web hit counter

Whole Family Interlude Part 34

0
536

Whole Family Interlude Part 34

SWEET HOME

(POV ANDRI)

sekalipun dalam pikiranku aku tak pernah membayangkan jika kini hidupku berlumur dengan nafsu, bahkan seks kemarin hingga threesome. dan lebih parahnya bukan dengan teman Bella yg berarti berestu, namun dengan cewek lain. permainan apiku sudah semakin berani, aku bukan lagi pemain korek api, tapi sudah pemain pembakaran hutan bagaikan perusahaan yg membakar hutan di Sumatra dan Kalimantan.

“mas Andri sayang, aku balik Bandung dulu yah, kalau kangen aku bisa lho main ke Bandung atau kemana aja deh nanti aku samperin, oh iya, nomor HPku dan nomor rekeningku udah aku simpen di HPmu hihi, aku gak akan call mas Andri kok tenang aja, kalau mau kontak aku, bisa SMS atau WA aku yah, bye bye sayang”, peluk si ABG sambil berbisik padaku, dia sudah rapi dan wangi, semua barangnya sudah dia masukkan pada koper bermotif leopard itu, aku juga transfer beberapa rupiah pada rekeningnya untuk servis yg luar biasa liar. malam sebelum kami berpisah, kami kembali menuntaskan nafsu birahi hingga 2-3 kali, entah berapa kali Dinda orgasme yg jelas hingga ia lemas, namun aku tetap ngentotin dia tanpa ampun.
“iya, Dinda, sampai ketemu lagi yah, kamu memang luar biasa, bye”, balasku sambil bibir kami bersentuhan.
lantas kami melepas pelukan dan dia berjalan keluar kearah pintu, menutupnya dan suara jejak highheels mengenai lantai keramik lambat laun hilang dan tak terdengar.

aku melihat kondisi kamar yg sudah kami rapikan sebelum Dinda pulang, aku melihat sprei kasur yg berwarna dasar putih itu terlihat beberapa percak cairan kuning entah itu spermaku atau cairan vagina para wanita yg berubah menjadi kekuning-kuningan. aku juga sudah packing dan sudah tinggal meninggalkan hotel. sekedar last check agar tak ada yg tertinggal, aku berjalan memasuki kamar mandi dan teras belakang.
aku memutuskan untuk turut keluar kamar dan menunggu para boss yg lain di lobby.

setibanya di lobby, sambil menarik koper kecilku, terpampang besar tas golfku sudah disiapkan di lobby. para bidadari yg masih berusia dibawah 20 tahun itu masih terjejer di sofa lobby, mereka berfoto dan tertawa bebas, namun pakaiannya sudah tertutup namun masih menunjukkan seksi dan cantiknya.
“maaf bapak, saya petugas valet, saya ambilkan mobil bapak”, ujar pria yg bernama Ahmad itu. lalu aku memberikan kunci mobilku dan koper beserta tas golfku didorongnya ke arah driveway hotel.

“hi sayang, mau pulang sekarang?”, tau-tau si ABG sudah berada di sebelahku dengan tawa dan girang.
“iya haha, kamu kok masih disini?”, tanyaku santai.
“iya nunggu jemputan, tapi beberapa bapak-bapak yg lain sudah pada pulang kok”, ujarnya, dan kami sudah berpamitan melalui pesan WA.
“hello om~~~”, ujar dua cewek yg kutafsir masih berusia belasan tahun itu.
“hi”, ujarku singkat sambil memberi senyuman pada mereka.
“ih jangan godain pacarku..”, protes Dinda, “kenalin mas, ini Alya dan Laras”, lanjut Dinda memperkenalkanku pada dua wanita itu.
“om, boleh lho main ke Bandung hihi atau kami diajak main kesini lagi hihi”, ujar si Laras yg memiliki badan ramping tinggi cantik dan menurutku sangat tidak pantas dia jadi call-girl.
“hehe next time yah, oh mobilku sudah tiba, yauda aku balik dulu yah, sampai ketemu lagi kapan-kapan”, ujarku pada ketiga cewek muda itu.
“bye mas Andri sayang”, ujar Dinda sembari tertawa lepas. dibelakang mobilku sudah ada VW Caravel yg ternyata siap mengantar si ABG semua ke bandara, saat aku memasukkan bawaanku, si ABG ramai berebut masuk ke mobil, ya tipikal anak SMA masih belom dewasa. namun ada hal yg aku amati, saat para ABG mengetahui kendaraanku, mereka hanya pada melongo dan terkagum, tentunya mereka berpikir bagaimana aku bisa menjadi sapi perah baginya. namun aku tak peduli yg mereka pikirkan, aku memasuki mobil dan aku gas pulang ke rumah.

