuh sekali dalam mulutku, beberapa kali aku berusaha menekan seberapa jauh penis itu bisa berada dalam mulutku, namun hanya tigaperempat yg bisa masuk, terpaksa yg seperempat menggunakan tanganku.
dengan perlahan aku menggerakkan kepalaku maju dan mundur, ditambah dengan lidahku mengurut penisnya itu, mas Andri beberapa kali mendesah, “shhhhh ahhhh mbak Dia ooohhh shhhhh”, dia juga membelai rambutku.
badanku sudah mulai berkeringat, aku kadang bergerak maju mundur dengan cepat dibantu oleh tanganku, namun mas Andri masih aja biasa nampaknya juga masih jauh. beberapa tehnik blowjob aku lakukan, seperti menjilat dari pangkal hingga ujung, menjilat buah zakarnya dan aku blow, mengocoknya dengan tempo kencang, namun nampaknya tak ada perubahan. mas Andri beberapa kali tangannya meraih payudaraku dan menekan kepalaku untuk menyepong lebih dalam.
di ujung mataku, tadi saat memulai, jarum panjang pada jam dinding menunjukkan angka 9, sekarang sudah pada angka hampir 12, namun dia masih bertahan, biasanya cowok yg aku sepong sudah meledak di mulutku menumpahkan semua spermanya.
“hooahh hooaahh hoaahh, masih lama yah mas hehe”, ujarku dengan nafas terpogoh-pogoh sambil memberi kocokan pada penisnya, saat aku menggengam penisnya, lingkar penisnya tepat pada satu lingkar tanganku namun itupun harus sedikit kuremas, betapa lebarnya penis ini.
“haha lumayan mbak, sudah capek ya..”, tanya dia balik padaku yg masih menggunakan lengkap berpakaian. lalu dia berpindah posisi berjalan kearah kasur, lantas dia menjatuhkan badannya dikasur dengan telentang.
aku turut mengikutinya naik ke kasur dengan highheelsku juga, mas Andri telentang, kepalanya bersandar pada bantal, kedua kakinya merenggang, aku berada diantara kakinya, dengan berposisi seperti doggystyle, aku kembali mengulum penisnya, nampaknya mas Andri menantangku hingga pejuhnya keluar.
“sshhhhh owwwhhh ayo mbak sampai keluar…”, desahnya dengan rasa sangat horny. aku memasukkan kembali penisnya kedalam mulutku, tanganku bergantian mengocok penisnya sambil terus memberi kuluman, dari gerakan pelan hingga kencang aku lakukan, rasanya rahangku sudah mau lepas.
mas Andri hanya merem melek keenakan sambil terus membelai rambutku, kali ini tangannya tidak sampai untuk meraih payudaraku. sehingga dia hanya berbaring menikmati blowjobku. aku terus melakukannya hingga mungkin sudah lebih dari 6 menit, dia masih saja mendesah ringan, penisnya masih keras seperti beton dan tanda-tanda lahar putihnya belum nampak. aku merasa kalah, ini sudah menyentuh dua kali lipat waktu yg aku gunakan untuk ngecrotin cowok melalui blowjob.
lalu ditengah keenakanku, aku sudah menikmati sekali dengan ritme ini, mas Andri berusaha meraih HPnya di meja sebelah kasur, dan aku berpikir apakah dia akan sambil main HP karena seponganku gak ada apa-apanya. “mas, mau apa?”, tanyaku sejenak sambil istirahat. lalu dia menaikkan kepalanya sedikit keatas.
“mau aku video ya mbak…buat kenang-kenangan hehe”, ujarnya dengan sedikit bercanda. aku tak menjawabnya, namun aku kembali memasukkan penis itu. kali ini aku sambil sedikit menatap kamera.
gerakanku naik turun terekam sangat jelas, lidahku memainkan dengan indah penis besar itu, terkadang ludahku juga menuruni ke batang penisnya karena terlampau basah. aku sudah hampir menyerah, mas Andri memerintahkanku untuk main cepat.
“ayo mbak, yg cepet ahh ahhh oohhh yess ahhhw”, dari nadanya yg bergetar, nampaknya dia mulai akan meledak. aku mempercepat gerakanku, badanku sudah berkeringat mengingat masih mengenakan baju lengkap.
kurasakan penis itu semakin keras dengan guratan ototnya semakin menonjol, kubantu tangan kananku untuk terus mengocok penis jumbonya.
“sshhh ahhh dikit lagi mbak ahhh dikit lagi ahhhhh ohhh”, aku semakin kencang, aku mejulurkan lidahku tepat diujung penisnya, tangan kananku ngocokin kontol dia.
“awwhhhhhhhh awhhhhh ohhhhh awhhhh awhhhhhh ohhhhhhhh”, mas Andri mengejang, penis itu semakin kencang, beberapa saat kemudian. CROOOOT CROOOOT CROOOOT CROOOOT. semburan demi semburan keluar dari ujung penisnya, sebagian masuk ke dalam mulutku, sebagian kena wajahku. tangan kananku masih mengocok dengan tempo pelan, aku kembali memasukkan penisnya ke dalam mulutku untuk membersihkannya.
“awwhhhhh linuuu mbak ahhhhh”, desahnya sambil meremat kepalaku. lalu dari ujung mataku mas Andri mematikan videonya dan menaruh HPnya di sebelah badannya. aku melepas kontolku dari mulutku. aku tersenyum sambil melihat mas Andri yg lemas. aku membalikkan kepalaku untuk melihat arah jam.
“hoaaah setetelah 24 menit, haha akhirnya keluar juga”, ujarku dengan puas tak menghiraukan pejuh yg ada di wajahku.
“wooahhh, thankyou mbak Claudia, blowjobmu oh my….”, desahnya dengan telentang dan penisnya melemas namun tetap panjang.

