web hit counter

Whole Family Interlude Part 28

0
521

Whole Family Interlude Part 28

PERUBAHAN JADWAL

(POV ANDRI)

9.14 AM – diatas kasur Tasya

matahari menusuk tajam menembus gordin membuat bayangan keras di atas lantai, tusukan yg membuat mata siapapun membuka jendela penglihatannya dan mengumpulkan seluruh nyawa dan tenaga untuk mulai menggerakkan ototnya. dengan badan yg terlelah, aku berhasil bangkit dari keterbaringanku, dan memutar leherku ke kanan dan kiri, sepertinya bukan seperti kamarku sendiri. puzzle dimana aku berada akhirnya terkuak, setelah aku melihat wanita putih, seksi, tinggi dan langsing terbaring di sebelahku dengan mengekspose pahanya yg mulus itu, serta celana dalam yg sama dengan dia kenakan tadi malam. wanita yg sungguh flawless..

aku bagaikan Hulk yg baru saja bertarung, berjalan sempoyongan karena seluruh energy ku terkuras habis pada pertarungan badan tadi malam, menuju ke arah kamar mandi. tiba di depan kaca kamar mandi, aku membasuh mukaku setelah kencing. aku hanya berpikir, “oh kenapa nafsu bejat ini merasuki tubuhku”, sesalku. aku bagaikan Eddie Brock yg tertempel oleh virus Venom, susah untuk kulepaskan, aku menyesal, tergambar jelas wajah Bella dan kedua anakku. hampir 3 menit aku terus membasuh wajahku, mengharapkan ini hanya mimpi.

keluar dari kamar mandi dengan menyadari ini bukan suatu mimpi, aku mengambil celanaku yg tadi malam dengan buasnya kami lepaskan.
“pak Andri..”, sapa wanita yg tadi malam aku buat KO.
“ya..”, balasku singkat.
“jam berapa?”, tanyanya.
“jam 9.25”, balasku.
“hooaahh..kita jam berapa nanti di jemput mereka?”, tanya Tasya yg terkaget sekarang sudah siang, kami memang berjanji untuk ke Singapore mengingat pekerjaan kami sudah beres semua.
“jam 10.30, tapi mereka belum kontak aku lagi”, terangku sambil merapikan bajuku, sedangkan Tasya masih bergumul dibalik selimutnya, “mbak, aku balik kamar ya, mau mandi dan sarapan”, lanjutku.
“gak mandi disini aja pak?”, ajak Tasya dengan wajah genit dan membuat nafsuku bangkit.
“hmmm di kamarku sendiri aja mbak, sekalian berberes”, terangku, dan Tasya mengiyakan melepas aku kembali ke kamarnya.
BRAAKKK- aku menutup pintu kamar milik Tasya dan memasuki kamarku sendiri.

aku berdiri di bawar shower, membasuh seluruh tubuhku dari cairan yg melekat dibadanku, membersihkan diri dari hawa dan nafsu juga tentunya, aku tak ingin semua yg terjadi tadi malam turut larut dalam air yg jatuh di lantai shower.
“ahhh kenapa sih aku jadi terjun lebih jauh”, pikirku dalam hati.
aku teringat cerita dari Spiderman 3, venom menempel pada badan Peter Parker, dan dia sempat enggan melepasnya karena rasanya dia lebih nyaman dan lebih perkasa, namun virus itu merusak jaringan tubuh yg dia hinggapi. ini sama dengan yg terjadi pada diriku, selingkuh seperti venom, rasanya nyaman dan perkasa namun disisi lain bisa merusak tubuhku, dalam artian merusak rumah tangga dan kebahagian bercinta dengan istri menjadi berkurang.

dengan telanjang aku berjalan ke ruangan kamarku, badan sudah kering namun masih terlilit handuk dibagian bawahanku. aku membuka HPku ada beberapa pesan, diantaranya dari istriku sendiri, direksi perusahaan yg aku kunjungi dan dari grup teman-temanku.
[9.51] Harjono: selamat siang bapak, agenda hari ini, kita jalan ke Singapore dan malamnya kita nanti makan malam di sana sekalian, dan balik ke Batamnya esok hari, sesuai rencana awal kita.
[9.52] Andri: siang pak Jono, boleh siang ini kita ke Singapore, tapi saya ini sedang mengusahakan penerbangan saya di geser malam ini, jadi nanti tengah malam mungkin saya bisa tiba di Denpasar.
[9.52] Harjono: oh begitu, baik bapak.
semua pekerjaan kantor sudah beres semua, buat apa aku stay disini terlalu lama, yg ada aku pasti akan tergoda lagi sama Tasya, wanita secantik dan seseksi itu siapa yg tak menolak, walau istriku juga cantik namun dalam situasi terpepet pasti susah juga di tolak. memang feel kamar hotel itu mengandung nafsu, entah kenapa setiap aku check in pasti rasanya horny, namun itu semua bisa hilang jika dalam keadaan lelah dan ingin segera tidur.

