web hit counter

Whole Family Interlude Part 35

0
507

Whole Family Interlude Part 35

GAME FOUR

pria berbadan tegap dan gagah itupun memasuki kamar yg aku sudah berada di dalamnya. dari fisik dan wajahnya, aku tau dia suami dari Bella.
“Andri”, ujar pria itu mengulurkan tangannya, wajahnya sungguh berbinar-binar, apakah aku dalam bucket listnya dan dia excited bertemu denganku.
“Laura”, balasku, tangannya sungguh dingin, memegang tanganku dengan erat.

(POV LAURA)

kamipun saling menatap dan kami berpelukan, aku bingung, kenapa dia seperti pacar yg lama tidak bertemu dan nampak seperti kangen banget. aku juga turut memeluknya. payudaraku yg tak begitu besar mungkin tak begitu terasa pada dadanya saat kami berpelukan, celana jeans ketatku membantu membentuk indah badanku.
“hehe maaf mbak”, ujarnya saat melepas pelukan itu, cukup lama. namun aku masih bingung dengan tingkah laku suami Bella ini.
“hehe kenapa mas, apakah aku membuat mas teringat seseorang?”, tanyaku, ya memang biasa kegiatan barter sebagai ajang nostalgia dengan mantan atau teman tidurnya dulu sebelum menikah.
“oh tidak haha, hanya insting tadi kok tau-tau memeluk mbak Laura, mungkin karena senyummu mengalihkan akal sehatku”, terangnya yg sedang ngegombal. memang sih, dari raut wajahnya dia bahagia sekali mengikuti ini.

aku lalu duduk dikasur sambil menyilangkan kedua kakiku, mas Andri masih berdiri sambil melepas sepatunya.
“mas Andri mau keluar dari kegiatan ini yah”, tanyaku teringat dengan cerita Bella.
“iya mbak, istri kepingin punya anak lagi”, balasnya singkat sambil juga duduk disebelahku dan menghidupkan TV.
“ooo, anak ke?”, tanyaku singkat.
“ketiga”, balasnya.
“wooh sama aku dong udah tiga”, terangku.
“serius mbak? kok badannya masih seperti anak 1 ya haha kenceng, seksi dan ramping”, pujinya.
“hehe rutin olahraga sih mas”, balasku, “tapi ininya kecil”, lanjutku sambil menunjuk pada bongkahan dadaku yg mini.
“hehe gapapa yg penting cukup buat suami dan pasangan”, balasnya.
“haha pasangan barter haha”, candaku.
“iyalah”, tawa mas Andri.
aku sebenarnya gak sabar segera ingin bercinta, jujur saja walau anak 3, kehidupan seksku dirumah kurang bergairah, suamiku kurang perkasa dan gagah. mendapatkan pasangan yg berbeda dengan suami, ya aku excited.

aku berani sedikit genit dan berlaku manja padanya, berharap dia segera make a move untuk mencumbuiku dan terlebihnya segera melepas pakaianku. kuberanikan diri untuk menjulurkan tanganku untuk ia raih, tergenggamlah tangan milik pria yg memiliki badan proporsional itu. akan kuperkenalkan dengan surgawiku yg semoga bisa membuatnya melayang.

kami saling menatap, kepala kita semakin maju, nafas mas Andri membuat bulukudukku berdiri, aku tergetar.
“smoooch”, ciuman singkat, kami saling tatap, aku ingin memulainya.
“smooch smoocchh smoocchh”, ciuman lebih panjang dan lama, melibatkan lidah untuk saling bertemu.
“shh ahh woohh awwhhh sshhh aeeehh”, desah panjang kami disela-sela cumbuan. lenganku yg kecil meraba seluruh badannya, mulai dari lengannya yg berotot, dadanya yg bidang dan wajahnya yg ganteng. beruntung sekali Bella mendapatkan pria yg lengkap sepertinya.