aku lalu berjalan kearah kamar mandi, berdiri di depan kaca dengan blepotan sperma di wajah, tak lupa aku selfie untuk mengabadikan moment ini. setelah itu aku mencuci wajahku, dan melepas semua pakaianku hingga telanjang bulat. lalu aku balut dengan handuk hotel, dan berjalan keluar, aku masih sangat horny, aku ingin segera digauli dan memekku diobok-obok oleh penisnya.

aku berjalan keluar kamar, mas Andri masih terbaring dengan sambil menonton TV.
“wow wow mbak Claudia, kok gak minta bantuan aku untuk melepas pakaianmu”, ujarnya terbengong dengan badanku yg hanya tertutup handuk, namun aku tetap menggunakan heelsku.
“UUPPSS..”, dengan sangaja aku menjatuhkan handuk yg menutupi badanku, kali ini aku benar-benar telanjang bulat di depan mas Andri, payudaraku yg sudah mengencang, memekku yg sudah basah, siap untuk dimasuki oleh benda asing milik mas Andri itu.
mas Andri sudah bagaikan kucing yg dihadapannya ada whiskas yg enak dan siap disantap. dia lantas duduk dikasur dan meraih tanganku, sehingga aku jatuh dalam pelukannya, aku berbaring diatas badannya, dan kami kembali saling berciuman dengan lahapnya. menurutku seks malam ini bakal panas dan penuh nafsu, aku seperti mendapatkan pasangan main yg sepadan dan perkasa, selevel dengan pasangan mainku saat ikut bertukar pasangan sebelum ke Denpasar.
bibir kami saling bertemu kembali, mas Andri melingkarkan lengannya padaku, terkadang dia meremat pantatku, payudaraku menempel pada dada mas Andri, kurasakan di selangkanganku, penisnya mulai menunjukkan powernya.
“sshhhh awhhh smoochhh ahh aku horny banget mbak shhh ahhhh smooochh”, desah kami saat berciuman dengan ganasnya, “sama mas, ahhh aku pengen mengumbar semua nafsuku ahhh shoooochhh smoochhh”, lidah kami saling bersilat dengan ludah yg saling membasahi bibir kami, sungguh bernafsu. mas Andri enggan melepaskan ciuman kami berdua.

