web hit counter

Whole Family Interlude Part 40

0
482

Whole Family Interlude Part 40

TAWARAN PEKERJAAN BARU

(POV TASYA)

beberapa hari setelah kejadian aku dipompa oleh pak Andri diruangannya.

aku datang ke kantor dengan rasa badan seperti sudah tercharge penuh, hari-hariku terasa amat bahagia. komunikasiku dengan pak Andri menjadi cair, terkadang ia menggodaku dengan gojekan receh khas direktur. aku masih memiliki keinginan untuk mengajaknya bercinta di dalam kamarku. ya di dalam kamar dimana biasanya aku dan suami tidur bersama. keliaranku meningkat drastis setelah berhubungan dengan pak Andri dan bisikan nakal dari sepupuku Milla.

“eh njiir, kenapa akhir-akhir ini lu tampak bahagia amat sih”, ujar Mariska yg melihat dandananku semakin berkilau dan mungkin rok sedikit naik dari biasanya serta heels lebih tinggi 3cm mungkin.
“ya gapapa lah haha masa bahagia gak boleh”, ujarku dengan canda.
“suamimu abis pulang?”, tanyanya padaku dan aku hanya menggelengkan kepala dengan genit sambil tertawa.

lalu Mariska seperti berpikir, dia tau dengan hubungan specialku dengan pak Andri namun tak sedetail apa yg kuceritakan pada Milla. masalahnya Mariska juga tau dengan pak Andri, bisa bahaya.
“eeehhmmmm jangan-jangan…”, katanya sambil tangannya menunjuk kearah ruangan pak Andri, aku langsung spontan mengangguk bahagia dan ia juga turut tertawa genit dengan apa yg aku lakukan.
“gilaaaaa, dimana dan kapan?”, tanyanya kembali.
“hahaha ya kapan itu beberapa hari yg lalu dan di ruangannya hahha ruangannya penuh dengan desahan kami hahhaa”, ujarku menjelaskan dengan bahagia.
“anjiir anjiir parah, segitu nagihnya ya doi hahhaa”, lanjutnya.
“bangets beb, badannya gagah khas bapak-bapak, wajahnya kalau pas nyodok beb gantengnya naik, terongnya beb buat gue mangap-mangap keenakan hahha semburannya anget sampai seluruh tubuh hahaha”, terangku dengan hiperbola dan aku juga menunjukkan wajah selfie bahagiaku saat kentot bersamanya.
“anjiiir sampai selfie segala, awas lho ketahuan suamimu lho haha”, tawa Mariska.
“aman ah beb hahhaha”, balasku kembali, “mau aku bilangin ke pak Andri biar lu juga di pompa?”, candaku pada Mariska.
“O G A H, bekaslu sih haha!!”, balasnya dengan tegas namun bercanda.

“ahh parah lu beb Tas, inget suami woe hahaha”, candanya padaku.
“inget kok hahahaa”, balasku dengan singkat, namun jika dipikir sebenarnya kasihan juga ia membanting tulang ditengah laut memerah minyak sedangkan aku ngangkang sama boss sambil bercanda keenakan. tapi ya aku manusia biasa yg memiliki nafsu.
“aku berusaha untuk membujuk dia pindah atau cari kerjaan di kota, biar aku cukup jadi ibu rumah tangga aja, kasian juga sih sebenarnya”, lanjutku pada topik kesuamiaan.
“iya beb, kan bentar lagi ada bukaan lowongan, gunakan kakimu untuk meloloskan suamimu biar keterima disini”, ujar Mariska yg masuk diakal.
“hmmmmm…”, balasku sambil mengangguk-angguk.

*

sore ini aku langsung pulang dan tak mampir ke ruang pak Andri untuk meminta jatah, selain itu kepalaku jadi berpikir untuk memindahkan suamiku yg kerja di offsore untuk pindah kerja dikantor, yg kuyakin ia pasti mau. walau aku berani main serong aku tetap harus mikir rumah tanggaku dan berharap aku bisa keluar dari lingkungan penuh nafsu dikantor ini. semoga aja Mariska kuat dari godaan para pria yg haus memek, banyak godaan yg dilancarkan pada Mariska agar ia mau mengangkat rok-nya.