“oh man, komunitas apa lagi ini yg aku masuki, kemarin barter, sekarang ini”, ujarku pada diri sendiri, aku sudah tidak lagi menjadi pria yg setia, melainkan sudah berani bermain serong. aku hanya berharap semoga aku bisa keluar dari jeratan ini pada waktunya dan tentunya aku harus bisa menyembunyikan ini dari bini. aku memiliki keluarga yg sungguh indah, namun aku khawatir keindahan ini hanya sesaat dan akan berubah menjadi air keruh yg tak lagi bisa diminum airnya.

*
(POV BELLA)
dirumah, menunggu kehadiran suami.

sejak suamiku meninggalkan rumah, aku tak berhubungan dengannya, aku bukan tipe istri yg sering menanyakan suami dimana bahkan hingga telpon, rasanya tak sopan menganggu kesibukan suami. toh yg ia lakukan juga untuk kebaikan keluarga kami.

“mami…papi pulang..!!”, teriak anakku yg kecil karena ia sedang bermain mobil-mobilan di teras.
aku langsung bangkit dari dudukku didepan TV bersama para pembantu, untuk menyambut suamiku, sedangkan pembantu langsung pada ke dapur untuk menyiapkan minuman hangat untuk suamiku.
“hi big boy”, peluk suamiku pada anakku.
“hello sayang”, peluknya hangat padaku, ia memberikan kecupan pada keningku, namun wajahnya menunjukkan lelah yg sangat, langkahnya yg gemulai, kopernya ia berikan padaku untuk kubawa ke kamar. tas golfnya masih tertinggal di bagasi mobil.
dengan basa-basi ia langsung mengambil secangkir teh yg sudah siap untuk ia minum. anakku yg kecil membuntuti ayahnya, ingin sekali digendong olehnya. suamiku mengendongnya dengan stamina yg tersisa.
“capek banget mas nampaknya”, tanyaku sambil cemas semoga dia tidak badmood, kebiasaan orang yg capek biasanya mudah marah.
“iya, nyetirnya itu lho lama banget”, balasnya.
lalu suamiku ganti pakaian dan istirahat sembari bermain dengan kedua anakku, aku sudah lega dia sudah berada dirumah kembali, bersama kami.

menjelang malam.

aku juga turut bermain dan bercengkrama bersama kedua anakku dan suami. tidak ada yg aneh dari dirinya, hanya saja dia capek tapi masih menyempatkan bermain seru.
“yang, aaaaaaaghhh aku capek, haruskah aku mandi?”, ujar suamiku manja padaku.
“heeeh mandi, abis dari luar sejak kemarin, mandi mandi, biar kuman dan setan yg nempel rontok semua”, terangku padanya.
lalu dengan gemulai dia beranjak mandi. kedua anakku sudah langsung dibawa oleh kedua pembantuku untuk dimandikan.
aku turut membuntuti suamiku ke kamar.
“yang, mandiin”, ajaknya.
“huuu maunya..nanti malem aja yah hihi”, ujarku pada mas Andri.
“apaan nanti malam?”, balasnya sok polos, dan aku hanya tersenyum sambil mengedipkan satu mata.