badan mas Andri kurasakan dengan telapakan tanganku dia sudah mulai berkeringat.
“ahhh shoohh hosshh, doyan di kobel pakai jari gak mbak?”, tanyanya, dalam hatiku sudah meminta untuk dimasukkan, namun dia masih sabar untuk melakukan foreplay.
“baiklah mas ayook”, terimaku, lalu aku berbaring di punggungku, dengan membuka lebar kedua kaki, dia langsung berada pada antara kakiku, vaginaku yg bersih dari bulu dan kurawat terus di salon, akan menjadi pengalaman yg berbeda untuk pasanganku.
dia mendekatkan wajahnya pada kewanitaanku, sehingga semburan nafasnya begitu terasa pada memekku, aku hanya memejamkan mata, bebas apa yg akan dia lakukan padaku. beberapa saat kemudian memekku terasa basah karena lidah mas Andri mengenai bibir vaginaku. cukup lama dia melakukan gerakan itu dengan lidahnya, aku juga heran pria setampan dia cukup sabar memainkan kesurgaan wanita.
“sluuuuuurppppppp smooocchhhh sluurrppp”, mas Andri melakukan jilatan memek pada badanku yg sudah sangat horny, sehingga rasanya sungguh mantab sekali.
aku merancu keenakan, satu tanganku pada kepala mas Andri, dan satunya pada payudaraku. aku mendesah tiap dia melakukan gerakan lidah pada memekku.
“shhhhh oowwwhhhh ahhhhh”, ini pada level yg berbeda, mas Andri sungguh luar biasa.
setelah dia cukup puas dengan permainan lidahnya, aku berekspektasi dia siap memasukkan penisnya pada tubuhku, namun aku salah, semacam bukan penis yg masuk tetapi kedua jarinya. oh apa yg mas Andri lakukan padaku, jarang sekali pria masih kuat memainkan seperti ini padaku.
“shhh ahhhh yeeeeee mass kenapa gak penismu ajaaaaa”, rancuku sudah gak jelas, dia tetap melakukan dengan jarinya, gerakannya pun tidak acak, namun seperti memiliki ritme, aku belum pernah merasakan ini, dia merangsang bagian atap dari vaginaku.
“ini bakal enak enak banget mbak Dia”, ujarnya sambil jarinya menari dalam memekku, dia mendekatkan wajahnya padaku, “smooocchhhhh ahhh smoochhh ohh mas ahhh”, ciuman basah dari kami. lalu dia kembali pada posisi semula dengan posisi menyamping disebelahku, aku gak peduli dia dimana, hanya saja rasa kobelannya tak tertahankan.
kiranya hampir 5 menit aku dipermainkan olehnya, aku hanya memejamkan mata, menikmati dan terus menikmati, lantas ada rasa aneh yg menyerang tubuhku. badan rasanya geli semua, kaki melemas, ototku ingin mengencang dan mengejang. namun yg paling terasa aku ingin pipis, jangan jangan ini.
“ohhh mas, please stop bentar mas ahhh tak tertahankan mas ahhhh”, desahku sambil kedua tanganku berusaha melepas kobelan tangannya, “ahhh ahhhh ohhh mas ahhh ahhh ahhh ahhhhwwwhhhh ahhhh”, apa yg terjadi padaku kenapa rasanya seperti ini, beberapa saat kemudian aku meledak, memekku seperti mengeluarkan sesuatu yg belum pernah aku rasakan, “AHHHH AAHHHHH OHHH MASS AHHH AHH WHHH WHHHH OWWHHHH”, badanku mengencang dan mengejang, “CREEET CREET CREEET”, memekku mengeluarkan cairan sesuatu, mas Andri sudah mengurangi intensitas kobelannya. badanku melemas.
“hoooshhh hooosshhh hoooosshhh ahhh masss ahhhhhh”, aku berusaha mengambil nafas, dia menciumi bibirku saat aku berusaha istirahat, “parah banget orgasmenya mas ahhh hoooshhh”, lanjutku dengan lemas.
“udah pernah yg seperti itu?”, tanyanya, aku hanya menggelengkan kepala sambil rasa lemas menyerang dibadan.