setelah puas berciuman hingga lipstikku menipis, dengan saling berpelukan, kami menjatuhkan badan ke kasur, dia mulai meraba tubuhku, tangannya masuk ke dalam kemejaku dan meraba buah dadaku yg mungil. jemarinya mulai melepas kancing bajuku, satu per satu hingga akhirnya semua terlepas, aku berpindah posisi untuk diatas badannya, jarinya meraih kancing celanaku, dia juga turut melepasnya dan menarik resletingku kebawah. aku merasakan bongkahan penis yg cukup besar, aku tinggal beberapa detik sebelum membuktikan kebesaran penisnya seperti yg diceritakan oleh teman-temanku.

dengan tenaganya yg besar, dia membalik badanku, akhirnya aku kembali di bawah. ia dengan penuh penghayatan menarik kebawah celana jeansku berikut dengan celana dalamku. akhirnya terlepaslah, aku hanya tinggal berBH. mas Andri hanya terdiam sesaat sambil melempar celanaku.
“waw mbak Laura, vaginamu”, ujarnya sambil langsung mencium daerah kewanitaanku.
“hihihi kenapa mas?”, pancingku.
“ohh bersih, wangi dan peret nampaknya”, ujarnya menggambarkan kewanitaanku. memang, aku memiliki hobi spa vagina sejak menikah dulu, perawatan vagina yg membuatnya wangi bagaikan bunga melati, bersih yg menunjukkan warna aslinya yaitu kemerah mudaan dan peret bagaikan perawan, pijatan para terapisnya juga sungguh profesional. spesifikasi vagina ini yg membuat suamiku tak pernah tahan lama penisnya berada dalam badanku, namun untuk foreplay dia bisa sangat lama menikmati memekku menggunakan lidahnya.

mas Andri kerja tanpa banyak bicara, layaknya seorang gubernur yg sangat disegani oleh banyak orang itu, dia tak mengumbar janji diawal pertemuan jika akan membuatku meledak, orgasme atau memberikan kepuasan 100%. namun dia kerja, kerja dan kerja. aku berbaring di punggungku, dia menjilat, mencium dan memakan vaginaku.
“aoowwuuhhh awwohhh awoohhh awwoohh”, mas Andri duduk di lantai, sedangkan aku melebarkan vaginaku di ujung kasur.
semburan nafasnya membuat memekku super basah.
“awwhh memekmu indah banget sih”, desahnya sambil terus memainkan memekku, jemarinya terkadang memainkan klitorisku.
“awwwwuuu mas Andrii awwhhh yeaaahh”
aku sudah berkeringat, foreplay yg sungguh elegan dan basah. dia sudah melepas atasannya, namun celananya masih melekat.
“assshhhh ssssgghhhhh”
“awww awwww ahh enak banget disitu mass, klitorisku awwhh”
suasana kamar berubah menjadi hangat dan penuh desahan, aku terbaring nikmat melupakan sejenak peranku menjadi seorang istri. kehormatanku sedang dinikmati oleh pria lain, aku jg mengharapkan seks yg panas dan intens. badanku yg ramping dan mini namun untuk urusan seks aku jg kuat. aku menggeser badanku naik, agar dia jg berada di atas kasur, dia tengkurap dengan kepalanya berada diselangkanganku. aku hanya berpikir, yaampun ada ya orang yg totalitas memuaskan pasangan sah orang.
desahanku terus menggema disudut ruangan, arah menit jarum jam terus berputar, sudah mencapai 15 menit. kulihat punggung mas Andri penuh keringat, namun dia tak komplen memakan vaginaku. apakah vaginaku yg terenak yg pernah dia makan.
“awwwwww mas awwwwww ohh awwww awwww”, aku mendiskripsikan diriku bagaikan Elsa Jean bintang bokep, dari bentuk badan yg hampir sama.
“ssshh awwww enak banget siihh awwwwww”, pengaruh jilatannya nampaknya akan membuahkan hasil, memekku terasa sangat basah sekali. badanku mulai merasa sedikit malayang dan keenakan, mataku terpejam pasrah menikmati tiap serangan.
“awwwwwwwhhh ooooohhhhhh yeessshhhh awwwwhhh”, aku mencengkram kencang kepala mas Andri, jilatannya semakin cepat.
“awwhhh yesss ammasss awwhh oohhh awwhhh awwwhh oohhh”, aku mendesah panjang diiringi dengan getaran dari tubuh, tepat 20 menit aku akhirnya orgasme pertama melalui foreplay.
“mas ahh stop mas ahh ohaha ahhhh oowhh wooww”, ujarku tak jelas. dan mas Andri bangkit menatapku sambil tersenyum.
“awwhh mas sini, peluk”, spontanku, dan kami berpelukan, aku merasakan bongkahan di dalam celananya mengenai perutku, wow nampaknya besar sekali.