suamiku lalu memasuki kamar mandi, dan suara gemercik air mulai terdengar. aku sibuk menata pakaian dalam lemariku. diatas meja rias ku ada HP suami yg tergeletak, aku jarang membuka HP suami. dan aku penasaran.
akhirnya aku buka HP mahal itu yg memiliki wallpaper fotoku yg sedang tertawa riang dan bahagia. aku membuka pesan singkatnya. ada hampir 18 pesan yg belum ia buka, aku maklum seorang yg penting pasti banyak yg mencari namun kebiasaan tidak langsung ia buka, dan hanya ia diamkan.
ada juga pesan yg sudah 4 hari tidak ia buka, pengirim pesan itu bernama “Tomo Manado”, aku tak tau dia siapa, tak akan aku buka.
ada juga beberapa pesan dari teman kantornya “Tony Operational”, “Tasya Staff Operational”, “Shelly Marketing”, “Roy Big Boss”, nah yg bernama Roy ini pasti pimpinannya. aku memilih tak membukanya, toh aku juga paling gak paham apa yg mereka bahas.

namun, ada satu pengirim yg membuatku kaget dan shok, yaitu “Gladis”, what!! ngapain ini cewek diam-diam kontak suamiku! dengan jari yg sedikit bergetar, aku membuka pesan yg sudah terbuka itu. aku baca dengan seksama sembari mendengarkan dan memastikan suami masih mandi.
“oh yaampun, Gladis ngajakin mas Andri ngamar diam-diam?!”, pikirku dalam hati. dan dia meminta pesan ini untuk di delete, namun mas Andri nampaknya lupa. dan sekarang Bella, istrinya sedang membaca. Gladis kenapa kamu berani menggoda suamiku!! aku emosi dan panas, namun gimanapun dia temanku. tapi aku apresiasi dengan jawaban mas Andri yg menolak halus Gladis dengan diobrolkan bersamaku, pasti itu hanya galagasi.
“whuuups, mas Andri sudah mau selesai”, ujarku dalam hati yg lantas menaruh HP seperti posisi semula.
aku berlaga tidak terjadi apa-apa setelah dia selesai dengan mandinya, dan kami juga turut makan malam bersama, bercengrama dan bercanda dengan mas Andri. dia juga nampak tenang dan santai, jadi mungkin dia menganggap godaan Gladis hanyalah godaan-godaan biasa yg seorang boss dapatkan.

malam menjelang tidur

“mas, aku gak sabar untuk punya anak lagi, bentar lagi kegiatan barter usai”, girangku pada suami.
“haha mau anak cewek atau cowok?”, tanya dia sambil memelukku.
“terserah, yg penting punya baby lagi hehe”, balasku, “ntar setelah kegiatan barter usai, aku temenin cek up yah masih bisa kagak”, lanjutku.
lantas kami berdua bercumbu layaknya pasangan yg baru saja menikah. kuakui mersa kami berdua ya setelah kegiatan barter ini, dulu aku disentuh dipeluk aja enggan karena takut kalau suami horny dan minta ngeseks. namun setelah aku rasa-rasakan kontol jumbo memang yg paling juara.