tiba di ujung gang rumahku, mobil saudaraku Milla ada berada disana, namun aku belum memastikan dengan siapa ia berada di dalam. aku memarkirkan mobilku diujung gang dan mengirim pesan singkat padanya. setelah beberapa saat terbalaslah pesan singkat itu dengan balasan yg sangat singkat “bentar beb, seronde lagi, lagi enak nih”, balasnya. aku pun hanya membalasnya dengan “oke” dan langsung tancap gas ke cafe terdekat sambil menunggu Milla selesai.

pilihanku jatuh pada kedai kopi kecil buatan dalam negeri, sekalian membantu pengusaha kopi untuk bangkit melawan si cafe berwarna hijau yg tak kusuaki itu. biji kopi berasal dari Sumatra, dikirim ke Amerika dan dijual lagi disini dengan harga selangit, minum disitu kok bangga.
aku membuka laptopku untuk mencari tau posisi apa yg kosong dikantorku dan kapan, dan kiranya posisi mana yg cocok untuk suamiku.
“aha! ada nih oil analysist”, pikirku dalam hati yg cocok dengan posisi suamiku sekarang dan penempatan di Denpasar.
“ehmm seleksi administrasi kira-kira ditutup 7 bulan lagi”, lanjutku, ini lowongan internal yg artinya belum akan dibuka untuk umum, biasanya mepet-mepet jika untuk umum. dengan tangan bergetar, aku langsung mengirim pesan singkat pada suamiku.

[17.09] Tasya: Mas, ada lowongan kosong di kantorku, admin 7 bulan lagi, aku daftarin ya, aku udah gak kuat jauh dari kamu..
[17.15] Suami: hi sayang, aku baru kelar nih, lha kamu gimana? resign?
[17.15] Tasya: iya aku resign, aku bantu urus mas. ya ya ya?
[17.16] Suami: iya, nanti pas pulang 2 minggu lagi kita bahas ya, aku juga udah jenuh jauh dari kamu.
[17.17] Tasya: oke mas. love you.
[17.18] Suami: loveyoutoo.

[17.29] Milla: beb, udah hihi, anakmu dianter sopirku, sprei aku ganti baru hehe dan aku laundry-in di deket kantor kelurahan hehe basah semua.
[17.30] Tasya: EWWW!! thanks beb hahha aku pulang.

setelah mendapat pesan itu, aku langsung menata mejaku dan bergegas menuju pulang kerumah, aku tak sabar untuk suamiku pindah kemari, bukannya apa tapi semakin lama kami berpisah akan semakin lebar jarak kami berdua yg akan berakibat adanya seseorang yg datang mengisi jarak kami. seperti yg sudah terjadi saat ini. aku harus mengembalikan keharmonisan keluargaku saat kami dulu berpacaran.

***
(POV ANDRI)

waktu menujukkan pukul 16.30

“dreeet dreeet dreeet”, suara HP ku bergetar dimeja, dan dari layar HPnya ada namanya ‘Shelly’. aku langsung bergegas mengangkat telepon itu.

“hello Shell”, ujarku.
“masih dikantor Ndri?”.
“masih Shell, ada apa?”.
“aku ke kantormu aja yak”, balas Shelly.
“hmm ya”, balasku singkat.