aku kembali dibaringkan olehnya, dengan berlutut, dia melepaskan jeansnya. aku hanya terbengong melihat ukuran penisnya. alangkah indah dan perkasa. aku tak sabar untuk bersenggama dengannya.
mas Andri melingkarkan penisnya dan mengocoknya perlahan, dia mengarahnya penisnya ke mulutku, dengan senang hati aku meraihnya dan memasukkan ke dalam mulut.
“awwwwwwooohh mbak Laura awwwhhhh”, desahnya dia keenakan hingga menatap langit-langit.
tangan kananku membantu memberikan kocokan, dengan perlahan aku dan penuh penghayatan. lidahku memainkan ujung kontolnya yg membuatnya mendesah dengan pelan dan memejamkan mata.
“asshhhhh shhhhh awhhhh oohhhh sshhhh”.
ini seksi sekali, cewek sekecil aku akan disetubuhi oleh pria yg berbadan tegap, tinggi dan penis besar, ini seperti mimpi.
“sshh awwhhhh ooohhhh awhhhh yesshhh awhhhh, aku pengin sampai keluar mbak haha”, ujarnya.
“hmmm jangan mas, di seks aja, nanti pas kalau mau keluar aku blow lagi hehe tapi seks dulu hihi pengin”, balasku genit yg membuatnya semakin berbinar bahagia.
dengan ukuran yg hampir 19cm, jelas mulutku tak bisa memasukkan semua, hanya ujungnya saja, namun aku meludai seluruh penisnya hingga basah semua. aku berharap rahimku bisa menerima seluruh panjang penis ini, yaampun memekku banjir hanya membayangkan ini.