“mas, kan kita udah ikut barter dan merasakan hehe apem wanita lain, ehmm yg paling enak siapa mas?”, tanyaku sedikit salting, dan ingin tau apakah suamiku terpesona oleh salah satu liang surgawi temanku.
“ih apaan nih tanyanya haha”, balas dia sambil tertawa, “ya kan vagina hanya sarana, yg membuat enak kan perlakuan si cewek itu hahaha menurutku itu sih”, lanjutnya yg membuat aku khawatir sedikit, berarti dia menikmati kegiatan ini.
“ehmm tapi berarti semua enak dong?”, balasku.
“yaaaaahaha karena semua cewek uda tau bakal ngeseks dgn cowok lain, jadinya mereka juga sekalian having fun sih”, terangnya kembali namun dia tak menjawab siapa yg paling enak, “kalau kamu gimana sayang?”, balasnya.
“ehmm kalo cowok udah jelas sih, sebaik-baiknya perlakuan, kalau pas nancep langsung keluar ya tak bisa dinikmati hahaha”, balasku berdasar kenyataan.
“emang ada?”, tanya dia penasaran.
“ada, suami siapa gitu haha, baru sebentar udah muncrat kemana-mana, jadi barter kalau pas dapet yg kurang setrong ya pasti kurang enak mas, dan aku tau sekarang kenapa mas Andri jadi primadona disana..”, terangku. lalu suamiku memelukku, nampaknya dia tau kalau aku insecure.
“sayang, jangan gitu to, aku kan hanya milik kamu seorang, jangan khawatir yah”, balasnya membuatku tenang, namun pesan singkat Gladis sedikit membuat khawatir kalau dia menjadi berani dan memaksa untuk check in dengan suamiku, karena Gladis kawanku, mungkin mas Andri takut menolak juga. selain itu Gladis juga seksi, pasti cowok manapun mau.

menjelang kegiatan barter.

“awwwwhh mas Andri sayang awwhh awwhh”, desahku saat mas Andri berada di atasku mempompa badanku layaknya aku wanita panggilan, sungguh brutal dan kencang, namun aku tak bisa mendesah dengan kencang. mas Andri bertumpu pada telapak tangannya yg membuatnya leluasa bergerak maju dan mundur memompa tubuhku. suara per kasur hingga terdengar jelas di pendengaranku, butiran keringat dia juga turut mengalir di badannya.

PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK

“auuh awhh mas awhh awhh yesh awhh awhh”, penis mas Andri yg berotot terlihat jelas keluar dan masuk di tubuhku, rasa ngilu dan geli menyerangku, rambutku sudah acak-acakkan, tatapanku sudah nanar, namun suamiku tak kunjung datang.
“awhh mas kamu awhh masih awhh jauh awhha whh?”, tanyaku dengan penuh desahan.
“masih yang, kamu udah gak kuat?”, balasnya bertanya.
“engggg, bentar lagi keluaaahh awhhh ahhh”, balasku, mendengar aku hampir keluar dia semakin kencang.
badanku tak mampu, 5 menit setelah percakapan tadi, aku selalu memejamkan mata, tangan kananku berada di klitoris, bibirku sengaja aku gigit agar tak mendesah.
detik-detik menjelang ledakan, memekku rasanya akan ada yg menyembur, badanku semakin lemas, cengkramanku semakin kencang pada lengan mas Andri.
“AWHHH MASS AWWHHH OWWHH AWWHH AWHHH OOHHH”, desahku amat kencang, terpaksa mas Andri menutup mulutku menggunakan tangannya, “CRUUUT CRUUT CRUUT”, squirt berhasil keluar saat suamiku menarik penisnya dari vaginaku, cairan itu menyembur dan terjatuh di sprei.
“wooaahh, luar biasa kalo kamu orgasme sayang”, ujarnya sambil mencium keningku dan aku hanya tersenyum kelelahan.

mas Andri dengan penis yg masih tegang, berjalan menjauhi kasur, mengambil sesuatu di meja riasku, dan kembali membawa bungkusan.
“sayang, aku kangen pantatmu”, ujarnya dengan nada bergetar dan ia langsung memegang pahaku dan membalikkannya. tanpa protes lagi, aku sudah berada di posisi nungging.
mas Andri sibuk memasang kondomnya sendiri, aku hanya memejamkan mata menunggu dan bersiap menerima kontolnya pada lubang tetangga.