saat aku sedang berusaha mengambil nafas, aku masih telantang dan pasrah. lalu dengan sigap mas Andri sudah berada di atasku, lalu batang pohon beringin berumur ratusan tahun miliknya sudah akan hingap pada surgawiku.
“BLEEEESSSS”, “AWHHHH MASSSS, aku gak dikasih kesempatan istirahat”, ujarku dengan pasrah, rasanya hangat dan besar pada memekku. selanjutnya dia terus memompa badanku, kiranya pada ritme sedang hingga tinggi. bahkan suara peer kasur hingga terdengar.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
aku teringat, dia gak pakai kondom, tidak, bahkan aku selalu rutin pakai kondom saat berhubungan saat seperti ini, bukan karena apa, namun untuk menghindari penyakit atau apa, secara sudah tidak terhitung berapa kali aku berhubungan dengan pria selain suamiku, hanya suamiku yg boleh tak menggunakan kondom.
“ahhh mas ini enak ahhhh ahhh ahhh”, “iya mbak memekmu ahhh enak banget ahhh, ahhh ohhhh yess ahhhh”, desah kami berdua. dia bertumpu pada tangannya sehingga bisa memberikan dorongan yg maksimal, sedangkan kedua kakiku sudah melingkar pada pinggulnya. terlihat dari kedua sisi kepalanya keringat sudah bercucuran, dia benar-benar menghajarku.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
dia sungguh perkasa, sudah berjalan beberapa menit, dia masih main dengan ritme yg sama, dengan ekspesi yg sama, artinya aliran pejuhnya mungkin masih sangat jauh.
oh tidak, aku merasa ada yg menyerang badanku lagi, rasa pipis itu kembali muncul, tidak, jangan, jaraknya terlalu dekat, aku tak ingin orgasme secepat ini. dia tidak menurunkan ritmenya, dia terus memompa.
“AWHHHHH OOOOWWHHHH OOOHHHH MASSSS ANDRI STOOOPP AWHHH”, desah panjang dan kerasku, badanku mengejang hebat, memekku menjadi hangat, mataku berkunang-kunang dan badanku melemas semuanya. lalu dia mencabut penisnya, kusaksikan cairan bening dari badanku kembali keluar seperti pria saat orgasme. dia hanya tersenyum sambil menatapku, aku malu, kenapa semudah ini.
“ahhhhh massss, jangan senyuuum, aku malu”, ujarku sambil menutupi bantal wajahku.
mas Andri mendekatkan dirinya dan mencium keningku.
“mas, gantian yah aku diatas”, ujarku dengan lembut, lantas dia membaringkan dirinya dan aku menaiki tubuhnya. kuraih penisnya yg lebar dan panjang, kuarahkannya pada vaginaku yg bukan lagi basah, namun banjir.
“awwwwwwwwhhhhhhhhhhhh”, linu dan geli saat guratan otot itu menyentuh dinding memekku, kali ini aku yg memegang ritme. aku tak bisa duduk sepenuhnya pada pahanya, memekku hanya mampu menerima tigaperempat penis jumbonya, aku bergerak naik dam turun, dia menyangga pantatku dengan kedua tangannya. dia memandangiku dengan penuh nafsu, gesekan demi gesekan membuat badanku semakin melayang enak. ritme pelan dan santai ini membuatku terbuai betapa enaknya bercinta dengan orang yg memiliki penis gede.
“ohhhh ahhhh ahhhh enak mas ahhhh ohhhh”, desahku.
“iya mbak, kamu luar biasa seksinya, ahhh ahhh”, balasnya.
“masih jauh ya mas..”, tanyaku penasaran. dia lantas hanya menganggukkan kepala, aku terheran, dia masih jauh. oh tidak, seks ronde pertama bisa berapa lama ini. dengan ritme yg pelan dan santai ini mungkin membuatnya tak sabar, lalu dia meremas pantatku sehingga aku tak bergerak, lantas dia menggerakkan pinggulnya dan lagi-lagi aku kembali dihajar menggunakan ritme tinggi.
PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
“ahhh masss ahhhh terus mas ahhh ahhh ohhh ahhh”, saat aku merancu, aku tak sadar jika orgasme mendekatiku lagi, badanku kembali menunjukkan akan orgasme, dengan menegang dan linu di setiap ototku, memekku berubah menjadi hangat dan cairan bening itu siap untuk keluar dari vaginaku.
“OHHHHH MASSS AKU LAGIII AWWHHHH OHHHHHHH AHHHHH”, teriak panjangku sambil mejatuhkan badanku pada dia, sehingga aku dipeluknya dengan erat saat seluruh badanku bergetar. mas Andri mencabut penisnya, cairan itu menetes mengenai selangkangannya. aku membenamkan kepalaku pada samping kepalanya, sungguh aku malu, 3x dibuatnya orgasme dan dia belum keluar.
“ahhh mas Andri jahat!!”, ujarku spontan, “aku dibuat kalah huhu”, lanjutku dengan tawa namun gemas dengannya, aku terus memeluk badannya yg berkeringat.
“hahha kamu yg gak kuat kok, nyalahin aku hehe”, balasnya dengan memelukku kencang.
“ayo to, dikeluarin, udah tiga kali lho”, candaku.
“yauda yauda hahha”, balasnya.