dengan lembut ia kembali membaringkanku, kubuka kakiku lebar untuk bersiap menerima rudal yg sudah tegang dan ingin segera masuk ke kandangnya. mas Andri masih sibuk ngocok penisnya diujung bibir vaginaku, aku sudah mulai terpejam untuk menerimanya, dan kurasakan memekku mulai membukakan pintu untuk penis besar itu. memang benar kata teman-teman, suami Bella memang sangat panas dan mantab untuk dijadikan cinta satu malam, ia tenang dan ingin memuaskan pasangan wanitanya.
“SSSHHHH AHHHHH”, desah mas Andri sambil bibirnya mendekat padaku, kami berciuman.
“smoochh smoochh smoochh smoochh”, dengan sensual kami berciuman, namun pinggul mas Andri tetap bergerak maju dan mundur. aku memegangi pinggulnya dengan lembut. gerakan yg pelan dan panas ini membuat badanku geli semua.
“ahhh oohhh mass yess ahh enak mass oohh”, desahku.
mas Andri menarik penisnya hingga ujung dan mencapkannya hingga mentok, rahimku langsung terasa penuh. aku menatap wajahnya, dia sungguh keenakan dan bahagia.
“ohh wajahnya gitu amat mas hihi keenakan ya”, ujarku yg jelas aku juga keenakan.
“hmm memeknya ahh pijatannya enak banget”, balasnya. aku berasa bercinta bukan dengan pasangan yg tidak sah, dia membelai rambutku, memandangiku seolah aku wanita yg paling ia cintai. aku meleleh.
“awhh awhh oohh awhh oohh awhh awhh yess ahh ahh”
“shh awwhh oohh ohh awhhh awhh ohhh ahh”
“sshh ohhh ahhh aahh ohhh”, akhirnya kami fokus pada permainan utama, yaitu seks.
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
man on top merupakan posisi favoritku, karena kami bisa saling memandangi dan aku juga bisa melihat alat kelamin kami saling bersatu, posisi terpanas dan terenak untukku. nampaknya pasanganku juga senang. jelas aku tak ingin menyiayiakan kesempatan ini, aku ingin meraih orgasme pada posisi ini.
“mas, belum ahh capeek kan ahh ahhh sampe Laura orgasmeehh ahh ohhh”, mintaku.
“iya mbak ahh memeknya ahh semakin lama semakin basah dan eaahh enak ahhh”, balasnya sambil keenakan, “kalau aku gak kuat gimana mbak?”, lanjutnya.
“eehhh oohhh barengan aja oohhh aahh ahhh”, balasku. dia lantas memejamkan mata dan berusaha menahan dorongan pejuhnya mungkin, beberapa kali aku merasakan penisnya mengembang di dalam rahimku.
mas Andri bermain dengan sangat menikmati, terlihat dia tidak seperti berusaha keras menahan spermanya, namun hanya berusaha menikmati momen singkat kami berdua, sebaliknya denganku, rasanya sangat sudah sangat mepet untuk akan orgasme.
PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG
aku memegang erat pinggulnya yg bergerak maju dan mundur dengan cepat, mataku terpejam, badanku melemas dan memek terasa hangat.
“sshhhh ohhhh masss ooohhhh ohhh mass”, rasanya ada yg ingin mendesak keluar, aku jarang mendapatkan rasa seperti ini jika bercinta dengan suamiku sendiri, justru malah mendapat orgasme penetrasi saat kegiatan barter.
mas Andri mengetahui sikapku dan memekku berubah menjadi lebih kencang mencengkram penisnya, sodokannya semakin kencang.
“AWWWWHHHH OOHHHH AWWHHHH AHHHHH AHHHHH”, desah panjangku sambil mencakar pinggulnya. memekku terasa sangat basah hangat dan seperti ada cairan yg akan keluar juga, seperti pipis namun lebih enak. mas Andri diam sejenak memandangi aku yg penuh keringat berikut dengan dirinya.
“auuuhhhhhhhawwwhhhh”, dia mencabut penisnya sejenak, dan aku merasakan beberapa cairan bening turut keluar dari memekku dan mengalir deras ke sprei hotel ini dan membentuk bekas.
“haha banjir ya mbak Laura”, ujarnya iseng sambil melihat vaginaku yg barusaja menerima tamu besarnya.
“awwhh mas Andri hahah”, balasku sambil sedikit malu sejujurnya.