bertemulah aku dengan Harjono dan Chandra di lobby, mereka dengan sigap langsung mengurus kepindahan jadwal terbangku.
“jadi gini mbak Tasya, aku mau balik nanti malam saja, biar besok ada waktu sehari buat istirahat sebelum balik ke kantor”, ujarku.
“ya kalau gitu sekalian aja diubah pak”, minta Tasya.
akhirnya kami berdua memutuskan pulang dengan waktu yg sama, sudah fix bahwa nanti malam kami pulang dan mungkin tengah malam aku bisa memasuki rumahku sendiri.

seharian di Singapore. tak banyak hal yg bisa kami ceritakan disini, semua berjalan dengan semestinya, tak ada permainan nakal antara aku dan Tasya, dia menjaga dirinya seprofessional mungkin saat di depan banyak orang, namun jika sudah berdua dia sungguh berani memulai melakukan hal yg tak senonoh.

persiapan pulang ke Denpasar.

Tasya sama sekali tidak bertanya kepadaku kenapa aku merubah jadwal pulang menjadi lebih cepat daripada yg semestinya. mungkin dia sungkan untuk bertanya dan hanya dia simpan untuk diri sendiri. selama perjalanan dari hotel hingga ke bandara dia duduk di sebelahku namun tak banyak bicara, karena yg mengantar kami semua pria.
“bapak Andri dan Ibu Tasya, terimakasih atas kunjungannya, semoga persahabatan antar perusahaan tetap terjalin dengan baik dan terus berkembang”, ujar pria yg menjadi pimpinan perusahaan itu.
“terimakasih kembali bapak Sonny, semoga kita terus menjalin persahabatan yg baik ini”, balasku dengan singkat.
lalu kami berdua berjalan memasuki bandara yg besar dan megah ini setelah melambaikan tangan pada mereka.

“tujuan Jakarta lalu ke Denpasar ya bapak dan ibu, business class ya”, ujar wanita yg berdiri di konter check in itu. aku diberikannya seat yg duduk bersebelahan dengan Tasya. Tasya nampaknya mulai mengendus bau yg kurang sedap mengenai kepindahan penerbangan ini. lalu kami berdua berjalan dan menunggu di Lounge untuk para pemegang kartu member dan penerbang business class. aku menaruh pantatku pada tempat duduk sofa yg besar di pojokan itu. kami berdua mengambil minuman hangat lalu kami taruhnya di meja.
“pak, saya minta maaf kalau kejadian kemarin membuat bapak jadi tidak nyaman disekitarku”, ujarnya dengan lirih.
“bukan itu kok mbak, haha, kan kita udah kelar semua alangkah baiknya segera pulang”, balasku menjelaskan.
“hmm baiklah pak”, singkatnya, “aku merasa kotor banget pak, berani menggoda bapak untuk melakukan yg semestinya tidak kita lakukan”, lanjutnya penuh sesal, namun tatapannya nanar menyaksikanku yg sibuk mengaduk kopi.
“mbak, udah to, yg udah lewat ya udah gapapa”, balasku sambil terus menenangkan dia.
“iya pak, maaf”, ujarnya menutup obrolan mengenai hal itu.
kami melanjutkan obrolan mengenai hal lain, hingga akhirnya panggilan boarding memecah keheningan ruangan ini.

tiba di Denpasar.

entah kenapa aku tidak bisa tegas dengan Tasya, sebagai seorang wanita seperti dia seandaianya sudah di tolak ya sudah, namun dia terus berusaha untuk bisa tidur denganku. atau mungkin dia masih junior dan aku enggan membuatnya merasa takut masuk kantor atau apa ya, entahlah. oh iya, pertanyaannya, kenapa aku sungguh menarik dimata wanita? apakah karena penisku? kegantenganku? kemapananku? hanya mereka yg bisa menjawab.

jadi pada dasarnya, prinsip yg aku pegang dulu sungguhlah membuat wanita manapun tergila-gila padaku, namun sebenarnya sekuatnya aku bisa memegang prinsip akhirnya runtuh juga, runtuhnya bukan karena aku yg tak kuat menahan, namun karena aku tak mampu menahan godaan. godaan dari Owie, ajakan barter istriku dan godaan Tasya. semoga tak ada lagi yg seperti ini karena bisa berpotensi merusak kebahagiaan keluargaku.