“AWWWWUUOOHHHH”, desahku saat mas Andri dengan perlahan memasukkan penisnya ke dalam anusku.
dengan tempo yg sangat pelan dan lembut, terkadang dia juga mencium leherku, seks softcore memang kesukaanku, pelan, basah dan romantis.
“sayang, bagiku, kedua lubang surgawimu sungguh membuatku melayang”, ujarnya ditelingaku.
“awwwhhh massss”, balasku hanya mendesah.
sodokannya yg lembut membuat anusku juga bahagia, sambil kedua tangannya meremat-remat payudaraku dari belakang.
“awwhh anal seks ahh enak banget mas awhh sering-sering aja mas awhh”.
PLOG….PLOG….PLOG….PLOG
PLOG….PLOG….PLOG….PLOG
“awwhh cewek keturunan arab doyan anal seks mas awhh”, lanjutku.
“awwhhh pantesan awhh kamu keenakan banget awhhh”, balasnya.
“heeh mas, owwhh awwhh oohhh”
lantas kami berdua kembali fokus pada inti dari hubungan ini, mas Andri sedikit menaikkan temponya, sodokannya sedikit kencang membuat tubuhku tergetar maju dan mundur.

kedua lututku sudah tak mampu bertahan lebih lama, rasanya capek, aku menjatuhkan badanku rata pada kasur, sehingga posisinya prone bone. mas Andri kembali bertumpu pada telapakannya.
“sayang, agak kencengan yah”, tanyanya.
“iya mas..”, balasku.
lantas dia menarik penisnya hingga ujung lalu mendorongnya hingga mentok, terus ia lakukan, membuat aku berkeringat dan mudah lelah. yg kurasakan bagaikan ada ular panjang masuk ke dalam badanku, gesekannya sangat terasa enak dan baper.
kasurku turut ikut tergerak naik dan turun karena terkena goyangan mantab suamiku, layaknya seks yg lain, tujuan utama adalah orgasme. dan memberikannya adalah salah satu keahlian mas Andri.
“AWWWWWWHHHH OWWWHHH OOHHHHH AAHHHHH MASSSS AWHHH”, tergetarlah badanku bagaikan orang berada di kutub, tanganku mencengram kencang pada sprei, kepala kubenamkan pada kasur, nafasku berburu sedangkan suamiku menurunkan tempo goyangannya, ia mencium leher belakangku.
“i love you sayang”, bisiknya, aku membalas dengan belaian mersa dari bawah tubuhnya.

mas Andri mencabut penisnya, melepas kondomnya, aku membalikkan badan untuk menyaksikan yg ia lakukan, penisnya masih mengacung dengan kencang dan membanggakan.
lantas ia menjatuhkan badannya diatasku, langsung mencumbuiku tiada henti, lidah kami saling bersilat, ciuman dibibir turut menjadi basah. setelah kami puas dengan cumbuan itu, suamiku mengarahkanku untuk beposisi menyamping, posisi seks yg menyamping sehingga jauh lebih intim karena kami berpelukan.
“ooooohhhhhhhh mas”, desahku saat menerima penis itu masuk ke dalam badanku.
dengan lembut, suamiku menggoyangkan pinggulnya, sembari ia terus menciumi leherku, seks dengan mas Andri memang tidak pernah membosankan.
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
“aku konsentrasi sayang, biar segera keluar…”, ujarnya sambil mendesah keenakan.
“haha iya ahh ohh mass”, balasku karena bisa sangat lama jika dia gak konsen untuk menggiring pejuhnya untuk keluar.
mas Andri kembali pada ritme seks yg sedang, sambil memelukku dengan erat dan semakin erat, nafasnya semakin kencang.
“awhh keluarin mana sayang ahh oohh”, tanya dia.
“terserah mas”, balasku.
“kamu mau nelen?”, tanya dia memastikan.
“mau mas”, lanjutku singkat, tentunya diiringi dengan desahan.
lantas dengan sekuat tenaga ia kembali mempompaku, hingga badanku tergetar semua, dengan sigap dia mengalihkan badanku, dia berdiri di atas kasur, aku bertulut dibawahnya, aku menjulurkan lidahku, dan ujung penis ia taruh tepat diatasnya, tangan kanannya ngocokin penisnya sendiri, wajah keenakan terpancar dari wajahnya disertai dengan menatapku yg siap menerima benih cintanya.
“OOHHHH OOOHHH SAYAANGG OOHHH AWWHHH”, desah panjangnya diiringi dengan ototnya semakin mengencang, kocokannya semakin kencang dan “CROT CROOT CROOOT”, semburan sperma kental mengalir dari ujung penisnya mengalir ke lidahku dan memasuki badanku. setelah semua keluar aku menelannya dan tersenyum lebar kearah mas Andri yg kelelahan.