lalu dia bangkit, kali ini dia bertulut diantara kakiku, aku menyaksikan tubuhnya yg mengandung otot bersinar karena keringat. lalu dia meraih penisnya dengan tangan kanannya, dan dia kocok sendiri sambil memandangi aku. mungkin masih sangat jauh sehingga dibantu dengan kocokan. wajahnya yg seperti melayang keenakan namun tangannya terus mengurut kencang penis kebanggannya. lalu dia mencodongkan badannya kearahku dan mengarahkan penisnya masuk kembali ke dalam sangkarnya.
“oooohhhhhh shhhhh ahhhhhhhh”, desahku saat vaginaku membuka dengan sangat lebar saat menerima penisnya.
lantas dia langsung tancap gas, aku hanya berharap dia segera keluar, aku tak mau orgasme lagi yg keempat kali.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
“ahhh mas ahhh ohhh ahh ahh ahhh ahhh”, “yess yesss mbak Dia ahhh ahhh ohhh aku mau sampai ahhh ahhhh”.
dia memegangi pinggulku, sedikit mengangkat pantatku sehingga posisi dia tegak, ritme sodokan yg sangat kencang membuat dia menunjukkan ekspresi meringis keenakan.
lantas beberapa saat kemudia dia mulai menegang dan mengejang, nampaknya sudah mulai dekat. lalu mas Andri mengeluarkan penisnya dari tubuhku dan mengocoknya tepat diatas memekku.
“AHHHHHH AHHHHHH AHHHHH OHHHHH AHHH WHHHH YEASSSS”, desah panjangnya diiringi dengan tetesan sperma yg keluar dari ujung helm nya.
“hosshhh hoosshhh hooosshhh hooaahh hoooahhhh ahhhh, gila gilaaaaa seks gilaaaaa”, ujarnya dengan tampang puas sambil menyondongkan kepalannya padaku dan mencium keningku.
“iya mas, kamu gila, bisa buat aku orgasme seperti itu haha”, pujiku yg dia sudah menjatuhkan badannya disebelahku.
“no more sex buat malam ini, aku udah K.O hahhah”, ujarnya yg puas sekali dengan permainan ranjang kita.

*
(POV ANDRI)

keesokan harinya, kami berdua bersantai layaknya dua manusia yg sedang berbulan madu. seks setelah bangun tidur sebelum sarapan sudah kami lakukan dengan singkat dan panas. setelah sarapan dan mandi, aku tiduran dikasur tanpa menggunakan apa-apa, namun aku di dalam selimut, mbak Claudia menggunakan celana dalam dan BH duduk di kasur sebelahku.
“mbak, bener yah, mbak mau dipejuin ramai-ramai?”, tanyaku sambil membelai punggungnya. lalu dia hanya memutar kepalanya, mengangguk dan tersenyum padaku. lantas aku berpikir daripada dipejuhin ramai-ramai mending aku ajak ngeseks aja berdua.
“pengen doang sih mas hehe, no sex, cuma mas-mas ngocok di depanku lalu pejuhnya ditumpahin ke tubuhku hehe”, lanjutnya.
“kamu nakal banget sih mbak, pasti sering ya main tanpa suami tau haha”, pancingku.
“gak pernah mas, tiap aku main dengan cowok, suamiku wajib tau lah, kagak doyan selingkuh, kalau doi tau kan mainnya juga nyaman, seperti ini hehe”, lanjutnya kembali, lantas aku berpikir, sebenarnya dia setia, namun hanya butuh belaian tambahan untuk mewarnai kehidupan ranjangnya.

hari-hariku dengan mbak Claudia berlangsung sangat panas, berkali-kali kami merekam adegan kita, kurang lebih seks yg kita lakukan sama dengan malam pertama, squirt, orgasme, mandi pejuh, seks tanpa kondom merupakan hal baru bagi dia. kehidupan seksku malam itu sungguh berwarna sekali. hingga bahkan beberapa menit sebelum kembali ke pasangan masing-masing, kami masih menyempatkan untuk main sodok. bercinta dengan Claudia bagaikan dinegeri dongeng, dimana ratunya sangat cantik dan rajanya begitu buas untuk terus memompa tubuhnya. namun, negeri dongeng hanyalah ada di dalam legenda. saat kembali pada negeri dunia nyata.

-BERSAMBUNG-

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