lalu mas Andri berbaring dipunggungnya, nampaknya AC ruangan hotel tidak mampu membuat badan kami menjadi dingin, aku juga turut mandi keringat. rambutku sedikit basah membuatku semakin bernafsu.
aku melangkahkan kakiku diantara badan mas Andri, dia memegangi penisnya tegak keatas. aku meraihnya, mengarahkan kedalam liang surgawiku. mas Andri wajahnya menjadi ganteng bersiap kontolnya kembali masuk.
“ooohhhhh”, desah kami berdua. aku berposisi jongkok, dengan perlahan aku mulai bergerak dari ujung hingga pangkal, ototnya sangat terasa merangsang dinding vaginaku.
“shh awh aooh ahh ohh yesh ahh ahh”, desahku pelan, kedua tangan mas Andri menyangga pantatku. gerakan naik turun terus kulakukan, butiran keringat selalu muncul yg membuat suasana semakin hangat dan panas.
“ahhh mas ahhh ohhh yesshh ahh ohh hhhooo”, cairan memek dan lendir penis saling bersatu, rasa geli dan enak menyerang tubuh kami berdua. mas Andri terkadang memejamkan mata dan tangannya berjalan nakal menyusuri tiap jengkal tubuhku. tempo seks yg tak begitu kencang sehingga aku bisa mengatur nafasku, badanku yg kecil dibanding mas Andri terlebih badanku sedang dijejeli oleh penis berukuran 19cm.
“awwhh Laura ah mbak enak banget ahh”, desahnya sambil terpejam.
“mau keluar ahh mas ohhh aahhh”, balasku.
“ehmmmm nanti, dimana?”, tanyanya kembali.
“ahhh ahh ahhh jangan di dalam ya mas aoohh”, balasku.
mas Andri kembali menikmati momen ini begitu pula denganku. dia merangkulku dan berbisik.
“mbak, aku pengen main dari belakang”, ujarnya. kubalas dengan senyuman sambil mencium bibir beserta lehernya.
aku menarik badanku, penisnya masih sangat tegang sekali. aku kali ini berada di kasur,
mas Andri memposisikanku untuk berbaring rata dikasur. lalu kurasakan beberapa saat penisnya sudah kembali menyentuh bibir vaginaku.
“ssshhhh ehhhmmmm”, desah ringanku.
“mbak sampe aku keluar ya”, ujarnya ditelingaku, aku balas dengan anggukan.
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
sudah seperti disuru saja, dia memainkan tempo cepat agar dia sendiri bisa keluar, badanku yg mini sudah seperti tertindih okeh beton gedung. penisnya sukses ngobok-obok badanku, entah kutaktau lagi bentuk wajahku, makeup-ku, badanku pasti sudah lelah dan mandi keringat, namun mengigat seks ini hanya singkat dan sungguh nikmat maka aku tak ingin menyia-nyikan kesempatan ini.
namun, keinginan dia untuk segera orgasme nampaknya harus tertunda, karena justru aku yg akan mendapatkan orgasme nampaknya, aku tak mampu membendung gejolak nafsu yg sedang menyerangku.
“sshhh awhhh ohhhh yesss awhhh mas Andri ahhh ohhhh”, desahku.
“iya, mbak Laura sayang..”, balasnya sambil mendekat di leherku dan dia memanggilku sayang.
“aku ahh ohhh mau keluar lagi ahh ohhh”, ujarku.
belum sempat mas Andri membalas ucapanku, serangan penisnya membuahkan hasil.
“AWWHHHHHH OWWWWWHHH YEAAAHHHH OOOHHH MASSSS”, desah panjangku diiringi dengan cairan vagina mengalir kencang dari dalam badanku, “CRUUT CRUUT CRUUUT”, yg membuat aku klejotan gak jelas, klejotan keenakan karena hubungan badan dengan orang lain.

tanpa memberiku jeda, dia kembali menghajar badanku.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
mas Andri mainnya sangat kencang dan berkali-kali dia mengerang, aku masih pada posisi tengkurap terlemas dan pasrah apa yg ia lakukan padaku.
“mbak Laura, aku sudah dekat, keluarin mana..”, tanya dia.
aku bingung, biasanya si pria yg mikir sendiri mau dibuang kemana, aku jarang ditanyain seperti ini.
“awwhhh dimana mbak, aku semakin dekat”, ujarnya lagi.
“sini mas aku blow aja”, balasku spontan.
lalu di mencabut penisnya dari badanku, dan mengarahkannya ke mulutku. aku kini berbaring telentang, mengexpose seluruh badanku tanpa sehelai benang menutupinya. aku menerima penisnya jumbonya dimulutku. aku hanya mengulum helm nya sedangkan mas Andri sibuk mengocok batangnya.
otot lengannya terlihat sungguh besar, dia terus mengerang keenakan, kocokkannya semakin kencang dan dia terus menatap langit-langit.
“arrrrggghhhh oooggghhhh arrrggghhhhh yeeesshhh aweehhhhhh”, desahnya sangat kencang, lalu aku merasakan lelehan lahar keluar dari ujung penisnya, mengalir deras ke lidahku dan meluber keseluruh mulutku, bau khas sperma yg sebenarnya aneh ini tapi justru membuat memek semakin basah.