“woah, makasih sayang haha”, ujarnya sambil mencium keningku.
“hihi besok lagi sayang”, balasku.
“besok kan barter”, balasnya.
“yaah sedih dong”, ujarku yg lalu dipeluk dia dan kami berdua masuk ke dalam selimut, langsung tidur tanpa bersih-bersih.

maaf pembaca, aku skip hingga kegiatan barter, karena tidak ada hal yg seru untuk aku ceritakan. namun, selama seminggu sejak mas Andri pulang dari golf kami tidak pernah absen dalam berhubungan seks setiap malam, aku dan suami sempat untuk menyelesaikan dua ronde. nafsu seks kami sangat tinggi, dan aku juga suka dengan cara mas Andri yg ngentotin aku bagaikan budak seksnya, lubang pantatku juga kembali ia lebarkan setelah beberapa minggu tidak ia sentuh, bahkan suamiku menumpahkan spermanya kedalam sana. aku juga semakin terbiasa minum spermanya hingga tetes terakhir.

sudah tiba di lokasi barter
(POV ANDRI)

istriku tidak begitu excited dengan kegiatan barter kali ini, karena menurut dia hanya segelintir cowok yg pandai dalam urusan seks, kadang agar menutupi kekecewaannya dia minum obat perangsang tiap hari dalam acara barter, agar tak mengecewakan pasangannya. yah aku memahami, aku tak boleh cemburu juga, karena pasti bisa merusak mood dari pasangan.

istriku langsung berkumpul dengan para teman-temannya disana, sedangkan aku masih dengan para pria.
“eh guys, gimana nih acara nyemburin biniku, jadi gak?”, pecah Mario tentang bukakke terhadap Claudia.
“lha gak tau mas, lha gimana, aku takut ntar kalau gak diijinkan oleh istriku”, ujar Tama.
“ya gak usah bilang lah mas”, balas Mario.
aku hanya terdiam bingung, dan hanya mendengarkan obrolan mereka yg semakin liar, bahkan Claudia sendiri yg minta katanya. aku hanya merasa kasihan dengan Mario yg akan menyaksikan istri sahnya dimandikan pejuh oleh teman-temannya.
saat mereka masih berdebat, aku menyaksikan pandanganku pada wanita-wanita disana yg sudah bersiap akan dikentot, aku tak ada pilihan utama yg pengin aku kentot.

“Laura dan mas Fariz, ayo sini ambil kartunya”, teriak Claudia yg berada ditengah sambil memegang kartu. lalu mereka berdua langsung beranjak dan mengambil kartu, hilanglah mereka dari pandangan menuju kamar mereka.
setelah menunggu giliran karena yg lain dipanggil duluan, akhirnya tiba giliranku.
“Bella dan Andri”, akupun maju bersama istriku, kami berdua saling menunjukkan kartu, yg jelas kamar kami berbeda. diiringi dengan semua orang yg juga turut mengambil kartunya.

tanpa basa-basi, toh pastinya si cewek juga sudah terbiasa, tanpa mengetuk pintu, aku langsung swipe kartu hotel itu untuk membuka pintu.
“CKLEK”, terbukalah dengan perlahan.
sudah ada wanita yg berdiri di dalam kamar menunggu pasangannya.
“hi mas”, sapa wanita itu.
“eh hello mbak”, balasku, kenapa aku merasa sungguh excited dan lebih lepas akan melakukan ini, perasaanku sungguh berbeda dari melakukan dengan Tasya maupun Shelly. mungkin karena berestu, jadinya lebih lepas. aku bahagia sekali kali ini.

setelah bersalaman, kami langsung berpelukan.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part