beberapa saat kemudian Shelly memasuki ruanganku dan menutupnya, aku hanya berpikir, apakah spermaku akan kembali dikuras olehnya. lalu dia menaruh pantatnya yg lebar pada kursi yg diperuntukkan untuk tamu di seberang mejaku.
“ada apaan nih?”, tanyaku.
“tumben belum pulang..”, balasnya.
“akan pulang ini haha”, balasku.
“haha bentar lah, ada tawaran nih kalau mau..”, tanya dia padaku yg membuatku penasaran.
“wanjir apaan nih, pasti gak jelas lagi hahhaa”, balasku yg menabak kearah mana obrolan ini.
“haha ini lho ada anak, yg butuh om-om”, terangnya dengan santai.
“wanjeeer, bener kan haaha”, tawaku, “kenapa guwe yg lain ajalah”, lanjutku.
“haha yg lain udah uzur, dan elu yg masuk kriteria om-om dan masih gagah hahhaa”, candanya, “dengerin dulu kalau gitu”, lanjutnya.
“yea..im listening”, balasku.
“jadi gini, ada anak kuliahan, dari Jakarta sih, mau ngerasain om-om gitu dan lu yakin pasti bakal suka deh, doi masih utuh alias perawan!”, terang Shelly dan aku langsung terkaget saat mendengar kata perawan tadi.
“ahh jangan, kasihan gila Shell”, elakku.
“engga engga, doi yg mau, ni aku tunjukin WA-nya”, kasih Shelly HPnya padaku yg dengan seksama aku membacanya dari awal hingga akhir, dan disana dia curhat kalau mantan-mantannya hanya ingin ngeseks dengan dia sejak SMP. dan sekarang dia akan lulus, dan sudah saatnya melepas mahkota berharganya namun ia hanya ingin dengan pria yg lebih mahir dan masuk dalam kategori om-om. bahkan aku juga membaca ia sudah ingin sekali.
“hmm intersting..”, ujarku, “free?”, lanjutku.
“yes, kalau kamu bisa memberi kasih sayang dan memberikan yg ia harapkan dari malam pertama sebuah seks yg panas dan bergairah”, terangnya.
“oh god!”, balasku dirundung kebingungan.
“yes, mau aja ya, deal deal!”, ujar Shelly.
“ehmm when and where?”, tanyaku.
“karena ini terkait ngelepas perawanan, sebaiknya secepetnya Ndri dan dimananya terserah kamu mau dimana, oh iya kalau bisa ya 2 atau 3 malam yah”, terangnya.
“lama amat hmmm”, balasku.
“iyalah, biar ia tau what seks is all about, seks is about love and nikmat”, terangnya.
“hmm baiklah..”, lalu aku melihat tanggalan yg kiranya bisa kugunakan untuk keluar, karena aku sudah biasa terbang, ijin dengan istri bukan suatu masalah besar, “mungkin next-weekend yah, oh iya namanya siapa?”, lanjutku sambil mengingat bahwa aku juga ada orgy seks pada bulan depan.
“deal, namanya Risa”, balasnya.

“ehmm terus setelah obrolan tentang seks gini, guwe dianggurin aja nih”, ujar Shelly dengan wajah genit dan mulai berdiri dihadapanku yg diantaranya ada meja.
aku hanya terdiam sambil terus memandangi apa yg akan ia lakukan terhadap diriku, lantas Shelly memutar kursiku kearahnya, lalu ia berjongkok di hadapanku dan aku hanya terbius oleh tindakannya.
ia sibuk melepas resleting, ikat pinggang dan kancing celanaku. tangan kanannya masuk ke dalam celanaku berusaha memancing keluar kontolku yg sudah sedikit kaku itu.
“arrghhhhhh”, desah ringanku.
“gedenya bikin kangen”, ujarnya sambil ngocokin penisku.
“anakmu gak kesini ya Shell..”, tanyaku.
“anakku lagi gak libur, tapi suamiku kesini kok kapan hari, anak sama bapak sama enaknya hihi”, ujarnya dengan santai sambil mulai memasukkan penisku ke dalam mulutnya.

“bluup bluup bluup, currp cuurrp currrpp”, kepalanya naik dan turun, ludahnya terkadang mengalir keluar dari bibirnya menuruni ke pangkal penisku.
“eghhhhmm ohhhh egghhmmm ahhhh”, aku mendesah sambil memegangi kepalanya dengan rambutnya yg lurus itu, aku menatap langit-langit menahan enaknya sepongan wanita paruh baya ini. lidahnya sangat lihai memainkan penisku yg berada di dalam mulutnya. aku hanya terdiam menyaksikan tingkah lakunya. tiap wanita memiliki style seks yg berbeda-beda, gak ada yg lebih enak dan gak enak, semua enak. ada yg doyan dijadikan budak seks seperti Dinda, ada yg suka kontrol, ada juga yg suka pasrah yg penting orgasme.
“ohhh sluurp slurrrp sluurrp, diem aja Ndri hehe enak yah”, ujarnya disela-sela sepongannya.
“hahaha enak banget Shell”, balasku.

lalu Shelly lanjut dengan kecepatan tingginya.
SLURP SLURP SLURP SLURP
SLURP SLURP SLURP SLURP
SLURP SLURP SLURP SLURP
“ahh ahhh ahhh ohhh Shell ahh plis stop dulu ahh”, ujarku sambil meremat kepalanya.
“kenapa Ndri haha mau keluar yah”, balasnya.
“iyaa ahh haha belum pengin dikeluarin hahha”, balasku.
“haha padaha, hmm baru disepong 10 menit lho, belum apa-apa, udah lama gak ngeseks yah”, tanyanya.
“hampir tiap malem sih sama bini haha, tapi seponganmu gila enak banget”, pujiku.
“hahahaa gak jauh beda lu sama yg lain, baru bentar udah pengin muncrat hahaha”, candanya. Shelly emang macem cewek yg doyan ngangkang, tapi terus tidak membuatnya seperti cewek murahan, hanya cowok yg berkelas yg bisa membuat Shelly membuka lebar kedua kakinya, ya minim sekelas direktur atau rekrutan muda baru yg ganteng menurut Shelly.