aku dan Tasya duduk dalam satu taksi, kami berdua duduk dibelakang, tak banyak obrolan yg kami bicarakan, sesuai urutannya, kami mengantar Tasya terlebih dahulu, jalanan sudah sangat sepi, waktu menunjukkan waktu 12.19 tengah malam. akhirnya memasuki perumahan mungil mungkin rata-rata luasan tanahnya 120m hingga 170m persegi, jauh beda dengan perumahanku. aku turut turun membantu Tasya menurunkan tasnya dan sekedar basa-basi agar tak awkward.
“pak Andri, mampir pak”, ajak Tasya.
“kok gelap rumahnya”, tanyaku.
“iya, kan anakku dirumah saudara kalau aku tugas pak”, ujarnya, lalu aku merasa kasihan kalau langsung aku tinggal dan dia menghidupkan lampu rumahnya pada waktu menjelang pagi ini. insting kelaki-lakianku untuk membantu itupun muncul, terlepas apa yg terjadi pada kita kemarin.
“pak, tunggu bentar ya, nunggu sampai teman saya masuk rumah dulu”, perintahku pada sopir taksi.
“siap pak!”, balasnya.
“aku tungguin, kamu bisa menghidupkan lampu rumah dulu”, ajakku, lalu kami berdua berjalan masuk ke dalam rumahnya yg kecil ini. dan Tasya sibuk menghidupkan lampu ruang tamu dan ruang tengahnya.
“pak, gak mau nemenin Tasya..”, ujarnya mulai menggodaku.
“hmm hhee next time aja ya mbak Tasya”, ujarku.
“baiklah pak”, balas Tasya dengan lembut lalu dia mendekatkan dirinya dan kedua tangannya memegang kedua pundakku, memeluk dan menciumku, “aku tunggu pak Andri..”, lanjutnya.
lalu aku hanya tersenyum dan balik badan untuk kembali ke taksi, hatiku berdebar dan cobaan apa lagi ini yg diberikan padaku. posisi serba salah, kucing mana yg gak doyan ikan di depannya.

kulanjutkan perjalanan menuju rumahku dengan si sopir taksi duduk dibelakang kemudi, aku hanya duduk sambil melihat keramaian yg ada, hinggar binggar kota Denpasar dengan lampu yg menyala, kota ini sudah menjadi kota 24 jam, namun hatiku hampa, rasanya aku ingin segera pulang dan memeluk erat istriku.

“mengantar siapa pak?”, ujar satpam yg menjaga kompleks rumahku.
“Andri ini pak”, ujarku dari dalam mobil dengan nada tinggi.
“weh komandan, siap silahkan ndan!”, ujar satpam yg sambil membawa lampu senter itu.
mobil taksi ini mengarah pada rumahku, dengan penuh kehati-hatian, aku tak ingin membuat suara yg gaduh yg bisa membangunkan tetangga maupun orang yg berada di dalam rumahku. koper aku angkat dengan pelan-pelan, begitu pula dengan membuka pintu ruang depan rumahku.
CLEK- suara kunci rumah aku putar untuk aku buka. aku berjalan dengan pelan-pelan karena semua orang rumah sudah pada tidur, semua kamarnya sudah gelap. namun di dapur masih ada tanda-tanda kehidupan.
“eh bapak, sudah pulang”, sapa pembantuku yg bernama Hesti.
“iya mbak, udah pada tidur yah”, tanyaku.
“iya bapak, bapak mau dibuatkan minum hangat?”, tanya wanita muda yg berasal dari Jawa ini.
“gak usah, besok pagi aja”, balasku.

lantas aku berjalan menuju kamarku, aku melewati kamar kedua anakku, lampunya sudah remang, namun tak tertutup, aku mampir untuk mengintip dari luar, kedua kakak dan adik terlelap mungkin sudah berada di dunia mimpinya. ku tinggalkan mereka, lantas aku sudah di depan kamarku sendiri yg terletak di lantai 2 dan privat, kalau gak ada tujuan tertentu rasanya jauh sekali untuk mencapai kamar utamaku.
“sshhhh ahhhh ooohhh enaaaakk ahhhh wwhhhh”, sebelum aku menaruh tanganku pada handle kamarku, aku mendengar suara istriku yg sedang mendesah.
“aaahhhh yeeesssss ahhhh ooohhh awwhhhh”
“eehhmmm enak banget owwwhh aweehhhhh”
“yeeesss awwhhhh bikin keluaar aawwhhh awwhhhh”
kira-kira hampir 3 menit aku berada di depan pintu mendengarkan desahan istriku sendiri. desahannya begitu basah dan nampak menikmati sekali aktifitas yg membuatnya melayang. aku baru sadar kalau desahan istri ternyata terdengar dari luar.

“anjir siapa ini di dalem sedang bergaul dengan istriku?”, pikirku dalam hati, namun aku tak memiliki keberanian untuk memegang handle pintu dan memutarnya. rasanya panas mendengar istriku sedang mendesah keenakan saat aku tak berada dirumah, aku jadi berpikir, apakah ini yg dilakukan Bella saat aku sedang bertugas. tapi, aku sendiri juga menghianati cinta dia..siapa yg berani meniduri istriku di atas kasurku!!

kupegang handle pintu itu, aku putarnya dengan perlahan. oh no, terkunci..
“yangg, sayanggg, bukain dong..!!”, ujarku dengan nada sedikit tinggi~ KNOCK KNOCK KNOCK..

-BERSAMBUNG-

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part