masih dengan nafas terengah-engah, mas Andri mencabut penisnya dari mulutku, aku menunjukkan benih anaknya yg sedang ada di mulutku, lalu dia tersenyum dan aku menelannya dengan ikhlas. ku spontan langsung memeluk dirinya, aku bagaikan anak SMA yg excited bercinta pertama kali.
“woaah seks malam ini sungguh panas mbak”, ujarnya.
“iya mas hihi thankyou ya”, balasku singkat.
lalu kami berdua sambil basa-basi, kami berdua cuci-cuci bersama dikamar mandi, saling melihat diri masing-masing telanjang di depan kaca kamar mandi, kami kadang saling beciuman lagi, kadang mas Andri nakal memasukkan jarinya ke memekku yg mudah basah ini. akhirnya kami berdua tertidur setelah terlelah karena seks, hanya mengenakan celana dalam.

*
keesokan harinya.

tadi aku sarapan sendiri bersama para wanita lain, sedangkan yg pria menunggu hingga si wanita kembali, agar tak bertemu istri sahnya masing-masing. aku bertemu dengan istri mas Andri, dalam hatiku berkata, “suamimu berhasil membuatku meraung-raung keenakan Bell, bahkan di sangat betah memakan kewanitaanku, mungkin dia tak perlu sarapan pagi ini, cukup aku membuka celanaku, dia akan kenyang dengan sendirinya”.

waktu menunjukkan pukul 11 siang hari sabtu, sarapan sudah beres, seks di kamar mandi.

“arrrrghhhhh owwwhhh yeeessshhh ahhhhhh oohhhhhh”, mas Andri mengerang keenakan sambil mengocok penisnya di atas pantatku, seks di depan kaca kamar mandi dengan posisi berdiri aku mengenakan high-heels, telah berhasil membuatku orgasme 3x. aku merasakan hanya beberapa tetes sperma saja yg keluar. lalu dia memelukku dari belakang.
“ahhh mbak ohh enak banget haha haha”, ujarnya puas, namun dalam hati, aku lebih puas mas. kami berdua berciuman dengan memutar kepalaku ke belakang, tangan kirinya dia meremas kencang payudaraku.

lalu mas Andri mengendongku layaknya bininya sendiri, badan dia yg besar sangat mudah menggendongku, dan aku dijatuhkannya di kasur hotel ini. kami saling cium, kami saling raba, layaknya pasangan yg sedang berbulan madu. mas Andri langsung kembali turun ke memekku, aku menahannya.
“mas, ahhh nanti mas, Laura pengin istirahat dulu”, mintaku, udah di orgasme 3x masih mau ditambahin, aku bisa semakin lemas nanti.
“haha oke dah, abisnya ini memeknya enak banget, rahasianya apa sih”, tanya dia.
“hehe ngobrol-ngobrol aja sini, capek ih seks mulu”, mintaku.
lalu dia memposisikan diri disebelahku, sambil memelukku, lalu aku berpikir, “apakah aku seorang istri yg paling bahagia, apakah mas Andri dengan Bella juga seliar ini, datanglah padaku mas kalo mau liar-liaran”.