“hahhaa ngeseks aja yak”, ajaknya.
aku hanya membalasnya dengan anggukan, lalu Shelly menarik celana dalamnya dari bawah roknya, terlihatlah celana dalam berwarna pink itu, lantas dia taruhnya diatas meja kerjaku. aku membuka lebar kedua kakiku, Shelly berada diantaranya, tangan kanannya memegangi penisku dan ia arahkan ke dalam memeknya.
“udah basah aja Shell haha”, saat penisku menyentuh memeknya.
“AWWHHHH OHHHH”, desahnya saat penisku mulai masuk ke dalam memeknya, dia membelakangiku dan tangan kiriku memegangi pinggulnya serta tangan kananku siap untuk ngobelin memeknya dari belakang agar segera orgasme dan tidak menambah resiko untuk kepergok.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
suara daging pantat dan paha bertemu serta suara kobelan nikmat yg menghujani klitorisnya, aku membenamkan kepalaku pada lehernya sambil kadang-kadang menciuminya. Shelly menggunakan tangan kirinya untuk menutupi mulutnya agar suara desahannya tak mengaung keseluruh ruangan.
pakaian kami masih membungkus badan kami, hanya celanaku sedikit turun ke paha agar penisku bisa keluar, sedangkan Shelly hanya menaikkan roknya keatas.
“egghmm enak ohh eghmmm Andri ahh rasanya rahimku penuh ahh”, desahnya tiada henti.
hampir 8 menit kami saling pompa dengan posisi yg sama, Shelly berada diatasku yg sedang posisi duduk. ritme sodokan yg menyesuaikan kekuatan kaki Shelly untuk naik turun, tapi sangat terasa sekali bahwa Shelly berusaha mendapat orgasme singkat saat kami berhubungan. namun disatu sisi, dengan ritme tiada ada istirahat ini juga membuat aku juga ingin segera muncrat.
“auuh Shell, aku gak kuat Shell ahh ahhh mungkin bentar lagi ahhh”, desahku sambil terus berusaha menahan.
“gapapa Ndri, aku juga udah mau ini ahh oohh ahh ooohh”, balasnya singkat.
dengan gerakan Shelly yg semakin cepat dengan kobelan tangan kananku yg juga semakin brutal.
“ayo Ndri, kobelin semakin kenceng ahhh oohhh ahhhh ahhh ahhh”, gerakan Shelly juga semakin cepat naik turunnya.
“aaarrrggghhhhh oooohhhhh Andriii ahhhhhh oorrgghhhh ahhhhh”, desahnya tertahan sambil memeknya terasa terus memijat-pijat penisku yg didalam rahimnya, walau ia orgasme, gerakan tetep terus berjalan naik dan turun.
“OHHHH SHEEL AKU KELUARAAAAHHHH”, desahku sambil berbisik pada telingannya.
CROOOT CROOOT CROOOT CROOOT dibarengi dengan 4 semburan hebat yg keluar dari penisku memasuki rahimnya tanpa halangan kondom ini. kuterasa kami berdua telah mandi keringat, walau kami orgasme hebat, alat kelamin kami terus bersatu sambil berusaha menjaring oksigen sebanyak mungkin.

“ahhh enak orgasme bareng hahhaa”, ujarnya dengan santai, kedua tanganku melingkarkan pada perutnya.
“haha dahsyat mantab haha”, balasku.
“kalau kulepas penismu, pejuhmu netes semua nanti, celanamu udah kamu pinggirkan biar gak kena?”, ujarnya.
“udah kok..”, balasnya lalu Shelly bangkit perlahan, dengan sendirinya penisku berpamitan dengan memek Shelly. saat ia menarik badannya, tetesan sperma mengalir terjatuh ke paha dan lantai. langsung kami berdua merapikan pakaian kami layaknya tak pernah terjadi apa-apa.