“haha, anak 3, memek masih rapet, rapi dan seperti ABG”, ujarnya.
“hmm kok tau seperti ABG, hayooo udah pernah ngeseks sama ABG yah”, ejekku dengan canda.
“haha lha ini ABG”, balasnya sambil menunjuk kearahku.
“haha, aku mah perawatan vagina sejak awal menikah dulu mas, hmm spa vagina. disana di pijat juga, di wangi-wangi hehe dan minum jamu biar singset, biar pasangan lagi nancep langsung cuuur”, balasku dengan manja.
“emang gak doyan penetrasi yg lama-lama yah haha”, balasnya.
“hmm doyan juga sih, tapi yg dirumah kalo foreplay lama dan suka makan memek, kasian kan kalo gak bersih hehe, jadinya ya gitu deh”, balasku.
“oooo menyesuaikan kondisi pasar yah hahah”, candanya.

“hahah iyaahh”, tawaku, “mas Andri mahir banget sih seksnya, dirumah mainnya gini juga yah, apa mahir sejak kecil haha, tau kan maksudku”, lanjutku.
“hmm engga sih, dirumah emang gini, ditambah barter, jadi ilmu seksnya nambah, kalo mbak Laura sejak kecil kah hihi”, tanyanya yg mengungkit masa lalu.
“hmmm jangan cerita yg lain yah tapi”, ujarku, “hehe iya sih, hmm sejak SMA kelulusan hihi, tapi bukan dengan mas Fariz”, terangku, “pesta kelulusan kebablasan deh hihi tapi gak nyesel kok”, lanjutku.
“ahaha pantesan manteb banget”, terangnya.
“haha mas Andri jg kok, sebelum nikah sudah pernah mas?”, tanyaku penasaran.
“hehe iya, tapi hanya sekali doang, trus dapet Bella”, balasnya.
“sama Bella, sama sekali gak gituan?”, tanyaku.
“enggak”, balasnya singkat.
“wooh dapet perawan dong hehe”, candaku.
“iya”, singkatnya.
“serius Bella perawan?”, tanyaku penasaran.
“iya serius haha”.
“wooh hebat, tapi nampaknya selain Bella juga ada kok siapa ya, apa Stella ya, lupa”, terangku, memang hebat wanita berhijab, bisa menjaga memeknya enggak dicolok hingga menikah, aku bahkan saat SMA sudah naikkin rok untuk di kentot.

“kalau mbak Laura gimana dulunya hehe penasaran deh”, tanyanya sambil penisnya nampaknya mulai akan berdiri lagi.
“haha, apa ya hmm, aku dengan mas Fariz sebenarnya friend with benefit mas sahabat tapi ya gituan haha, terutama petting sih, ciuman, saling masturbasi telanjang, saling muasin tapi gak kentot, hanya gesek-gesekan kelamin haha tapi pada waktu aku udah skripsian, mas Fariz udah kerja di bank, trus tanpa kita sadari akhirnya kita kentot haha terus ya biasalah gak kuat nahan terus crot dalam, dan itu sering haha terus hamil deh. terus dinikahin deh haha”, ceritaku padanya yg sambil ngocok penisnya sendiri.
“wow haha, tapi kalian berdua pada waktu itu jomblo?”, tanyanya.
“iyalah, tapi aku dulu ada yg ndeketin sih haha, tapi terus nikah dengan mas Fariz haha”, singkatku sambil tertawa.
lalu melihat penis mas Andri yg kembali bangkit, aku kembali mencengkram penisnya menggunakan tangan kananku, dan setelah tegang maksimal, aku kembali memasukkan batang besar itu pada mulutku, “AWWWWHHHH OOHHH”.

seks dengan mas Andri sungguh seru, panas dan basah. entah berapa kali aku orgasme dan berapa kali meminum spermanya, aku berusaha untuk tidak mengijinkan dia mengeluarkan sperma di dalam memekku, aku tak ingin mengulangi apa yg pernah terjadi padaku. ahh udah ahh mau lanjut ngeseks dengan mas Andri, capek nulis terus haha..
xox Laura xox

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