“Ndri, aku pamit yah, mau pulang, bye. ntar kukabari ya terkait doi haha”, ujarnya sambil melangkahkan kaki keluar ruanganku.
“yee bye”, aku membalasnya, bukan karena aku semakin liar, tapi siapa sih yg gak mau dikasih cewek perawan dan ABG.

setelah semua beres, aku bergegas untuk pulang kerumah, namun kupastikan dulu diriku sudah tak berbau lendir kelamin.

***
(POV BELLA)

menjelang kegiatan orgy ini aku semakin nerveous, hanya karena aku tak merasa percaya diri telanjang dan berhubungan di depan orang lain serta bahkan suamiku sendiri dan aku juga melihat suamiku berhubungan dengan wanita lain. namun begitu, kami sudah sepakat untuk melakukan, yauda aku harus sportif.
“hmm tenang Bella tenang, hanya 3 jam”, ujarku dalam hati saat perjalanan menuju rumah Claudia.

setelah aku tiba disana, formasi tim belum lah lengkap, namun beberapa menit kemudian sudah hadir semua termasuk anggota baru Grace. memang semua sebagai ibu rumah tangga jadi lebih mudah untuk merencanakan kegiatan saat jam kerja atau jam anak sekolah.

“nah untuk lokasi, aku dan mas Petra udah cek lokasi, akhirnya kami ke C151 Villa Dreamland, lokasinya menghadap ke lautan hehe”, terang Claudia.
“MAS PETRAA?!?!? HAHA abis ngapain itu?!?!”, teriak kami semua.
“hahha hush, urusan dewasa, lha itu salah sendiri Zaskia pinjem suamiku haha”, balasnya, dan Zaskia hanya diam sambil senyum-senyum malu, “mana pinjem kamarku juga hahha”, lanjut ledek Claudia, namun kami semua hanya bercanda.

kuakui dari sekian banyak pasangan, hanya aku dan mas Andri yg masih tertutup dengan kegiatan barter privat, maka dari itu gak banyak yg mengajak aku maupun mas Andri.

“eh deal semua kan dengan lokasi dan tanggal itu?”, tanya Claudia.
“yessshh we all deal”, balas kami semua termasuk aku.
“Dia, terus peraturannya bagaimana?”, tanya Stella pada kami semua.
“nah iya, ayo kita buat”, balas Claudia.
lantas kami semua berdiskusi terkait peraturan yg cocok untuk kegiatan unik ini sehingga kami semua memiliki batasan namun juga bisa merasakan kenikmatan yg tiada duanya.

layaknya seperti grup arisan lainnya, tiap ada pembahasan pasti ramai dan riuh, serta aku juga hanya nimbrung dikit-dikit terkait pembuatan peraturan itu.
“Grace, minumnya lho”, tawarku dan untuk sekedar basa-basi.
“iya mbak, terimakasih, ini mbak Bella ya hehe masih ngapain nama-namanya”, ujarnya.
“haha iya, suami kerja dimana mbak dan udah punya anak berapa?”, tanyaku santai.
“ehmm suami, perwira menengah mbak hehe anak baru 1”, balasnya dengan lembut.
“wooh sibuk yah, kenapa gak pengin nambah haha”, tanyaku kembali.
“ya sibuk-sibuk engga, tapi weekendnya bisa diminta kok kalau jauh hari, iya nih lagi pengin satu dulu haha”, balasnya santai, “mbak Bella udah lama ikutan beginian?”, tanyanya kembali.
“ya engga sih, sejak ini dibentuk, kalau mbak Grace?”, balasku.
“hmm berapa bulan ya, tapi kan aku hanya private dengan Claudia dan suami. gak yg rame-rame gini, nerveous juga sih haha tapi seru sepertinya”, balasnya excited.
“haha kalau dipikir emng buat nerveous, tapi kalo udah main mah biasa aja haha anggap aja sama suami haha”, balasku yg menenangkan dirinya.
kamipun lanjut ngobrolin terkait kehidupan pribadi kami, namun juga ikut membantu menyuarakan saran terkait peraturan untuk kegiatan orgy seks ini agar berjalan dengan lancar.

akhirnya setelah sekian lama, peraturan selesai dibuat, tanggal, lokasi dan lama orgyseks telah ditentukan, tinggal menunggu waktu itu tiba. jika aku memikirkan apa yg akan kami lakukan, aku nerveous, namun dilain sisi aku juga horny ingin merasakan fantasy bercinta dengan banyak orang. semoga aku dan suami bisa menikmati ini dan tidak terikat lebih dalam.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part